• Tidak ada hasil yang ditemukan

Strategi Global Eliminasi Rabies

I. LATAR BELAKANG

1.1. Strategi Global Eliminasi Rabies

Suatu dokumen yang berjudul “Zero by 30 - The Global Strategic Plan to end human deaths from dog-mediated rabies by 2030” telah berhasil disusun tahun 2018 oleh WHO, OIE, FAO dan GARC dengan sasaran mengeliminasi rabies pada manusia yang ditularkan oleh anjing tahun 2030.

Pencapaian sasaran dapat dicapai utamanya dengan pemberian profilaksis pasca pajanan (PEP) masif, dan eliminasi rabies pada anjing. Sasaran ini sangat sejalan dengan United Nations Sustainable Development Goals (UN SDGs) 3 yaitu memastikan kehidupan yang sehat dan mempromosikan kesejahteraan untuk semua golongan umur (WHO 2018c).

“Zero by 30” merupakan rencana strategis global untuk mengkoordinasikan respon pencegahan rabies, integrasi penguatan sistem kesehatan manusia dan hewan, dalam rangka mencapai populasi dunia yang paling tidak terlayani dengan cara mengikutsertakan, memberdayakan dan memampukan seluruh negara untuk mengarahkan dan memperkuat upaya eliminasi rabies.

Bebas rabies pada manusia yang ditularkan oleh anjing adalah suatu barang publik global (global public good)1. Empat rasional kunci yang digunakan dalam menilai mengapa dibutuhkan investasi untuk eliminasi rabies tahun 2030 diuraikan dibawah ini (WHO 2015a).

Rasional 1: Rabies adalah masalah utama kesehatan masyarakat yang secara tidak seimbang membebani masyarakat pedesaan yang miskin.

Sebagian besar (99%) dari kematian manusia terjadi di Afrika dan Asia dimana rabies pada anjing dikendalikan secara buruk dan mempengaruhi secara tidak proporsional masyarakat miskin di pedesaan, dimana akses terhadap PEP terbatas atau bahkan tidak ada (Knobel D.L. et al. 2005;

WHO 2013; Hampson K. et al., 2015; Sambo M. et al. 2013).

Rasional 2: Rabies dapat dicegah meskipun mematikan.

Rabies adalah penyakit yang 100% dapat dicegah dengan vaksin meskipun mematikan.

Kematian dapat dihindari dengan PEP, tetapi dengan intervensi ini saja tidak akan bisa

1 Barang publik global (global public goods) adalah semua barang yang dapat diakses oleh semua negara tetapi tidak memiliki kepentingan individu dalam menghasilkannya. Konsep ‘barang publik’ dihubungkan dengan kebijakan ekonomi. Meskipun demikian, saat ini konsep telah berevolusi tidak hanya dari konsep nasional menjadi global, tetapi juga dari suatu konsep yang semata-mata diterapkan untuk produksi barang menjadi sesuatu yang meliputi isu-isu sosial (edukasi, lingkungan dan sebagainya) dan hak-hak dasar, termasuk hak untuk akses kepada kesehatan dan pangan (Eloit M. 2012).

3 mengeliminasi rabies, akan tetapi hanya akan meningkatkan biaya dari waktu ke waktu (Kasempimolporn S. 2008; Zinsstag J. et al., 2009).

Rasional 3: Rabies pada manusia yang ditularkan oleh anjing dapat dieliminasi dengan vaksinasi anjing.

Rabies dapat dicegah pada sumbernya yaitu dengan vaksinasi anjing. Tidak ada lagi kematian manusia akibat rabies dapat dicapai dengan mengeliminasi rabies pada anjing melalui kampanye vaksinasi massal anjing, yang didukung dengan perbaikan akses terhadap PEP (WHO 2013).

Penurunan kematian manusia akibat rabies sangat erat kaitannya dengan penurunan kasus rabies pada anjing, dan telah diperlihatkan di seluruh negara Amerika Latin dan didemonstrasikan oleh proyek-proyek eliminasi rabies di Afrika dan Asia.

Rasional 4: Eliminasi rabies adalah mungkin.

Eliminasi rabies yang ditularkan oleh anjing secara global adalah mungkin. Sementara sektor kesehatan manusia perlu mengambil peran kunci dalam mencegah kematian akibat rabies, peran dari sektor kesehatan hewan adalah sangat penting dalam mengeliminasi rabies anjing pada sumbernya. Pengendalian rabies adalah suatu uji kasus yang efektif untuk pelaksanaan aksi-aksi

‘One Health’2 yang memerlukan kerjasama efektif antara sektor kesehatan manusia dan kesehatan hewan (WHO 2015b; Lankester F. et al. 2014; Bank W. 2012).

Rencana strategis global menetapkan perubahan sosial yang diperlukan untuk mencapai nol kematian manusia akibat rabies tahun 2030 dengan 3 (tiga) tujuan sebagaimana diuraikan dibawah ini (lihat Gambar 5) (WHO 2018c).

TUJUAN 1:

Menggunakan vaksin, obat-obatan, alat dan teknologi secara efektif untuk mereduksi risiko rabies bagi manusia melalui peningkatan kesadaran dan edukasi, peningkatan akses ke perawatan kesehatan, obat-obatan dan vaksin untuk populasi yang berisiko dan vaksinasi anjing.

TUJUAN 2:

Menghasilkan, menginovasi dan mengukur dampak melalui kebijakan, pedoman dan tata laksana pemerintahan yang efektif dengan mengharmonisasikan rekomendasi-rekomendasi, kerangka dan strategi-strategi internasional lewat penguatan kapasitas negara-negara; dan memastikan ketersediaan data yang dapat dipercaya untuk memungkinkan pengambilan keputusan yang efektif dengan mendorong penggunaan teknologi dan inovasi kesehatan, dan alat-alat yang dapat digunakan oleh negara-negara untuk memonitor data, memperkuat kapasitas surveilans dan mengintegrasikan sistem pelaporan.

TUJUAN 3:

Mempertahankan komitmen dan sumber daya melalui keterlibatan berbagai pemangku kepentingan (multi stakeholder) dan mendemonstrasikan dampak kegiatan yang telah selesai di bawah kolaborasi ‘United Against Rabies’ (UAR) terhadap program-program nasional, regional dan global. Kolaborasi UAR terdiri dari WHO, OIE, FAO, dan GARC.

2 Menangani risiko kesehatan pada keterkaitan antara manusia, hewan dan lingkungan yang dibagikan bersama melalui kolaborasi lintas sektoral dan multidisiplin (WHO 2015a).

4 Gambar 5. Tiga tujuan dalam rencana strategis global untuk terlaksananya perubahan sosial mencapai bebas rabies

tahun 2030

Rencana strategis global tersebut menggunakan pendekatan pragmatis dengan membagi proses pencapaian sasaran nol kematian manusia akibat rabies tahun 2030 menjadi 3 (tiga) tahap (lihat Gambar 6) (WHO 2018c).

Ketiga tahap tersebut adalah:

TAHAP 1 (2018-2020): AWAL (START UP)

Tahap 1 akan melibatkan 29 negara dimana dibangun suatu fondasi yang kuat untuk eliminasi rabies dengan mempersiapkan alat-alat dan struktur untuk mengkatalisasi aksi. Kegiatan inti meliputi dukungan negara-negara untuk menyiapkan rencana eliminasi rabies nasional dengan pendekatan One Health yang kuat, dianggarkan, efektif dan berkelanjutan; dan juga memfasilitasi peleburan rencana ini ke dalam upaya-upaya regional terkoordinasi untuk mencapai sasaran global nol kematian pada manusia akibat rabies tahun 2030.

TAHAP 2 (2021-2025): PENINGKATAN (SCALE UP)

Tahap 2 akan melibatkan 52 negara tambahan, sehingga mencakup sebagian besar negara-negara endemik dalam upaya eliminasi rabies. Dengan menggunakan fondasi kuat yang dibangun pada Tahap 1, disaring dan ditingkatkan dengan pembelajaran dan pengalaman untuk memperluas upaya global. Selama fase ini, negara-negara yang terlibat dalam Tahap 1 akan terus didukung, mempromosikan adanya penganggaran dan program-program nasional yang berkelanjutan. Fokus pada tahap ini adalah mempertajam rencana eliminasi regional dengan memobilisasi negara-negara untuk secara bersama-sama, membangun dan melaksanakan strategi di wilayahnya menuju nol kematian manusia akibat rabies tahun 2030.

TAHAP 3 (2026-2030): PENGHENTIAN (MOP UP)

Tahap 3 dimana negara-negara tersisa akan diikutsertakan dalam perang mengeliminasi rabies, dan upaya negara-negara terus didukung mengingat komunitas, bangsa dan regional akan

5 menyelesaikan pencapaian sasaran dalam fase ini. Pembelajaran yang diperoleh pada Tahap 1 dan Tahap 2 adalah vital untuk memastikan kesuksesan dari fase terakhir ini mengingat 19 negara sisa akan didorong menuju eliminasi rabies. Pada tahap ini akan dimanfaatkan seluruh pencapaian yang diperoleh dari dua fase pertama dan membuat nol kematian manusia akibat rabies tahun 2030 menjadi kenyataan.

Gambar 6. Pendekatan tiga tahap untuk mencapai sasaran bersama tahun 2030