• Tidak ada hasil yang ditemukan

Start Free Trial

Dalam dokumen Tes Keseimbangan - Referat THT (Halaman 21-36)

Cancel Anytime.

memberikan keuntungan dibandingkan dengan tes EOG konvensional memberikan keuntungan dibandingkan dengan tes EOG konvensional karena pengukurannya akurat. Komponen utama dari sistem VOG karena pengukurannya akurat. Komponen utama dari sistem VOG adalah sebuah kamera video infrared sensitif yang terhubung dengan adalah sebuah kamera video infrared sensitif yang terhubung dengan komputer untuk menentukan posisi mata.

komputer untuk menentukan posisi mata.(9)(9)

Gambar 8 – VNG Gambar 8 – VNG(8)(8)

E.

E. Tes Nistagmus SpontanTes Nistagmus Spontan

Nylen memberikan kriteria dalam menentukan kuatnya nistagmus Nylen memberikan kriteria dalam menentukan kuatnya nistagmus ini. Bila nistagmus spontan ini hanya timbul ketika mata melirik searah ini. Bila nistagmus spontan ini hanya timbul ketika mata melirik searah dengan nistagmusnya, maka kekuatan nistagmus itu sama dengan dengan nistagmusnya, maka kekuatan nistagmus itu sama dengan Nylen-1. Bila nistagmus timbul sewaktu mata melihat ke depan, maka Nylen-1. Bila nistagmus timbul sewaktu mata melihat ke depan, maka disebut Nylen 2, dan bila nistagmus tetap ada meskipun mata melirik disebut Nylen 2, dan bila nistagmus tetap ada meskipun mata melirik berlawanan arah dengan arah nistagmus, maka kekuatannya disebut berlawanan arah dengan arah nistagmus, maka kekuatannya disebut

Trusted by over 1 million members

Try Scribd FREE for 30 days to access over 125 million titles without ads or interruptions!

Start Free Trial

Cancel Anytime.

Trusted by over 1 million members

Try Scribd FREE for 30 days to access over 125 million titles without ads or interruptions!

Start Free Trial

Trusted by over 1 million members

Try Scribd FREE for 30 days to access over 125 million titles without ads or interruptions!

Start Free Trial

Cancel Anytime.

Trusted by over 1 million members

Try Scribd FREE for 30 days to access over 125 million titles without ads or interruptions!

Start Free Trial

Cancel Anytime.

F.

F. Tes Nistagmus PosisiTes Nistagmus Posisi

Teknik ini disebut juga perasat Dix-Hallpike. Tes ini dilakukan Teknik ini disebut juga perasat Dix-Hallpike. Tes ini dilakukan untuk mengetahui ada tidaknya

untuk mengetahui ada tidaknya  Benign  Benign Paroxysmal Paroxysmal Positional Positional VertigoVertigo (BPPV). Caranya adalah, mula-mula pasien duduk, kemudian (BPPV). Caranya adalah, mula-mula pasien duduk, kemudian kepalanya dimiringkan 45

kepalanya dimiringkan 45 OO  ke salah satu sisi, dan dengan cepat  ke salah satu sisi, dan dengan cepat dibaringkan kedalam posisi supinasi sampai kepala menggantung di dibaringkan kedalam posisi supinasi sampai kepala menggantung di ujung meja periksa. Pemeriksaan diulang pada sisi yang lain.

ujung meja periksa. Pemeriksaan diulang pada sisi yang lain.(2, 10)(2, 10)

Pada setiap posisi nistagmus diperhatikan, terutama pada posisi Pada setiap posisi nistagmus diperhatikan, terutama pada posisi akhir. Nistagmus yang terjadi dicatat masa laten, dan intensitasnya. akhir. Nistagmus yang terjadi dicatat masa laten, dan intensitasnya. Juga ditanyakan kekuatan vertigo secara subjektif. Tes posisi ini Juga ditanyakan kekuatan vertigo secara subjektif. Tes posisi ini dilakukan berkali-kali dan diperhatikan ada

dilakukan berkali-kali dan diperhatikan ada tidaknya kelelahan. Dengantidaknya kelelahan. Dengan tes posisi ini dapat diketahui kelainan sentral atau perifer. Pada kelainan tes posisi ini dapat diketahui kelainan sentral atau perifer. Pada kelainan perifer akan ditemukan masa laten dan terdapat kelelahan dan vertigo perifer akan ditemukan masa laten dan terdapat kelelahan dan vertigo biasanya terasa berat. Pada kelainan sentral sebaliknya, yaitu tidak ada biasanya terasa berat. Pada kelainan sentral sebaliknya, yaitu tidak ada masa laten, tidak ada kelelahan, dan vertigo ringan saja.

Trusted by over 1 million members

Try Scribd FREE for 30 days to access over 125 million titles without ads or interruptions!

Start Free Trial

Trusted by over 1 million members

Try Scribd FREE for 30 days to access over 125 million titles without ads or interruptions!

Start Free Trial

Cancel Anytime.

Trusted by over 1 million members

Try Scribd FREE for 30 days to access over 125 million titles without ads or interruptions!

Start Free Trial

Cancel Anytime.

nistagmus seperti

nistagmus seperti crescendo-descendocrescendo-descendo, yang menurut penderita seperti, yang menurut penderita seperti berlawanan arah jarum jam ke telinga kiri dan dahi. Ketika pasien berlawanan arah jarum jam ke telinga kiri dan dahi. Ketika pasien dikembalikan ke posisi duduk, maka arah nistagmusnya akan dikembalikan ke posisi duduk, maka arah nistagmusnya akan berhenti.

berhenti.(10)(10)

Salah satu batasan dari manuver Dix-Hallpike adalah tidak dapat Salah satu batasan dari manuver Dix-Hallpike adalah tidak dapat dilakukan pada pasien dengan penyakit servikal yang membatasi dilakukan pada pasien dengan penyakit servikal yang membatasi ekstensi kepala atau gangguan tulang belakang yang melarang ekstensi kepala atau gangguan tulang belakang yang melarang perubahan posisi pasien yang cepat menjadi posisi kepala menggantung. perubahan posisi pasien yang cepat menjadi posisi kepala menggantung. Pada pasien-pasien tersebut, manuver

Pada pasien-pasien tersebut, manuver sidelying Bojrab-Calvert sidelying Bojrab-Calvert   dapat  dapat dilakukan. Manuver ini memungkinkan pemosisian kanalis dilakukan. Manuver ini memungkinkan pemosisian kanalis semi-sirkularis posterior yang sama seperti manuver Dix-Hallpike, tanpa sirkularis posterior yang sama seperti manuver Dix-Hallpike, tanpa kepala menggantung.

Trusted by over 1 million members

Try Scribd FREE for 30 days to access over 125 million titles without ads or interruptions!

Start Free Trial

Trusted by over 1 million members

Try Scribd FREE for 30 days to access over 125 million titles without ads or interruptions!

Start Free Trial

Cancel Anytime.

Trusted by over 1 million members

Try Scribd FREE for 30 days to access over 125 million titles without ads or interruptions!

Start Free Trial

Cancel Anytime.

berbaring dengan bahunya dengan kepala bersandar di meja periksa. berbaring dengan bahunya dengan kepala bersandar di meja periksa. Posisi ini ditahan selama kurang lebih 20 detik sambil gerakan ata Posisi ini ditahan selama kurang lebih 20 detik sambil gerakan ata dieprhatikan. Kemudian pasien dikembalikan ke posisi duduk. Dan dieprhatikan. Kemudian pasien dikembalikan ke posisi duduk. Dan diulang pada posisi yang berbeda. Sama dengan manuver Dix-Hallpike, diulang pada posisi yang berbeda. Sama dengan manuver Dix-Hallpike, posisi telinga dimana nistagmus terjadi dianggap sebagai sisi yang posisi telinga dimana nistagmus terjadi dianggap sebagai sisi yang sakit.

sakit.(8)(8)

G.

G. Tes RotasiTes Rotasi

Ada 2 macam uji rotasi. Salah satunya dengan menempatkan Ada 2 macam uji rotasi. Salah satunya dengan menempatkan subjek di atas kursi yang diletakkan pada pusat aksis rotasi dari suatu subjek di atas kursi yang diletakkan pada pusat aksis rotasi dari suatu motor torque. Bila subjek duduk tegak dengan memiringkan kepala 30 motor torque. Bila subjek duduk tegak dengan memiringkan kepala 30

O

O  ke bawah, maka kanalis horizontalis dapat dirangsang secara  ke bawah, maka kanalis horizontalis dapat dirangsang secara maksimum. Gerakan leher dicegah sehingga rotasi akan menggerakkan maksimum. Gerakan leher dicegah sehingga rotasi akan menggerakkan tubuh dan kepala bersamaan. Rotasi dapat dilakukan dalam 1 arah tubuh dan kepala bersamaan. Rotasi dapat dilakukan dalam 1 arah dengan percepatan konstan dalam waktu singkat (mis., 18 detik) atau dengan percepatan konstan dalam waktu singkat (mis., 18 detik) atau secara osilatorik (mis. Sinusiod). Untuk percepatan konstan dilakukan secara osilatorik (mis. Sinusiod). Untuk percepatan konstan dilakukan

Trusted by over 1 million members

Try Scribd FREE for 30 days to access over 125 million titles without ads or interruptions!

Start Free Trial

Trusted by over 1 million members

Try Scribd FREE for 30 days to access over 125 million titles without ads or interruptions!

Start Free Trial

Cancel Anytime.

Trusted by over 1 million members

Try Scribd FREE for 30 days to access over 125 million titles without ads or interruptions!

Start Free Trial

Cancel Anytime.

penyebabnya, riwayat sering jatuh, riwayat trauma kepala, atau pusing penyebabnya, riwayat sering jatuh, riwayat trauma kepala, atau pusing yang terus menerus walaupun tanpa adanya kegiatan, juga yang suspek yang terus menerus walaupun tanpa adanya kegiatan, juga yang suspek malignansi.

malignansi.(7)(7)Tes ini mengevaluasi seberapa baiknya pasien dapatTes ini mengevaluasi seberapa baiknya pasien dapat menggunakan sistem visual, vestibular, dan sensorik selama menggunakan sistem visual, vestibular, dan sensorik selama keseimbangan.

Trusted by over 1 million members

Try Scribd FREE for 30 days to access over 125 million titles without ads or interruptions!

Start Free Trial

Trusted by over 1 million members

Try Scribd FREE for 30 days to access over 125 million titles without ads or interruptions!

Start Free Trial

Cancel Anytime.

Trusted by over 1 million members

Try Scribd FREE for 30 days to access over 125 million titles without ads or interruptions!

Start Free Trial

Cancel Anytime.

bergerak bersama subjek. Pada kondisi ini terjadi konflik visual : bergerak bersama subjek. Pada kondisi ini terjadi konflik visual : masukan penglihatan dan proprioseptif tidak menangkap gerakan masukan penglihatan dan proprioseptif tidak menangkap gerakan apapun, sementara kenyataannya tubuh bergerak ke depan dan ke apapun, sementara kenyataannya tubuh bergerak ke depan dan ke belakang.

belakang. Pada Pada subjek subjek normal, normal, sistem sistem vestibularis vestibularis memiliki memiliki suatusuatu rujukan inersia untuk menyelesaikan konflik ini dan postur tubuh rujukan inersia untuk menyelesaikan konflik ini dan postur tubuh dipertahankan. Namun hal ini tidak dapat dilakukan subjek dengan dipertahankan. Namun hal ini tidak dapat dilakukan subjek dengan cacat vestibuli.

cacat vestibuli.(11)(11)

I.

I. Tes Kontrol PosturalTes Kontrol Postural

Tes Kontrol Postural terdiri dari :

Tes Kontrol Postural terdiri dari : (1) tes Romberg, (2) Pastpointing test,(1) tes Romberg, (2) Pastpointing test, (3) Tandem Gait test,

(3) Tandem Gait test, dan (4) Fukuda Stepping test. Tes kontrol posturaldan (4) Fukuda Stepping test. Tes kontrol postural memiliki sensitivitas dan spesifitas sedang dalam mengidentifikasi lesi. memiliki sensitivitas dan spesifitas sedang dalam mengidentifikasi lesi. Goyangan berlebih ke satu sisi pada tes Romberg, deviasi ke satu sisi Goyangan berlebih ke satu sisi pada tes Romberg, deviasi ke satu sisi pada pastpointing test, atau rotasi ke salah satu sisi pada Fukuda pada pastpointing test, atau rotasi ke salah satu sisi pada Fukuda stepping test mengindikasikan adanya lesi parese pada labirin di sisi stepping test mengindikasikan adanya lesi parese pada labirin di sisi tesebut atau lesi iritatif pada a

Trusted by over 1 million members

Try Scribd FREE for 30 days to access over 125 million titles without ads or interruptions!

Start Free Trial

Trusted by over 1 million members

Try Scribd FREE for 30 days to access over 125 million titles without ads or interruptions!

Start Free Trial

Cancel Anytime.

Trusted by over 1 million members

Try Scribd FREE for 30 days to access over 125 million titles without ads or interruptions!

Start Free Trial

Cancel Anytime.

Trusted by over 1 million members

Try Scribd FREE for 30 days to access over 125 million titles without ads or interruptions!

Start Free Trial

Cancel Anytime.

Tes dorong : pasien dibuat kehilangan keseimbangan denganTes dorong : pasien dibuat kehilangan keseimbangan dengan dorongan anterior-posterior diikuti oleh dorongan lateral. dorongan anterior-posterior diikuti oleh dorongan lateral. Variasi tes ini sering digunakan jika pasien dicurigai pura-pura Variasi tes ini sering digunakan jika pasien dicurigai pura-pura sakit.

sakit.(14)(14)

Pemeriksa dapat mengganggu konsentrasi pasien dengan caraPemeriksa dapat mengganggu konsentrasi pasien dengan cara menggambar angka pada lengan bawah pasien jika dicurigai menggambar angka pada lengan bawah pasien jika dicurigai kelainan psikologis atau pura-pura sakit.

Trusted by over 1 million members

Try Scribd FREE for 30 days to access over 125 million titles without ads or interruptions!

Start Free Trial

Cancel Anytime.

Trusted by over 1 million members

Try Scribd FREE for 30 days to access over 125 million titles without ads or interruptions!

Start Free Trial

Cancel Anytime.

Trusted by over 1 million members

Try Scribd FREE for 30 days to access over 125 million titles without ads or interruptions!

Start Free Trial

Cancel Anytime.

Trusted by over 1 million members

Try Scribd FREE for 30 days to access over 125 million titles without ads or interruptions!

Start Free Trial

Cancel Anytime.

pemeriksa yang diam. Pasien melakukan gerakan ini 3 kali dengan pemeriksa yang diam. Pasien melakukan gerakan ini 3 kali dengan mata terbuka, kemudian diulangi dengan mata tertutup. Deviasi ke mata terbuka, kemudian diulangi dengan mata tertutup. Deviasi ke satu sisi termasuk abnormal.

satu sisi termasuk abnormal.(13)(13)

-- Tandem Gait TestTandem Gait Test

Pasien diminta melakukan langkah tandem. Individu yg sehat dapat Pasien diminta melakukan langkah tandem. Individu yg sehat dapat melakukan 10 langkah tanpa deviasi. Pasien dengan gangguan melakukan 10 langkah tanpa deviasi. Pasien dengan gangguan vestibular akan gagal melakukan tes ini.

vestibular akan gagal melakukan tes ini.(13)(13)

Fukuda Stepping Test Fukuda Stepping Test

Trusted by over 1 million members

Try Scribd FREE for 30 days to access over 125 million titles without ads or interruptions!

Start Free Trial

Cancel Anytime.

Trusted by over 1 million members

Try Scribd FREE for 30 days to access over 125 million titles without ads or interruptions!

Start Free Trial

Cancel Anytime.

Trusted by over 1 million members

Try Scribd FREE for 30 days to access over 125 million titles without ads or interruptions!

Start Free Trial

Cancel Anytime.

DAFTAR PUSTAKA DAFTAR PUSTAKA

1.

1. Ludman H.Ludman H. VertigoVertigo, in : Ludman H, Bradly PJ., in : Ludman H, Bradly PJ. ABC of Ear,  ABC of Ear, Nose, and Nose, and ThroatThroat Fifth Edition

Fifth Edition. Blackwell Publishing. USA. 2007. pp. 40.. Blackwell Publishing. USA. 2007. pp. 40. 2.

2. Hadjar E.Hadjar E. Gangguan KeseimbanganGangguan Keseimbangan, dalam : Soepardi EA, Iskandar N., dalam : Soepardi EA, Iskandar N.  Buku Buku  Ajar

 Ajar Ilmu Ilmu Penyakit Penyakit Telinga Telinga Hidung Hidung TenggorokanTenggorokan. Balai Penerbit FK UI.. Balai Penerbit FK UI. Jakarta. 1997. pp. 75-79.

Jakarta. 1997. pp. 75-79. 3.

3. Newlands SD, Wall C.Newlands SD, Wall C. Vestibular Function and AnatomyVestibular Function and Anatomy, in : Bailey BJ,, in : Bailey BJ, Johnson JT, Newlands SD.

Trusted by over 1 million members

Try Scribd FREE for 30 days to access over 125 million titles without ads or interruptions!

Start Free Trial

Cancel Anytime.

Trusted by over 1 million members

Try Scribd FREE for 30 days to access over 125 million titles without ads or interruptions!

Start Free Trial

Cancel Anytime.

Trusted by over 1 million members

Try Scribd FREE for 30 days to access over 125 million titles without ads or interruptions!

Start Free Trial

Cancel Anytime.

Trusted by over 1 million members

Try Scribd FREE for 30 days to access over 125 million titles without ads or interruptions!

Start Free Trial

Cancel Anytime.

12.

12. Robinson BS.Robinson BS. Common Vestibular Function Test Common Vestibular Function Test . American Physical Therapy. American Physical Therapy Association, Section on Neurology. USA. pp. 2.

Association, Section on Neurology. USA. pp. 2. 13.

13. Lalwani AK.Lalwani AK. Current Diagnosis and Treatment – Otolaryngology Head andCurrent Diagnosis and Treatment – Otolaryngology Head and  Neck

 Neck Surgery Surgery Second Second EditionEdition. McGraw Hill Publishing, Lange. New York.. McGraw Hill Publishing, Lange. New York. 2007. Chapter 46.

2007. Chapter 46. 14.

14. Dejardin S.Dejardin S. The Clinical Investigation of Static and Dynamic BalanceThe Clinical Investigation of Static and Dynamic Balance. B-ENT.. B-ENT. 2008. Suppl 8, 29.

2008. Suppl 8, 29. 15.

15. Dhillon RS, East CA.Dhillon RS, East CA. An Illustrated  An Illustrated Colour TesColour Test – Ear, t – Ear, Nose, and Nose, and Throat anThroat andd  Head and

 Head and Neck Surgery SecoNeck Surgery Second Editionnd Edition. Churchill Livingstone. UK. 1999. pp.. Churchill Livingstone. UK. 1999. pp. 20.

Dalam dokumen Tes Keseimbangan - Referat THT (Halaman 21-36)

Dokumen terkait