��
Nama
Nama : : Juliarwon Juliarwon PutraPutra NIM
NIM : : C C 111 111 09 09 284284
Judul Referat : Tes Keseimbangan Judul Referat : Tes Keseimbangan
Telah menyelesaikan tugas dalam rangka kepaniteraan klinik pada Bagian Ilmu Telah menyelesaikan tugas dalam rangka kepaniteraan klinik pada Bagian Ilmu Kesehatan THT-KL Fakultas Kedokteran Universitas Hasanuddin.
Kesehatan THT-KL Fakultas Kedokteran Universitas Hasanuddin.
Makassar, Desember 2013 Makassar, Desember 2013
Pembimbing : Pembimbing :
dr. Lisa Retno Dewi dr. Lisa Retno Dewi
Trusted by over 1 million members
Try Scribd
FREE for 30 days to access over 125 million titles without ads or interruptions!
Start Free Trial
Cancel Anytime.
Trusted by over 1 million members
Try Scribd
FREE for 30 days to access over 125 million titles without ads or interruptions!
Start Free Trial
Cancel Anytime.
Trusted by over 1 million members
Try Scribd
FREE for 30 days to access over 125 million titles without ads or interruptions!
Start Free Trial
Cancel Anytime.
Trusted by over 1 million members
Try Scribd
FREE for 30 days to access over 125 million titles without ads or interruptions!
Start Free Trial
DAFTAR ISI DAFTAR ISI
HALAMAN PENGESAHAN ... i HALAMAN PENGESAHAN ... i DAFTAR
DAFTAR ISI ISI ... ... ... iiii I.
I. PENDAHULUAN PENDAHULUAN ... . 11 II.
II. ANATOMI ANATOMI DAN DAN FISIOLOGI FISIOLOGI ALAT ALAT VESTIBULER VESTIBULER ... ... 22 III.
III. PATOFISIOLOGI PATOFISIOLOGI ALAT ALAT VESTIBULER VESTIBULER ... ... .. 55 IV.
IV. PEMERIKSAAN PEMERIKSAAN KESEIMBANGAN KESEIMBANGAN ... ... ... 66 DAFTAR
Trusted by over 1 million members
Try Scribd
FREE for 30 days to access over 125 million titles without ads or interruptions!
Start Free Trial
Cancel Anytime.
Trusted by over 1 million members
Try Scribd
FREE for 30 days to access over 125 million titles without ads or interruptions!
Start Free Trial
Cancel Anytime.
Trusted by over 1 million members
Try Scribd
FREE for 30 days to access over 125 million titles without ads or interruptions!
Start Free Trial
TES KESEIMBANGAN TES KESEIMBANGAN
I.
I. PENDAHULUANPENDAHULUAN
Keseimbangan yang normal membutuhkan : (a) informasi sensorik Keseimbangan yang normal membutuhkan : (a) informasi sensorik yang akurat dari mata, reseptor proprioseptif, dan labirin vestibular; (b) yang akurat dari mata, reseptor proprioseptif, dan labirin vestibular; (b) koordinasi dari informasi tersebut dalam otak; dan (c)
koordinasi dari informasi tersebut dalam otak; dan (c) motor output motor output yang yang normal dari sistem saraf pusat kepada sistem muskuloskeletal. Kesalahan normal dari sistem saraf pusat kepada sistem muskuloskeletal. Kesalahan dari salah satu hal diatas dapat
dari salah satu hal diatas dapat menyebabkan ketidakseimbangmenyebabkan ketidakseimbangan.an.(1)(1) Alat vestibuler (alat keseimbangan) terletak di telinga dalam
Alat vestibuler (alat keseimbangan) terletak di telinga dalam (labirin),(labirin), terlindung oleh tulang yang paling keras yang dimiliki oleh tubuh. Labirin terlindung oleh tulang yang paling keras yang dimiliki oleh tubuh. Labirin secara umum adalah telinga dalam, tetapi secara khusus dapat diartikan secara umum adalah telinga dalam, tetapi secara khusus dapat diartikan sebagai alat keseimbangan.
sebagai alat keseimbangan.(2)(2)
Gambar 1 -
Gambar 1 - Komponen sensorik dan motorik dari Komponen sensorik dan motorik dari keseimbangan.keseimbangan.(1)(1)
Sistem vestibuler, yang didefinisikan sebagai pendeteksi gerakan Sistem vestibuler, yang didefinisikan sebagai pendeteksi gerakan
Trusted by over 1 million members
Try Scribd
FREE for 30 days to access over 125 million titles without ads or interruptions!
Start Free Trial
Cancel Anytime.
Trusted by over 1 million members
Try Scribd
FREE for 30 days to access over 125 million titles without ads or interruptions!
Start Free Trial
Cancel Anytime.
Trusted by over 1 million members
Try Scribd
FREE for 30 days to access over 125 million titles without ads or interruptions!
Start Free Trial
motorik yang sesuai atau memfasilitasi proses kompleks seperti koordinasi motorik yang sesuai atau memfasilitasi proses kompleks seperti koordinasi kepala, mata, dan pergerakan anggota tubuh, atau megubah persepsi kepala, mata, dan pergerakan anggota tubuh, atau megubah persepsi seseorang terhadap orientasinya di dunia.
seseorang terhadap orientasinya di dunia.(3)(3)
Sistem vestibular, seperti juga sistem auditorik, mengubah stimuli Sistem vestibular, seperti juga sistem auditorik, mengubah stimuli fisik menjadi sinyal neuron, hanya saja sistem vestibular mendeteksi fisik menjadi sinyal neuron, hanya saja sistem vestibular mendeteksi akselerasi linear dan angular,
akselerasi linear dan angular, bukan suara.bukan suara.(3)(3)
Gambar 2 – Input dan output dari vestibular nuklei Gambar 2 – Input dan output dari vestibular nuklei (4)(4)
II.
II. ANATOMI DAN FISIOLOGI ALAT VESTIBULERANATOMI DAN FISIOLOGI ALAT VESTIBULER
Telinga terdiri dari 3 bagian : telinga luar, tengah, dan telinga dalam. Telinga terdiri dari 3 bagian : telinga luar, tengah, dan telinga dalam. Bagian telinga luar dan tengah mentransmisikan getaran suara yang ada di Bagian telinga luar dan tengah mentransmisikan getaran suara yang ada di udara ke telinga dalam sambil mengamplifikasi energi suara tersebut udara ke telinga dalam sambil mengamplifikasi energi suara tersebut selama prosesnya. Telinga dalam merupakan tempat dari 2 sistem sensorik selama prosesnya. Telinga dalam merupakan tempat dari 2 sistem sensorik
Trusted by over 1 million members
Try Scribd
FREE for 30 days to access over 125 million titles without ads or interruptions!
Start Free Trial
Cancel Anytime.
Trusted by over 1 million members
Try Scribd
FREE for 30 days to access over 125 million titles without ads or interruptions!
Start Free Trial
Cancel Anytime.
Trusted by over 1 million members
Try Scribd
FREE for 30 days to access over 125 million titles without ads or interruptions!
Start Free Trial
Gambar 3 – Anatomi Telinga Gambar 3 – Anatomi Telinga(4)(4)
Sistem vestibular terdiri dari 5
Sistem vestibular terdiri dari 5 organ sensori yang berbeda : 3 organ sensori yang berbeda : 3 kanaliskanalis semi-sirkularis yang sensitif terhadap perubahan kecepatan angular (rotasi semi-sirkularis yang sensitif terhadap perubahan kecepatan angular (rotasi kepala) dan dua otolit yang sensitif terhadap perubahan kecepatan linear kepala) dan dua otolit yang sensitif terhadap perubahan kecepatan linear (seperti pergerakan kendaraan atau elevator).
(seperti pergerakan kendaraan atau elevator).(5)(5)
Aparatus vestibular mendeteksi perubahan posisi dan
Aparatus vestibular mendeteksi perubahan posisi dan pergerakan daripergerakan dari kepala. Seperti cochlea, semua komponen dari aparatus vestibular memiliki kepala. Seperti cochlea, semua komponen dari aparatus vestibular memiliki endolymph dan dikelilingi oleh perilymph. Selain itu, sama dengan organo endolymph dan dikelilingi oleh perilymph. Selain itu, sama dengan organo corti, setiap komponen vestibular memiliki sel rambut yang merespon corti, setiap komponen vestibular memiliki sel rambut yang merespon deformasi mekanikal yang dipicu oleh pergerakan tertentu dari deformasi mekanikal yang dipicu oleh pergerakan tertentu dari endolymph.
endolymph.(4)(4)
Kanalis semi-sirkularis merupakan alat keseimbangan dinamik, Kanalis semi-sirkularis merupakan alat keseimbangan dinamik, mendeteksi gerakan berputar atau akselerasi dan deselerasi angular dari mendeteksi gerakan berputar atau akselerasi dan deselerasi angular dari kepala, seperti ketika mulai atau berhenti berputar, jungkir balik, atau kepala, seperti ketika mulai atau berhenti berputar, jungkir balik, atau memutar kepala, sehingga kemana saja arah gerakan kepala, asal gerakan memutar kepala, sehingga kemana saja arah gerakan kepala, asal gerakan
Trusted by over 1 million members
Try Scribd
FREE for 30 days to access over 125 million titles without ads or interruptions!
Start Free Trial
Cancel Anytime.
Trusted by over 1 million members
Try Scribd
FREE for 30 days to access over 125 million titles without ads or interruptions!
Start Free Trial
Cancel Anytime.
Trusted by over 1 million members
Try Scribd
FREE for 30 days to access over 125 million titles without ads or interruptions!
Start Free Trial
kanalis yang lain. Hal ini sesuai dengan hidup manusia yang banyak kanalis yang lain. Hal ini sesuai dengan hidup manusia yang banyak bergerak horizontal.
bergerak horizontal.(2, 4)(2, 4)
Gambar 4 – Aparatus vestibularis Gambar 4 – Aparatus vestibularis(4)(4)
Sel-sel rambut reseptor pada setiap kanalis semi-sirkularis terletak di Sel-sel rambut reseptor pada setiap kanalis semi-sirkularis terletak di ampulla, bagian yang menebal di bagian bawah kanal. Sel-sel rambut ampulla, bagian yang menebal di bagian bawah kanal. Sel-sel rambut tersebut melekat pada cupula, yang menonjol ke arah endolymph. Kupula tersebut melekat pada cupula, yang menonjol ke arah endolymph. Kupula akan bergoyang sesuai dengan gerakan cairan e
Trusted by over 1 million members
Try Scribd
FREE for 30 days to access over 125 million titles without ads or interruptions!
Start Free Trial
Cancel Anytime.
Trusted by over 1 million members
Try Scribd
FREE for 30 days to access over 125 million titles without ads or interruptions!
Start Free Trial
Cancel Anytime.
Trusted by over 1 million members
Try Scribd
FREE for 30 days to access over 125 million titles without ads or interruptions!
Start Free Trial
Trusted by over 1 million members
Try Scribd
FREE for 30 days to access over 125 million titles without ads or interruptions!
Start Free Trial
Cancel Anytime.
Organ-organ otolit, yang disebut utrikulus dan sakulus merupakan Organ-organ otolit, yang disebut utrikulus dan sakulus merupakan alat keseimbangan statik. Alat ini terangsang oleh gerak percepatan atau alat keseimbangan statik. Alat ini terangsang oleh gerak percepatan atau perlambatan yang lurus arahnya, dan juga oleh gravitasi. Utrikulus perlambatan yang lurus arahnya, dan juga oleh gravitasi. Utrikulus mendeteksi : (1) perubahan posisi kepala yang menjauh
mendeteksi : (1) perubahan posisi kepala yang menjauh dari medan vertikaldari medan vertikal dan (2) akselerasi dan deselerasi linear horizontal. Sakulus mendeteksi : (1) dan (2) akselerasi dan deselerasi linear horizontal. Sakulus mendeteksi : (1) perubahan posisi kepala yang menjauh dari medan horizontal dan perubahan posisi kepala yang menjauh dari medan horizontal dan (2)akselerasi dan deselerasi linear vertikal.
Trusted by over 1 million members
Try Scribd
FREE for 30 days to access over 125 million titles without ads or interruptions!
Start Free Trial
Cancel Anytime.
Trusted by over 1 million members
Try Scribd
FREE for 30 days to access over 125 million titles without ads or interruptions!
Start Free Trial
Trusted by over 1 million members
Try Scribd
FREE for 30 days to access over 125 million titles without ads or interruptions!
Start Free Trial
Cancel Anytime.
perahu. Rangsangan normal dapat pula menimbulkan vertigo pada orang perahu. Rangsangan normal dapat pula menimbulkan vertigo pada orang yang normal, bila situasinya berubah, misalnya dalam ruangan tanpa yang normal, bila situasinya berubah, misalnya dalam ruangan tanpa bobot.
bobot.(2)(2)
Sistem vestibular sangat sensitif terhadap perubahan konsentrasi O Sistem vestibular sangat sensitif terhadap perubahan konsentrasi O22
dalam darah, oleh karena itu perubahan aliran darah yang mendadak dapat dalam darah, oleh karena itu perubahan aliran darah yang mendadak dapat menimbulkan vertigo. Vertigo tidak akan timbul jika hanya ada perubahan menimbulkan vertigo. Vertigo tidak akan timbul jika hanya ada perubahan konsentrasi O
konsentrasi O22 saja, tetapi harus ada faktor lain yang menyertainya, saja, tetapi harus ada faktor lain yang menyertainya,
misalnya sklerosis pada salah satu dari arteri auditiva interna, atau salah misalnya sklerosis pada salah satu dari arteri auditiva interna, atau salah satu arteri tersebut terjepit. Dengan demikina, bila ada perubahna satu arteri tersebut terjepit. Dengan demikina, bila ada perubahna konsentrasi O
konsentrasi O22, hanya satu sisi saja yang mengadakan penyesuaian,, hanya satu sisi saja yang mengadakan penyesuaian,
akibatnya terdapat perbedaan elektropotensial antara vestibular kiri dan akibatnya terdapat perbedaan elektropotensial antara vestibular kiri dan kanan. Akibatnya akan terjadi
kanan. Akibatnya akan terjadi serangan vertigo.serangan vertigo.(2)(2)
Pada kasus-kasus patologi vestibular, refleks motorik yang Pada kasus-kasus patologi vestibular, refleks motorik yang tergantung pada input dari sistem vestibular terganggu. Refleks tergantung pada input dari sistem vestibular terganggu. Refleks vestibulo-okular yang berperan dalam menjaga stabilitas objek pada retina selama okular yang berperan dalam menjaga stabilitas objek pada retina selama pergerakan kepala. Gangguan fisiologis dapat menyebabkan nistagmus pergerakan kepala. Gangguan fisiologis dapat menyebabkan nistagmus dan/atau pada pergerakan mata yang terganggu sebagai respon terhadap dan/atau pada pergerakan mata yang terganggu sebagai respon terhadap pergerakan kepala dengan konsekuensi hilangnya ketajaman penglihatan. pergerakan kepala dengan konsekuensi hilangnya ketajaman penglihatan.(6)(6)
Nistagmus merupakan pergerakan bolak balik yang sangat cepat dari Nistagmus merupakan pergerakan bolak balik yang sangat cepat dari mata dengan komponen cepat dan lambat. Arah nistagmus umumnya mata dengan komponen cepat dan lambat. Arah nistagmus umumnya dinamakan sesuai dengan komponen cepatnya.
Trusted by over 1 million members
Try Scribd
FREE for 30 days to access over 125 million titles without ads or interruptions!
Start Free Trial
Cancel Anytime.
Trusted by over 1 million members
Try Scribd
FREE for 30 days to access over 125 million titles without ads or interruptions!
Start Free Trial
Trusted by over 1 million members
Try Scribd
FREE for 30 days to access over 125 million titles without ads or interruptions!
Start Free Trial
Cancel Anytime.
mengalirkan air es (0
mengalirkan air es (0 OOC), sebanyak 5 ml, selama 20 detik. NilaiC), sebanyak 5 ml, selama 20 detik. Nilai dihitung dengan mengukur lama nistagmus, dihitung sejak mulai air dihitung dengan mengukur lama nistagmus, dihitung sejak mulai air dialirkan sampai nistagmus berhenti. Nilai normal 120-150 detik. Nilai dialirkan sampai nistagmus berhenti. Nilai normal 120-150 detik. Nilai yang kurang dari 120
yang kurang dari 120 detik mengindikasikan adanya parese kanal.detik mengindikasikan adanya parese kanal.(2)(2)
B.
B. Tes Kalori BitermalTes Kalori Bitermal
Nistagmus yang dihasilkan dari tes kalori merupakan pergerakan Nistagmus yang dihasilkan dari tes kalori merupakan pergerakan konveksi endolymph dalam kanalis semi-sirkularis horizontal. konveksi endolymph dalam kanalis semi-sirkularis horizontal. Mekanisme pergerakan konveksi ini berdasar pada air hangat dan air Mekanisme pergerakan konveksi ini berdasar pada air hangat dan air dingin pada MAE, menyebabkan perubahan suhu dari 1 sisi kanalis dingin pada MAE, menyebabkan perubahan suhu dari 1 sisi kanalis horizontal ke yang lainnya. Perubahan suhu ini menyebabkan horizontal ke yang lainnya. Perubahan suhu ini menyebabkan perbedaan densitas endolymph dalam kanal.
perbedaan densitas endolymph dalam kanal.(6)(6)
Pada cara ini dipakai 2 macam air, dingin dan panas. Dingin 30 Pada cara ini dipakai 2 macam air, dingin dan panas. Dingin 30 OOC,C, panas 44
panas 44 OOC. Volume air yang dialirkan kedalam liang telinga masing-C. Volume air yang dialirkan kedalam liang telinga masing-masing 250 ml, dalam waktu 40 detik. Setelah air dialirkan, dicatat masing 250 ml, dalam waktu 40 detik. Setelah air dialirkan, dicatat lama nistagmus yang timbul. Pada
lama nistagmus yang timbul. Pada tiap-tiap selesai pemeriksaan (telingatiap-tiap selesai pemeriksaan (telinga kiri atau kanan atau air dingin atau air panas) pasien diistirahatkan kiri atau kanan atau air dingin atau air panas) pasien diistirahatkan selama 5 menit
selama 5 menit (untuk menghilangkan pusingnya).(untuk menghilangkan pusingnya).(2)(2) Rumus : Sensitivitas L – R : (a+c) - (b+d) = <40 detik Rumus : Sensitivitas L – R : (a+c) - (b+d) = <40 detik
Dalam rumus ini dihitung selisih waktu nistagmus kiri dan kanan. Dalam rumus ini dihitung selisih waktu nistagmus kiri dan kanan. Bila kurang dari 40 detik artinya kedua fungsi vestibuler dalam
Bila kurang dari 40 detik artinya kedua fungsi vestibuler dalam keadaankeadaan seimbang. Jika lebih dari 40 detik, berati yang mempunyai waktu seimbang. Jika lebih dari 40 detik, berati yang mempunyai waktu nistagmus lebih kecil mengalami parese kanal.
Trusted by over 1 million members
Try Scribd
FREE for 30 days to access over 125 million titles without ads or interruptions!
Start Free Trial
Cancel Anytime.
Trusted by over 1 million members
Try Scribd
FREE for 30 days to access over 125 million titles without ads or interruptions!
Start Free Trial
Trusted by over 1 million members
Try Scribd
FREE for 30 days to access over 125 million titles without ads or interruptions!
Start Free Trial
Cancel Anytime.
C.
C. Electronystagmograph Electronystagmographyy (ENG) (ENG)
ENG gunanya untuk memonitor gerakan bola mata. Prinsipnya ENG gunanya untuk memonitor gerakan bola mata. Prinsipnya sederhana saja, yaitu bahwa kornea mata itu bermuatan positif. Muatan sederhana saja, yaitu bahwa kornea mata itu bermuatan positif. Muatan positif ini sifatnya sama dengan muatan positif listrik atau magnet yang positif ini sifatnya sama dengan muatan positif listrik atau magnet yang selalu mengimbas daerah sekitarnya.
selalu mengimbas daerah sekitarnya.(2, 7)(2, 7)
Dengan meletakkan elektroda pada kulit kantus lateral mata kanan Dengan meletakkan elektroda pada kulit kantus lateral mata kanan dan kiri, maka kekuatan muatan kornea kanan dan kiri bisa direkam. dan kiri, maka kekuatan muatan kornea kanan dan kiri bisa direkam. Rekaman muatan ini disambungkan pada galvanometer. Bila muatan Rekaman muatan ini disambungkan pada galvanometer. Bila muatan kornea kanan sama dengan kiri,
kornea kanan sama dengan kiri, galvanometer akan menunjukkan angkagalvanometer akan menunjukkan angka nol (di tengah). Jadi kesimpulannya jarum galvanometer akan bergerak nol (di tengah). Jadi kesimpulannya jarum galvanometer akan bergerak sesuai dengan gerak bola mata. Dengan demikian, nistagmus yang sesuai dengan gerak bola mata. Dengan demikian, nistagmus yang terjadi bisa dipantau dengan baik.
Trusted by over 1 million members
Try Scribd
FREE for 30 days to access over 125 million titles without ads or interruptions!
Start Free Trial
Cancel Anytime.
Trusted by over 1 million members
Try Scribd
FREE for 30 days to access over 125 million titles without ads or interruptions!
Start Free Trial
Trusted by over 1 million members
Try Scribd
FREE for 30 days to access over 125 million titles without ads or interruptions!
Start Free Trial
Cancel Anytime.
memberikan keuntungan dibandingkan dengan tes EOG konvensional memberikan keuntungan dibandingkan dengan tes EOG konvensional karena pengukurannya akurat. Komponen utama dari sistem VOG karena pengukurannya akurat. Komponen utama dari sistem VOG adalah sebuah kamera video infrared sensitif yang terhubung dengan adalah sebuah kamera video infrared sensitif yang terhubung dengan komputer untuk menentukan posisi mata.
komputer untuk menentukan posisi mata.(9)(9)
Gambar 8 – VNG Gambar 8 – VNG(8)(8)
E.
E. Tes Nistagmus SpontanTes Nistagmus Spontan
Nylen memberikan kriteria dalam menentukan kuatnya nistagmus Nylen memberikan kriteria dalam menentukan kuatnya nistagmus ini. Bila nistagmus spontan ini hanya timbul ketika mata melirik searah ini. Bila nistagmus spontan ini hanya timbul ketika mata melirik searah dengan nistagmusnya, maka kekuatan nistagmus itu sama dengan dengan nistagmusnya, maka kekuatan nistagmus itu sama dengan Nylen-1. Bila nistagmus timbul sewaktu mata melihat ke depan, maka Nylen-1. Bila nistagmus timbul sewaktu mata melihat ke depan, maka disebut Nylen 2, dan bila nistagmus tetap ada meskipun mata melirik disebut Nylen 2, dan bila nistagmus tetap ada meskipun mata melirik berlawanan arah dengan arah nistagmus, maka kekuatannya disebut berlawanan arah dengan arah nistagmus, maka kekuatannya disebut
Trusted by over 1 million members
Try Scribd
FREE for 30 days to access over 125 million titles without ads or interruptions!
Start Free Trial
Cancel Anytime.
Trusted by over 1 million members
Try Scribd
FREE for 30 days to access over 125 million titles without ads or interruptions!
Start Free Trial
Trusted by over 1 million members
Try Scribd
FREE for 30 days to access over 125 million titles without ads or interruptions!
Start Free Trial
Cancel Anytime.
Trusted by over 1 million members
Try Scribd
FREE for 30 days to access over 125 million titles without ads or interruptions!
Start Free Trial
Cancel Anytime.
F.
F. Tes Nistagmus PosisiTes Nistagmus Posisi
Teknik ini disebut juga perasat Dix-Hallpike. Tes ini dilakukan Teknik ini disebut juga perasat Dix-Hallpike. Tes ini dilakukan untuk mengetahui ada tidaknya
untuk mengetahui ada tidaknya Benign Benign Paroxysmal Paroxysmal Positional Positional VertigoVertigo (BPPV). Caranya adalah, mula-mula pasien duduk, kemudian (BPPV). Caranya adalah, mula-mula pasien duduk, kemudian kepalanya dimiringkan 45
kepalanya dimiringkan 45 OO ke salah satu sisi, dan dengan cepat ke salah satu sisi, dan dengan cepat dibaringkan kedalam posisi supinasi sampai kepala menggantung di dibaringkan kedalam posisi supinasi sampai kepala menggantung di ujung meja periksa. Pemeriksaan diulang pada sisi yang lain.
ujung meja periksa. Pemeriksaan diulang pada sisi yang lain.(2, 10)(2, 10)
Pada setiap posisi nistagmus diperhatikan, terutama pada posisi Pada setiap posisi nistagmus diperhatikan, terutama pada posisi akhir. Nistagmus yang terjadi dicatat masa laten, dan intensitasnya. akhir. Nistagmus yang terjadi dicatat masa laten, dan intensitasnya. Juga ditanyakan kekuatan vertigo secara subjektif. Tes posisi ini Juga ditanyakan kekuatan vertigo secara subjektif. Tes posisi ini dilakukan berkali-kali dan diperhatikan ada
dilakukan berkali-kali dan diperhatikan ada tidaknya kelelahan. Dengantidaknya kelelahan. Dengan tes posisi ini dapat diketahui kelainan sentral atau perifer. Pada kelainan tes posisi ini dapat diketahui kelainan sentral atau perifer. Pada kelainan perifer akan ditemukan masa laten dan terdapat kelelahan dan vertigo perifer akan ditemukan masa laten dan terdapat kelelahan dan vertigo biasanya terasa berat. Pada kelainan sentral sebaliknya, yaitu tidak ada biasanya terasa berat. Pada kelainan sentral sebaliknya, yaitu tidak ada masa laten, tidak ada kelelahan, dan vertigo ringan saja.
Trusted by over 1 million members
Try Scribd
FREE for 30 days to access over 125 million titles without ads or interruptions!
Start Free Trial
Trusted by over 1 million members
Try Scribd
FREE for 30 days to access over 125 million titles without ads or interruptions!
Start Free Trial
Cancel Anytime.
Trusted by over 1 million members
Try Scribd
FREE for 30 days to access over 125 million titles without ads or interruptions!
Start Free Trial
Cancel Anytime.
nistagmus seperti
nistagmus seperti crescendo-descendocrescendo-descendo, yang menurut penderita seperti, yang menurut penderita seperti berlawanan arah jarum jam ke telinga kiri dan dahi. Ketika pasien berlawanan arah jarum jam ke telinga kiri dan dahi. Ketika pasien dikembalikan ke posisi duduk, maka arah nistagmusnya akan dikembalikan ke posisi duduk, maka arah nistagmusnya akan berhenti.
berhenti.(10)(10)
Salah satu batasan dari manuver Dix-Hallpike adalah tidak dapat Salah satu batasan dari manuver Dix-Hallpike adalah tidak dapat dilakukan pada pasien dengan penyakit servikal yang membatasi dilakukan pada pasien dengan penyakit servikal yang membatasi ekstensi kepala atau gangguan tulang belakang yang melarang ekstensi kepala atau gangguan tulang belakang yang melarang perubahan posisi pasien yang cepat menjadi posisi kepala menggantung. perubahan posisi pasien yang cepat menjadi posisi kepala menggantung. Pada pasien-pasien tersebut, manuver
Pada pasien-pasien tersebut, manuver sidelying Bojrab-Calvert sidelying Bojrab-Calvert dapat dapat dilakukan. Manuver ini memungkinkan pemosisian kanalis dilakukan. Manuver ini memungkinkan pemosisian kanalis semi-sirkularis posterior yang sama seperti manuver Dix-Hallpike, tanpa sirkularis posterior yang sama seperti manuver Dix-Hallpike, tanpa kepala menggantung.
Trusted by over 1 million members
Try Scribd
FREE for 30 days to access over 125 million titles without ads or interruptions!
Start Free Trial
Trusted by over 1 million members
Try Scribd
FREE for 30 days to access over 125 million titles without ads or interruptions!
Start Free Trial
Cancel Anytime.
Trusted by over 1 million members
Try Scribd
FREE for 30 days to access over 125 million titles without ads or interruptions!
Start Free Trial
Cancel Anytime.
berbaring dengan bahunya dengan kepala bersandar di meja periksa. berbaring dengan bahunya dengan kepala bersandar di meja periksa. Posisi ini ditahan selama kurang lebih 20 detik sambil gerakan ata Posisi ini ditahan selama kurang lebih 20 detik sambil gerakan ata dieprhatikan. Kemudian pasien dikembalikan ke posisi duduk. Dan dieprhatikan. Kemudian pasien dikembalikan ke posisi duduk. Dan diulang pada posisi yang berbeda. Sama dengan manuver Dix-Hallpike, diulang pada posisi yang berbeda. Sama dengan manuver Dix-Hallpike, posisi telinga dimana nistagmus terjadi dianggap sebagai sisi yang posisi telinga dimana nistagmus terjadi dianggap sebagai sisi yang sakit.
sakit.(8)(8)
G.
G. Tes RotasiTes Rotasi
Ada 2 macam uji rotasi. Salah satunya dengan menempatkan Ada 2 macam uji rotasi. Salah satunya dengan menempatkan subjek di atas kursi yang diletakkan pada pusat aksis rotasi dari suatu subjek di atas kursi yang diletakkan pada pusat aksis rotasi dari suatu motor torque. Bila subjek duduk tegak dengan memiringkan kepala 30 motor torque. Bila subjek duduk tegak dengan memiringkan kepala 30
O
O ke bawah, maka kanalis horizontalis dapat dirangsang secara ke bawah, maka kanalis horizontalis dapat dirangsang secara
maksimum. Gerakan leher dicegah sehingga rotasi akan menggerakkan maksimum. Gerakan leher dicegah sehingga rotasi akan menggerakkan tubuh dan kepala bersamaan. Rotasi dapat dilakukan dalam 1 arah tubuh dan kepala bersamaan. Rotasi dapat dilakukan dalam 1 arah dengan percepatan konstan dalam waktu singkat (mis., 18 detik) atau dengan percepatan konstan dalam waktu singkat (mis., 18 detik) atau secara osilatorik (mis. Sinusiod). Untuk percepatan konstan dilakukan secara osilatorik (mis. Sinusiod). Untuk percepatan konstan dilakukan
Trusted by over 1 million members
Try Scribd
FREE for 30 days to access over 125 million titles without ads or interruptions!
Start Free Trial
Trusted by over 1 million members
Try Scribd
FREE for 30 days to access over 125 million titles without ads or interruptions!
Start Free Trial
Cancel Anytime.
Trusted by over 1 million members
Try Scribd
FREE for 30 days to access over 125 million titles without ads or interruptions!
Start Free Trial
Cancel Anytime.
penyebabnya, riwayat sering jatuh, riwayat trauma kepala, atau pusing penyebabnya, riwayat sering jatuh, riwayat trauma kepala, atau pusing yang terus menerus walaupun tanpa adanya kegiatan, juga yang suspek yang terus menerus walaupun tanpa adanya kegiatan, juga yang suspek malignansi.
malignansi.(7)(7)Tes ini mengevaluasi seberapa baiknya pasien dapatTes ini mengevaluasi seberapa baiknya pasien dapat menggunakan sistem visual, vestibular, dan sensorik selama menggunakan sistem visual, vestibular, dan sensorik selama keseimbangan.
Trusted by over 1 million members
Try Scribd
FREE for 30 days to access over 125 million titles without ads or interruptions!
Start Free Trial
Trusted by over 1 million members
Try Scribd
FREE for 30 days to access over 125 million titles without ads or interruptions!
Start Free Trial
Cancel Anytime.
Trusted by over 1 million members
Try Scribd
FREE for 30 days to access over 125 million titles without ads or interruptions!
Start Free Trial
Cancel Anytime.
bergerak bersama subjek. Pada kondisi ini terjadi konflik visual : bergerak bersama subjek. Pada kondisi ini terjadi konflik visual : masukan penglihatan dan proprioseptif tidak menangkap gerakan masukan penglihatan dan proprioseptif tidak menangkap gerakan apapun, sementara kenyataannya tubuh bergerak ke depan dan ke apapun, sementara kenyataannya tubuh bergerak ke depan dan ke belakang.
belakang. Pada Pada subjek subjek normal, normal, sistem sistem vestibularis vestibularis memiliki memiliki suatusuatu rujukan inersia untuk menyelesaikan konflik ini dan postur tubuh rujukan inersia untuk menyelesaikan konflik ini dan postur tubuh dipertahankan. Namun hal ini tidak dapat dilakukan subjek dengan dipertahankan. Namun hal ini tidak dapat dilakukan subjek dengan cacat vestibuli.
cacat vestibuli.(11)(11)
I.
I. Tes Kontrol PosturalTes Kontrol Postural
Tes Kontrol Postural terdiri dari :
Tes Kontrol Postural terdiri dari : (1) tes Romberg, (2) Pastpointing test,(1) tes Romberg, (2) Pastpointing test, (3) Tandem Gait test,
(3) Tandem Gait test, dan (4) Fukuda Stepping test. Tes kontrol posturaldan (4) Fukuda Stepping test. Tes kontrol postural memiliki sensitivitas dan spesifitas sedang dalam mengidentifikasi lesi. memiliki sensitivitas dan spesifitas sedang dalam mengidentifikasi lesi. Goyangan berlebih ke satu sisi pada tes Romberg, deviasi ke satu sisi Goyangan berlebih ke satu sisi pada tes Romberg, deviasi ke satu sisi pada pastpointing test, atau rotasi ke salah satu sisi pada Fukuda pada pastpointing test, atau rotasi ke salah satu sisi pada Fukuda stepping test mengindikasikan adanya lesi parese pada labirin di sisi stepping test mengindikasikan adanya lesi parese pada labirin di sisi tesebut atau lesi iritatif pada a
Trusted by over 1 million members
Try Scribd
FREE for 30 days to access over 125 million titles without ads or interruptions!
Start Free Trial
Trusted by over 1 million members
Try Scribd
FREE for 30 days to access over 125 million titles without ads or interruptions!
Start Free Trial
Cancel Anytime.
Trusted by over 1 million members
Try Scribd
FREE for 30 days to access over 125 million titles without ads or interruptions!
Start Free Trial
Cancel Anytime.
Trusted by over 1 million members
Try Scribd
FREE for 30 days to access over 125 million titles without ads or interruptions!
Start Free Trial
Cancel Anytime.
•
• Tes dorong : pasien dibuat kehilangan keseimbangan denganTes dorong : pasien dibuat kehilangan keseimbangan dengan
dorongan anterior-posterior diikuti oleh dorongan lateral. dorongan anterior-posterior diikuti oleh dorongan lateral. Variasi tes ini sering digunakan jika pasien dicurigai pura-pura Variasi tes ini sering digunakan jika pasien dicurigai pura-pura sakit.
sakit.(14)(14)
•
• Pemeriksa dapat mengganggu konsentrasi pasien dengan caraPemeriksa dapat mengganggu konsentrasi pasien dengan cara
menggambar angka pada lengan bawah pasien jika dicurigai menggambar angka pada lengan bawah pasien jika dicurigai kelainan psikologis atau pura-pura sakit.
Trusted by over 1 million members
Try Scribd
FREE for 30 days to access over 125 million titles without ads or interruptions!
Start Free Trial
Cancel Anytime.
Trusted by over 1 million members
Try Scribd
FREE for 30 days to access over 125 million titles without ads or interruptions!
Start Free Trial
Cancel Anytime.
Trusted by over 1 million members
Try Scribd
FREE for 30 days to access over 125 million titles without ads or interruptions!
Start Free Trial
Cancel Anytime.
Trusted by over 1 million members
Try Scribd
FREE for 30 days to access over 125 million titles without ads or interruptions!
Start Free Trial
Cancel Anytime.
pemeriksa yang diam. Pasien melakukan gerakan ini 3 kali dengan pemeriksa yang diam. Pasien melakukan gerakan ini 3 kali dengan mata terbuka, kemudian diulangi dengan mata tertutup. Deviasi ke mata terbuka, kemudian diulangi dengan mata tertutup. Deviasi ke satu sisi termasuk abnormal.
satu sisi termasuk abnormal.(13)(13)
-- Tandem Gait TestTandem Gait Test
Pasien diminta melakukan langkah tandem. Individu yg sehat dapat Pasien diminta melakukan langkah tandem. Individu yg sehat dapat melakukan 10 langkah tanpa deviasi. Pasien dengan gangguan melakukan 10 langkah tanpa deviasi. Pasien dengan gangguan vestibular akan gagal melakukan tes ini.
vestibular akan gagal melakukan tes ini.(13)(13)
Fukuda Stepping Test Fukuda Stepping Test
Trusted by over 1 million members
Try Scribd
FREE for 30 days to access over 125 million titles without ads or interruptions!
Start Free Trial
Cancel Anytime.
Trusted by over 1 million members
Try Scribd
FREE for 30 days to access over 125 million titles without ads or interruptions!
Start Free Trial
Cancel Anytime.
Trusted by over 1 million members
Try Scribd
FREE for 30 days to access over 125 million titles without ads or interruptions!
Start Free Trial
Cancel Anytime.
DAFTAR PUSTAKA DAFTAR PUSTAKA
1.
1. Ludman H.Ludman H. VertigoVertigo, in : Ludman H, Bradly PJ., in : Ludman H, Bradly PJ. ABC of Ear, ABC of Ear, Nose, and Nose, and ThroatThroat Fifth Edition
Fifth Edition. Blackwell Publishing. USA. 2007. pp. 40.. Blackwell Publishing. USA. 2007. pp. 40. 2.
2. Hadjar E.Hadjar E. Gangguan KeseimbanganGangguan Keseimbangan, dalam : Soepardi EA, Iskandar N., dalam : Soepardi EA, Iskandar N. Buku Buku Ajar
Ajar Ilmu Ilmu Penyakit Penyakit Telinga Telinga Hidung Hidung TenggorokanTenggorokan. Balai Penerbit FK UI.. Balai Penerbit FK UI. Jakarta. 1997. pp. 75-79.
Jakarta. 1997. pp. 75-79. 3.
3. Newlands SD, Wall C.Newlands SD, Wall C. Vestibular Function and AnatomyVestibular Function and Anatomy, in : Bailey BJ,, in : Bailey BJ, Johnson JT, Newlands SD.
Trusted by over 1 million members
Try Scribd
FREE for 30 days to access over 125 million titles without ads or interruptions!
Start Free Trial
Cancel Anytime.
Trusted by over 1 million members
Try Scribd
FREE for 30 days to access over 125 million titles without ads or interruptions!
Start Free Trial
Cancel Anytime.
Trusted by over 1 million members
Try Scribd
FREE for 30 days to access over 125 million titles without ads or interruptions!
Start Free Trial
Cancel Anytime.
Trusted by over 1 million members
Try Scribd
FREE for 30 days to access over 125 million titles without ads or interruptions!
Start Free Trial
Cancel Anytime.
12.
12. Robinson BS.Robinson BS. Common Vestibular Function Test Common Vestibular Function Test . American Physical Therapy. American Physical Therapy Association, Section on Neurology. USA. pp. 2.
Association, Section on Neurology. USA. pp. 2. 13.
13. Lalwani AK.Lalwani AK. Current Diagnosis and Treatment – Otolaryngology Head andCurrent Diagnosis and Treatment – Otolaryngology Head and Neck
Neck Surgery Surgery Second Second EditionEdition. McGraw Hill Publishing, Lange. New York.. McGraw Hill Publishing, Lange. New York. 2007. Chapter 46.
2007. Chapter 46. 14.
14. Dejardin S.Dejardin S. The Clinical Investigation of Static and Dynamic BalanceThe Clinical Investigation of Static and Dynamic Balance. B-ENT.. B-ENT. 2008. Suppl 8, 29.
2008. Suppl 8, 29. 15.
15. Dhillon RS, East CA.Dhillon RS, East CA. An Illustrated An Illustrated Colour TesColour Test – Ear, t – Ear, Nose, and Nose, and Throat anThroat andd Head and
Head and Neck Surgery SecoNeck Surgery Second Editionnd Edition. Churchill Livingstone. UK. 1999. pp.. Churchill Livingstone. UK. 1999. pp. 20.