• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB 3. METODE PENELITIAN

4.2 Statistik Deskriptif

Statistik deskriptif dilakukan agar dapat memberikan gambaran tentang suatu data yang dilihat dari nilai minimum, maksimum, rata-rata (mean) dan standar deviasi yang dihasilkan dari variabel-variabel independen dan dependen. Variabel-variabel yang digunakan dalam penelitian ini adalah struktur modal, kinerja keuangan, dan keputusan investasi sebagai variabel independen, serta nilai perusahaan sebagai variabel dependen. Hasil uji statistik deskriptif dengan menggunakan program SPSS disajikan dalam table 4.1. berikut ini:

Tabel 4.1 Statistik Deskriptif

Descriptive Statistics

N Minimum Maximum Mean Std. Deviation

Struktur_Modal 72 .108242 2.137302 .731768 .472883 Kinerja_Keuangan 72 .005548 174.515954 2.657288 20.540534 Keputusan_Investasi 72 2.932098 69.498069 19.546919 10.769800 Nilai_Perusahaan 72 .36 46.63 5.4111 8.63376 Valid N (listwise) 72 Sumber: Lampiran 6

Berdasarkan hasil statistik deskriptif pada table 4.1 di atas menunjukkan bahwa variabel struktur modal memiliki nilai minimum sebesar 0,108242, nilai maksimum sebesar 2,137302, nilai rata-rata 0,731768, dan standar deviasinya sebesar 0,472883. Variabel kinerja keuangan memiliki nilai minimum sebesar 0,005548, nilai maksimum sebesar 174,515954, nilai rata-rata sebesar 2,657288, dan standar deviasinya sebesar 20,540534. Variabel keputusan investasi memiliki nilai minimum sebesar 2,932098, nilai maksimum sebesar 69,498069, nilai rata-rata sebesar 19,546919 dan standar deviasinya sebesar 10,769800. Variabel nilai perusahaan memiliki nilai minimum sebesar 0,36, nilai maksimum sebesar 46,63, nilai rata-rata sebesar 5,4111 dan standar deviasinya sebesar 8,63376.

4.3. Uji Asumsi Klasik 4.3.1. Uji Normalitas

Uji normalitas digunakan untuk menguji apakah dalam model regresi kedua variabel (variabel dependen dan variabel independen) mempunyai distribusi normal atau tidak. Model regresi yang baik adalah datanya terdistribusi normal atau setidaknya mendekati normal. Analisis grafik merupakan cara yang mudah untuk mendeteksi normalitas yaitu dengan melihat penyebaran data (titik) pada sumbu diagonal dari grafik normal probability plot. Pengambilan keputusan dalam uji normalitas menggunakan analisis grafik ini didasarkan pada :

• Jika data menyebar di sekitar garis diagonal dan mengikuti garis diagonal, maka model regresi memenuhi asumsi normalitas.

• Jika data menyebar jauh dari diagonal dan atau tidak mengikuti arah garis diagonal, maka model regresi tidak memenuhi asumsi normalitas.

Untuk melengkapi hasil analisis grafik normal probability plot

digunakan uji statistic non-parametrik Kolomogorov-Smirnoc (K-S). Pada uji statistic one-sample Kolmogorov Smirnov dapat dilihat probabilitas signifikan terhadap variabel. Jika probabilitas signifikan diatas 0,05, maka variabel tersebut terdistribusi secara normal (Ghozali, 2013). Uji normalitas dalam penelitian ini dapat dilihat pada tabel 4.2. berikut ini:

Tabel 4.2

Hasil Uji Normalitas Data

Berdasarkan tabel 4.2, diketahui nilai probabilitas atau Asymp. Sig. (2-tailed) sebesar 0,476. Nilai probabilitas sebesar 0,476 lebih besar

One-Sample Kolmogorov-Smirnov Test

Unstandardized Residual

N 72

Normal Parametersa,b Mean .0000000

Std. Deviation 6.51898677

Most Extreme Differences

Absolute .112

Positive .112

Negative -.069

Kolmogorov-Smirnov Z .951

dibandingkan tingkat signifikansi yaitu 0,05. Hal ini berarti asumsi normalitas terpenuhi.

Uji normalitas juga dapat menggunakan pendeketan analisis grafik, yaitu Normal Probability Plot dan Histogram. Pada pendekatan Normal Probability Plot, jika titik-titik menyebar jauh maka diindikasi asumsi normalitas tidak dipenuhi. Jika titik-titik menyebar sangat dekat dengan garis diagonal, maka asumsi normalitas dipenuhi. Sedangkan untuk pendekatan Histogram, jika kurva berbentuk kurva normal, maka asumsi normalitas dipenuhi. Berikut adalah grafik histogram dan plot data yang terdistribusi normal.

Gambar 4.1

Dari gambar 4.1 diatas menunjukkan bahwa data telah terdistribusi secara normal karena distribusi data mengikuti garis diagonal yang tidak menceng (skewness) kiri maupun menceng (skewness) kanan.

Gambar 4.2 Grafik P-Plot

Sumber: Lampiran 6

Dengan melihat tampilan grafik normal plot dapat disimpulkan bahwa grafik normal plot terlihat titik-titik menyebar disekitar garis diagonal serta mengikuti arah garis diagonal. Dapat dikatakan bahwa distribusi data model regresi adalah normal.

4.3.2. Uji Multikolinearitas

Uji ini bertujuan untuk menguji apakah pada model regresi ditemukan adanya korelasi antar variabel independen.Pada model regresi yang baik seharusnya tidak terjadi korelasi antar variabel independen.Untuk mendeteksi ada tidaknya multikolinearitas di dalam model regresi adalah dengan cara melihat nilai Tolerance dan nilai

Variance Inflation Factor (VIF). Jika nilai Tolerance > 0,10 dan nilai

Variance Inflation Factor (VIF) < 10 maka tidak terjadi gejala multikolinearitas (Ghozali, 2013: 103).

Berikut adalah hasil uji multikolinearitas disajikan pada tabel 4.3 berikut ini:

Tabel 4.3

Hasil Uji Multikolinearitas Data

Model Collinearity Statistics

Tolerance VIF 1 (Constant) Struktur_Modal .985 1.015 Kinerja_Keuangan .991 1.009 Keputusan_Investasi .989 1.011 Sumber: Lampiran 6

Berdasarkan tabel 4.3. di atas diperoleh nilai Tolerance untuk semua variabel independen yang diteliti lebih besar dari 0,1 (Tolerance > 0,1) dan juga diperoleh nilai Variance Inflation Factor (VIF) untuk semua variabel independen yang diteliti lebih kecil dari 10 (VIF < 10), maka dapat disimpulkan tidak ada gejala multikolinearitas terhadap variabel independen yang diteliti.

4.3.3. Uji Autokorelasi

Uji ini bertujuan untuk menguji apakah pada suatu model regresi linear ada korelasi antar kesalahan pengganggu pada periode satu dengan periode sebelumya. Jika terjadi korelasi, berarti dijumpai problem autokorelasi. Uji autokorelasi dilakukan dengan menggunakan Run test. Apabila nilai Asymptotic Significance > 0,05 maka tidak terjadi gejala autokorelasi sementara itu jika nilai Asymptotic Significance < 0,05 maka telah terjadi gejala autokorelasi. Berikut ini adalah hasil dari Run Test:

Tabel 4.4

Hasil Uji Autokorelasi Data

Runs Test

Unstandardized Residual

Test Valuea -.87553

Cases < Test Value 36

Cases >= Test Value 36

Number of Runs 40

Z .712

Asymp. Sig. (2-tailed) .476

a. Median

Sumber: Lampiran 6

Berdasarkan hasil run test di atas, diperoleh nilai Asymptotic Significance sebesar 0,476 > 0,05. Dengan demikian dapat ditarik kesimpulan bahwa data yang digunakan cukup random sehingga tidak terdapat masalah autokorelasi pada data yang diuji.

4.3.4. Uji Heterokedastisitas

Uji heterokedastisitas digunakan untuk menguji apakah model regresi terjadi ketidaksamaan variabel dari residual pengamatan satu ke pengamatan lainnya. Jika varians dari residual pengamatan satu ke pengamatan lain tetap, maka disebut homoskedastisitas dan jika berbeda disebut heterokedastisitas. Metode yang digunakan untuk menguji ada atau tidaknya heterokedastisitas adalah melihat grafik plot antara nilai variabel dependen (ZPRED) dengan nilai residual (SRESID). Berikut ini dilampirkan grafik Scatterplot untuk mengetahui adakah gejala heterokedastisitas dengan melihat penyebaran titik-titik yang terdapat dalam grafik. Adapun grafik tersebut adalah sebagai berikut:

Gambar 4.3

Hasil Uji Heterokedastisitas

Sumber: Lampiran 6

Berdasarkan gambar 4.3 diatas dapat dilihat bahwa titik-titik menyebar di atas dan di bawah nol pada sumbu Y dan tidak membentuk suatu pola tertentu. Dengan demikian dapat ditarik kesimpulan bahwa tidak terjadi heterokedastisitas pada uji regresi yang dilakukan.

4.4. Analisis Regresi Linear Berganda

Pada penelitian ini, analisi regresi linear berganda digunakan untuk menguji pengaruh variabel independen, yaitu struktur modal, kinerja keuangan, dan keputusan investasi terhadap variabel dependennya, yaitu nilai

perusahaan. Hasil dari analisis regresi linear berganda ditampilkan pada tabel berikut ini:

Tabel 4.5

Hasil Analisis Regresi Linear Berganda dan Uji T Coefficientsa

Model Unstandardized Coefficients Standardized

Coefficients t Sig. B Std. Error Beta 1 (Constant) -7.343 1.973 -3.722 .000 Struktur_Modal 8.820 1.685 .483 5.236 .000 Kinerja_Keuangan .004 .039 .010 .107 .915 Keputusan_Investasi .322 .074 .401 4.359 .000 Sumber: Lampiran 6

Berdasarkan tabel 4.5 hasil analisis regresi linear berganda di atas, dapat diketahui persamaan regresi linear berganda sebagai berikut:

Y = -7,343 + 8,820X1 + 0,004X2 + 0,322X3 + ε Keterangan: Y = Nilai Perusahaan X1 = Struktur Modal X2 = Kinerja Keuangan X3 = Keputusan Investasi

Interpretasi dari regresi di atas adalah sebagai berikut:

1. Konstanta (α)

Nilai konstanta menunjukkan bahwa apabila semua variabel independen memiliku nilai 0 (nol) makan variabel dependen (Y) sebesar -7,343. 2. Struktur Modal (X1) terhadap Nilai Perusahaan (Y)

Nilai koefisien struktur modal untuk variabel X1 sebesar 8,820. Hal ini

mengandung arti bahwa setiap kenaikan Struktur Modal (DER) satu satuan maka variabel beta (Y) akan naik sebesar 8,820 dengan asumsi bahwa variabel bebas yang lain dari model regresi yaitu kinerja keuangan dan keputusan investasi adalah tetap.

3. Kinerja Keuangan (X2) terhadap Nilai Perusahaan (Y)

Nilai koefisien kinerja keuangan untuk variabel X2 sebesar 0,004. Hal ini mengandung arti bahwa setiap kenaikan Kinerja Keuangan (ROE) satu satuan maka variabel beta (Y) akan naik sebesar 0,004 dengan asumsi bahwa variabel bebas yang lain dari model regresi yaitu struktur modal dan keputusan investasi adalah tetap.

4. Keputusan Investasi (X3) terhadap Nilai Perusahaan (Y)

Nilai koefisien keputusan investasi untuk variabel X3 sebesar 0,322. Hal

ini mengandung arti bahwa setiap kenaikan Keputusan Investasi (PER) satu satuan maka variabel beta (Y) akan naik sebesar 0,322 dengan asumsi bahwa variabel bebas yang lain dari model regresi yaitu struktur modal dan kinerja keuangan adalah tetap.

4.5. Uji Hipotesis

4.5.1. Uji Signifikansi Parsial (Uji T)

Uji T dilakukan untuk mengetahui signifikansi secara parsial antara variabel independen dengan variabel dependen dengan mengasumsikan bahwa variabel independen lainnya konstan. Dasar penerimaan atau penolakan hipotesis dapat dilihat dengan membandingkan nilai thitung

dengan ttabel, apabila thitung lebih besar dari ttabel maka Ho ditolak dan Ha diterima (Ghozali, 2013: 99).

Berdasarkan tabel 4.5 dapat dilihat bahwa, variabel struktur modal memiliki nilai thitung sebesar 5,236 dan ttabel sebesar 1,995 (Lampiran 7).

Hal ini berarti thitung lebih besar dari ttabel. Selain itu nilai signifikansinya

0,000 < 0,05, maka Ho ditolak dan Ha diterima. Dalam penelitian ini dinyatakanbahwa:

Ho : Struktur modal berpengaruh negatif terhadap nilai perusahaan H1 : Struktur modal berpengaruh positif terhadap nilai perusahaan

Maka disimpulkan bahwa struktur modal secara parsial berpengaruh positif terhadap nilai perusahaan, dimana setiap kenaikan atau penurunan nilai struktur modal dalam perusahaan maka nilai perusahaan juga akan mengalami kenaikan atau penurunan.

Variabel kinerja keuangan memiliki nilai thitung sebesar 0,107 dan

ttabel sebesar 1,995 (Lampiran 7). Hal ini berarti thitung lebih kecil dari ttabel.

ditolak. Dalam penelitian ini dinyatakan bahwa: Ho : Kinerja keuangan berpengaruh negatif terhadap nilai perusahaan H2 : Kinerja keuangan berpengaruh positif terhadap nilai perusahaan

Maka disimpulkan bahwa kinerja keuangan secara parsial berpengaruh negatif terhadap nilai perusahaan, dimana setiap kenaikan atau penurunan nilai kinerja keuangan dalam perusahaan tidak akan mempengaruhi naik turunnya nilai perusahaan.

Variabel keputusan investasi memiliki nilai thitung sebesar 4,359

dan ttabel sebesar 1,995 (Lampiran 7). Hal ini berarti thitung lebih besar dari ttabel. Selain itu nilai signifikansinya 0,000 < 0,05, maka Ho ditolak dan Ha

diterima. Dalam penelitian ini dinyatakan bahwa: Ho :Keputusan investasi berpengaruh negatif terhadap nilai perusahaan H3 :Keputusan investasi berpengaruh positif terhadap nilai perusahaan

Maka disimpulkan bahwa keputusan investasi secara parsial berpengaruh positif terhadap nilai perusahaan, dimana setiap kenaikan atau penurunan nilai keputusan investasi dalam perusahaan maka nilai perusahaan juga akan mengalami kenaikan atau penurunan.

4.5.2. Uji Signifikansi Simultan (Uji F)

Uji F statistik pada dasarnya menunjukkan apakah semua variabel yang dimasukkan dalam model mempunyai pengaruh secara bersama-sama terhadap variabel dependen atau tidak. Berikut merupakan hasil uji F pada penelitian ini:

Tabel 4.6 Hasil Uji F

ANOVAa

Model Sum of

Squares

df Mean Square F Sig.

1

Regression 2275.173 3 758.391 17.092 .000b

Residual 3017.300 68 44.372

Total 5292.473 71

Sumber : Lampiran 6

Berdasarkan hasil penelitian dapat dilihat bahwa nilai Fhitung yaitu sebesar 17,092 dan Ftabel sebesar 2,74 (Lampiran 8) dengan taraf signifikansi yaitu 0,000 < 0,05. Berdasarkan hal tersebut maka Ho ditolak dan H4 diterima. Dalam penelitian ini menyatakan bahwa:

Ho : Struktur modal, kinerja keuangan, dan keputusan investasi secara simultan berpengaruh negatif terhadap nilai perusahaan.

H4 : Struktur modal, kinerja keuangan, dan keputusan investasi secara simultan berpengaruh positif terhadap nilai perusahaan.

Ini menunjukkan bahwa struktur modal, kinerja keuangan, dan keputusan investasi secara simultan berpengaruh positif terhadap nilai perusahaan.

4.5.3. Uji Koefisien Determinasi (Adjusted R2)

Nilai R2 digunakan untuk mengukur seberapa jauh kemampuan model regresi dalam menerangkan variabel dependen. Nilai R2 yang semakin mendekati 1 berarti variabel independen memberikan hampir semua informasi yang dibutuhkan untuk memprediksi variasi variabel

Tabel 4.7

Hasil Uji Koefisien Determinasi

Sumber : Lampiran 6

Dari hasil penelitian, besarnya Adjusted R2 berdasarkan hasil analisis diperoleh sebesar 0,405. Dengan demikian besarnya pengaruh yang diberikan oleh variabel struktur modal, kinerja keuangan, dan keputusan investasi terhadap nilai perusahaan adalah sebesar 40,5 % sedangkan sisanya sebesar 59,5% adalah dipengaruhi oleh faktor-faktor lain yang tidak diteliti dalam penelitian ini seperti ukuran perusahaan, profitabilitas, kepemilikan manajerial, keputusan pendanaan, kebijakan dividen dan faktor lainnya.

Dokumen terkait