Tantangan dan Peluang Menuju Negara Maju di 2045
TANTANGAN DAN PELUANG
E. STRATEGI MENUJU PERTUMBUHAN BERKELANJUTAN
Demi mencapai Indonesia yang sejahtera di 2045, pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan adalah syarat yang sangat penting.
Strategi pemerintah mendorong ekspor dan investasi adalah langkah yang tepat di tengah rendahnya tingkat suku bunga global, terutama di negara maju. Manufaktur adalah sektor yang tepat untuk didorong karena dapat memanfaatkan ekspor barang padat karya sesuai profil tenaga kerja Indonesia saat ini.
Dalam jangka pendek, memberikan stimulus ekonomi untuk menghadapi krisis Covid-19 adalah langkah yang tepat. Bantuan sosial yang terkandung dalam paket PEN dapat mengurangi dampak terha-dap kemiskinan serta mencegah permintaan berkurang terlalu drastis.
ini tidak diperjualbelikan.
Indonesia Emas Berkelanjutan ...
22
terkandung dalam paket PEN dan UU Ciptaker dapat mengurangi risiko hilangnya kesempatan bagi para lockdown generations jangka panjang (International Labour Organization, 2020; International Labour Organization & Asian Development Bank, 2020).
Manajemen utang yang baik harus lebih diterapkan, tidak hanya utang pemerintah, namun juga utang BUMN. Pemerintah berhasil mengurangi defisit APBN dengan memotong subsidi Bahan Bakar Minyak (BBM) (Basri, 2017) dan mempercepat infrastruktur tanpa membebani APBN, namun di saat yang sama, beban utang BUMN meningkat (Triggs dkk., 2019). Tanpa manajemen yang baik, peme-rintah terpaksa kembali menyuntik modal dengan sumber dana dari APBN.
Strategi yang mengandalkan investasi, terutama penanaman modal asing langsung, memiliki konsekuensi defisit neraca berjalan, setidaknya dalam waktu dekat. Pembangunan infrastruktur dan arus modal masuk akan meningkatkan impor, terutama bahan baku dan permesinan yang tidak sanggup diproduksi sendiri. Sektor konstruksi harus membeli bahan baku, seperti baja, dari luar negeri karena penawaran domestik tidak cukup, sementara permesinan biasanya adalah industri yang padat modal dan berteknologi tinggi dengan produsen terbatas.
Di sisi lain, pemerintah memilih untuk melakukan strategi substitusi impor. Harga jual mineral diatur untuk mengakomodasi pasar domestik, meskipun harga dunia sedang tinggi (Setiawan, 2020).
Industri elektronik dipaksa meningkatkan kandungan lokal, meskipun berpotensi mengakibatkan produk yang kurang kompetitif di pasar dunia. Kebijakan seperti ini berpotensi memiliki dampak menekan ekspor sehingga dapat semakin memperlebar defisit neraca perda-gangan.
Pemanfaatan RPG adalah strategi yang tepat karena kita dapat berpartisipasi dalam produksi rantai yang kita bisa, misalnya rantai padat modal. RPG merupakan strategi yang memanfaatkan investasi asing yang tidak hanya mengincar pasar domestik, namun juga pasar
internasional. Sebagai contoh, Intel dan Samsung datang ke Vietnam
Buku ini tidak diperjualbelikan.
dengan membawa kapital dan teknologi untuk memanfaatkan tenaga kerja yang banyak dan murah. Dengan berbagai perjanjian dagang yang dimiliki oleh Vietnam, mereka datang bukan untuk mengincar pasar Vietnam, namun pasar dunia. Oleh karena itu, RPG adalah strategi yang paling tepat jika kita ingin mengombinasikan ekspor, investasi asing, dan industri padat modal. Selain itu, pemanfaatan RPG berarti mempermudah arus barang dan jasa. Membatasi perdagangan mengakibatkan investor bingung untuk menentukan industri mana yang berpotensi tumbuh dalam jangka panjang. Proteksi terhadap satu sektor berpengaruh pada sektor lainnya, misalnya proteksi jagung berdampak pada industri peternakan, sementara proteksi terhadap serat sintetis memiliki dampak serius terhadap industri produk tekstil.
Kita tentu ingin menghindari investor datang karena mengincar pasar yang diproteksi. Di samping itu, konsentrasi produksi hanya di satu negara tidak hanya inefisien, namun juga berisiko (Fiorini dkk., 2020;
World Bank, 2020).
Indonesia telah membangun momentum yang baik setelah di tandatanganinya Indonesia-Australia Comprehensive Economic Partnership Agreement (IACEPA) dan Regional Comprehensive Eco-nomic Partnership (RCEP). Pemanfaatan kedua perjanjian ini dapat mempercepat pertumbuhan ekonomi dan industri serta meningkatkan integrasi dalam RPG. Keduanya merupakan perjanjian komprehensif pertama dengan keterlibatan Indonesia dalam mengatur tidak hanya tarif, tetapi juga nontarif, investasi, kompetisi, dan perdagangan jasa.
Artinya, sinergi antarkementerian/lembaga (K/L) harus lebih kuat karena kedua perjanjian tersebut mengatur isu-isu yang digawangi K/L di luar Kementerian Keuangan dan Kementerian Perdagangan.
Potensi penerimaan pajak juga akan meningkat seiring dengan pertumbuhan industri dan ekonomi karena peningkatan pendapatan fiskal adalah syarat penting untuk dapat mempertahankan defisit fiskal. Pemerintah perlu mengkaji lebih jauh efektivitas dari berbagai kebijakan pemotongan pajak yang selama ini telah dilakukan demi mendorong pertumbuhan ekonomi dan investasi.
ini tidak diperjualbelikan.
Indonesia Emas Berkelanjutan ...
24
Melihat besarnya proporsi pertambangan, industri pengolahan (yang di dalamnya terdapat produk turunan kelapa sawit), transpor-tasi, dan perdagangan, dapat kita duga betapa besar ketergantungan penerimaan negara terhadap sektor ekspor (Direktorat Genderal Pajak Kementerian Keuangan, 2019). Diversifikasi tax base perlu dilakukan. Indonesia memiliki sektor informal yang besar dan jumlah wajib pajak yang tergolong rendah (Rothenberg dkk., 2016). Beberapa usaha yang dapat dilakukan adalah mensyaratkan pembuatan Nomor Pokok Wajib Pajak (NPWP) kepada Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) penerima PEN. UU Cipta Kerja memberikan kelonggaran bagi UMKM, seperti pengecualian dari membayar pajak dan upah UMR sehingga mengurangi alasan untuk tidak mendaftarkan usaha-nya secara formal. Anggap saja seperti tax holiday untuk UMKM.
Penguatan industri melalui pemanfaatan RPG prioritas untuk mencapai pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan sebagai stimulus untuk mendorong permintaan. Memperbaiki pendataan dan tax base sangat penting untuk mengurangi defisit fiskal serta membiayai program pembangunan.
Mengurangi dampak buruk lockdown generation akan berbuah manis di jangka panjang. Pembangunan manusia adalah agenda yang tidak boleh ditinggalkan. Tidak hanya meningkatkan nilai tambah di sektor manufaktur, pembangunan manusia juga dapat memberikan nilai tambah yang tinggi melalui sektor jasa. Saat ini, Indonesia memi-liki keunggulan dalam ‘mengekspor’ pariwisata dan pekerja domestik.
Di masa depan, jasa profesional, seperti akuntan dan ke sehatan, memiliki potensi yang tinggi dalam membantu meningkatkan ekspor Indonesia.
Pengalaman buruk krisis ekonomi mengakibatkan munculnya rasa tabu akan defisit berkepanjangan. Namun, seperti halnya sebuah per-usahaan yang sedang berkembang, neraca yang defisit merupakan hal yang lumrah bagi negara yang masih tumbuh dengan cepat. Dengan perencanaan yang baik dan eksekusi yang konsisten, Indonesia me-miliki peluang yang baik untuk tumbuh secara berkelanjutan.
Buku ini tidak diperjualbelikan.
REFERENSI
Amiti, M. & Konings, J. (2007). Trade liberalization, intermediate inputs, and productivity: Evidence from Indonesia. The American Economic Review, 97(5), 1611–1638. doi:10.1257/000282807783219733
Aswicahyono, H., Hill, H., & Narjoko, D. (2010). Industrialisation after a deep economic crisis: Indonesia. The Journal of Development Studies, 46(6), 1084–1108. doi:10.1080/00220380903318087
Badan Pusat Statistik. (2019). Kurs tengah beberapa mata uang asing terhadap rupiah di Bank Indonesia dan harga emas di Jakarta (rupiah), 2000–2019. https://www.bps.go.id/linkTableDinamis/view/id/952 Bappenas. (2019a). Visi Indonesia 2045. https://www.bappenas.go.id/id/
profil-bappenas/unit-kerja/deputi-bidang-ekonomi/contents-deputi-bidang-ekonomi/visi-indonesia-2045/
_____. (2019b). Voluntary national reviews (VNR): Empowering people and ensuring inclusiveness and equality. https://sustain abledevelopment.
un.org/memberstates/indonesia
Basri, M. C. (2017). India and Indonesia: Lessons learned from the 2013 taper tantrum. Bulletin of Indonesian Economic Studies, 53(2), 137–160.
doi:10.1080/00074918.2017.1392922
Direktorat Genderal Pajak Kementerian Keuangan. (2019). Peningkatan kapasitas secara berkesinambungan melalui penguatan tata kelola data dan teknologi informasi perpajakan. Diakses dari https://pajak.go.id/
id/laporan-tahunan-2019
Fiorini, M., Hoekman, B., & Yildirim, A. (2020). COVID-19: Expanding access to essential supplies in a value chain world. Dalam R. E. Baldwin
& S. J. Evenett (Eds.), COVID-19 and trade policy: Why turning inward won’t work (49–61). https://www.globaltradealert.org/reports/53 Grabowski, R. & Self, S. (2020). Industrialization and deindustrialization in
Indonesia. Asia & the Pacific Policy Studies, 7(1), 95–111. doi:http://
dx.doi.org/10.1002/app5.295
Hill, H. (2018). Asia’s third giant: A survey of the Indonesian economy.
Economic Record, 94(307), 469–499. doi:10.1111/1475-4932.12439 Ing, L. Y., Yu, M., & Zhang, R. (2019). The evolution of export quality:
China and Indonesia. Dalam L. Y. Ing & M. Yu (Eds.), World trade evolution: Growth, productivity, and employment (261–302). London:
Routledge.
ini tidak diperjualbelikan.
Indonesia Emas Berkelanjutan ...
26
International Labour Organization. (2020). ILO Monitor: COVID-19 and the world of work fourth Edition. https://www.ilo.org/global/topics/
coronavirus/impacts-and-responses/WCMS_745963/lang--en/index.
International Labour Organization & Asian Development Bank. (2020). htm Tackling the COVID-19 youth employment crisis in Asia and the Pacific.
Bangkok & Manila: International Labour Organization dan Asian Development Bank.
International Monetary Fund. (2020a). Fiscal monitor: policies for the recovery. https://www.imf.org/en/Publications/FM/Issues/2020/09/30/
october-2020-fiscal-monitor
_____. (2020b). World Economic Outlook: A long and difficult ascent.
https://www.imf.org/en/Publications/WEO/Issues/2020/09/30/world-economic-outlook-october-2020
Kementerian Keuangan. (2020). Realisasi PEN dan penanganan covid-19 hingga pertengahan Oktober capai Rp344,11 Triliun [Press release].
https://www.kemenkeu.go.id/publikasi/berita/realisasi-pen-dan- penanganan-covid-19-hingga-pertengahan-oktober-capai-rp344-11-triliun/
Lindblad, J. T. (2015). Foreign direct investment in Indonesia: Fifty years of discourse. Bulletin of Indonesian Economic Studies, 51(2), 217–237.
doi:10.1080/00074918.2015.1061913
OECD. (2018). Real GDP long-term forecast. https://www.oecd-ilibrary.
org/content/data/d927bc18-en
Pangestu, M., Rahardja, S., & Ing, L. Y. (2015). Fifty years of trade policy in Indonesia: New world trade, old treatments. Bulletin of Indonesian Economic Studies, 51(2), 239–261. doi:10.1080/00074918.2015.1061915 Patunru, A. (2018). Rising economic nationalism in Indonesia. Journal of
Southeast Asian Economies, 35(3), 335–354. doi:10.1355/ae35-3b Patunru, A. & Rahardja, S. (2015). Trade protectionism in Indonesia:
Bad times and bad policy. Diakses dari https://www.lowyinstitute.org/
publications/trade-protectionism-indonesia-bad-times-and-bad-policy Resosudarmo, B. P. & Abdurohman. (2018). Is being stuck with a five
percent growth rate a new normal for Indonesia? Bulletin of Indonesian Economic Studies, 54(2), 141–164. doi:10.1080/00074918.2018.1521776 Rothenberg, A. D., Gaduh, A., Burger, N. E., Chazali, C., Tjandraningsih,
I., Radikun, R., Sutera, C., & Weilant, S. (2016). Rethinking Indonesia’s informal sector. World Development, 80, 96–113. doi:https://doi.
org/10.1016/j.worlddev.2015.11.005
Buku ini tidak diperjualbelikan.
Serajuddin, U. & Hamadeh, N. (2020). New World Bank country classifications by income level: 2020–2021. https://blogs.worldbank.org/opendata/
new-world-bank-country-classifications-income-level-2020-2021 Setiawan, V. N. (2020). Kementerian ESDM pantau 8 perusahaan tak patuhi
harga patokan nikel. Katadata. https://katadata.co.id/sortatobing/
berita/5fd9f52273199/kementerian-esdm-pantau-8-perusahaan-tak-patuhi-harga-patokan-nikel
Triggs, A., Kacaribu, F., & Wang, J. (2019). Risks, resilience, and reforms:
Indonesia’s financial system in 2019. Bulletin of Indonesian Economic Studies, 55(1), 1–27. doi:10.1080/00074918.2019.1592644
United Nations. (n.d.) UN comtrade. https://comtrade.un.org/data/
United Nations, D. o. E. a. S. A., Population Division. (2019). World population prospects 2019 (Online edition, Rev.1). https://population.
un.org/wpp/Download/Probabilistic/Population/
World Bank. (2020). World development report 2020: Trading for development in the age of global value chains: Washington, D.C.: World Bank.
_____. (t.t.). World development indicators. https://data.worldbank.org/