• Tidak ada hasil yang ditemukan

Strategi pengobatan

Dalam dokumen Perangkat Diagnostik pada Penyakit Alergi (Halaman 44-48)

Pada anak di bawah usia 5 tahun yang dicurigai asma yaitu batuk dan atau mengi berulang disertai adanya kriteria 2 mayor atau 1 mayor dan 2 minor sesuai indeks prediksi asma, maka harus ditatalaksana sebagai asma. Langkah pertama adalah apabila anak datang dalam serangan asma maka tentukan derajat serangannya (ringan, sedang, atau berat) dan tata laksana sesuai dengan derajatnya dengan menggunakan reliever serta terapi suportif lain bila diperlukan.1,6 Setelah serangan asmanya ditangani dan mengalami perbaikan maka perlu ditentukan derajat penyakitnya (asma episodik jarang, episodik sering, asma persisten). Pada asma episodik jarang tidak memerlukan obat controller sedangkan pada episodik sering dan asma persisten diperlukan controller.1,2

Langkah awal pemberian controller adalah pemberian kortikosteroid dosis rendah (budesonide 100ug) 2 kali sehari selama 3 bulan kemudian dievaluasi.

Bila dalam 3 bulan perbaikan maka dosis dapat diturunkan secara bertahap sampai kortikosteroid tidak diperlukan lagi. Tetapi bila dalam evaluasi 3 bulan terjadi perburukan atau tidak ada perbaikan maka dosis kortikosteroid dapat ditingkatkan menjadi 200ug atau dengan menambahkan LABA atau antileukotrien (montelukas). Apabila perbaikan maka diteruskan sampai 6 bulan dan diturunkan secara perlahan (tappering off).1

Pendidikan Kedokteran Berkelanjutan Ilmu Kesehatan Anak lXII

Selain pemberian controller, tata laksana non farmakoterapi juga diberikan secara bersamaan yaitu edukasi kepada keluarga dan faktor lingkungan.

Tanpa edukasi tata laksana asma kurang efektif dan akan memperberat penyakitnya.1,2,6

Simpulan

Asma merupakan penyakit respiratorik kronis yang paling sering terjadi pada anak dan dapat terjadi pada anak di bawah usia 5 tahun. Faktor risiko asma anak di bawah usia 5 tahun adalah aerolergen, diet saat hamil dan atau menyusui, dan faktor lingkungan. Diagnosis asma pada anak di bawah usia 5 tahun sulit karena gejala klinis berupa batuk dan atau mengi dapat dijumpai pada penyakit lain seperti GERD, infeksi virus, dan kelainan kongenital. Pada anak dengan mengi dan atau batuk berulang dapat didiagnosis dan ditatalaksana sebagai asma apabila indeks prediksi asma atau anamnesis, pemeriksaan fisis, dan pemeriksaan penunjang mendukung ke arah diagnosis. Tata laksana asma pada anak di bawah usia 5 tahun dapat berupa non farmakoterapi dan farmakoterapi yang terdiri dari reliever dan controller. Asma episodik jarang tidak memerlukan controller sedangkan asma episodik sering dan persisten dibutuhkan controller.

Controller yang dianjurkan adalah kortikosteroid inhalasi dengan penambahan antileukotrien atau LABA. Pemberian kortikosteroid inhalasi dengan cara dan dosis yang benar tidak menimbulkan efek samping yang bermakna.

Daftar pustaka

1. Lenfant C, Khaltaev N. Global Initiative for Asthma. NHLBI/WHO Workshop Report, 2008.

2. UKK Pulmonologi PP IDAI. Pedoman Nasional Asma Anak. Jakarta 2004 3. Fontes MJ, Fonseca MT, Camargos PA, Affonso AG, Calazans GM. Asthma

in children under five years of age: problems in diagnosis and in inhaled corticosteroid treatment. J Bras Pneumol. 2005; 31:244-53.

4. Taussig LM, Wright AL, Holberg CJ, Halonen M, Morgan WJ, Martinez FD.

Tucson children’s respiratory study: 1980 to present. J Allergy Clin Immunol.

2003; 111:661-75.

5. Bush A. Diagnosis of asthma in children under five. Prim Care Resp J. 2006;16:7-15.

6. Rodriguez JAC, Rodrigo GJ. Efficacy of inhaled corticosteroids in infants and preschoolers with recurrent wheezing and asthma: A systematic review with meta-analysis. Pediatrics. 2009;123:e519-25.

7. Martinez FD, Wrigiit AL, Taussig LM, Holberg CJ, Haloken M, Morgan WJ, et.al.

Asthma and wheezing in the first six years of life.. N Eng J Med. 1995;332:133-8.

8. Haby MM, Peat JK, Marks GB, Woolkock AJ, Leeder SR. Asthma in preschool

Diagnosis dan Tata laksana Asma pada Anak di bawah usia 5 Tahun

children: prevalence and risk factors. Thorax. 2001;56:589-95

9. Peroni DG, Piacentini GL, Bodini A, Boner AL. Preschool asthma in Italy:

prevalence, risk factors and health resource utilization. Respir Med. 2009;

103:104-8

10. Mills TA. Asthma severity and prevalence: an ongoing interaction between exposure, hygiene, and lifestyle. Plos Med. 2005; 2:122-126.

11. Lazzaro T, Hogg G, Barnett P. Respiratory syncytial virus infection and recurrent wheeze/asthma in children under five years: an epidemiological survey. J Paed Child Health. 2007;43:29-33.

12. Jartti T, Makela MJ, Vanto T, Ruuskanen O. The link between bronchiolitis and asthma. Infect Dis Clin N Am. 2005;19:667-89.

13. Horwood LJ, Fergusson DM, Hons BA, Shannon FT. Social and familial factors in the development of early childhood asthma. Pediatrics. 1985;75:859-68.

14. Gern JE, Lemanske RF. Infectious triggers of pediatric asthma. Pediatr Clin N Am. 2003;50:555-75

15. Castro-Rodriguez JA, Holberg CJ, Wright AL, Martinez FD. A clinical index to devine risk of asthma in young children with recurrent wheezing. Am J Respir Crit Care Med. 2000;162:1403-6

16. Guilbert TW, Morgan WJ, Zeiger RS, Bacherier LB, Boehmer SJ, Krawiec M, et al. Atopic characteristics of children with recurrent wheezing at high risk for the development of childhood asthma. J Allergy Clin Immunol. 2004; 114:1282-7 17. Zuidgeest MG, Smit HA, Bracke M, Wijha AH, Brunekreef B, Hoekstra MO,

et.al. Persistence of asthma medication use in preschool children. Respir Med.

2008;102:1446-51.

18. Jackson DJ, Gangnon RE, Evans MD, Roberg KA, Anderson EL, Pappas TE.

Wheezing rhinovirus Illnesses in early life predict asthma development in high risk children. Am J Respir Crit Care Med. 2008;178:667-72.

Pendidikan Kedokteran Berkelanjutan Ilmu Kesehatan Anak lXII

Lampiran 1. Penilaian derajat serangan asma1,2

Parameter klinis, fs. Paru,

Laboratorium Ringan Sedang Berat Ancaman

henti napas

Aktivitas Berjalan

Bayi: menangis keras

Berbicara Bayi: -tangispendek dan lemah -kesulitan makan

Istirahat Bayi: berhenti makan

Bicara Kalimat Penggal kalimat Kata-kata

Posisi Bisa berbaring Lebih suka duduk Duduk bertopang

lengan

Kesadaran Mungkin teragitasi Biasanya teragitasi Biasanya teragitasi Kebingungan

Sianosis Tidak ada Tidak ada Ada Nyata

Mengi Sedang, sering

hanya pada akhir ekspirasi

Nyaring, sepanjang ekspir.

+ inspirasi

Sangat nyaring, terdengar tanpa stetoskop

Sulit /tidak terdengar

Sesak napas minimal sedang berat

Otot bantu napas Biasanya tidak Biasanya ya Ya Gerakan paradok

torako-abdominal

Retraksi Dangkal,

retraksi interkostal Sedang, ditambah retraksi suprasternal

Dalam, ditambah napas cuping hidung

Dangkal/hilang

Laju napas Meningkat Meningkat Meningkat Menurun

Pedoman nilai baku laju napas pada anak sadar:

Usia Laju napas normal

< 2 bulan < 60x / menit 2-12 bln. < 50x / menit 1-5 thn. < 40x / menit 6-8 tahun < 30x / menit

Laju nadi Normal Takikardi Takikardi Bradikardi

Pedoman nilai baku laju nadi pada anak:

Usia Laju nadi normal 2-12 bulan < 160x / mnt 1-2 tahun < 120x / mnt 3-8 tahun < 110x / mnt Pulsus paradoksus

(pemeriksaannya tidak praktis)

Tidak ada

< 10 mmHg Ada

10-20 mmHg Ada

> 20 mmHg Tidak ada, tanda kelelahan otot napas PEFR atau FEV1

- pra bronkodilator - pasca bronkodilator

(% nilai dugaan /

> 60%

> 80%

% nilai terbaik) 40-60%

60-80% < 40%

< 60%, respons < 2 jam

SaO2 % > 95% 91-95% < 90%

PaO2 Normal

(biasanya tidak perlu diperiksa)

> 60 mmHg < 60 mmHg

PaCO2 < 45 mmHg < 45 mmHg > 45 mmHg

Dalam dokumen Perangkat Diagnostik pada Penyakit Alergi (Halaman 44-48)