• Tidak ada hasil yang ditemukan

FEED BACK (umpan balik)

5.3. STRATEGI YANG EFEKTIF DALAM KOMUNIKASI

Dalam rangka penerapan media komunikasi diperlukan suatu strategi yang merupakan penjabaran secara khusus dari pemilihan media komunikasi tersebut yang masih terurai secara umum. Strategi ini merupakan rangkaian faktor yang harus diperhatikan dalam upaya efektivitas media komunikasi dilakukan.

Strategi pada hakekatnya adalah perencanaan (planning) dan manajemen untuk mencapai suatu tujuan. Akan tetapi untuk mencapai tujuan tersebut, strategi tidak berfungsi sebagai peta jalan yang hanya menunjukkan arah saja, melainkan harus mampu menunjukkan bagaimana taktik operasionalnya.

Demikian pula dengan strategi komunikasi yang merupakan panduan perencanaan komunikasi (communication planning) dan manajemen (management) untuk mencapai tujuan yang telah ditetapkan. Ada 3 (tiga) tujuan utama strategi komunikasi:

1. to secure understanding, yaitu memastikan bahwa komunikan mengerti pesan yang diterimanya.

2. to establish acceptance, yaitu apabila komunikan sudah dapat mengerti dan menerima, maka penerimanya itu harus dibina.

3. to motivate action, pada akhirnya kegiatan dimotivasikan.

Strategi komunikasi akan efektif apabila sesuai dengan konsep komunikasi yang dinamakan AIDDA, singkatan dari Attention (perhatian), Interest (minat), Desire (hasrat), Decision (keputusan), dan Action (kegiatan).

5.3.1. Strategi pada Media Radio

Beberapa hal yang mampu dilakukan sebagai strategi pada media radio diantaranya adalah sebagai berikut:

Tabel 22. Matriks Strategi pada media radio

Strategi Komunikasi Materi Komunikasi Pesan Komunikasi Sasaran

ƒ Dialog interaktif

ƒ Wawancara khusus ƒ Pengelolaan SDL

ƒ Pelestarian terumbu karang

ƒ Sandiwara radio, oleh tokoh lokal

Pada radio swasta [bersifat komersil] atau radio pemerintah [RRI] semua program acara telah baku berdasarkan standar program yang telah disusun. Hal yang dapat memberikan peluang adalah radio komunitas. Beberapa faktor yang harus diperhatikan dalam melakukan strategi komunikasi yang dilakukan melalui media radio dengan media yang lebih khusus yaitu radio komunitas dapat terbagi dalam faktor internal dan eksternal. Beberapa faktor internal yang dapat di lakukan, antara lain:

1. Memproduksi program acara yang dapat merangsang pendengar dan pemirsa untuk mengatasi masalah lingkungan, hak asasi manusia dan good government.

Sehingga pada acara penyiaran komunitas masyarakat akan banyak mendapatkan contoh dari sebuah program aksi yang dapat dilakukan masyarakat maupun organisasi masyarakat sipil lainnya untuk kemudian disesuaikan isunya, strateginya dan langkah aktivitasnya di komunitas.

2. Memproduksi program acara yang dapat meningkatkan apresiasi terhadap kemajemukan dalam kehidupan bermasyarakat.

3. Memproduksi program yang dapat merangsang pendengar untuk menumbuh kembangkan kemampuan potensial ekonomi dan sumber daya lokal, sehingga pada acara penyiaran komunitas pendengar akan memperoleh keterampilan-keterampilan yang dapat dilakukan dalam skala yang lebih baik dan luas.

Beberapa faktor eksternal agar komunikasi melalui media radio komunitas ini berjalan secara efektif, maka yang harus dilakukan adalah:

1. Mengenali masyarakat sebagai audiens atau masyarakat sekitar penerima informasi.

2. Mengikuti secara terus menerus perkembangan masyarakat sehingga diketahui perubahan pada masyarakat karena masyarakat tumbuh dan berkembang, sangat korelatif dengan: a) ragam informasi yang ingin dikonsumsi, b) cara mengkonsumsi informasi dari radio, c) waktu mengkonsumsi informasi dari radio, dan d) fasilitas yang disediakan radio untuk kemudahan pendengar mendapatkan informasi.

3. Menonjolkan karakter radio dibandingkan dengan media lainnya. Beberapa hal yang dapat diperhatikan antara lain: a) radio mampu melakukan

komunikasi intim yang imajinatif, b) daya langsung, untuk mencapai khalayak radio tidak mengalami proses yang kompleks, c) daya tembus, artinya radio tidak mengenal jarak dan rintangan, dan d) daya tarik radio ini terletak pada tiga unsur (musik, kata-kata, dan efek suara).

5.3.2. Strategi pada Media Film Dokumenter dan VCD Lagu-lagu Daerah Agar komunikasi yang dilakukan efektif melalui film dokumenter dan VCD lagu-lagu daerah ini ada beberapa strategi yang dapat di lakukan sebagaimana pada matriks berikut:

Tabel 23. Matriks strategi pada media film dokumenter dan VCD lagu-lagu daerah Strategi Komunikasi Materi Komunikasi Pesan Komunikasi Sasaran Nonton bareng, film

lingkungan terumbu karang di masyarakat umum melalui VCD di tempat-tempat

lagu-lagu daerah dan SDL di tempat umum

Pelestarian SDL Rasa cinta lingkungan ƒ Masyarakat umum

ƒ Pemerintah daerah

ƒ Anak-anak

ƒ Kaum muda Beberapa hal yang mesti diperhatikan untuk proses pembuatan film dokumenter dan VCD lagu-lagu daerah adalah:

1. Dalam pembuatan film dokumenter ini agar melibatkan penduduk tempatan sebagai pelakon sehingga secara psikologis pesan-pesan penyelamatan terumbu karang yang disampaikan langsung menyentuh komunitas tersebut.

2. Film dokumenter yang diproduksi diupayakan menyampaikan pesan-pesan atau moral film terhadap penyelamatan terumbu karang, yang semakin halus penggarapannya akan semakin baik. Dengan demikian masyarakat tidak akan merasa digurui. Karena hampir semua film mengajari masyarakat bagaimana bergaul dan bertingkah laku dengan manusia dan lingkungannya melalui film-film yang mereka saksikan.

3. Dalam pembuatan klip VCD lagu-lagu daerah dengan mengambil setting wilayah pantai Natuna yang indah dengan terumbu karangnya. Klip ini dibuat se-artistik mungkin sehingga keindahan itu mempunyai maksud atau makna yang tegas untuk penyelamatan terumbu karang.

5.3.3. Strategi pada Media Luar Ruang (MLR)

Media luar ruang (MLR) agar menjadi efektif, maka strategi komunikasi yang harus dilakukan adalah:

Tabel 24. Matriks strategi pada media luar ruang (MLR)

Strategi Komunikasi Materi Komunikasi Pesan Komunikasi Sasaran Papan informasi

ƒ Pengenalan biota laut

1. Penggunaan teks papan reklame dibatasi hanya untuk pesan saja dan penekanan media ini adalah pada seni (gambar-gambar). Karena meskipun memiliki daya lihat yang tinggi tapi waktu lihatnya sangat singkat yaitu 5-10 detik saja.

2. Majalah dinding (mading) yang sudah tersedia, beberapa tempat (space) digunakan untuk memasang poster dengan pesan penyelamatan terumbu karang. Pada panel poster ini gambar dicetak pada sejumlah lembaran kertas lebar. Lembaran-lembaran ini kemudian ditempelkan seperti wallpaper pada mading yang disediakan oleh desa atau kelurahan tersebut.

3. Menciptakan pesan yang memiliki “conversation value” tinggi sehingga menjadi slogan dan buah bibir masyarakat, seperti “Terumbu Karang Adalah Keluarga Kita”, “Jangan Sakiti Kami” dan lain sebagainya.

5.3.4. Strategi pada Media Penyuluhan

Pada media penyuluhan, beberapa strategi dalam penyuluhan yang dilakukan agar menjadi efektif, antara lain:

Tabel 25. Matrik strategi pada media penyuluhan

Strategi Komunikasi Materi Komunikasi Pesan Komunikasi Sasaran Pertemuan masyarakat 1. Mengidentifikasi dan memilih tokoh-tokoh masyarakat yang tepat yang

benar-benar menjadi panutan dalam masyarakat seperti kepala suku, tokoh agama, ketua organisasi, dll. Membekali mereka dengan pengetahuan tentang pentingnya penyelamatan terumbu karang di daerah masing-masing. Seluruh upaya untuk suksesnya program ini dipusatkan pada kemampuan mereka dalam melakukan komunikasi yang persuasif.

2. Menciptakan pembentuk opini dengan cara merekrut generasi-generasi muda yang dinamis dan memiliki kemampuan komunikasi yang baik untuk menyebarkan pesan-pesan penyelamatan terumbu karang ini pada setiap kesempatan (kegiatan-kegiatan) sosial masyarakat.

3. Membuat forum rutin yang memberikan informasi tentang perkembangan lingkungan hidup, khususnya masalah-masalah terumbu karang dan kelautan lainnya. Sehingga masyarakat dapat berdiskusi serta berbagi pengalaman melalui forum tersebut.

5.3.5. Strategi untuk Sosialisasi Pada Usia Dini

Biasanya anak-anak memproyeksikan diri mereka pada tokoh-tokoh idolanya dan mencari permainan yang membuat mereka dapat berkumpul dengan teman-temannya, untuk itu strategi komunikasi yang dapat kita gunakan adalah:

Tabel 26. Matriks strategi untuk sosialisasi pada usia dini

Strategi Komunikasi Materi Komunikasi Pesan Komunikasi Sasaran Kunjungan ke sekolah Pengetahuan

lingkungan SDL

Mengadakan komik untuk anak-anak dengan para pahlawan (super hero) lingkungan hidup. Mengeksplorasi budaya masyarakat yang berhubungan dengan kehidupan bahari sehingga tercipta aktifitas-aktifitas yang dapat menggiring anak-anak kepada kehidupan untuk mencintai lingkungannya.

BAB 6

RENCANA TINDAK LANJUT MEDIA KOMUNIKASI

Dokumen terkait