SEJARAH PENDIDIKAN KARAKTER
C. Pendekatan Komprehensif
4. Strategi Pengembangan Keterampilan Akademik dan Sosial
Pendidikan merupakan kegiatan yang sangat penting dalam kemajuan manusia. Kegiatan ini pada dasarnya melibatkan beberapa pihak diantaranya untuk perguruan tingggi yaitu adalah pendidik (Dosen) dan peserta didik (Mahasiswa). Keterlibatan pihak tersebut merupakan keterlibatan hubungan antar manusia (human interaction) yang mempunyai potensi masing-masing sebagai aset nasional sekaligus sebagai modal dasar pembangunan bangsa. Potensi yang ada tersebut harus dapat dikembangkan serta dipupuk secara efektif melalui strategi pendidikan dan pembelajaran yang terarah serta terpadu, yang dikelola secara serasi dan juga seimbang. Oleh karena itu, strategi pendidikan perlu secara khusus memperhatikan pengembangan potensi intelektual maupun bakat khusus yang bersifat keterampilan termasuk soft skills
Di dalam dunia pendidikan, peserta didik memperoleh pendidikan berupa pengetahuan-pengetahuan yang khas dari suatu disiplin ilmu yang ditempuhnya., ketika seseorang menempuh pendidikan di dunia pendidikan maka kita kan menemukan bahwa peserta didik mengemban beberapa tanggung jawab adapun tanggung jawab tersebut adalah tanggung jawab intelektual dan juga moral.
Ada berbagai keterampilan (Soft Skills) yang diperlukan agar seseorang dapat mengamalkan nilai-nilai yang dianut sehingga berprilaku konstruktif dan bermoral dalam masyarakat. Keterampilan- keterampilan tersebut adalah :
Berpikir kritis dapat dilakukan melalaui latihan yang dilakukan dengan terus menerus sehingga menjadi kebiasaan, berpikir krisis dapat mengarah pada pembentukan sifat bijaksana, berpikir kritis memungkin sesorang dapat menganalisis informasi secara cermat dan membuat keputusan dengan tepat dalam menghadapi isu -isu yang kontroversial. Dengan demikian, dapat dihindari tindakan yang destruktif sebagai akibat dari ulah provokator yang tiada henti-hentinya mencari korban. Oleh karna itu , sangat diharapkan peran guru dan orang tua untuk dapat membiasakan anak-anak berpikir kritis dengan memberikan banyak kegiatan- kegiatan yang mengandung ciri-ciri sebagai berikut dianataranya :
Mencari kejelasan antara pertanyaan dan pernyataan
Mencari alasan
Menggunakan sumber yang dapat di percaya Mengubah pandangan apabila ada bukti yang
dipercaya
b) Keterampilan mengatasi Masalah
Masih banyak orang yang mengatasi masalah konflik dengan kekuatan fisik, padahal cara-cara yang demikian itu biasa digunakan oleh para binatang. Apabila kita menghendaki kehidupan berdasarkan nilai-nilai relegius dan juga prinsip-prinsip moral, kita perlu mengajarkan cara-cara mengatasi konflik secara konstruktif. Para guru dan para orang tua memang harus berusaha keras untuk menyakinkan anak-anak bahwa penyeleasikan masalah secara destruktif yang banyak muncul dalam masyarakat Indonesia pada saat ini
sangatlah tidak manusiawi dan sangat bertentangan dengan norma –norma agama yang harus kita junjung tinggi.
Definisi masalah menurut Gilbert, adalah situasi dimana jawaban atau tujuan belum diketahui. Moursund mengatakan bahwa seseorang dianggap memiliki dan menghadapi masalah bila menghadapi 5 kondisi berikut ini:
Memahami dengan jelas kondisi atau situasi yang sedang terjadi.
Memahami dengan jelas tujuan yang diharapkan.
Memiliki berbagai tujuan untuk menyelesaikan masalah dan dapat mengarahkan menjadi satu tujuan penyelesaian.
Memahami sekumpulan sumber daya yang dapat dimafaatkan untuk mengatasi situasi yang terjadi sesuai dengan tujuan yang diinginkan. Hal ini meliputi waktu, pengetahuan, keterampilan, teknologi atau bahan tertentu.
Memiliki kemampuan untuk menggunakan berbagai sumber daya untuk mencapai tujuan.
Menurut Robinson & Lyle, dalam memecahkan suatu masalah, dibutuhkan perpaduan antara pengetahuan dasar (base knowledge) dan keterampilan dasar (base skill). Pengetahuan dasar
adalah berupa kumpulan pengetahuan yang tersimpan di dalam memori jangka panjang seseorang sebagai hasil dari apa yang telah dipelajari oleh orang tersebut. Keterampilan dasar dalam memecahkan masalah meliputi beberapa hal, diantaranya keterampilan menganalisa masalah, keterampilan mengaitkan konsep yang relevan dengan masalah, dan keterampilan merencanakan alternatif penyelesaian yang tepat.
Solusi Pemecahan Masalah :
Understand the problem, yakni penjelasan mengenai masalah perlu diberikan kepada peserta didik karena dengan memahami masalah secara baik peserta didik dapat memecahkan masalah yang diberikan; Devise a plan, yakni kemampuan
melakukan fase ini sangat tergantung pada pengalaman siswa menyelesaikan masalah. Pada umumnya semakin bervariasi pengalaman mereka, ada kecenderungan siswa lebih kreatif dalam menyusun rencana penyelesaian suatu masalah;
Carry out the plan, yakni menyelesaikan perencanaan;
Look back, yakni langkah akhir untuk melihat apakah penyelesaian yang diperoleh sudah sesuai dengan ketentuan dan tidak terjadi kontradiksi.
Dalam menyelesaikan masalah, diperlukan strategi pemecahan masalah. Menurut Jeon et al,
mengemukakan empat langkah strategi pemecahan masalah di bidang sains. Keempat langkah tersebut adalah sebagai berikut :
Menganalisis masalah,
Merubah bentuk masalah kedalam bentuk masalah standar,
Melakukan langkah-langkah penyelesaian dari masalah standar, dan
Memeriksa jawaban dan menafsirkan hasil penyelesaian.
c) Keterampilan Beradaptasi
Adaptasi adalah sebuah kemampuan makhluk hidup untuk menyesuaikan diri dengan lingkungan hidupnya. Ada beberapa cara penyesuaian diri yang dapat dilakukan, yaitu dengan cara penyesuaian bentuk organ tubuh, penyesuaian kerja organ tubuh, dan tingkah laku dalam menanggapi perubahan lingkungan.
Kemampuan beradaptasi merupakan suatu perilaku yang sangat kompleks karena didalamnya melibatkan sejumlah fungsi dan intelektual. Misalnya : penalaran, ingatan kerja, dan belajar keterampilan makin tinggi. Kecerdasan atau intelegensi manusia, maka seseorang tersebut akan lebih cepat dan juga efektif didalam menentukan strategi beradaptasi dengan perubahan tugas dan lingkungan yang baru begitu pula sebaliknya. Dimana didalam lingkungan baru harus dapat beradaptasi dengan lingkungan itu dengan peraturan- peraturan yang ada dan berlaku di lingkingan itu dan
harus bisa menyikapi masalah-masalah sosial yang terjadi.
Setiap kehidupan di dunia ini tergantung pada kemampuan beradaptasi terhadap lingkungannya dalam arti luas. Akan tetapi berbeda dengan kehidupan lainnya, manusia membina hubungan dengan lingkungannya secara aktif.
Karena itulah manusia mengembangkan kebiasaan yang melembaga dalam struktur sosial dan juga kebudayaan mereka. Karena kemampuannya beradaptasi secara aktif itu pula, manusia berhasil menempatkan diri sebagai makhluk yang tertinggi derajatnya di muka bumi dan juga paling luas persebarannya yang memenuhi dunia. Di lain pihak, kemampuan manusia membina hubungan dengan lingkungannya secara aktif itu juga telah membuka peluang bagi pengembangan berbagai bentuk organisasi dan kebudayaan menuju sebuah peradaban.
Dinamika sosial itu telah mewujudkan aneka ragam masyarakat dan kebudayaan dunia, baik sebagai perwujudan adaptasi kelompok sosial terhadap lingkungan setempat maupun karena kecepatan perkembangannya.
Jenis-jenis Adaptasi :
1) Adaptasi fisiologi Adaptasi fisiologi adalah penyesuaian diri makhluk hidup melalui fungsi kerja organ-organ tubuh supaya bisa bertahan hidup. Adaptasi ini berlangsung di dalam tubuh sehingga sulit untuk diamati. Contoh : Tubuh manusia
mampu menambah jumlah sel darah merah apabila berada di pegunungan yang lebih tinggi. Hal tersebut dapat mengikat oksigen lebih banyak untuk mencukupi kebutuhan sel-sel tubuh.
2) Adaptasi Tingkah Laku Adaptasi tingkah laku adalah penyesuaian diri terhadap lingkungan dengan mengubah tingkah laku supaya dapat mempertahankan kelangsungan hidupnya.
Penerapan dan Proses Pembelajaran
Penerapannya kemampuan beradaptasi dan menyikapi masalah sosial terlebih dahulu dapat diterapkan didalam keluarga, yaitu anak trlebih dahulu diberi tahu tentang aturan-aturan apa saja yang perlu ditaati dalam keluarga, setelah itu barulah anak akan diajari cara beradaptasi dengan keluarga. setelah anak bisa beradaptasi dengan keluarganya, barulah anak diajarkan cara beradaptasi dengan masyarakat dan sekolahan. Proses pembelajarannya yaitu dapat dilaksanakan dikeluarga, masyarakat, sekolah dan dimana saja tempatnya. Dimana dikeluarga anak diajarkan cara beradaptasi dengan keluarga dan menyikapi masalah dalam keluarga sedangkan disekolahan anak bisa diajarkan cara beradaptasi dan menyikapi masalah dengan teman-teman sebayanya dimana anak sering salah paham dan juga bertengkar dengan temannya karena masalah kecil. Hal itu bisa jadi acuan guru untuk menjelaskan bagaimana menyikapi
masalah-masalah itu sebaliknya dimasyarakat anak dapat diajarakan beradaptasi dan menyikapi masalah dengan masyarakat sekitar bukan hanya dengan anak-anak seusia mereka tetapi dengan orang dewasa juga.
Menerapkan dalam Kehidupan Sehari-hari
Maksud dari menerapkan dalam kehidupan sehari-hari adalah agar kita bisa saling berinteraksi dalam bermasyarakat dimana mereka harus bisa mengerti bagaimana keadaan dalam masyarakat tersebut serta aturan-aturan apa saja yang harus ditaati dalam masyarakat tersebut. Dalam hal ini kita bisa mempelajari bagaimana seseorang bertahan dalam tekanan masyarakat, bertahan hidup, bagaimana seseorang mencari makan dan air di kehidupannya.
Pentingnya Adaptasi dalam Pergaulan Dunia Remaja
Pentingnya adaptasi dalam dunia remaja saat ini yang dimana telah banyak sekali remaja–remaja yang sudah tidak sejalan dengan etika remaja. Dalam hal ini kita sebagai para remaja jaman sekarang yang hidup di dunia modern ini sudah semestinya untuk bisa beradaptasi sehingga kita masih bisa atau masuk kedunia remaja yang lebih postif. Sehingga kita tidak keluar dari asas–asas etika dan moral. Sebagai contoh ketika kita bergaul dengan anak–anak yang mempunya sifat kurang baik, dari yang minum – minuman keras hingga yang memakai obat–obatan telarang. Kita sebagai remaja boleh–boleh saja bergaul tetapi ingat tidak boleh lah kita
untuk mencoba hal–hal yang sekiranya itu negatif dan juga merugikan, sebagai remaja kita boleh bergaul dengan siapa pun, tapi selalu ingat untuk menghindari hal –hal yang negatif walau pun mereka semua itu di sekeliling kita.
Manusia dan Lingkungannya
Manusia adalah satu-satunya mahluk hidup di bumi yang memiliki akal budi dan juga pikiran yang dapat digunakan dalam berpikir di kehidupan sehari-hari. Karena akal pikiran itulah, Manusia juga akhirnya menjadi mahluk yang bersosial dan hidup menyebar di berbagai tempat di bumi dengan berbagai kondisi alam dan tantangan hidupnya masing-masing. Semua daerah tempat manusia hidup memiliki tantangan hidup masing- masing yang menuntut kemampuan adaptasi manusia untuk bertahan hidup.manusia menggunakan 4 hal dari diri mereka sendiri, yaitu:
Akal pikiran Perasaan/emosi Jasmani Komunikasi 5. Strategi Fasilitasi PENGERTIAN FASILITASI
Bagi mereka yang bergerak dalam bidang pemberdayaan masyarakat istilah fasilitasi ini sering digunakan. Sayangnya istilah ini sering digunakan dalam berbagai situasi yang berbeda dengan pengertian yang juga berbeda pula.
Dalam pembahasan ini fasilitasi diartikan sebagai “Proses mempermudah sesuatu dalam mencapai tujuan tertentu”. Atau bisa juga diartikan “ Melayani dan memperlancar suatu kegiatan untuk bisa mencapai tujuan”. Sedangkan orang yang mempermudah, melayani, dan memperlancar itu disebut “faslitator”
Melalui fasilitasi melatih subyek didik untuk bisa mengatasi masalah- masalah tertentu. Bagian terpenting dalam metode fasilitasi adalah memberikan kesempatan kepada subyek didik, kegiatan-kegitan yang dilakukan oleh subyek didik dalam pelaksanaan metode fasilitasi membawa dampak positif pada perkembangan kepribadian karna hal sebagai berikut :
1) Kegiatan fasilitasi secara signifikan dapat meningkatkan hubungan antara pendidik dan juga subyek didik. Apabila pendidik mendengarkan subyek didik dengan sungguh-sungguh, besar kemungkinanya subyek didik juga akan mendengarkan pendidik dengan baik. Subyek didik merasa benar-benar dihargai karana pandangan dan pendapat mereka didengar dan di pahami. Akibatnya, Kredibilitas pendidik meningkat.
2) Kegiatan fasilitas menolong subyek didk menjelaskan pemahaman, kegiatan ini memberikan kesempatan kepada subyek didik untuk menyusun pendapat, mengingatkan kembali hal-hal yang perlu disimak, menjelaskan kembali hal-hal yang masih diragukan. 3) Kegiatan fasilitas menolong subyek didik berpikir lebih jauh
tentang nilai yang dipelajari, menemukan wawasan sendiri, belajar dari teman-temannya yang telah menerima nilai yang diajarkan, akhirnya menyadari kebaikan hal-hal yang disampaikan oleh perserta didik.
4) Kegiatan fasilitas menyebabkan pendidik dapat memahami pikiran dan perasaan subyek didik
5) Kegiatan fasilitas memotivasi subyek didik menghubungkan persoalan nilai dengan kehidupan, kepercayaan dan juga perasaan mereka sendiri. Karena keperibadian subyek didik terlihat, maka pembelajaran akan lebih menarik.