Oleh Panataran Sitinjak
Society 5.0 (Masyarakat 5.0) adalah suatu konsep masyarakat yang berpusat pada manusia (human-centered) dan
berbasis teknologi (technology based) yang dikembangkan oleh Jepang. Konsep ini hadir sebagai pengembangan dari revolusi industri 4.0 yang dinilai berpotensi mendegradasi peran manusia.
Society 5.0 adalah masyarakat yang dapat menyelesaikan berbagai tantangan dan permasalahan sosial dengan memanfaatkan berbagai inovasi yang lahir di era Revolusi industri 4.0 seperti Internet of Thing, big data, artificial intelligence, robot, dan berbagai mesin canggih. Karena berbagai kemampuan inilah masyarakat 5.0 juga disebut sebagai Smart Society atau masyarakat yang cerdas. Dari berbagai jurnal yang penulis baca, dapat diringkas pemahamannya, bahwa melalui Masyarakat 5.0, kecerdasan buatan (artificial intelligence) akan mentransformasi big data yang dikumpulkan melalui internet pada segala bidang kehidupan (the Internet of Things) menjadi suatu kearifan baru yang akan didedikasikan untuk meningkatkan kemampuan manusia membuka peluang-peluang bagi kemanusiaan. Transformasi ini akan membantu manusia untuk menjalani kehidupan yang lebih bermakna.
Pada Era Revolusi 4.0, humas LAPAN dituntut akan konten-konten yang menarik dan shareable. Humas LAPAN akan terus meningkatkan engagement komunikasi publik melalui aktivitas-aktivitas yang menarik dengan mengedepankan interaksi, seperti infografis, videografis, pelaksanaan webinar di mana publik bisa langsung bertanya kepada narasumber, pelaksaan kompetisi untuk publik yang berhadiah menarik, serta program #tanyalapan yaitu program menjawab pertanyaan-pertanyaan awam dari masyarakat yang ingin tahu
seputar ilmu penerbangan dan keantariksaan serta produk litbang LAPAN.
Demikian pula di situs web, LAPAN menyediakan informasi update mengenai kegiatan-kegiatan yang sedang dijalankan oleh LAPAN, seperti info seminar, LAPAN dalam media, pengumuman (kepegawaian, siaran pers, lelang), profil LAPAN, produk litbang, E-PPID untuk meningkatkan pelayanan permohonan informasi (baik informasi setiap saat, berkala, atau serta merta), media yang berisi galeri foto & video, berita terkini LAPAN, kompetensi utama LAPAN,serta berbagai layanan satu LAPAN.
30
Lalu bagaimana persiapan Humas LAPAN dalam menghadapi Society 5.0 yang akan datang nanti?
Era Society 5.0 akan menjadi tantangan tersendiri bagi Humas LAPAN. Karena sistem Society 5.0 berbasis pada teknologi, berpusat pada manusia (human-centered society) dan meliputi beragam aplikasi pintar (smart aplications) dengan tujuan untuk memberikan kemudahan dan efektivitas kerja bagi penggunanya. Harapannya, masyarakat lebih produktif, aman, inklusif, dan ramah lingkungan. Namun bukan berarti tidak berdampak negatif.
Perpaduan beragam teknologi ini memungkinkan terjadinya pergolakan sosial dan ekonomi yang besar.
Dalam persiapan menghadapi Society 5.0 yang akan datang, Humas LAPAN harus terus meningkatkan kinerja sesuai dengan kebutuhan dengan memanfaatkannya secara optimal. Perannya berguna untuk mendorong pemanfaatan produk litbang LAPAN kepada pengguna, yaitu produk litbang dan layanan berkualitas, akurat, cepat, dan tepat, serta berorientasi pada pengguna. Value proposition tersebut diberikan kepada pengguna layanan melalui 2 channels, yaitu above the line dan below the line. Pada channels “above the line” value proposition LAPAN diberikan melalui website LAPAN, media sosial, dan e-layanan, sedangkan pada channel “below the line” value proposition LAPAN diberikan kepada pengguna layanan melalui sosialisasi, diseminasi, bimbingan teknis, pameran, event, seminar, meeting, dan open house.
Dengan memanfaatkan berbagai perangkat, humas LAPAN melakukan penyebaran rilis ke berbagai media, memanfaatkan perangkat untuk mengidentifikasi buzzer, influencer, serta pengelolaan data pihak-pihak berkepentingan. Selain itu, pengelolaan platforms untuk konten digital, audio, dan video serta pengelolaan data analitics yang dapat dilakukan dengan
teknologi artificial intelligence.
LAPAN bisa melakukan analisis konten yang dilakukan dengan cara memonitor media sosial yang disebut dengan media content analysis. Analisispaling dasar adalah mengategorikan informasi baik itu berdampak positif/ netral/ negatif. Hal tersebut merupakan hasil sentimen dalam melakukan media monitoring. Setelah membagi ke dalam sentimen positif, negatif atau netral barulah dibagi ke dalam kategori sesuai dengan hasil yang akan dianalisis. Humas LAPAN harus menggunakan artificial intelligence untuk data terstruktur yang berfungsi untuk merangkum, membuat konten, mengurasi konten, mengidentifikasi tren hingga menghasilkan laporan dan informasi yang komprehensif. Sehingga dapat dimanfaatkan untuk mendukung pengambilan keputusan di LAPAN.
Sedang untuk analisis jenis atau variasi data yang tidak terstruktur, contohnya menjawab permohonon layanan informasi publik oleh PPID LAPAN dengan chatbot yang bisa menjawab secara auto reply dan langsung sehingga publik tidak perlu menunggu lama. Bisa saja dengan memiliki kemampuan menyaring data lalu memproses sejumlah informasi yang banyak dan memberikan pelayanan komunikasi secara langsung melalui berbagai platform.
Berdasarkan Rencana Strategis LAPAN Tahun 2020-2024, layanan publik yang cocok dikembangkan dengan teknologi di society 5.0 yaitu: E-Permintaan (1. Informasi sains antariksa untuk keperluan: navigasi, komunikasi radio, benda jatuh antariksa, fenomena antariksa, astronomi, dan astrofisika; 2. Informasi sains dan teknologi atmosfer yang bermanfaat untuk keselamatan transportasi penerbangan, ketahanan pangan, perubahan iklim, serta parameter atmosfer dan prediksinya; 3. Informasi satelit LAPAN untuk keperluan: citra, AIS, voice repeater (VR), magneto meter, dan APRS; 4. Data dan informasi penginderaan jauh; 5. Informasi pengelolaan Reformasi Birokrasi LAPAN, meliputi:
informasi publik terkait perencanaan kinerja, pengelolaan anggaran, dan evaluasi
kinerja); LAPAN Space Education (1.
Seminar/workshop terkait sains antariksa dan atmosfer; 2. Edukasi penerbangan dan antariksa untuk pelajar, mahasiswa, dan masyarakat umum; 3. LAPAN TV,
channel Youtube “LAPAN RI” dengan konten edukasi terkait antariksa; 4. E-learning portal education; dan 5. Space mobile game yang tersedia untuk iOS dan Android); Fasilitas Berbayar (1. Laboratorium kimia; 2. Laboratorium penerbangan: laboratorium wind tunnel subsonic, laboratorium
vibrasi, laboratorium thermal vacuum chamber, laboratorium universal testing machine (UTM), laboratorium DO-160 (untuk pengujian komponen pesawat); 3. Laboratorium satelit: laboratorium vibrasi, laboratorium thermal vacuum chamber, anechoic chamber (EMC, RF), laboratorium AIT kelas 100.000; 4. Stasiun bumi TTC (Telemetry Tracking & Command); 5.
Laboratorium roket: laboratorium radiografi, laboratorium karakteristik material,
laboratorium universal testing machine (UTM)/uji tarik, laboratorium proses propelan (curing); dan 6. Laboratorium penginderaan jauh); Pesawat berawak dan pesawat tanpa awak (Untuk keperluan foto udara, juga sebagai backup jika suatu lokasi tak terdeteksi oleh satelit karena ditutupi awan); dan Teknologi Roket (Desain dan manufaktur roket).
Nah, teknologi di era society 5.0 ini bisa dimanfaatkan untuk melakukan otomatisasi tugas dan pekerjaan Humas LAPAN dalam pembuatan konten dan penyebaran melalui media sosial. Dengan menambah kualitas konten maupun informasi dikelola lebih profesional maka LAPAN akan mendapat perhatian serta terkoneksi dengan audiens.
32