• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB III METODE PENELITIAN

J. Teknik Pengujian Instrumen

Instrumen penelitian adalah suatu alat yang digunakan oleh peneliti untuk mengukur fenomena alam atau sosial yang diamati (Sugiyono, 2017 : 172).

Dalam penelitian ini pengujiannya harus dapat diuji validitas dan reliabilitasnya atau derajat konsistensinya, sehingga uji instrumen ini dilakukan dengan uji asumsi dasar, yaitu:

1. Uji Validitas

Validitas adalah derajat ketepatan antara data yang terjadi pada objek penelitian dengan data yang dapat dilaporkan oleh peneliti. Dengan demikian data yang valid merupakan data yang tidak berbeda antar data yang dilaporkan peneliti dengan data yang sesungguhnya terjadi pada objek penelitian (Sugiyono, 2017 : 199). Instrumen yang valid berarti instrumen tersebut dapat digunakan untuk mengukur apa yang seharusnya diukur, dalam validitas ada dua konsep, yaitu validitas eksternal dan validitas internal. Pengukuran validitas eksternal berhubungan dengan hasil penelitian, sedangkan pengukuran validitas internal meliputi:

validitas isi, validitas kriteria, dan validitas konstruk. Validitas isi menunjukkan tingkat seberapa besar item - item instrumen mewakili konsep yang diukur. Terdapat dua macam dalam validitas kriteria yaitu validitas simultan yang digunakan untuk dimensi waktu sekarang, dan validitas prediktif yang berhubungan dengan kebenaran di masa yang akan datang. Validitas konstruk menunjukkan seberapa baik hasil-hasil yang diperoleh dari penggunaan suatu alat ukur sesuai dengan teori-teori yang digunakan untuk mendefinisikan suatu konstruk (Wiyono, 2011:114).

Dalam penelitian ini pengujian validitas dilakukan dengan formula product moment

X = Nilai total jawaban dari masing-masing nomor dari responden Y = Total butir dari jawaban responden

∑ 𝑋 = Jumlah skor butir

∑ 𝑋 𝑌 = Jumlah hasil kali antara X dan Y N = Banyaknya partisipasi uji coba

Untuk menentukan instrumen itu valid atau tidak maka dapat dilihat dengan ketentuan sebagai berikut:

a. Jika r dihitung ≥ r tabel dengan taraf keyakinan 95% maka instrumen tersebut dikatakan valid

b. Jika r dihitung < r tabel dengan taraf keyakinan 95% maka instrumen tersebut dikatakan tidak valid

2. Uji Reliabilitas

Uji realibilitas adalah sejauh mana suatu hasil pengukuran dapat dipercaya. Instrumen yang sudah dapat dipercaya, yang reliabel akan menghasilkan data yang dapat dipercaya juga. Reliabilitas dinyatakan dengan koefisien reliabilitas yang angkanya berkisar mulai dari 0,0 sampai dengan 1,0. Semakin tinggi koefisien reliabilitas mendekati angka 1,0 berarti semakin tinggi reliabilitasnya (Wiyono, 2011 : 111). Untuk menguji reliabilitas sampel ini menggunakan uji statistic Cronbach’s Alpha yang di kelompokan ke dalam lima kelas dengan range yang berbeda dan ukuran kemantapan alpha dapat di interpretasikan sebagai berikut

a. Nilai Alpha Cronbach 0,00 – 0,20 berarti kurang reliable b. Nilai Alpha Cronbach 0,21 – 0,40 berarti agak reliable c. Nilai Alpha Cronbach 0,41 – 0,60 berarti cukup reliable d. Nilai Alpha Cronbach 0,61 – 0,80 berarti reliable e. Nilai Alpha Cronbach 0,81 – 1,00 berarti sangat reliable K. Uji Asumsi Klasik

Uji asumsi klasik adalah analisis yang dilakukan untuk membuktikan apakah di dalam sebuah model regresi linear atau Ordinary Least Square (OLS) dapat menjadi valid sebagai alat penduga atau tidak, diantaranya:

1. Uji Normalitas

Uji normalitas berguna untuk mengetahui apakah populasi data berdistribusi normal atau tidak. Jika analisis menggunakan metode parametik, maka persyaratan normalitas harus terpenuhi, artinya data harus berdistribusi normal (Wiyono, 2011 : 149). Cara untuk mengetahui uji normalitas itu sendiri normal atau tidak, dapat menggunakan program analsisi IBM SPSS Statistic.

2. Uji Multikolinearitas

Salah satu asumsi model regresilinier adalah tidak adanya korelasi yang sempurna, atau korelasi tidak sempurna tetapi relatif sangat tinggi, pada variabel-variabel bebasnya yang bisa disimpulkan dengan X1, X2, X3,... Xn. Menurut Ghozali (2016 : 129) uji multikolonieritas bertujuan untuk menguji apakah model regresi ditemukan adanya korelasi antar variabel bebas.

3. Uji Heteroskedastisitas

Tujuan dari uji heteroskedastisitas adalah untuk mengetahui apakah

memiliki asumsi heteroskedastisitas.

Adapun dasar pengambilan keputusan dalam menggunakan uji glejser adalah sebagai berikut:

a. Jika nilai signifikansi (Sig) > 0,05, maka tidak terjadi heterokedastisitas

b. Jika nilai signifikansi (Sig) < 0,05, maka tidak terjadi heterokedastisitas

L. Uji Hipotesis 1. Uji F

Untuk menjawab rumusan masalah 1 dalam penelitian ini, maka pengujian yang digunakan untuk mengetahui antara pengaruh dari dua variabel independen atau lebih secara simultan terhadap variabel dependen.

Pengujian ini dilakukan sebagai berikut:

a. Menentukan tingkat signifikansi

Tingkat signifikansi dalam penelitian ini menggunakan 𝖺= 5%

dalam model regresi terdapat ketidaksamaan varians dari residual satu pengamatan ke konstanta lainnya, sehingga disebut homoskedastisitas, dan jika perbedaan tersebut disebut heteroskedastisitas (Ghozali, 2016 : 132). Untuk menguji heteroskedastisitas, perhatikan diagram distribusi residual dan variabel prediktor. Apabila distribusi titik pada grafik tidak menunjukkan pola tertentu, maka model tersebut dapat dikatakan tidak

Menentukan F hitung dengan menggunakan alat analisis dengan

rumus Fhitung=

R2 k (1−R2)(n−k−1)

Keterangan:

R2= Koefisien determinasi N = Jumlah data kasus

K = Jumlah variabel independen b. Menentukan Ftabel

df1 = jumlah variabel df2 = n – k – 2 Keterangan :

N = jumlah sampel

k = jumlah variabel independen df = derajat kebebasan

c. Kriteria pengujian

H0 ditolak dan Ha diterima jika nilai probabilitas sig ≤ α H0 diterima dan Ha ditolak jika nilai probabilitas sig > α d. Menarik Kesimpulan

Jika H0 diterima dan Ha ditolak maka celebrity endorse, citra merek dan harga tidak berpengaruh positif terhadap minat beli konsumen.

Bila H0 ditolak dan Ha diterima maka maka celebrity endorse, citra merek dan harga berpengaruh positif terhadap minat beli konsumen

2

2. Uji Koefisien Determinasi

Menurut Ghozali (2016 : 135), koefisien determinasi (R2) bertujuan mengukur seberapa jauh kemampuan model dalam menerangkan variasi variabel dependen. Nilai koefisien determinasi adalah antara nol dan 1.

Nilai R2 yang kecil dapat diartikan bahwa kemampuan menjelaskan variabel-variabel bebas dalam menjelaskan variabel terikat sangat terbatas.

Sedangkan nilai yang mendekati satu berarti variabel-variabel bebas memberikan hampir semua informasi yang dibutuhkan untuk memprediksi variasi variabel terikat. Kelemahan penggunaan koefisien determinasi R2 adalah bias terhadap variabel terikat yang ada dalam model. Oleh karena itu banyak peneliti menganjurkan untuk menggunakan nilai Adjusted R2 pada saat mengevaluasi mana model regresi yang baik. Setiap tambahan satu variabel independen, maka R2 pasti akan meningkat tanpa melihat apakah variabel tersebut berpengaruh secara signifikan terhadap variabel dependen. Jika dalam uji empiris didapat nilai adjusted R2 negatif, maka nilai adjusted R2 dianggap bernilai nol. Dengan demikian, pada penelitian ini tidak menggunakan R2 namun menggunakan nilai adjusted R2 untuk mengevaluasi model regresinya.

Koefisien determinasi digunakan untuk mengetahui seberapa besar pengaruh variabel independen terhadap variabel dependen, sehingga

rumus yang digunakan sebagai berikut: R2b1 ∑ X1Y+b2 ∑ X2Y

Y

√1−r2

Keterangan:

R2 = Koefisien determinasi X = Variabel independen B = Koefisien regresi Y = Variabel dependen 3. Uji T

Untuk menjawab rumusan masalah 2, 3, dan 4 dalam penelitian ini, maka pengujian yang di gunakan untuk mengetahui bahwa suatu variabel apakah berpengaruh secara parsial atau tidak apakah variabel bebas berpengaruh atau tidak terhadap variabel terikat maka digunakan rumus sebagai berikut:

a. Menentukan tingkat signifikansi Tingkat signifikansi menggunakan 𝖺= 5%

b. Menentukan thitung dengan menggunakan alat analisis atau rumus thitung

thitung = r√n−k−2 Keterangan:

r= Koefisien Korelasi Parsial k= Jumlah Variabel Independen n= Jumlah data

c. Menentukan ttabel

Tabel distribusi t dicari pada 𝖺 = 5% (uji 1 sisi bagian kanan) dengan derajat kebebasan (df) n – k – 2

n = Jumlah Sampel

k = Jumlah Variabel Independen d. Kriteria Pengujian

H0 ditolak dan Ha diterima jika nilai probabilitas sig ≤ 0,05 H0 diterima dan Ha ditolak jika nilai probabilitas sig > 0,05 e. Menarik kesimpulan

1) Jika H0 diterima dan HA ditolak maka celebrity endorse berpengaruh positif terhadap minat beli konsumen pada produk sepatu PUMA X BTS.

Jika H0 ditolak dan Ha diterima maka maka celebrity endorse tidak berpengaruh positif terhadap minat beli konsumen pada produk sepatu PUMA X BTS.

2) Jika H0 diterima dan HA ditolak maka citra merek berpengaruh positif terhadap minat beli konsumen pada produk sepatu PUMA X BTS.

Jika H0 ditolak dan Ha diterima maka maka citra merek tidak berpengaruh positif terhadap minat beli konsumen pada produk sepatu PUMA X BTS.

3) Jika H0 diterima dan HA ditolak maka harga berpengaruh positif terhadap minat beli konsumen pada produk sepatu PUMA X BTS.

Jika H0 ditolak dan Ha diterima maka maka harga tidak berpengaruh positif terhadap minat beli konsumen pada produk

sepatu PUMA X BTS.

M. Teknik Analisis data

Teknik analisis data adalah mendeskripsikan teknik analisis apa yang akan digunakan oleh peneliti untuk menganalisis data yang telah dikumpulkan (Sanusi, 2011 : 115). Dalam penelitian ini teknik analisis yang digunakan adalah analisis regresi linier berganda. Regresi ganda digunakan oleh peneliti, bila peneliti bermaksud meramalkan bagaimana keadaan variabel dependen, bila dua atau lebih variabel independen sebagai faktor prediktor dimanipulasi (Sugiyono, 2017 : 305). Menurut Riadi (2016 : 175) Regresi linier adalah sebuah prosedur hubungan matematis untuk mengukur ada tidaknya pengaruh dimensi-dimensi pada variabel independen terhadap variabel dependen.

Perhitungannya dapat dilakukan dengan menggunakan alat bantu software SPSS. Dalam penelitian ini menggunakan analisis regresi linier berganda, Langkah-langkah dalam menjawab rumusan masalah penelitian ini diantaranya sebagai berikut:

1. Membuat kuesioner penelitian untuk disebar langsung kepada mahasiswa Universitas Sanata Dharma

2. Memasukkan hasil kuesioner dan pengamatan ke dalam tabel yang dibuat pada Ms Excel.

3. Memasukkan data ke dalam program SPSS.

4. Melakukan uji validitas dan uji reliabilitas untuk item pernyataan pada kuesioner. Kriteria yang digunakan untuk pengujian validitas ini adalah

jika r hitung ≥ r tabel maka dinyatakan valid, jika r hitung < r tabel maka dinyatakan tidak valid, dengan 𝖺= 5% Sedangkan kriteria untuk pengujian reliabilitas pada penelitian ini adalah jika alpha ≥ r tabel maka dinyatakan reliabel, jika alpha < r tabel maka dinyatakan tidak reliabel dengan 𝖺= 5%

5. Melakukan Uji Normalitas dengan menggunakan uji Kolmogorov- Smirnov (Uji K-S) dengan menggunakan taraf signifikansi 0,05. Data dinyatakan berdistribusi normal jika tingkat signifikansinya lebih besar 0,05 atau 5%

6. Melakukan Uji Multikolinearitas dengan menggunakan nilai signifikansi 0,05. Jika VIF lebih kecil dari 0,05 dan tingkat Tolerance lebih dari 0,05 maka dapat disimpulkan antar variabel independen tidak terjadi persoalan Multikolinearitas.

8. Melakukan Uji Heteroskedastisitas dibuktikan jika antar variabel memiliki nilai signifikansi > 0.05 maka tidak terjadi persoalan Heteroskedasitas.

9. Melakukan uji regresi linear berganda jika dijabarkan bentuk persamaan dari regresi linier berganda adalah sebagai berikut:

𝑌 = 𝑎 + 𝑏1𝑋1 + 𝑏2𝑋2 + 𝑏3𝑋3 + e Keterangan:

Y = minat beli konsumen 𝑋1 = celebrity endorse X2 = citra merek

𝑋3 = harga

a = Konstanta regresi

𝑏1 = Koefisien regresi celebrity endorse 𝑏2 = Koefisien regresi citra merek 𝑏3 = Koefisien regresi harga

10. Untuk menjawab rumusan masalah 1 dalam penelitian ini maka digunakan Uji F sebagai berikut :

H0 : Celebrity endorse, citra merek dan harga secara simultan tidak berpengaruh terhadap minat beli konsumen pada produk sepatu PUMA X BTS.

HA : Celebrity endorse, citra merek dan harga secara simultan berpengaruh terhadap minat beli konsumen pada produk sepatu PUMA X BTS.

11. Melakukan Uji Koefisien Determinasi untuk melihat seberapa besar kontribusi pengaruh yang diberikan variabel independen secara simultan terhadap variabel dependen.

12. Untuk menjawab rumusan masalah 2, 3, dan 4 dalam penelitian ini maka digunakan Uji T sebagai berikut :

a. Variabel Celebrity Endorse

H0 : Celebrity endorse tidak berpengaruh positif terhadap minat beli konsumen pada produk sepatu PUMA X BTS.

Ha : Celebrity endorse berpengaruh positif terhadap minat beli konsumen pada produk sepatu PUMA X BTS.

b. Variabel Citra Merek

H0 : Citra merek tidak berpengaruh positif terhadap minat beli konsumen pada produk sepatu PUMA X BTS.

Ha : Citra merek berpengaruh positif terhadap minat beli konsumen pada produk sepatu PUMA X BTS.

c. Variabel Harga

H0 : Harga tidak berpengaruh positif terhadap minat beli konsumen pada produk sepatu PUMA X BTS.

Ha : Harga berpengaruh positif terhadap minat beli konsumen pada produk sepatu PUMA X BTS.

12. Menarik kesimpulan berdasarkan hasil SPSS

BAB IV

GAMBARAN UMUM PERUSAHAAN

A. Sejarah Perusahaan

Gambar IV. 1 Logo PUMA

PUMA merupakan perusahaan asal Jerman yang bergerak di bidang penyedia pakaian serta perlengkapan olahraga. Pada awal kemunculannya tahun 1924, PUMA didirikan oleh Rudolf dan Adolf Dassler yang membuka perusahaan yang bernama “Gebruder Dassler Schuhfabrik” yang pada awalnya hanya terbatas pada produksi sepatu olahraga saja. Produk pertama mereka dipakai dalam ajang olahraga Olimpiade Berlin tahun 1936. Pada waktu itu, peraih medali emas Olimpiade Jesse Owens memakai sepatu buatan dua bersaudara itu. Dampaknya, sejak saat itu banyak atlet kelas dunia mulai melirik produk buatan Dassler.

Beberapa tahun berselang, Rudolf Dassler mulai mendaftarkan perusahaannya sendiri yang diberi nama “the PUMA Schuhfabrik Rudolf Dassler” pada tanggal 1 Oktober 1948 dan memisahkan diri dari usaha yang kelola bersama dengan saudaranya. Disaat yang bersamaan, PUMA

munculnya sepatu olahraga produksi PUMA, membuat para pemain sepak bola nasional Jerman Barat memakai produk tersebut pada pertandingan sepak bola pertama setelah Perang Dunia tahun 1950, termasuk top scorer Herbert Burdenski.

Tidak butuh waktu terlalu lama bagi Rudolf untuk mengembangkan usahanya. Bekerjasama dengan pada ahli seperti Sepp Herberger, membuat PUMA lebih berinovasi dalam pembuatan sepatu sepak bola. Hingga lahirlah

“SUPER ATOMS” tahun 1952 yang merupakan salah satu tonggak kesuksesan Rudolf dalam memproduksi sepatu sepak bola.

Dengan beberapa kali mengalami beberapa masalah dengan saudaranya yang merupakan pemilik Adidas, nyatanya PUMA tetap bisa mempertahankan eksistensinya. Hingga saat ini PUMA telah memproduksi berbagai macam perlengkapan olahraga dan banyak pemain-pemain dunia menjadi brand ambassador-nya, seperti Pele, Diego Maradona, Lothar Matthaus, Zlatan Ibrahimovic, Ramadael Falcao, Sergio Aguero, Cesc Fabregas, dan Gianluigi Buffon. Dengan mempekerjakan lebih dari 9.500 orang karyawan, PUMA telah berhasil mendistribusikan produknya di lebih dari 120 negara di dunia. Tak hanya itu, PUMA juga telah menjalin kerjasama dengan Ferrari, Ducati, BMW dan menjadi sponsor tetap Piala Dunia dan beberapa ajang olahraga bergengsi lainnya.

Perusahaan ini dikenal dalam dunia sepak bola karena menjadi sponsor pemain sepak bola terkenal seperti Pelé, Eusébio, Johan Cruijff, Enzo Francescoli, Diego Maradona, Didier Deschamps, Lothar Matthäus, dan

Kenny Dalglish, dan Robert Pirès. Di Amerika Serikat, Puma terkenal dengan sepatu bola basket kulitnya yang diperkenalkan pada tahun 1968.

Selain sepatu olah raga, Puma juga memproduksi sepatu dan pakaian olah raga yang dirancang oleh perancang busana seperti Lamine Kouyate dan Amy Garbers. Sejak tahun 1996, Puma meningkatkan aktivitasnya di Amerika Serikat, seperti dengan pembelian 25% saham Logo Athletic. Pada tahun 2007, Puma menjadi anak perusahaan dari PPR, sebuah perusahaan holding Prancis.

Puma adalah pabrik sepatu olahraga yang memimpin di dunia dalam sepatu , pakaian dan perlengkapan olahraga. Perusahaan ini mungkin sangat terkenal karena telah disponsori oleh pesepak bola ternama seperti Diego Armando Maradonna dan Lothar Matheus. Perusahaan ini juga menyediakan sepatu dan pakaian olahraga yang didesain oleh Lamine Kouyate, Amy Garbers, dan lainnya sejak 1996. Puma mengintensifkan aktivitasnya di Amerika dimana marketnya telah terbagi 8% di sana. Puma memiliki 25% logo sport merek Amerika yaitu Logo Athletic, yang dilisensikan oleh American Professional Basketball And Football Leagues. American entertainment group monarchy/regency memiliki 32% Puma.

PUMA adalah salah satu terkemuka Sports Brands di dunia saat ini, merancang, mengembangkan, menjual dan pemasaran sepatu, pakaian dan aksesoris. Selama lebih dari 65 tahun, PUMA telah membentuk sejarah membuat desain produk yang cepat untuk atlet tercepat di planet ini. PUMA menawarkan kinerja dan sportstyle produk dalam kategori seperti Football,

Running, Pelatihan dan Kebugaran, Golf, dan Motorsports. Perusahaan ini mendistribusikan produk-produknya di lebih dari 120 negara, mempekerjakan lebih dari 10.000 orang di seluruh dunia, dan berkantor pusat di Herzogenaurach / Jerman.

B. Produk

Berikut adalah salah satu produk kolaborasi antara PUMA X BTS

Gambar IV. 2 Produk Sepatu PUMA X BTS C. Visi & Misi

CEO PUMA Bjørn Gulden memperkenalkan pernyataan misi baru PUMA yaitu menjadi ‘Merek Olahraga Tercepat di dunia’. misi perusahaan tidak hanya mencerminkan brand positioning baru PUMA menjadi Selamanya cepat, juga berfungsi sebagai prinsip bagi perusahaan dinyatakan melalui semua tindakan dan keputusan. Tujuan PUMA yaitu untuk menjadi cepat di bereaksi terhadap tren baru, cepat dalam membawa inovasi baru ke

pasar, cepat dalam pengambilan keputusan dan cepat dalam menyelesaikan masalah.

D. Strategi Pemasaran

Strategi PUMA meliputi lima prioritas strategis yaitu sebagai berikut : 1. Reposisi PUMA sebagai merek olahraga tercepat di dunia,

2. Perbaikan mesin produk 3. Optimalisasi kualitas distribusi

4. Meningkatkan kecepatan dalam organisasi dan infrastruktur 5. Memperbarui infrastruktur IT

BAB V

ANALISIS DATA DAN PEMBAHASAN

A. Proses Penelitian

Pada bab ini akan dipaparkan mengenai analisis data dan pembahasan mengenai celebrity endorse, citra merek, dan harga terhadap minat beli konsumen pada produk sepatu PUMA X BTS. Data dalam penelitian ini didapat dari hasil penyebaran kuesioner yang dilakukan secara langsung kepada mahasiswa Universitas Sanata Dharma. Penyebaran kuesioner dilakukan mulai bulan Juli hingga bulan September 2020. Data kuosioner yang diperoleh peneliti adalah sebanyak 100 responden.

Analisis data yang digunakan dalam penelitian ini yaitu uji validitas, uji reliabilitas, uji asumsi klasik, analisis regresi linear berganda, uji hipotesis dan koefisien determinasi. Dalam proses pengolahan data peneliti menggunakan program IBM SPSS Statistics 22 dan Microsoft Office Excel 2013.

B. Analisis Data

1. Analisis Deskriptif Responden a. Berdasarkan Jenis Kelamin

Berdasarkan jenis kelamin, karakteristik responden dibagi menjadi dua kelompok seperti pada tabel berikut :

Tabel V.1

Karakteristik Responden Berdasarkan Jenis Kelamin No Jenis Kelamin Jumlah Responden Persentase

1 Laki-Laki 26 26%

2 Perempuan 74 74%

Total 100 100%

Sumber: Data diolah, 2020.

Berdasarkan tabel V.1 karakteristik responden yang ditinjau dari jenis kelamin, menunjukkan bahwa sebagian besar responden adalah perempuan dengan jumlah 74 orang (74%) dan sisanya adalah laki- laki dengan jumlah 26 orang (26%).

b. Berdasarkan Usia

Berdasarkan usia, karakteristik responden dibagi menjadi empat kelompok seperti pada tabel berikut :

Tabel V.2

Karakteristik Responden Berdasarkan Usia

No Usia Jumlah Responden Persentase

1 ≤ 17 tahun 2 2%

Berdasarkan tabel V.2 karakteristik responden yang ditinjau dari usia menunjukkan bahwa dari 100 responden, 2 responden (2%) berusia ≤ 17 tahun, 35 responden (35%) berusia 18-20 tahun, 57 responden (57%) berusia 21-23 tahun, dan 6 responden (6%) berusia

≥ 24 tahun.

c. Berdasarkan Uang Saku

Berdasarkan uang saku, karakteristik responden dibagi menjadi empat kelompok seperti pada tabel berikut:

Tabel V.3

Karakteristik Responden Berdasarkan Uang Saku

No Usia Jumlah Responden Persentase

1 ≤ Rp 1.000.000 5 5%

Sumber : Data diolah, 2020.

Berdasarkan tabel V.3 karakteristik responden yang ditinjau dari uang saku, menunjukkan bahwa dari 100 responden, 5 responden (5%) memiliki uang saku ≤ Rp 1.000.000, 42 responden (42%) memiliki uang saku >Rp 1.000.000 – Rp 2.000.000, 35 responden (35%) memiliki uang saku >Rp 2.000.000 – Rp 3.000.000, dan 17 responden (17%) memiliki uang saku >Rp 3.000.000.

2. Uji Instrumen Data a. Uji Validitas

Validitas adalah derajat ketepatan antara data yang terjadi pada objek penelitian dengan data yang dapat dilaporkan oleh peneliti.

Dengan demikian data yang valid merupakan data yang tidak berbeda antar data yang dilaporkan peneliti dengan data yang sesungguhnya terjadi pada objek penelitian (Sugiyono, 2017 : 199). Dalam penelitian ini menggunakan α = 5% sehingga suatu instrumen

dinyatakan valid apabila r hitung ≥ r tabel dengan taraf keyakinan 95%. Berikut hasil dari pengujian validitas :

Tabel V.4

Hasil Uji Validitas Variabel Celebrity Endorse Pernyataan r hitung r tabel Keterangan

1 0,723 0,196 Valid

Hasil Uji Validitas Variabel Citra Merek

Pernyataan r hitung r tabel Keterangan

1 0,617 0,196 Valid

Hasil Uji Validitas Variabel Harga

Pernyataan r hitung r tabel Keterangan

1 0,847 0,196 Valid

2 0,759 0,196 Valid

3 0,746 0,196 Valid

Sumber: Data diolah, 2020.

Tabel V.7

Hasil Uji Validitas Variabel Minat Beli

Pernyataan r hitung r tabel Keterangan

1 0,646 0,196 Valid

Berdasarkan tabel V.4, V.5, V.6 dan V.7 dapat diketahui bahwa nilai r hitung dari seluruh item pernyataan kuesioner lebih besar sama dengan dari r tabel. Sehingga dapat disimpulkan bahwa seluruh item pernyataan dinyatakan valid.

b. Uji Reliabilitas

Uji realibilitas adalah sejauh mana suatu hasil pengukuran dapat dipercaya. Instrumen yang sudah dapat dipercaya, yang reliabel akan menghasilkan data yang dapat dipercaya juga. Reliabilitas dinyatakan dengan koefisien reliabilitas yang angkanya berkisar mulai dari 0,0 sampai dengan 1,0. Semakin tinggi koefisien reliabilitas mendekati angka 1,0 berarti semakin tinggi reliabilitasnya (Wiyono, 2011 : 111).

Dalam penelitian ini, untuk menguji reliabilitas instrumen peneliti menggunakan Cronbach’s Alpha yang di kelompokan ke dalam lima kelas dengan range yang berbeda yakni :

1) Nilai Alpha Cronbach 0,00 – 0,20 berarti kurang reliable 2) Nilai Alpha Cronbach 0,21 – 0,40 berarti agak reliable 3) Nilai Alpha Cronbach 0,41 – 0,60 berarti cukup reliable

4) Nilai Alpha Cronbach 0,61 – 0,80 berarti reliable 5) Nilai Alpha Cronbach 0,81 – 1,00 berarti sangat reliable Hasil pengujian reliabilitas sebagai berikut:

Tabel V.8 Hasil Uji Reliabilitas

Variabel Cronbach’s Alpha Keterangan

Celebrity Endorse 0,835 Reliabel

Citra Merek 0,873 Reliabel

Harga 0,673 Reliabel

Minat Beli 0,795 Reliabel

Sumber: Data diolah, 2020.

Berdasarkan tabel V.8 dapat diketahui bahwa nilai Cronbach’s Alpha dari variabel celebrity endorse sebesar 0,835, hal tersebut berarti instrumen pada variabel dinyatakan reliabel. Nilai Cronbach’s Alpha dari variabel citra merek sebesar 0,873, hal tersebut berarti bahwa instrumen pada variabel dinyatakan reliabel. Nilai Cronbach’s Alpha dari variabel harga sebesar 0,673, hal tersebut berarti instrumen pada variabel dinyatakan cukup reliabel. Nilai Cronbach’s Alpha dari variabel minat beli sebesar 0,795, hal tersebut berarti instrumen pada variabel dinyatakan cukup reliabel.

3. Analisis Deskriptif Variabel a. Variabel Celebrity Endorse

Kuesioner pada variabel celebrity endorse menggunakan data 1- 5. Skala 1 menunjukkan bahwa celebrity endorse sangat tidak berpengaruh dalam menarik perhatian konsumen, sedangkan skala 5 menunjukkan bahwa celebrity endorse sangat berpengaruh dalam menarik perhatian konsumen. Adapun skala data tersebut sebagai

berikut :

Tabel V.9

Skala Variabel Celebrity Endorse

Skala Data Kelas Kategori

1 1,00 – 1,80 Sangat tidak sesuai

Hasil Analisis Deskriptif Variabel Celebrity Endorse

No Pernyataan

Skor Rata-

rata

Keterangan 1. Selebriti mampu menyampaikan

pesan tentang produk Puma X BTS. 3,62 Sesuai 2. Selebriti dipandang mampu memikat

dan memukau konsumen sehingga dapat diandalkan untuk menjadi bintang iklan Puma X BTS

4,45 Sangat sesuai

3.

Selebriti memiliki kemampuan meyakinkan konsumen sepatu Puma X BTS.

pembelian setelah melihat iklan yang dipromosikan oleh selebriti.

4,31 Sangat sesuai 6. Selebriti yang terdapat pada iklan

Puma X BTS dapat menjadi panutan / acuan konsumen.

3,88 Sesuai 7. Celebrity endorse dari produk sepatu

Puma X BTS sesuai dengan ciri khas

Puma X BTS sesuai dengan ciri khas