• Tidak ada hasil yang ditemukan

STATISTICAL CAPACITY BUILDING CHANGE AND REFORM FOR THE DEVELOPMENT STATISTIC (STATCAP-CERDAS)

Peningkatan efektivitas dan efisiensi dari Badan Pusat Statistik Indonesia untuk menghasilkan dan menyebarluaskan data statistik yang handal dan tepat waktu sesuai dengan standar internasional dan praktik terbaik, serta responsif terhadap kebutuhan pengguna

Lender Kode Loan Masa Laku

Nilai Pinjaman

(Juta USD)

Penarikan

Kumulatif Pinjaman Belum Ditarik (Juta USD)

PV

TA 2015 (Juta USD) (Juta USD) % Target Realisasi %

Bank Dunia 8038-ID

18/07/2011 s/d

30/11/2018 47,0 1,1 2,4 45,9 -51,2 12,4 0,7 5,3

Kick off Meeting Statcap-Cerdas

Sumber: www.statcapcerdas.bps.go.id

Instansi Pelaksana

Biro Bina Program, Badan Pusat Statistik

Lokasi Proyek

Nasional

Ruang Lingkup (Pekerjaan dan Sasaran)

a. Komponen A: Perbaikan kualitas statistik

b. Komponen B: Perbaikan serambi ICT dan sistem pengelolaan informasi statistik

c. Komponen C: Perbaikan pengelolaan dan pengembangan sumber daya manusia

d. Komponen D: Perbaikan keselarasan kelembagaan

e. Komponen E: Pengelolaan Proyek  Alokasi Pinjaman Berdasarkan Kategori

No Kategori Alokasi Dana (Juta USD) Dana Pendamping (Juta USD)

1 Barang dan jasa non-konsultasi, jasa konsultan, dan pelatihan 46,6 0,0

2 Tidak teralokasi 0,4 0,0

Total 47,0 14,0

BADAN PUSAT STATISTIK

payment. BPS telah menurunkan target realisasi dari sebelumnya USD 12,39 juta menjadi USD 6,03 juta.

Pembangunan kapasitas. Dari berbagai kegiatan pembangunan kapasitas yang telah dilakukan, salah satunya bertujuan untuk menjaga keberlangsungan tata kelola proyek, terutama mengingat bahwa kemajuan pelaksanaan STATCAP ke depan akan sangat dipengaruhi oleh bagaimana BPS dapat menjaga tingkat kinerja dari konsultan terpilih. Salah satu upaya yang telah dilakukan adalah dengan membentuk kelompok kerja (KK) per tanggal 1 Juni 2015, untuk masing-masing Paket 1 (Statistical Transformation & Quality Improvement), Paket 2A (ICT Strategy and Design), dan Paket 3 (Human Resource & Institutional Alignment). Saat ini BPS masih melakukan penguatan pemahaman KK atas program STATCAP, termasuk pendalaman TOR dan analisis dokumen. Selain penyiapan KK, BPS juga memberikan pelatihan teknis dan non-teknis kepada anggota KK yang akan terlibat langsung dengan konsultan. Empat partisipan telah mengikuti kursus pendek mengenai sampling di Michigan selama 8 minggu. Perbaikan kemampuan komunikasi diberikan melalui kursus Bahasa Inggris. BPS merencanakan untuk menyelenggarakan pelatihan pemantauan dan evaluasi proyek dalam rangka membantu unit pelaksana memantau kinerja konsultan. Perkiraan jadwal pelatihan adalah September – Oktober 2015.

Kegiatan pembangunan kapasitas juga bertujuan untuk melancarkan upaya internalisasi transformasi statistik di BPS dalam skala nasional. Selain kegiatan sosialisasi di 8 Provinsi pada April – Mei 2015, BPS juga telah membentuk Change Champion yang akan mengemban tugas sebagai agen perubahan dan beranggotakan perwakilan BPS pusat dan daerah.

Upaya lain dalam rangka internalisasi transformasi adalah pelaksanaan studi banding ke kantor statistik di negara lain. Di bulan Mei 2015, BPS telah mengirimkan 5 orang pejabat BPS ke Kantor Statistik (National Statistic Office/NSO) Selandia Baru untuk mempelajari proses Pembaruan Strategi yang telah dilakukan NSO tersebut semenjak Juli 2014. Kunjungan tersebut menghasilkan sejumlah rekomendasi yang secara umum adalah perbaikan rencana transformasi termasuk untuk memperjelas keselarasan visi-misi-renstra dari STATCAP, pemetaan pemangku kepentingan, dan pengayaan pembangunan arsitektur dan kerangka kerja bisnis statistik BPS dengan menggunakan kerangka kerja renstra NSO Selandia Baru sebagai salah satu referensi. Terbuka juga kemungkinan untuk mempelajari pengalaman negara lainnya yang memiliki model proses serupa. Salah satunya adalah NSO Turki, yang mana BPS merencanakan akan melakukan studi banding di sekitar bulan September 2015.

Pengadaan paket pekerjaan. Konsultan Owner’s Agent telah mulai bekerja membantu PMO. Saat ini sedang dilakukan amandemen terhadap kontrak OA disebabkan oleh belum dimasukannya kebutuhan konsultan untuk memberikan konsultasi untuk Paket 3 di dalam TOR konsultan. Terhadap diskusi amandemen yang sedang berjalan, BPS menyampaikan bahwa tidak akan terjadi penambahan kontrak yang signifikan (diperkiraan penambahan hanya ± USD 400 ribu) dan calon konsultan telah ada. Saat ini BPS masih menunggu tanggapan dari Bank Dunia terhadap usulan amandemen yang telah disampaikan. Selain amandemen kontrak, BPS juga saat ini sedang

BADAN PUSAT STATISTIK

memproses pengadaan Senior Project Advisor (SPA) untuk menjembatani komunikasi antara OA, BPS, dan Bank Dunia. SPA telah ditunjuk setelah hanya diperoleh 1 pendaftar dari 2 kali penayangan lelang, dan saat ini baik BPS maupun calon konsultan tengah melakukan reviu terhadap draft kontrak. Kebutuhan SPA didasarkan pada pembelajaran terhadap pelaksanaan pekerjaan OA selama satu triwulan terakhir, dimana OA tidak terlalu familiar dengan berbagai mekanisme dan sistem pembangunan yang ada di pemerintah dan Bank Dunia, termasuk mekanisme pencairan dana. Tenaga ahli senior ini ke depannya juga diharapkan dapat menutup jarak pengetahuan dari konsultan STATCAP lainnya.

Sementara itu, BPS telah melakukan penandatanganan kontrak Paket 1 pada akhir bulan Juli 2015. Pada bulan Agustus, BPS menjadwalkan mobilisasi konsultan diawali dengan inception mission (5 – 14 Agustus). Sementara calon perusahaan untuk paket 2A yang telah masuk ke dalam shortlist telah memasukkan proposal. Evaluasi teknis terhadap proposal sudah hampir diselesaikan dan kemudian akan disampaikan ke Bank Dunia untuk disetujui. Potensi permasalahan untuk pengadaan paket 2A adalah terbitnya peraturan BI per Juli 2015 yang mengatur bahwa pembayaran terhadap perusahaan yang berasal dari Indonesia harus menggunakan mata uang Rupiah. Jika peraturan ini memang juga berlaku untuk kegiatan pinjaman luar negeri, maka BPS perlu melakukan revisi request for proposal dan meminta NoL dari Bank Dunia kembali. Terkait dengan proses pengadaan Paket 3, BPS sedang memproses 14 kandidat perusahaan yang masuk ke dalam shortlist dari tahap expression of interest, sehingga daftar kandidat belum disampaikan ke Bank Dunia. Sementara itu, BPS masih harus melakukan lelang ulang untuk konsultan SPA oleh karena kurangnya peminat. Pengadaan sisa satu paket lainnya, yakni Paket 2B (Statistical Application System Development), baru akan dimulai pada triwulan ke-4 TA 2015.

Permasalahan/Kendala Yang Dihadapi Tindak Lanjut

a. Adanya peraturan BI baru yang mengatur pembayaran konsultan yang berasal dari Indonesia dengan menggunakan mata uang Rupiah.

b. Kurangnya peminat untuk pengadaan konsultan SPA.

a. BPS akan melakukan penjajakan terlebih dahulu mengenai cakupan dari peraturan tersebut. Jika kegiatan pinjaman juga termasuk di dalamnya, maka amandemen RFP akan dilakukan. BPS juga akan mengkaji dampak peraturan tersebut pada kontrak lainnya.

b. Jika upaya lelang ulang tetap gagal, BPS akan melakukan penunjukkan langsung.