BAB IV VISI, MISI, TUJUAN DAN SASARAN, STRATEGI DAN
4.3. Strategi dan Kebijakan Badan Diklat Daerah
Kelompok Sasaran, dan Pendanaan Indikatif
Bab VI Indikator Kinerja Badan Diklat Daerah Yang Mengacu pada Tujuan dan Sasaran RPJMD
Bab VII Penutup
BAB II
GAMBARAN PELAYANAN BADAN DIKLAT DAERAH
2.1 Tugas, Fungsi dan Struktur Organisasi
Berdasarkan Peraturan Gubernur Sulawesi Utara Nomor 83 Tahun 2016 Tentang Kedudukan Susunan Organisasi, Tugas dan Fungsi serta Tata Kerja Badan Pendidikan dan Pelatihan Daerah Provinsi Tipe A Provinsi Sulawesi Utara , maka Tugas dan Fungsi Badan Pendidikan dan Pelatihan Daerah Provinsi Sulawesi Utara ialah sebagai berikut:
1. Tugas
Badan Pendidikan dan Pelatihan Daerah Provinsi Sulawesi Utara mempunyai tugas melaksanakan pendidikan dan pelatihan aparatur di bidang penyelenggaraan urusan pemerintah yang menjadi kewenangan Pemerintah Daerah Provinsi dan Kabupaten/Kota sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku.
2. Fungsi
Dalam melaksanakan tugas dimaksud Badan Pendidikan dan Pelatihan Daerah Provinsi Sulawesi Utara menyelenggarakan fungsi:
a. Penyusunan kebijakan teknis, rencana, dan program pendidikan dan pelatihan Provinsi;
b. Penyelenggaraan pengembangan kompetensi di lingkungan pemerintahan Provinsi dan Kabupaten/Kota;
c. Penyelenggaraan sertifikasi kompetensi di lingkungan pemerintah Provinsi dan Kabupaten/Kota;
d. Pemantauan, evaluasi dan pelaporan atas pelaksanaan pendidikan dan pelatihan aparatur di Provinsi dan Kabupaten/Kota;
e. Pelaksanaan administrasi Badan Pendidikan dan Pelatihan Daerah Provinsi;
f. Pelaksanaan tugas lain yang diberikan oleh pimpinan.
3. Struktur Organisasi
Struktur organisasi Badan Pendidikan dan Pelatihan Daerah Provinsi Sulawesi Utara terdiri dari:
a. Kepala Badan
b. Sekretariat Badan, membawahkan:
1. Sub Bagian Umum dan Kepegawaian 2. Sub Bagian Perencanaan
3. Sub Bagian Keuangan
c. Bidang Sertifikasi Kompetensi dan Pengelolaan Kelembagaan, membawahkan:
1. Sub Bidang Sertifikasi Kompetensi
2. Sub Bidang Pengelolaan Kelembagaan dan Tenaga Pengembang Kompetensi
3. Sub Bidang Pengelolaan Sumber Belajar dan Kerjasama d. Bidang Pengembangan Kompetensi Teknis Inti, membawahkan:
1. Sub Bidang Pengembangan Kompetensi Inti Jabatan Administrasi Urusan Konkuren Wajib Pelayanan Dasar dan Pilihan
2. Sub Bidang Pengembangan Kompetensi Inti Jabatan Administrasi Urusan Konkuren Wajin Non-Pelayanan Dasar
3. Sub Bidang Pengembangan Kompetensi Inti Jabatan Administrasi Perangkat Daerah Penunjang
e. Bidang Pengembangan Kompetensi Teknis Umum dan Fungsional membawahkan:
1. Sub Bidang Pengembangan Kompetensi Umum Jabatan Administrasi
2. Sub Bidang Pengembangan Kompetensi Pilihan Jabatan Administrasi
3. Sub Bidang Pengembangan Kompetensi Jabatan Fungsional f. Bidang Pengembangan Kompetensi Manajerial membawahkan:
1. Sub Bidang Pengembangan Kompetensi Pimpinan Daerah
2. Sub Bidang Pengembangan Kompetensi Jabatan Pimpinan Tinggi 3. Sub Bidang Pengembangan Kompetensi Kepemimpinan dan
Prajabatan
g. Kelompok Jabatan Fungsional
Bagan Struktur Organisasi Badan Diklat Daerah Provinsi Sulut
2.2 Sumber Daya Badan Diklat Daerah Provinsi Sulawesi Utara
1. Sumber Daya Manusia
Dalam menyelenggarakan tugas dan fungsinya, dengan komposisi per 01 Mei 2016, Badan Diklat Daerah Provinsi Sulawesi Utara didukung oleh 78 orang pegawai. Terdapat 50 orang atau 64% SDM Badan Diklat Daerah mengenyam pendidikan tinggi (sarjana / pasca sarjana), 8 orang atau 10%
setingkat Diploma-3, dan 20 orang atau 26% berpendidikan SLTA sederajat.
Berdasarkan data tersebut, SDM Badan Diklat Daerah Provinsi Sulawesi Utara rata-rata memiliki tingkat pendidikan yang tinggi, yang merupakan potensi
KEPALA BADAN
BID. SERTIFIKASI KOMPETENSI DAN PENGELOLAAN
KELEMBAGAAN
BID. PENGEMBANGAN KOMPETENSI TEKNIS INTI
BID. PENGEMBANGAN KELEMBAGAAN DAN TENAGA
PENGEMBANG KOMPETENSI
SUBBID PENGELOLAAN SUMBER BELAJAR DAN
KERJASAMA
SUBBID PENGEMBANGAN KOMPETENSI INTI JABATAN
ADMINISTRASI URUSAN KONKUREN WAJIB PELAYANAN DASAR DAN
PILIHAN
SUBBID PENGEMBANGAN KOMPETENSI INTI JABATAN
ADMINISTRASI URUSAN KONKUREN WAJIB NON
PELAYANAN DASAR
SUBBID PENGEMBANGAN KOMPETENSI INTI JABATAN ADMINISTRASI PERANGKAT ADMINISTRASI SUBBID PENGEMBANGAN
penting bagi Badan Diklat Daerah dalam kontribusinya untuk meningkatkan kualitas sumber daya aparatur. Data tersebut dapat dilihat pada Tabel 2.1.
Tabel 2.1 Komposisi Pegawai Berdasarkan Pendidikan dan Jabatan
No. Pendidikan Eselon
Widya-iswara Staf Jumlah Persentase II III IV
1. S-3 1 - - 1 - 2 3%
2. S-2 3 2 17 4 26 33%
3. S-1 - 1 6 1 14 22 28%
4. D3 - - - - 8 8 10%
5. SLTA - - 1 - 19 20 26%
6. SLTP - - - - - - -
7. SD - - - - - - -
Jumlah 1 4 9 19 45 78 100%
Jika dilihat komposisi pegawai berdasarkan golongan/pangkat, sebagian besar pegawai Badan Diklat Daerah terhimpun dalam golongan III dan IV artinya pegawai memiliki pendidikan yang tinggi dan/atau memiliki masa kerja yang lebih lama. Tingginya tingkat kepangkatan ini memberi indikasi potensi pengalaman kerja yang dimiliki pegawai, yang merupakan kekuatan bagi Badan Diklat Daerah dalam menjalankan tugas dan fungsinya. Data tersebut disajikan dalam Tabel 2.2.
Tabel 2.2 Berdasarkan Golongan / Pangkat
No Gol. Ruang
Jumlah Persentase
A B C D E
1. IV 4 8 4 1 - 17 22%
2. III 8 17 11 16 52 67%
3. II 3 1 1 4 9 12%
4. I - - - - - -
Jumlah 78 100%
2. Sumber Daya Sarana dan Prasarana
Badan Pendidikan dan Pelatihan Daerah Provinsi Sulawesi Utara memiliki lahan seluas 8.600 m2 (8,6 ha) yang memberi cukup ruang untuk mengembangkan sarana dan prasaranya. Saat ini, kondisi sarana dan prasarana Badan Diklat Daerah sebagian besar perlu dikembangkan untuk
mendukung kegiatan diklat, bahkan beberapa prasarana penting seperti laboratorium micro teaching, perpustakaan, poliklinik, dan ruang ibadah, masih dalam kondisi minim. Sedangkan barang inventaris pada umumnya dalam kondisi baik dan siap digunakan dalam menunjang kegiatan diklat. Data mengenai kondisi sarana dan prasarana diklat disajikan dalam Tabel 2.3.
Tabel 2.3 Kondisi Sarana dan Prasarana
No Uraian Jumlah Kondisi
1. Gedung Kantor 2 gedung Perlu pengembangan
2. Tempat pertemuan (Aula) 1 gedung Perlu pengembangan
3. Ruang Belajar 4 ruang Baik
4. Menzza 2 gedung Perlu pengembangan
5. Asrama 4 gedung Perlu direnovasi dan pembenahan
6. Perpustakaan 1 ruang Perlu pengembangan
7. Poliklinik 1 ruang Perlu pengembangan
8. Convention Hall / Auditorium 1 gedung Dalam tahapan pembangunan
9. Lapangan Upacara 1 kav Baik
10. Lapangan Volley 1 kav Perlu penambahan / peningkatan 11. Rumah Dinas 1 gedung Perlu rehabilitasi total
12. Pos Jaga 1 gedung Baik
13. Gudang 1 ruang Perlu perluasan
14. Laundry 1 gedung Baik
15. Laboratorium micro teaching - Belum permanen
16. Ruang ibadah (mushala) - Belum permanen
2.3 Kinerja Pelayanan Badan Diklat Daerah Provinsi Sulawesi Utara
Secara umum kinerja Badan Diklat Daerah Provinsi Sulawesi Utara selang periode 2011 – 2015 adalah sebagai berikut:
1. Meningkatkan kualitas Sumber Daya Aparatur melalui diklat prajabatan, diklat kepemimpinan, dan diklat teknis dan fungisonal;
2. Meningkatkan Kualitas Tenaga Kediklatan, melalui berbagai pendidikan dan pelatihan Training of Trainer (ToT), Management of Training (MOT) dan Training Officer Course (TOC);
3. Peningkatan kuantitas dan kualitas sarana dan prasarana baik untuk proses belajar-mengajar maupun untuk penyelenggaraan, yang mengacu
pada rencana tata layout dan kebutuhan sarana dan prasarana Badan Diklat Daerah.
4. Dalam meningkatkan efisiensi dan efektifitas manajemen diklat telah mengimplementasikan pola kebijakan diklat satu pintu sesuai melalui Peraturan Gubernur Sulawesi Utara Nomor: 83 Tahun 2013;
5. Badan Diklat Daerah Provinsi Sulawesi Utara telah membentuk Lembaga Sertifikasi Profesi Pemerintah Daerah (LSP Pemda) Sulawesi Utara serta menyiapkan SDM asessor yang memiliki sertifikasi;
6. Reakreditasi Badan Diklat Daerah oleh Lembaga Administrasi Negara RI di tahun 2017 dengan hasil yang dicapai adalah Akreditasi A untuk diklat kepemimpinan baik tingkat III, dan Akreditasi B untuk Diklat Kepemimpinan Tingkat IV serta Diklat Prajabatan Golongan I, II, dan III.
Tabel 2.4 berikut ini menyajikan kinerja pelayanan Badan Diklat Daerah Provinsi Sulawesi Utara selang periode 2011 – 2015 dengan membandingkan target kinerja dan capaian kinerja.
Tabel 2.4 Pencapaian Kinerja Pelayanan SKPD Badan Diklat Daerah Provinsi Sulawesi Utara
No. Indikator Kinerja sesuai Tugas dan Fungsi SKPD
Target Renstra SKPD Tahun ke-
Realisasi Capaian Tahun ke-
Rasio Capaian pada Tahun ke-
1 2 3 4 5 1 2 3 4 5 1 2 3 4 5
(1) (2) (3) (4) (5) (6) (7) (8) (9) (10) (11) (12) (13) (14) (15) (16) (17)
1. Jumlah Tenaga Kediklatan yang lulus Diklat
Teknis, Fungsional serta Diklat Kepemimpinan 35 35 35 40 40 20 49 29 22 43 0,6 1,4 0,8 0,6 1,1 2. Jumlah paket yang terkait dengan peningkatan
tenaga kediklatan 20 30 25 46 48 25 19 9 11 8 1,3 0,6 0,4 0,2 0,2
3. Jumlah peserta yang mengikuti kegiatan diklat 344 445 380 880 960 561 362 317 526 542 1,6 0,8 0,8 0,6 0,6
4. Jumlah paket yang mendukung
penyelenggaraan kegiatan diklat 10 39 46 46 46 19 11 63 34 49 1,9 0,3 1,4 0,7 1,1
5. Jumlah paket yang terkait dengan peningkatan
fasilitas diklat 10 10 22 25 25 5 6 16 8 13 0,5 0,6 0,7 0,3 0,5
Rasio kinerja Badan Diklat Daerah Provinsi Sulawesi Utara dengan rata-rata selang lima tahun di atas 0,5 menunjukkan kinerja yang baik. Realisasi capaian indikator 1, 3, dan 4 sangat baik, menunjukkan tingkat capaian sasaran 1 yaitu: Meningkatnya kompetensi Tenaga Kediklatan, dan sasaran 2 yaitu: Meningkatnya Program Diklat, yang sangat baik. Sedangkan realisasi capaian indikator 2 dan 5 masih rendah. Belum maksimalnya pencapaian target kinerja indikator tersebut karena belum seluruh target-target yang ditetapkan dapat dibiayai. Namun demikian meski realisasi capaian indikator 2 masih rendah tetapi capaian sasaran 1 yaitu: Meningkatnya kompetensi Tenaga Kediklatan dapat dicapai karena ditunjang oleh realisasi capaian indikator 1.
Masih rendahnya realisasi capaian indikator 5, menunjukkan belum maksimalnya tingkat capaian sasaran 3 yaitu: Meningkatnya infrastruktur Fasilitas Diklat. Hal ini disebabkan belum tersedianya anggaran yang mencukupi. Ketersediaan anggaran ternyata menjadi salah satu faktor yang berpengaruh signifikan terhadap realisasi kinerja dari target yang ditetapkan.
Tabel 2.5 Anggaran dan Realisasi Pendanaan Pelayanan SKPD Badan Diklat Daerah Provinsi Sulawesi Utara
Uraian Anggaran pada Tahun ke- Realisasi Anggaran pada Tahun ke- Rasio antara Realisasi dan
Anggaran Tahun ke-
Rata-rata Pertumbuhan
1 2 3 4 5 1 2 3 4 5 1 2 3 4 5 Anggaran Realisasi
Belanja tidak Langsung
4.997.631.000 4.890.315.000 5.030.211.459 6.013.252.000 6.819.801.987 4.506.043.770 4.776.328.526 4.921.360.959 5.934.366.821 6.565.531.086 0,90 0,98 0,98 0,99 0,96 8,42% 10,08%
Belanja
Langsung 11.800.000.000 12.960.010.000 9.199.461.950 9.716.873.000 8.124.473.000 10.759.989.695 6.760.805.175 7.692.728.790 8.408.181.728 7.773.456.471 0,91 0,52 0,84 0,87 0,96 (7,49%) (5,41%) Total 16.797.631.000 17.850.325.000 14.229.673.409 15.730.125.000 14.944.274.987 15.266.033.465 11.537.133.701 12.614.089.749 14.342.548.549 14.338.987.557 0,91 0,65 0,89 0,91 0,96 (2,12%) (0,35%)
Tabel 2.5 menyajikan ketersediaan anggaran yang dikelola per tahun selang periode 2011 – 2015. Besar anggaran terlihat fluktuatif dengan tren menurun. Fenomena penurunan anggaran yang dikelola Badan Diklat Daerah disebabkan masih terbatasnya APBD Provinsi Sulawesi Utara seiring dengan kebijakan penghematan anggaran pemerintah secara nasional. Keterbatasan anggaran ini secara umum sudah tentu berdampak pada pencapaian target kinerja (rasio kinerja) karena Badan Diklat Daerah tidak dapat melaksanakan program dan kegiatan yang telah ditetapkan dalam Rencana Kerja (Renja) tahunan terkait.
2.4 Tantangan dan Peluang Pengembangan Pelayanan Badan Diklat Daerah Analisis lingkungan eksternal menghasilkan gambaran kondisi lingkungan luar organisasi yang melahirkan sejumlah peluang dan tantangan ditinjau dari lingkungan ekonomi, teknologi, sosial budaya, politik, ekologi dan keamanan.
Identifikasi ini menghasilkan indikasi mengenai tantangan (threats) dan peluang (opportunity) organisasi dalam mencapai tujuan dan sasaran yang telah ditetapkan.
1. Tantangan
Analisis lingkungan eksternal menghasilkan tantangan (threats) di lingkungan Badan Diklat Daerah, diantaranya:
a. Kebutuhan akan pelayanan publik yang lebih cepat, lebih baik dan lebih murah sebagai perwujudan good governance
b. Tuntutan Masyarakat terhadap aparatur yang bebas dari KKN
c. Perkembangan birokrasi yang menghendaki profesionalisme Aparatur d. Perkembangan Ilmu pengetahuan dan teknologi informasi
e. Adanya ego sektoral / unit kerja di lingkungan pemerintah daerah.
f. Adanya tuntutan reformasi birokrasi yang menghendaki perbaikan kinerja pegawai
2. Peluang
Selain itu pula analisis lingkungan eksternal menghasilkan peluang-peluang (Opportunities) di lingkungan Badan Diklat Daerah, diantaranya:
a. Terbukanya kesempatan untuk pengembangan Badan Diklat Daerah sebagai centre of excellence bagi diklat Aparatur
b. Terbukanya kerjasama dengan pihak ketiga untuk peningkatan kualitas sumber daya manusia aparatur daerah
c. Tersedianya dana dari APBD Provinsi Sulawesi Utara yang memadai d. Adanya komitmen pimpinan daerah
e. Peningkatan kesejahteraan pegawai
f. Pengembangan sistem karier berdasarkan prestasi kerja.
3. Pengembangan Pelayanan dan Kerjasama serta Pembiayaan
Bentuk kegiatan pelayanan Badan Pendidikan dan Pelatihan Daerah Provinsi Sulawesi Utara adalah menyelenggarakan Program/Kegiatan Diklat baik bagi Aparatur Daerah Provinsi Sulawesi Utara maupun Aparatur Daerah Pemerintah Daerah Kabupaten/Kota, dalam rangka meningkatkan kualitas aparatur untuk memenuhi tuntutan standar kompetensi yang menjadi persyaratan dalam melaksanakan tugas dan tanggung jawab dalam jabatan yang diembannya. Pembiayaan untuk penyelenggaraan Diklat bagi Aparatur Daerah Provinsi Sulawesi Utara bersumber dari APBD Provinsi Sulawesi Utara, sedangkan penyelenggaraan diklat bagi Aparatur Daerah Pemerintah Daerah Kabupaten/Kota bersumber dari biaya kontribusi peserta.
Disamping itu hal tersebut di atas, Badan Diklat Daerah mengkoordinasikan penyelenggaraan Program dan Kegiatan Diklat Aparatur Dengan Pemerintah Kabupaten/Kota dalam bentuk kerja sama Pola Kemitraan dan Fasilitasi yang terintergasi dengan Kebijakan Pembinaan Aparatur Pemerintah yang pembiayaannya bersumber dari APBD Kabupaten/Kota. Selain itu pula, Badan Diklat Daerah mengembangkan pelayanan melalui kerjasama dengan lembaga-lembaga lain di luar pemerintah daerah se-Provinsi Sulawesi Utara termasuk dengan kementerian/lembaga, dimana pembiayaannya bersumber dari lembaga yang bersangkutan. Adapun perkiraan besaran kebutuhan pelayanan, dan arahan lokasi pengembangan pelayanan yang dibutuhkan menurut jenis diklatnya dapat digambarkan pada tabel berikut.
Tabel 3: Perkiraan Kebutuhan Diklat Bagi Aparatur Daerah Provinsi Sulawesi Utara
Jenis Diklat
Perkiraan Jumlah Peserta pada Tahun
2017 2018 2019 2020 2021 2017-2021
Diklat Teknis Fungsional 260 160 200 320 400 2000
Diklat Prajabatan - 122 - 300 300 800
Diklat PIM Tingkat 4 25 63 40 80 80 400
Diklat PIM Tingkat 3 59 120 80 80 80 200
Diklat PIM Tingkat 2 - 40 40 40 40 120
Tabel 4: Perkiraan Kebutuhan Diklat
Bagi Aparatur Daerah Kabupaten/Kota (Pola Kemitraan dan Sharing )
Jenis Diklat
Perkiraan Jumlah Peserta pada Tahun
2017 2018 2019 2020 2021 2017-2021
Diklat Teknis Fungsional 85 85 85 85 85 425
Diklat Prajabatan 80 80 80 80 80 400
Diklat PIM Tingkat 4 200 200 200 200 200 1.000
Diklat PIM Tingkat 3 40 40 40 40 40 200
Diklat PIM Tingkat 2 30 30 30 30 30 150
BAB III
ISU-ISU STRATEGIS BERDASARKAN TUGAS DAN FUNGSI
3.1. Identifikasi Permasalahan Berdasarkan Tugas dan Fungsi Pelayanan Badan Diklat Daerah
Sebagai organisasi yang dinamis mengikuti perkembangan kondisi dan peraturan perundangan yang berlaku, Badan Pendidikan dan Pelatihan Daerah dalam menjalankan tugas dan fungsinya juga menghadapi permasalahan-permasalahan. Permasalahan-permasalah yang dihadapai dalam penyelenggaraan pendidikan dan pelatihan antara lain:
1. Penyelenggaran diklat aparatur belum sepenuhnya berbasis kompetensi sesuai kebutuhan yang nyata. Keberadaan Aparatur Sipil Negara di era reformasi dan penyelengaraan otonomi daerah sekarang ini memiliki posisi yang sangat strategis, karena lancar tidaknya, baik buruknya penyelenggaraan pemerintahan dan pelayanan publik, sangat tergantung kepada kompetensi, dedikasi dan integritas yang dimiliki dan dikuasai oleh Aparatur Sipil Negara.
2. Penyelenggaraan evaluasi pendidikan dan pelatihan aparatur belum dilaksanakan secara konsisten dan berkelanjutan. Evaluasi pendidikan dan pelatihan merujuk kepada proses pengumpulan hasil yang diperlukan untuk menentukan efektifitas pelatihan yang dilakukan. Evaluasi program diklat yang benar akan berfungsi sebagai kendali dalam pelaksanaan program diklat sehingga tujuan yang telah ditetapkan dapat tercapai.
3. Masih perlu ditingkatkan kuantitas maupun kualitas sumber daya kediklatan. Salah satu reformasi kediklatan yaitu reformasi sumber daya kediklatan melalui peningkatan kualitas tenaga kediklatan secara sistemik dan berkelanjutan.
4. Masih kurangnya kualitas maupun jumlah kebutuhan fasilitas / sarana dan prasarana penunjang diklat agar terlaksananya penyelenggaraan diklat sesuai standar.
5. Kurangnya optimalnya koordinasi, sinkronisasi dan standarisasi program antara pemerintah provinsi dan pemerintah kabupaten/kota.
6. Belum Optimalnya Penyelenggaraan Pengembangan Kompetensi Pelatihan Teknis Inti, Umum dan Fungsional bagi ASN.
7. Belum adanya Sertifikasi penyelenggaraan kompetensi teknis inti, teknis umum dan fungsional.
3.2. Telaahan Visi, Misi, dan Program Kepala Daerah dan Wakil Kepala Daerah Terpilih
Visi Gubernur dan Wakil Gubernur Sulawesi Utara periode Tahun 2016-2021 adalah: ““Terwujudnya Sulawesi Utara Berdikari dalam Ekonomi, Berdaulat Dalam Politik, dan Berkepribadian dalam Budaya”.
Visi dimaksud dijabarkan kedalam beberapa misi utama sebagai berikut:
1. Mewujudkan kemandirian ekonomi dengan memperkuat sektor pertanian dan sumberdaya kemaritiman sebagai penjabaran provinsi kepulauan, serta mendorong sektor industri dan jasa;
2. Memantapkan pembangunan sumberdaya manusia yang berkepribadian dan berdayasaing;
3. Mewujudkan Sulawesi Utara sebagai destinasi investasi dan pariwisata yang berwawasan lingkungan;
4. Mewujudkan pemerataan kesejahteraan masyarakat yang tinggi, maju dan mandiri;
5. Memantapkan pembangunan infrastruktur berlandaskan prinsip pembangunan berkelanjutan;
6. Mewujudkan Sulawesi Utara sebagai pintu gerbang Indonesia kawasan timur;
7. Mewujudkan Sulawesi Utara yang berkepribadian melalui tata kelola pemerintahan yang baik.
Arah kebijakan dan strategi nasional bidang pembangunan aparatur negara, yaitu Pembangunan aparatur negara dilakukan melalui reformasi birokrasi untuk meningkatkan profesionalisme aparatur negara dan untuk mewujudkan tata kelola pemerintahan yang baik agar mampu mendukung keberhasilan pembangunan di bidang-bidang lainnya. Tata kelola
pemerintahan yang baik akan mendukung peningkatan daya saing dan kinerja pembangunan nasional di berbagai bidang, yang ditandai dengan meningkatnya penyelenggaraan pemerintahan yang bersih dan akuntabel, terwujudnya penyelenggaraan pemerintahan yang efektif dan efisien, serta meningkatkan kualitas pelayanan publik.
Hal ini menjadi fokus pembangunan di Provinsi Sulawesi Utara sebagaimana tertuang dalam visi dan misi Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara khususnya misi ke 7 yakni mewujudkan Sulawesi Utara yang berkepribadian melalui tata kelola pemerintahan yang baik. Badan Pendidikan dan Pelatihan Daerah Provinsi Sulawesi Utara sesuai tugas dan fungsinya mengambil peran dalam membentuk aparatur sipil negara di Provinsi Sulawesi Utara untuk menjadi insan yang profesional, berdedikasi, dan berintegritas, yang sangat mempengaruhi terwujudnya tata kelola pemerintahan yang baik. Peran dan upaya inilah dirumuskan dalam Rencana Strategis Badan Pendidikan dan Pelatihan Daerah Provinsi Sulawesi Utara periode 2016 – 2021.
Reformasi birokrasi secara substansi bertujuan untuk mewujudkan tata kelola pemerintahan yang baik dalam rangka meningkatkan pelayanan publik.
Salah satu faktor penentu keberhasilan dalam meujudkan tata kelola pemerintahan yang baik adalah aparatur yang memiliki kompetensi dibidangnya (profesional). Aparatur yang professional dapat dibentuk melalu pendidikan dan pelatihan aparatur. Berdasarkan Peraturan Daerah Nomor 83 Tahun 2016, Badan Pendidikan dan Pelatihan Daerah Provinsi Sulawesi Utara mempunyai tugas melaksanakan penyusunan dan pelaksanaan kebijakan Daerah yang bersifat spesifik yaitu di bidang pendidikan dan pelatihan sehingga Misi Gubernur dan Wakil Gubernur Sulawesi Utara terpilih periode Tahun 2016-2021 yang relevan dengan tugas dan fungsi Badan Pendidikan dan Pelatihan Daerah Provinsi Sulawesi Utara adalah misi ke-7 yakni : Mewujudkan Sulawesi Utara yang berkepribadian melalui tata kelola pemerintahan yang baik
Tabel 3.1
Faktor Penghambat dan Pendorong Pelayanan Badan Diklat Daerah Provinsi Sulawesi Utara Terhadap Pencapaian Visi, Misi dan Program Gubernur dan
Wakil Gubernur
Visi: Terwujudnya Sulawesi Utara berdikari dalam ekonomi, berdaulat dalam pemerintahan dan politik, serta berkepribadian dalam berbudaya
No Misi dan Program Permasalahan Pelayanan SKPD
Faktor
Penghambat Pendorong
(1) (2) (3) (4) (5)
1 Mewujudkan Sulawesi Utara yang
berkepribadian melalui tata kelola pemerintahan yang baik
Program Peningkatan Kualitas Kader dan Kepemimpinan Sumber Daya Aparatur
Penyelenggaran diklat aparatur belum sepenuhnya berbasis kompetensi sesuai kebutuhan yang nyata.
Kebijakan tentang pendidikan dan pelatihan PNS yang cenderung terjadi stagnasi, padahal telah terjadi perubahan dalam peraturan perundangan
Kualitas Teknis dan Fungsional Sumber Daya Aparatur
Program pembinaan dan pengembangan integritas kompetensi, dedikasi dan integritas yang dimiliki oleh ASN
Program Penguatan Kelembagaan dan Pengembangan Program Diklat
1. Evaluasi diklat aparatur baik dari sisi penyelenggaraan, program diklat, hingga kualitas alumni belum dilaksanakan secara konsisten dan berkelanjutan 2. Perlu peningkatkan
kuantitas maupun kualitas tenaga kediklatan secara sistemik dan berkelanjutan
Visi: Terwujudnya Sulawesi Utara berdikari dalam ekonomi, berdaulat dalam pemerintahan dan politik, serta berkepribadian dalam berbudaya
No Misi dan Program Permasalahan Pelayanan SKPD
Faktor
Penghambat Pendorong
(1) (2) (3) (4) (5)
Program Penilaian dan Sertifikasi Kompetensi Aparatur
1. Kompetensi aparatur yang belum sesuai standart
2. Masih banyak job description yang tidak sesuai dengan kompetensi
3. Sertifikasi kompetensi aparatur belum dilberlakukan
Kebijakan uji
kompetensi bagi aparatur sebelum menduduki jabatan belum optimal dilaksanakan
1. Pembentukan gugus tugas penilaian kompetensi
(assessment center) 2. Pengembangan
Jabatan Fungsional Asesor
3.3. Telaahan Renstra K/L
a. Sasaran Renstra Lembaga Administrasi Negara Republik Indonesia Tahun 2015-2019 adalah:
1. Meningkatnya kualitas hasil kebijakan
2. Meningkatnya kompetensi dan profesionalisme ASN
3. Meningkatnya pengembangan dan praktek inovasi di bidang administrasi negara
4. Terwujudnya pengembangan dan penerapan ilmu administrasi negara
5. Terwujudnya peningkatan kelembagaan, tata laksana, dan SDM aparatur LAN yang profesional, serta akuntabilitas lembaga.
b. Sasaran Renstra Badan Pendidikan dan Pelatihan Daerah Provinsi Sulawesi Utara Tahun 2016 - 2021 adalah:
1. Meningkatnya kompetensi penyelenggara pendidikan dan pelatihan 2. Meningkatnya kualitas program dan kuantitas penyelenggaraan
pendidikan dan pelatihan
3. Meningkatnya kualitas dan kapasitas sarana dan prasarana pendidikan dan pelatihan.
Berdasarkan uraian diatas maka sasaran Badan Pendidikan dan Pelatihan Daerah Provinsi Sulawesi Utara akan dapat memberikan sumbangsih yang nyata terhadap pencapaian sasaran Kementerian Pendayagunaan Aparatur
Negara dan Reformasi Birokrasi yang merepresentasikan sasaran pembangunan aparatur sipil negara di Indonesia.
3.4. Penentuan Isu-isu Strategis
1. Kualitas aparatur masih perlu ditingkatkan dalam rangka memberikan pelayanan terbaik pada masyarakat. Untuk memberi pelayanan optimal pada masyarakat maka aparatur selaku public servant perlu diditingkatkan profesionalitas, kreativitas, inovasi dan attitude-nya. Peningkatan dimaksud dapat diupayakan melalui pendidikan dan pelatihan aparatur.
2. Reformasi DIKLAT menuju lembaga DIKLAT sebagai pusat unggulan (centre of excellence) dengan fokus: sarana dan prasarana, pemantapan kelembagaan, perbaikan sistem dan prosedur, serta peningkatan kualitas sumber daya kediklatan dalam penyelenggaraan pengembangan kompetensi manajerial, kompetensi teknis inti dan kompetensi teknis umum dan fungsional bagi ASN.
BAB IV
VISI, MISI, TUJUAN DAN SASARAN, STRATEGI DAN KEBIJAKAN
4.1. Visi dan Misi Badan Diklat Daerah A. Visi
Badan Pendidikan dan Pelatihan Daerah Provinsi Sulawesi Utara dalam menjawab tuntutan kerja secara internal maupun eksternal dan dalam mengantisipasi tantangan di masa akan datang, menetapkan Visi:
“Terwujudnya Sulawesi Utara Berdikari dalam Ekonomi, Berdaulat Dalam Politik, dan Berkepribadian dalam Budaya melalui penyelenggaraan Pendidikan dan Pelatihan yang berkualitas dan terdepan di Kawasan Timur Indonesia”.
Visi Badan Diklat Daerah merupakan penjabaran visi Gubernur Sulawesi Utara. Dengan demikian kata kunci yang menjadi indikator visi Badan Diklat Daerah adalah “penyelenggaraan Pendidikan dan Pelatihan yang terdepan di Kawasan Timur Indonesia”. Maksudnya ialah Badan Pendidikan dan Pelatihan Daerah Provinsi Sulawesi Utara sesuai tugas pokoknya menyelenggarakan berbagai kegiatan diklat, baik diklat penjenjangan (kepemimpinan) maupun diklat-diklat teknis dan fungsional guna meningkatkan kualitas sumber daya aparatur di lingkungan Provinsi Sulawesi Utara. Melalui peningkatan kualitas sumber daya aparatur yang kreatif dan inovatif, akan menjadi salah satu daya ungkit yang menunjang proses reformasi birokrasi di daerah dalam memantapkan prinsip Good Governance (Tata Kelola Pemerintahan yang baik) yang bebas korupsi, kolusi, dan nepotisme. Hal ini akan mendorong pengejawantahan misi ke 7, mewujudkan Sulawesi Utara yang berkepribadian melalui tata kelola pemerintahan yang baik. Untuk optimalnya penyelenggaraan tugas pokok ini Badan Diklat Daerah harus mampu mengembangkan kapasitas kelembagaan yang bertumpu pada 3 (tiga) pilar: tenaga kediklatan, program diklat, dan sarana prasarana diklat. Pengembangan pilar-pilar kediklatan disamping sebagai pemenuhan tuntutan
lingkungan strategis, juga dalam rangka mewujudkan “Akeditasi A”
lingkungan strategis, juga dalam rangka mewujudkan “Akeditasi A”