Dipublikasikan Pada : Kamis, 12 Maret 2020 00:00:00, Dibaca : 3.308 Kali
Jakarta, 12 Maret 2020
Badan Kesehatan Dunia (WHO) telah meningkatkan status Corona atau Covid-19 secara global menjadi Pandemi pada Kamis (12/3). Pemerintah Indonesia meningkatkan kewaspadaan terutama dalam hal mencegah penyebaran kasus.
Jubir Pemerintah untuk Covid-19 dr. Achmad Yurianto mengatakan konteks pandemi mengisyaratkan kepada seluruh dunia untuk meyakini bahwa penyakit Covid-19 bisa menyerang negara mana saja. Terlebih virus ini merupakan virus baru yang belum diketahui karakternya.
Ditingkatkannya status pandemi karena virus ini telah menjangkiti banyak negara, sudah lebih dari 114 negara dan menimbulkan kematian yang banyak.
''Itulah sebabnya semua negara harus melaporkan jumlah data kasus kematian dan sebagainya untuk mengetahui ini pandemi atau bukan,'' kata dia pada konferensi pers di komplek Istana Negara, Kamis (12/3).
dr. Achamd menekankan dengan status pandemi artinya tidak ada satupun negara yang abai atau tidak melakukan antisipasi penyebaran virus.
Peningkatan kewaspadaan di Indonesia dilakukan dengan tidak lagi memberikan kemudahan untuk orang keluar masuk negara Indonesia. Salah satunya
Pemerintah Indonesia memberlakukan surat keterangan sehat yang menyatakan bebas dari Covid-19 bagi pendatang baik warga negara asing maupun warga negara indonesia dari Cina, Italia, Iran, dan Korea Selatan.
Aturan tersebut mengacu pada Permenkumham nomor 7 tahun 2020 tentang Pemberian Visa dan Izin Tinggal dalam Upaya Pencegahan Masuknya Virus Corona yang ditetapkan pasa tanggal 28 Februari 2020. Pemberlakuan terhadap empat negara itu karena terjadi lonjakan kasus Covid-19.
Upaya lainnya adalah meningkatkan sarana prasaran kesehatan seperti mengamankan stok Alat Pelindung Diri (APD), stok masker, stok google, termasuk mengamankan jumlah kebutuhan kit laboratorium pemeriksaan.
''Kemenkes sudah menyiapkan 10 ribu kit dan akan ditambahkan lagi. Kemudian dari beberap BUMN, BUMD sudah memastikan menyiapkan 15 juta masker,'' kata dr.
Achmad.
Selain itu, Pemerintah Indonesia mengendalikan penularan sekeras mungkin, salah satunya kontak tracing. Tahapannya mencari kasus positif kemudian diisolasi agar tidak terjadi sumber penyebaran Covid-19 baru.
''Ini adalah pintu bagi kita mencari kemungkinan kasus positif untuk mengendalikan kontak,'' ujarnya.
Kewaspadaan dinaikkan, kehati-hatian dinaikkan tapi jangan panik. Ini akan ditindaklanjuti oleh seluruh kementerian dan lembaga, katanya.
R5
Gugus Tugas Kemenkes Terjunkan Tenaga Kesehatan di RS Darurat Penanganan Covid-19
Dipublikasikan Pada : Minggu, 22 Maret 2020 00:00:00, Dibaca : 3.034 Kali
Jakarta, 22 Maret 2020
Kementerian Kesehatan melalui Badan PPSDM merespon cepat terkait dijadikannya Wisma Atlet Kemayoran sebagai RS Darurat Penanganan Covid-19 dengan menerjukan kurang lebih 300 tenaga kesehatan dari berbagai profesi untuk memberikan layanan kesehatan bagi para pasien.
''Kami sudah memobilisasi tenaga kesehatan termasuk tenaga kesehatan yang masih mahasiswa. Kami sudah menyiapkan beberapa jenis tenaga kesehatan diantaranya perawat, tenaga farmasi, analis, radiografer, gizi dan kesling jadi ini terkait penanganan untuk Covid-19 tidak hanya tenaga dokter saja namun tim, karena ini mengingat perlu dilakukan kolaborasi dengan tenaga kesehatan,'' ujar drg Diono Susilo, MPH selaku Kepala Pusat Peningkatan Mutu Sumber Daya Manusia Kesehatan.
Menurut Dion, nantinya mereka akan bekerja secara bergantian. Pergantian tim kesehatan sendiri nantinya akan dilakukan setiap hari. Langkah ini diambil untuk menjaga kesehatan mereka tetap prima.
''Kami sudah menyiapkan kurang lebihnya 300 yang akan kita daya gunakan secara bergantian, hari ini kita akan menyiapkan 100 orang, kemudian hari berikutnya akan bergantian,'' terangnya.
Untuk diketahui, tiga ratus tenaga kesehatan tersebut merupakan tim gabungan yang terdiri dari TNI, Polri, Poltekkes, Nusantara Sehat Individu, organisasi profesi dan relawan.
Di rencanakan pada Senin, 23 Maret 2020 seluruh tim kesehatan sudah mulai bertugas. Target ini seiring dengan telah selesainya proses perbaikan Wisma Atlet sebagai RS Darurat Penanganan Covid-19.
R6
Pemerintah Sampaikan Dukacita atas Meninggalnya Tenaga Kesehatan saat Tangani Covid-19
Dipublikasikan Pada : Minggu, 22 Maret 2020 00:00:00, Dibaca : 2.956 Kali
Jakarta, 22 Maret 2020
Pemerintah melalui juru bicara penanganan Covid-19 dr Achmad Yurianto menyampaikan rasa dukacita mendalam atas meninggalnya beberapa tenaga medis saat bertugas menangani Covid-19.
Pemerintah menyampaikan keprihatinan yang mendalam dan dukacita yang sedalam-dalamnya atas beberapa tenaga kesehatan yang terpaksa harus menjadi korban dari penyakit Covid-19. Kami semua bersedih bahwa ini menimpa kita, kata Yuri dalam konferensi pers di BNPB, Minggu sore (22/3).
dr Achmad menambahkan, apresiasi yang setinggi-tingginya juga diberikan kepada mereka atas dharma baktinya kepada bangsa dan negara serta perjuangannya untuk kesembuhan para pasien Covid-19.
Yakinlah bahwa kita berada dalam pengabdian yang benar, professional, dan kita berikan semua untuk kebaikan rakyat kita yang kita cintai bersama, sambungnya.
Ia pun berharap sudah saatnya seluruh elemen masyarakat bersatu melawan Covid-19. Saling bersinergi, bahu-membahu, saling mengingatkan serta berkomitmen penuh untuk melakukan upaya pencegahan dengan mengurangi aktivitas diluar rumah dan menjaga jarak saat melakukan kontak sosial langsung dengan orang lain.
Karena pada hakekatnya jati diri bangsa kita yang selalu bergotong royong, selalu memiliki tenggang rasa sosial untuk bersama-sama menghadapi Covid-19, tuturnya.
R7
8 Ton Lebih Alkes Tiba di Indonesia
Dipublikasikan Pada : Senin, 23 Maret 2020 00:00:00, Dibaca : 4.476 Kali Jakarta, 23 Maret 2020
Bantuan alat kesehatan tiba di Indonesia pagi ini Senin (23/3). Alat kesehatan tersebut berupa Alat Pelindung Diri (APD) sebanyak 8 ton.
Bantuan tersebut merupakan upaya pemerintah dalam hal ini Kementerian Pertahanan dengan pemerintah Tiongkok.
Secara simbolis APD tersebut diserahkan oleh Menteri Pertahanan kepada Kapuskes TNI, Kepala RSPAD, Kepala RS Suyoto, Kapuskes Angkatan Darat, Kadiskes Angkatan Laut, dan Kadiskes Angkatan Udara.
Pesawat Hercules pengangkut APD tersebut tiba di Lanud Halim Perdana Kusuma pukul 10.45 WIB. Total sebanyak 12 ton bantuan APD, namun yang baru 8 ton lebih APD yang sudah tiba di Indonesia.
APD tersebut antara lain : 7,2 ton Protective Clothing, 128 kg N95 Mask, 110 kg Disposable Gloves, 700 kg Disposable Mask, dan 775 kg Goggles.
Menteri Pertahanan Prabowo Subianto mengatakan upaya ini menunjukkan keseriusan pemerintah dan seluruh unsur yang terlibat bekerjasama dengan negara sahabat seperti Tingkok menghadapai ancaman Covid-19.
''Ada 12 ton APD, (kerjasama seperti ini) akan dilaksanakan terus-menerus,'' tegas Prabowo di Lanud Halim Perdana Kusuma, Senin (23/3).
Parbowo juga mengatakan telah berkomunikasi dengan Menteri Pertahanan Tiongkok terkait kebutuhan bantuan Indonesia dalam menghadapi Covid-19. Ia mengaku sudah mengirimkan daftar kebutuhan tersebut kepada Menhan Tiongkok.
''Secara umum apa yang dibutuhkan RS alat kesehatan, ventilator, rapid test, APD, tidak jauh dari itu kebutuhan pokok,'' imbuhnya saat ditanya wartawan.
R8
Rapid Test Corona Diprioritaskan bagi Nakes dan Orang Kontak dengan Pasien Positif
Dipublikasikan Pada : Selasa, 24 Maret 2020 00:00:00, Dibaca : 4.651 Kali Jakarta, 24 Maret 2020
Pemerintah telah menentukan siapa saja yang diprioritaskan untuk dilakukan Rapid Test Corona atau Covid-19. Yang pertama adalah orang yang telah kontak dekat pasien positif baik yang dirawat di RS maupun yang mengisolasi diri di rumah, kedua adalah tenaga kesehatan (Nakes).
Jubir Pemerintah untuk Covid-19 dr. Achmad Yurianto mencontohkan orang yang telah kontak dengan pasien positif adalah keluarga yang satu rumah dengan pasien atau bisa juga orang satu kantor dengan pasien.
Kemudian Rapid Test terhadap Nakes diprioritaskan mengingat mereka adalah orang yang sering kontak dekat dengan pasien.
Rapid Test dilakukan menggunakan metode pemeriksaan antibody, bukan melakukan pemeriksaan langsung terhadap virusnya.
''Metode Rapid Test digunakan sebenarnya untuk skrining terhadap adanya kasus positif di masyarakat. Oleh karena itu yang diperiksa pada Rapid Test ini adalah antibody nya yang ada di dalam darah, sehingga spesimen yang diambil adalah darah,'' kata dr. Achmad.
Sementara itu dibutuhkan 6 hingga 7 hari hingga terbentuk antibody untuk kemudian bisa diidentifikasi darahnya. Kalau hasilnya positif maka diyakini pasien sedang terinveksi Corona, tetapi kalau hasilnya negatif 2 kali pemeriksaan maka bisa diyakini pasien tidak terinveksi Corona, namun sangat mungkin bisa terinveksi.
''Meskipun pada hasil pemeriksaan pertama negatif maka kita akan tetap meminta pasien jaga jarak dengan orang lain supaya tidak ada proses penularan. Ini penting dan harus dilaksanakan bersama-sama. Yang hasilnya positif akan ditindaklanjuti dengan pemeriksaan antigen melalui pemeriksaan swab dan kemudian PCR,'' imbuhnya.
Diharapkan dengan dilakukannya Rapid Test dapat menjaring secara cepat keberadaan kasus positif.
R9
Kasus Positif Covid-19 di Indonesia Tembus 1285
Dipublikasikan Pada : Minggu, 29 Maret 2020 00:00:00, Dibaca : 7.255 Kali
Jakarta, 29 Maret 2020
Pemerintah mencatat jumlah pasien positif Covid-19 di Indonesia hingga 29 Maret 2020 pukul 12.00 WIB mencapai 1.285 kasus.
''Kita sudah melaksanakan pemeriksaan lebih dari 6.500 orang, sekarang kita memahami bahwa ada penambahan kasus baru positif sebanyak 130 sehingga jumlah sekarang menjadi 1.285 kasus positif,'' kata Yuri dalam konferensi pers di BNPB Minggu sore (29/3).
Yuri menambahkan, Pasien yang dinyatakan sembuh bertambah 5 orang sehingga total 64 orang, kasus meninggal bertambah 12 menjadi 114 orang.
''Oleh karena itu mari kita sadari betul bahwa penambahan kasus positif ini, sekali lagi masih menggambarkan bahwa diluar masih ada kasus positif yang belum diisolasi, masih ada penularan karena kontak dekat, belum ada yang rajin mencuci tangan pakai sabun,'' sebut Yuri
Ia menghimbau agar masyarakat secara disiplin melaksanakan berbagai kebijakan yang telah dikeluarkan pemerintah dalam rangka memutus mata rantai penularan Covid-19 diantaranya dengan tetap dirumah, jaga jarak fisik minimal 1 meter, dan cuci tangan pakai sabun
Dengan terus bertambahnya jumlah pasien positif, pihaknya juga mengucapkan rasa terima kasih kepada seluruh pihak yang tanpa lelah berada digarda terdepan dalam menangani Covid-19.
''Kami mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada tenaga medis, aparat pemerintah dan relawan yang tetap konsisten untuk berjuang digaris terdepan dalam rangka pencegahan dan pengendalian penyakit Covid-19 yang kita hadapi bersama saat ini,'' ucapnya.
R10
Total 1.414 Kasus Positif Covid-19
Dipublikasikan Pada : Senin, 30 Maret 2020 00:00:00, Dibaca : 5.808 Kali Jakarta, 30 Maret 2020
Jubir Pemerintah untuk Covid-19 dr. Achmad Yurianto mengatakan penularan virus Corona atau Covid-19 masih terjadi. Total kasus konfirmasi positif Covid-19 pada Senin (30/3) berjumlah 1.414 kasus di 31 Provinsi.
''Terjadi penambahan konfirmasi positif sebanyak 129 orang, total menjadi 1.414 kasus,'' katanya pada konferensi pers di Gedung BNPB, Senin (30/3).
Penambahan terjadi pula pada pasien sembuh, hari ini ada 11 orang sembuh dari Covid-19 sehingga total 75 orang yang sembuh. Sementara jumlah kematian total ada 122 orang.
''Saya mengingatkan sekali lagi jaga jarak jangan berdekatan, hindari tempat berkumpul padat, cuci tangan pakai sabun, manakala ada yang sakit segera berobat ke fasilitas kesehatan terdekat,'' ujarnya.
Upaya Pemerintah
Pemerintah telah menyediakan alat pelindung diri (APD) sebanyak 191.666 set dan terdistribusi ke seluruh provinsi serta RS yang membutuhkan, msker bedah sebanyak 12.272500 sudah terdistribusikan juga, masker N95 sebanyak 133.640 dan rapid test sebanyak 425000 juga sudah terdistribusikan.
''Kita akan tetap berupaya secara maksimal memenuhi kebutuhan-kebutuhan pokok ini di dalam kaitan untuk penanganan kasus Covid-19,'' ucap dr. Achmad.
Rumah Darurat Wisma Atlet dilaporkan hari ini sudah merawat inap 411 pasien, tak hanya itu RS rujukan nasional untuk penanganan Covid-19 telah dilakukan penambahan ruang isolasi dengan tekanan negatif sebanyak 1.967 ruang.
''Ini upaya yang masih akan kita terus lakukan bersamaan dengan semakin bertambahnya kasus yang kita dapatkan,'' tambahnya.
Jaga jarak fisik dalam berkomunikasi dengan orang lain lebih dair 1 meter. dr.
Achmad mengimbau kepada masyarakat untuk menghindari kerumunan, hal tersebut merupakan upaya yang paling benar dan rasional.