• Tidak ada hasil yang ditemukan

STANDAR PROSEDUR OPERASIONAL LATIHAN SENAM HAMIL

Dalam dokumen KEPERAWATAN MATERNITAS I (Halaman 46-50)

No Dokumen 241/FIK.3/B/2019 No Revisi 02 Halaman 1/4 PROGRAM STUDI S1 KEPERAWATAN DAN PROFESI NERS

Tanggal Terbit 05-09-2019

Ditetapkan

Kaprodi S1 Keperawatan dan Profesi Ners,

Ns. Dwi Rahmah Fitriani, M. Kep NIDN. 1119097601

Capaian Mahasiswa

Mahasiswa mampu melakukan peragaan senam hamil Tujuan khusus

Setelah mengikuti praktikum ini mahasiswa mampu: 1. Mengetahui manfaat senam hamil

2. Mengetahui gerakan- gerakan dalam senam hamil Pengertian

Senam hamil adalah senam yang merupakan suatu bentuk latihan untuk memperkuat dan juga mempertahankan kelenturan dari dinding perut, otot-otot dasar panggul yang nantinya akan mempermudah proses persalinan normal

Tujuan Senam Hamil

1. Memperkuat dan mempertahankan elastisitas otot-otot dinding perut, otot-otot dasar panggul, ligament dan jaringan serta fasia yang berperan dalam mekanisme persalinan 2. Melonggarkan persendian2 yg b.d proses persalinan

3. Membentuk sikap tubuh yang prima, sehingga dapat membantu mengatasi keluhan-keluhan, letak janin dan mengurangi sesak napas

4. Ibu mampu melakukan kontraksi dan relaksasi yang sempurna 5. Menguasai teknik-teknik pernapasan dalam persalinan

6. Mengatur diri dalam memperoleh ketenangan.

NO ASPEK YANG DINILAI Ya Tdk Ket.

Pengkajian 1

2 3

Kaji riwayat kehamilan ibu Kaji kondisi kesehatan ibu Kaji kontra indikasi senam hamil 4 Diagnosa keperawatan yang sesuai: Fase pre interaksi

5 Mencuci tangan 6 Mempersiapkan alat

• Matras • 2 Bantal

Fase Orientasi

7 Memberi salam dan memperkenalkan diri

8 Melakukan identifikasi pasien dengan menanyakan (nama, tanggal lahir dan mencocokkan dengan identitas pasien) 9 Melakukan kontrak

10 Menjelaskan tujuan dan prosedur pelaksanaan

11 Menanyakan kesediaan klien untuk dilakukan tindakan 12 Mengatur posisi peserta latihan dan membaca basmalah Fase Kerja 13 14 15 16 17 Pernafasan Dada

Ibu telentang dengan lutut ditekuk dan tangan terjalin di atas dada. Tiupkan nafas dari mulut sepanjang mungkin sambil kedua tangan menekan dada pada hitungan 5-6-7-8. Kemudian tarik nafas dalam dengan menggembungkan dada pada hitungan 1-2-3-4. Ulangi sampai 8 X 8 hitungan

Pernafasan Diafragma

Posisi seperti di atas dan tangan di atas perut, lakukan hal yang sama dan dimulai pada hitungan yang sama. Ulangi sampai 8 X 8 hitungan.

Penguatan Dan Perlemasan Otot Dasar Panggul

Ibu telentang dengan lutut ditekuk dan tangan di samping badan. Kerutkan otot-otot yang ada dikedua paha hingga dengan sendirinya pantat terlepas dari alat tidur. Jangan melakukan gerakan mengangkat paha dengan sengaja agar latihan ini efektif. Kemudian lepaskan kerutan pelan-pelan sehingga pantat kembali menyentuh alas tidur (1-2). Ulangi sampai 8 X 8 hitungan

Penguatan Dan Perlemasan Otot Tungkai

Ibu telentang dengan lutut kiri ditekuk dengan tungkai kanan lurus, tangan di samping badan. Angkat lurus tungkai kanan kemudian gerakkan pergelangan kaki kedepan dan kebelakang kemudian luruskan kembali dalam hitungan 1-2-3-4. Ulangi sampai 8 X 8 hitungan. Lakukan hal yang sama pada tungkai kiri dengan lutut kanan ditekuk

Penguluran Dan Perlemasan Otot Pinggang, Perut Paha

Ibu telentang dengan lutut kiri ditekuk dan tungkai kanan lurus, tangan di samping badan. Gerakkan tungkai secara rata dengan alas tidur, kearah pantat (sehingga tungkai seperti pendek) dan kearah mata kaki (sehingga tungkai seperti panjang) dalam hitungan 8 X 8 hitungan

18 19 20 21 22 23 24 25

Lakukan hal yang sama pada tungkai kiri dengan menekuk lutut kanan

Ibu telentang lutut kanan ditekuk dan tungkai kiri lurus serta tangan di samping badan. Dengan menjinjitkan telapak kaki kanan, gerakan lutut ke arah kaki (sehingga paha seperti memanjang) kemudian tapakkan lagi kaki kanan dan lutut tetap lurus. Dalam hitungan 1-2

Ulangi sampai 8 x 8 hitungan.

Ibu telentang dengan kedua lutut ditekuk dan kedua lengan membuka di samping badan (seperti sayap pesawat terbang) kemudian gulingkan kedua lutut ke kanan dengan menjaga badan tetap pada posisinya, kemudian gulingkan ke kiri dalam hitungan 1-2.

Ulangi sampai 8 X 8 hitungan

Ibu duduk dengan tangan bertelekan di belakang badan, kedua tungkai lurus terbuka selebar bahu. Gerakan pergelangan kaki ke depan dan ke belakang bergantian, dalam hitungan 1-2.

Ulangi sampai 8 X 8 hitungan

Posisi ibu seperti di atas hanya gerakan pergelangan kaki ke samping luar dan ke dalam. Dalam hitungan 1-2.

Ulangi sampai 8 X 8 hitungan Sendi Bahu dan Payudara

Ibu duduk bersila, kedua tangan memegang bahu sisi yang sama. Gerakan bahu memutar ke arah dalam dengan mempertemukan kedua siku kedepan dada dan dengan menekankan lengan atas kepayudara dan bahu diputar dengan putaran penuh (sampai ketiak terbuka) :satu kali putaran penuh dalam satu hitungan. Ulangi sampai 8 X 8 hitungan. Kemudian lakukan hal yang sama dengan memutar bahu ke arah luar

Koreksi Sikap

Ibu berdiri dengan kedua kaki lurus namun rileks. Agar posisi ibu tidak terlalu tegak maka aturlah agar dada dan perut agak terdorong ke belakang dan pantat agak terdorong ke depan. Pertahankanlah posisi ini semampu mungkin setiap saat

Rileksasi Umum

Tidur telentang kepala disangga bantal, dan kedua tungkai disangga guling hampir kearah pantat

26

27

Tidur miring kepala disangga bantal, tungkai yang sisi atas disangga bantal (baik tertumpang di atas tungkai sebelah bawah maupun bertumpu pada alas tidur). Bila perut sudah cukup besar pada sisi antara perut dan alas tidur diganjal bantal tipis atau selimut yang terlipat

Posisi duduk pada kursi yang ada sandaran punggungnya namun muka menghadap kearah sandaran kursi. Kedua tungkai ada di samping-samping kursi, kedua lengan terlipat di atas puncak sandaran kursi untuk tempat menyandarkan kepala

Fase Terminasi

28 Membaca hamdalah 29 Mengevaluasi respon klien 30 Memberi reinforcement positif

31 Membuat kontrak pertemuan selanjutnya

32 Mengakhiri pertemuan dengan baik: bersama klien membaca doa

Evaluasi

33 Evaluasi kondisi peserta latihan setelah mengikuti latihan Dokumentasi

34 Waktu pelaksanaan, tanda waspada pada kehamilan, respon pasien selama latihan senam hamil

Unit Terkait

1. Departemen Keperawatan Maternitas 2. Bagian Laboratorium Keperawatan Referensi

1. Green C.J. (2012). Maternal Newborn Nursing Care Plans. Second edition. Malloy.Inc 2. Klossner, J.,(2006), Introductory Maternity Nursing, Lippincott Williams & Wilkins Lowdermilk,

D.L.,

3. Perry, S.E., Cashion, M.C. (2013). Keperawatan Maternitas (2vol set). Edisi Bahasa Indonesia 8. Mosby: Elsevier (Singapore) Pte Ltd.

4. Perry S.E., Hockenberry M.J., Lowdermilk D.L., Wilson D. (2014). Maternal Child Nursing Care. 5th edition. Mosby: Elsevier Inc.

5. Hanretty K.P., Santoso B.I., Muliawan E. (2014) Ilustrasi Obstetri. Edisi Bahasa Indonesia 7. Churchill Livingstone: Elsevier (Singapore) Pte.Ltd.

STANDAR PROSEDUR OPERASIONAL

Dalam dokumen KEPERAWATAN MATERNITAS I (Halaman 46-50)

Dokumen terkait