BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN
4.3 Penyajian Data dan Analisis Hasil Penelitian
4.3.1 Strategi Komunikasi PT. Semen Indonesia
Berdasarkan wawancara yang telah dilakukan pada informan peneliti ingin mengetahui bagaimana strategi komunikasi dari pihak PT. Semen Indonesia dalam pemasaran produk serta pencapaian hasil dari program yang telah dialankan, dan berikut ini hasil wawancara peneliti dengan informan.
Tahapan dalam pencapaian strategi sangatlah dibutuhkan dalam perencanaan strategi komunikasi. Sebuah perencanaan strategi komunikasi dimulai pada permusan strategi. Pada Informan 1 dari Staff Biro Komunikasi Pemasaran, Pak Budi Nendro penulis menganalisis perumusan strategi dalam penyusunan perencanaan sebuah Strategi Komunikasi PT. Semen Indonesia ini adalah menentukan target audiens, mempertimbangkan anggaran yang kemudian melakukan survey untuk menentukan media apa yang akan digunakan dalam pelaksanaan strategi tersebut.
“...sampai disitu kami menghitung anggaran”
“...kami melakukan Survey, jalan dimana yang sesuai target audiens kami.”
“...Dengan langkah itu, Billboard hasil survey adalah didaerah...jalan mana ya..jendral..jendral...daerah belimbing situ area flyover.
Dengan adanya perumusan strategi yang sudah ditetapkan oleh PT. Semen Indonesia perusahaan melaksanakan strategi tersebut dengan didukung oleh 3 unit dalam Departemen pengembangan pemasaran diantaranya Biro Komunikasi Pemsaran, Biro Perencanaan Pemasaran, dan Biro Layanan Pelanggan.
Dari hasil wawancara informan 1 Strategi Komunikasi dilakukan melalui beberapa promosi diantaranya Promosi Above the line ( ATL ) dan Promosi Below The Line ( BTL ), Untuk Promosi Above The Line (ATL ) Perusahaan menggunakan media luar ruang diantaranya media cetak dan elektronik. Sedangkan Promosi Below The Line ( BTL ) menggunakan beberapa program, diantaranya program poin.
“ Ya..kalau mengenai straategi komunikasi ini, mengenai produk kami ada beberapa hal, contohnya dari ATL dan BTL. Kalau dari ATL kami
menggunakan media – media, media luar ruang, media cetak, media elektronik... terus BTLnya kami melakukan program poin untuk meningkatkan program penjualan Impact langsung ke sales”
Dalam mempromosikan produk perusahaan menggunakan bauran pemasaran salah satunya model interaktif untuk berinteraksi dengan audiens secara langsuung dengan melalui beberapa programnya. Hal ini sesuai dengan teori Kotler mengenai bauran pemasaran yang menggunakan moodel pemasaran langsung dan interaktif.
“ ...dari Media cetak itu kita buat Model Interaktif dengan audiens ( pembaca ) jadi disatu rubrik mengisi satu rubrik misalkan mengenai satu bangunan atau rumah atau apa..”
Biro Komunikasi Pemasaran menyusun sebuah strategi Komunikasi dengan mengacu beberapa elemen komunikasi pemasaran yang beberapa diantaranya Advertising dan Press Release. Hal yang mendasari dalam pemilihan tersebut salah satunya segmentasi dan targeting. Aktifitas Komunikasi pemasaran ini bertujuan agar konsumen tertarik dengan produk yang di tawarkan oleh PT. Semen Indonesia. Proses penyusunan strategi yang dilakukan PT. Semen Indonesia siantaranya mengacu pada :
a. Segmentasi
Segmentasi secara garis besar mengklarisifikasikan konsumen yang tersebar dipasaran. Segmentasi berguna untuk mengelompokan mereka pada satu kesatuan. Pengelompokan tersebut menjadi focus sasaranya. Dengan ini dapat diperoleh beberapa keuntungan seperti mengenal khalayak secara spesifik dan karakteristik kebutuhanya. Karakteristik segmentasi konsumen PT. Semen
Indonesia adalah Usahawan atau pemilik toko bangunan yang menual semen, Tukang – Tukang, dan End User atau rumah tangga.
b. Targeting
Targeting merupakan upaya menetapkan target pasar yang mau dibidik. Target Konsumen yang dibidik oleh PT. Semen Indonesia adalah pelanggan yang loyal, penduduk lokal dan traveller.
“...jalan dimana yang sesuai target audiens kami. Waktu itu kami butuhkan adalah target audiensnya adalah penduduk lokal dan traveller. “
Perencanaan Strategi Komunikasi meliputi sejumlah strategi pesan dan visual, yang secara bertahap mengikuti alur perubahan, yang kemudian harus diukur secara tepat melalui riset komunikasi pemasaran. Dalam mengembangkan Komunikasi yang efektif, ada beberapa tahapan yang sudah dilakukan diantaranya :
a. Penyampaian Pesan
Suatu pesan idealnya mengacu pada konsep memperoleh perhatian ( attention ) menarik minat ( interest ) , membangkitkan keinginan ( desire ) , menghasilkan tindakan ( actions ). Dalam penyampaian pesan PT. Semen Indonesia harus mengetahui terlebih dahulu target audiensnya yang kemudian akan dapat diketahui sosial ekonomi konsumen tersebut.
“...yang pertama dari kami harus mengetahui target audiens, kalau di Komsar target audiens sangat mutlak langkah pertama itu, disitu akan ddiketahui sosial ekonominya, karena kami ga mungkin tanya “ Kamu pendapatan perbulanmu berapa ?”
Setelah mendapat target audiensnya pihak perusahaan akan menghandle atau memanagement Tukang sebagai media penyampaian pesan. Langkah yang
diambil oleh PT. Semen Indonesia menurut peneliti sangatlah bagus karena Tukang juga dapat mempengaruhi Konsumen End User ( rumah tangga ) dalam pemilihan produk. Untuk menyampaikan pesan tersebut tukang diberikan pendidikan untuk mengetahui kualitas produk semen sehingga ketika tukang bekerja dapat menjelaskan kepada End User ( Rumah Tangga ) mengenai Kualitas semen yang bagus.
“ Tukang harus kita management, kita kelola karena itu adalah salah satu influencer terhadap proses pembelian semen. Kalau tidak di management akan mengalihkan saran ke produk lainya yang mereka miliki. “
Dalam penyampaian pesan, isi pesan yang disampaikan juga harus diperhatikan. Dalam mempromosikan produk pada iklan, Isi pesan yang disampaikan diharapkan dapat dimengerti oleh konsumen, pesan dalam sebuah iklan juga menentukan citra pada produk itu. Menurut informan 1 dari Biro Komunikasi Pemasaran setiap pesan yang disampaikan setiap tahunya selalu berbeda, pada pesan yang ada diiklan tidak semua orang dapat memahami pesan tersebut secara langsung karena hanya orang tertentu yang dapat memahami pesan tersebut setelah divisualkan. Untuk itu iklan yang dibuat oleh PT. Semen Indonesia membuat gambaran tema dengan persaingan iklan dari kompetitor untuk menohok kompetior yang kemudian diberikan penjelasan mengenai kualitas produk semen indonesia.
“ Tapi bagimana menyampaikan pesan atas tema ini kepada audiens. Nah...dari rekaman kami waktu itu membuat tema... yang holcim kami ambil ada bule – bule, orang bule yang mebelakngi atau mengahadap belakang sehingga tidak terasa kasar pesan yang disampaikan untuk menohok kompetitor, seperti itu dengan adanya mereka berdua ( iklan kompetitor holcim dan Tiga roda ) membangun bentuk rumah dengan bahan lego ada comment “ Bangun rumah tidak main –main “ ditambahi untuk penegasan “ Semen Gresik Jagonya “
b. Mengidentifikasi Audiens Sasaran
Audiens sasaran sangat mempengaruhi keputusan komunikator tentang apa, bagaimana, kapan, dimana dan kepada siapa pesan yang hendak disampaikan. Seperti yang sudah disampaikan oleh Staff Biro Komunikasi pemasaran Target audiens dilakukan melalui dua hal, dari Promosi Above The Line ( ATL ) perusahan lebih ditujukan kepada khalayak yang diantaranya adalah penduduk lokal yang loyal pada Semen Gresik dan penduduk Traveller atau penduduk pendatang sedangkan dari Promosi Below The Line ( BTL ) target audiensnya adalah distributor yang melakukan transaksi secara langsung dengan perusahaaan.
“ Target Audiens adalah kalau dari..dari ATL lebih banyak khalayak ya, tapi kami lebih melihat adalah penduduk lokal atau traveller dari satu daerah. Sedangkan kalau BTL target Audiens adalah mulai dari distributor“