• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB II DESKRIPSI TEORI, KERANGKA BERPIKIR DAN

A. Deskripsi Teoritik

4. Strategi Guided Note Taking (GNT)

Strategi pembelajaran merupakan kegiatan yang dipilih yang dapat memberikan fasilitas atau bantuan kepada peserta didik untuk mencapai tujuan pembelajaran. Strategi dapat diartikan sebagai pola-pola umum tentang kegiatan guru dan siswa dalam kegiatan belajar mengajar untuk mencapai tujuan yang telah digariskan atau ditetapkan.32

Sedangkan strategi dalam dunia pendidikan, diartikan sebagai a plant method, or series of actifities designed to acheaves a particular educational goal.33 Yaitu sebuah penciptaan metode atau seri aktifitas yang didesain untuk mencapai tujuan pendidikan tertentu.

Sanjaya menyatakan bahwa “strategi merupakan pola umum rentetan kegiatan yang harus dilakukan untuk mencapai tujuan tertentu”.34 Hal ini merupakan tindakan guru dalam melaksanakan rencana pembelajaran. Artinya, berkaitan dengan usaha guru dalam menggunakan beberapa variabel pembelajaran seperti: tujuan, bahan, metode, dan alat serta evaluasi.

Kesimpulannya, strategi pembelajaran dapat diartikan sebagai perencanaan yang berisi tentang rangkaian kegiatan yang didesain untuk mencapai tujuan pendidikan tertentu.

Strategi pembelajaran sifatnya masih konseptual dan untuk mengimplementasikannya digunakan berbagai metode pembelajaran tertentu. Metode pembelajaran dapat diartikan sebagai cara yang

32

Syaiful Bahri Djamarah, Aswan Zain, Strategi Belajar Mengajar, (Jakarta: PT Asdi Mahasatya, 2002), Cet. II, h. 5.

33

Sanjaya, op. cit., h. 126.

34

Wina Sanjaya, Pembelajaran dalam Implementasi Kurikulum Berbasis Kompetensi, (Jakarta: Kencana Prenada Media Group, 2005), Cet. III, Edisi I, h. 99.

digunakan untuk mengimplementasikan rencana yang sudah disusun dalam bentuk kegiatan nyata dan praktis untuk mencapai tujuan pembelajaran. Terdapat beberapa metode pembelajaran untuk mengimplementasikan strategi pembelajaran, diantaranya: ceramah, demonstrasi, dan diskusi.

Metode pembelajaran dijabarkan ke dalam teknik dan gaya pembelajaran. Dengan demikian, Teknik pembelajaran dapat diartikan sebagai cara yang dilakukan seseorang dalam mengimplementasikan suatu metode secara spesifik. Misalnya, penggunaan metode ceramah pada kelas dengan jumlah siswa yang relatif banyak membutuhkan teknik tersendiri, yang tentunya secara teknis akan berbeda dengan penggunaan metode ceramah pada kelas yang jumlah siswanya terbatas. Seperti telah diketahui bahwa pembelajaran dengan ceramah merupakan bagian dari pembelajaran konvensional. Pada metode ini, pengajaran disampaikan secara lisan oleh guru kepada siswa. Pada prosesnya cenderung hanya terjadi komunikasi satu arah yaitu guru ke siswa. Guru sebagai transmitter dan siswa sebagai receiver.

Ceramah sebagai metode pembelajaran mempunyai keunggulan dan kelemahan, agar keefektifan pembelajaran dengan metode ceramah lebih meningkat, selain memanfaatkan keunggulannya, juga diupayakan agar kelemahan-kelemahannya diatasi. Salah satunya adalah dengan menggunakan teknik Guide Note Taking.

b. Pengertian Teknik GNT

Teknik GNT yaitu guru menyiapkan bagan atau skema atau yang lain yang dapat membantu peserta didik dalam membuat catatan-catatan ketika guru menerangkan.35 GNT atau catatan terbimbing dikembangkan agar metode ceramah guru mendapat perhatian siswa.

35

Hisyam Zaini, Bermawy Munthe, dan Sekar Ayu Aryani, Strategi Pembelajaran Aktif,

Ada banyak bentuk atau pola yang dapat dikerjakan untuk strategi ini, salah satunya dan yang paling sederhana adalah mengisi titik-titik.

Pembelajaran kooperatif dengan teknik ini dilakukan dengan ceramah atau presentasi dari guru. Akan tetapi, siswa diajak untuk berperan aktif dengan cara poin-poin penting dalam pembelajaran dibuat kosong atau guru tidak memberikan definisinya secara lengkap sehingga peran siswa hanya membaca dan kemudian menghafal.

Pada teknik ini pembelajaran diawali dengan memberikan bahan ajar misalnya berupa handout dari materi ajar yang disampaikan dengan metode ceramah kepada peserta didik. Mengosongi sebagian poin-poin yang penting sehingga terdapat bagian yang kosong dalam handout tersebut. Beberapa cara yang dapat dilakukan adalah mengosongkan istilah atau definisi dan menghilangkan beberapa kata kunci.36

Guru menjelaskan kepada peserta didik bahwa bagian yang kosong dalam handout memang sengaja dibuat agar siswa tetap berkonsentrasi mengikuti pembelajaran. Selama ceramah berlangsung peserta didik diminta mengisi bagian-bagian yang kosong tersebut. Setelah penyampaian materi dengan ceramah selesai, guru meminta peserta didik untuk membacakan kembali handoutnya yang sudah dilengkapi.

c. Prosedur GNT

Adapun prosedur atau langkah-langkah dalam penerapan GNT adalah sebagai berikut:37

a. Persiapkan sebuah handout yang mengikhtisarkan poin-poin penting dari sebuah pelajaran yang disampaikan dengan ceramah yang diberikan oleh guru.

b. Sebagai ganti memberikan teks yang lengkap, tinggalkan bagian-bagian teks itu kosong.

36

Suprijono, op. cit.., h. 105.

37

Melvin L. Silberman, Active Learning 101 Strategi Pembelajaran Aktif, (Yogyakarta: Pustaka Insan Madani, 2013), Cet. VIII, Edisi Revisi, h. 123.

c. Beberapa cara melakukan hal ini meliputi:

 menyediakan sejumlah istilah dan definisi; biarkan istilah itu atau definisinya kosong.

Contoh:

...; sebuah gambar bersisi lima.

 Tinggalkan satu atau lebih dari sejumlah poin itu kosong. Contoh:

1) Ciri-ciri makhluk hidup a) Bernafas

b) Memerlukan Nutrisi c) ... d) ... e) Tumbuh dan berkembang f) ...

2) Semua makhluk hidup peka terhadap perubahan yang terjadi di lingkungannya (...). Makhluk hidup dilengkapi dengan ... yang peka terhadap rangsang. Seperti panas, dingin, tekanan dan sentuhan.

d. Bagikan handout kepada peserta didik. Jelaskan bahwa blangko-blangko itu untuk membantu mereka mendengarkan secara aktif pelajaran yang disampaikan dengan ceramah.

Supaya model handout tidak monoton maka dibuatlah variasi sebagai upaya untuk membuat siswa menjadi lebih aktif, informasi tidak mengandalkan kepada guru, dan mengajak siswa untuk serta merta mencari dari sumber lain, dengan memberikan sebuah kertas kerja yang menyediakan sub-sub topik utama dari materi. Tinggalkan sejumlah besar ruang untuk catatan. Contohnya sebagai berikut:

Gerak pada makhluk hidup dibedakan menjadi dua yaitu: 1). Gerak aktif :

Tabel 2.3

Perbedaan Model Pembelajaran STAD dengan Teknik GNT dan Model Pembelajaran STAD tanpa GNT

Kegiatan Tahap STAD + GNT STAD - GNT

Awal Pembukaan Guru mengkondisikan kelas

Guru mengkondisikan kelas

Absensi Guru mengabsen siswa

Guru mengabsen siswa

Motivasi Guru memberikan motivasi Guru memberikan motivasi Guru menyampaikan tujuan pembelajaran. Guru menyampaikan tujuan pembelajaran. Guru menjelaskan prosedur pembelajaran STAD dengan strategi GNT.

Guru menjelaskan prosedur pembelajaran STAD.

Apersepsi Guru memberikan apersepsi Guru memberikan apersepsi Inti Pembagian Kelompok Guru membagi kelompok yang berjumlah 4-5 siswa. Guru membagi kelompok yang berjumlah 4-5 siswa. Guru membagikan handout GNT - Presentasi Kelas Guru menjelaskan materi dengan ceramah dan siswa memperhatikan dan melengkapi catatan dalam handout GNT.

Guru menjelaskan materi dengan ceramah dan siswa menyimak penjelasan guru.

Guru meminta siswa berdiskusi dengan teman sebangku untuk melengkapi handout GNT.

-Guru meminta siswa membacakan kembali handout yang sudah dilengkapi dari penjelasan guru.

-

Belajar kelompok

Guru meminta siswa bergabung dengan kelompoknya.

Guru meminta siswa bergabung dengan kelompoknya. Guru membagikan LKS. Siswa berdiskusi dengan kelompoknya

“Guru memberikan instruksi kepada setiap anggota kelompok untuk kerja sama, berdiskusi ketika mengerjakan lembar kerja. Anggota yang lebih mengerti menjelaskan kepada anggota lainnya sampai semua anggota dalam kelompok mengerti. Guru memperhatikan dan membimbing aktivitas siswa setiap kelompok

STAD.”

untuk mengerjakan LKS.

“Guru memberikan

instruksi kepada setiap anggota kelompok untuk kerja sama, berdiskusi ketika mengerjakan lembar kerja. Anggota yang lebih mengerti menjelaskan kepada anggota lainnya sampai semua anggota dalam kelompok mengerti. Guru memperhatikan dan membimbing aktivitas siswa setiap

kelompok STAD.”

Guru meminta siswa mengumpulkan LKS hasil kerja kelompok.

Guru meminta siswa mengumpulkan LKS hasil kerja kelompok.

Kuis

Guru mengadakan tes individu atau kuis.

Guru mengadakan tes individu atau kuis. Guru meminta siswa

untuk mengerjakan kuis dengan tenang dan bertanggungjawab

Guru meminta siswa untuk mengerjakan kuis dengan tenang dan bertanggungjawab . Guru mengamati

aktivitas kuis yang dilakukan siswa dan menegur siswa jika terjadi kecurangan dalam penyelesaian kuis.

Guru mengamati aktivitas kuis yang dilakukan siswa dan menegur siswa jika terjadi kecurangan dalam penyelesaian kuis.

Guru meminta siswa untuk mengumpulkan jawaban kuis

Guru meminta siswa untuk mengumpulkan jawaban kuis

Guru mengacak lembar jawaban kuis dan diberikan kepada siswa lain untuk bertukar koreksi.

Guru mengacak lembar jawaban kuis dan diberikan kepada siswa lain untuk bertukar koreksi. Pemberian Skor Individu Guru mengumumkan perolehan nilai individu Guru mengumumkan perolehan nilai individu

hargaan Kelompok perolehan skor kelompok perolehan skor kelompok Guru mengumumkan prestasi kelompok. Guru mengumumkan prestasi kelompok. Penutup Guru memberikan

kesimpulan. Guru memberikan kesimpulan. Guru memberikan penghargaan kepada kelompok berprestasi Guru memberikan penghargaan kepada kelompok berprestasi

Dokumen terkait