• Tidak ada hasil yang ditemukan

Strategi Kerja Sama Militer. Strategi kerja sama

STRATEGI MILITER

23. Strategi Kerja Sama Militer. Strategi kerja sama

20. Umum. Strategi TNI pada dasarnya merupakan

seluruh upaya yang dilakukan oleh TNI dengan me-manfaatkan sumber daya nasional yang tersedia untuk men-capai tujuan dan sasaran yang ditetapkan oleh negara. Strategi tersebut berupa strategi penangkalan, strategi pe-nindakan, dan strategi pemulihan yang disiapkan untuk meng-hadapi berbagai bentuk ancaman, baik militer maupun non-militer, yang mungkin timbul serta ancaman lain yang di-tetapkan oleh Presiden RI. Setiap strategi memiliki cara dan tujuan yang berbeda-beda sesuai dengan tingkat eskalasi dan dampak yang ditimbulkannya.

21. Tujuan. Strategi TNI bertujuan memenangkan setiap

peperangan/pertempuran dan menjamin keberhasilan tugas pokok TNI yang dilaksanakan secara terpadu dalam rangka menjaga tetap tegaknya kedaulatan negara, keutuhan wilayah, dan keselamatan bangsa.

22. Sasaran. Sasaran strategi TNI adalah tertangkal dan

terusirnya berbagai bentuk ancaman dari kekuatan militer negara lain yang melakukan agresi terhadap Indonesia dan/atau dalam konflik bersenjata dengan satu negara atau lebih serta teratasinya berbagai permasalahan yang dihadapi bangsa Indonesia sesuai dengan tugas pokok TNI.

23. Strategi Kerja Sama Militer. Strategi kerja sama

militer diwujudkan dalam bentuk kegiatan pertemuan rutin, latihan bersama, operasi terkoordinasi dan interaksi antara personel atau satuan TNI dengan militer dan masyarakat negara lain untuk membangun komunikasi, rasa saling

percaya, tukar menukar informasi, koordinasi timbal balik guna memelihara hubungan kerja sama yang telah dilaksana-kan dalam rangka meminimaldilaksana-kan kemungkinan terjadinya konflik terbuka.

24. Strategi Menghadapi Ancaman Militer. Dalam

menghadapi ancaman militer, strategi yang disiapkan adalah strategi pertahanan berlapis dalam kerangka perang total dengan menempatkan pertahanan militer sebagai inti kekuatan. Hal ini dilaksanakan dengan OMP melalui pe-ngerahan dan pendayagunaan segenap kekuatan nasional yang mengintegrasikan kekuatan bersenjata dan perlawanan rakyat secara terpadu dan saling menyokong. TNI sebagai komponen utama pertahanan negara dalam menghadapi ancaman militer menggunakan strategi penangkalan, pe-nindakan, dan pemulihan.

a. Strategi penangkalan. Strategi penangkalan

bertujuan untuk mewujudkan kesiagaan segenap kekuatan dan kemampuan serta gelar TNI yang diharapkan mampu memberikan dampak psikologi yang menampilkan efek tangkal, baik ke luar maupun ke dalam. Efek ke luar adalah tercegahnya keinginan dan kesempatan pihak musuh, sehingga musuh membatalkan niat dan tindakannya untuk melakukan agresi dan/atau konflik bersenjata. Efek ke dalam adalah terwujudnya daya tahan, daya cegah, daya tangkal, dan daya lawan dari seluruh potensi dan komponen kekuatan pertahanan, terhadap tindakan musuh baik langsung maupun tidak langsung yang bertujuan mengancam kedaulatan negara, keutuhan wilayah, keselamatan bangsa dan negara. Penangka-lan diselenggarakan dengan strategi berikut:

1) Pembangunan kekuatan. Pembangunan kekuatan diarahkan pada terwujudnya kualitas dan kuantitas prajurit yang profesional, andal, dan Alutsista yang modern serta organisasi yang efektif dan efisien. Pembangunan kekuatan militer tersebut dilakukan atas dasar analisis risiko kemungkinan ancaman terhadap kedaulatan NKRI serta untuk menghadapi ancaman militer dan ancaman bersenjata.

2) Pengembangan kemampuan. Strategi ini berupa pengembangan kemampuan intelijen, pertahanan, keamanan, pemberdayaan wilayah pertahanan, dan kemampuan dukungan dalam rangka pelaksanaan OMP.

3) Penggelaran Kekuatan. Strategi ini di-laksanakan dengan cara menggelar kekuatan TNI secara terpusat dan kewilayahan di seluruh wilayah NKRI serta didukung oleh komponen pendukung dan komponen cadangan dalam bingkai Sistem Pertahanan Rakyat Semesta (Sishanrata). Pengembangan gelar kekuatan TNI diutamakan pada daerah rawan, daerah perbatasan, dan daerah rawan konflik.

b. Strategi Penindakan. Strategi ini bertujuan

untuk dapat menindak setiap ancaman yang nyata-nyata telah melaksanakan tindakan permusuhan dan telah mengganggu keselamatan serta keutuhan NKRI dilaksanakan dalam bentuk operasi tempur yang di-tujukan terhadap musuh di negaranya, dalam per-jalanan dan yang telah memasuki wilayah nasional. Adapun, gelar kekuatan yang dilaksanakan merupakan

strategi terpadu guna memudahkan pengerahan kekuatan TNI dalam rangka pelaksanaan tugas operasi dengan tahapan sebagai berikut:

1) Menghancurkan Musuh di Wilayahnya. Kekuatan TNI sebagai andalan utama untuk mendapatkan kemenangan awal dengan meng-hancurkan sasaran terpilih atau potensi ke-mampuan perang musuh sebelum musuh ber-gerak menyerang Indonesia.

2) Menghancurkan Musuh sebelum masuk ZEEI. Kekuatan tempur sebagai andalan utama untuk merebut inisiatif dalam pertempuran dan mencapai kemenangan sebelum musuh masuk ZEEI.

3) Menghancurkan Musuh saat masuk ZEEI. Kekuatan tempur sebagai andalan utama untuk merebut inisiatif dalam pertempuran dan men-capai kemenangan saat musuh masuk ZEEI. 4) Menghancurkan Musuh di wilayah NKRI. Kekuatan TNI merupakan andalan terakhir apabila kekuatan tempur depan dapat ditembus musuh, seluruh kekuatan dikerahkan sebagai upaya terakhir, sesuai dengan tekad dan niat bangsa Indonesia untuk pantang menyerah. 5) Perang Berlarut. Kekuatan TNI beserta seluruh komponen pertahanan negara lainnya melakukan perlawanan dalam bentuk perang berlarut/semesta untuk mengungguli kekuatan musuh, kemudian menghancurkan atau meng-usir musuh ke luar dari wilayah NKRI.

c. Strategi Pemulihan. Strategi pemulihan

bertuju-an untuk mengembalikbertuju-an kondisi stabilitas keambertuju-anbertuju-an dan kepercayaan masyarakat dengan strategi yang dilakukan antara lain sebagai berikut:

1) Pembinaan. Satuan kewilayahan ber-sama instansi departemen terkait melaksanakan pembinaan kesadaran berbangsa dan ber-negara dengan tujuan untuk mewujudkan warga negara yang cinta tanah air serta kesadaran berbangsa dan bernegara.

2) Rekonstruksi. Satuan kewilayahan ber-sama instansi departemen terkait melaksanakan kegiatan pembangunan kembali prasarana dan sarana sosial masyarakat.

3) Rehabilitasi. Satuan kewilayahan ber-sama instansi departemen terkait melaksanakan kegiatan perbaikan lingkungan dan rekonsiliasi serta pemulihan sosial psikologi masyarakat dan pemulihan sosial ekonomi budaya.

25. Strategi Menghadapi Ancaman NonMiliter. Sebagai langkah awal dalam

menghadapi ancaman nonmiliter, strategi yang dipersiapkan adalah mengedepankan institusi kelembaga-an pemerintah nonpertahkelembaga-ankelembaga-an sebagai penjuru dengan dibantu lembaga pemerintah di bidang pertahanan. Dalam keadaan tertentu sesuai

dengan eskalasinya dalam pelaksanaan tugasnya TNI menggunakan strategi penangkalan, penindakan, dan pemulihan.

a. Strategi Penangkalan. Strategi ini bertujuan untuk mewujudkan kesiagaan segenap kekuatan dan kemampuan serta gelar TNI yang mampu memberikan dampak psikologi dan menampilkan efek tangkal serta menimbulkan rasa percaya diri dan kebanggaan segenap bangsa Indonesia. Rasa percaya diri dan kebanggaan akan mewujudkan daya tahan, daya cegah, dan daya tangkal serta daya lawan dari seluruh komponen bangsa terhadap ancaman kedaulatan negara, keutuhan wilayah, keselamatan bangsa, dan negara. Penangkalan diselenggarakan dengan strategi berikut:

1) Pembangunan Kekuatan. Pembangunan kekuatan diarahkan untuk memelihara dan memperbesar kemampuan dan kekuatan TNI sehingga tugas OMSP dapat dilaksanakan secara optimal.

2) Pengembangan Kemampuan. Strategi ini berupa pengembangan kemampuan intelijen, pertahanan, keamanan, pemberdayaan wilayah pertahanan, dan kemampuan dukungan dalam rangka pelaksanaan OMSP.

3) Penggelaran Kekuatan. Strategi ini di-laksanakan dengan cara menggelar kekuatan TNI secara terpusat dan kewilayahan di seluruh wilayah NKRI serta didukung oleh komponen

cadangan dan komponen pendukung dalam bingkai Sishanrata. Sementara itu, di wilayah-wilayah yang masih memiliki potensi konflik, dilakukan penggelaran operasi intelijen dan operasi teritorial terbatas.

b. Strategi Penindakan. Strategi penindakan

merupakan penggunaan kekuatan TNI yang diarahkan untuk mengatasi permasalahan yang timbul karena mengganggu kepentingan nasional. Berikut adalah strategi yang dilakukan antara lain:

1) Operasi Intelijen. Satuan intelijen me-laksanakan deteksi dini dan cegah dini terhadap upaya penggalangan pihak lain serta me-laksanakan upaya cipta kondisi agar tercipta kondisi yang menguntungkan pihak sendiri. 2) Operasi Tempur. Kekuatan tempur merupakan andalan utama bersama komponen bangsa lainnya untuk mengatasi setiap ancaman dan gangguan yang membahayakan kedaulatan negara, keutuhan wilayah, dan keselamatan bangsa.

3) Operasi Teritorial. Satuan kewilayahan yang diperkuat satuan TNI lainnya mem-berdayakan unsur geografi, demografi, dan kondisi sosial agar tercipta ruang, alat, dan kondisi juang yang tangguh sehingga dapat memberikan perlawanan atau menyelesaikan permasalahan terhadap ancaman yang meng-ganggu dan/atau yang membahayakan kedaulatan negara, keutuhan wilayah, dan keselamatan bangsa Indonesia.

c. Strategi Pemulihan. Strategi pemulihan

ber-tujuan untuk mengembalikan kondisi stabilitas keamanan dan kepercayaan masyarakat dengan strategi yang dilakukan, antara lain, sebagai berikut:

1) Pembinaan. Satuan kewilayahan ber-sama instansi departemen terkait melaksanakan pembinaan kesadaran berbangsa dan ber-negara dengan tujuan untuk mewujudkan warga negara yang cinta tanah air serta kesadaran berbangsa dan bernegara.

2) Rekonstruksi. Satuan kewilayahan ber-sama instansi departemen terkait melaksana-kan kegiatan pembangunan kembali prasarana dan sarana sosial masyarakat.

3) Rehabilitasi. Satuan kewilayahan ber-sama instansi departemen terkait melaksanakan kegiatan perbaikan lingkungan dan rekonsiliasi serta pemulihan sosial psikologi masyarakat dan pemulihan sosial ekonomi budaya.

26. Strategi Menghadapi Ancaman Lain yang

Ditetapkan Presiden RI. Strategi dalam menghadapi

ancaman yang ditetapkan oleh Presiden RI disesuaikan dengan jenis, bentuk, dan tingkat ancaman yang akan dihadapi.

Bangunlah angkatan perang yang dapat menjadi kebanggaan dari rakyat Indonesia, yang mampu melindungi kemerdekaan Negara Indonesia, dan dapat menjamin keamanan rakyat Indonesia

Amanat Pangsar Soedirman kepada Kolonel TB. Simatupang, menjelang wafat di Magelang

BAB VI