• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB II KAJIAN PUSTAKA

A. Teknologi Informasi

4. Tujuan Teknologi dalam Bimbingan dan Konseling

Dunia pendidikan yang semakin berkembang saat ini telah dikenalkan dengan banyak aplikasi-aplikasi media pembelajaran berbasi TIK, mulai dari penggunaan media internet, aplikasi belajar, power point.Penggunaan TIK sebagai media layanan dalam bimbingan dan konseling tidak jauh berbeda dengan teknologi sebagai media pembelajaran pada umumnya yaitu tentang bagaimana seorang tenaga pendidik dalam memanfaatkan media teknologi sebagai fasilitas dalam pengoptimalan tujuan dan program layanan bimbingan dan konseling.

Diantara tujuan teknologi dalam bimbingan adalah sebagai upaya membantu mengoptimalkan perkembangan diri Guru Bimbingan dan Konseling.Sebagai bentuk nyatanya Guru Bimbingan dan Konseling memiliki empat program utama yaitu pelayanan dasar, pelayanan responsif, perencanaan individual dan dukungan sistem.Pemantauan secara berkala melalui pembinaan oleh guru dilakukan dengan berinteraksi langsung maupun melalui alat komunikasi.Pada program-program tersebut perlu adanya kesesuaian antara guru dengan siswa agar konseling dapat berhasil. Peran serta guru dalam membuka diri terhadap masalah yang dialami sangat dibutuhkan, untuk memperlancar di dalam proses konseling.

Seiring dengan berkembangnya teknologi informasi maka menuntut program bimbingan dan konseling agar dapat memberikan layanan yang maksimal sesuai dengan tuntutan zaman. Teknologi informasi mempunyai tujuan di dalam bimbingan dan konseling diantaranya:

1) Menambah pengetahuan melalui diskusi antar Guru Bimbingan dan Konseling yang dilakukan melalui dunia maya seperti chatting dan email

2) Mengembangkan minat dan potensi setiap siswa melalui media elektronik yang disediakan oleh Guru Bimbingan dan Konseling

3) Menambah informasi mengenai bimbingan dan konseling melalui internet, memberikan informasi kepada Guru Bimbingan dan Konseling tentang apa yang dibutuhkannya melalui teknologi informasi

4) Mempermudah Guru Bimbingan dan Konseling untuk menyusun serta mengolah data ana

5) Memberikan layanan bimbingan dan konseling kepada siswa melalui e-counseling walaupun ada jarak memisahkan. rohani (Jurnal, I Gade Ratnaya, 2011: ISSN 0216-3241).

Teknologi informasi diharapkan dapat menjembatani antara guru dan siswa ataupun antar guru-guru untuk tetap dapat terhubung satu sama lain dan dapat mempermudah tugas Guru Bimbingan dan Konseling dalam proses bimbingan dan konseling. Suasana dalam proses belajar mengajar dapat mempengaruhi mood siswa untuk mengikuti proses belajar mengajar. Maka dengan menghadirkan teknologi dalam PBM akan memperoleh banyak kemudahan dalam melaksanakan PBM. Melalui perkembangan teknologi, maka akan menghadirkan suasana belajar yang lebih fress.

Tujuan pelayanan bimbingan dan konseling pada dasarnya sejalan dengan tujuan pendidikan itu sendiri karena bimbingan dan konseling merupakan bagian integral dari sistem pendidikan. Pada Undang-undang Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional menyatakan bahwa:

Pendidikan nasional bertujuan untuk berkembangnya potensi peserta didik agar menjadi manusia yang beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, berakhlak mulia, sehat, berilmu, cakap, kreatif, mandiri, dan menjadi warga Negara yang demokratis serta bertanggung jawab.

Tujuan tersebut mempunyai implikasi imperatif (yang mengharuskan) bagi semua tingkat satuan pendidikan untuk senantiasa memantapkan proses pendidikannya secara bermutu ke arah pencapaian tujuan pendidikan. Upaya bimbingan dan konseling ini diselenggarakan melalui pengembangan segenap potensi individu siswa secara optimal, dengan memanfaatkan berbagai sarana dan cara, berdasarkan norma-norma yang berlaku dan mengikuti kaidah-kaidah professional. Tujuan

bimbingan dan konseling di sekolah adalah membantu siswa untuk mencapai tujuan-tujuan perkembangan yang meliputi aspek pribadi, sosial, belajar dan karir. Kebutuhan akan layanan bimbingan di sekolah semakin hari semakin dirasakan perlu. Adapun faktor-faktor yang dianggap perlu diselenggarakannya bimbingan dan konseling di sekolah adalah:

a) Sekolah sebagai lembaga pendidikan formal bertujuan membentuk manusia yang memiliki manusia yang memiliki pribadi yang baik.

b) Kemajuan teknologi.

c) Pribadi setiap siswa yang unik.

d) Tugas guru bidang studi yang semakin banyak dari tahun ke tahun.

e) Perkembangan jiwa anak (Elfi Mu’awanah, 2004: 11). Bimbingan dan konseling di sekolah yang diselenggarakan di lingkungan pendidikan merupakan pemberian bantuan kepada seluruh peserta didik yang dilakukan secara berkesinambungan.Hal ini bertujuan supaya peserta didik dapat memahami dirinya, dan memahami lingkungannya. Pemahaman terhadap diri sendiri dan juga terhadap lingkungan akan mendorong peserta didik untuk mampu mengarahkan diri, dan menyesuaikan diri secara dinamis dan konstruktif terhadap norma yang berlaku atau tuntutan lembaga pendidikan, keluarga, masyarakat atau lingkungan.

M. Umar dan Sartono menyarankan tujuan bimbingan di sekolah adalah:

1) Membantu siswa-siswa untuk mengembangkan pemahaman diri sesuai dengan kecakapan, minat, pribadi, hasil belajar, serta kesempatan yang ada.

2) Membantu siswa-siswa untuk mengembangkan motif-motif dalam belajar.

3) Memberikan dorongan di dalam pengarahan diri, pemecahan masalah, pengambilan keputusan, dan keterlibatan diri dalam proses pendidikan.

4) Membantu siswa-siswa untuk memperoleh kepuasan pribadi dalam menyesuaikan diri secara maksimum terhada masyarakat.

5) Membantu siswa-siswa untuk hidup di dalam kehidupan yang seimbang dalam berbagai aspek fisik, mental dan sosial. (2005: 13-14).

Tujuan bimbingan teknologi di sekolah membawa efek positif kepada pribadi peserta didik yang mengarahkan peserta didik kepada langkah mengambil sikap dan prilaku.Efek positif tersebut berwujud kepada kemampuan siswa untuk lebih mandiri dan mudah menjalankan berbagai media eletronik. Kemandirian yang diraih siswa akan berwujud pada karakter siswa yang semangat dan tidak mudah menyerah, sehingga siswa dapat mempersiapkan fisik dan mentalnya untuk menjalani masa depa.

Tujuan pembimbingan teknologi pada akademis peserta didik dapat menambah semangat dan motifasi mendapatkan ilmu. Sedangkan tujuan bimbingan teknologi pada peserta didik nantinya akan lebih mengarahkan peserta didik kearah pencapaiaan karir yang lebih baik di masa depan. Demikian tujuan teknologi dan bimbingan di sekolah berhasil atau tidaknya tergantung pada pelaksanaan bimbingan itu sendiri.