• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB IV ANALISIS DATA DAN PEMBAHASAN

5. Status Sertifikasi

Variabel status sertifikasi diduga mempengaruhi tingkat kepuasan guru terhadap profesinya. Variabel ini dikelompokkan menjadi dua yaitu guru yang belum bersertifikat dan guru yang sudah bersertifikat.

Guru yang sudah bersertifikat dapat dikatakan bahwa guru tersebut sudah diakui sebagai tenaga pendidik profesional dan mereka berhak mendapatkan peningkatan kesejahteraan untuk tunjangan finansial serta

kesejahteraan lainnya, misalnya kenaikan pangkat, jaminan rasa aman, kondisi kerja, kepastian karier, dan penghargaan terhadap tugas atau peran keguruan. Sedangkan guru yang belum bersertifikat akan menerima gaji tetap tanpa adanya peningkatan tunjangan finansial atau kesejahteraan lainnya. Guru yang telah bersertifikat juga akan merasa lebih bangga karena profesinya telah diakui oleh masyarakat sebagai tenaga pendidik yang profesional.

Berdasarkan pernyataan di atas, guru yang sudah bersertifikat akan memiliki tingkat kepuasan yang lebih tinggi dibandingkan dengan guru yang belum bersertifikat.

F. Hipotesis

Dari kerangka perpikir di atas, maka dapat dirumuskan beberapa hipotesis yaitu sebagai berikut:

1. Hipotesis I

Ho = Tidak ada perbedaan tingkat kepuasan guru terhadap profesinya pada aspek finansial dan non finansial ditinjau dari jenis kelamin. Ha = Ada perbedaan tingkat kepuasan guru terhadap profesinya pada

aspek finansial dan non finansial ditinjau dari jenis kelamin. 2. Hipotesis II

Ho = Tidak ada perbedaan tingkat kepuasan guru terhadap profesinya pada aspek finansial dan non finansial ditinjau dari lama menjalani profesi.

Ha = Ada perbedaan tingkat kepuasan guru terhadap profesinya pada aspek finansial dan non finansial ditinjau dari lama menjalani profesi.

3. Hipotesis III

Ho = Tidak ada perbedaan tingkat kepuasan guru terhadap profesinya pada aspek finansial dan non finansial ditinjau dari status kepegawaian.

Ha = Ada perbedaan tingkat kepuasan guru terhadap profesinya pada aspek finansial dan non finansial ditinjau dari status kepegawaian. 4. Hipotesis IV

Ho = Tidak ada perbedaan tingkat kepuasan guru terhadap profesinya pada aspek finansial dan non finansial ditinjau dari jabatan di sekolah.

Ha = Ada perbedaan tingkat kepuasan guru terhadap profesinya pada aspek finansial dan non finansial ditinjau dari jabatan di sekolah. 5. Hipotesis V

Ho = Tidak ada perbedaan tingkat kepuasan guru terhadap profesinya pada aspek finansial dan non finansial ditinjau dari status sertifikasi.

Ha = Ada perbedaan tingkat kepuasan guru terhadap profesinya pada aspek finansial dan non finansial ditinjau dari status sertifikasi.

48 BAB III

METODE PENELITIAN

A. Jenis Penelitian

Penelitian ini menggunakan metode penelitian kuantitatif dengan jenis penelitian komparatif. Penelitian komparatif menurut Siregar (2013: 7) adalah penelitian yang bersifat membandingkan antara satu variabel dengan variabel yang lain. Berdasarkan uraian tersebut maka dapat dijelaskan bahwa penelitian komparatif ini membandingkan antara variabel terikat dengan variabel bebas yaitu membandingkan tingkat kepuasan guru terhadap profesinya pada aspek finansial dan non finansial ditinjau dari jenis kelamin (laki-laki dan perempuan), lama menjalani profesi (belum lama, cukup lama, dan sudah lama), status kepegawaian (non PNS dan PNS), jabatan di sekolah (tidak memiliki jabatan dan memiliki jabatan), dan status sertifikasi (belum bersertifikat dan sudah bersertifikat).

B. Tempat dan Waktu Penelitian 1. Tempat Penelitian

Penelitian dilaksanakan di SMK Negeri 1 Yogyakarta, SMK Negeri 2 Yogyakarta, SMK Negeri 6 Yogyakarta, dan SMK Negeri 7 Yogyakarta. 2. Waktu Penelitian

C. Subjek dan Objek Penelitian 1. Subjek Penelitian

Subjek penelitian ini adalah guru-guru di SMK Negeri 1 Yogyakarta, SMK Negeri 2 Yogyakarta, SMK Negeri 6 Yogyakarta, dan SMK Negeri 7 Yogyakarta.

2. Objek Penelitian

Objek penelitian ini adalah tingkat kepuasan guru terhadap profesinya pada aspek finansial dan non finansial (aspek iklim organisasi, aspek sosial, aspek psikologis, dan aspek motivasi).

D. Populasi dan Sampel Penelitian 1. Populasi

Populasi adalah keseluruhan subjek atau objek yang menjadi sasaran penelitian yang mempunyai karakteristik tertentu (Sundayana, 2014: 15). Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh guru SMK Negeri di wilayah Kota Yogyakarta. Jumlah populasi guru SMK Negeri di wilayah Kota Yogyakarta adalah sebagai berikut:

Tabel 3.1

Jumlah Populasi Guru SMK Negeri di Kota Yogyakarta

No. Nama SMK Negeri Kecamatan Jumlah Guru

1. SMK Negeri 1 Yogyakarta Gedongtengen 44 2. SMK Negeri 2 Yogyakarta Jetis 161 3. SMK Negeri 3 Yogyakarta Jetis 157 4. SMK Negeri 4 Yogyakarta Umbul Harjo 127 5. SMK Negeri 5 Yogyakarta Umbul Harjo 97 6. SMK Negeri 6 Yogyakarta Umbul Harjo 93 7. SMK Negeri 7 Yogyakarta Jetis 57

Total 736

2. Sampel

Sampel adalah bagian dari populasi yang diteliti (Sundayana, 2014: 16). Penentuan sampel dalam penelitian ini menggunakan persamaan rumus Slovin (Noor, 2011: 158), yaitu sebagai berikut:

Keterangan:

n = Jumlah sampel N = Jumlah populasi

e2 = Perkiraan kesalahan (0,05)

Dengan menggunakan persamaan tersebut, maka jumlah sampel yang diperlukan adalah sebagai berikut:

(pembulatan)

Teknik pengambilan sampel yang digunakan dalam penelitian ini adalah cluster random sampling. Menurut Suprapto (2013: 68-70), cluster random sampling adalah teknik pengambilan sampel dari populasi menjadi beberapa kelompok atau unit kecil yang disebut cluster. Menurut Darmadi (2014: 63), cluster random sampling digunakan untuk menentukan sampel apabila obyek yang akan diteliti atau sumber data sangat luas.

Prinsip pemilihan secara random tetap dilakukan, hanya yang dipilih secara random dari populasi bukan individu, tetapi kelompoknya (cluster), dengan asumsi bahwa semua individu dalam setiap kelompok mempunyai ciri serta sifat yang sama dengan populasi. Di dalam penelitian ini yang dimaksud cluster adalah sekolah, yaitu seluruh SMK Negeri di wilayah Kota Yogyakarta, dimana masing-masing cluster memiliki karakteristik anggota yang sama yaitu seluruh guru di SMK Negeri tersebut yang terdiri dari guru laki-laki maupun perempuan, guru yang memiliki masa kerja bervariasi, guru yang berstatus non PNS dan PNS, guru yang tidak memiliki jabatan dan memiliki jabatan di sekolah, dan guru yang belum bersertifikat dan guru yang sudah bersertifikat. Cara menentukan sampel dalam cluster random sampling adalah sebagai berikut:

a. Populasi guru sebesar 736, sedangkan sampel guru yang diperlukan sebesar 259 (penggunaan rumus Slovin). Jumlah populasi sekolah sebanyak 7 sekolah dengan jumlah rata-rata guru per sekolah adalah 105.

b. Jumlah cluster sekolah yang diperlukan sesuai dengan jumlah sampel adalah sebagai berikut:

)

c. Memilih secara random 3 sekolah dari 7 sekolah yang ada. Sampel sekolah yang terpilih adalah SMK Negeri 1 Yogyakarta, SMK Negeri 2 Yogyakarta, dan SMK Negeri 7 Yogyakarta.

d. Semua guru dari setiap sampel sekolah merupakan sampel guru yang diteliti.

Dari jumlah kuesioner yang tersebar, ada beberapa kuesioner yang tidak kembali dan ada beberapa yang kembali tetapi tidak lengkap, sehingga sampel penelitian yang diperlukan tidak terpenuhi, maka dari itu peneliti menambahkan satu sekolah lagi untuk menutup kekurangan sampel. Berikut ini adalah sampel sekolah yang diteliti:

Tabel 3.2

Sampel Sekolah yang Diteliti

No. Nama SMK Negeri Alamat

1. SMK Negeri 1 Yogyakarta Jl. Kemetiran Kidul 35 Yogyakarta 2. SMK Negeri 2 Yogyakarta Jl. AM. Sangaji 47 Yogyakarta 3. SMK Negeri 6 Yogyakarta Jl. Kenari 4 Yogyakarta

4. SMK Negeri 7 Yogyakarta Gowongan Kidul JT.III/416 Yogyakarta

E. Variabel Penelitian dan Pengukurannya 1. Variabel Penelitian

Variabel penelitian adalah sesuatu hal yang berbentuk apa saja yang ditetapkan oleh peneliti untuk dipelajari sehingga diperoleh informasi tentang hal tersebut, kemudian ditarik kesimpulannya (Noor, 2011: 48). Dalam penelitian ini variabel yang diteliti adalah sebagai berikut:

a. Variabel Bebas (independent variable)

Menurut Sumanto (2014: 39), variabel bebas merupakan variabel yang menjadi sebab perubahan atau timbulnya variabel terikat. Variabel bebas dalam penelitian ini adalah jenis kelamin, lama

menjalani profesi, status kepegawaian, jabatan di sekolah, dan status sertifikasi.

b. Variabel Terikat (dependent variable)

Menurut Sumanto (2014: 39), variabel terikat merupakan variabel yang dipengaruhi atau akibat karena adanya variabel bebas. Variabel terikat dalam penelitian ini adalah kepuasan guru terhadap profesinya pada aspek finansial dan non finansial.

2. Pengukuran

Setiap variabel penelitian perlu diukur dengan cara pengukuran masing-masing. Pengukuran variabel penelitian yang peneliti lakukan adalah sebagai berikut:

a. Variabel Bebas 1) Jenis Kelamin

Variabel jenis kelamin dikelompokkan menjadi dua yaitu laki-laki dan perempuan, dimana masing-masing jenis kelamin tersebut memiliki karakteristik fisik dan psikologis yang berbeda-beda, sehingga diduga dapat mempengaruhi tingkat kepuasan guru terhadap profesinya.

Pemberian skor untuk variabel jenis kelamin adalah sebagai berikut:

Tabel 3.3 Skor Jenis Kelamin

Jenis Kelamin Skor

Laki-laki 1

Perempuan 2

2) Lama Menjalani Profesi

Variabel lama menjalani profesi dikelompokkan menjadi tiga yaitu:

a) Kelompok belum lama yaitu 0,5 tahun sampai dengan 12,8 tahun.

b) Kelompok cukup lama yaitu 12,9 tahun sampai dengan 25,2 tahun.

c) Kelompok sudah lama yaitu 25,3 tahun sampai dengan 37,6 tahun.

Pengelompokkan lama menjalani profesi ini dilakukan dengan menggunakan rumus Struges untuk menentukan kelas dan panjang kelas. Berdasarkan rumus Sturges, jumlah kelas lama menjalani profesi terdiri dari 9 kelas, tetapi dari 9 kelas tersebut ternyata belum dapat mencakup seluruh data mengenai lama menjalani profesi, sehingga peneliti menambahkan 3 kelas lagi menjadi 12 kelas lama menjalani profesi. Dari 12 kelas tersebut terdapat beberapa kelas yang memiliki frekuensi yang sedikit, sehingga beberapa kelas perlu digabungkan. Oleh karena itu, 12 kelas tersebut selanjutnya dibagi menjadi 3 kelas lama menjalani profesi. Kelas pertama, kedua, ketiga, dan keempat adalah

kelompok belum lama. Kelas kelima, keenam, ketujuh, dan kedelapan adalah kelompok cukup lama. Kelas kesembilan, kesepuluh, kesebelas, dan keduabelas adalah kelompok sudah lama. Perhitungan selengkapnya mengenai rumus Struges dapat dilihat pada lampiran.

Hasil pengelompokkan lama menjalani profesi dan skor masing-masing kelompok disajikan dalam tabel di bawah ini:

Tabel 3.4

Skor Lama Menjalani Profesi Kelompok Lama Menjalani

Profesi (Tahun)

Lama Menjalani

Profesi (Tahun) Skor

Belum Lama 0,5 – 12,8 1

Cukup Lama 12,9 – 25,2 2 Sudah Lama 25,3 – 37,6 3

3) Status Kepegawaian

Variabel status kepegawaian guru dikelompokkan menjadi dua yaitu guru yang berstatus non PNS dan guru yang berstatus PNS. Pengelompokkan ini didasarkan pada alasan bahwa kedua status kepegawaian tersebut diduga memberi pengaruh finansial dan non finansial yang berbeda-beda, sehingga dapat dikatakan bahwa guru yang berbeda status kepegawaian akan berbeda pula tingkat kepuasannya.

Pemberian skor untuk variabel status kepegawaian adalah sebagai berikut:

Tabel 3.5

Skor Status Kepegawaian Status Kepegawaian Skor

Non PNS 1

PNS 2

4) Jabatan di Sekolah

Variabel jabatan di sekolah dikelompokkan menjadi dua yaitu guru yang tidak memiliki jabatan di sekolah dan guru yang memiliki jabatan di sekolah, misalnya menjabat sebagai kepala sekolah, wakil kepala sekolah, atau wali kelas. Pengelompokkan ini didasarkan pada alasan bahwa guru yang tidak memiliki jabatan di sekolah diduga memiliki tingkat kepuasan yang berbeda dengan guru yang memiliki jabatan di sekolah apabila dilihat segi finansial, iklim organisasi, sosial, psikologi, dan motivasi.

Pemberian skor untuk variabel jabatan di sekolah adalah sebagai berikut:

Tabel 3.6

Skor Jabatan di Sekolah Jabatan di Sekolah Skor Tidak Memiliki Jabatan 1

Memiliki Jabatan 2

5) Status Sertifikasi

Variabel status sertifikasi dikelompokkan menjadi dua yaitu guru yang belum bersertifikat dan guru yang sudah bersertifikat. Pengelompokkan ini didasarkan pada alasan bahwa status sertifikasi diduga dapat memberi pengaruh finansial dan non

finansial yang berbeda-beda, sehingga dapat dikatakan bahwa guru yang berbeda status sertifikasi akan berbeda pula tingkat kepuasannya.

Pemberian skor untuk variabel status sertifikasi adalah sebagai berikut:

Tabel 3.7

Skor Status Sertifikasi Status Sertifikasi Skor Belum Bersertifikat 1

Sudah Bersertifikat 2

b. Variabel Terikat

Pengukuran variabel terikat dalam penelitian ini menggunakan skala Likert. Skala Likert adalah skala yang dapat dipergunakan untuk mengukur sikap, pendapat, dan persepsi seseorang atau sekelompok orang mengenai suatu gejala atau fenomena. Dalam skala Likert terdapat dua bentuk pernyataan yaitu bentuk pernyataan positif dan bentuk pernyataan negatif (Sumanto, 2014: 102).

Tabel 3.8 Skor Skala Likert Kriteria Jawaban Skor Pernyataan Positif Pernyataan Negatif Sangat Setuju (SS) 5 1 Setuju (S) 4 2 Ragu-ragu (R) 3 3 Tidak Setuju (TS) 2 4

Sangat Tidak Setuju (STS) 1 5

Instrumen untuk mengukur variabel terikat dalam penelitian ini menggunakan kuesioner. Kuesioner adalah suatu teknik pengumpulan

data dengan memberikan respon atas daftar pertanyaan (Noor, 2011:139). Kuesioner ini digunakan untuk mengumpulkan data yang berhubungan dengan kepuasan guru terhadap profesinya pada aspek finansial dan non finansial. Kuesioner dalam penelitian ini terbagi menjadi lima aspek yaitu aspek finansial, aspek iklim organisasi, aspek sosial, aspek psikologis, dan aspek motivasi.

Adapun kisi-kisi kuesioner dan operasionalisasinya dalam penelitian ini adalah sebagai berikut:

Tabel 3.9

Kisi-Kisi Kuesioner dan Operasionalisasinya

No. Aspek Kepuasan Indikator No. Butir Jumlah 1. Aspek Finansial

a.Kesesuaian antara gaji dengan beban

pekerjaan dan tanggung jawab b.Kesesuaian antara gaji

dengan kebutuhan hidup

c.Kesesuian antara gaji dengan tingkat pendidikan

d.Adanya kesempatan untuk mendapatkan penghasilan tambahan dan jaminan hari tua

1, 2 3, 6 8 4, 5, 7, 9 2 2 1 4 2. Aspek Iklim Organisasi

a. Lingkungan kerja yang memadahi

b. Kondisi organisasi yang membuat seorang guru nyaman akan pekerjaannya c. Kesesuaian

lingkungan fisik dengan pekerjaan guru d. Struktur organisasi dan

aturan-aturan kerja yang sesuai 10, 12, 13, 14 11 17 15, 16, 18 4 1 1 3

No. Aspek

Kepuasan Indikator

No.

Butir Jumlah e. Adanya kesesuaian

tugas dan tanggung jawab dengan kompetensi yang dimiliki 19 1 3. Aspek Sosial a. Adanya penghargaan dan perhatian dari para siswa

b. Terjalin hubungan dan kerja sama yang harmonis dengan sesama guru

c. Terjalin hubungan dan kerja sama dengan karyawan

d. Adanya penghargaan dari lingkungan masyarakat

e. Adanya hubungan dan kerja sama yang baik dan saling menghargai dengan atasan

f. Adanya kemampuan untuk bekerja sama dengan orang tua siswa 20, 21 22, 23, 24 25, 31, 32, 33 26, 27, 28, 29, 30 34, 35, 36 37, 38 2 3 4 5 3 2 4. Aspek Psikologis a. Kesesuaian dengan cita-cita, bakat, dan kemampuan

b. Adanya penghargaan yang sesuai dengan prestasi

c. Rasa bangga dan ketenangan batin d. Kemampuan guru dalam memecahkan masalah e. Kesesuaian kepribadian dengan situasi pekerjaan 39, 40 41 42, 43, 44, 45 46, 48 47 2 1 4 2 1 5. Aspek Motivasi a. Adanya penghargaan atas pekerjaan yang telah guru lakukan b. Adanya dorongan diri

49, 53

56, 57

2

No. Aspek Kepuasan Indikator No. Butir Jumlah untuk melakukan pekerjaan c. Adanya kesempatan untuk meningkatkan karier

d. Adanya apresiasi atas pekerjaan yang sudah dilakukan 50, 51, 52, 54 55 4 1

F. Teknik Pengumpulan Data

Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini menggunakan instrumen kuesioner. Kuesioner ini berisi sejumlah daftar pernyataan terkait kepuasan guru terhadap profesinya pada aspek finansial dan non finansial (aspek iklim organisasi, aspek sosial, aspek psikologis, dan aspek motivasi) yang diberikan kepada responden untuk diisi dengan jawaban yang sesuai dengan keadaan yang sebenarnya. Pernyataan dijawab oleh responden dengan memberikan tanda checklist (√) pada alternatif jawaban yang tersedia.

G. Teknik Pengujian Instrumen 1. Validitas

Validitas adalah suatu ukuran yang menunjukkan tingkat-tingkat kevalidan atau kesahihan suatu instrumen. Instrumen yang valid atau sahih mempunyai validitas tinggi, sedangkan instrumen yang kurang valid memiliki validitas rendah (Sunyoto, 2011: 69). Pengujian validitas dalam penelitian ini menggunakan validitas isi dan validitas empiris. Kuesioner dalam penelitian ini dinyatakan valid menurut validitas isi karena

kuesioner dibuat berdasarkan indikator-indikator yang diturunkan dari lima aspek yaitu aspek finansial, aspek iklim organisasi, aspek sosial, aspek psikologi, dan aspek motivasi.

Pengujian validitas empiris dilakukan dengan menggunakan rumus korelasi Product Moment dari Pearson, sebagai berikut:

∑ ∑ ∑

√ ∑ ∑ ∑ ∑ Keterangan:

rxy = Koefisien korelasi

∑ = Jumlah skor total semua item ∑ = Jumlah skor total setiap item ∑ = Jumlah perkalian X dan Y ∑ = Jumlah kuadrat dari X ∑ = Jumlah kuadrat Y N = Jumlah responden

Perhitungan korelasi Product Moment dari Pearson menggunakan bantuan SPSS versi 17 for Windows. Untuk menetukan valid atau tidak validnya butir kuesioner dilakukan perbandingan antara nilai r hitung (corrected item total correlation) dengan nilai r tabel. Untuk mengetahui nilai r tabel maka dapat dilihat pada baris n-2 untuk taraf signifikansi 5%, n yang dimaksud adalah jumlah responden penelitian. Apabila nilai r hitung lebih besar atau sama dengan nilai r tabel maka butir kuesioner dikatakan valid, dan sebaliknya apabila nilai r hitung lebih kecil dari nilai r tabel maka butir kuesioner dikatakan tidak valid.

Pengujian validitas empiris dalam penelitian ini menggunakan seluruh responden penelitian yang berjumlah 263. Nilai r tabel pada jumlah responden 263 dengan taraf signifikansi 5% adalah 0,1210.

Berikut adalah hasil pengukuran uji validitas empiris kepuasan guru terhadap profesinya pada aspek finansial dan non finansial:

Tabel 3.10

Hasil Pengukuran Uji Validitas Kepuasan Guru Terhadap Profesinya Pada Aspek Finansial dan Non Finansial

No. Butir r tabel (taraf signifikansi 5%) r hitung Keterangan

1. 0,1210 0,528 Valid 2. 0,1210 0,508 Valid 3. 0,1210 0,307 Valid 4. 0,1210 0,356 Valid 5. 0,1210 0,201 Valid 6. 0,1210 0,511 Valid 7. 0,1210 -0,003 Tidak Valid 8. 0,1210 0,262 Valid 9. 0,1210 0,521 Valid 10. 0,1210 0,383 Valid 11. 0,1210 0,303 Valid 12. 0,1210 0,429 Valid 13. 0,1210 0,396 Valid 14. 0,1210 0,385 Valid 15. 0,1210 0,184 Valid 16. 0,1210 0,432 Valid 17. 0,1210 0,484 Valid 18. 0,1210 0,394 Valid 19. 0,1210 0,427 Valid 20. 0,1210 0,400 Valid 21. 0,1210 0,140 Valid 22. 0,1210 0,413 Valid 23. 0,1210 0,380 Valid 24. 0,1210 0,201 Valid 25. 0,1210 0,368 Valid 26. 0,1210 0,298 Valid 27. 0,1210 0,266 Valid 28. 0,1210 0,233 Valid 29. 0,1210 0,356 Valid 30. 0,1210 0,304 Valid 31. 0,1210 0,347 Valid 32. 0,1210 0,438 Valid 33. 0,1210 0,371 Valid 34. 0,1210 0,478 Valid 35. 0,1210 0,422 Valid 36. 0,1210 0,455 Valid 37. 0,1210 0,367 Valid

No. Butir r tabel (taraf signifikansi 5%) r hitung Keterangan 38. 0,1210 0,343 Valid 39. 0,1210 0,377 Valid 40. 0,1210 0,447 Valid 41. 0,1210 0,531 Valid 42. 0,1210 0,373 Valid 43. 0,1210 0,406 Valid 44. 0,1210 0,283 Valid 45. 0,1210 0,500 Valid 46. 0,1210 0,396 Valid 47. 0,1210 0,520 Valid 48. 0,1210 0,371 Valid 49. 0,1210 0,598 Valid 50. 0,1210 0,544 Valid 51. 0,1210 0,456 Valid 52. 0,1210 0,390 Valid 53. 0,1210 0,494 Valid 54. 0,1210 0,521 Valid 55. 0,1210 0,432 Valid 56. 0,1210 0,316 Valid 57. 0,1210 0,348 Valid

Berdasarkan hasil pengujian validitas empiris di atas, diketahui bahwa sebagian besar butir instrumen penelitian adalah valid. Terdapat 56 butir pernyataan yang valid dan 1 butir pernyataan yang tidak valid. Peneliti menduga bahwa butir pernyataan yang tidak valid tersebut terjadi dikarenakan tidak semua responden (guru) dapat memberikan les privat kepada para siswa. Butir pernyataan yang tidak valid tesebut kemudian dihilangkan agar dapat menghasilkan instrumen yang valid secara empiris.

2. Reliabilitas

Reliabilitas menunjukkan pada suatu pengertian bahwa suatu instrumen cukup dapat dipercaya untuk digunakan sebagai alat pengumpul

data karena instrumen tersebut sudah baik. Instrumen yang sudah dapat dipercaya akan menghasilkan data yang dapat dipercaya juga. (Sunyoto, 2011: 70).

Rumus yang digunakan adalah rumus Cronbach’s alpha, yaitu sebagai berikut: ( ) Keterangan: α = Cronbach’s alpha N = Banyaknya pernyataan σ2

item = Varians dari pernyataan

σ2

total = Varians dari skor

Perhitungan Cronbach’s alpha menggunakan bantuan SPSS versi 17 for Windows. Untuk menentukan reliabel atau tidak reliabel butir kuesioner maka dilakukan perbandingan antara besar pembanding yaitu 0,6 dengan nilai Cronbach’s alpha. Butir kuesioner dikatakan reliabel (layak) apabila nilai Cronbach’s alpha lebih besar dari 0,6 dan dikatakan tidak reliabel apabila nilai Cronbach’s alpha lebih kecil dari 0,6.

Menurut Arikunto (2006: 276), dalam menentukan besarnya tingkat reliabilitas dapat dilihat dari tabel interpretasi nilai Cronbach’s alpha yaitu sebagai berikut:

Tabel 3.11 Tabel Interpretasi

Besarnya nilai r Interpretasi 0,800 – 1,000 Tinggi 0,600 – 0,799 Cukup 0,400 – 0,599 Agak Rendah 0,200 – 0,399 Rendah

Besarnya nilai r Interpretasi 0,000 – 0,199 Sangat Rendah

Hasil pengukuran uji reliabilitas kepuasan guru terhadap profesinya pada aspek finansial dan non finanisial setelah item yang tidak valid dihilangkan adalah sebagai berikut:

Tabel 3.12

Hasil Uji Reliabilitas Instrumen Variabel Kepuasan Guru Variabel Nilai r hitung Nilai r tabel Status Keterangan Kepuasan

Guru 0,913 0,6 Reliabel Tinggi

Berdasarkan hasil pengujian reliabilitas di atas, diketahui bahwa nilai r hitung atau nilai Cronbach’s alpha adalah 0,913 atau lebih besar dari 0,6, oleh karena itu instrumen penelitian kepuasan guru dikatakan reliabel dengan interpretasi instrumen tinggi.

H. Teknik Analisis Data 1. Analisis Deskriptif

Analisis deskriptif bertujuan untuk memberikan deskripsi mengenai subjek penelitian berdasarkan data dari variabel yang diperoleh dari kelompok subjek yang diteliti dan tidak dimaksudkan untuk pengujian hipotesis (Azwar, 2009: 126). Penyajian analisis deskriptif dalam penelitian ini menggunakan tabel, perhitungan modus, median, mean, standar deviasi dan perhitungan persentase, sedangkan yang menjadi patokan penilaian adalah menggunakan PAP (Penilaian Acuan Patokan) tipe II (Masidjo, 1995: 157).

Tabel 3.13

Kategori PAP Tipe II Kepuasan Guru Terhadap Profesinya Nilai Persentil Tingkat Kepuasan

Guru Terhadap Profesinya

Kategori Kepuasan Guru Terhadap Profesinya

81% – 100% Sangat Puas

66% – 80% Puas

56% – 65 % Cukup Puas

46% – 55% Tidak Puas

0% – 45% Sangat Tidak Puas Sumber: (Masidjo, 1995: 157)

Pemberlakuan kategori di atas dapat dilakukan dengan rumus sebagai berikut:

) Keterangan:

NTT = Nilai tertinggi yang mungkin terjadi NTR = Nilai terendah yang mungkin terjadi

2. Pengujian Prasyarat Analisis a. Uji Normalitas

Pengujian normalitas data kepuasan guru merupakan salah satu prasyarat analisis data. Pengujian ini dilakukan untuk mengetahui apakah kondisi masing-masing variabel berdistribusi normal atau tidak. Pengujian normalitas data yang digunakan adalah pengujian normalitas data dengan One Sampel Kolmogorov Smirnov Test dengan bantuan SPSS versi 17 for Windows. Berdasarkan metode ini, normalitas data ditunjukkan oleh besarnya nilai Asymptotic sig. (2-tailed). Apabila nilai Asymptotic sig. (2-tailed) lebih besar dari alpha 0,05 maka data tersebut berdistribusi normal dan sebaliknya, apabila

nilai Asymptotic sig. (2-tailed) lebih kecil dari alpha 0,05 maka data tersebut tidak berdistribusi normal.

Berikut ini adalah ringkasan hasil pengujian normalitas data dengan bantuan SPSS versi 17 for Windows:

1) Hasil Pengujian Normalitas Kelompok Sampel Ditinjau dari Jenis Kelamin

Tabel 3.14

Hasil Pengujian Normalitas Kelompok Sampel Ditinjau dari Jenis Kelamin

Variabel

Variabel Jenis Kelamin

Laki-Laki Perempuan Asymp. Sig. Ketera-ngan Asymp. Sig. Ketera-ngan Kepuasan

Guru 0,401 normal 0,366 normal

Tabel 3.15

Hasil Pengujian Normalitas Kelompok Sampel Pada Setiap Aspek Kepuasan Guru Ditinjau dari Jenis Kelamin Aspek

Kepuasan Guru

Variabel Jenis Kelamin

Laki-Laki Perempuan Asymp. Sig. Ketera-ngan Asymp. Sig. Ketera-ngan Finansial 0,386 normal 0,000 tidak normal Iklim

Organisasi 0,294 nomal 0,093 normal Sosial 0,241 normal 0,045 tidak

normal Psikologis 0,136 nomal 0,011 tidak

normal Motivasi 0,004 tidak nomal 0,001 tidak

2) Hasil Pengujian Normalitas Kelompok Sampel Ditinjau dari Lama Menjalani Profesi

Tabel 3.16

Hasil Pengujian Normalitas Kelompok Sampel Ditinjau dari Lama Menjalani Profesi

Varia-bel

Variabel Lama Menjalani Profesi

Belum Lama Cukup Lama Sudah Lama

Asy-mp. Sig. Kete-rangan Asy-mp. Sig. Kete-rangan Asy-mp. Sig. Kete-rangan Ke-puasan Guru

0,955 normal 0,622 normal 0,119 normal

Tabel 3.17

Hasil Pengujian Normalitas Kelompok Sampel Pada Setiap Aspek Kepuasan Guru Ditinjau dari Lama Menjalani Profesi

Aspek Ke-puasan

Guru

Variabel Lama Menjalani Profesi

Belum Lama Cukup Lama Sudah Lama

Asy-mp.

Dokumen terkait