BAB IV GAMBARAN UMUM PERUSAHAAN
D. Strategi Pemasaran
Strategi PUMA meliputi lima prioritas strategis yaitu sebagai berikut : 1. Reposisi PUMA sebagai merek olahraga tercepat di dunia,
2. Perbaikan mesin produk 3. Optimalisasi kualitas distribusi
4. Meningkatkan kecepatan dalam organisasi dan infrastruktur 5. Memperbarui infrastruktur IT
BAB V
ANALISIS DATA DAN PEMBAHASAN
A. Proses Penelitian
Pada bab ini akan dipaparkan mengenai analisis data dan pembahasan mengenai celebrity endorse, citra merek, dan harga terhadap minat beli konsumen pada produk sepatu PUMA X BTS. Data dalam penelitian ini didapat dari hasil penyebaran kuesioner yang dilakukan secara langsung kepada mahasiswa Universitas Sanata Dharma. Penyebaran kuesioner dilakukan mulai bulan Juli hingga bulan September 2020. Data kuosioner yang diperoleh peneliti adalah sebanyak 100 responden.
Analisis data yang digunakan dalam penelitian ini yaitu uji validitas, uji reliabilitas, uji asumsi klasik, analisis regresi linear berganda, uji hipotesis dan koefisien determinasi. Dalam proses pengolahan data peneliti menggunakan program IBM SPSS Statistics 22 dan Microsoft Office Excel 2013.
B. Analisis Data
1. Analisis Deskriptif Responden a. Berdasarkan Jenis Kelamin
Berdasarkan jenis kelamin, karakteristik responden dibagi menjadi dua kelompok seperti pada tabel berikut :
Tabel V.1
Karakteristik Responden Berdasarkan Jenis Kelamin No Jenis Kelamin Jumlah Responden Persentase
1 Laki-Laki 26 26%
2 Perempuan 74 74%
Total 100 100%
Sumber: Data diolah, 2020.
Berdasarkan tabel V.1 karakteristik responden yang ditinjau dari jenis kelamin, menunjukkan bahwa sebagian besar responden adalah perempuan dengan jumlah 74 orang (74%) dan sisanya adalah laki- laki dengan jumlah 26 orang (26%).
b. Berdasarkan Usia
Berdasarkan usia, karakteristik responden dibagi menjadi empat kelompok seperti pada tabel berikut :
Tabel V.2
Karakteristik Responden Berdasarkan Usia
No Usia Jumlah Responden Persentase
1 ≤ 17 tahun 2 2%
Berdasarkan tabel V.2 karakteristik responden yang ditinjau dari usia menunjukkan bahwa dari 100 responden, 2 responden (2%) berusia ≤ 17 tahun, 35 responden (35%) berusia 18-20 tahun, 57 responden (57%) berusia 21-23 tahun, dan 6 responden (6%) berusia
≥ 24 tahun.
c. Berdasarkan Uang Saku
Berdasarkan uang saku, karakteristik responden dibagi menjadi empat kelompok seperti pada tabel berikut:
Tabel V.3
Karakteristik Responden Berdasarkan Uang Saku
No Usia Jumlah Responden Persentase
1 ≤ Rp 1.000.000 5 5%
Sumber : Data diolah, 2020.
Berdasarkan tabel V.3 karakteristik responden yang ditinjau dari uang saku, menunjukkan bahwa dari 100 responden, 5 responden (5%) memiliki uang saku ≤ Rp 1.000.000, 42 responden (42%) memiliki uang saku >Rp 1.000.000 – Rp 2.000.000, 35 responden (35%) memiliki uang saku >Rp 2.000.000 – Rp 3.000.000, dan 17 responden (17%) memiliki uang saku >Rp 3.000.000.
2. Uji Instrumen Data a. Uji Validitas
Validitas adalah derajat ketepatan antara data yang terjadi pada objek penelitian dengan data yang dapat dilaporkan oleh peneliti.
Dengan demikian data yang valid merupakan data yang tidak berbeda antar data yang dilaporkan peneliti dengan data yang sesungguhnya terjadi pada objek penelitian (Sugiyono, 2017 : 199). Dalam penelitian ini menggunakan α = 5% sehingga suatu instrumen
dinyatakan valid apabila r hitung ≥ r tabel dengan taraf keyakinan 95%. Berikut hasil dari pengujian validitas :
Tabel V.4
Hasil Uji Validitas Variabel Celebrity Endorse Pernyataan r hitung r tabel Keterangan
1 0,723 0,196 Valid
Hasil Uji Validitas Variabel Citra Merek
Pernyataan r hitung r tabel Keterangan
1 0,617 0,196 Valid
Hasil Uji Validitas Variabel Harga
Pernyataan r hitung r tabel Keterangan
1 0,847 0,196 Valid
2 0,759 0,196 Valid
3 0,746 0,196 Valid
Sumber: Data diolah, 2020.
Tabel V.7
Hasil Uji Validitas Variabel Minat Beli
Pernyataan r hitung r tabel Keterangan
1 0,646 0,196 Valid
Berdasarkan tabel V.4, V.5, V.6 dan V.7 dapat diketahui bahwa nilai r hitung dari seluruh item pernyataan kuesioner lebih besar sama dengan dari r tabel. Sehingga dapat disimpulkan bahwa seluruh item pernyataan dinyatakan valid.
b. Uji Reliabilitas
Uji realibilitas adalah sejauh mana suatu hasil pengukuran dapat dipercaya. Instrumen yang sudah dapat dipercaya, yang reliabel akan menghasilkan data yang dapat dipercaya juga. Reliabilitas dinyatakan dengan koefisien reliabilitas yang angkanya berkisar mulai dari 0,0 sampai dengan 1,0. Semakin tinggi koefisien reliabilitas mendekati angka 1,0 berarti semakin tinggi reliabilitasnya (Wiyono, 2011 : 111).
Dalam penelitian ini, untuk menguji reliabilitas instrumen peneliti menggunakan Cronbach’s Alpha yang di kelompokan ke dalam lima kelas dengan range yang berbeda yakni :
1) Nilai Alpha Cronbach 0,00 – 0,20 berarti kurang reliable 2) Nilai Alpha Cronbach 0,21 – 0,40 berarti agak reliable 3) Nilai Alpha Cronbach 0,41 – 0,60 berarti cukup reliable
4) Nilai Alpha Cronbach 0,61 – 0,80 berarti reliable 5) Nilai Alpha Cronbach 0,81 – 1,00 berarti sangat reliable Hasil pengujian reliabilitas sebagai berikut:
Tabel V.8 Hasil Uji Reliabilitas
Variabel Cronbach’s Alpha Keterangan
Celebrity Endorse 0,835 Reliabel
Citra Merek 0,873 Reliabel
Harga 0,673 Reliabel
Minat Beli 0,795 Reliabel
Sumber: Data diolah, 2020.
Berdasarkan tabel V.8 dapat diketahui bahwa nilai Cronbach’s Alpha dari variabel celebrity endorse sebesar 0,835, hal tersebut berarti instrumen pada variabel dinyatakan reliabel. Nilai Cronbach’s Alpha dari variabel citra merek sebesar 0,873, hal tersebut berarti bahwa instrumen pada variabel dinyatakan reliabel. Nilai Cronbach’s Alpha dari variabel harga sebesar 0,673, hal tersebut berarti instrumen pada variabel dinyatakan cukup reliabel. Nilai Cronbach’s Alpha dari variabel minat beli sebesar 0,795, hal tersebut berarti instrumen pada variabel dinyatakan cukup reliabel.
3. Analisis Deskriptif Variabel a. Variabel Celebrity Endorse
Kuesioner pada variabel celebrity endorse menggunakan data 1- 5. Skala 1 menunjukkan bahwa celebrity endorse sangat tidak berpengaruh dalam menarik perhatian konsumen, sedangkan skala 5 menunjukkan bahwa celebrity endorse sangat berpengaruh dalam menarik perhatian konsumen. Adapun skala data tersebut sebagai
berikut :
Tabel V.9
Skala Variabel Celebrity Endorse
Skala Data Kelas Kategori
1 1,00 – 1,80 Sangat tidak sesuai
Hasil Analisis Deskriptif Variabel Celebrity Endorse
No Pernyataan
Skor Rata-
rata
Keterangan 1. Selebriti mampu menyampaikan
pesan tentang produk Puma X BTS. 3,62 Sesuai 2. Selebriti dipandang mampu memikat
dan memukau konsumen sehingga dapat diandalkan untuk menjadi bintang iklan Puma X BTS
4,45 Sangat sesuai
3.
Selebriti memiliki kemampuan meyakinkan konsumen sepatu Puma X BTS.
pembelian setelah melihat iklan yang dipromosikan oleh selebriti.
4,31 Sangat sesuai 6. Selebriti yang terdapat pada iklan
Puma X BTS dapat menjadi panutan / acuan konsumen.
3,88 Sesuai 7. Celebrity endorse dari produk sepatu
Puma X BTS sesuai dengan ciri khas sepatu Puma.
4,17 Sesuai 8. Kesan yang berkelas dimiliki oleh
seorang selebriti sehingga dapat menunjukkan bahwa sepatu Puma X BTS yang dipromosikan berkualitas.
3,69 Sesuai Total Rata-Rata 3,95 Sesuai Sumber: Data diolah, 2020.
Berdasarkan tabel V.10 dapat diketahui bahwa pernyataan
“Selebriti dipandang mampu memikat dan memukau konsumen sehingga dapat diandalkan untuk menjadi bintang iklan Puma X BTS”
mendapat skor rata-rata tertinggi yaitu 4,45 dengan kategori sangat sesuai dan pernyataan “Selebriti mampu menyampaikan pesan tentang produk sepatu Puma X BTS” mendapatkan skor terendah yaitu 3,62 dengan kategori sesuai. Total rata-rata celebrity endorse mendapatkan skor 3,95 yang termasuk dalam kategori berpengaruh.
b. Variabel Citra Merek
Kuesioner pada variabel citra merek menggunakan data 1-5. Skala 1 menunjukkan bahwa tingkat citra merek Puma dalam benak konsumen sangat rendah, sedangkan skala 5 menunjukkan bahwa tingkat citra merek Puma dalam benak konsumen sangat tinggi.
Adapun skala data tersebut sebagai berikut:
Tabel V.11
Skala Variabel Citra Merek
Skala Data Kelas Kategori
1 1,00 – 1,80 Sangat rendah
2 1,81 – 2,60 Rendah
3 2,61 – 3,40 Cukup
4 3,41 – 4,20 Tinggi
5 4,21 – 5,00 Sangat tinggi
Sumber: Data diolah, 2020.
Tabel V.12
Hasil Analisis Deskriptif Variabel Citra Merek
No Pernyataan 2. Sepatu Puma X BTS sangat disukai
dibandingkan dengan sepatu merek lain.
3,86 Tinggi 3. Saya langsung dapat mengenali
sepatu Puma X BTS dengan melihat logo, bentuk, dan gambarnya.
3,61 Tinggi 4. Sepatu Puma X BTS memberikan
kesan yang modern / kekinian bagi penggunanya.
3,92 Tinggi 5. Sepatu Puma X BTS memiliki
kualitas seperti yang saya butuhkan dan harapkan.
3,96 Tinggi 6. Model sepatu Puma mengikuti
perkembangan jaman. 3,89 Tinggi
7. Sepatu Puma X BTS memiliki kualitas yang lebih baik
dibandingankan dengan produk sepatu merek lain.
3,88 Tinggi 8. Bentuk dan warna produk sepatu
Puma X BTS sesuai dengan selera saya 10. Saya akan merekomendasikan
sepatu Puma X BTS kepada teman saya.
3,66 Tinggi 11. Saya akan setia menggunakan sepatu
Puma X BTS. 3,92 Tinggi
Total Rata-rata 3,73 Tinggi Sumber: Data diolah, 2020.
Berdasarkan tabel V.12 dapat diketahui bahwa pernyataan
“Sepatu Puma X BTS memiliki kualitas seperti yang saya butuhkan dan harapkan.” mendapat skor rata-rata tertinggi yaitu 3,96 dengan
kategori tinggi dan pernyataan “Sepatu Puma X BTS lebih mudah dikenali dibandingkan dengan sepatu merek lain.” mendapatkan skor terendah yaitu 3,36 dengan kategori cukup. Total rata-rata citra merek mendapatkan skor 3,73 yang termasuk dalam kategori tinggi.
c. Variabel Harga
Kuesioner pada variabel harga menggunakan data 1-5. Skala 1 menunjukkan bahwa tingkat kesesuaian harga terhadap produk menurut konsumen sangat rendah, sedangkan skala 5 menunjukkan bahwa tingkat kesesuaian harga terhadap produk menurut konsumen sangat tinggi. Adapun skala data tersebut sebagai berikut :
Tabel V.13 Skala Variabel Harga
Skala Data Kelas Kategori
1 1,00 – 1,80 Sangat tidak sesuai
Hasil Analisis Deskriptif Variabel Harga
No Pernyataan
ditawarkan sesuai dengan kualitas / manfaat yang didapatkan.
4,14 Sangat sesuai Total Rata-rata 4,27 Sangat sesuai Sumber: Data diolah, 2020.
Berdasarkan tabel V.14 dapat diketahui bahwa pernyataan “Harga sepatu Puma X BTS yang ditawarkan dapat bersaing dengan produk sepatu merek lain..” mendapat skor rata-rata tertinggi yaitu 4,36 dengan kategori sangat sesuai dan pernyataan “Harga sepatu Puma X BTS yang ditawarkan sesuai dengan kualitas / manfaat yang didapatkan..” mendapatkan skor terendah yaitu 4,41 dengan kategori sangat sesuai. Total rata-rata harga mendapatkan skor 4,27 yang termasuk dalam kategori sangat sesuai.
d. Variabel Minat Beli
Kuesioner pada variabel minat beli menggunakan data 1-5. Skala 1 menunjukkan bahwa minat beli konsumen sangat rendah, sedangkan skala 5 menunjukkan bahwa minat beli konsumen sangat tinggi.
Adapun skala data tersebut sebagai berikut:
Tabel V.15
Skala Variabel Minat Beli
Skala Data Kelas Kategori
1 1,00 – 1,80 Sangat tidak berminat
2 1,81 – 2,60 Tidak berminat
3 2,61 – 3,40 Cukup berminat
4 3,41 – 4,20 Berminat
5 4,21 – 5,00 Sangat berminat
Sumber: Data diolah, 2020.
Tabel V.16
Hasil Analisis Deskriptif Variabel Minat Beli
No Pernyataan
Skor Rata- rata
Keterangan 1. Saya memiliki keinginan untuk
membeli produk sepatu Puma X BTS.
4,00 Berminat 2. Saya berencana untuk membeli
produk sepatu Puma X BTS untuk masa yang akan datang.
4,05 Berminat 3. Saya akan merekomendasikan
produk sepatu Puma X BTS kepada keluarga dan teman-teman.
3,79 Berminat 4. Saya akan mengutamakan produk
sepatu merek Puma X BTS jika saya akan membeli sepatu.
3,89 Berminat 5. Saya yakin untuk membeli produk
sepatu merek Puma X BTS. 4,13 Berminat 6. Saya akan terlebih dahulu mencari
informasi tentang produk sepatu Puma X BTS.
3,83 Berminat Total Rata-rata 3,94 Berminat Sumber: Data diolah, 2020.
Berdasarkan tabel V.16 dapat diketahui bahwa pernyataan “Saya yakin untuk membeli produk sepatu merek Puma X BTS” mendapat skor rata-rata tertinggi yaitu 4,13 dengan kategori berminat dan pernyataan “Saya akan merekomendasikan produk sepatu Puma X BTS kepada keluarga dan teman-teman” mendapatkan skor terendah yaitu 4,41 dengan kategori berminat. Total rata-rata minat beli mendapatkan skor 3,94 yang termasuk dalam kategori berminat.
4. Uji Asumsi Klasik a. Uji Normalitas
Uji normalitas berguna untuk mengetahui apakah populasi data
B
berdistribusi normal atau tidak. Dalam penelitian ini, uji normalitas dilakukan dengan menggunakan uji Kolmogorov-Smirnov (Uji K-S) dengan menggunakan taraf signifikansi 0,05. Data dinyatakan berdistribusi normal jika tingkat signifikansinya lebih besar 0,05 atau 5%.
Normal Parametersa,b Mean ,0000000
Std.
Deviation 2,24270622
Most Extreme Differences Absolute ,060
Positive ,060
Negative -,057
Test Statistic ,060
Asymp. Sig. (2-tailed) ,200c,d
a. Test distribution is Normal.
b. Calculated from data.
c. Lilliefors Significance Correction.
d. This is a lower bound of the true significance.
Sumber: Data diolah, 2020.
Berdasakan tabel V.17, dapat dilihat bahwa hasil pengujian One- Sample Kolmogorof-Smirnov menghasilkan Asyimp.Sig 0,200 ≥ 0,05.
Dari hasil tersebut dapat disimpulkan bahwa data berdistribusi normal.
b. Uji Multikolinearitas
Menurut Ghozali (2016 : 129) uji multikolonieritas bertujuan untuk menguji apakah model regresi ditemukan adanya korelasi antar variabel bebas. Dalam penelitian ini uji multikolinearitas dilakukan dengan menggunakan nilai signifikansi 0,05. Jika VIF lebih kecil dari 0,05 dan tingkat Tolerance lebih dari 0,05 maka dapat disimpulkan antar variabel independen tidak terjadi persoalan Multikolinearitas.
Tabel V.18
Hasil Uji Multikolinearitas
Model Collinearity Statistics
Tolerance VIF
1 (Constant)
Celebrity Endorse ,745 1,343
Citra Merek ,752 1,331
Harga ,774 1,292
a. Dependent Variable: Minat Beli Sumber: Data diolah, 2020.
Berdasarkan tabel V.18 dapat dilihat bahwa hasil pengujian terhadap tiga variabel independen diperoleh tingkat Tolerance pada variabel celebrity endorse 0,745 > 0,05, tingkat Tolerance pada variabel citra merek 0,752 > 0,05, tingkat Tolerance pada harga
0,774 > 0,05. Sehingga dapat disimpulkan bahwa masing-masing variabel independen tidak terjadi persoalan multikolinearitas.
c. Uji Heterokedastisitas
Uji Heterosesdastisitas bertujuan apakah model regresi terjadi ketidaksamaan varians dari residual satu pengamatan ke pengamatan lain tetap, maka disebut homoskedisitas sedangkan jika berbeda disebut heteroskedasitas (Ghozali, 2016 : 132). Dasar pengambilan keputusan uji heterokedastisitas dilihat dari nilai signifikansi antar variabel. Jika antar variabel memiliki nilai signifikansi > 0,05 maka tidak terjadi persoalan heterokedastisitas.
Tabel V.19
Hasil Uji Heterokedastisitas Coefficientsa
Model Sig.
1 (Constant) ,001
Celebrity Endorse ,377
Citra Merek ,609
Harga ,391
a. Dependent Variable: abs_res Sumber: Data diolah, 2020.
Berdasarkan tabel V.19 dapat dilihat bahwa nilai Sig pada variabel Celebrity Endorse 0,377 > 0,05, nilai Sig pada citra merek 0,609 > 0,05 dan nilai Sig pada harga 0,391 > 0,05. Sehingga dapat disimpulkan bahwa tidak terjadi persoalan heterokedastisitas.
5. Analisis Regresi Linear Berganda
Tabel V.20
Hasil Uji Analisis Regresi Linear Berganda Coefficientsa
a. Dependent Variable: Minat Beli Sumber: Data diolah, 2020.
Berdasarkan data tabel V.20 dapat diperoleh persamaan regresi sebagai berikut:
Uji F dilakukan untuk melihat besarnya pengaruh variabel independen yaitu celebrity endorse, citra merek, dan harga secara
bersama-sama terhadap variabel dependen yaitu minat beli konsumen pada produk sepatu Puma X BTS. Berikut merupakan langkah-langkah dalam melakukan uji F:
1) Menentukan Formulasi Hipotesis
H0 : Celebrity endorse, citra merek dan harga secara simultan tidak berpengaruh terhadap minat beli konsumen pada produk sepatu Puma X BTS.
HA : Celebrity endorse, citra merek dan harga secara simultan berpengaruh terhadap minat beli konsumen pada produk sepatu Puma X BTS.
2) Menentukan Tingkat Signifikansi
Tingkat signifikansi dalam penelitian ini menggunakan 𝖺= 5%.
3) Menentukan F hitung
Model a. Dependent Variable: Minat Beli
b. Predictors: (Constant), Harga, Citra Merek, Celebrity Endorse
Sumber: Data diolah, 2020.
4) Kriteria Pengujian
H0 ditolak dan Ha diterima jika nilai probabilitas sig ≤ α
5) Pengambilan Keputusan
Berdasarkan tabel V.21 diperoleh nilai sig 0,000 ≤ 0,05.
Maka dapat disimpulkan H0 ditolak dan Ha diterima, yang artinya Celebrity endorse, citra merek dan harga secara simultan berpengaruh terhadap minat beli konsumen pada produk sepatu Puma X BTS.
b. Koefisien Determinasi
Koefisien determinasi digunakan untuk melihat seberapa besar kontribusi pengaruh yang diberikan variabel independen secara simultan terhadap variabel dependen. Nilai koefisien determinasi adalah antara 0 dan 1. Koefisien determinasi yang semakin mendekati angka 0 maka semakin kecil pengaruh celebrity endorse, citra merek dan harga terhadap minat beli. Jika mendekati angka 1 maka akan semakin besar pengaruh celebrity endorse, citra merek dan harga terhadap minat beli. Berikut hasil uji koofisien determinasi:
Tabel V.22
a. Predictors: (Constant), Harga, Citra Merek, Celebrity Endorse
Sumber: Data diolah, 2020.
Pada tabel V.22 menunjukkan hasil nilai adjusted R2 sebesar 0,529 atau 52,9%. Hasil pengujian ini menunjukkan bahwa sebesar 52,9% variabel minat beli dapat dijelaskan oleh variabel celebrity endorse, citra merek dan harga. Sedangkan sisanya sebesar 47,1%
dapat dijelaskan oleh variabel-variabel lain yang tidak dimasukkan dalam model penelitian
c. Uji T (Parsial)
Uji T dilakukan untuk menguji pengaruh variabel independen yaitu celebrity endorse, citra merek, dan harga secara parsial terhadap variabel dependen yaitu minat beli konsumen pada produk sepatu Puma X BTS. Uji t dilakukan dengan cara membandingkan nilai probabilitas (Sig) dengan nilai α. Jika nilai probabilitas (Sig) ≤ 0,05 maka HA diterima dan H0 ditolak, hal ini dapat diartikan variabel independen secara parsial berpengaruh signifikan terhadap variabel dependen. Namun jika nilai probabilitas (Sig) > 0,05 maka HA ditolak dan H0 diterima, hal ini berarti variabel independen secara parsial tidak berpengaruh signifikan terhadap variabel dependen.
1) Variabel Celebrity Endorse
a) Menentukan Formulasi Hipotesis
H0 : Celebrity endorse tidak berpengaruh positif terhadap minat beli konsumen pada produk sepatu Puma X BTS.
HA : Celebrity endorse berpengaruh positif terhadap minat beli konsumen pada produk sepatu Puma X BTS.
b) Menentukan taraf signifikansi
Tingkat signifikansi dalam penelitian ini menggunakan 𝖺= 5%.
c) Pengambilan Keputusan
Berdasarkan tabel V.20 dapat diketahui bahwa nilai signifikansi celebrity endorse sebesar 0,002 ≤ 0,05, maka HA diterima dan H0 ditolak, yang artinya celebrity endorse berpengaruh positif terhadap minat beli konsumen pada produk sepatu Puma X BTS.
2) Variabel Citra Merek
a) Menentukan Formulasi Hipotesis
H0 : Citra merek tidak berpengaruh positif terhadap minat beli konsumen pada produk sepatu Puma X BTS.
Ha : Citra merek berpengaruh positif terhadap minat beli konsumen pada produk sepatu Puma X BTS.
b) Menentukan taraf signifikansi
Tingkat signifikansi dalam penelitian ini menggunakan 𝖺= 5%.
c) Pengambilan Keputusan
Berdasarkan tabel V.20 dapat diketahui bahwa nilai signifikansi citra merek sebesar 0,000 ≤0,05, maka HA
diterima dan H0 ditolak, yang artinya citra merek berpengaruh positif terhadap minat beli konsumen pada
produk sepatu Puma X BTS.
3) Variabel Harga
a) Menentukan Formulasi Hipotesis
H0 : Harga tidak berpengaruh positif terhadap minat beli konsumen pada produk sepatu Puma X BTS.
HA : Harga berpengaruh positif terhadap minat beli konsumen pada produk sepatu Puma X BTS.
b) Menentukan taraf signifikansi
Tingkat signifikansi dalam penelitian ini menggunakan 𝖺= 5%.
c) Pengambilan Keputusan
Berdasarkan tabel V.20 dapat diketahui bahwa nilai signifikansi harga sebesar 0,004 ≤ 0,05, maka Ha diterima dan H0 ditolak, yang artinya harga berpengaruh positif terhadap minat beli konsumen pada produk sepatu Puma X BTS.
C. Pembahasan
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh variabel Celebrity Endorse, Citra Merek dan Harga terhadap Minat Beli.
1. Pengaruh Celebrity Endorse, Citra Merek dan Harga terhadap Minat Beli Berdasarkan hasil uji F pada tabel V.21, nilai 𝐹ℎ𝑖𝑡𝑢𝑛𝑔 sebesar 38,137 dengan signifikansi sebesar 0,000. Dari hasil pengujian diketahui ketiga variabel yaitu celebrity endorse, citra merek dan harga secara simultan
memiliki pengaruh positif terhadap minat beli
Minat beli menurut Kotler dan Keller (2016 : 181) adalah sesuatu yang timbul setelah menerima rangsangan dari produk yang dilihatnya, dari sana timbul ketertarikan untuk membeli agar dapat memilikinya. Minat beli konsumen akan timbul dengan sendirinya jika konsumen sudah merasa tertarik atau memberikan respon yang positif terhadap apa yang ditawarkan oleh si penjual. Minat beli juga merupakan instruksi diri konsumen untuk melakukan pembelian atas suatu produk, melakukan perencanaan, mengambil tindakan-tindakan yang relevan seperti mengusulkan, merekomendasikan, memilih dan akhirnya mengambil keputusan untuk melakukan pembelian
Berdasarkan hasil penelitian ini menunjukkan hasil nilai adjusted R2 sebesar 0,529 atau 52,9%. Hasil pengujian ini menunjukkan bahwa sebesar 52,9% variabel minat beli dapat dijelaskan oleh variabel celebrity endorse, citra merek dan harga. Sedangkan sisanya sebesar 47,1% dapat dijelaskan oleh variabel-variabel lain yang tidak dimasukkan dalam model penelitian 2. Pengaruh Celebrity Endorse terhadap Minat Beli
Hasil penelitian menunjukkan bahwa variabel Celebrity Endorse diperoleh koefisien regresi 0,202 dan t hitung sebesar 3,129 dengan signifikansi sebesar 0,002. Jadi dapat disimpulkan bahwa “Celebrity endorse berpengaruh positif terhadap minat beli”.
Menurut Shimp (2014 : 335) menjelaskan bahwa endorser adalah pendukung iklan atau biasa dikenal sebagai bintang iklan yang mendukung produk yang diiklankan.
Hasil penelitian ini relevan dengan penelitian yang dilakukan Yusan Gamaro Pontoh (2016) dengan judul “Pengaruh Celebrity Endorser (Pevita Pearce) Terhadat Minat Beli Konsumen Pada Produk Garnier BB Cream di Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Lampung. Hasil dari penelitian menyatakan bahwa variabel Celebrity Endorser berpengaruh secara positif dan signifikan terhadap minat beli pada produk Garnier BB Cream.
3. Pengaruh Citra Merek terhadap Minat Beli
Hasil penelitian menunjukkan bahwa variabel Citra merek diperoleh koefisien regresi 0,239 dan t hitung sebesar 5,620 dengan signifikansi sebesar 0,000. Jadi dapat disimpulkan bahwa “Citra merek berpengaruh positif terhadap minat beli”.
Kotler dan Keller (2016) citra merek adalah nama, istilah, tanda, simbol, desain, atau kombinasi dari hal – hal tersebut, yang dimaksudkan untuk mengidentifikasi barang atau jasa dari seseorang atau sekelompok penjual dan untuk membedakannya dari barang dan jasa pesaing.
Hasil penelitian ini relevan dengan penelitian yang dilakukan oleh Jaya , Indra Krisna (2016). mahasiswa Fakultas Ekonomi Universitas Negeri Yogyakarta yang berjudul “Pengaruh citra merek, kualitas produk, persepsi harga dan word of mouth terhadap minat beli
smartphone. Hasil dari penelitian menyatakan bahwa variabel Citra merek berpengaruh positif dan signifikan terhadap minat beli.
4. Pengaruh Harga terhadap Minat Beli
Hasil penelitian menunjukkan bahwa variabel Harga diperoleh koefisien regresi 0,424 dan t hitung sebesar 2,966 dengan signifikansi sebesar 0,004. Jadi dapat disimpulkan bahwa “Harga berpengaruh positif terhadap minat beli”.
Menurut Tjiptono (2015: 289) harga merupakan satu-satunya unsur bauran pemasaran yang mendatangkan pemasukan atau pendapatan bagi perusahaan. Dari sudut pandang pemasaran harga merupakan satuan moneter atau ukuran lainya (termaksud barang dan jasa lainnya) yang ditukarkan agar memperoleh hak kepemilikan atau penggunaan suatu barang atau jasa
Hasil penelitian ini relevan dengan penelitian yang dilakukan oleh Febby Swisstiani (Universitas Negeri Yogyakarta, 2014) dalam penelitiannya yang berjudul “Pengaruh Harga, Efektifitas Iklan Internet dan Promosi Penjualan Terhadap Minat Beli Konsumen Pada Toko Online Zalora”. Hasil penelitiannya menyatakan bahwa variabel harga berpengaruh positif dan signifikan terhadap minat beli konsumen pada Toko Online Zalora baik secara parsial maupun simultan.
BAB VI
KESIMPULAN, SARAN, DAM KETERBATASAN
A. Kesimpulan
Berdasarkan hasil analisis data pengaruh celebrity endorse, citra merek, dan harga terhadap minat beli konsumen pada produk sepatu PUMA X BTS yang telah diuji menggunakan program IBM SPSS Statistics 22 dan Microsoft Office Excel 2013, maka diperoleh kesimpulan sebagai berikut:
1. Terdapat pengaruh celebrity endorse, citra merek, dan harga terhadap minat beli konsumen pada produk sepatu PUMA X BTS.
2. Terdapat pengaruh celebrity endorse terhadap minat beli konsumen pada produk sepatu PUMA X BTS.
3. Terdapat pengaruh citra merek terhadap minat beli konsumen pada produk sepatu PUMA X BTS.
4. Terdapat pengaruh harga terhadap minat beli konsumen pada produk sepatu PUMA X BTS.
B. Saran
Berdasarkan pembahasan dan kesimpulan pada penelitian ini dapat diketahui bahwa variabel celebrity endorse, citra merek, dan harga
Berdasarkan pembahasan dan kesimpulan pada penelitian ini dapat diketahui bahwa variabel celebrity endorse, citra merek, dan harga