h. Referensi
1) Peraturan Menteri Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi Republik Indonesia Nomor 55 Tahun 2017 Tentang Standar Pendidikan Guru.
2) Peraturan Menteri Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi Republik Indonesia Nomor 62 Tahun 2016 Tentang Sistem Penjaminan Mutu Pendidikan Tinggi.
3) Peraturan Menteri Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi Republik Indonesia Nomor 44 Tahun 2015 Tentang Standar Nasional Pendidikan Tinggi.
3. STANDAR PROSES PEMBELAJARAN a. Definisi Istilah
1) Pembelajaran adalah proses interaksi mahasiswa dengan dosen dan sumber belajar pada suatu lingkungan belajar.
2) Standar proses pembelajaran merupakan merupakan kriteria minimal tentang pelaksanaan pembelajaran pada program studi untuk memperoleh capaian pembelajaran lulusan.
3) Kurikulum adalah seperangkat rencana dan pengaturan mengenai capaian pembelajaran, bahan kajian, proses, dan penilaian yang digunakan sebagai pedoman penyelenggaraan program studi.
4) Satuan Kredit Semester, yang selanjutnya disingkat SKS adalah takaran waktu kegiatan belajar yang dibebankan pada mahasiswa per minggu per semester dalam proses pembelajaran melalui berbagai bentuk pembelajaran atau besarnya pengakuan atas keberhasilan usaha mahasiswa dalam mengikuti kegiatan kurikuler di suatu program studi
5) Rencana Pembelajaran Semester (RPS) adalah dokumen perencanaan pembelajaran yang disusun sebagai panduan bagi mahasiswa dalam melaksanakan kegiatan perkuliahan selama satu semester untuk mencapai capaian pembelajaran yang telah ditetapkan.
6) Program studi yang terdapat dalam standar tersebut adalah program studi yang ada di lingkungan STIDKI AR-RAHMAH.
7) Dosen dalam standar tersebut adalah dosen STIDKI AR-RAHMAH yang memiliki NIDN/K.
8) Peserta didik dalam standar tersebut adalah mahasiswa STIDKI AR-RAHMAH b. Rasional
1) Proses pembelajaran merupakan kegiatan utama dalam proses pengembangan potensi mahasiswa dalam mencapai tujuan pendidikan.
2) Tujuan pendidikan hanya dapat terwujud melalui proses pembelajaran yang terencana, terprogram, dan terlaksana secara efektif, efisien, dan relevan.
3) Agar proses pembelajaran dapat bermakna sebagai proses pembudayaan dan proses penguasaan seni menggunakan ilmu pengetahuan bagi seluruh mahasiswa, maka perlu dibuat sebuah standar proses pembelajaran.
c. Isi Standar
Pernyataan Standar Proses Pembelajaran Indikator 1) Wakil ketua bidang kemahasiswaan
melaksanakan proses penerimaan mahasiswa baru terintegrasi dalam satu sistem penerimaan mahasiswa baru.
a) Dokumen pedoman penerimaan mahasiswa baru jenjang sarjana.
21 2) Prodi memastikan semua mahasiswa
melakukan registrasi administatif dan registrasi akademik (pengisian KRS) untuk dapat mengikuti proses pembelajaran di setiap semesternya dengan beban belajar yang sesuai terhadap capaian pembelajaran semester sebelumnya.
Seluruh mahasiswa aktif sudah memproses Kartu Rencana Studi (KRS) dengan beban belajar sesuai capaian pembelajaran semester sebelumnya.
3) Dosen harus memberikan proses pembelajaran yang bersifat interaktif, holistik, integratif, saintifik, kontekstual, efektif, kolaboratif, dan berpusat pada mahasiswa.
Dokumen RPS yang menunjukkan proses pembelajaran yang bersifat interaktif, holistik, integratif, saintifik, kontekstual, efektif, kolaboratir, dan berpusat pada mahasiswa
7) Dosen wajib membuat Rencana Pembelajaran Semester untuk setiap mata kuliah untuk setiap semester
a) Seluruh mata kuliah sudah memiliki Rencana Pembelajaran Semester (RPS) untuk setiap semester disetiap jenjang yang memuat :
I. nama Program Studi, nama dan kode mata kuliah, semester, sks, nama Dosen pengampu;
II. capaian Pembelajaran lulusan yang dibebankan pada mata kuliah;
III. kemampuan akhir yang direncanakan pada tiap tahap Pembelajaran untuk memenuhi capaian Pembelajaran lulusan;
IV. bahan kajian yang terkait dengan kemampuan yang akan dicapai;
V. metode Pembelajaran;
VI. waktu yang disediakan untuk mencapai kemampuan pada tiap tahap Pembelajaran;
VII. pengalaman belajar mahasiswa yang diwujudkan dalam deskripsi tugas yang harus dikerjakan oleh mahasiswa selama satu semester;
VIII. kriteria, indikator, dan bobot penilaian;
IX. daftar referensi yang digunakan.
b) Seluruh RPS didokumentasikan di Program Studi
c) RPS ditinjau setiap tahun oleh Program Studi maupun rumpun ilmu.
8) Dosen menyelenggarakan perkuliahan sebanyak 16 kali pertemuan termasuk ujian
a) Tersedia laporan daftar kehadiran mahasiswa.
b) Tersedianya laporan jurnal mengajar dosen.
9) Mahasiswa harus menyelesaikan masa studi dan beban belajar penyelenggaran program pendidikan paling lama lima
a) Tersedia peraturan akademik yang menetapkan tentang lama dan beban studi mahasiswa untuk setiap jenjang
22 tahun untuk program sarjana dengan
beban belajar mahasiswa minimal 144 SKS
pendidikan
b) Tersedia kontrak antara mahasiswa dan Institusi STIDKI Ar Rahmah yang mencakup tentang lama dan beban studi yang harus diselesaikan selama menempuh pendidikan di STIDKI AR-RAHMAH
10) Program studi harus mengalokasikan waktu proses pembelajaran dalam satu setiap semester sesuai dengan alokasi waktu untuk satuan kredit semester dalam pasal 17 Permenristekdikti No. 44 Tahun 2015, yaitu :
a. 1 (satu) sks untuk proses pembelajaran berupa kuliah terdiri atas:
i. Kegiatan tatap muka 50 menit per minggu per semester;
ii. Kegiatan penugasan terstruktur 60 menit per minggu per semester;
iii. Kegiatan mandiri 60 menit per minggu per semester
b. 1 (satu) sks pada proses pembelajaran berupa seminar atau bentuk lain yang sejenis terdiri atas:
Kegiatan tatap muka 100 menit per minggu per semester
Kegiatan mandiri 70 menit per minggu per semester
c. 1 (satu) sks pada proses pembelajaran berupa praktikum dan/atau proses pembelajaran lain yang sejenis, 170 menit per minggu per semester.
Tersedia seluruh dokumen jadwal mata kuliah tatap muka, seminar dan mata kuliah yang sejenis, serta praktikum yang memiliki alokasi waktu yang sesuai dengan standar yang telah ditetapkan.
11) Unit pelaksana penjaminan mutu harus melakukan evaluasi proses pembelajaran serta layanan akademik penunjang proses pembelajaran untuk setiap semester
a. Tersedia seluruh dokumen evaluasi kehadiran dosen serta kesesuaian RPS dengan proses pembelajaran
b. Tersedia dokumen evaluasi layanan akademik penunjang proses pembelajaran ditingkat program studi d. Strategi
1) Ketua menetapkan Standar Proses Pembelajaran yang ditetapkan melalui Keputusan Perguruan tinggi.
2) Keputusan Perguruan tinggi tersebut diturunkan dalam Peraturan Akademik
3) UPPM melakukan sosialisasi Standar dan Peraturan Akademik kepada seluruh unit akademik yang ada di STIDKI AR-RAHMAH
e. Pihak yang bertanggung jawab 1) Ketua
2) Wakil Ketua bidang Akademik 3) Ketua Prodi
4) Unit Pelaksana Penjaminan Mutu 5) Kabag akademik
23 f. Unit Terlibat
1) UPPM