• Tidak ada hasil yang ditemukan

DAFTAR ISI EXECUTIVE SUMMARY DAFTAR ISI DAFTAR GAMBER DAFTAR TABEL

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2022

Membagikan "DAFTAR ISI EXECUTIVE SUMMARY DAFTAR ISI DAFTAR GAMBER DAFTAR TABEL"

Copied!
54
0
0

Teks penuh

(1)

MARKET INTELIGENCE

MEN’S OR BOY’S SUITS (HS 6203)

ITPC OSAKA 2017

(2)

EXECUTIVE SUMMARY

Jepang adalah salah satu wilayah di Asia yang memiliki kebudayaan yang unik.

Tidak hanya terkenal sebagai negara maju dalam hal perekonomian namun juga menjadi sandaran fashion untuk beberapa orang di seluruh dunia. Fashion merupakan salah satu aspek penting yang diperhatikan oleh masyarakat Jepang.

Pada ITPC market intelligence ini menjelaskan tentang kebijakan impor Negara Jepang terhadap men’s or boys’ suits yang akan diterima Negara Jepang seperti pembahasan mengenai potensi pasar Jepang yang memuat data impor dan ekspor produk men’s or boys’ suits yang dilakukan Jepang dan aturan – aturan dan hambatan terkait ekspor men’s or boys’ suits ke Jepang. Kemudian, pembahasan mengenai peluang Indonesia untuk menguasai pasar men’s or boys’

suits di Jepang serta strategi yang dapat dilakukan.

Hasil statistik yang sudah dilakukan oleh international trade center pada intracen.org, menyatakan bahwa Cina masih mendominasi pasar men’s or boys suits di Jepang diikuti oleh Vietnam, dan Italia. Preferensi tersebut dikarenakan harga yang relative murah dan kualitas yang sudah diakui baik oleh masyarakat Jepang pada umumnya. Indonesia yang menempati posisi keempat negara yang mengimpor produk Men’s or Boys’ suits di pasar Jepang yang juga menunjukan kecenderungan peningkatan pengiriman produk ini ke pasar Jepang, hal ini menunjukan adanya respon yang baik oleh masyarakat Jepang terhadap produk Men’s or Boys’ suits produksi Indonesia.

Market intelligence mengenai Men’s or boys’ suits diharapkan menjadi materi yang informatif dan dapat digunakan oleh masyarakat Indonesia yang tertarik untuk mengekspor Men’s or boys’ suits ke negeri sakura, Jepang..

(3)

DAFTAR ISI

EXECUTIVE SUMMARY ………..1 DAFTAR ISI

DAFTAR GAMBER DAFTAR TABEL

………..2

………..2

………..3 BAB I POTENSI PASAR JEPANG………..

1.1 Tentang Masyarakat Jepang dan Men’s or boys suits…….

1.2 Jenis Men’s or boys suits Jepang………..

1.3 Ekspor dan impor Men’s or boys suits Jepang………

1.4 Potensi pasar ekspor Men’s or boys suits Jepang……….

1.5 Kebijakan impor Men’s or boys suits Jepang………..

1.6 Saluran distribusi Men’s or boys suits Jepang………

1.7 Hambatan lainnya………

4 4 4 10 12 13 17 18 BAB II PELUANG………..

2.1. Konsumer Men’s or boys suits Indonesia………..

2.2. Pemasok Men’s or boys suits di Jepang………

2.3. Harga Men’s or boys suits di pasar Jepang………..

2.4. Men’s or boys suits asal Indonesia dibandingkan dengan Negara lain……….

2.5. Trends Men’s or boys suits di Jepang………..

20 20 20 22 23 25 BAB III STRATEGI ………....

3.1 Rumusan Strategi………...

3.2.Strategi memasuki pasar Jepang produk Men’s or boys suits………

3.3 Metode memasuki pasar Jepang………..

3.4 Rekomendasi………

3.5 Persaingan……….

3.6 Fasilitas Sumber Daya dan Jasa………

3.7 Jasa Konsultan……….

3.8 Jasa Terjemahan……….

3.9 Cara Membuka Kantor Pemasaran di Jepang…………

28 28 28 30 34 35 35 35 36 36 BAB IV PROMOSI DAN TEKNIK PENJUALAN………..

4.1. Memperkenalkan Produk………..

4.2. Katalog……….

4.3. Profil Perusahaan………..

4.4. Contoh Produk………

4.5. Peran Pedagang Grosir………

4.6. Partisipasi pada Pameran Internasional……….

4.7. Peran Perwakilan Perusahaan (Representative Office

37 37 37 38 38 38 38 BAB V RISET PASAR………

5.1. Faktor-faktor yang harus dipertimbangkan………

5.2. Kondisi Pasar Jepang………

5.3. Kualitas produk dan penampilan……….

5.4. Selera Konsumer Jepang……….

5.5. Pelayanan Purna Jual………

41 41 41 42 43 43

(4)

BAB VI INFORMASI PENTING………..

6.1. TPO dan atau Keudtaan Negara di Indonesia…………

6.2. Kamar Dagang Jepang………..

6.3. Asosiasi terkait Men’s or boys suits di Jepang……….

6.4. Daftar pameran terkait Men’s or boys suits di Jepang 6.5. Perwakilan Indonesia di Jepang……….

6.6. Daftar Instansi terkait dengan peraturan Impor Men’s or

boys suits di Jepang………1

45 46 47 47 48 48 49 DAFTAR GAMBAR Gambar 1. Persimpangan Shibuya, Tokyo yang selalu ramai dengan pengunjung dari dan luar Jepang ... 4

Gambar 2. Single Breasted ... 5

Gambar 3. Double Breasted ... 5

Gambar 4. Dinner Suits ... 6

Gambar 5. Mandarin Suits ... 6

Gambar 6. Celana ... 7

Tabel 7. Peringkat negara pengimpor Women’s or girls suits di dunia (Sumber : ITC (diolah)) ...10

Tabel 8. Statistik populasi masyarakat Jepang berdasarkan pembagian umur ...13

Gambar 9. Fashion street mode di Harajuku, Jepang ...27

Gambar 10. Jadwal Musim dan acara tahunan di Jepang ...34

Gambar 10. Jadwal Musim dan acara tahunan di Jepang ...35

DAFTAR TABEL Tabel 1. Peringkat negara pengimpor Women’s or girls suits di dunia ...10

Tabel 2. Nilai impor Jepang terhadap produk Men’s or boys suits dari beberapa negara ...11

Tabel 3. Nilai impor Jepang terhadap produk Men’s or boys suits dari dunia ...12

Tabel 4. Statistik populasi masyarakat Jepang berdasarkan pembagian umur ...13

(5)

BAB I

POTENSI PASAR JEPANG

1.1. Tentang Masyarakat Jepang dan Men’s or boys’ suits

Jepang adalah salah satu wilayah di Asia yang memiliki kebudayaan yang unik.

Tidak hanya terkenal sebagai negara maju dalam hal perekonomian namun juga menjadi sandaran fashion untuk beberapa orang di seluruh dunia. Fashion merupakan salah satu aspek penting yang diperhatikan oleh masyarakat Jepang.

Beberapa pusat fashion terkenal di seluruh dunia dapat ditemui dibeberapa tempat di Jepang seperti Harajuku, Shibuya, dan Ginza, Tokyo. Fashion juga salah satu yang tidak bisa terlepas dari kaum pria. Hal ini terbukti dari banyaknya outlet-outlet perbelanjaan di kota-kota besar Jepang seperti Tokyo dan Osaka.

Gambar 1. Persimpangan Shibuya, Tokyo yang selalu ramai dengan pengunjung dari dan luar Jepang

Perbedaan musim yang terjadi sebanyak empat kali dalam setahun pun menjadi salah satu alasan mengapa kaum hawa harus meng-update gaya berpakaian mereka mengikuti trend yang ada. Rasio pengeluaran rumah tangga untuk produk garmen dibandingkan dengan total pengeluaran rumah tangga pada tahun 2010 adalah sebesar 3.3%, hal ini berarti 3.3% dari total konsumsi rumah tangga dialokasikan untuk belanja pakaian.

1.2. Jenis Men’s or boys’ suits

Berdasarkan situs perbelanjaan online yang ada di Jepang, men’s suits terbagi menjadi beberapa jenis diantaranya adalah :

(6)

Single Breasted

Jas jenis ini hanya memiliki satu line kancing. Jenis Jas pria ini memiliki tiga model, yaitu berkancing satu, dua, atau tiga. Yang berkancing satu, biasanya digunakan untuk dinner jackets.

Single-breasted jacket bisa digunakan dengan rompi berkancing tanpa lengan dan kerah.

Rompi tersebut biasanya sudah satu paket dengan suit dan memiliki bentuk kerah V dan bagian belakangnya terbuat dari sutera. Jas jenis ini banyak

disukai karena

memberikan kesan casual dibandingkan yang double

breasted. Gambar 2. Single Breastef

Double Breasted

Jas jenis ini memiliki dua garis kancing. Jas ini

biasanya tidak

memerlukan vent dan umumnya memiliki empat sampai enam kancing. Jas ini juga dikenal sebagai Italian style suit dan biasanya digunakan oleh pria tinggi untuk tampilan yang elegan.

Gambar 3. Double Breasted

(7)

Dinner Suits

Jas ini umumnya memiliki warna hitam dan pas di badan. Cukup pakai dasi

kupu-kupu saat

mengenakan jas ini.

Gambar 4. Dinner suits

Mandarin Suits

Jas dengan Nehru collar atau band collar, umumnya digunakan

dengan gaya

mengancingkan seluruh kancingnya. Jas ini memberikan kesan kurus dan tajam sehingga sangat elegan digunakan untuk acara malam hari.

Gambar 5. Mandarin Suits

(8)

Tuxedos

Jas ini sudah umum digunakan oleh banyak pria. Jas ini bisa digunakan dalam acara resmi dan formal, seperti pernikahan, party, atau saat red carpet. Umumnya berwarna hitam dan mempunyai buntut pada bagian belakang dan harus dipadukan dengan kemeja berkerah sayap (wing collar) serta dasi kupu-kupu.

Dengan mengetahui jenis Jas bagi pria ini, sekarang tidak ada alasan lagi untuk tidak tampil lebih menawan dan elegan dengan jas yang cocok dengan acara yang akan dihadiri. (Billy-Indopress)

Gambar 6. Tuxedos

Mendengar tuksedo, yaitu setelan jas resmi berwarna hitam dengan bagian belakang berbuntut, harus dikenakan dengan kemeja putih kerah sayap (wing collar) dan dasi kupu-kupu atau bow tie. Bila dalam undangan disebutkan kode busana black tie, maka Anda diminta memakai setelan ini.

(9)

Berdasarkan harmonized system yang diberlakukan seluruh dunia, men’s or boys suits (HS6203) dikategorikan sebagai berikut :

Pria pekerja kantoran pasti hampir setiap jam kerja selalu mengenakan jas. terlebih pria dengan posisi jabatan tertentu. Model jas pria yang ada di pasaran saat ini sangat beragam. Bila dulu model jas pria terlihat kaku dan memberi kesan "angkuh dan sombong" bagi para pemakainya, saat ini kita bisa menemukan model jas pria yang lebih trendy dan casual sehingga para eksekutif muda pun tidak akan tampak jauh lebih tua dari usia yang sebenarnya. Ini terjadi karena banyak pria yang tidak lagi cuek dengan penampilan dan mereka lebih memperhatikan soal fashion dan gaya berbusana. walaupun pada dasarnya jas pria hanya dikenakan pada suasana resmi seperti ke kantor, resepsi pernikahan, dan pertemuan - pertemuan sosia, namun setiap pria harus bisa menentukan jenis dan model jas seperti apa yang pantas dikenakan pada setiap event yang berbeda.

Seperti yang sudah di ketahui, jas adalah salah satu pakaian wajib untuk pria Jas/setelan jas (bahasa inggris: suit) sebenarnya merupakan pakaian resmi model eropa yang setidaknya terdiri dari jas dan celana celana panjang yang di buat dari kain dan warna yang sama. Jas harus di pakai di luar kemeja. Di Inggris, jas juga di kenal dengan jacket.

Berdasarkan jumlah baris kancing di bagian depan, jas di bagi menjadi single breasted (kancing sebaris) dan double breasted (kancing dua baris). Sedangkan berdasarkan jumlah belahan/potongan pada bagian belakang, jas terdiri atas single vent dan double vent.

(10)

Single Breasted atau Double Breasted?

Setelan jas single breasted adalah pilihan default suatu jas. Sedangkan jas dengan double breastedmemang terlihat lebih gagah dan stylish tetapi tidak cocok untuk Anda yang bertubuh pendek atau berbadan besar.

Jumlah Kancing

Sebagian banyak jas yang di buat oleh rumah mode atau penjahit, umumnya berkancing dua. Jas yang berkancing 3 lebih cocok untuk yang bertubuh tinggi. Jika bekerja di bidang kreatif atau lingkungan kerja tidak terlalu konservatif, dapat mengenakan jas berkancing satu.

Vent atau belahan pada bagian belakang berfungsi untuk memudahkan bergerak.

Jas dengan double vents awalnya merupakan model Eropa, memudahkan kita untuk mengambil dompet di kantong belakang tanpa harus melipat jas. Untuk yang bertubuh pendek, jas double vents adalah pilihan yang tepat. Sedangkan untuk yang bertubuh tinggi dan kurus, lebih baik memilih jas dengan single vent atau tanpa vent.

(11)

1.3. Ekspor dan Impor Men’s or boys suits Jepang

Jumlah impor komoditas Men’s or boys suits di Jepang menduduki peringkat kedua di dunia setelah Amerika. Hal tersebut tergambarkan pada tabel 7. Apabila membandingkan lima negara pengimpor Men’s or boys suits tertinggi di dunia, maka sebanyak 21% jumlah impor atau sebanyak US$ 198,428,531 Men’s or boys suits dilakukan oleh Jepang. Hal ini menunjukan bahwa pasar Men’s or boys suits di Jepang merupakan pasar yang menjanjikan untuk melakukan transaksi ekspor-impor.

Tabel 1. Peringkat negara pengimpor Men’s or boys suits di dunia (Sumber : ITC (diolah))

(12)

Negara-negara pengimpor Men’s or boys suits dari dunia untuk Jepang menunjukan adanya peningkatan. Pada table 8 menunjukan bahwa import Men’s or boys suits dari Cina ke Jepang mengalami sedikit penurunan apabila diperhatikan dari tahun 2010 ke tahun 2014. Hal tersebut berbanding terbalik dengan peningkatan jumlah impor Men’s or boys suits dari beberapa negara seperti Vietnam, Italia, Bangladesh, Kamboja, dan Indonesia.

Tabel 2. Nilai impor Jepang terhadap produk Men’s or boys suits dari beberapa negara Sumber : ITC (diolah)

(13)

Merujuk kepada data yang ditampilkan pada tabel 2 dan apabila dibandingkan dengan jumlah impor dunia ke Jepang, Komoditas impor Negara Cina terhadap men’s or boys suits pada tahun 2016, menunjukan bahwa Negara Cina dapat memenuhi hampir setengah dari jumlah komoditas Men’s or boys suits yang diimpor ke dalam Jepang. Jika dibandingkan dengan Indonesia, jumlah produk Men’s or boys suits yang berasal dari Indonesia tidak memenuhi seperempat dari jumlah import Jepang terhadap dunia. Terlihat juga pada tabel 1 bahwa Indonesia dapat menempati posisi keempat setelah Cina, Vietnam, dan Italia untuk memenuhi kebutuhan komoditas men’s or boys suits yang dibutuhkan Jepang pada umumnya.

Tabel 3. Nilai impor Jepang terhadap produk Men’s or boys suits dari dunia Sumber : ITC (diolah)

Produc

t code Product label Value in

2014 Value in

2016 Value in

2014 Value in

2015 Value in 2016

620343 Men's or boys' trousers, bib and brace overalls, breeches and shorts of synthetic fibres (excluding . . . 45,847 178,770 694,733 647,987 676,329 620342 Men's or boys' trousers, bib and brace overalls, breeches

and shorts, of cotton (excluding . . . 26,142 265,170 962,452 955,525 906,674

620311 Men's or boys' suits of wool or fine animal hair (excluding knitted or crocheted, tracksuits, . . . 17,735 12,241 442,592 403,118 385,469 620312 Men's or boys' suits of synthetic fibres (excluding knitted or crocheted, tracksuits, ski suits . . . 18,170 18,444 197,741 165,605 179,222 620341 Men's or boys' trousers, bib and brace overalls, breeches and shorts, of wool or fine animal . . . 3,745 13,506 91,969 79,769 71,263 620333 Men's or boys' jackets and blazers of synthetic fibres (excluding knitted or crocheted, and . . . 1,950 43,223 98,497 89,414 95,141 620331 Men's or boys' jackets and blazers of wool or fine animal hair (excluding knitted or crocheted, . . . 2,608 13,909 116,945 102,360 91,095 620332 Men's or boys' jackets and blazers of cotton (excluding knitted or crocheted, and wind-jackets . . . 1,034 17,550 71,609 67,196 68,542 620349 Men's or boys' trousers, bib and brace overalls, breeches and shorts of textile materials (excluding . . . 823 38,508 35,623 26,591 34,819 620319 Men's or boys' suits of textile materials (excluding of wool, fine animal hair or synthetic . . . 7 31,471 3,572 3,647 3,166 620339 Men's or boys' jackets and blazers of textile materials (excluding of wool, fine animal hair, . . . 489 68,204 39,602 27,255 24,448 620322 Men's or boys' ensembles of cotton (excluding knitted or crocheted, ski ensembles and swimwear) 0 684 3,725 6,180 6,956 620323 Men's or boys' ensembles of synthetic fibres (excluding knitted or crocheted, ski ensembles . . . 0 1 10,072 8,344 6,225 620329 Men's or boys' ensembles of textile materials (excluding of cotton or synthetic fibres, knitted . . . 0 89 24 262 44

(14)

1.4. Potensi Pasar Ekspor Men’s or boys suits Jepang

Seperti yang tergambar pada tabel 10, penduduk Jepang dengan jenis kelamin wanita jauh lebih dominan jika dibandingkan dengan jumlah penduduk Jepang yang berjenis kelamin laki-laki. Hal ini menunjukan adanya pasar ekspor Men’s or boys suits lebih kecil dibandingkan dengan pakaian wanita yang cukup besar di Jepang.

Tabel 4. Statistik populasi masyarakat Jepang berdasarkan pembagian umur Sumber : Japan Bureau Center, 2015

Tak hanya itu, rentang usia antara 20-64 tahun lebih cenderung dominan jika dibandingkan dengan rentang usia yang lainnya. Data tersebut menunjukan adanya pasar yang cukup luas untuk Men’s or boys suits di Jepang. Data pada table 10 menunjukan bahwa pasar Men’s or boys suits mencakup kelas remaja dan kelas perempuan dewasa. Sehingga desain yang dapat dipasarkan pada pasar Jepang cenderung akan lebih beragam yang dapat mencakup kelas remaja dan kelas dewasa.

Banyaknya musim yang terjadi di Negara Jepang juga merupakan salah satu pasar yang cukup menjanjikan untuk menjual beraneka ragam jenis pakaian yang disesuaikan dengan musim yang sedang berlangsung.

Pasar mengenai Men’s or girls boys di Jepang cukup besar yang dibuktikan masuknya negara Jepang sebagai peringkat kedua pengimpor Men’s or boys suits di dunia. Angka tersebut akan cenderung meningkat apabila melihat pada tabel

(15)

10 yang menunjukan bahwa angka impor produk Men’s or boys suits yang akan terus meningkat di setiap tahunnya.

1.5. Kebijakan Impor Men’s or boys suits Jepang

Beberapa kebijakan impor Men’s or boys suits diatur dalam dua jenis peraturan diantaranya adalah :

1.5.1. Peraturan yang terkait dengan impor Men’s or boys suits

Men’s or boys suits dapat dikategorikan sebagai bagian dari Apparel products yang diatur dibawah beberapa kebijakan diantaranya adalah : a. Kebijakan bea cukai (Sistem quota)

Kebijakan ini biasanya diaplikasikan untuk beberapa produk yang menggunakan bahan kulit. Biaya beacukai yang rendah (primer) akan diterapkan pada impor yang terdapat larangan secara kuantitatif, sedangkan beacukai yang tinggi (sekunder) akan berlaku pada jenis impor yang lainnya. Aplikasi beacukai (system quota) harus diserahkan kepada Minister of Economy, Trade, and Industry untuk mendapatkan sertifikat aplikasi beacukai/tariff quota application certificate sebelum diberlakukannya biaya beacukai primer.

b. Kebijakan bea cukai

Kebijakan ini diberlakukan untuk menghindari adanya kesamaan atau pemalsuan yang diimpor oleh Jepang. Sejak bulan Aprtil 2004, Pemerintah Jepang berhak untuk mengungkapkan kepada pihak yang berwenang mengenai pemalsuan yang dilakukan oleh importer, eksportir dan produsen untuk dapat mengajukan gugatan sebagai tahapan tindak lanjut pihak berwenang untuk meminta pertanggungjawaban kepada pihak-pihak yang melakukan pemalsuan.

Hukuman berupa denda dan pidana akan berlaku kepada importer yang mengimpor beberapa barang yang sudah disita atau dibuang oleh pemerintah Jepang. Peraturan ini tertulis juga pada kebijakan bea cukai (Customs tariff act) pada bulan April 2003 yang

(16)

menyatakan hak paten, hak desain, dan hak penggunaan model dimasukan dalam cakupan Import injunction request system.

Adapun adanya kesamaan kemasan dan knock-off brands yang membingungkan, peraturan mengenai unfair competition prevention act yang dikelola oleh pihak beacukai Jepang. Peraturan ini berlaku sejak Maret 2006. Apabila ditemukan adanya kesamaan, maka barang tersebut tidak dapat dicantumkan sebagai trademark atau dicabut hak desainnya. Tindakan ini merupakan langkah Pemerintah Jepang yang anti terhadap barang palsu.

c. Foreign Exchange dan Foreign Trade Act

Kebijakan ini mengacu kepada Washington Convention (CITES) yang mengatur proses impor flora dan fauna terkait pada pembuatan bahan yang terbuat dari kulit dengan tujuan komersil atau yang telah diakui oleh keputusan Washington Convention (CITES).

Apabila produk yang akan dipasarkan telah memenuhi syarat yang diperlukan, produk tersebut diperbolehkan selama mendapat sertifikasi oleh otoritas berwenang dari negara pengekspor . Informasi lebih lanjut dapat menghubungi Trade Licensing Division, Trade and Control Department, Trade and Economic Cooperation Bureau, Ministry of Economy, Trade and Industry. Adapun beberapa lampiran mengenai penggunaan flora dan fauna untuk pembuatan produk diantaranya adalah :

i. Lampiran I

Lampiran ini menjelaskan beberapa spesies yang terancam punah. Secara internasional, produk yang terbuat dari spesies yang tercantum pada lampiran ini dilarang untuk diperjual- belikan dalam proses ekspor-impor (Commercial traffic).

ii. Lampiran II

Lampiran ini menjelaskan beberapa spesies yang menuju kearah terancam kepunahan. Spesies yang masuk ke dalam lampiran ini dan akan dijadikan produk ekspor-impor mengharuskan importir melampirkan surat ekspor dari otoritas negara eksportir kepada Pemerintah Jepang

(17)

iii. Lampiran III

Lampiran ini menjelaskan beberapa spesies yang diidentifikasi sebagai subjek yang terkait dengan regulasi dan memerlukan kerjasama dari pihak lain dalam proses jual-beli.

Produk yang terbuat dari spesies yang terlampir pada lampiran ini mengharuskan importer melampirkan surat ekspor yang dikeluarkan oleh Pihak berwenang dari negara pengekspor.

Pencantuman nama ilmiah pada produk yang menggunakan bahan kulit hewan direkomendasikan untuk dicantumkan ke dalam invoice yang akan dilampirkan pada saat pendaftaran produk kepada Pemerintah Jepang.

d. Wildlife Protection and Proper Hunting Act

Kebijakan ini mengatur bahwa importer harus melampirkan surat ekspor atau Surat yang menyatakan bahwa kulit atau bulu hewan yang digunakan sebagai produk ekspor-impor yang telah dikeluarkan oleh pihak berwenang pada negara pengekspor.

e. Act on Domestic Animal Infectious Diseases Control

Kebijakan ini dibuat untuk menghindari adanya agen penyakit menular yang mewajibkan importer harus melampirkan export inspection certificate yang dikeluarkan oleh pemerintah terkait untuk memasuki pasar Jepang. Pada saat barang yang akan dipasarkan ke dalam Jepang sampai ke dalam Jepang, dokumen- dokumen yang bersangkutan akan diserahkan kepada animal quarantine station yang akan menguji kesesuaian barang yang akan dipasarkan di dalam Jepang. Apabila barang yang akan dipasarkan ditolak untuk memasuki pasar Jepang, akibat gagal melalui proses pengujian, maka barang tersebut akan diproses lebih lanjut seperti dibakar atau dikembalikan ke negara asal. Informasi lebih lanjut, bisa menghubungi Animal Health Division, Food Safety and Consumer Affairs Bureau, Ministry of Agriculture, Forestry and Fisheries.

1.5.2. Peraturan yang terkait dengan Penjualan Produk

(18)

Men’s or boys suits dapat dikategorikan sebagai bagian dari Apparel products yang diatur dibawah beberapa kebijakan yang terkait dengan penjualan produk diantaranya adalah :

a. Act Against Unjustifiable Premiums and Misleading Representations.

Peraturan ini dibuat untuk mencegah bentuk – bentuk tindakan pemalsuan label yang memungkinkan terjadinya tindak penipuan kepada consumer tentang kualitas suatu produk. Importir atau penjual harus dapat membuktikan bahwa label yang digunakan adalah bukan merupakan bagian dari penipuan. Labeling adalah memberi pemahaman kepada consumer, jika pembuatan produk melalui beberapa negara,label yang harus dicantumkan harus memuat informasi yang sesuai dengan kondisi sebenarnya.

b. Act on Conservation of Endangered Species of Wild Fauna and Flora.

Peraturan ini menjelaskan mengenai perlindungan spesies yang terancam punah. Dimana, produk dari spesies yang terancam punah tersebut dilarang untuk diperjualbelikan di Jepang

c. Household Goods Quality Labelling Act. Peraturan ini menetapkan format dan konten dari kualitas pelabelan untuk produk khusus rumah tangga. Tujuan dari peraturan ini adalah melindungi keuntungan consumer dengan memberi informasi yang memudahkan consumer untuk memilih produk

d. Act for the Control of Household Products Containing Harmful Substances. Peraturan ini melarang adanya konten senyawa berbahaya (formalin, dieldrin) yang terdeteksi melebihi batas produk rumah tangga pada produk seperti pakaian dan tas.

e. Act on Specified Commercial Transactions. Penjualan produk travel goods melalui mail-order, chain-sales, telemarketing, dan sebagainya diatur dalam peraturan ini.

1.6. Saluran Distribusi Men’s or boys suits Jepang

Gambar 2.8 menunjukkan alur distribusi produk apparel dan material dimana mencakup HS 6204 Men’s or boys suits impor dari perusahaan di luar negeri sampai ke tangan konsumen di Jepang. Berdasarkan gambar, dapat diketahui

(19)

bahwa domestic manufacturer memegang peranan penting dalam distribusi domestik. Alur distribusi impor dapat dibedakan menjadi “developed imports”

dan imports.

Developed Imports adalah produk impor yang telah dikembangkan dengan spesifikasi yang diharapkan importir dengan menggunakan sumber daya dan teknologi negara maju pada negara berkembang, sebagai contoh China dan negara – negara di Asia Tenggara.

Sebaliknya, “impor” di Jepang merujuk pada barang impor yang memiliki brand dan lisensi produk dari Eropa dan Amerika Serikat, yang pada umumnya produk ini diimpor dari produsen melalui perusahaan Jepang dan agen pengimpor atau Japanese trading companies, serta diijual kepada consumer oleh retailer melalui seluruh penjual domestik.

1.7. Hambatan lainnya

Beberapa hambatan harus dihadapi produk Men’s or boys suits yang akan diimpor oleh Jepang dari Indonesia. Hamabatan yang harus dihadapi seperti banyaknya pesaing seperti Cina yang menawarkan harga yang jauh lebih murah jika dibandingkan dengan produk dari Negara lain yang dijual di Jepang. Harga murah yang ditawarkan oleh produk Men’s or boys suits yang dipasarkan di Jepang menyebabkan produk yang berasal dari negeri tirai bambu ini menjadi favorit masyarakat Jepang.

Harga murah yang ditawarkan oleh Cina sebagai jumlah pengimpor terbesar Men’s or boys suits di Jepang tidak menjadi satu-satunya hambatan yang harus

Gambar 1. Saluran distribusi womens's or girls suits di Jepang Sumber : Japan External Trade Organization

(20)

dihadapi oleh produsen Men’s or boys suits yang akan mengeskpor barang yang akan dipasarkan ke dalam Jepang. Masyarakat Jepang yang kurang familiar dengan produk-produk Indonesia menjadi hambatan selanjutnya yang harus dihadapi produsen dan calon pengekspor produk Men’s or boys suits. Promosi dan pemasaran menjadi bagian paing penting di dalam perkembangan industri fashion di dunia. Hal ini bertujuan untuk mengetahui sejauh mana negara pengimpor paham akan minat dari masyarakat dari negara yang akan dituju sebagai produsen utama (paham situasi dan keinginan pasar). Di Jepang untuk bidang fashion, pada umumnya, masyarakat mengenal perkembangan dunia fashion melalui majalah fashion, media online, media elektronik dan lainnya.

Produk-produk Men’s or boys suits yang berasal dari Italia yang sudah terkenal sebagai tempat lahirnya brand-brand ternama dunia. Hal yang sama terjadi pada produk Men’s or boys suits yang berasal dari Vietnam yang terlebih dahulu masuk ke dalam pasar Men’s or boys suits Jepang. Produk Men’s or boys suits yang berasal dari kedua Negara tersebut memiliki daya tarik tersendiri karena masyarakat Jepang memiliki kecenderungan untuk mengkonsumsi produk yang jauh lebih dikenal jika dibandingkan dengan produk baru yang baru masuk ke dalam pasar Jepang.

(21)

BAB II PELUANG

2.1. Konsumer Men’s or boys suits Indonesia

Jika mencari produsen Men’s or boys suits dalam negeri (Indonesia), tentunya ada beberapa nama brand yang muncul seperti GAP. Akan tetapi produk-produk Men’s or boys suits Indonesia yang konsumernya berpeluang beragam dari berbagai macam kalangan di Jepang masih sulit ditemukan. Hanya saja, beberapa brand terkenal dunia seperti Zara, Hugo Boss, Giorgio Armani, Guess, Mark and Spencer dan mango banyak diproduksi di Indonesia melalui Asosiasi Pertekstilan Indonesia (API). API pun meng-claim bahwa 80% dengan brand global diproduksi di dalam negeri (Indonesia). Hal ini membuktikan bahwa bahan dan alat yang digunakan oleh brand terkenal dapat ditemukan di dalam Indonesia.

Beberapa desainer Indonesia yang terkenal di dunia seperti Tex Saverio, Didit Hediprasetyo, Nancy Go, Fahrani empel, Sabbatha Rahzuardi, dan Peggy hartanto membuat beberapa artis Hollywood memakai pakaian yang dirancang mereka.

Hal ini membuktikan bahwa rancangan karya anak negeri dapat dihargai masyarakat Internasional.

Selain itu, banyaknya pelajar yang berasal dari luar Jepang yang sedang mengenyam pendidikan dapat juga menjadi salah satu peluang yang dapat dimanfaatkan produsen Men’s or boys suits asal Indonesia. Salah satu diantaranya adalah banyaknya pelajar yang beragama muslim dari negara-negara seperti Malaysia dan negara muslim lainnya. Sebagai contoh, salah satu produk Uniqlo sudah mengeluarkan produk Men’s or boys suits khusus laki-laki dengan style baju Koko dengan menggandeng salah satu blogger terkenal dunia yaitu Hanatajima. Meskipun produk uniqlo yang bertemakan Hanatajima baru menembus pasar Asia Tenggara, ada kemungkinan produk ini dapat masuk ke dalam pasar Men’s or boys suits Jepang.

Produk men’s or boys suits yang mengangkat tema muslim menjadi daya tarik tersendiri oleh warga Jepang pada khususnya dikarenakan adanya isu ISIS yang

(22)

sedang berkembang di tengah masyarakat Jepang. Berkembangnya produk Men’s or boys suits yang mengangkat tema hijab juga sudah ditanggapi beberapa desainer lokal Indonesia seperti Restu Anggraeni dan Nadjani dengan mengikuti salah satu ajang Tokyo Fashion Week yang diadakan setiap tahunnya.

Tabel 5. Nilai impor Jepang terhadap produk Men’s or boys suits dari Indonesia Sumber : ITC (diolah)

Unit : US Dollar thousand Product

code Product label Japan's imports from Indonesia

Value in 2014 Value in 2015 Value in 2016 620343 Men's or boys' trousers, bib and brace overalls,

breeches and shorts of synthetic fibres

(excluding . . . 45,847 38,914 50,596

620342 Men's or boys' trousers, bib and brace overalls, breeches and shorts, of cotton (excluding . . . 26,142 42,320 33,533 620311 Men's or boys' suits of wool or fine animal hair (excluding knitted or crocheted, tracksuits, . . . 17,735 19,346 24,326 620312 Men's or boys' suits of synthetic fibres (excluding knitted or crocheted, tracksuits, ski suits . . . 18,170 19,832 23,080 620341 Men's or boys' trousers, bib and brace overalls, breeches and shorts, of wool or fine animal . . . 3,745 4,011 4,736 620333 Men's or boys' jackets and blazers of synthetic fibres (excluding knitted or crocheted, and . . . 1,950 1,874 3,957 620331 Men's or boys' jackets and blazers of wool or fine animal hair (excluding knitted or crocheted, . . . 2,608 2,469 2,880

620332 Men's or boys' jackets and blazers of cotton (excluding knitted or crocheted, and wind-

jackets . . . 1,034 1,212 1,053

620349 Men's or boys' trousers, bib and brace overalls, breeches and shorts of textile materials

(excluding . . . 823 358 538

620319 Men's or boys' suits of textile materials (excluding of wool, fine animal hair or synthetic . . . 7 5 143 620339 Men's or boys' jackets and blazers of textile

materials (excluding of wool, fine animal hair, . . . 489 322 132

620322 Men's or boys' ensembles of cotton (excluding knitted or crocheted, ski ensembles and

swimwear) 0 110 49

620323 Men's or boys' ensembles of synthetic fibres (excluding knitted or crocheted, ski ensembles . . . 0 0 0 620329 Men's or boys' ensembles of textile materials

(excluding of cotton or synthetic fibres, knitted . . . 0 0 0

(23)

2.2. Pemasok Men’s or boys suits di Jepang

Pemasok men’s or boys suits di Jepang seperti yang sudah dijelaskan pada gambar 9 dapat disimpulkan bahwa Cina dan Vietnam merupakan pemasok dominan produk Men’s or boyls suits dikarenakan harga yang relatif murah (berkisar Rp.

100.000 – 500.000 apabila dikonversikan ke mata uang Rupiah) dan cenderung lebih beragam jika dibandingkan produk-produk ternama yang berasal dari Negara-negara maju seperti Italia.

Tabel 6. Data Pasar Ekspor Men's or Boys suits dari Cina Sumber :ITC. (diolah)

Unit : US Dollar Thousand Product

code Product label Japan's imports from China

Value in 2014 Value in 2015 Value in 2016

620342 Men's or boys' trousers, bib and brace overalls, breeches and shorts, of cotton (excluding . . . 506,243 456,168 394,728 620343 Men's or boys' trousers, bib and brace overalls, breeches and

shorts of synthetic fibres (excluding . . . 421,366 368,818 356,557

620311 Men's or boys' suits of wool or fine animal hair (excluding knitted or crocheted, tracksuits, . . . 306,721 258,661 226,454 620312 Men's or boys' suits of synthetic fibres (excluding knitted or crocheted, tracksuits, ski suits . . . 111,338 70,425 79,917 620333 Men's or boys' jackets and blazers of synthetic fibres (excluding knitted or crocheted, and . . . 68,236 61,503 60,600 620331 Men's or boys' jackets and blazers of wool or fine animal hair (excluding knitted or crocheted, . . . 66,503 55,093 44,350 620332 Men's or boys' jackets and blazers of cotton (excluding knitted or crocheted, and wind-jackets . . . 38,392 37,779 38,545 620341 Men's or boys' trousers, bib and brace overalls, breeches and shorts, of wool or fine animal . . . 55,470 41,860 36,082 620349 Men's or boys' trousers, bib and brace overalls, breeches and shorts of textile materials (excluding . . . 27,174 15,512 18,191 620339 Men's or boys' jackets and blazers of textile materials (excluding of wool, fine animal hair, . . . 22,077 14,012 11,659 620322 Men's or boys' ensembles of cotton (excluding knitted or crocheted, ski ensembles and swimwear) 3,389 5,516 6,561 620323 Men's or boys' ensembles of synthetic fibres (excluding knitted or crocheted, ski ensembles . . . 8,145 6,419 5,097 620319 Men's or boys' suits of textile materials (excluding of wool, fine animal hair or synthetic . . . 480 322 434 620329 Men's or boys' ensembles of textile materials (excluding of cotton or synthetic fibres, knitted . . . 7 192 8

(24)

Tabel 7. Data Pasar Ekspor Men's or Boys suits Vietnam Sumber :ITC. (diolah)

Unit : US Dollar Thousand Product

code Product label

Japan's imports from Viet Nam Value in

2014 Value in

2015 Value in 2016

620343 Men's or boys' trousers, bib and brace overalls, breeches and shorts of synthetic fibres (excluding . . . 138,300 146,629 164,471 620342 Men's or boys' trousers, bib and brace overalls, breeches and

shorts, of cotton (excluding . . . 109,240 114,588 121,659

620311 Men's or boys' suits of wool or fine animal hair (excluding knitted

or crocheted, tracksuits, . . . 35,498 37,210 37,052

620312 Men's or boys' suits of synthetic fibres (excluding knitted or crocheted, tracksuits, ski suits . . . 25,165 22,313 16,881 620333 Men's or boys' jackets and blazers of synthetic fibres (excluding knitted or crocheted, and . . . 7,845 8,615 9,182 620341 Men's or boys' trousers, bib and brace overalls, breeches and shorts, of wool or fine animal . . . 6,799 6,628 5,830 620332 Men's or boys' jackets and blazers of cotton (excluding knitted or crocheted, and wind-jackets . . . 5,339 3,505 4,625 620331 Men's or boys' jackets and blazers of wool or fine animal hair (excluding knitted or crocheted, . . . 7,188 5,850 3,735 620349 Men's or boys' trousers, bib and brace overalls, breeches and shorts of textile materials (excluding . . . 817 1,574 3,680 620339 Men's or boys' jackets and blazers of textile materials (excluding of wool, fine animal hair, . . . 1,627 1,030 1,441 620323 Men's or boys' ensembles of synthetic fibres (excluding knitted or crocheted, ski ensembles . . . 328 255 106 620322 Men's or boys' ensembles of cotton (excluding knitted or crocheted, ski ensembles and swimwear) 0 0 3 620319 Men's or boys' suits of textile materials (excluding of wool, fine animal hair or synthetic . . . 4 0 0 620329 Men's or boys' ensembles of textile materials (excluding of cotton or synthetic fibres, knitted . . . 0 0 0

Pesaing Indonesia dalam hal Men’s or boys suits dalam hal ini China dan Vietnam menunjukan bahwa kedua Negara ini mengekspor produk Men’s or boys suits ke Amerika pada peringkat pertama diikuti dengan Jepang. Akan tetapi pada produk Men’s or boys suits yang dikirimkan oleh China ke Jepang mengalami penurunan.

Hal ini mungkin disebabkan adanya sensitivitas beberapa masyarakat Jepang terhadap produk China yang tidak memenuhi standar (ditemukan cacat, atau mudah rusak) sehingga minat masyarakat Jepang terhadap produk Men’s or boys suits menurun dan berimbas kepada penurunan angka ekspor produk Men’s or boys suits ke Jepang.

(25)

Masyarakat Jepang memiliki tendensi positif kepada produk-produk ternama yang berasal dari benua Eropa dengan kualitas yang baik hanya saja harga yang ditawarkan oleh produk-produk yang berasal dari benua Eropa cenderung lebih mahal jika dibandingkan dengan produk-produk yang dipasarkan oleh negara Cina dan Vietnam.

Setelah Cina, Vietnam, dan Italia yang menempati posisi tiga teratas negara pengimpor Men’s or boys suits di Jepang, Myanmar, Indonesia dan Kamboja mengikuti di posisi empat, lima dan enam dengan kecenderungan meningkat di setiap tahunnya. Hal ini memperlihatkan bahwa produk men’s or boys suits yang berasal dari ASEAN juga memiliki tempat di hati masyarakat Jepang khususnya produk Men’s or boys suits yang berasal dari Indonesia.

2.3. Harga Men’s or boys suits di pasar Jepang

Rentang harga Men’s or boys suits yang ditawarkan di pasar Jepang cenderung beragam. Beberapa faktor menyebabkan beragamnya harga Men’s or boys suits di pasar Jepang diantaranya adalah nama brand yang menyebabkan pajak yang tertera pada beberapa produk ternama Men’s or boys suits yang dipasar Jepang cenderung berbeda satu sama lain.

Tak hanya faktor brand yang menjadi penentu tidak seragamnya harga yang tertera pada produk Men’s or boys suits yang dipasarkan di Jepang. Perbedaan pajak (Bea Cukai) yang ditetapkan Pemerintah Jepang ke masing-masing negara pengekspor juga menjadi salah satu penentu beragamnya harga Men’s or boys suits di pasar Jepang. Pajak yang diterapkan di masing-masing negara seperti Cina, dan Italia yang sebesar 10,39% dari harga barang membuat produk Men’s or boys suits dari negara Cina dan Italia cenderung sedikit lebih mahal jika dibandingkan dengan Vietnam yang hanya dikenakan tarif pajak sebesar 3,74%.

Hal ini merupakan pasar yang cukup baik Indonesia untuk menjual produk Men’s or boys suits dengan harga murah dikarenakan pajak yang diterapkan oleh Pemerintah Jepang kepada Indonesia hanya sebesar 1,03%.

Untuk kisaran harga yang ditawarkan setiap produk Men’s or boys suits yang sudah dipasarkan di Jepang dalam suatu pusat perbelanjaan di Osaka, harga

(26)

Men’s or boys suits berkisar ¥900 - ¥3.000 untuk produk yang berasal dari negara pemasok Men’s or boys suits seperti Cina dan Vietnam. Sedangkan untuk produk ternama yang berasal dari benua Eropa, harga yang ditawarkan untuk produk Men’s or boys suits berkisar ¥900 - ¥15.000. Seperti yang disebutkan sebelumnya, karena adanya peraturan yang cukup ketat mengenai pembiayaan bea cukai yang ditetapkan oleh Pemerintah Jepang dan adanya kepercayaan masyarakat Jepang terhadap kualitas produk Men’s or boys suits yang ditawarkan.

BLUE TEXTURED WEAVE SUIT BLAZER

Harga :13,990 JPY

2.4. Men’s or boys suits asal Indonesia dibandingkan Negara lain

Berdasarkan hasil observasi terhadap beberapa produk Men’s or boys suits asal Indonesia dibandingkan dengan negara lain yang sudah memasarkan produknya di pasar Jepang, harga yang ditawarkan produk Men’s or boys suits asal Indonesia cukup bersaing dengan produk yang menawarkan harga murah seperti Uniqlo, H&M, dan GU.

(27)

Adapun produk Indonesia yang dapat ditemukan di pasar Jepang (dalam hal ini produk dengan brand GAP) meliputi kaus, blouse, celana dan rok seperti yang tergambar pada gambar 8

Gambar 2. Produk Men's or boys Suits asal Indonesia Sumber : www.gap.com

Hal tersebut menunjukan bahwa semua produk yang tertera pada harmonized system dapat diproduksi oleh produsen Men’s or boys suits asal Indonesia.

Seperti yang sudah dijelaskan pada subbab 2.1. yang menjelaskan tentang peluang masuknya beberapa desain baju untuk wanita berhijab di Jepang juga dapat bersaing dengan produk-produk Men’s or boys suits yang sudah dipasarkan sebelumnya.

Jenis produk yang beragam dengan motif yang jauh menarik perhatian khususnya motif-motif yang cukup ‘ramai’ yang banyak dipakai oleh masyarakat Jepang pada saat musim panas tiba. Selain itu, iklim tropis yang dialami Indonesia membuat pakaian-pakaian asal Indonesia sangat cocok dipakai pada saat musim panas.

Penerapan biaya beacukai yang cukup rendah kepada Indonesia menjadi nilai lebih untuk produk men’s or boys suits dipasarkan di Jepang dengan harga yang relative lebih murah dibandingkan dengan produk men’s or boys suits dari negara lain di ASEAN yang diberlakukan arif sebesar 5,8% untuk proses ekspor-impor antar kedua negara.

(28)

Kurang dikenalnya produk men’s or boys suits asal Indonesia oleh masyarakat Jepang merupakan salah satu hambatan terbesar pemasaran produk men’s or boys suits asal Indonesia. Sosialisasi atau strategi marketing yang baik harus dilakukan oleh perajin tekstil Indonesia untuk menembus pasar Jepang.

Sosialisasi yang baik meliputi pengenalan produk akan kualitas yang baik dan harga relative murah akan menjadi awal yang baik proses pemasaran produk men’s or boys suits asal Indonesia.

2.5 Trend men’s or boys suits di Jepang

Pada zaman dahulu masyarakat Jepang cenderung lebih mungil, namun sekarang dengan adanya perubahan gaya hidup pada masyarakatnya (mengadopsi gaya berpakaian masyarakat Eropa atau Amerika), sehingga gaya hidup mereka pun lebih cenderung mengikuti gaya hidup barat. Kondisi fisik pada kawula muda yang ada di Jepang sama dengan yang ada pada kawula muda Eropa maupun Amerika, dimana kebanyakan dari mereka tergolong kurus

Gambar 3. Fashion street mode di Harajuku, Jepang

Hal tersebut memunculkan beragam jenis fashion yang ditunjukan masyarakat Jepang mengenai cara berpakaian, perbedaan musim yang silih berganti setiap

(29)

tahunnya membuat trend fashion masyarakat Jepang berubah setiap musimnya.

Masyarakat Jepang yang cenderung berani dalam berpakaian membuat luasnya pemilihan desain yang akan dipasarkan di dalam Jepang.

Beragamnya jenis fashion street yang ada di Jepang turut berkontribusi terhadap berkembangnya industry men’s or boys suits berkembang pesat. Hal ini tentunya sebanding dengan 7 negara di dunia yang dijadikan sebagai kiblatnya mode yaitu yaitu London, New York, Paris, Milan, Los Angeles, Hongkong, Singapore.

Perkembangan fashion di Jepang merupakan perpaduan gaya tradisional dan modern. Fashion Jepang menjadi sorotan kaum muda pecinta Jepang, selain teknologinya yang berkembang dengan pesat, fashion Jepang juga memiliki tempat tersendiri bagi masyarakat dunia.

Harajuku merupakan salah satu pusat fashion di Jepang dan mempunyai brandmark tersendiri seperti kawaii mode. Pada kawaii mode ini penikmat mode tersebut lebih cenderung memakai warna-warna dan motif yang mencolok atau biasa disebut dengan tabrak lari.

Hampir sebagian besar busana tradisional Jepang kini berevolusi menjadi street fashion meskipun sesekali busana tradisional asli masih dapat kita jumpai di beberapa kota besar Jepang. Baju Jepang mulai menandingi tata busana gaya barat semenjak abad 21 dan selanjutnya sekarang berubah menjadi apa yang disebut dengan ‘street fashion’. Istilah tersebut digunakan untuk mendeskripsikan mode/gaya pakaian yang dikenakan seseorang melalui perpaduan trend mode terbaru dengan gaya tradisional.

’Street fashion’ kini telah menjadi trend yang paling populer di Jepang. Hal itu tidak lepas dari peran anak-anak muda Jepang yang mengenakan berbagai pakaian aneh di daerah perkotaan seperti Harajuku, Ginza, Odaiba, Shinjuku, dan Shibuya. Beberapa contoh gaya yang populer di Jepang antara lain Lolita, Cosplay, Kogal, Ganguro, Bōsōzoku, dan Elegant Gothic Aristrocrat.

Adapun gambar 10 menggambarkan musim dan acara tahunan yang biasa diadakan oleh masyarakat Jepang. Perbedaan musim dan adanya event tahunan yang biasa diadakan masyarakat Jepang membuat jenis pakaian yang diproduksi

(30)

di beberapa outlet baju dibeberapa kota besar seperti Tokyo dan Osaka berubah mengikuti even yang sedang berlangsung pada saat itu. Sebagai contoh pada musim hujan, beberapa outlet cenderung menjual baju yang tahan air atau pada saat mendekati kelulusan pelajar/mahasiswa di Jepang, outlet-outlet berlomba memproduksi baju formal yang akan digunakan untuk melamar pekerjaan di Jepang.

(31)

BAB III STRATEGI

3.1 Perumusan Strategi

Perumusan suatu strategi untuk memasuki pasar Jepang harus didahului dengan analisis yang mendalam tentang pesaing-pesaing produk Anda, termasuk analisis tentang harga pasar, segmen pasar, pengembalian, marjin dan insentif lain untuk pedagang grosir atau pengecer, tingkat produksi, serta kebijakan penentuan harga.

3.2. Strategi Men’s or boys suits memasuki pasar Jepang

Level kepuasan terhadap suatu produk menjadi salah satu pertimbangan masyarakat Jepang pada saat mereka membeli suatu barang. Hasil statistik yang dilakukan oleh ITC yang menunjukan adanya peningkatan jumlah impor produk Men’s or boys suits asal Indonesia. Peningkatan jumlah impor produk men’s or boys suits asal Indonesia menunjukan adanya peningkatan level kepuasan masyarakat Jepang terhadap produk men’s or boys suits asal Indonesia.

Masyarakat Jepang merupakan masyarakat yang berani untuk membayar produk dengan kualitas baik meskipun dengan harga yang relatif mahal. Hanya saja, ketelitian masyarakat Jepang pada saat akan membeli suatu produk seperti memperhatikan kualitas (bahan, jahitan) barang sebelum membeli menjadi faktor penting pada saat memasarkan produk men’s or boys suits asal Indonesia ke pasar Jepang.

Desain merupakan salah satu faktor penting untuk menarik pasar masyarakat Jepang. Warna-warna yang pastel (tidak terlalu mencolok) menjadi daya tarik sendiri untuk remaja Jepang, meskipun ada juga produk men’s or boys suits yang dipasarkan dengan warna-warna yang mencolok. Hal tersebut dikarenakan warna-warna mencolok juga memiliki pasar tersendiri bagi sebagian remaja Jepang. Sedangkan untuk warna netral untuk busana formal harus tetap dipikirkan karena beberapa kalangan masyarakat Jepang lebih menyukai warna-warna netral untuk acara formal.

(32)

Murah dan mudahnya peraturan yang diterapkan pemerintah Jepang terhadap produk men’s or boys suits asal Indonesia semakin mempermudah Indonesia menjadi penguasa pasar men’s or boys suits di Jepang. Dengan perhatian khusus untuk menyiapkan segala dokumen dan kualitas produk yang baik, maka tidak akan ada masalah apabila Indonesia menjadi the next dominance market of men’s or boys suits di Jepang.

Terdapat beberapa strategi yang bisa diambil untuk mensiasati pasar Jepang, diantaranya adalah:

1). Jadilah modis: Menawarkan produk baru setiap musim yang mencerminkan tren mode terbaru

2). Jadilah kualitas tinggi: konsumen Jepang sangat sadar kualitas. Mereka cenderung untuk tidak membeli produk-produk berkualitas rendah bahkan jika harganya rendah.

3). Promosi terus-menerus melalui iklan, majalah, dll

4). Mempertimbangkan peningkatan penggunaan SNS (Social Network Service) dalam online sales. Hal ini juga didukung oleh penggunaan smartphones di Jepang.

5). Mengontrol citra produk, dan bahkan mungkin merek toko.

6). Seleksi toko yang akan dimasuki sebagai target sasaran, -Hal ini sangat penting untuk menawarkan produk melalui saluran yang tepat;

7). Jika produk yang bergengsi atau kreatif, mereka harus dibawa dalam freestanding toko di daerah bergengsi, di department store, atau di butik;

8). Jika produk massal ditargetkan dengan garis harga yang wajar, itu harus dibawa dalam bangunan stasiun seperti Lumine, di toko-toko merchandising umum, atau freestanding toko di daerah yang sibuk.

9). [Promosi Penjualan] -Secara teratur harus melakukan kegiatan kontak pers menyeluruh Jepang. Hal ini sangat penting untuk bekerja dengan pers yang

(33)

mengerti karakter merek dan desainer, dan memiliki banyak kontak dengan orang dari majalah, stylist, dll Pasar Fashion Jepang sangat kompetitif. Untuk menjadi sukses dalam hal pasar, dianjurkan bahwa setiap perusahaan harus memperjelas konsep merek, memperjelas target konsumen, dan pilih saluran distribusi. Jika perlu, mereka harus memilih sebuah perusahaan Jepang sebagai mitra dan melakukan lebih penyelidikan.

3.3. Metode Memasuki Pasar Jepang

Pemilihan metode untuk memasuki pasar Jepang merupakan keputusan jangka panjang yang tidak diubah. Untuk itu perlu hati-hati dalam memilih dari sejumlah alternatif yang ada. Menentukan metode yang cocok sangat tergantung pada nilai investasi yang ditanamkan dalam membentuk satu posisi pasar yang diinginkan.

Di antara sejumlah pilihan adalah:

a. Melakukan hubungan langsung dengan pengusaha eceran di Jepang

Beberapa pengusaha eceran di Jepang telah mulai menggunakan metode ini, sekaligus memungkinkan mereka untuk memperoleh produk secara lebih hemat untuk dijual kembali kepada konsumen.

b. Katalog dan bentuk penjualan langsung lainnya

Konsumen dapat berbelanja melalui katalog atau iklan yang terdapat dalam majalah atau melalui internet. Perusahaan yang memimilh untuk menwarkan produknya dengan cara ini menawarkan pelanggan pilihan pembayaran dengan kartu kredit.

c. Hubungan dengan manufaktur Jepang

Melakukan hubungan dengan manufaktur Jepang akan berarti menikmati jaringan distribusi dengan investasi yang minimal. Sejumlah aspek seperti cakupan distribusi calon mitra bisnis, kesesuaian harga jual, staf, kebijakan harga, pangsa pasar, dan keuntungan, harus menjadi bahan pertimbangan dalam memilih calon mitra-usaha di Jepang.

(34)

d. Penggunaan agen impor atau pedagang grosir

Ini merupakan saluran distribusi alternatif bagi perusahaan yang ingin memiliki hubungan langsung dan mandiri dengan pasar setempat.

e. Pembentukan Liaison Office (LO)

LO memungkinkan perusahaan manca negara untuk secara langsung memantau kinerja mitra bisnis dan produknya di pasar Jepang dengan biaya yang lebih murah.

f. Memiliki perusahaan penjualan sendiri

Walaupun memerlukan biaya dan waktu lebih banyak, mendirikan perusahaan lokal (local subsidiary) akan memberikan fleksibilitas dan kontrol pada semua tingkat kegiatan.

(35)

Gambar 4. Jadwal Musim dan acara tahunan di Jepang

Untuk trend fashion, tidak ada desain spesifik untuk produk men’s or boys suits.

Hal tersebut dikarenakan sebagian besar masyarakat Jepang cenderung mengikuti trend yang sedang berlaku di dunia dengan melihat trend mode pada ajang-ajang fashion show yang diadakan di masing-masing negara dengan mengundang beberapa desainer ternama dari dalam dan luar Jepang.

(36)

Gambar 5. Jadwal Musim dan acara tahunan di Jepang

Terdapat beberapa faktor yang membuat industri fashion di Jepang memiliki magnet tersendiri bagi masyarakatnya, diantaranya adalah:

1) Sebagian besar bisnis ritel dalam bidang fashion di Jepang berdiri diatas kerjasama, sehingga hasilnya banyak pihak ritel fashion tidak memiliki kesempatan dalam hal pengambilan keputusan, mengenai barang dagangan maupun harga ritel terhadap produk yang dihasilkannya;

2) Kebanyakan dari masyarakat Jepang yang masih berusia sekitar 20-an memiliki minat yang sangat tinggi dengan dunia fashion, karena banyak diantara mereka yang masih tinggal dengan orang tua sehingga tidak perlu

(37)

memikirkan biaya hidup. Hal ini tentunya sangat berbeda dengan negara lain, dimana usia 40 tahun justru memiliki minat yang tinggi terhadap dunia fashion;

3) Orang Jepang memiliki loyalitas yang tinggi terhadap produk dari brand–

brand internasional, seperti Louis Vuitton dan Gucci. Produk-produk yang dihasilkan oleh kedua brand tersebut memiliki peminat yang tinggi dari kaum muda Jepang;

4) Konsumen Jepang sangat sensitif tehadap lingkaran fashion yang ada di dalam pasaran fashion internasional; dan

5) Masyarakat Jepang sangat dipengaruhi oleh majalah fashion.

3.4. Rekomendasi

Berikut beberapa rekomendasi pemasaran produk Men’s or boys suits di Jepang :

a. Peningkatan kualitas produk Men’s or boys suits secara detail

b. Menjual beberapa model pakaian dengan motif dan warna yang disesuaikan dengan trend yang sedang berkembang (menjual produk Men’s or boys suits dengan motif batik akan meningkatkan ketertarikan masyarakat Jepang terhadap motif yang beragam pada batik)

c. Menjual dengan harga yang mampu menyaingi produk Men’s or boys suits China tetapi dengan kualitas dan varian yang lebih baik.

d. Menyebarkan informasi tentang keberadaan Men’s or boys suits buatan Indonesia di Jepang melalui media social atau dapat dimulai dengan penjualan dengan sistem online terlebih dahulu.

e. Mencari informasi terkait importer dengan target pasar yang tidak sebesar mall dan outlet besar secara langsung. (Memberi supply kepada importer kelas menengah keatas)

f. Memanfaatkan keunggulan bea cukai yang rendah yang telah ditetapkan Jepang kepada Indonesia.

g. Kesesuaian Produk

Produk Anda harus sesuai dengan selera masyarakat Jepang (menyangkut mutu, desain, warna, kemasan dan harga). Oleh karena itu perlu dilakukan pendekatan yang fleksibel dalam pengembangan dan pemasaran produk

(38)

Anda agar dapat menyesuaikan dengan ciri-ciri dan karakter masyarakat Jepang.

3.5. Persaingan

Dewasa ini, pasar di Jepang terpusat pada kesadaran konsumen terhadap harga dan nilai barang. Dalam kaitan itu, yang perlu diperhatikan adalah apakah produk yang akan dipasarkan sudah mampu bersaing dengan produk sejenis yang sudah ada di pasar Jepang seperti design, warna packaging dan juga harus diperhatikan apakah bahan baku produk tersebut sudah memenuhi persyaratan di Jepang. Hal ini disebabkan produk yang beredar dipasar Jepang memiliki standar tinggi. Dilain pihak konsumen Jepang mempunyai daya beli yang masih rendah, sehingga konsumen juga mencari produk yang harga murah dan hal ini perlu diperhatiakan agar produk yang akan dipasarkan bisa bersaing dari produk China yang selama ini mendominasi pasar Jepang karena harga yang murah.

3.6. Fasilitas Sumber Daya dan Jasa

Guna memperlancar upaya memasuki pasar Jepang, perusahaan manca negara dapat memanfaatkan tersedianya berbagai dukungan jasa. Perusahaan manca negara dimaksud dapat memperoleh informasi dan bantuan teknis untuk mendirikan kantor atau mengorganisasikan hal-hal penting lainnya dalam kegiatan operasional mereka.

Sebagai tambahan informasi, jaringan dari pusat-pusat dukungan bisnis dijalankan oleh JETRO di Tokyo, Osaka, Nagoya, Yokohama, Kobe dan Fukuoka.

Pusat-pusat ini menawarkan bantuan komprehensif kepada pengusaha manca negara di tahap awal kegiatan dalam kerangka mengembangkan pasar mereka di Jepang, dengan memberikan fasilitas kantor untuk sementara waktu. JETRO juga secara berkala menyelenggarakan Pameran Perumahan Impor di delapan kota: Sapporo, Sendai, Yokohama, Nagoya, Osaka, Kobe, Hiroshima dan Fukuoka, disamping mendirikan ”Pusat Material Perumahan Impor” di Tokyo dan Osaka.

JETRO memiliki pula tiga showroom mobil impor di Tokyo, Osaka dan Nagoya yang dimaksudkan untuk memamerkan manufaktur kendaraan di negara lain, termasuk aksesoris dan barang-barang lainnya.

(39)

3.7. Jasa Konsultan

Perusahaan konsultan dapat dijadikan sebagai sumber informasi dan saran bagi mereka yang ingin memahami pasar Jepang secara lebih mendalam dan menyeluruh. Salah satu perkembangan di bidang ini adalah munculnya perusahaan-perusahaan lobby yang memiliki jalur dengan pemerintah Jepang, yang konon dapat menembus lingkaran birokratis.

Dalam memilih perusahaan konsultan Anda perlu mempertimbangkan:

a. Pengalaman yang dimiliki perusahaan tersebut mengenai pasar Jepang.

b. Tersedianya personel yang mampu berbahasa asing.

c. Cakupan operasional

d. Perusahaan jasa konsultan dimaksud harus memiliki keahlian di bidang riset pasar, penelitian perencanaan produk, saran investasi, akuisisi dan pencarian mitra bisnis, analisis persaingan, konsultasi strategi, penamaan produk serta bahan-bahan promosi.

3.8. Jasa Terjemahan

Pertemuan-pertemuan bisnis di Jepang biasanya menggunakan tenaga penerjemah (interpreter). Walau sebagian besar perusahaan-perusahaan besar di Jepang memiliki staf yang lancar berbahasa Inggris, namun masih tetap yang terbaik adalah dengan menggunakan jasa penerjemah untuk menjamin bahwa perbedaan bahasa tidak akan menjadi halangan komunikasi.

3.9. Cara Membuka Kantor Pemasaran di Jepang

Untuk mengatasi biaya awal yang masih tinggi di Jepang, beberapa perusahaan di Jepang menawarkan jasa inkubasi kepada perusahaan manca negara, antara lain penyediaan ruangan kantor dan jasa kesekretariatan. Perusahaan manca negara lainnya dapat juga menggunakan perusahaan telemarketing yang menyediakan fasilitas survei telepon, analisis data, operator, belanja melalui telepon, penjualan katalog dan penjualan langsung lainnya.

(40)

BAB IV.

PROMOSI DAN TEKNIK PENJUALAN

Untuk mempromosikan produk Men’s or Boys suits di pasar Jepang perusahaan atau seseorang harus mengenali jenis dan metode promosi penjualan di Jepang yang mencerminkan struktur dari sistem eceran dan distribusi secara nasional. Langkah- langkah yang harus diambil dalam rangka mempromosikan produk Anda adalah sebagai berikut:

4.1. Memperkenalkan Produk

Pertama Anda perlu menetapkan kepada siapa produk akan dijual (apakah ke toko papan atas, department store, supermarket, pedagang grosir atau pengecer).

Usahakan menggambarkan serinci mungkin produk Anda, bukan sekedar menyebutkan nama produk.

Ciri-ciri produk Anda hendaknya diungkapkan secara jelas dan ditunjukkan perbedaan atau keunggulan dibandingkan dengan produk sejenis lainnya, misalnya tentang harga yang murah, mutu yang baik, bahan baku yang baru dan ramah lingkungan, model yang unik, atau mempunyai nilai tambah.

Berikan kisaran harga yang wajar, sehingga para pembeli Jepang dapat memutuskan dimana mereka akan menjual kembali produk ini sesuai dengan kisaran harga tersebut (misalnya untuk toko papan atas, department store atau pasar lainnya).

4.2. Katalog

Presentasi produk secara efektif dan efisien merupakan kunci untuk sukses.

Gambar dalam katalog harus sama dengan produk aslinya. Katalog dalam bahasa Jepang akan lebih efektif. Untuk katalog dalam bahasa Inggris perlu disertai deskripsi dalam bahasa Jepang.

Hindari penggunaan istilah atau singkatan yang tidak dipahami orang Jepang.

(41)

4.3. Profil Perusahaan

Hendaknya disiapkan profil perusahaan dalam bahasa Jepang, lengkap dengan foto dan katalog yang memuat secara detil produk untuk diberikan kepada mitra-usaha di Jepang.

4.4. Contoh Produk

Berikan contoh produk (sampel) sesuai yang diminta. Pengusaha Jepang tidak akan memutuskan untuk order sebelum meneliti sampel. Jangan mengirim sampel dari produk lainnya yang tidak diminta.

Hindari berpikir untuk menjual beraneka produk pada saat yang bersamaan.

4.5 Peran Pedagang Grosir

Jika Anda mempunyai produk yang dapat dijual oleh toko-toko eceran yang cakupannya luas, seperti supermarket, department store dan toko-toko di lingkungan tempat tinggal, sebaiknya Anda menggunakan perusahaan grosir. Mengingat pentingnya keberadaan pedagang grosir di Jepang, maka Anda perlu memperhatikan cara-cara perusahaan pesaing memberikan kompensasi kepada para pedagang grosirnya sewaktu melakukan promosi penjualan, karena memberikan insentif kepada para pedagang grosir adalah penting.

Dalam promosi penjualan, bentuk yang paling umum bagi para pedagang grosir adalah diberikan marjin dan potongan harga. Untuk itu, Anda harus melihat marjin yang diberikan pesaing di dalam dan di luar negeri. Untuk potongan harga, jumlahnya tergantung pada jenis produk dan ini berkisar mulai dari 5%.

4.6. Partisipasi pada Pameran Internasional

Salah satu yang bisa dilakukan oleh perusahaan dalam mempromosikan produk Men’s or boys suit di pasar Jepang adalah dengan berpartisipasi pada pameran Internasional yang memamerkan produk khusus untuk Men’s or boys. Dengan

Gambar

Gambar 1. Persimpangan Shibuya, Tokyo yang selalu ramai dengan pengunjung  dari dan luar Jepang
Gambar 3. Double Breasted
Gambar 4. Dinner suits
Gambar 6. Tuxedos
+7

Referensi

Dokumen terkait

Proses koreksi geometri citra Landsat ETM 7+ Ujung Pangkah Gresik yang diturunkan dari peta Rupa Bumi Indonesia (RBI) dengan jumlah GCP (ground control point) sebanyak 20

Sesuai dengan PP Nomor 60 Tahun 2008 tentang Sistem Pengendalian Intern Pemerintah (SPIP) mandat yang diberikan kepada BPKP antara lain melakukan pengawasan

Hipotesis Null ketiga ialah tidak terdapat perhubungan yang signifikan antara persepsi terhadap kemudahan infrastruktur dengan taraf pendidikan, pekerjaan dan

III - 19 Tabel 3.15 Kapasitas Riil Kemampuan Keuangan Daerah Untuk Mendanai. Pembangunan Daerah Kabupaten

Tabel 2.2 Data Ketenagaan Balai Besar Laboratorium Kesehatan Surabaya Menurut Golongan dan Jabatan per 1 Januari 2013

Formula minuman dengan kombinasi ekstrak daun kumis kucing a %, ekstrak jahe b %, ekstrak kayu secang c %, ekstrak buah jeruk lemon d %, dan ekstrak temulawak e % (dari

peningkatan produktivitas karet kering lima kali lebih tinggi dengan menggunakan klon - klon unggul dibandingkan bahan tanaman.. semaian terpilih dan mas a

Apabila terdapat komponen yang menggunakan mata uang asing, maka nilai tukar yang dipakai untuk membandingkan adalah nilai kurs tengah Bank Indonesia yang berlaku pada saat satu