Pendidikan Karakter dan Model Pembelajarannya
DAFTAR ISI PENDAHULUAN DAFTAR PUSTAKA
BAGIAN PERTAMA: Pendidikan Karakter A. Perkembangan Wacana
B. Pandangan ahli tentang pendidikan karakter C. Tujuan pendidikan karakter
BAGIAN KEDUA: Sejarah Pendidikan Karakter A. Sejarah pendidikan karakter di Dunia B. Sejarah pendidikan karakter di Indonesia
BAGIAN KETIGA: Strategi Pembelajaran Karakter A. Pengertian Strategi.
B. Prinsip-prinsip Strategi.
C. Pengertian Strategi pembelajaran. D. Strategi Pembelajaran Karakter.
BAGIAN KEEMPAT: Pembelajaran Karakter Secara Komprehensif A. Inkulkasi Nilai.
B. Strategi Pembinaan. C. Strategi Keteladanan
D. Strategi Pengembangan Keterampilan akademik dan Sosial. E. Strategi Fasilitasi
BAGIAN KELIMA: Strategi Pendekatan Kontekstual dalam Penyampaian Kurikulum Pembelajaran berbasis Karakter
B. Pembelajaran dengan berbagai konteks C. Pembelajaran mandiri dan efektif.
D. Pembelajaran konteks kehidupan peserta didik yang berbeda-beda. E. Pembelajaran dari semua dan belajar bersama.
PENDAHULUAN
Latar Belakang
Indonesia memerlukan sumberdaya manusia dalam jumlah yang banyak dan mutu atau kualitas yang bagus serta memadai sebagai pendukung utama dalam pembangunan Negeri. Untuk memenuhi kebutuhan sumberdaya manusia tersebut, pendidikan memiliki peran yang sangat penting.
Hal ini sesuai dengan ketentuan UU No 20 Tahun 2003 Tentang Sistem Pendidikan Nasional pada Pasal 3, yang menyebutkan berinti pada bahwa pendidikan nasional berfungsi mengembangkan kemampuan dan membentuk karakter serta peradaban bangsa yang bermartabat dalam rangka mencerdaskan kehidupan bangsa. Pendidikan nasional bertujuan untuk berkembangnya potensi peserta didik agar menjadi manusia yang beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, berakhlak mulia, sehat, berilmu, cakap, kreatif, mandiri, dan menjadi warga negara yang demokratis serta bertanggung jawab.
Berdasarkan fungsi dan tujuan pendidikan nasional, jelas bahwa pendidikan di setiap jenjang, termasuk di sekolah harus diselenggarakan secara sistematis yang berguna mencapai tujuan tersebut.
berhasil dikarenakan lebih banyak didukung kemampuan soft skill daripada hard skill. Hal ini mengisyaratkan bahwa mutu pendidikan karakter peserta didik sangat penting untuk ditingkatkan. Melihat masyarakat Indonesia sendiri juga lemah sekali dalam penguasaan soft skill. Untuk itu penulis menulis makalah ini, agar pembaca tahu betapa pentingnya pendidikan karakter bagi semua orang, khususnya bangsa Indonesia sendiri.
Penulis telah menyusun beberapa masalah yang akan dibahas dalam makalah ini sebagai batasan dalam pembahasan bab isi. Adapun beberapa masalah yang akan dibahas dalam buku ini antara lain adalah :
Pengertian dari pendidikan karakter
Pandangan parah Ahli tentang pendidikan karakter Tujuan dari adanya pendidikan karakter
Strategi dalam menunjang pembelajaran dan pendidikan karakter Pengertian strategi dalam pembelajaran dan pendidikan karakter Prinsip-prinsip strategi dalam pembelajaran dan pendidikan karakter Pengertian pembelajaran karakter secara komprehensif
Pengertian dan tata cara dalam melakukan pendidikan karakter dengan strategi pembinaan, keteladanan, pengembangan keterampilan akademik dan sosial, serta fasilitas untuk menunjang kinerja pembelajaran
Penjelasan tentang strategi pendekatan kontekstual dalam penyampaian pembelajaran berbasis karakter
Penjelasan tentang pembelajaran berbasis pemecahan suatu masalah, pembelajaran dengan berbagai konteks, pembelajaran secara mandiri dan efektif, pembelajaran konsteks kehidupan peserta didik yang berbeda-beda Dan kesimpulan dari semua materi untuk belajar bersama.
PENDIDIKAN KARAKTER
A. PENGERTIAN DARI PENDIDIKAN KARAKTER
Penguatan pendidikan moral (moral education) atau pendidikan karakter (character education ) dalam konteks sekarang sangat relevan dan beguna untuk mengatasi krisis moral yang sedang banyak terjadi dan melanda di negara kita. Krisis tersebut antara lain berupa meningkatnya pergaulan bebas yang melenceng dari hukum dan aqidah agama, maraknya angka kekerasan anak-anak dan remaja, kejahatan terhadap teman, pencurian remaja, kebiasaan menyontek, penyalahgunaan obat-obatan terlarang, pornografi dan sex bebas, dan perusakan barang atau properti milik orang lain sudah menjadi masalah sosial yang hingga saat ini belum dapat diatasi secara tuntas, oleh karena itu sangat pentingnya pendidikan karakter.
Pendidikan
Karakter
Karakter atau watak adalah sifat batin yang memengaruhi segenap pikiran, baik perilaku, maupun budi pekerti, dan juga tabiat yang dimiliki manusia atau makhluk hidup lainnya. Lebih lengkap lagi Karakter adalah nilai-nilai yang khas, baik watak, akhlak atau kepribadian seseorang yang terbentuk dari hasil internalisasi berbagai kebijakan yang diyakini dan dipergunakan sebagai cara pandang yang ditiru, berpikir, bersikap, berucap dan bertingkah laku dalam kehidupan sehari-hari.
Pendidikan Karakter
Pendidikan Karakter adalah usaha sadar dan terencana untuk mewujudkan proses pemberdayaan potensi dan pembudayaan peserta didik yang berguna untuk membangun karakter pribadi atau kelompok yang unik dan juga baik sebagai warga negara. Dalam kamus lain Pendidikan Karakter merupakan bentuk kegiatan manusia yang di dalamnya terdapat suatu tindakan yang mendidik diperuntukkan bagi generasi yang akan mendatang.
B. Pengertian Pendidikan Karakter Menurut Para Ahli
1. Menurut Suyanto
Pendidikan karakter adalah cara berfikir dan berprilaku yang menjadi ciri khas tiap individu untuk hidup dan bekerja sama, baik dalam lingkup keluarga, masyarakat, bangsa, maupun Negara.
2. Menurut Kertajaya
Pendidikan karakter adalah ciri khas yang dimiliki oleh suatu benda atau individu. Ciri khas tersebut adalah asli dan mengakar pada kepribadian benda atau individu tersebut, serta merupakan “mesin” yang mendorong bagaimana seseorang bertindak, bersikap, berucap, dan merespon sesuatu.
3. Menurut T.Ramli
Pendidikan karakter memiliki esensi dan makna yang sama dengan pendidikan moral dan pendidikan akhlak. Tujuannya adalah membentuk pribadi anak, supaya menjadi manusia yang baik, warga masyarakat, dan warga negara yang baik. Adapun kriterianya adalah nilai-nilai sosial tertentu yang banyak dipengaruhi oleh budaya masyarakat dan bangsanya.
Oleh karena itu, hakikat dari pendidikan karakter dalam konteks pendidikan di Indonesia adalah pedidikan nilai, yakni pendidikan nilai-nilai luhur yang bersumber dari budaya bangsa Indonesia sendiri, dalam rangka membina kepribadian generasi muda.
4.MenurutKoesoema
kebebasannya, sehingga ia dapat bertanggung jawab atas tindakannya silabus.org, baik untuk dirinya sendiri sebagai pribadi atau perkembangan dengan orang lain dan hidupnya.
5.Menurut Narwanti
Pembentukan adalah usaha yang telah terwujud sebagai hasil suatu tindakan. Karakter berasal dari bahasa Yunani yaitu ”kharrasein” yang berarti memahat atau mengukir (to inscribe/to engrave), sedangkan dalam bahasa Latin, karakter bermakna membedakan tanda, sifat kejiwaan, tabiat, dan watak.
6. John W. Santrock
Memberikan pengertian bahwa pendidikan karakter adalah pendidikan yang dilakukan dengan pendekatan langsung kepada peserta didik untuk menanamkan nilai moral dengan juga memberi pelajaran kepada murid tentang pengetahuan moral dalam upaya mencegah prilaku yang tidak dianjurkan atau prilaku yang dilarang.
7. Thomas Lickona
8. Elkind
Memberikan pengertian bahwa pendidikan karakter adalah segala sesuatu metode pendidikan yang dilakukan oleh tenaga pendidik sehingga mampu mempengaruhi karakter murid. Disini terlihat bahwa guru bukan hanya mengajarkan materi pelajaran tetapi mampu untuk menjadi keteladanan.
9.Menurut Kamus Psikologi
Menurut kamus psikologi pendidikan karakter adalah kepribadian ditinjau dari titik tolak etis atau moral, misalnya kejujuran seseorang, dan berkaitan dengan sifat-sifat yang relatif tetap. (Dali Gulo, 1982).
Fungsi pendidikan karakter
Fungsi pendidikan karakter karakter adalah untuk mengembangkan potensi-potensi dasar seorang anak agar mempunyai jiwa berhati baik, berperilaku baik, serta berpikiran yang baik. Dengan fungsi secara besarnya untuk memperkuat serta membangun perilaku anak bangsa yang multikultur. Selain itu pendidikan karakter juga berfungsi untuk meningkatkan peradaban manusia dan bangsa yang baik di dalam pergaulan dunia.
Pendidikan karakter dapat dilakukan bukan hanya di bangku sekolah, melainkan juga dari bergai media yang meliputi keluarga, lingkungan, pemerintahan, dunia usaha atau pekerjaan, serta media teknologi.
Tujuan pendidikan karakter adalah untuk membangun dan membentuk bangsa yang tangguh, berakhlak mulia, bermoral, beraqidah, agamis, bertoleransi, bekerja sama atau bergotong royong. Selain itu Pendidikan karakter juga bisa untuk membentuk bangsa agar mempunyai jiwa patriotik atau suka menolong sesama, berkembang dengan dinamis, berorientasi pada ilmu pengetahuan serta teknologi, beriman dan bertakwa pada Tuhan yang Maha Esa.
Realisasi Pendidikan Karakter
Secara umum untuk bisa mewujudkan pendidikan karakter dapat dilakukan melalui pendidikan formal, non formal, dan informal. Saling melengkapi dan mempercayai dan diatur dalam peraturan dan undang-undang. Pendidikan formal dilaksanakan secara berjenjang dan pendidikan tersebut mencakup pada pendidikan umum, kejuruan, akademik, profesi, evokasi keagamaan dan khusus.
Dalam pelaksanaan pendidikan karakter juga dapat dilakukan melalui jenjang pendidikan yang diimplementasikan pada kurikulum di tingkat satuan pendidikan yang memuat pelajaran normatif, adaptif, produktif, muatan lokal, dan pengembangan diri.
Pendidikan karakter di sekolah yang diimplementasikan pada pendidikan pengembangan diri antara lain; melalui kegiatan kegiatan ekstrakurikuler di sekolah, semisal : pengurus OSIS, Pramuka, PMR, KIR, Olahraga, Seni, Keagamaan, Organisasi Pecinta Alam dan lainnya. Dengan kegiatan ekstrakurikuler ini sangat menyentuh, mudah dipahami, banyak diminati dan dilakukan siswa sebagai bagian penyaluran minat dan dilakukan siswa sebagai bagian penyaluran minat dan juga bakat yang dapat dikembangkan sebagai perwujudan pendidikan karakter bangsa itu sendiri.
2. Jujur
3. Toleransi
4. Disiplin
5. Kerja keras
6. Kreatif
7. Mandiri
8. Demokratis
9. Rasa ingin tahu
10. Semangat kebangsaan
11. Cinta tanah air
12. Menghargai prestasi
13. Bersahabat komunikatif
14. Cinta damai
15. Gemar membaca
16. Peduli lingkungan
17. Peduli sosial
18. Tanggung jawab
Kata dasar dari religius adalah religi yang berasal dari bahasa asing religion sebagai bentuk dari kata benda yang berarti yaitu agama atau kepercayaan akan adanya sesuatu kekuatan kodrati di atas manusia yaitu Tuhan.
Sedangkan religius berasal dari kata religious yang berarti sifat religi yang telah melekat pada diri seseorang. Religius sebagai salah satu nilai karakter yang dideskripsikan oleh Suparlan sebagai sikap dan perilaku yang patuh dalam melaksanakan ajaran agama yang dianut, toleran terhadap pelaksanaan ibadah agama lain, dan hidup rukun dengan pemeluk agama lain. Karakter religius ini sangat dibutuhkan oleh siswa dalam menghadapi perubahan zaman dan degradasi moral, dalam hal ini siswa diharapkan mampu memiliki dan juga berprilaku dengan ukuran baik dan buruk yang di dasarkan pada ketentuan dan ketetapan agama.
Agama dalam kehidupan pemeluknya adalah merupakan ajaran yang mendasar yang menjadi pandangan hidup atau pedoman hidup. Pandangan hidup ialah “konsep nilai yang dimiliki seseorang atau sekelompok orang mengenai kehidupan”. Apa yang dimaksud nilai-nilai adalah sesuatu yang dipandang berharga dalam kehidupan manusia, yang dapat mempengaruhi sikap hidupnya. Pandangan hidup (way of life, worldview) merupakan hal yang sangat penting dan juga hakiki bagi manusia, karena dengan pandangan hidupnya ini, manusia memiliki kompas atau pedoman hidup yang jelas di dunia ini. Manusia antara satu dengan yang lain sering memiliki pandangan hidup yang sangat berbeda-beda seperti pandangan hidup yang berdasarkan agama misalnya, sehingga agama yang dianut satu orang berbeda dengan yang dianut yang lain.
pada agama merupakan pendidikan yang mengembangkan nilai-nilai berdasarkan agama yang membentuk pribadi, sikap, dan tingkah laku yang utama atau luhur dalam kehidupan. Berikut ini adalah nilai nilai yang terdapat dalam religius :
Nilai-nilai Religius
A. Nilai Yang Berhubungan Dengan Ketuhanan
1. Iman, yaitu sikap batin yang penuh kepercayaan kepada Tuhan
2. Agama, atau kelanjutan dari iman setelah memiliki keyakinan terhadap Ketuhanan
3. Ihsan, yaitu kesadaran sedalam-dalamnya bahwa Tuhan senantiasa dekat atau selalu berada bersama kita
4. Taat, yaitu sikap menjalankan perintah dan menjauhi larangan perintah Tuhan
5. Ikhlas, yaitu sikap murni dalam tingkah laku dan perbuatan tanpa pamrih
6. Berserah diri, yaitu sikap yang senantiasa bersandar kepada Tuhan, dengan penuh harapan kepada Tuhan.
7. Syukur, yaitu sikap dengan penuh rasa terimakasih atas ni’mat dan karunia yang telah diberikan oleh Tuhan
8. Sabar yaitu sikap batin yang tumbuh karena kesadaran akan asal tujuan hidup yaitu Tuhan.
B. Nilai Yang Berhubungan Dengan Sesama Manusia
2. Semangat persaudaraan
3. Mempunyai pandangan bahwa harkat dan martabat semua manusia adalah sama
4. Wawasan yang seimbang
5. Berprasangka baik kepada sesama manusia
6. Rendah hati
7. Tepat akan janji
8. Bisa selalu dipercaya
9. Penuh harga diri, tetapi tidak sombong dan tetap rendah hati
10. Tidak boros
11. Saling menolong kepada sesama manusia maupun mahluk hidup
2. JUJUR
hidup kita tidak pernah tenang. Kebohongan pertama pasti harus ditutup dengan kebohongan kedua dan begitu lagi seterusnya. Yang pasti kebohongan itu sangat melelahkan dan membebani hati nurani, hidup tidak nyaman dan diselubungi rasa was-was.
Kejujuran dan Kepercayaan
Kejujuran merupakan sebuah pangkal dari kepercayaan, yang menilai Anda jujur adalah Tuhan, Sang Pencipta dan orang-orang di sekitar Anda. Sedangkan kepercayaan adalah sebuah imbas positis dari sikap jujur. Orang yang mendelegasikan kepercayaan merupakan hasil dari penilaiannya terhadap sikap kita. Jadi sekali lagi kepercayaan adalah amanah yang sangat harus dijaga erat.
Karena kepercayaan tidak timbul dari penilaian sesaat pula. Orang lain berteman terhadap kita digerakan dimulai dari rasa kepercayaan pula, pikiran postitif menimbulkan persepsi bahwa si A terlihat memegang dan mempunyai prinsip kejujuran dan bisa dipercaya. Di lain contoh kejujuran juga bagian dari syarat kenaikan jabatan dalam sebuah sistem manajemen di perusahaan.
Pemimpin perusahaan hanya menunjuk karyawan yang mempunyai berprestasi baik terutama yang memegang prinsip kejujuran. Pemimpin menaruh kepercayaan penuh kepada karyawannya untuk menyelesaikan tugas atau masalah kantornya. Kejujuran juga berlaku di sekolah dari TK sampai perguruan tinggi, bahkan di sinilah kejujuran diajarkan sekaligus
diuji juga tingkat kekuatannya.
paling berat justru ketika siswa telah lulus dari sekolah dan kembali kedalam kehidupan bermasyarakat dan bekerja di perusahaan atau mengabdi menjadi Pegawai Negeri Sipil, di situlah banyak sekali godaan yang mengancam norma dari kejujuran.
Tak ada pengawasan yang ketat dan hati nurani dipertaruhkan demi untuk sebuah materi yang bukan haknya. Kalau iman kita tidak diikat kuat dari ibadah, bakalan kebobolan. Itulah mengapa di Indonesia banyak sekali kasus korupsi, bahkan juga menjadi negara yang paling korup nomer tiga di dunia.
Kejujuran yang selama masa sekolah sangat dijunjung tinggi, ternyata hilang karena godaan setan. Koruptor yang terbukti bersalah menggelapkan uang negara, alih-alih malu, malah menunjukan ekpresi tak bersalah. Mereka tidak sadar bahwa dia adalah contoh yang sangat buruk bagi pelajaran norma kejujuran. Selama orang tidak jujur maka ia akan kehilangan harga diri didepan masyarakat dan Allah. Masyarakat sudah tidak mempercayai lagi terhadap pejabat dan pelaku yang telah terbukti menyelewengkan kepercayaan. Untuk membangkitkan kepercayaan dari masyarakat sangat sulit, karena nilai kejujuran sudah dirusak sendiri.
Kejujuran Adalah Harga Diri
Kejujuran adalah sebuah harga mati yang sangat harus dipegang sampai mati pula. Jujur di dunia maka akan selamat di akhirat. Prinsipnya miskin materi tidak mengapa asalkan kita masih mempunyai nilai kejujuran.
sikap-sikap yang sangat bertentangan dengan norma kejujuran? Yang pasti akan mendapatkan hukuman dari negara, masyarakat maupun juga rasa bersalah terhadap Tuhan penciptanya.
Memang sesal hanya terjadi di belakang Namun sebisa mungkin janganlah sekali-kali merusak harga diri dengan kebohongan dan tindakan yang melawan norma kejujuran di mana saja diri Anda berada. Sekali Anda melakukan kebohongan di depan masyarakat luas, hilanglah harga diri Anda untuk selamanya.
Tindakan yang Merusak Kejujuran
Berikut ini adalah merupakan contoh-contoh perbuatan yang sangat melanggar norma kejujuran, nilai-nilai moral dan agama. Contoh-contoh itu adalah tindakan yang sangat harus dihindari oleh siapa saja yang mengaku dirinya beragama dan bermasyarakat.
a) Mencuri. Mencuri atau mengambil barang yang bukan hak milik kita, merupakan sebuah tindakan yang melanggar norma kejujuran. Pemilik barang yang sah pasti merasa sangat terpukul karena telah kehilangan barang kesayangannya. Mungkin barang yang berharga itu memiliki nilai-nilai sejarah tersendiri bagi pemiliknya. Manusia biasa pun bisa tergoda dan ingin mencuri ketika adanya kesempatan dan kelemahan iman.
berbohong lagi untuk menutupi omong kosongnya. Bohong adalah lingkaran keburukan yang pasti sangat sulit di hentikan.
c) Manipulasi. Manipulasi juga merupakan kegiatan untuk merekayasa fakta-fakta yang sebenarnya. Apapun alasannya, tindakan manipulasi itu sangatlah bertolak belakang dengan norma kejujuran dan juga agama. Contoh manipulasi yaitu adalah mark up proyek pembangungan, dan mark up pengadaan barang. Jadi nilai barang diangkat naik melebihi nilai beli aslinya. Agar ada selisih harga, jadi ketika dana telah cair, selisihnya harganya akan digunakan untuk kepentingan pribadi. Manipulasi itu menjadi salah satu racun pembangunan di Indonesia, mental oknum seperti ini hanya akan mementingkan urusan pribadinya saja tanpa memikirkan kepentingan pembangunan bangsa.
d) Korupsi. Salah satu tindakan illegal yang juga menerjang tataran norma kejujuran antara lain adalah korupsi. Istilah melayu-nya adalah rasuah. Korupsi atau rasuah adalah sebuah pemelayu-nyakit akut yang sedang menggrogoti sistem pemerintahan Indonesia. Korupsi ibaratnya adalah penyakit kanker ganas yang menyebar keseluruh institusi di Indonesia. Mengelola dana milik masyarakat Indonesia adalah sebuah amanah yang luar biasa sangat berat. Namun jika amanah itu dikelola dengan benar dan baik maka itu adalah ibadah yang dijanjikan pahala yang luar biasa besar oleh Tuhan. Tapi sayangnya sebagian oknum pemerintah seringkali gelap mata ketika diberi mandat mengurus hal yang berkaitan dengan dana besar, mereka tergoda untuk mencuri barang yang bukan haknya.
untuk mengumbar janji, tetapi untuk menepati janji bukanlah perkara mudah, inilah yang sering terjadi pada setiap kampanye pemimpin daerah, dan kampanye legislatif saat pemilu. Penyakit ingkar janji ini masih saja menjadi masalah besar dari pemimpin di Indonesia.
Akibat Tidak Memiliki Sifat Kejujuran
Berikut ini adalah merupakan beberapa dampak buruk dari tindakan yang merusak norma kejujuran. Yang jelas akibatnya sangat merugikan bagi diri sendiri dan merusakan nama baik keluarga dan komunitas.
A. Hilangnya kepercayaan. Salah satunya adalah hilangnya kepercayaan dari masyarakat atau orang-rang yang berada di sekelilingnya. Kalau sudah terbukti berbohong atau mencuri, pasti tindakan dan juga ucapan tersangka akan selalu dicurigai bahkan diacuhkan sama sekali.
B. Susah naik pangkat. Demikian juga risiko yang akan dihadapi oleh pegawai yang telah terbukti melakukan kebohongan dan pelanggaran aturan di kantor swasta maupun pemerintah, akan kesulitan naik pangkat dan jabatan.
C. Dosa. Dosa adalah sebuah hukuman dari Tuhan kepada manusia yang telah melanggar larangan dan perintahNya. Berbohong merupakan sebuah tindakan yang berdosa besar karena melanggar norma agama. Takaran dosa berbeda-beda bisa besar maupun kecil tergantung pada tindakan.
Dalam kehidupan bemasyarakat sebuah sikap toleransi sangatlah dibutuhkan. Terutama di Indonesia mengingat akan keberagaman suku, adat dan budaya yang dimilikinya. Karenanya penulis akan membahas pengertian dari toleransi agar kita dapat sama-sama memahaminya.
Beberapa Pengertian Toleransi
Toleransi berasal dari bahasa Latin “Tolerare”. Pengertian Toleransi menurut bahasa adalah menahan diri, bersikap sabar, membiarkan orang berpendapat yang lain dan berhati lapang terhadap orang-orang yang memiliki pendapat yang berbeda.
Pengertian Toleransi menurut istilah adalah sebuah sikap menghargai dan membebaskan orang lain untuk dapat berpendapat dan melakukan hal yang tidak sependapat dengan kita tanpa melakukan sebuah intimidasi terhadap orang atau kelompok tersebut.
Dalam sikap toleransi, kita dilarang keras untuk bersikap diskriminasi terhadap suatu kelompok tertentu yang berbeda dari mayoritas masyarakatnya.
Sikap toleransijuga mengacu dalam segala hal termasuk dalam kontek sosial, budaya dan juga agama.
Contoh Sikap Toleransi
Menghargai agama lainnya yang berbeda dari agama yang dianut dari mayoritas masyarakatnya.
Hal ini sangat sering kita jumpai didalam kehidupan bermasyarakat. Sikap toleransi mengajarkan kita untuk agar saling menghormati membiarkan orang menganut kepercayaannya sendiri tanpa mendiskriminasi ataupun memaksanya untuk ikut menganut agama kita.
Banyak sekali manfaat-manfaat yang dapat kita ambil dari sikap toleransi khususnya dalam kehidupan bermasyarakat antara lain :
Tercipta keharmonisan dalam hidup bermasyarakat.
Menciptakan rasa kekeluargaan.
Menimbulkan rasa kasih sayang satu sama lain.
Tercipta kedamaian, rasa tenang dan aman.
Sebagai manusia yang hidup didalam lingkungan sosial, maka sudah seharusnya kita menanamkan sikap toleransi terhadap sesama.
4. DISIPLIN
Disiplin adalah sebuah sikap yang selalu tepat janji, sehingga orang lain dapat mempercayainya, karena modal utama didalam berwirausaha adalah untuk memperoleh kepercayaan dari orang lain. Disiplin berasal dari bahasa latin Discere yang berarti belajar. Dari kata ini timbul kata Disciplina yang berarti pengajaran atau pelatihan. Disiplin berasal dari bahasa Inggris yaitu “disciple” yang berarti pengikut atau murid.
disiplin, akan melahirkan mental yang sangat kuat dan tidak mudah untuk menyerah walaupun dalam keadaan sulit.
MACAM-MACAM KEDISIPLINAN A. Disiplin dalam menggunakan waktu
Maksudnya yaitu bisa menggunakan dan membagi waktu dengan baik. Karena waktu amat berharga dan salah satu kunci kesuksesan adalah dengan bisa menggunakan waktu dengan baik.
B. Disiplin dalam beribadah
Maksudnya ialah senantiasa beribadah dengan peraturan-peratuaran yang terdapat didalam agamanya. Kedisiplinan dalam beribadah amat sangatlah dibutuhkan.
C. Displin dalam kehidupan berbangsa dan bernegara
Kedisiplinan merupakan hal yang sangat menentukan dalam sebuah proses pencapaian tujuan pendidikan, jika sampai terjadi erosi disiplin, maka pencapaian tujuan untuk pendidikan akan terhambat, diantara faktor-faktor yang mempengaruhinya adalah sebagai berikut :
1) Faktor tuntutan materi lebih banyak sehingga bagaimana pun jalannya, banyak ditempuh untuk menutupi tuntutan hidup
2) Munculnya selera beberapa manusia yang ingin terlepas dari ikatan dan aturan serta ingin sebebas-bebasnya
3) Pola dan sistem pendidikan yang sering berubah
4) Motivasi belajar para peserta didik dan para pendidik menurun
Pada dasarnya sikap disiplin muncul dari kebiasaan hidup dan kehidupan belajar dan mengajar yang teratur serta mencintai dan juga menghargai pekerjaannya. Disiplin adalah merupakan proses pendidikan dan pelatihan yang memadai, untuk itu guru juga memerlukan pemahaman tentang landasan ilmu kependidikan akan keguruan, sebab saat ini masih banyak terjadi erosi sopan santun dan erosi disiplin. Macam-macam bentuk disiplin selain seperti yang disebutkan diatas, disiplin juga terbagi menjadi:
a) Disiplin diri pribadi
Apabila dianalisa, maka disiplin mengandung beberapa unsur yaitu adanya sesuatu yang harus ditaati ataupun ditinggalkan dan adanya proses sikap seseorang terhadap hal tersebut. Disiplin diri juga merupakan kunci bagi kedisiplinan pada lingkungan yang lebih luas lagi. Contoh sebuah disiplin diri pribadi yaitu tidak pernah meninggalkan Ibadah lepada Tuhan Yang Maha Kuasa.
b) Disiplin sosial
Pada hakekatnya disiplin sosial yaitu adalah disiplin dalam bermasyarakat, kaitannya dengan masyarakat atau dalam hubunganya dengan masyarakat. Contoh prilaku disiplin sosial adalah melaksanakan siskamling, dan kerja bakti. Senantiasa menjaga nama baik dalam masyarakat dan sebagainya.
c) Disiplin Nasional
maupun juga melalui pembinaan terhadap norma-norma kehidupan yang berlaku.
Manfaat disiplin
A. Menumbuhkan kepekaan
Anak akan tumbuh menjadi pribadi yang peka atau berperasaan halus dan percaya kepada orang lain. Sikap ini memudahkan dirinya mengungkapkan perasaannya kepada orang lain, termasuk orang tuanya. Maka, anak akan mudah menyelami perasaan orang lain juga.
B. Menumbuhkan kepedulian
Anak juga akan menjadi peduli pada kebutuhan dan kepentingan orang lain. Disiplin membuat anak memiliki integritas, selain dapat memikul tanggung jawab, mampu memecahkan masalah dengan baik secara cepat dan mudah.
C. Menumbuhkan keteraturan
Anak menjadi mempunyai pola hidup yang teratur dan mampu mengelola waktunya dengan baik.
D. Menumbuhkan ketenangan
Menurut penelitian menunjukkan bayi yang tenang atau jarang menangis ternyata lebih mampu untuk memperhatikan lingkungan sekitarnya dengan baik. Di tahap selanjutnya bahkan ia juga bisa cepat berinteraksi dengan orang lain.
E. Menumbuhkan percaya diri
F. Menumbuhkan kemandirian
Dengan kemandirian, anak dapat diandalkan untuk bisa memenuhi kebutuhan dirinya sendiri. Anak juga dapat mengeksplorasi lingkungan dengan baik. Disiplin merupakan sebuah bimbingan yang tepat pada anak untuk sanggup menentukan pilihan yang bijak.
G. Menumbuhkan keakraban
Anak menjadi cepat akrab dan juga ramah terhadap orang lain karena kemampuannya untuk beradaptasi lebih terasah.
H. Membantu perkembangan otak
Pada usia 3 tahun pertama, pertumbuhan otak anak sangatlah pesat, disini ia akan menjadi peniru perilaku yang piawai. ia mampu mencontoh perilaku orang tuanya dengan sempurna, tingkah laku orang tua yang disiplin dengan sendirinya akan membentuk kebiasaan dan sikap yang positif.
I. Membantu kepatuhan
Hasilnya anak akan menuruti aturan yang telah ditetapkan orang tua atas kemauannya sendiri.
5. Kerja Keras
Kerja keras dapat juga diartikan melakukan sesuatu dengan sungguh-sungguh untuk mencapai sesuatu yang diinginkan atau juga dicita-citakan. Kerja keras dapat dilakukan dalam segala hal, mungkin dalam bekerja untuk mencari rezeki, menuntut ilmu, berkreasi, membantu orang lain, ataupun kegiatan yang lain.
Seorang pedagang sayuran yang bekerja tanpa mengenal lelah. Suatu hari, usaha yang dilakukannya kurang menguntungkan karena sayuran yang sudah dibawanya ke pasar induk tidak habis terjual. Dia terus berusaha supaya dagangannya laris terjual dan hasilnya akan diserahkan kepada istrinya untuk membiayai keluarga.
Cara Membiasakan Perilaku Kerja Keras
Agar terbiasa untuk bekerja keras dalam mengerjakan sesuatu, lakukanlah beberapa hal berikut ini :
a) Bekerja harus dilandasi niat yang baik. Niatkan untuk beribadah kepada Tuhan
b) Awali suatu pekerjaan dengan menyebut nama Tuhan c) Kerjakan dengan sepenuh hati dan sungguh-sungguh d) Akhiri dengan menyebut nama Tuhan
e) Serahkan segalanya kepada Tuham ( Berserah diri )
6. Kreatif
Kreatif itu adalah merupakan kata sifat (adjective). Arti kreatif adalah sebuah kata untuk menerangkan sesuatu atau seseorang (kata benda atau kata ganti). Adapun kata kreativitas itu adalah kata benda, yang artinya sama kemampuan untuk menciptakan sesuatu.
Pengertian kreatif menurut para ahli
b) Pengertian kreativitas menurut Heart, Sebuah kekuatan yang tersimpan pada diri manusia. Berdasarkan Heart, kekuatan ini didasarkan pada asas cinta, kebebasan berekspresi yang ditemukan pada diri manusia.
c) Definisi kreatif menurut Anderos, Salah satu sifat manusia yang didasarkan atas proses yang dilalui seseorang di tengah-tengah pengalamannya sehingga menyebabkan ia memperbaiki dan mengembangkan dirinya.
d) Kreativitas berdasarkan Frome, Frome membagi kreativitas menjadi dua bagian, yaitu:
1) Kreatif yaitu salah satu gaya atau sifat pada diri seseorang dilihat dari cara ia melihat hal-hal lama sebagai sesuatu yang baru, menerima kehidupan dengan berbagai sikap berbeda. Ia merespon kehidupan dengan sikap yang baru dan orisinil.
2) Kreativitas adalah kemampuan menghasilkan sesuatu yang baru dan hasilnya dapat dilihat, didengar, atau dirasakan oleh orang lain.
e) Definisi kreativitas menurut Mirreshtine, kreativitas yaitu suatu proses yang mengandung pengetahuan yang detail mengenai suatu bidang dan cakupannya (pengetahuan dasar, data teoretis, dan lain lain) serta melakukan eksperimen atas data tersebut, kemudian menyampaikan hasilnya kepada orang lain.
Pengertian kreativitas pada anak-anak
Contoh yang dapat menjelaskan pengertian kreatif pada anak-anak adalah aktivitas-aktivitas sebagai berikut:
1) Melakukan berbagai macam interaksi
2) Dapat menghadirkan pengetahuan-pengetahuan masa lampau 3) Menggunakan pengetahuan dengan cara dan langkah yang
4) Dapat menguji pengetahuan dan pemahaman yang baru 5) Menyusun dan merangkai pengetahuan yang ada di alam raya
ini
6) Dapat berpikir fleksibel
7) Dapat bermain dengan alat-alat dan pemikiran
8) Dapat menciptakan sesuatu yang baru dan dluar dari kebiasaan
9) Mampu mengatasi permasalahan dan hambatan 10) Peka terhadap lingkungan dan disekitarnya
Menurut Williams, aspek mendasar yang menyusun kreativitas adalah :
1) Ketangkasan: kemampuan untuk menghasilkan pemikiran atau pertanyaan dalam jumlah yang banyak.
2) Fleksibilitas: kemampuan menghasilkan banyak pemikiran yang beragam.
3) Orisinalitas: kemampuan berpikir dengan cara baru yang unik. 4) Elaborasi: kemampuan untuk menambah hal-hal yang detil dan
baru atas pemikiran-pemikiran baru.
Syarat untuk bisa menjadi kreatif :
1) Menyukai penelahaan, pencermatan, dan penelitian.
2) Banyak menyibukkan diri dengan sesuatu yang bermanfaat. 3) Banyak membaca.
4) Selalu memberdayakan kemampuan berkreasi. 5) Kerja keras dan cerdas.
6) Usaha yang diiringi dengan kesabaran dan kontinuitas. 7) Banyak mencari tahu.
9) Banyak berlatih
Kesimpulan menurut para ahli adalah bahwa anak kreatif itu hanyalah sedikit yang merupakan warisan atau bakat yang dibawa sejak lahir (Genetik). Banyaknya kreativitas itu adalah buah hasil dari usaha yang sabar dan berkesinambungan.
7. Mandiri
Kemandirian adalah sebuah perilaku seseorang untuk hidup dengan usaha mandiri dengan tidak bergantung pada orang lain. Orang yang mandiri identik selalu memecahkan masalahnya sendiri tanpa harus meminta bantuan dari orang lain. Kemandirian juga hampir sama dengan kreatif yang tidak bisa muncul begitu saja. Oleh karena itu sifat mandiri perlu dilatih dari sejak dini.
Ciri-Ciri Mandiri
Adapun ciri-ciri dari kemandirian adalah seperti berikut : Pengendalian diri, yaitu orang yang mandiri harus mampu mengatasi permasalahan yang dihadapi dengan hati yang jernih, jauh dari perasaan yang menimbulkan emosional.
Progresif dan ulet, yaitu orang yang mandiri harus menghadapi segala sesuatu dengan penuh ketekunan dan ketelitian.
Kemantapan diri, yaitu orang yang mandiri harus percaya terhadap kemampuan dirinya sendiri dan menatap masa depan penuh optimise.
Inisiatif, yaitu orang yang mandiri harus mampu berpikir dan bertindak secara kreatif dan penuh inisatif.
Faktor Yang Mempengaruhi Kemandirian
Adapun faktor-faktor yang mempengaruhi dari kemandirian seseorang adalah :
Keluarga, tempat yang paling awal adalah lingkungan keluarga, keluarga sangatlah berpengaruh terhadap perkembangan kemandirian khususnya pada anak.
Pendidikan di sekolah, pada saat disekolah anak akan dibiasakan untuk hidup mandiri, ditanamkan rasa percaya diri, dan juga dilatih untuk berdisiplin.
Teman bermain, teman bermain juga sangat mempengaruhi sikap, dan perilaku, serta pertumbuhan karakter seorang anak.
Usaha Untuk Menumbuhkan Kemandirian
Banyak melakukan latihan-latihan keterampilan.
Berusaha untuk tidak mengandalkan bantuan dari orang lain.
Menanamkan sikap disiplin pribadi yang tinggi
Berusaha untuk terus percaya pada diri sendiri.
Mempunyai keyakinan bahwa dirinya mampu memecahkan semua masalah yang dihadapi.
8. Demokratis
Demokrasi adalah merupakan ideologi bangsa kita Indonesia, dan dalam penerapan sistem demokrasi, kita tidak hanya di tuntut untuk negara saja, tetapi juga berdemokrasi di dalam lingkungan keluarga, sekolah, dan masyarakat, berikut adalah contoh demokrasi di lingkungan keluarga, sekolah, masyarakat :
DEMOKRASI DI LINGKUNGAN KELUARGA
1) Berlaku adil terhadap semua anggota keluarga tanpa pilih kasih 2) Memberikan kesempatan pada anggota keluarga untuk
memberikan saran, kritik demi kesejahteraan keluarga
3) Mengerjakan tugas rumah sesuai dengan perannya dalam keluarga
4) Saling menghormati dan menyayangi
5) Menempatkan Ayah sebagai kepala keluarga 6) Melakukan rapat keluarga jika diperlukan 7) Memahami tugas & kewajiban masing-masing
8) Menempatkan anggota keluarga sesuai dengan kedudukannya 9) Mengatasi dan memecahkan masalah dengan jalan
musyawarah mufakat.
10) Saling menghargai perbedaan pendapat masing-masing anggota keluarga.
11) Mendahulukan kepentingan bersama daripada kepentingan pribadi.
DEMOKRASI DI LINGKUNGAN SEKOLAH
2) Pembagian tugas piket yang merata
3) Interaksi dan komunikasi yang lancar antara guru, siswa, dan orang di lingkungan sekolah
4) Pelaksanaan upacara dengan bergantian 5) Menghadiri acara yang diadakan sekolah 6) Ikut berpartispasi dalam OSIS
7) Ikut serta dalam kegiatan politik di sekolah seperti pemilihan ketua OSIS, ketua kelas, maupun kegiatan yang lain yang relevan.
8) Memberikan usul, saran, dan pesan kepada pihak sekolah 9) Menulis artikel, pendapat, opini di majalah dinding. 10) Hadir disekolah tepat waktu
11) Membayar SPP atau iuran wajib skolah 12) Saling menghargai pendapat orang lain.
DEMOKRASI DI LINGKUNGAN MASYARAKAT 1) Bersama-sama menjaga kedamaian masyarakat. 2) Pemilihan organisasi masyarakat melalui musyawarah
3) Berusaha mengatasi masalah yang timbul dengan pemikiran yang jernih.
4) Mengikuti kegiatan yang diadakan oleh desa 5) Mengikuti kegiatan kerja bakti
6) Bersama-sama memberikan ususlan demi kemajuan masyarakat.
7) Saling tenggang rasa sesama warga 8) Menghargai pendapat orang lain
11) Ikut berpartisipasi dalam iuran desa
12) Memecahkan masalah dengan musyawarah mufakat
9. Rasa Ingin Tahu
Kita umat manusia adalah makhluk yang paling sempurna yang diciptakan Tuhan di muka bumi ini. Karena kita telah dianugerahkan dengan berbagai alat indera dan akal pikiran. Sudah menjadi kodrat dari manusia yang memiliki rasa ingin tahu yang besar, menyebabkan manusia selalu berpikir dalam rangka untuk mempertahankan kehidupannya. Manusia merupakan makhluk yang dapat dan akan selalu berpikir. Mereka akan selalu memiliki hasrat rasa ingin tahu dan ingin untuk mengerti.
Rasa ingin tahu adalah suatu emosi yang berkaitan dengan perilaku ingin tahu seperti halnya eksplorasi, investigasi, dan belajar. Terbukti dengan pengamatan pada spesies hewan, manusia dan banyak tumbuhan. Istilah ini juga dapat digunakan untuk menunjukkan perilaku itu sendiri disebabkan oleh emosi rasa ingin tahu. Seperti emosi rasa ingin tahu merupakan dorongan untuk tahu hal-hal baru, rasa ingin tahu adalah kekuatan pendorong yang utama di balik penelitian ilmiah dan disiplin ilmu lain dari studi manusia.
KURIOSITAS (RASA INGIN TAHU)
Berbeda dengan mahluk yang lainnya,, manusia selalu serba ingin tahu terhadap berbagai fenomena alam yang dialaminya, manusia selalu bertanya ada apa ? (jika terjadi gempa bumi, gunung meletus, banjir bandang atau gejala alam yang lainnya khususnya yang membuat mereka cemas) hal ini merupakan daya rangsang yang diteruskan kepada daya fikir sehingga munculah pertanyaan ada apa?, setelah tahu bahkan manusia terus bertanya lebih jauh lagi, Bagaimana ? dan seterusnya akan juga bertanya mengapa ? pertanyaan-pertanyaan tersebut merupakan pisau-pisau untuk menoreh dan mencari pengetahuan walaupun secara sederhana dan bersifat indrawi. Sementara mahluk lain dalam memenuhi kebutuhan dan kelangsungan hidupnya hanya mengandalkan naluriah (instink) belaka. Sementara, Asimov menyebutnya “idle curiosity” yang sifatnya tetap tidak berkembang sepanjang jaman. Contohnya adalah sebuah sarang burung manyar, mungkin sebuah sarang yang tercanggih dibanding sarang burung lainnya, tetapi sejak dulu sampai saat ini sarang burung manyar, konstruksi dan motivnya tetap begitu saja, berbeda dengan manusia yang dulu pada zaman primitif manusia hidup digua-gua, berubah menjadi tinggal dalam rumah sederhana, dengan ilmu dan juga teknologi, manusia dapat membangun rumah-rumah modern pencakar langit, artinya manusia memiliki rasa ingin tahu yang berubah menjadi daya pikir yang dapat berkembang sepanjang jaman sesuai dengan kebutuhan dan juga keinginannya yang tidak pernah puas. Maka manusia terus berupaya mencari dan menemukan sesuatu yang dapat memudahkan dan menyenangkan dalam hidupnya.
Dalam sejarah kehidupan, manusia akan selalu berusaha untuk mencari kebenaran. Sebuah proses yang panjang saat dimana manusia sebelum menemukan kebenaran mereka harus memiliki rasa ingin tahu terlebih dahulu terhadap kebenaran tersebut. Proses Rasa Ingin tahu itu kemudian akan menjadi ilmu pengetahuan agar dapat
dipertanggungjawabkan menjadi sebagai sebuah kebenaran.
Rasa ingin tahu manusia ternyata tidak dapat terpuaskan hanya atas dasar pengamatan ataupun juga pengalaman. Untuk itulah, manusia mereka-reka atau memperkirakan sendiri jawaban atas keingintahuannya itu. Sebagai contoh: “Apakah pelangi itu?”, karena tak dapat
menjawabnya, manusia mereka-reka jawaban bahwa pelangi adalah selendang para bidadari. Jadi muncul pengetahuan baru yaitu bidadari. Contoh lain: “Mengapa gunung meletus?”, karena tidak tahu jawabannya, manusia mereka-reka sendiri dengan jawaban: “Yang berkuasa dari gunung itu sedang murka”. Dengan menggunakan jalan pemikiran yang sama muncullah anggapan tentang adanya “Yang kuasa” di dalam hutan lebat, sungai yang besar, pohon yang besar, matahari, bulan, atau adanya raksasa yang menelan bulan pada saat gerhana bulan. Pengetahuan baru yang bermunculan dan kepercayaan itulah yang kita sebut dengan mitos. Cerita yang bedasarkan atas mitos juga disebut legenda.
Mitos itu timbul disebabkan oleh antara lain karena keterbatasan alat indera manusia misalnya:
1) Alat Penglihatan
Pendengaran manusia terbatas pada getaran yang mempunyai frekuensi dari 30 sampai 30.000 perdetik. Getaran di bawah 30 atau di atas 30.000 perdetik tidak lagi terdengar. 3) Alat Pencium dan Pengecap
Bau dan rasa tidaklah dapat memastikan suatu benda yang dikecap maupun diciumnya. Manusia hanya bisa membedakan 4 jenis masa yaitu rasa manis, asam, asin dan pahit.
Bau seperti farfum dan bau-bauan yang lainnya dapat dikenal oleh hidung kita bila konsentrasi di udara lebih dari sepersepuluh juta bagian. Melalui bau, manusia juga dapat membedakan satu benda antara benda yang lain namun tidak semua orang dapat melakukannya.
4) Alat Perasa
Alat perasa pada kulit manusia juga dapat membedakan panas atau dingin namun sangat relatif sehingga tidak bisa dipakai sebagai alat observasi yang tepat dan akurat.
Alat-alat indera tersebut di atas sangat berbeda-beda, di antara manusia: ada yang sangat tajam penglihatannya, ada juga yang tidak. Demikian juga ada yang tajam indra penciumannya ada pula yang lemah. Akibat dari keterbatasan alat indera tersebut, kita maka mungkin timbul salah informasi, salah tafsir dan salah pemikiran. Untuk meningkatkan kecepatan dan juga ketepatan alat indera tersebut dapat juga orang dilatih untuk itu, namun tetap sangat terbatas.
Meskipun manusia kadang-kadang juga dianggap sangat sangat ingin tahu, kadang-kadang tidak begitu banyak terdapat seperti pada hewan lain. Apa yang tampaknya terjadi adalah rasa ingin tahu manusia dikombinasikan dengan kemampuan y untuk berpikir secara abstrak, menyebabkan fantasi dan juga imajinasi, akhirnya menimbulkan cara unik manusia berpikir ("akal manusia"), yang abstrak dan sadar.
10. Semangat Kebangsaan
Pengertian semangat kebangsaan adalah suatu keadaan yang menunjukkan adanya kesadaran untuk menyerahkan kesetiaan yang paling tinggi dari setiap pribadi kepada Negara atau bangsa. Pengertian ini juga sejalan dengan makna semangat kebangsaan yang identik dengan konsep nasionalisme dan patriotisme. Nasionalisme adalah suatu paham yang beranggapan bahwa kesetiaan tertinggi atas setiap pribadi wajib diserahkan kepada negara kebangsaan. Sedangkan Patriotisme berarti ‘semangat cinta tanah air atau sikap seseorang yang bersedia mengorbankan segala-galanya demi mempertahankan bangsanya’.
11. Cinta Tanah Air
Patriotisme muncul setelah lahirnya nasionalisme, tetapi antara nasionalisme dan patriotisme biasanya diartikan sama.
Jiwa patriotisme sudah tampak dalam sejarah perjuangan bangsa Indonesia, antara lain yaitu yang diwujudkan dalam bentuk kerelaan para pahlawan bangsa untuk mempertahankan kemerdekaan dengan
mengorbankan jiwa dan juga raga. Jiwa dan semangat rakyat bangsa Indonesia untuk merebut kemerdekaan dari penjajag sering juga disebut sebagai jiwa dan semangat 45.
Adapun Jiwa dan semangat 45 di antaranya adalah:
1) Pro-patria dan primus patrialis ‘mencintai tanah air dan mendahulukan kepentingan tanah air’
2) Jiwa solidaritas dan kesetiakawanan dari semua lapisan masyarakat pada perjuangan kemerdekaan;
3) Jiwa toleran atau tenggang rasa antaragama, antarsuku, antargolongan, dan antarbangsa;
4) Jiwa tanpa pamrih dan bertanggung jawab; serta
5) Jiwa ksatria dan kebesaran jiwa yang tidak mengandung balas dendam.
Pada dasarnya patriotisme berbeda dengan nasionalisme, meskipun berdekatan dan umumnya dianggap hampir sama. Patriotisme lahir dari semangat nasionalisme dengan adanya terbentuknya negara. Gerakan patriotisme muncul setelah terbentuknya bangsa yang dilandasi
nasionalisme. Sikap patriotisme yang diwujudkan di dalam semangat cinta tanah air dapat dilakukan dengan cara sebagai berikut :
a) Perbuatan rela berkorban untuk membela dan mempertahankan negara dan bangsa
Perbuatan membela dan juga mempertahankan negara diwujudkan dalam bentuk kesediaan berjuang untuk menahan dan mengatasi serangan atau ancaman yang berasal bangsa lain yang akan menghancurkan negara. Selain itu, ancaman negara lain, ancaman dari kelompok dalam bangsa sendiri, kegiatan-kegiatan yang dapat merugikan negara, dan juga ancaman alam yang juga dapat mengakibatkan kerusakan dan kehancuran negara. Kelangsungan hidup negara dapat diwujudkan dengan kesediaan bekerja sesuai dengan bidang atau kapasitasnya dalam rangka meningkatkan harkat dan juga martabat bangsa, serta pencapaian sebuah tujuan negara.
12. Menghargai Prestasi
Menghargai adalah menghormati suatu keberadaan, harkat, dan juga martabat orang lain. Menghargai hasil karya orang lain yaitu artinya menghormati hasil dari usaha, ciptaan, dan pemikiran orang lain. Kita wajib menghargai dan juga menghormati hasil karya orang lain, karena dengan sikap seperti itu kehidupan akan berjalan dengan tenteram dan damai karena setiap orang pasti akan menyadari pentingnya sikap saling menghormati dan juga menghargai tersebut. Adapun hak-hak individu yaitu adalah :
a) Hal kebebasan Hidup.
Yakni hak kebebasan hidup sesuai dengan ajaran Agama, karena sesungguhnya tiap individu telah diberikan hak untuk hidup dimanapun berada.
b) Hak kebebasan untuk berkeyakinan
Yakni hak yang berhubungan dengan memeluk agama dan juga keyakinan.
Yakni adalah sebuah kebebasan yang berkaitan dengan menyatakan pendapat untuk disampaikan kepada orang lain. Dalam hal ini, kita harus menghormati dan juga menghargai pendapat dari orang lain.
d) Hak kebebasan untuk berbuat
Yakni kebebasan untuk berbuat ataupun bekerja menuntut ilmu, dan berbuat yang bermanfaat untuk
kemaslahatan ataau kepentingan banyak orang tanpa melanggar norma-norma yang ada dimasyarakat.
Cara Menghargai Prestasi Orang lain
Menghargai hasil karya orang lain dapat dilakukan dengan bermacam-macam cara. Adapun bentuk-bentuk cara menghargai hasil karya orang lain adalah sebagai berikut :
a) Melalui Ucapan
Dalam hal ini berarti kita harus berkata dengan baik, tidak meremehkan hasil karya orang lain dengan kata-kata yang kasar maupun sindiran.
b) Melalui Perbuatan
Yakni dengan menggunakan hasil dari karya orang lain tersebut untuk kita ambil manfaatnya. Kita dilarang berbuat kerusakan dimuka bumi ini, maka kita juga dilarang untuk berbuat kerusakan terhadap hasil karya orang lain.
Bentuk-bentuk perilaku menghargai hasil prestasi orang lain a) Memberikan pujian terhadap hasil karya orang lain. b) Memberikan penghargaan atas hasil karya orang lain
Manfaat menghargai prestasi orang lain.
a) Akan terjalinnya sebuah hubungan yang harmonis dan tenteram dalam masyarakat, bangsa, dan negara.
b) Dengan menghargai orang lain, maka orang lain juga akan menghargai kita.
c) Memberikan sebuah penghargaan pada orang lain berarti kita telah berperilaku terpuji.
d) Dengan memberikan sebuah penghargaan pada orang lain berati kita telah memberikan manfaat kepada orang lain misal jika kita menghargai hasil karya orang lain dalam bentuk materi.
e) Meningkatkan taraf hidup orang yang diberi penghargaan apabila penghargaan dalam bentuk materi.
f) Menjauhkan diri dari sikap menghina, mencela, mencaci, dan mengejek hasil karya orang lain.
g) Membuat orang lain senang dan gembira karena hasil karyanya dihargai.
Cara yang bisa diwujudkan untuk menghargai hasil pretasi dari orang lain adalah dengan tidak mencela hasil karya orang tersebut meskipun hasil karya itu menurut kita jelek dan biasa-biasa saja. Memberikan penghargaan terhadap hasil karya orang lain sama juga dengan menghargai penciptanya sebagai manusia yang ingin dan harus dihargai.
Bisa menghargai hasil karya orang lain merupakan sikap yang luhur dan sangat mulia yang menggambarkan keadilan seseorang karena mampu menghargai hasil dari karya yang merupakan saksi hidup dan bagian dari diri orang lain tanpa melihat posisi kedudukan, derajat, martabat, status, warna kulit dan juga pekerjaan orang tersebut.
1) Menggunakan hasil karya tersebut dengan cara yang baik dan juga semestinya.
2) Memberi penghargaan, penyemangat, dan dorongan agar orang lain dapat terus berkarya.
3) Tidak merusak, meniru atau plagiat, dan juga memalsukan karya orang lain tanpa izin dari pemiliknya.
4) Menghindarkan diri dari perasaan dengki atas prestasi atau hasil karya orang lain.
5) Meneladani prestasi yang telah dicapai.
13. Bersahabat atau Komunikatif
Bersahabat atau komunikatif adalah sebuah tindakan yang memperlihatkan rasa senang berbicara, bergaul, dan juga bekerja sama dengan orang lain. Bersahabat menjadikan individu yang lebih disenangi oleh rekan, teman, keluarga, dan orang lain yang mungkin tidak dikenal. Bersahabat mampu mengubah mood lawan bicara dan juga menjadikan suasana yang runyam menjadi tenang, cair, dan bersahabat.
Contoh bersahabat atau komunikatif adalah sebagai berikut : 1. Berinteraksi kepada guru atau teman dan orang lain. 2. Ikut dalam keanggotaan sebuah organisasi.
3. Berteman dengan siapa saja tanpa memilih-milih. 4. Membina hubungan yang baik dengan orang tua. 5. Bergaul dengan siapa saja.
14. Cinta Damai
dirinya. Sikap damai dapat membuat hidup menjadi tenteram atas kehadiran individual yang cinta damai. Setiap individu yang cinta damai pasti juga memiliki kehidupan yang baik di dunia dan maupun di akhirat.
Damai sangatlah diperlukan oleh setiap manusia, tidak terkecuali bangsa Indonesia yang akhir-akhir ini sedang di guncang oleh krisis moral, di mana pola pikir masyarakat Indonesia telah jauh berubah. Banyak orang Indonesia saat ini yang menyelesaikan masalah dengan cara menggunakan kekerasan.
Banyak sekali kekerasan yang sering terjadi di dalam masyarakat Indonesia, sifat kekerasan itu awal mula yang dahulu sering di lakukan oleh sebagian orang-orang dewasa saat remaja pun juga melakukan hal seperti itu tanpa pernah berfikir akan dampak dan akibat. Mungkin tidak dapat lagi kita jumpai anak-anak bermain, bercanda dan juga tidak ada lagi perdamaian bahkan mungkin juga dapat terjadi tidak ada kontak lagi antar sesama manusia.
Damai adalah sebuah penyesuaian atas pengarahan yang dilakukan oleh seseorang ataupun sebuah kelompok untuk tetap menjaga keseimbangan kehidupan. Damai identik dengan keseimbangan kehidupan, alasannya adalah karena dengan kata “damai” yang dilakukan seseorang dapat mencegah terjadinya sebuah perpecahan, seperti konflik dan lain sebaginya.
15. Gemar Membaca
tentu juga disukai oleh orang lain karena karakter dan pengalam hidup kita juga berbeda-beda.
Pengertian gemar membaca adalah suatu kebiasaan seseorang untuk melakukan sebuah aktivitas membaca dari berbagai bacaan dan tidak hanya dari satu sumber saja yang bertujuan untuk memperoleh informasi secara luas dan merupakan salah satu sebuah cara untuk dapat memperoleh ilmu.
Contoh gemar membaca yaitu : 1. Membaca buku akuntasi 2. Membaca novel
3. Membaca koran 4. Membaca cerita,dll.
Yang bertujuan untuk memperoleh pengetahuan secara luas dan banyak mengenai suatu atau segala hal.
16. Peduli Lingkungan
Sebagai makhluk sosial, manusia juga tidak dapat lepas dari lingkungan. Obyek dalam penelitian ini adalah lingkungan. Sikap peduli lingkungan dalam penelitian ini yaitu adalah sikap positif dalam menjaga dan mempertahankan sebuah kualitas dan kelestarian lingkungan. Perilaku peduli lingkungan adalah suatu kemampuan untuk membuat sebuah pilihan tentang bagaimana bersikap merespon berdasarkan impuls dorongan hati.
Dengan karakteristik anak yang sudah dijelaskan sebelumnya, maka dalam penanaman sikap peduli terhadap lingkungan yaitu memperlukan metode yang sesuai agar anak termotivasi untuk melakukannya. Contohnya sebagai berikut :
1. Membuang Sampah Pada Tempatnya
Pembuangan sampah pada tempatnya yang menjadi program atau kegiatan yang merupakan salah satu program yang menjadi sebuah kegiatan untuk pembudayaan karakter peduli lingkungan dalam lingkungan sekolah.
Kegiatan ini turut membudayakan seluruh aparat sekolah dan juga para siswa untuk membuang sampah pada tempat sampah. Sebelumnya, sampah dibedakan menjadi dua jenis, yaitu: sampah basah dan sampah kering. Sampah basah dapat dibuang pada tempat sampah warna biru, sedangkan sampah kering dapat dibuang pada tempat sampah warna kuning. Dengan pengarahan dan juga bimbingan yang dilakukan oleh guru, maka seluruh dengan kegiatan dapat dilakukan dengan baik.
2. Melakukan kegiatan satu hari bersih sampah
Kegiatan satu hari bersih sampah adalah merupakan sebuah kegiatan yang bisa dilakukan pada semua sekolah dasar, yaitu dimana dalam setiap minggunya diadakan satu hari untuk kegiatan membersihkan lingkungan di sekitar sekolah. Kegiatan seperti ini bisa dilakukan dengan cara:
a) Mengambil atau mengumpulkan sampah dan kemudian membuangnya ketempat pembuangan sampah untuk dibakar. b) Membakar sampah dari bahan yang tidah mudah diurai tanah. c) Memilah sampah yang mungkin masih bisa dibuat menjadi
sebuah kerajinan tangan atau daur ulang.
jadwal menyapu kelas yang telah diterapkan di sekolah dasar seyogyanya dapat memberikan modal utama bagi para anak untuk selalu membuat ruangan selalu bersih.
Dengan kebiasaan-kebiasaan seperti itu maka anak akan senantiasa terbiasa sehingga pada akhirnya anak akan melakukannya tidak hanya di lingkungan sekolah saja. Kegiatan untuk membiasakan bersih terhadap lingkungan merupakan sebuah kegiatan yang dapat menanamkan sikap peduli terhadap lingkungan, sehingga lingkungan jadi terawat, bersih dan juga sehat. Lingkungan bersih dan sehat akan membuat setiap individu yang berada di lingkungan tersebut juga akan menjadi sehat. Sehingga pada akhirnya roses pembelajaran jadi nyaman dan juga kondusif.
17. Peduli Sosial
Kepedulian sosial yaitu adalah sebuah sikap keterhubungan dengan kemanusiaan pada umumnya, sebuah empati bagi setiap anggota komunitas manusia. Kepedulian sosial adalah sebuah kondisi alamiah spesies manusia dan juga perangkat yang mengikat masyarakat secara bersama-sama. Oleh karena itu, kepedulian sosial adalah sebuah minat atau juga sebuah ketertarikan kita untuk membantu orang lain.
pada membantu menyelesaikan permasalahan yang di hadapi orang lain dengan tujuan kebaikan dan juga perdamaian.
Jenis-jenis Kepedulian Sosial
Kepedulian sosial dibagi menjadi 3, yaitu:
a) Kepedulian yang berlangsung saat suka maupun duka.
Kepedulian sosial merupakan keterlibatan pihak yang satu kepada pihak yang lain dalam turut merasakan apa yang sedang dirasakan atau dialami oleh orang lain, atau sering disebut berbagi rasa.
b) Kepedulian pribadi dan bersama
Kepedulian bersifat pribadi, namun ada kalanya kepedulian itu dilakukan bersama. Cara ini penting apabila bantuan yang dibutuhkan cukup besar atau berlangsung secara berkelanjutan.
c) Kepedulian yang sering lebih mendesak
Kepedulian akan kepentingan bersama merupakan hal yang seringkali mendesak untuk kita lakukan. Caranya dengan melakukan sesuatu atau justru menahan diri untuk tidak melakukan sesuatu demi kepentingan bersama.
Sumber Kepedulian Sosial
Sumber kepedulian sosial berasal dari dua sumber, yakni :
Kepedulian sosial muncul dari kepekaan hati untuk merasakan apa yang sedang dirasakan oleh orang lain. Dalam kehidupan sehari-hari sering kita mendengar istilah empati, yang dapat diartikan sebagai kesanggupan untuk memahami dan juga merasakan perasaan-perasaan yang sedang orang lain rasakan seolah-olah itu perasaan diri sendiri.
b) Tidak karena macam-macam alasan
Kepedulian sosial yang kita kembangkan adalah sebuah kepedulian yang timbul berasal dari hati yang terbuka mau berbagi untuk sesamanya tanpa didorong ataupun disertai alasan-alasan tanpa meminta imbalan berupa apapun.
Hambatan dalam mewujudkan kepedulian sosial
Egoisme
Egoisme merupakan doktrin bahwa semua tindakan seseorang terarah atau harus terarah pada diri sendiri.
Materialistis
Merupakan sikap perilaku manusia yang sangat mengutamakan sebuah materi sebagai sarana pemenuhan kebutuhan hidupnya. Demi mewujudkan itu mereka umumnya tidak terlalu mementingkan bagaimanapun cara untuk mendapatkannya.
Cara pembentukan sikap dan perilaku kepedulian sosial
Melalui proses pemerolehan informasi verbal tentang kondisi dan keadaan sosial orang yang lemah sehingga dapat diperoleh pemahaman dan juga pengetahuan tentang apa yang menimpa dan dirasakan oleh mereka dan bagaimana ia seharusnya bersikap dan berperilaku peduli kepada orang yang lebih lemah.
Melalui penerimaan penguat atau reinforcement berupa konsekuensi logis yang akan diterima oleh seseorang setelah melakukan kepedulian sosial.
18. Tanggung Jawab
Tanggung jawab memiliki arti yaitu berkewajiban untuk menanggung dan memikul dampak dari hal yang telah seseorang itu lakukan, secara sederhananya tanggung jawab adalah menanggung segala sesuatu yang telah atau sudah terjadi dan dialami.
Arti tanggung jawab juga dapat diartikan seperti ini. Tanggung Jawab adalah kesadaran diri manusia terhadap semua tingkah laku dan juga perbuatannya yang disengaja maupun tidak di sengaja. Tanggung jawab juga harus berasal dari dalam hati dan kemauan diri sendiri atas sebuah kewajiban yang harus di tanggung jawabkan. Contohnya adalah seorang mahasiswa, seorang mahasiswa memiliki sebuah kewajiban untuk terus belajar agar mahasiswa itu sendiri dapat bertanggung jawab atas hasil nya nanti yang dia dapatkan, apakah dia akan mendapat nilai A, B, C, D, atau E dan setelah lulus nanti mahasiswa harus bertanggung jawab atas kehidupan dirinya sendiri.
terhadap sesama manusia atau alam disekitarnya. Manusia juga harus menciptakan keseimbangan, keselarasan antar sesama manusia di lingkungan sekitar. Tanggung Jawab bersifat kodrati yaitu sudah pasti tanggung jawab itu harus ada didalam diri setiap manusia, bahwa setiap manusia pasti akan dibebani dengan rasa tanggung jawab yang besar. Apabila ia tidak mau dan tidak bisa berbuat bertanggung jawab, maka ada pihak lain yang harus dan wajib memaksa tanggung jawab itu. Dengan demikian tanggung jawab itu dapat dilihat dari dua sisi, yaitu dari sisi yang berbuat dan juga dari sisi yang kepentingan pihak lain. Dari sisi si pembuat ia harus menyadari akibat – akibat dari perbuatannya itu dengan demikian ia sendiri juga yang harus merubah ke dalam keadaan baik. Dari sisi pihak lain apabila si pembuat tidak mau dan juga tidak bisa bertanggung jawab, maka pihak lain yang akan membuat menjadi lebih baik dengan cara individual ataupun dengan cara kemasyarakatan.
Tanggung jawab adalah ciri - ciri manusia yang beradab atau juga (berbudaya). Manusia merasa bertanggung jawab karena adanya rasa sadar diri dan menyadari akibat baik atau buruk perbuatannya itu dan menyadari bahwa pihak lain pasti akan memerlukan pengabdian atau pengorbanannya. Untuk memperoleh atau meningkatkan kesadaran atau bertanggung jawab perlu ditempuh dan juga diusahakan melalui pendidikan, penyuluhan, keteladanan dan takwa kepada Tuhan Yang Maha Esa.
Manusia itu berjuang adalah memenuhi keperluannya sendiri atau untuk keperluan pihak lain. Macam - macam tanggung jawab ada 5 macam tanggung jawab yaitu:
demikian bisa memevahkan masalah-masalah kemanusiaan mengenai dirinya sendiri.
b) Tanggung jawab terhadap keluarga adalah sikap kesadaran yang tidak untuk individu lagi tetapi sikap kesadaran untuk bertanggung jawab terhadap beberapa orang(keluarga).Contoh : sikap tanggung jawab seorang ayah terhadap kehidupan seorang istri dan semua anak - anaknya.
c) Tanggung jawab terhadap masyarakat adalah sikap manusia disini merupakan anggota masyarakat yang tentunya mempunyai tanggung jawab seperti anggota masyarakat yang lain agar dapat melangsungkan hidupnya dalam masyrakat tersebut.
d) Tanggung jawab terhadap bangsa dan negara adalah Suatu sikap kenyataan bahwa setiap manusia dan setiap individu adalah warga negara suatu negara. Dalam berpikir, berbuat, bertindak, bertingkah laku manusia tidak dapat berbuat semaunya sendiri. Bila perbuatan itu salah, maka ia harus bertanggung jawab kepada negara.
dipertanggung jawabkan nanti di akhirat kepada Tuhan Yang Maha Esa.
Dari 18 karakter diatas, tetapi hanya ada 9 karakter yang perlu dan wajib ditekankan kepada anak atau peserta didik, yaitu religius, disiplin, jujur, kasih sayang, kreatif, sopan santun, percaya diri, rendah hati, dan cinta damai. Itulah 9 karakter yang wajib di tekankan, dan yang tercantum didalam undang undang pendidikan Nasional.
SEJARAH PENDIDIKAN KARAKTER
Pendidikan karakter pada dasarnya sudah ada sejak era Yunani maupun Era Romawi. perkembangan pendidikan karakter semakin meluas hingga masuknya pendidikan karakter ke Indonesia.
Perkembangan pendidikan karakter tidak dapat dilepaskan dari pembahasan tentang sejarah peradaban manusia. Karena dalam peradaban itulah karakter individu dan juga karakter suatu bangsa dibangun oleh kebudayaan masing-masing. Karakter individu dan karakter bangsa dapat dikatakan sama tuanya dengan umur manusia dan juga umur proses pendidikan itu sendiri.
masyarakatnya mengakibatkan perbedaan orientasi juga dalam pembentukan karakter suatu bangsa.
A. Pendidikan Karakter era Yunani
Pendidikan karakter di era peradaban Yunani (abad VII-II SM) mengalami beberapa fase. Pada fase awal, karakter manusia terlihat dalam bentuk gambaran manusia yang ideal yang disebut juga manusia yang memiliki “arête”, yaitu sesuatu yang menjadikan sesuatu menjadi berbeda-beda dan juga unik. Dalam kenyataan moral, “arête berarti keutamaan”, nilai, bijaksana, nama baik, keberanian, dan keunggulan. Pada masa awal kejayaan Yunani, gambaran manusia yang ideal tampil dalam bentuk sebagai pahlawan, yakni dari kalangan bangsawan, fisik yang bagus tanpa adanya cacat, berani, juga menang dalam duel, kaya dan berkuasa. Jadi pada fase ini lebih menekankan pertumbuhan dan juga perkembangan potensi yang dimiliki individu secara utuh. Baik secara fisik yang kuat, tangguh, gagah, maupun secara moral yaitu bijaksana, berani, dan nama baik.
Sifat kepahlawanan sebagai indikasi manusia yang ideal dipakai pula pada saat masa keemasan Sparta (abad VIII-VI SM). Yang berbeda terletak pada kepahlawanan yang individual, lalu disempurnakan dengan kepahlawanan kolektif yang cinta tanah air (patriot). Semangat dan jiwa yang cinta tanah air akan bisa mengantarkan seseorang menjadi manusia yang bermoral dan rela berkorban. Seorang individu tidak akan mencapai kesempurnaan jika individu itu belum memiliki sifat rela berkorban untuk tanah airnya. Tujuan mereka hanya satu, yaitu menyiapkan angkatan muda Yunani yang nasionalis, merdeka dan juga mengetahui kewajiban mereka terhadap tanah airnya.
hanya dari kalangan bangsawan saja, tetapi bisa juga diraih mereka yang berasal dari rakyat jelata, petani dan juga kalangan bawah lainnya. Konsep arête yang semula adalah mereka yang pahlawan dan bangsawan saja, diubah menjadi mereka yang bersahaja menjalani hidup, bekerja keras dalam bidangnya dan juga mampu untuk berbuat adil. Seorang petani bisa menjadi manusia yang ideal jika bersungguh-sungguh dalam pekerjaannya dan juga berbuat adil. Begitu pula prajurit atau para pekerja yang lainnya. Mereka yang tidak bekerja keras maka dianggap telah berlaku tidak adil sehingga tidak akan bisa menjadi manusia ideal meskipun berasal dari kalangan bangsawan.
Kemudian pandangan masyarakat Yunani tentang karakter mendapat nuansa yang baru melalui sosok tokoh besar Yunani, Socrates (470-399 SM). Manusia adalah jiwanya, dan jiwa merupakan sesuatu yang sangat sentral dari seorang manusia. Paradigma atau cara berfikir Socrates yang terkenal adalah “kenalilah dirimu sendiri”, yang berarti pula harus mampu mengenali jiwa yang ada didalam dirinya karena jiwa itulah yang memiliki dan mengendalikan kekuatan berpikir, bertindak, serta juga menegaskan nilai-nilai moral dalam hidup.
Di akhir hayatnya, Socrates dihukum mati dengan cara menenggak racun demi mempertahankan kebenaran yang sangat diyakininya. Ia tidak mau melarikan diri dari penjara karena hal itu tidak dapat dibenarkan secara moral. Socrates tidak mau mengorbankan prinsip dan juga kebenaran yang diyakini suara jiwanya dengan melarikan diri.
kebijaksanaan yang mengatur diri seseorang untuk melakukan kebajikan. Keberanian lebih ditekankan pada berani melawan dan menolak pada kejahatan. Keperwiraan menuntun seseorang agar tidak berlebihan dalam kehidupan. Sedangkan keadilan mendorong seseorang untuk berbuat sesuai kepentingan dan juga kebutuhan masyarakat.
B. Pendidikan Karakter ala Romawi
Pendidikan karakter pada masa Romawi banyak terpengaruh kebudayaan Yunani. Terutama dalam patriotisme atau dalam kecintaan terhadap tanah air sebagai karakter manusia yang ideal. Dalam perkembangannya, terdapat ciri dari pendidikan karakter Romawi yang sangat membedakan dengan masa Yunani. Pendidikan karakter Romawi terutama dibentuk melalui lingkungan keluarga dengan menghormati apa yang disebut dengan “mos maiorum” dan sistem “pater familias”.
Mos maiorum merupakan rasa hormat atas tradisi yang telah diberikan oleh para leluhur. Tradisi leluhur yang baik harus tetap dihayati, dihormati dan juga diamalkan sebagai norma dalam bertingkah laku dan juga cara berpikir dalam kehidupan bermasyarakat. Unsur-unsur dasar dalam peradaban Romawi yang menjadi elemen pembentuk karakter adalah merupakan nilai-nilai seperti mengutamakan tanah air (prioritas pertama untuk negara, kedua orang tua, baru untuk diri sendiri), rasa hormat kepada para dewa merupakan nilai tradisioanal yang menjadi dasar kebesaran Romawi, kesetiaan terutama dalam menepati janji yang telah diucapkan, dan stabilitas kehidupan.
Dengan demikian bisa diambil kesimpulan bahwa terdapat dua karakteristik atau ciri khas dari pendidikan karakter bangsa Romawi. Yaitu Pendidikan karakter Romawi yang menghormati nilai-nilai tradisional yang dianggap sebagai warisan para leluhur yang mesti dijaga keberlangsungan dan pelaksanaannya. Serta pelaksanaannya dimulai dari lingkungan keluarga sebagai masa awal pertumbuhan dan perkembangan seorang individu.
C. Sejarah Pendidikan Karakter di Indonesia
Pendidikan karakter bukan merupakan hal yang baru dalam peradaban bangsa Indonesia. Tokoh-tokoh seperti RA Kartini, Ki Hadjar Dewantara, KH. Hasyim Asy’ari, Soekarno, Moh. Hatta, Tan Malaka, Soe Hok Gie hingga Abdurrahman Wahid telah banyak mencoba menerapkan semangat dalam pembentukan kepribadian dan identitas bangsa sesuai dengan konteksnya masing-masing.
Perjuangan RA Kartini misalnya, dengan semangat penyetaraan dalam memperoleh sebuah pendidikan antara laki-laki dan wanita, yang kaya dan yang miskin, beliau berusaha agar kaum wanita terangkat derajatnya juga melalui sebuah pendidikan. Menurutnya, kebudayaan bangsa akan maju jika masyarakatnya berpendidikan, laki-laki maupun wanita. Untuk merealisasikan cita-citanya itu, dia mengawalinya dengan mendirikan sebuah sekolah untuk anak-anak gadis di daerah kelahirannya, Jepara. Di sekolah tersebut mereka diajarkan pelajaran menjahit, menyulam, memasak, dan lain sebagainya. Semuanya itu diberikannya tanpa memungut bayaran apapun alias cuma-cuma.
penjajah dan bertujuan meraih kemerdekaan. Secara historis, pada masa awal kebangkitan nasional –pra kemerdekaan menjadi puncak dari keprihatinan tersebut.
Pada masa pra kemerdekaan, karakter bangsa Indonesia lebih ditujukan pada ranah persatuan dan kesatuan untuk meraih kemerdekaan. Dari sinilah lahirnya Sumpah Pemuda yang mampu mengikat semua perbedaan yang ada di nusantara dalam persatuan. Satu nusa, satu bangsa dan juga satu bahasa, Indonesia.
Dalam pembentukan karakter bangsa yang kuat, Soekarno layak menjadi tokoh sentral untuk bangsa ini di tengah penjajahan bangsa lain. Bung Karno tidak ingin bangsa ini memiliki mental budak yang jauh dari keinginan merdeka. Maka ia mencoba menggugah dan juga mencoba membangun kembali karakter dan mental manusia Indonesia untuk merdeka. Karakter bangsa tidak akan terwujud tanpa adanya sebuah kemerdekaan. Dan tidak akan ada kemerdekaan jika dalam mentalitas bangsa juga tidak ada semangat dan sebuah keinginan untuk merdeka.
Setelah melalui perjuangan yang sangat berat, akhirnya Soekarno melihat impiannya telah menjadi kenyataan, Indonesia yang merdeka. Kemerdekaan yang diraih oleh bangsa Indonesia tidak dapat dilepaskan dari kuatnya karakter bangsa untuk bebas dari sebuah penjajahan sep