• Tidak ada hasil yang ditemukan

Strategi Men’s or boys suits memasuki pasar Jepang

Level kepuasan terhadap suatu produk menjadi salah satu pertimbangan masyarakat Jepang pada saat mereka membeli suatu barang. Hasil statistik yang dilakukan oleh ITC yang menunjukan adanya peningkatan jumlah impor produk Men’s or boys suits asal Indonesia. Peningkatan jumlah impor produk men’s or boys suits asal Indonesia menunjukan adanya peningkatan level kepuasan masyarakat Jepang terhadap produk men’s or boys suits asal Indonesia.

Masyarakat Jepang merupakan masyarakat yang berani untuk membayar produk dengan kualitas baik meskipun dengan harga yang relatif mahal. Hanya saja, ketelitian masyarakat Jepang pada saat akan membeli suatu produk seperti memperhatikan kualitas (bahan, jahitan) barang sebelum membeli menjadi faktor penting pada saat memasarkan produk men’s or boys suits asal Indonesia ke pasar Jepang.

Desain merupakan salah satu faktor penting untuk menarik pasar masyarakat Jepang. Warna-warna yang pastel (tidak terlalu mencolok) menjadi daya tarik sendiri untuk remaja Jepang, meskipun ada juga produk men’s or boys suits yang dipasarkan dengan warna-warna yang mencolok. Hal tersebut dikarenakan warna-warna mencolok juga memiliki pasar tersendiri bagi sebagian remaja Jepang. Sedangkan untuk warna netral untuk busana formal harus tetap dipikirkan karena beberapa kalangan masyarakat Jepang lebih menyukai warna-warna netral untuk acara formal.

Murah dan mudahnya peraturan yang diterapkan pemerintah Jepang terhadap produk men’s or boys suits asal Indonesia semakin mempermudah Indonesia menjadi penguasa pasar men’s or boys suits di Jepang. Dengan perhatian khusus untuk menyiapkan segala dokumen dan kualitas produk yang baik, maka tidak akan ada masalah apabila Indonesia menjadi the next dominance market of men’s or boys suits di Jepang.

Terdapat beberapa strategi yang bisa diambil untuk mensiasati pasar Jepang, diantaranya adalah:

1). Jadilah modis: Menawarkan produk baru setiap musim yang mencerminkan tren mode terbaru

2). Jadilah kualitas tinggi: konsumen Jepang sangat sadar kualitas. Mereka cenderung untuk tidak membeli produk-produk berkualitas rendah bahkan jika harganya rendah.

3). Promosi terus-menerus melalui iklan, majalah, dll

4). Mempertimbangkan peningkatan penggunaan SNS (Social Network Service) dalam online sales. Hal ini juga didukung oleh penggunaan smartphones di Jepang.

5). Mengontrol citra produk, dan bahkan mungkin merek toko.

6). Seleksi toko yang akan dimasuki sebagai target sasaran, -Hal ini sangat penting untuk menawarkan produk melalui saluran yang tepat;

7). Jika produk yang bergengsi atau kreatif, mereka harus dibawa dalam freestanding toko di daerah bergengsi, di department store, atau di butik;

8). Jika produk massal ditargetkan dengan garis harga yang wajar, itu harus dibawa dalam bangunan stasiun seperti Lumine, di toko-toko merchandising umum, atau freestanding toko di daerah yang sibuk.

9). [Promosi Penjualan] -Secara teratur harus melakukan kegiatan kontak pers menyeluruh Jepang. Hal ini sangat penting untuk bekerja dengan pers yang

mengerti karakter merek dan desainer, dan memiliki banyak kontak dengan orang dari majalah, stylist, dll Pasar Fashion Jepang sangat kompetitif. Untuk menjadi sukses dalam hal pasar, dianjurkan bahwa setiap perusahaan harus memperjelas konsep merek, memperjelas target konsumen, dan pilih saluran distribusi. Jika perlu, mereka harus memilih sebuah perusahaan Jepang sebagai mitra dan melakukan lebih penyelidikan.

3.3. Metode Memasuki Pasar Jepang

Pemilihan metode untuk memasuki pasar Jepang merupakan keputusan jangka panjang yang tidak diubah. Untuk itu perlu hati-hati dalam memilih dari sejumlah alternatif yang ada. Menentukan metode yang cocok sangat tergantung pada nilai investasi yang ditanamkan dalam membentuk satu posisi pasar yang diinginkan.

Di antara sejumlah pilihan adalah:

a. Melakukan hubungan langsung dengan pengusaha eceran di Jepang

Beberapa pengusaha eceran di Jepang telah mulai menggunakan metode ini, sekaligus memungkinkan mereka untuk memperoleh produk secara lebih hemat untuk dijual kembali kepada konsumen.

b. Katalog dan bentuk penjualan langsung lainnya

Konsumen dapat berbelanja melalui katalog atau iklan yang terdapat dalam majalah atau melalui internet. Perusahaan yang memimilh untuk menwarkan produknya dengan cara ini menawarkan pelanggan pilihan pembayaran dengan kartu kredit.

c. Hubungan dengan manufaktur Jepang

Melakukan hubungan dengan manufaktur Jepang akan berarti menikmati jaringan distribusi dengan investasi yang minimal. Sejumlah aspek seperti cakupan distribusi calon mitra bisnis, kesesuaian harga jual, staf, kebijakan harga, pangsa pasar, dan keuntungan, harus menjadi bahan pertimbangan dalam memilih calon mitra-usaha di Jepang.

d. Penggunaan agen impor atau pedagang grosir

Ini merupakan saluran distribusi alternatif bagi perusahaan yang ingin memiliki hubungan langsung dan mandiri dengan pasar setempat.

e. Pembentukan Liaison Office (LO)

LO memungkinkan perusahaan manca negara untuk secara langsung memantau kinerja mitra bisnis dan produknya di pasar Jepang dengan biaya yang lebih murah.

f. Memiliki perusahaan penjualan sendiri

Walaupun memerlukan biaya dan waktu lebih banyak, mendirikan perusahaan lokal (local subsidiary) akan memberikan fleksibilitas dan kontrol pada semua tingkat kegiatan.

Gambar 4. Jadwal Musim dan acara tahunan di Jepang

Untuk trend fashion, tidak ada desain spesifik untuk produk men’s or boys suits.

Hal tersebut dikarenakan sebagian besar masyarakat Jepang cenderung mengikuti trend yang sedang berlaku di dunia dengan melihat trend mode pada ajang-ajang fashion show yang diadakan di masing-masing negara dengan mengundang beberapa desainer ternama dari dalam dan luar Jepang.

Gambar 5. Jadwal Musim dan acara tahunan di Jepang

Terdapat beberapa faktor yang membuat industri fashion di Jepang memiliki magnet tersendiri bagi masyarakatnya, diantaranya adalah:

1) Sebagian besar bisnis ritel dalam bidang fashion di Jepang berdiri diatas kerjasama, sehingga hasilnya banyak pihak ritel fashion tidak memiliki kesempatan dalam hal pengambilan keputusan, mengenai barang dagangan maupun harga ritel terhadap produk yang dihasilkannya;

2) Kebanyakan dari masyarakat Jepang yang masih berusia sekitar 20-an memiliki minat yang sangat tinggi dengan dunia fashion, karena banyak diantara mereka yang masih tinggal dengan orang tua sehingga tidak perlu

memikirkan biaya hidup. Hal ini tentunya sangat berbeda dengan negara lain, dimana usia 40 tahun justru memiliki minat yang tinggi terhadap dunia fashion;

3) Orang Jepang memiliki loyalitas yang tinggi terhadap produk dari brand–

brand internasional, seperti Louis Vuitton dan Gucci. Produk-produk yang dihasilkan oleh kedua brand tersebut memiliki peminat yang tinggi dari kaum muda Jepang;

4) Konsumen Jepang sangat sensitif tehadap lingkaran fashion yang ada di dalam pasaran fashion internasional; dan

5) Masyarakat Jepang sangat dipengaruhi oleh majalah fashion.

3.4. Rekomendasi

Berikut beberapa rekomendasi pemasaran produk Men’s or boys suits di Jepang :

a. Peningkatan kualitas produk Men’s or boys suits secara detail

b. Menjual beberapa model pakaian dengan motif dan warna yang disesuaikan dengan trend yang sedang berkembang (menjual produk Men’s or boys suits dengan motif batik akan meningkatkan ketertarikan masyarakat Jepang terhadap motif yang beragam pada batik)

c. Menjual dengan harga yang mampu menyaingi produk Men’s or boys suits China tetapi dengan kualitas dan varian yang lebih baik.

d. Menyebarkan informasi tentang keberadaan Men’s or boys suits buatan Indonesia di Jepang melalui media social atau dapat dimulai dengan penjualan dengan sistem online terlebih dahulu.

e. Mencari informasi terkait importer dengan target pasar yang tidak sebesar mall dan outlet besar secara langsung. (Memberi supply kepada importer kelas menengah keatas)

f. Memanfaatkan keunggulan bea cukai yang rendah yang telah ditetapkan Jepang kepada Indonesia.

g. Kesesuaian Produk

Produk Anda harus sesuai dengan selera masyarakat Jepang (menyangkut mutu, desain, warna, kemasan dan harga). Oleh karena itu perlu dilakukan pendekatan yang fleksibel dalam pengembangan dan pemasaran produk

Anda agar dapat menyesuaikan dengan ciri-ciri dan karakter masyarakat Jepang.

3.5. Persaingan

Dewasa ini, pasar di Jepang terpusat pada kesadaran konsumen terhadap harga dan nilai barang. Dalam kaitan itu, yang perlu diperhatikan adalah apakah produk yang akan dipasarkan sudah mampu bersaing dengan produk sejenis yang sudah ada di pasar Jepang seperti design, warna packaging dan juga harus diperhatikan apakah bahan baku produk tersebut sudah memenuhi persyaratan di Jepang. Hal ini disebabkan produk yang beredar dipasar Jepang memiliki standar tinggi. Dilain pihak konsumen Jepang mempunyai daya beli yang masih rendah, sehingga konsumen juga mencari produk yang harga murah dan hal ini perlu diperhatiakan agar produk yang akan dipasarkan bisa bersaing dari produk China yang selama ini mendominasi pasar Jepang karena harga yang murah.

3.6. Fasilitas Sumber Daya dan Jasa

Guna memperlancar upaya memasuki pasar Jepang, perusahaan manca negara dapat memanfaatkan tersedianya berbagai dukungan jasa. Perusahaan manca negara dimaksud dapat memperoleh informasi dan bantuan teknis untuk mendirikan kantor atau mengorganisasikan hal-hal penting lainnya dalam kegiatan operasional mereka.

Sebagai tambahan informasi, jaringan dari pusat-pusat dukungan bisnis dijalankan oleh JETRO di Tokyo, Osaka, Nagoya, Yokohama, Kobe dan Fukuoka.

Pusat-pusat ini menawarkan bantuan komprehensif kepada pengusaha manca negara di tahap awal kegiatan dalam kerangka mengembangkan pasar mereka di Jepang, dengan memberikan fasilitas kantor untuk sementara waktu. JETRO juga secara berkala menyelenggarakan Pameran Perumahan Impor di delapan kota: Sapporo, Sendai, Yokohama, Nagoya, Osaka, Kobe, Hiroshima dan Fukuoka, disamping mendirikan ”Pusat Material Perumahan Impor” di Tokyo dan Osaka.

JETRO memiliki pula tiga showroom mobil impor di Tokyo, Osaka dan Nagoya yang dimaksudkan untuk memamerkan manufaktur kendaraan di negara lain, termasuk aksesoris dan barang-barang lainnya.

3.7. Jasa Konsultan

Perusahaan konsultan dapat dijadikan sebagai sumber informasi dan saran bagi mereka yang ingin memahami pasar Jepang secara lebih mendalam dan menyeluruh. Salah satu perkembangan di bidang ini adalah munculnya perusahaan-perusahaan lobby yang memiliki jalur dengan pemerintah Jepang, yang konon dapat menembus lingkaran birokratis.

Dalam memilih perusahaan konsultan Anda perlu mempertimbangkan:

a. Pengalaman yang dimiliki perusahaan tersebut mengenai pasar Jepang.

b. Tersedianya personel yang mampu berbahasa asing.

c. Cakupan operasional

d. Perusahaan jasa konsultan dimaksud harus memiliki keahlian di bidang riset pasar, penelitian perencanaan produk, saran investasi, akuisisi dan pencarian mitra bisnis, analisis persaingan, konsultasi strategi, penamaan produk serta bahan-bahan promosi.

3.8. Jasa Terjemahan

Pertemuan-pertemuan bisnis di Jepang biasanya menggunakan tenaga penerjemah (interpreter). Walau sebagian besar perusahaan-perusahaan besar di Jepang memiliki staf yang lancar berbahasa Inggris, namun masih tetap yang terbaik adalah dengan menggunakan jasa penerjemah untuk menjamin bahwa perbedaan bahasa tidak akan menjadi halangan komunikasi.

3.9. Cara Membuka Kantor Pemasaran di Jepang

Untuk mengatasi biaya awal yang masih tinggi di Jepang, beberapa perusahaan di Jepang menawarkan jasa inkubasi kepada perusahaan manca negara, antara lain penyediaan ruangan kantor dan jasa kesekretariatan. Perusahaan manca negara lainnya dapat juga menggunakan perusahaan telemarketing yang menyediakan fasilitas survei telepon, analisis data, operator, belanja melalui telepon, penjualan katalog dan penjualan langsung lainnya.

BAB IV.

Dokumen terkait