Analisis RAP-FOVABEL berdasarkan metode multidimensional scaling (MDS)
customer service & selling dilakukan dengan mempertimbangkan tujuh atribut yang
relevan. Adapun ketujuh atribut tersebut adalah: (1) pengetahuan pramuniaga atas
produk yang ditawarkan, (2) pramuniaga yang ramah dan sopan, (3) proses
transaksi pembayaran yang cepat, (4) kasir memberikan penjelasan yang cukup jelas
mengenai cara pembayaran (tunai, debet, kredit), (5) layanan yang ramah dan
membantu, (6) jam buka yang sesuai, dan (7) mudah menukarkan barang dan
mendapatkan pengembalian uang.
RAP-FOVABEL Ordination 56.24567413 Down Up Bad Good -60 -40 -20 0 20 40 60 0 20 40 60 80 100 120 Status Keberlanjutan
Real Fisheries Reference anchors Anchors
Gambar 4.15 Analisis RAP-FOVABEL yang Menunjukkan Nilai I ndeks Keberlanjutan untuk
Dimensi Customer Service & Selling
Sumber: Hasil Pengolahan Data (2010)
Berdasarkan gambar 4.15, nilai indeks keberlanjutan untuk dimensi customer
service & selling adalah sebesar 56,246 pada skala sustainabilitas 0 – 100. Nilai ini
menunjukkan bahwa status keberlanjutan pada dimensi customer service & selling
Untuk mengetahui faktor pengungkit atau atribut sensitif yang memberikan
kontribusi terhadap nilai indeks keberlanjutan pengelolaan private label dari dimensi
customer service & selling, maka dilakukan analisis leverage. Dari ketujuh atribut
pada dimensi ini, atribut mudah untuk menukarkan barang dan mendapatkan
pengembalian uang (1,072) merupakan atribut yang sangat berpengaruh terhadap
perubahan nilai indeks keberlanjutan yang dihasilkan. Sedangkan atribut lainnya
yang memiliki kontribusi cukup besar terhadap nilai indeks keberlanjutan adalah
atribut pramuniaga yang ramah dan sopan (0,553) dan atribut pengetahuan
pramuniaga atas produk yang ditawarkan (0,538). Secara detail kontribusi setiap
atribut terkait dimensi customer service & selling disajikan pada Gambar 4.16.
Gambar 4.16 Peran Masing-masing Atribut dari Dimensi Customer Service & Selling
yang Dinyatakan Dalam Bentuk Perubahan Nilai RMS
Sumber: Hasil Pengolahan Data (2010)
Pengelolaan private label yang berkelanjutan adalah jika setiap dimensi
perlu mendapat perhatian dari perusahaan serta kinerja dari faktor pengungkit pada
dimensi ini perlu ditingkatkan agar mencapai kondisi atau status baik (berkelanjutan)
di masa mendatang. Mudah untuk menukarkan barang dan mendapatkan
pengembalian uang, pramuniaga yang ramah dan sopan, serta pengetahuan
pramuniaga atas produk yang ditawarkan merupakan atribut yang sensitif pada
dimensi ini.
Mudah untuk menukarkan barang dan mendapatkan pengembalian uang
merupakan atribut yang paling sensitif pada dimensi customer service & selling. Hasil
studi lapangan menunjukkan bahwa tidak semua produk dapat ditukar maupun
mendapatkan pengembalian uang bila ada kerusakan barang atau barang tidak
sesuai. Menurut Utami (2006), ritel adalah bisnis tenaga kerja intensif. Para pegawai
memiliki peranan penting dalam memberikan layanan pada konsumen dan
membangun loyalitas konsumen. Hasil studi lapangan menunjukkan bahwa tidak
semua pramuniaga I ndomaret memberikan pelayanan yang ramah dan sopan seperti
memberi senyum, salam, sapa serta mengucapkan terima kasih; dan tidak semua
pramuniaga mengetahui atau mempunyai pengetahuan atas produk private label
yang ditawarkan.
Oleh karena itu, untuk meningkatkan nilai indeks dan status keberlanjutan
dimensi customer service & selling pada masa mendatang, maka perlu merubah atau
menambahkan beberapa poin tentang pengembalian barang dalam kebijakannya dan
meningkatkan kualitas SDM melalui pelatihan karyawan terutama pramuniaga toko. 4.3.7 Nilai I ndeks dan Status Keberlanjutan Pengelolaan Private Label
Dimensi Store Layout & Design
Analisis RAP-FOVABEL berdasarkan metode multidimensional scaling (MDS)
terkait dengan status keberlanjutan pengelolaan private label untuk dimensi store
Adapun kelima atribut tersebut adalah: (1) kebersihan toko dan area perbelanjaan,
(2) mudah menjangkau seluruh area toko dan perbelanjaan, (3) mudah menjangkau
dan memilih barang dagangan, (4) penempatan rak yang disusun dengan rapi sesui
dengan jenis barang, dan (5) pencahayaan yang baik.
RAP-FOVABEL Ordination 57.1294136 Down Up Bad Good -60 -40 -20 0 20 40 60 0 20 40 60 80 100 120 Status Keberlanjutan
Real Fisheries Reference anchors Anchors
Gambar 4.17 Analisis RAP-FOVABEL yang Menunjukkan Nilai I ndeks Keberlanjutan untuk
Dimensi Store Layout & Design
Sumber: Hasil Pengolahan Data (2010)
Berdasarkan gambar 4.17, nilai indeks keberlanjutan untuk dimensi store
layout & design adalah sebesar 57,129 pada skala sustainabilitas 0 – 100. Nilai ini
menunjukkan bahwa status keberlanjutan pada dimensi store layout & design
termasuk dalam kategori cukup berkelanjutan (Cukup: 50,01 < nilai indeks < 75,00).
Untuk mengetahui faktor pengungkit atau atribut sensitif yang memberikan
kontribusi terhadap nilai indeks keberlanjutan pengelolaan private label dari dimensi
dimensi ini, atribut mudah menjangkau dan memilih barang dagangan (0,269)
merupakan atribut yang sangat berpengaruh terhadap perubahan nilai indeks
keberlanjutan yang dihasilkan. Sedangkan atribut lainnya yang memiliki kontribusi
cukup besar terhadap nilai indeks keberlanjutan adalah atribut kebersihan toko dan
area perbelanjaan (0,252) dan atribut penempatan rak yang disusun dengan rapi
sesuai dengan jenis barang (0,206). Secara detail kontribusi setiap atribut terkait
dimensi store layout & design disajikan pada Gambar 4.18.
0.251552589 0.125331878 0.26910019 0.206050873 0.194984437 0 0.05 0.1 0.15 0.2 0.25 0.3
Kebersihan toko dan area perbelanjaan Mudah menjangkau seluruh area toko dan
perbelanjaan
Mudah menjangkau dan memilih barang dagangan
Penempatan rak yang disusun dengan rapi sesuai dengan jenis barang
Pencahayaan yang baik
Attr
ib
u
te
Root Mean Square Change % in Ordination when Selected Attribute Removed (on Status scale 0 to 100)
Gambar 4.18 Peran Masing-masing Atribut dari Dimensi Store Layout & Design yang
Dinyatakan Dalam Bentuk Perubahan Nilai RMS
Sumber: Hasil Pengolahan Data (2010)
Pengelolaan private label yang berkelanjutan adalah jika setiap dimensi
pengelolaan bersifat berkelanjutan, sehingga dimensi store layout & design perlu
mendapat perhatian dari perusahaan serta kinerja dari faktor pengungkit pada
dimensi ini perlu ditingkatkan agar mencapai kondisi atau status baik (berkelanjutan)
toko dan area perbelanjaan, dan penempatan rak yang disusun dengan rapi sesuai
dengan jenis barang merupakan atribut yang sensitif pada dimensi ini.
Hasil studi lapangan menunjukkan bahwa setiap gerai I ndomaret memiliki
pola penempatan rak yang sudah terstandarisasi atau sama pada setiap toko. Yang
membedakan adalah ukuran toko maupun jumlah rak yang terdapat pada toko. Dari
segi kebersihan area toko maupun lingkungan sekitar, kebersihan kurang terjaga
dengan baik pada beberapa gerai I ndomaret. Hal ini disebabkan karena pada proses
penurunan barang dari kendaraan hingga ke gudang toko kurang terorganisir
dengan baik sehingga pada saat proses pemindahan sering meninggalkan noda-noda
pada lantai.
Tata ruang toko harus memungkinkan pelanggan untuk memutari toko dan
membeli lebih banyak barang daripada yang direncanakan. Menurut Utami (2006),
tata ruang yang terlalu rumit bisa menyulitkan pelanggan untuk mendapatkan
barang yang mereka cari dan memutuskan untuk tidak berlangganan di toko itu.
Kebersihan toko dan area perbelanjaan yang terjaga dengan baik dapat menciptakan
suasana yang nyaman bagi konsumen untuk berbelanja. Oleh karena itu, untuk
meningkatkan nilai indeks dan status keberlanjutan dimensi store layout & design
pada masa mendatang, maka perlu memperhatikan tata letak produk private label
sesuai dengan jenis barangnya serta senantiasa menjaga kebersihan toko dan area
perbelanjaan.
4.3.8 Nilai I ndeks dan Status Keberlanjutan Pengelolaan Private Label