• Tidak ada hasil yang ditemukan

State Sovereignty over Natrual Resources Principle

ANALISIS HUKUM TERKAIT KASUS TRANSBOUNDARY WATER RESOURCES DALAM KASUS GABCIKOVO-NAGYMAROS PROJECT

B. Perjanjian 1977 antara Hungaria dan Slowakia

1. State Sovereignty over Natrual Resources Principle

Setelah mengkaji putusan kasus mengenai Gabcikovo-Nagymaros Project, dapat disimpulkan bawa prinsip ini terkandung dalam pembukaan Perjanjian 1977 yang berbunyi:218

217

Case Concerning the Gabcikovo-Nagymaros Project (Hungary v. Slovakia), op.cit., para. 17, hal. 18

218Case Concerning the Gabcikovo-Nagymaros Project (Hungary v. Slovakia), op.cit.,

the broad utilization of the natural resources…of the Danube river for the development of water resources, energy, transport, agriculture and other sectores of the national economy of the Contracting Parties.”

Poin pembukaan tersebut di atas menegaskan bahwa perluasan pemanfaatan sumber daya alam dari sungai Danube semata-mata untuk kemajuan sumber daya air, energi, transportasi, pertanian dan sektor-sektor lainnya yang berkaitan dengan perekonomia nasional para pihak dalam perjanjian. Berdasarkan hal tersebut dapat ditelaah bahwa latar belakang dibuatnya Perjanjian 1977 adalah untuk memanfaatkan atau mengeksploitasi sumber daya alam yang berada dalam batas yurisdiksi para pihak, dalam hal ini yakni Hungaria dan Slowakia. Kedaulatan permanen atas sumber daya alam telah muncul sebagai prinsip mendasar dalam hukum internasional, yang memungkinkan negara-negara untuk menegaskan kedaulatan penuh atau hak berdaulat mereka atas sumber daya alam yang berada dalam batas yurisdiksi mereka.219

2. Precautionary Principle

Kembali merujuk pada putusan kasus yang telah dianalisis, prinsip ini tercermin dalam pasal 18 ayat (1) Perjanjian 1977 yang berbunyi:220

The Contracting Parties, in conformity with the obligations previously assumed by them, and..., shall ensure uninterrupted and safe navigation on the international fairway both during the construction and during the operation of the system of Locks.

219 Ricardo Preira and Orla Gough, Permanent Sovereignty over Natural Resources in

The 21st Century: Natural Resource Governance and The Right to Self-Determination of Indigenous Peoples under International Law, (2013), Melbourne Journal of International Law, Vol. 14, hal. 451

Berdasarkan pasal dari Perjanjian 1977 di atas dapat ditarik kesimpulan bahwa Hungaria dan Slowakia sesuai dengan kewajiban-kewajiban yang telah diputuskan sebelumnya, harus memastikan bahwa navigasi yang berada di sungai Danube tidak terganggu dan aman di jalur internasional selama pembangunan dan pengoperasian sistem pintu air. Terminologi aman dalam pasal ini dapat diartikan bahwa selama pembangunan dan pengoperasian sistem pintu air di Danube, harus dilakukan secara hati-hati agar tidak menggangu ataupun merusak navigasi yang ada di sungai Danube. Hal ini dapat lebih diperluas lagi agar tidak menggangu ataupun merusak lingkungan ataupun ekosistem yang berada di sungai Danube, dikarenakan sungai Danube merupakan wadah dari senyawa air yang merupakan satu kesatuan luas yang dapat menyebar luas ke mana pun. Sehingga seluruh unsur yang berada di sungai Danube saling terkait satu sama lain.

3. Prevention, Obligation Not to Cause Transboundary Environmental Harm

dan Sic utere tuo ut alienum non laedasprinciples

Perihal Perjanjian 1977, ketiga prinsip ini merupakan suatu hal yang tidak dapat dipisahkan. Hal ini dikarenakan seperti yang telah dijelaskan sebelumnya, sumber daya air merupakan hal yang cukup sensitif, air merupakan satu kesatuan yang sebanyak apapun dan seluas apapun wadahnya akan tetap menjadi satu kesatuan senyawa yang tidak dapat dipisahkan. Jika terjadi suatu perubahan di bagian atau wilayah manapun pada kondisi air, maka perubahan tersebut akan mempengaruhi kondisi air yang berada di wilayah lain yang tidak terputus wadahnya oleh sesuatu yang menjadi pembatas. Hal tersebut juga dikarenakan secara biologis, hidrologis dan kimiawi air merupakan senyawa yang mudah

untuk berpindah, mempengaruhi dan menguraikan suatu unsur ataupun zat. Dapat disimpulkan jika ada suatu lingkungan perairan yang berbatasan dengan dua wilayah atau lebih, dan timbul kerusakan ataupun gangguan di satu wilayah, maka wilayah lingkungan perairan lain akan terkena dampak bahkan menjadi rusak ataupun terganggu juga disebabkan oleh kerusakan ataupun gangguan dari suatu wilayah lingkungan perairan yang telah rusak atau terganggu tersebut.

Mengenai ketiga prinsip ini secara eksplisit dan implisit tertuang dalam pasal 15 dan 19 Perjanjian 1977 sebagaimana berikut:221

Pasal 15:222

The Contracting Parties shall ensure…that the quality of the water in the Danube is not impaired as a result of the construction and operation of the system locks.

Dapat disimpulkan dari pasal 15 di atas bahwa Hungaria dan Slowakia harus memastikan kualitas air yang ada di sungai Danube tidak terganggu sebagai akibat dari pembangunan dan pengoperasian sistem pintu air terkait. Perluasan ke tingkat selanjutnya dari terganggu adalah menjadi rusak, yakni dalam hal terganggunya lingkungan perairan Danube yang kemudian dapat menimbulkan resiko terjadinya kerusakan.

221

Case Concerning the Gabcikovo-Nagymaros Project (Hungary v. Slovakia), op.cit., para. 41, hal. 36

222Case Concerning the Gabcikovo-Nagymaros Project (Hungary v. Slovakia), op.cit.,

Kemudian pasal 19:223

The Contracting Parties shall, through the means specified in the joint contractual plan, ensure compliance with the obligations for the protection of nature arising in connection with the construction and operation of the System of Locks.”

Pasal di atas menegaskan bahwa Hungaria dan Slowakia dengan cara yang ditentukan dalam Perjanjian 1977 yang disesuaikan dengan kewajiban-kewajiban yang juga tercantum dalam Perjanjian 1977 harus mengutamakan perlindungan alam yang timbul dalam hubungan pembangunan dan pengoperasian sistem pintu air Gabcikovo-Nagymaros. Pasal ini menekankan bahwa lingkungan alam, terutama sungai Danube harus dijaga kelestarian dan keutuhan keadaannya yang baik, karena proyek tersebut adalah cara para pihak untuk memanfaatkan sungai Danube.

Terlihat sangat jelas bahwa kedua pasal di atas menjadi dasar terhadap perlindungan dan pencegahan kerusakan sungai Danube. Sebagaimana diketahui bahwa sungai Danube selalu menjadi peran yang penting dalam perdagangan dan kemajuan ekonomi negara-negara yang terkait,224 jika terjadi kerusakan pada satu yurisdiksi negara saja, maka hal tersebut akan mempengaruhi keadaan perairan di yurisdiksi negara lain yang terkait dengan sungai Danube.

223

Case Concerning the Gabcikovo-Nagymaros Project (Hungary v. Slovakia), op.cit., para. 18, hal. 23

224Case Concerning the Gabcikovo-Nagymaros Project (Hungary v. Slovakia), op.cit.,

Dokumen terkait