BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN
A. Temuan Penelitian
3. Strategi Guru Bimbingan dan Konseling dalam menanggulangi
Pesatnya perkembangan teknologi tidak hanya menimbulkan dampak positif terhadap kehidupan manusia, tetapi juga banyak menimbulkan berbagai dampak negatif. Banyak orang yang menggunakan teknologi seperti handphone dan alat lainnya sehingga menimbulkan efek yang berbentuk dalam mengabaikan orang yang ada di sekitarnya seperti keluarga, saudara dan teman.Hal ini dapat merusak mental maupun fisik si pengguna.Oleh karena itu perlu sekiranya ada strategi penanggulangan atas meretasnya dampak negatif tersebut.
Guru bimbingan konseling MAS Al-Harbi mempunyai pandangan yang berbeda tentang sifat manusia, pribadi manusia, kondisi manusia, dan lain-lain. Pandangan tentang manusia akan melahirkan konsep dan landasan filosofis mengenai bimbingan dan konseling yang sesuai dengan pendekatannya. Adanya strategi guru bimbingan dan konseling dalam menanggulangi pengaruh negatif perkembangan teknologi informasidi MASAl-Harbi dapat mengantarkan siswa pada pencapaian standar dan kemampuan profesional dan akademis, serta perkembangan diri yang sehat dan produktif.
Ketika peneliti melakukan wawancara kepada salah seorang informal, dengan sebuah pertanyaan yang berkaitan dengan bagaimana pengaruh negatif perkembangan teknologi informasi di MAS Al-HArbi Kecamatan Rambatan tersebut.Maka peneliti mendapatkan informasi bahwa pengaruh negatif dari berkembangan kemajuan teknologi informasi di MASAl-Harbi berbentuk kepada sikap siswa yang hanya mementingkan diri sendiri.Siswa menjadi pribadi yang kaku dan tidak bisa berbaur dengan baik.Hal ini menjadikan siswa sebagai pribadi yang tertutup.Bentuk pengaruh yang paling besar terletak pada kebebasan menggunakan HP, oleh karna itu maka didalam lingkungan sekolah setiap siswa tidak boleh dan sangat dilarang membawa HP, karena akan menganggu kegiatan pembelajaran yang sedang berlangsung, dimana
siswa biasanya asyik dengan HP yang dipegangnya dari pada memperhatikan pelajaran yang diberikan oleh guru. Apabila ada diantara siswa yang ternyata kedapatan memiliki dan membawa HP kedalam lingkungan sekolah maka HP siswa tersebut akan disita dan akan dipanggil orang tua siswa ataupun wali dari siswa tersebut jika permasalahan tersebut terus-terusan berlanjut.
Dilarang penggunaan HP bagi para siswa, dan pelarangan untuk membawa HP di sekolah berdasarkan kerjasama antara pihak sekolah dengan wali murid, yang mana orang tua dan guru beranggapan bahwa HP berdampak negatif saat di sekolah, yang menyebabkan siswa tidak memperhatikan mata pelajaran yang diajarkan oleh guru, oleh karna itu maka penggunaan HP sangat dilarang dilingkungan sekolah
Cara penanggulangan pengaruh negatif teknologi informasi yang dilakukan adalah dengan memberikan masukan serta pemahaman yang mendalam bagi para siswa agar para siswa mampuh menjaga diri agar tidak mudah terpengaruh oleh berbagai hal yang ditawarkan oleh berbagai hal yang ditemui dalam pesatnya kemajuan teknologi tersebut. Karna kita menyadari bahwa tidak setiap anak akan selalu berada didalam pengawasan kita. Maka dari itu kita lakukan dengan memberikan pembekalan pada diri mereka terlebih dahulu.
Berkaitan dengan pertanyaan peneliti mengenai bagaimana cara merumuskan strategi penanggulangan pengaruh negatif teknologi informasi di MAS Al-HArbi Kecamatan Rambatan. Maka informasi yang peneliti dapatkan adalah dengan membuat suatu strategi awal dalam menanggulangi dampak negatif teknologi informasi tersebut, dengan cara merumuskan pemahaman kepada anak didik tentang cara menggunakan teknologi yang baik dan tidak melanggar etika, sehingga teknologi dapat digunakan sebagai alat informasi yang dapat menopang keberlangsungan hidup yang megarahkan kepada hal-hal positif
Berdasarkan hasil wawancara yang peneliti lakukan tersebut maka dapat disimpulkan bahwa guru bimbingan dan konseling tidak memungkiri
bahwa kemajuan teknologi informasiyang berkembang saat ini tidaklah merupakan sesuatu yang selalu bersifat negatif. Karna dalam perkembangan dunia teknologi dan informasi juga banyak memiliki berbagai manfaat apabila kemajuan-kemajuan tersebut di filter dan dipergunakan dengan baik.
Dampak negatif teknologi informasi akan mengingatkan kepada semua khalayak bahwasannya teknologi informasi bukanlah segalanya. Tetapi teknologi informasi adalah ibarat pisau bermata dua, yang apabila tidak dipergunakan dengan baik akan melukai setiap insan yang ingin memanfaatkanya, di sinilah letak strategi guru untuk menanggulangi dampak negatif teknologi informasitersebut.
Ketika peneliti menanyakan tentang apakah Guru Bimbingan dan Konseling tersebut menggunakan konseling individual dalam menganggulangi pengaruh negatif perkembangan teknologi informasi di MAS Al-HArbi Kecamatan Rambatan. Maka sesuai dengan keterangan dari informal tersebut dapat disimpulkan bahwa dalam menganggulangi pengaruh negatif perkembangan teknologi informasi di MAS Al-HArbi Kecamatan Rambatan berawal dengan melakukan sosialisasi di kelas-kelas pada waktu-waktu tertentu, guna melakukan pembinaan keagamaan pada diri anak, yang bisa membantu keberhasilan pendidikan anak berdasarkan akhlak Islam yang terpuji. Membina anak untuk berakhlak terpuji. Selanjutnya siswa akan dibina secara individual guna mengenal lebih dalam tentang metode yang harus digunakan agar siswa dapat terbekali dengan baik guna membatasi pengaruh yang disebabkan oleh kemajuan teknologi informasi di MAS Al-HArbi Kecamatan Rambatan.
Semakin majunya teknologi informasi, semakin banyak juga dampak negatif yang terjadi terhadap kehidupan manusia.Meskipun teknologi informasi mempunyai sisi yang positif, tetap saja ia juga mempunyai sisi negatif. strategi guru dalam menanggulangi pengaruh negatif teknologi informasi dengan pembentukan akhlak secara Islami. Akhlak yang baik dan tingkah laku yang bagus merupakan buah dari iman
yang mantap dan pertumbuhan agama yang benar.Tatkala anak diarahkan berdasarkan iman dan dididik untuk mencintai Allah, takut kepadaNya dan merasakan pengawasanNya, tentu anak selalu terbuka untuk menerima nasehat pendidikan dan juga terbiasa pada akhlak yang utama lagi mulia.
Berkaitan dengan konseling individual, maka peneliti membahas bersama informal tentang masalah apa saja yang ditangani dengan konseling individual tersebut. Maka dapat peneliti temukan bahwa masalah mendasar yang dapat dilakukan dengan metode individual adalah mengenai pribadi anak.Karena kemajuan teknologi berdampak pada pribadi anak yang egois dan sombong.Bisa memiliki ribuan followers pada akun “instagram” saja, anak-anak sudah merasa punya banyak teman. Padahal persahabatan di dunia nyata sangat berbeda dengan persahabatan di dunia maya. Persahabatan perlu dipupuk dengan cara saling memberi salam, bersilaturahmi, saling mengunjungi bila mendapatkan undangan, dan lainnya.
Setelah bimbingan individual telah terjalankan dengan optimal, maka langkah selanjutnya yaitu dengan melakukan bimbingan secara kelompok.Bimbingan kelompok dilakukan dengan strategi untuk menjauhkan anak dari buruknya pengaruh negatif dari kemajuan teknologi dan informasi salah satunya dengan menanamkan rasa empati, kami para guru telah memberikan pemahaman kepada murid agar tumbuh menjadi anak yang memiliki rasa empati yang tinggi.
Berdasarkan hasil paparan dari informal, berkaitan dengan pertanyaan peneliti tentang topik apa saja yang dibahas dalam bimbingan kelompok. Informal menyatakan bahwa pembahasan ketika melakukan bimbingan kelompok lebih menekankkan kepada pembangunan rasa sosial dan peningkatan simpati siswa. Juga dengan menunjukkan pribadi guru yang jauh lebih baik dengan berbagai cara. Karena keberhasilan guru memberikan teladan yang baik dalam setiap perkataan dan perbuatannya, akan mewarnai perilaku siswa, tauladan yang sholih merupakan pondasi
yang pokok dan esensial dalam membangun sisi agama dan akhlak pada siswa.
Strategi guru dalam menanggulangi pengaruh negatif perkembangan teknologi informasi melalui pembentukan sikap. Berkembangnya Teknologi Informasi pada saat ini sedikit banyak akan berpengaruh terhadap kehidupan manusia, termasuk terhadap sikap. Pengaruh tersebut tidak hanya berlaku bagi orang dewasa, tetapi juga remaja dan anak-anak.Sikap menentukan jenis atau tabiat tingkah laku dalam hubungan dengan perangsang yang relevan, orang-orang atau kejadian-kejadian.
Ketika keterangan tentang bimbingan kelompok telah peneliti dapatkan, maka selanjutnya peneliti menanyakan apakah informal menggunakan bimbingan klasikal dalam menanggulangi pengaruh negatif perkembangan teknologi di MAS Al-HArbi Kecamatan Rambatan.Maka sesuai dengan keterangan Guru Bimbingan dan Konseling sebagai informal, informal tersebut menjawab bahwa bimbingan klasikal yang digunakan yaitu berupa pemberian layana informasi kepada siswa tentang dampak positif dan negatif perkembangan teknologi.Pengaruh teknologi informasi bisa mewarnai sikap siswa, terbukti anak lebih bisa menjaga sikap dan menentukan langkah hidupnya dengan tidak membawa HP di sekolah.
Karena kebijakan dari sekolah, siswa tidak lagi menggunakan teknologi pada hal-hal yang negatif, namun lebih menggunakan teknologi untuk menunjang tugas-tugas yang ada di sekolah.Strategi Guru Bimbingan dan Konseling dalam menanggulangi pengaruh negatif teknologi dengan jalan pembentukan perilaku. Perilaku di MAS Al-HArbi Kecamatan Rambatan yaitu siswa harus memilih perilaku mana yang mesti dilakukan, maka yang bersangkutan akan memilih alternatif perilaku yang akan membawa manfaat yang sebesar-besarnya bagi yang bersangkutan. Dengan kemampuan memilih ini berarti faktor berpikir berperan dalam menentukan pemilihannya. Dengan pembentukan perilaku siswa jadi lebih mengerti dalam memilih hal-hal yang bermanfaat bagi siswa itu apa, jadi
siswa tidak menggunakan teknologi informasi ke hal-hal yang negatif, melainkan digunakan untuk hal-hal yang positif, demi menunjang tugas-tugas yang diberikan di sekolah.
Sejauh ini MAS Al-Harbi belum pernah melakukan alih tangan kasus karena belum ada permasalahan siswa yg perlu untuk di alih tangan kasuskan. MAS Al-Harbi terkadang mendatangkan pihak aparatur pemerintah untuk mengadakan pertemuan dan hasil dari pertemuan itu di sampaikan kepada siswa agar siswa lebih berhati-hati dalam memilih apa-apa yang akan dia kerjakan termasuk dalam hal memfilter kemajuan teknologi informasi. Hal tersebut peneliti dapatkan ketika peneliti bertanya tentang apakah informal melakukan alih kasus dalam menanggulangi pengaruh negatif teknologi informasi di MAS Al-HArbi Kecamatan Rambatan
Ribuan anak Indonesia telah menjadi korban kejahatan kemajuan teknologi dan informasi terkhusus pada kemajuan akses internet.Begitu pentingnya peran orang tua, guru, dan pemerintah guna melindungi anak-anak dari efek negatif yang datang dari kemajuan teknologi tersebut. Pemanfaatan internet seharusnya dilakukan secara baik dalam arti tepat guna, aman sesuai dengan etika, budaya, dan norma yang berlaku.
1. Pendekatan yang dilakukan guru dalam menanggulangi pengaruh negatif perkembangan teknologi informasi di MASAl-Harbi
Perkembangan teknologi informasi begitu pesat.Keahlian anak-anak dalam menguasai teknologi juga semakin pesat.Perkembangan teknologi ini membawa dampak positif.Sistem pembelajaran di sekolah menjadi lebih menarik dengan hadirnya animasi yang edukatif, software-software baru bermunculan sehingga memudahkan anak untuk membuat karya kreatif, informasi dapat sampai ke masyarakat dengan lebih cepat, dan masih banyak lagi dampak positif lainnya.Dibalik semua itu, tentu saja ada pula dampak negatifnya.
Madrasah merupakan suatu lembaga yang membantu bagi terciptanya cita-cita keluarga dan masyarakat, khususnya dalam bidang
pendidikan dan pengajaran yang tidak dapat dilaksanakan secara sempurna di dalam rumah dan lingkungan masyarakat. Madrasah tidak hanya bertanggung jawab memberikan berbagai macam ilmu pengetahuan, tetapi juga memberikan bimbingan, pembinaan dan bantuan terhadap anak-anak yang bermasalah, baik dalam mengajar, emosional maupun sosial sehingga dapat tumbuh dan berkembang secara optimal sesuai dengan potensi masing-masing.
Pendekatan yang dilakukan dalam menanggulangi pengaruh negatif teknologi informasi dengan melalui pendekatan yang pas pada karakteristik siswa, bila memungkinkan pihak madrasah memanggil wali siswa dan siswa guna kelancaran, biar siswa jera untuk berbuat jelek, dan cenderung dalam hidupnya senantiasa berbuat baik.
Ketika peneliti menanyakan tentang apakah informal memiliki pendekatan khusus dalam menanggulangi pengaruh negatif kemajuan teknologi informasi di MAS Al-HArbi Kecamatan Rambatan. Maka berdasarkan pemaparan dari informal tersbut, maka peneliti dapatkan keterangan bahwa pendekatan khusus yang dilakukan dalam manggulangi pengaruh negatif teknologi informasi dengan melalui pendekatan pembiasan, keteladanan, emosional dan sebagainya yang sesuai dengan karakteristik siswa, bahkan apabila memungkinkan memanggil orangtua siswa dan siswa ke kantor guna berhasilnya strategi penanggulangan pengaruh negatif tersebut.
Pertanyaan: Bagaimana cara bapak/ibuk melaksanakan pendekatan dalam menanggulangi pengaruh negatif teknologi informasi di MAS Al-HArbi Kecamatan Rambatan?
Proses penanggulangan pengaruh negatif teknologi informasi terhadap siswa, guru melakukan pendekatan sesuai dengan situasi dan kondisi siswa yang digunakan guru dengan (1) menumbuhkan pembentukan kebiasaan berakhlak mulia dan beradat kebiasaan yang baik. (2) membiasakan diri berpegang teguh pada akhlak mulia. (3) membiasakan bersikap ridho, optimis, percaya diri, menguasai emosi dan
sabar. (4) membimbing kearah yang sehat yang dapat membantu mereka berinteraksi sosial yang baik, suka menolong, sayang kepada yang lemah dan menghargai orang lain. (5) membiasakan bersopan santun dalam berbicara dan bergaul dengan baik disekolah maupun di luar sekolah. (6) selalu tekun beribadah dan mendekatkan diri kepada Allah dan bermu’amalah dengan baik.
Strategi penanggulangan yang dilakukan dengan melalui pendekatan khusus, yaitu siswa diajak untuk membiasakan bersikap ridho, optimis, membiasaan bersikap sopan santun dalam berbicara dan bergaul.Mengajak anak untuk dapat bersosialisasi terhadap lingkungan pesantren juga merupakan strategi yang dilakukan pihak sekolah dalam bentuk pendekatan terhadap anak agar anak tidak terpengaruh terhadap hal-hal negatif yang didapati dari kemajuan teknologi dan informasi.Salah satu strategi yang sering dilakukan oleh sekolah adalah dengan mengajak anak untuk ikut serta dalam berbagai kegiatan masyarakat disekitar sekolah. Seperti berdoa dirumah-rumah, takziah, acara pernikahan dan berbagai acara-acara lainnya
Perkembangan teknologi membawa dampak negatif dalam hal kehidupan sosial anak.Banyak anak-anak menjadi pribadi yang “anti sosial”.Mereka terlalu cuek dengan lingkungan sekitar. Padahal di masa depan mereka, mereka harus menghadapi banyak orang dengan aneka pribadi. Tugas orang tua, guru dan masyarakat yaitu harus bisa mengarahkan anak agar memiliki pribadi yang “pro sosial”, artinya anak-anak harus memiliki keterampilan dalam bergaul dan bersosialisasi dengan masyarakat sekitar.Agar anak memiliki keterampilan ini, anak dilatih dalam kehidupan sehari-hari.
Tugas seorang Guru Bimbingan dan Konseling diantaranya adalah membantu perubahan tingkah laku konseli atau siswa dalam menanggulangi pengaruh negatif teknologi informasi menuju kondisi yang adequate. Sedangkan orang tua sebagai pendidik di rumah harus juga menanamkan aqidah islamiyah yang kuat, untuk membentengi perubahan
tingkah laku anak terutama di zaman yang serba teknologi dan maraknya video porno. Untuk itu diperlukan kerjasama antara Guru Bimbingan dan Konseling (pihak sekolah) dengan orang tua dalam menanggulangi pengaruh negatif teknologi informasi di kalangan siswa.
Kerjasama Guru Bimbingan dan Konseling dan orang tua dalam menyikapi masalah siswa yang bermasalah telah ada kesepakatan dan kekompakan dalam mencapai tingkat kedewasaan anak, dengan menggunakan waktu luangnya dengan kebiasaan yang bersifat positif, agar tidak terjadi siswa yang menghadapi rintangan atau hambatan dalam mengatasi kebebasan seksual karena dampak negatif teknologi informasidi MASAl-Harbi, secara kompak memberikan pendidikan seks, di sekolah dalam materi pelajaran Biologi dengan menjelaskan fungsi seks itu sebenarnya, sehingga mereka bisa menempatkan dan memandang seks itu sebagai sesuatu yang sakral. Fungsi seks itu prioritasnya sebagai bentuk kepentingan reproduksi, kepentinganan ikatan perkawinan, hubungaan yang paling dalam antara dua manusia yang berlainan jenis.
Cara menyikapi kasus siswa di atas, Guru Bimbingan dan Konseling menggunakan pendekatan-pendekatan sebagaimana yang telah ditetapkan oleh para ahli, juga melalui penanaman akhlakul kharimah. Siswa akan sadar dengan sendirinya akan larangan terhadap sifat-sifat yang negatif. Dengan demikian hal utama yang ditanamkan adalah benteng-benteng keimanan kepada siswa dan itu sudah diterapkan dalam pendidikan mereka. Karena itu tidak heran jika sekolah yang bernuansa Islami ini memberikan pelajaran agama selama 6 jam sudah termasuk include pengajian dan lainnya, padahal standar dari pemerintah cuma 2 jam.
Pendidikan seks bagi siswa itu penting, tapi bukan dalam mata pelajaran seks tapi dalam pelajaran Biologi yang menjelaskan fungsi-fungsi alat genetika dan reproduksi. Demikian juga dalam pendidikan kesehatan juga sudah dijelaskan tentang mekanisme anatomi tubuh dan fungsinya menjaga kesehatan alat-alat kelamin. Tidak dalam bentuk pendidikan seks dalam arti anak-anak bagaimana mencegah kehamilan
yang sifatnya vulgar, karena perintah belum bisa memberikan kurikulum pendidikan seks di sekolah
Allah SWT menciptakan alam yang indah ini untuk dijaga dan dilestarikan. Bila manusia bisa merawatnya dengan baik, maka alam tidak akan rusak. Tidak akan ada makhluk hidup yang akan mengalami kepunahan. Karena di era teknologi yang kian modern ini banyak perusakan-perusakan terjadi, misalnya penebangan hutan secara liar, pembakaran hutan, penambangan pasir secara liar, dan lainnya.Siswa perlu diajarkan tentang kecintaan pada alam sejak dini. Misalnya dengan cara mengajak mereka melakukan aktivitas berkebun, berlibur mengunjungi desa atau wisata alam, merawat hewan peliharaan dengan baik, dan lainnya. Bila sejak kecil anak-anak sudah belajar tentang kecintaan pada alam dan makhluk hidup, maka anak pun akan semakin memiliki kecintaan pada alam yang baik.
Perkembangan teknologi tidak hanya mempengaruhi pola pikir anak, namun juga orang tua.Banyak orang tua yang menganggap bahwa pendidikan karakter bukanlah sesuatu yang penting.Sehingga banyak orang tua terlihat cuek pada anaknya dan enggan mengajarkan pendidikan karakter atau moral kepada anak.Anak-anak terlalu dibiarkan bertumbuh sendiri, dengan alasan anak-anak perlu belajar tentang kemandirian atau karena terlalu mempercayakan urusan pendidikan kepada pihak sekolah.Padahal, di tengah kehidupan bermasyarakat, anak-anak perlu belajar tentang pentingnya bermusyawarah dalam memyelesaikan suatu masalah, bersikap hormat dan sopan kepada orang yang lebih tua, membuang sampah di tempat sampah, dan nilai-nilai pendidikan karakter lainnya. Agar anak-anak memiliki karakter yang baik, orang tua peru mengajarkannya pendidikan karakter secara intens dan dengan media yang menarik.
Pihak sekolah memang memiliki kewajiban untuk membentuk pribadi siswa yang lebih baik.Namun yang lebih penting dari pada itu adalah peranan orang tua. Karna orang tua jauh lebih lama bersama anak
dan orang tua jauh lebih mengerti tentang karakter apa yang tumbuh terhadap anaknya. Maka pihak sekolah juga telah melakukan pendekatan kepada orang tua agar orang tua mau berpartisipasi dalam membentuk karakter anak dan tidak membiarkan anak berkembang dengan dengan sendirinya. Hal ini bisa dilakukan oleh orang tua dengan mengawasi cara bergaul anak, jam bermain anak, dan hal-hal lain yang dapat membuat anak dapat mengembangkan karakter yang baik.
Kemajuan teknologi adalah sesuatu yang tidak bisa kita hindari dalam kehidupan ini, karena kemajuan teknologi akan berjalan sesuai dengan kemajuan ilmu pengetahuan. Setiap inovasi diciptakan untuk memberikan manfaat positif bagi kehidupan manusia. Memberikan banyak kemudahan, serta sebagai cara baru dalam melakukan aktifitas manusia. Khusus dalam bidang teknologi masyarakat sudah menikmati banyak manfaat yang dibawa oleh inovasi-inovasi yang telah dihasilkan dalam dekade terakhir ini. Namun demikian, walaupun pada awalnya diciptakan untuk menghasilkan manfaat positif, di sisi lain juga memungkinkan digunakan untuk hal negatif. Karena itu maka peneliti menyimpulkan bahwa pendekatan-pendekatan yang dilakukan oleh Guru Bimbingan dan Konseling dalam menanggulangi pengaruh negative teknologi informasi yaitu dengan cara berikut:
1) Pendekatan yang dilakukan dalam manggulangi pengaruh negatif teknologi informasi dengan melalui pendekatan pembiasan, keteladanan, emosional dan sebagainya yang sesuai dengan karakteristik siswa.
2) Strategi penanggulangan dilakukan dengan melalui pendekatan individual, siswa diajak untuk membiasakan bersikap ridho, optimis, membiasaan bersikap sopan santun dalam berbicara dan bergaul
3) Mengajak anak untuk dapat bersosialisasi terhadap lingkungan
4) Kerjasama pihak sekolah dan Guru Bimbingan dan Konseling dengan orang tua dalam menyikapi masalah siswa untuk mencapai tingkat kedewasaan anak.
5) Memberikan pendidikan Biologi yang menjelaskan fungsi-fungsi alat genetika dan reproduksi. Sehingga anak tidak terjerumus dalam pengaruh negatif seks bebas.
6) Mengajak anak melakukan berbagai kegiatan positif seperti menimbulkan kecintaan anak terhadap alam dan segala ciptaan Allah. 7) Melakukan pendekatan kepada orang tua agar orang tua mau
berpartisipasi dalam membentuk karakter anak dan tidak membiarkan anak berkembang dengan dengan sendirinya.
Perkembangan teknologi dan informasi yang cukup pesat sekarang ini sudah menjadi realita sehari-hari, bahkan merupakan tuntutan masyarakat yang tidak dapat ditawar lagi. Tujuan utama perkembangan teknologi informasi adalah perubahan kehidupan masa depan manusia yang lebih baik, mudah, murah, cepat dan aman. Perkembangan teknologi dan informasi telah banyak berpengaruh bagi kehidupan manusia pada umumnya.Misalnya dengan adanya internet, mobil, motor, alat-alat industri yang serba canggih, teknologi dan informasi tidak dapat dipungkiri lagi bahwa sangat berpengaruh bagi manusia dewasa ini.
Kemajuan teknologi informasi yang serba digital membawa orang ke dunia yang revolusioner karena dirasakan lebih mudah, murah, praktis dan dinamis berkomunikasi dan memperoleh informasi.Di sisi lain, berkembangnya teknologi informasi menimbulkan pula sisi rawan yang