• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB II KAJIAN TEORI

D. Perpustakaan dan Laboratorium

2. Standarisasi Perpustakaan

Dalam Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 43 Tahun 2007 tentang Perpustakaan BAB VII Pasal 23 tentang perpustakaan sekolah menjelaskan bahwa:

1) Setiap sekolah/madrasah menyelenggarakan perpustakaan yang memenuhi standar Nasional perpustakaan dengan memperhatikan Standar Nasional Pendidikan;

2) Perpustakaan sebagaimana di maksud pada poin (1) wajib memliki koleksi buku teks pelajaran yang di tetapkan sebagai buku bekas wajib pada satuan pendidikan yang bersangkutan dalam jumlah yang mencukupi untuk melayani semua peserta didik dan pendidik;

3) Perpustakaan sebagaimana di maksud pada poin (1) mengembangkan koleksi lain yang mendukung pelaksanaan kurikulum pendidikan;

4) Perpustakaan sekolah/madrasah melayani peserta didik pendidikan kesetaraan yang di laksanakan di lingkungan satuan pendidikan yang bersangkutan;

5) Perpustakaan sekolah/madrasah mengembangkan layanan perpustakaan berbasis teknologi informasi dan komunikasi;

6) Sekolah/madrasah mengalokasikan dana paling sedikit 5% dari anggaran belanja operasional sekolah/madrasah atau belanja barang di luar belanja pegawai dan belanja modal untuk pengembangan perpustakaan.42

Di bawah ini adalah standar sarana dan prasarana dari BSNP secara khusus yang di jadikan pedoman dalam peningkatan mutu, yaitu:

a. Ruang perpustakan berfungsi sebagai tempat kegiatan peserta didik dan guru memperoleh informasi dari berbagai jenis bahan pustaka dengan membaca, mengamati, mendengar, dan sekaligus tempat petugas mengelola perpustakaan.

b. Luas minimum ruang perpustakaan sama dengan luas satu ruang kelas. Lebar minimum ruang perpustakaan 5 m.

c. Ruang perpustakaan dilengkapi jendela untuk memberi pencahayaan yang memadai untuk membaca buku.

d. Ruang perpustakaan terletak dibagian sekolah yang mudah dicapai.

e. Ruang perpustakaan dilengkapi dengan sarana.43

Dalam Undang-Undang Republik Indonesia No. 43 Tahun 2007 tentang Perpustakaan BAB V Pasal 14 menjelaskan bahwa:

1) Layanan perpustakaan dilakukan secara prima dan berorientasi bagi kepentingan pemustaka;

2) Setiap perpustakaan menerapkan tata cara layanan perpustakaan berdasarkan standar Nasional perpustakaan;

3) Setiap perpustakaan mengembangkan layanan perpustakaan sesuai dengan kemajuan teknologi informasi dan komunikasi; 4) Layanan perpustakaan sebagaimana di maksud poin (1)

dikembangkan melalui pemanfaatan sumber daya perpustakaan untuk memenuhi kebutuhan pemustaka;

5) Layanan perpustakaan di selenggarakan sesuai standar Nasional perpustakaan untuk mengoptimalkan pelayanan kepada pemustaka;

6) Layanan perpustakaan terpadu di wujudkan melalui kerja sama antar perpustakaan;

7) Layanan perpustakaan secara terpadu sebagaimana di maksud pada poin (6) di laksanakan melalui jejaring telematika.44

42Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 43 Tahun 2007 tentang Perpustakaan. 43Suryadi, op, cit., h. 140.

Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Republik Indonesia No. 25 Tahun 2008 tanggal 11 Juni 2008 tentang Standar Tenaga Perpustakaan Sekolah/Madrasah menyatakan bahwa:

Setiap sekolah/madrasah untuk semua jenis dan jenjang yang mempunyai jumlah tenaga perpustakaan sekolah/madrasah lebih dari satu orang, mempunyai lebih dari enam rombongan belajar (rombel), serta memiliki koleksi minimal 1000 (seribu) judul materi perpustakaan dapat mengangkat kepala perpustakaan sekolah/madrasah.

a. Kepala perpustakaan sekolah/madrasah yang melalui jalur pendidik. Kepala perpustakaan sekolah/madrasah harus memenuhi syarat:

 Berkualifikasi serendah-rendahnya diploma empat (D4) atau sarjana (S1);

 Memiliki sertifikat kompetensi pengelolaan perpustakaan sekolah/madrasah dari lembaga yang ditetapkan oleh pemerintah;

 Masa kerja minimal 3 (tiga) tahun.

b. Kepala perpustakaan sekolah/madrasah yang melalui jalur tenaga kependidikan. Kepala perpustakaan sekolah dan madrasah harus memenuhi salah satu syarat berikut:

 Berkualifikasi diploma dua (D2) ilmu perpustakaan dan informasi bagi pustakawan dengan masa kerja minimal 4 tahun; atau

 Berkualifikasi diploma dua (D2) non ilmu perpustakaan dan informasi dengan sertifikat kompetensi pengelolaan perpustakaan sekolah/madrasah dari lembaga yang ditetapkan oleh pemerintah dengan masa kerja minimal 4 tahun di perpustakaan sekolah/madrasah.

c. Tenaga perpustakaan sekolah/madrasah

Setiap perpustakaan sekolah/madrasah memiliki sekurang-kurangnya satu tenaga perpustakaan sekolah/madrasah yang berkualifikasi SMA atau yang sederajat dan bersertifikat kompetensi pengelolaan perpustakaan sekolah/madrasah dari lembaga yang ditetapkan oleh pemerintah.45

45Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Republik Indonesia Nomor 25 Tahun 2008 Tanggal 11 Juni 2008 tentang Standar Tenaga Perpustakaan Sekolah/Madrasah.

Berikut ini adalah kompetensi yang harus di miliki oleh kepala perpustakaan dan tenaga perpustakaan sekolah/madrasah.46

Tabel 2.1

Kompetensi Kepala Perpustakaan dan Tenaga Perpustakaan Sekolah/Madrasah Dimensi Kompetensi Kompetensi Kepala Perpustakaan Kompetensi Tenaga Perpustakaan 1. Kompetensi Manajerial - Memimpin tenaga perpustakaan sekolah/madrasah - Merencanakan program perpustakaan sekolah/madrasah - Melaksanakan program perpustakaan sekolah/madrasah - Memantau pelaksanaan program perpustakaan sekolah/madrasah - Mengevaluasi program perpustakaan sekolah/madrasah. - Melaksanakan kebijakan - Melakukan perawatan koleksi - Melakukan pengelolaan anggaran dan keuangan 2. Kompetensi Pengelolaan Informasi - Mengembangkan koleksi perpustakaan sekolah/madrasah - Mengorganisasi informasi - Memberikan jasa dan sumber informasi - Menerapkan - Mengembangkan koleksi perpustakaan sekolah/madrasah - Melakukan pengorganisasian informasi

- Memberikan jasa dan sumber informasi - Menerapkan

teknologi informasi

46Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Republik Indonesia Nomor 25 Tahun 2008 Tanggal 11 Juni 2008 tentang Standar Tenaga Perpustakaan Sekolah/Madrasah.

teknologi informasi dan komunikasi dan komunikasi 3. Kompetensi Kependidikan - Memiliki wawasan kependidikan - Mengembangkan keterampilan memanfaatkan informasi - Mempromosikan perpustakaan - Memberikan bimbingan literasi informasi - Memiliki wawasan kependidikan - Mengembangkan keterampilan memanfaatkan informasi - Melakukan promosi perpustakaan - Memberikan bimbingan literasi informasi 4. Kompetensi Kepribadian - Memiliki integritas yang tinggi - Memiliki etos kerja yang tinggi

- Memiliki integritas yang tinggi

- Memiliki etos kerja yang tinggi 5. Kompetensi Sosial - Membangun hubungan sosial - Membangun komunikasi - Membangun hubungan sosial - Membangun komunikasi 6. Kompetensi Pengembangan Profesi - Mengembangkan ilmu - Menghayati etika profesi - Menunjukkan kebiasaan membaca - Mengembangkan ilmu - Menghayati etika profesi - Menunjukkan kebiasaan membaca

Dari penjabaran di atas dapat penulis simpulkan, bahwa dalam pengadaan ruang perpustakaan harus memperhatikan standarisasi yang telah ditetapkan, agar perpustakaan yang tersedia dapat berjalan secara optimal dan efektif. Hal ini pun perlu didukung oleh kepala perpustakaan dan tenaga perpustakaan yang memiliki kompetensi, keahlian dan pengalaman dalam pengelolaan perpustakaan agar tujuan pengadaan dapat terwujud.

Kompetensi, keahlian, dan pengalaman yang dimiliki oleh kepala perpustakaan dan tenaga perpustakaan dapat mendukung dalam pemberian

layanan perpustakaan, karena pelayanan yang baik dapat memuaskan pelanggan atau pengunjung perpustakaan. Oleh karena itu kepala perpustakaan dan tenaga perpustakaan harus menerapkan pelayanan prima sebagai pegangan dalam memberikan layanan di perpustakaan, seperti yang telah ditetapkan dalam standarisasi yang telah di jelaskan di atas.

Berikut ini adalah ruang perpustakaan di SMK/MAK telah diatur dalam Permendiknas No.40 Tahun 2008 berikut standar sarananya.47

Tabel 2.2

Jenis, Rasio, dan Deskipsi Sarana Ruang Perpustakaan SMK/MAK.

No Jenis Rasio Deskripsi

1 Buku 1.1 Buku Teks Pelajaran 1 eksemplar/mata pelajaran/peserta didik, di tambah 4 eksemplar/mata pelajaran/sekolah

Termasuk dalam daftar buku teks yang ditetapkan oleh Mendiknas dan daftar buku teks muatan lokal yang ditetapkan oleh Gubernur atau Bupati/Walikota 1.2 Buku Panduan Pendidik 1 eksemplar/mata pelajaran bersangkutan, di tambah 2 eksemplar/mata pelajran/sekolah 1.3 Buku Pengayaan 75% non-fiksi dan

25% fiksi

Total buku per sekolah minimum - 1000 untuk 6 rombongan belajar, minimum terdiri dari 820 judul - 1500 untuk 7-12 rombongan belajar minimum terdiri dari 850 judul - 2000 untuk 13-18

rombongan belajar, minimum terdiri dari 9000 judul - 2500 untuk lebih dari 18 rombongan belajar, minimum terdiri dari 1000 judul.

1.4 Buku Referensi 30 judul/sekolah Sekurang-kurangnya meliputi kamus besar bahasa Indonesia, kamus bahasa Inggris, kamus bahasa asing lainnya, ensiklopedi, buku statistik daerah, buku telepon, buku undang-undang dan peraturan, kitab suci 1.5 Sumber Belajar

Lain

1set/sekolah Surang-kurangnya meliputi majalah, surat kabar, globe, peta, CD Pembelajaran, situs web, dan alat peraga matematika.

2 Perabot

2.1 Rak Buku 1 set/sekolah Kuat, stabil, dan aman, dapat menampung seluruh koleksi dengan baik. Memungkinkan peserta didik menjangkau koleksi buku dengan mudah. 2.2 Rak Majalah 1 buah/sekolah Kuat, stabil, dan aman,

dapat menampung seluruh koleksi majalah. Memungkinkan peserta didik menjangkau koleksi majalah dengan mudah.

2.3 Rak Surat Kabar 1 buah/sekolah Kuat, stabil, dan aman, dapat menampung seluruh koleksi surat

kabar.

2.4 Meja Baca 15 buah/sekolah Kuat, stabil, aman. dan mudah di pindahkan oleh peserta didik. Desain memungkinkan kaki peserta didik masuk dengan leluasa kebawah meja.

2.5 Kursi Baca 15 buh/sekolah Kuat, stabil, aman, dan mudah di pindahkan oleh peserta didik. Desain dudukan dan sandaran membuat peserta didik nyaman belajar.

2.6 Kursi Kerja 1 buah/petugas Kuat, stabil, dan aman. Ukuran memadai untuk bekerja dengan nyaman 2.7 Meja

Kerja/Sirkulasi

1 buah/petugas Kuat, stabil, aman, dan mudah di pindahkan, ukuran memadai untuk bekerja dengan nyaman 2.8 Lemari Katalog 1 buah/sekolah Kuat, stabil, dan aman,

cukup untuk

menyimpan kartu-kartu katalog. Lemari katalog dapat di ganti dengan

meja untuk

menempatkan katalog 2.9 Lemari 1 buah/sekolah Kuat, stabil, dan aman,

dapat di kunci dan ukuran memadai untuk menampung seluruh peralatan untuk pengelolaan perpustakaan 2.10 Lemari/Rak Simpan Tas

4 buah/sekolah Kuat, stabil, aman dapat dikunci dan ukuran dan memadai untuk menyimpan tas peserta didik

Pengumuman ukuran minimum 1m 2.12 Meja Multimedia 1 buah/sekolah Kuat, stabil, aman, dan

ukuran memadai untuk menampung seluruh peralatan multimedia 3 Media Pendidikan 3.1 Peralatan Multimedia 1 set/sekolah Sekurang-kurangnya terdiri dari 1 set komputer (CPU), monitor minimum 15 inci, printer, TV, radio, dan pemutar VCD/DVD

4 Perlengkapan Lain

4.1 Buku Inventaris 1 buah/sekolah

4.2 Kotak Kontak 4 buah/ruang Untuk mendukung operasionalisasi

peralatan yang memerlukan daya listrik 4.3 Jam Dinding 1 buah/ruang

4.4 Tempat Sampah 1 buah/ruang

Dari pemaparan di atas dapat disimpulkan, bahwa proses penyelenggaraan perpustakaan membutuhkan tersedianya sarana dan prasarana yaitu perlengkapan, perabot ataupun fasilitas lainnya, yang sudah harus ada sejak pembentukkan perpustakaan. Sarana dan prasarana perpustakaaan adalah semua peralatan, perlengkapan pokok dan penunjang agar kegiatan perpustakaan dapat berjalan dengan baik, seperti tersedianya bahan pustaka yang berkualitas dan berkuantitas sesuai dengan sivitas akademik, sehingga kebutuhan yang diinginkan oleh pelanggan dapat terwujudkan dan pelanggan merasa puas, nyaman dengan keberadaan perpustakaan.

Dalam konteks pendidikan, jika sarana dan prasarana yang tersedia di perpustakaan lengkap, berkualitas, dan berkuantitas, dapat membantu kelancaran proses pembelajaran peserta didik, maka peserta didik merasakan bahwa pentingnya tersedia perpustakaan sekolah. Oleh karena itu

ketersediaan benda-benda dan barang-barang yang sesuai dengan kebutuhan, kondisi, kontruksi, kualitas, ukuran, dan persyaratan tertentu sangat penting dan perlu di perhatikan dengan baik. Dengan ini maka di perlukan kerjasama yang baik antar kepala sekolah, kepala perpustakaan dan tenaga perpustakaan serta didukung oleh tenaga pendidik.

Dokumen terkait