Kantor Kendaraan Bermotor divisi Pengawasan Kendaraan Bermotor Wilayah Shilin
8. Standar Pengurangan nilai ujian praktek motor
◎ Standar Penilaian bagi peserta ujian kendaraan bermotor tipe ringan dan biasa (50cc hingga 125cc):Total nilai 100 poin, nilai minimal kelulusan adalah 70 poin.
Materi untuk ujian
praktek Pengurangan Nilai Standar Nilai 1. Kestabilan
mengendarai lurus (hanya 1 kali kesempatan).
1. Ujian Berkendara lurus harus diselesaikan dalam waktu kurang dari 7
detik. 32
2. Roda atau kaki menginjak pembatas jalur berkendara. 32
2. Melewati pintu kereta api.
1. Tidak berhenti untuk melihat ataupun menerobos melewati pintu
kereta 32
2. Mesin motor/mobil mati atau motor/mobil berhenti pada saat berada di area rel kereta api (Badan kendaraan berada di rea rel kereta api). 32 3. Roda depan kendaraan melewati garis pada saat kendaraan
berhenti. 32
3. Persimpangan. 1. Melanggar lampu merah.2. Pada saat kendaraan berhenti di persimpangan lampu merah, roda 32 depan melewati garis berhenti. 32 4. Zebra cross
/ tempat
penyeberangan bagi pejalan kaki.
1. Tidak berhenti, atau tidak mengutamakan pejalan kaki untuk
menyeberang jalan terlebih dahulu. 32 2. Pada saat berhenti, roda depan melewati garis pemberhentian. 32
5. Mengelilingi lapangan ujian.
1. Tidak menggunakan helm pengaman (wajib menggunakan helm
standar dan mengikat tali pengaman). 16 2. Mesin motor mati pada saat perjalanan (pemotongan nilai
diakumulasi). 8
3. Pada saat berkendara, salah satu kaki menyentuh lantai (pemotongan nilai diakumulasi). 8 4. Pada saat berkendara, kedua kaki menyentuh lantai (pemotongan
nilai diakumulasi). 16 5.Kecelakaan atau jatuh. 32 6. Roda kendaraan menabrak pembatas jalur berkendara (pemotongan
nilai diakumulasi). 16 7. Tidak memasang lampu sein (lampu tanda belok) saat berbelok
(pemotongan nilai diakumulasi). 16 8. Saat mendekati rel kereta api, kendaraan tidak mengurangi kecepatan
pada saat akan belok
(Pedal gas seharusnya mulai dilepas, pedal rem mulai diinjak perlahan; Kendaraan harus mengurangi kecepatan hingga mencapai 15 km/jam pada saat pengendara melihat rambu rel kereta api).
16 9. Kedua kaki tidak berpijakdengan benar pijakan kaki kendaraan. 8 10. Menginjak pedal gas dan pedal rem pada saat yang bersamaan,
pengoperasian kendaraan yang tidak benar. 8 11. Tidak dapat menyelesaikan ujian praktek atau tidak menjawab salah
satu materi ujian. 32 6. Teknik berkendara
lainnya (pemotongan nilai pada setiap materi yang tertera di samping ini akan diakumulasi, akan tetapi batas maksimal total pemotongan nilai tidak boleh melebihi 18 poin).
1.Pada saat kendaraan mulai bergerak. 2 2.Penggunaan kopling yang tidak benar. 2 3. Penginjakan pedal gas yang tidak tepat. 2
◎Standar penilaian untuk ujian praktek bagi pengendara motor besar ( diatas 250 cc) adalah: nilai tertinggi 100 poin, nilai minimal kelulusan 70 poin.
Materi untuk ujian
praktek Pengurangan Nilai Standar Nilai
1. Cara mengambil kendaraan, menghidupkan mesin, menjalankan motor, dan memegang motor.
1. Pengambilan kendaraan sebelum mesin dinyalakan, atau memarkir dan mematikan mesin kendaraan setelah ujian praktek selesai, masing-masing tidak boleh dilakukan lebih dari 30 detik.
32 2. Setelah memegang kendaraan dan akan memulai
berjalan, perseneling telah berada pada gigi 1 tetapi standar samping (side stand) belum dikembalikan ke posisi awal.
16 3. Tidak mengembalikan perseneling ke gigi normal atau gigi
0 (nol) pada saat menggunakan standar samping (side
stand). 16
4. Kendaraan jatuh pada saat pengambilan atau parker. 32 2. Kestabilan
mengendarai di jalur lurus (bila gagal, boleh diulang lagi).
1. Ujian Berkendaran lurus harus diselesaikan dalam waktu
kurang dari 7 detik. 32
2. Roda menabrak pembatas jalur berkendara atau kaki
menyentuh lantai. 32
3. Berkendara pada
jalur bundaran. 1. Mengendarai jalur yang berlawanan dengan jarum jam sebanyak 1 putaran, roda menabrak pembatas jalur
berkendara. 16
2.Kaki menyentuh lantai saat berkendara. 32 4. Mengerem di jalur
lurus. 1. Tidak mengganti perseneling pada gigi 3 sesaat sebelum berhenti pada waktu yang telah ditentukan atau tidak mengurangi kecepatan berkendara di atas 25 km/jam. 32 2.Kendaraan melewati garis berhenti pada saat berhenti. 32 5. Persimpangan
kereta api 1. Tidak berhenti untuk melihat kondisi di sekitar rel kereta api atau menerobos persimpangan kereta api. 32 2. Mesin kendaraan mati atau kendaraan berhenti tepat di
persimpangan rel kereta api (badan kendaraan berada di
area rel kereta api). 32
3.Kendaraan melewati garis berhenti pada saat berhenti 32 6. Berkendara pada
jalur tanjakan. 1.Tidak berkendara pada jalur yang telah ditetapkan. 2. Mesin kendaraan mati, kendaraan mundur ataupun jatuh 32 pada saat berkendara di jalur tanjakan. 32 3. Mesin kendaraan mati, merubah perseneling pada gigi
normal atau gigi 0 (nol) atau jatuh pada saat berkendaraan
di jalur tanjakan. 32
4. Kendaraan berhenti tiba-tiba atau kaki menginjak lantai
pada saat kendaraan menaiki dan menuruni tanjakan. 16 7. Zebra cross
/ tempat penyeberangan bagi pejalan kaki.
1. Tidak berhenti, atau tidak mengutamakan pejalan kaki
untuk menyeberang jalan terlebih dahulu. 32 2. Pada saat berhenti, roda depan melewati garis
Belajar Materi untuk ujian
praktek Pengurangan Nilai Standar Nilai
8. Persimpangan. 1.Melanggar lampu merah. 32
2. Pada saat kendaraan berhenti di persimpangan lampu
merah, roda depan melewati garis berhenti. 32 9. Kondisi berkendara
secara umum. 1. Tidak memakai helm yang sesuai dengan peraturan(wajib memakai helm yang sesuai dengan standar yang ditetapkan oleh pemerintah, tali helm wajib dikaitkan dengan benar).
16 2. Mesin mati mendadak saat kendaraan sedang
dikemudikan (pemotongan nilai diakumulasi). 8 3. Salah satu kaki menyentuh lantai saat kendaraan sedang
dikemudikan (pemotongan nilai diakumulasi). 8 4. Kedua kaki menyentuh lantai saat kendaraan sedang
dikemudikan (pemotongan nilai diakumulasi). 16 5. Pergantian perseneling tidak menurut peraturan yang
telah ditetapkan ang dikemudikan ikemudikan pemerintah, dministrasi Kependudukan Kota Taipeiajib pajak
(pemotongan dapat diakumulasi) .
16 6. Tidak memasang lampu sein (lampu tanda belok) saat
berbelok (pemotongan nilai diakumulasi). 16 7. Saat mendekati rel kereta api, kendaraan tidak
mengurangi kecepatan pada saat akan belok (Pedal gas seharusnya mulai dilepas, pedal rem mulai diinjak perlahan; Kendaraan harus mengurangi kecepatan hingga mencapai 15 km/jam pada saat pengendara melihat rambu rel kereta api).
16
8. Tidak berkendara pada jalur yang telah ditetapkan, atau menabrak pembatas jalur berkendara atau menabrak
pembatas jalan. 32
9. Mengalami kecelakaan lalu lintas atau jatuh dari
kendaraan. 32
10. Tidak dapat menyelesaikan ujian praktek atau tidak
menjawab salah satu materi ujian. 32 10. Tehnik berkendara
lainnya
(pemotongan nilai pada setiap materi yang tertera di samping ini akan diakumulasi, akan tetapi batas maksimal total pemotongan nilai tidak boleh melebihi 18 poin).
1. Cara berkendara tidak tepat. 2
2. Penggunaan kopling yang tidak benar. 2
3. Penggunaan gas yang tidak tepat. 2
4. Penggunaan rem yang tidak tepat. 2