LOKAL DI KECAMATAN SEKONGKANG.
7 STRATEGI PENGUATAN PROGRAM PEMBANGUNAN BISNIS LOKAL PT NNT
Pembangunan bisnis lokal PT.NNT dipengaruhi oleh dua aktor utama yang saling berkepentingan yaitu PT.NNT (pemberi program) dan pengusaha lokal di Kecamatan Sekongkang selaku penerima program. Keberhasilan dan kegagalan utama dalam program pembangunan bisnis lokal PTNNT secara otomatis akan dipengaruhi oleh kedua aktor tersebut.
Dalam upaya mewujudkan keberdayaan pengusaha lokal dan tujuan pembangunan ekonomi lokal yang dianut Nemwont Mining Corporation dan PT.NNT yaitu terciptanya program-program pembangunan ekonomi yang hasilnya berkelanjutan dan mendorong aktifitas ekonomi yang berkelanjutan sampai masa pasca tambang, maka PT.NNT perlu merancang alternatif-alternatif rancangan strategis jangka pendek, menengah dan panjang. Di sisi lain pengusaha lokal selaku subyek dan obyek program pembangunan bisnis lokal, yang sementara ini menjadi mitra bisnis PT.NNT juga perlu melakukan perubahan- perubahan sikap menghadapi tantangan persaingan yang dihadapi saat ini, prediksi tantangan dan peluang jangka menengah dan panjang agar mampu mempertahankan bisnis saat ini dan mengembangkan ke sektor lainnya menuju persiapan pasca tambang.
Strategi PT.NNT dalam pengamanan operasi bisnis jangka pendek dari gangguan-gangguan dan potensi ancaman isu sosial masyarakat di sekitar tambang melalui salah satunya adalah program pembangunan bisnis lokal di
sekitar tambang, yang juga berfungsi sebagai „media‟ menjalin hubungan dengan
stakeholder lokal, telah cukup efektif. Pengalaman di lapangan menunjukkan bahwa isu sosial sentral, sensitif dan berpotensi mengganggu keamanan operasi bisnis tambang mengarah pada dua isu utama yaitu bisnis lokal (para pengusaha lokal) terkait perebutan akses proyek dan ketenagakerjaan lokal (daya serap
tenaga kerja lokal). Meskipun gangguan „kecil‟ berupa aksi-aksi masyarakat
sekitar tambang (terkait dua isu sentral) tidak jarang terjadi, namun strategi jangka
pendek terbukti masih „ampuh‟ mengamankan operasi bisnis dengan pendekatan
utama pada program pembangunan bisnis lokal dan pengembangan masyarakat. Strategi pengamanan operasional bisnis tambang jangka menengah dalam konteks mempertahankan social license to operate perlu mulai menjadi perhatian PT.NNT mengingat operasi tambang Batu Hijau PT.NNT masih berjalan dan justru sedang melangkah pada tahap maksimalisasi produksi (fase ke-7) sebelum
masa „sunset‟ tambang Batu Hijau. Dengan merujuk hasil-hasil pada pembahasan
sebelumnya, program pembangunan bisnis dan pengembangan masyarakat lokal
masih menjadi salah satu „alat‟ strategis menuju tujuan jangka menengah tersebut.
Dari beberapa faktor penunjang dan penghambat penguatan dan efektifitas program local employment and procurement yang bersinggungan erat dengan program local investment and community development sebagaimana terungkap pada bab pembahasan sebelumnya, dapat dijadikan pijakan untuk merancang alternatif strategi pengamanan sosial operasional bisnis tambang dalam jangka menengah.
Pada saat yang sama, sebagai bentuk komitmen adopsi nilai-nilai global pembangunan berkelanjutan (sustainable development) yang dianut oleh Newmont
Mining Corporation dalam praktik operasi bisnis pertambangan global yang berkelanjutan (sustainable mining) maka initiatif-inisiatif alternatif strategi pembangunan ekonomi lokal yang berkelanjutan, melalui program local investment and community development dan juga local employment and procurement (sebagai bagian program dari divisi Sustainability and External Relation Nemwont Mining Corporation) menjadi sangat penting dilakukan. Konsiderasi-konsiderasinya antara lain adalah bahwa, praktik teknis pertambangan secara operasional dilakukan dengan cara yang efektif dan efisent dengan tetap menjadikan aspek keselamatan kerja dan lingkungan sebagai prioritas perilaku utama, termasuk juga tanggungjawab sosial. Kecepatan proses eksploitasi tambang yang telah terukur secara lebih praktis dan valid (dengan perhitungan produksi penambangan mineral per detik, per menit untuk mengejar target produksi yang telah ditetapkan/direncakan), harus diimbangi dengan kecepatan dalam pembangunan masyarakat lokal (ekonomi, sosial, dan lingkungan), dalam konteks ini strategi penguatan program pembangunan ekonomi dan bisnis lokal dapat menjadi media strategis pintu masuk menuju tujuan Nemwont jangkan panjang. Sudah tentu dalam implementasi strategi tersebut perlu melibatkan pihak-pihak berkompeten dan professional berpengalaman (stakeholders), termasuk khususnya dengan Pemerintah Kabupaten Sumbawa Barat. Peran pemerintah (daerah dan pusat) dalam hal ini menjadi penting karena merujuk pada hasil-hasil pembahasan sebelumnya, bahwa tingkat kemandirian masyarkat lokal relatif rendah dan menghawatirkan (khususnya para pengusaha lokal rekan bisnis PT.NNT sebagai pemicu tumbuhkembangnya ekonomi masyakarat lokal).
Disadari atau tidak, tambang Batu Hijau PT.NNT akan berakhir dan meninggalkan keseluruhan aktivitas ekonomi menarik yang ada saat ini, yang belum tentu dapat menjamin sustainability masyarakat sekitar tambang (ekonomi, sosial, ekologi), khususnya di Kecamatan Sekongkang, sebagai wilayah dalam kajian ini, apabila tidak dipersiapkan alternatif-alternatif strategi pembangunan ekonomi lokal tersebut. Dalam konteks ini peran pemerintah menjadi sangat penting, karena harus tetap mengawal program pembangunan masyarakat
berkelanjutan di daerah „bakal menjadi bekas‟ tambang ini.
Berdasarkan hasil-hasil pada pembahasan sebelumnya dan uraian singkat di atas, perumusan strategi penguatan program pembanguna bsinis lokal PT.NNT akan fokus pada dua aktor utama yaitu PT.NNT dan pengusaha lokal mitra bisnis PT.NNT di Kecamatan Sekongkang. PT.NNT perlu menitikberatkan pada alternatif strategi yang berorientasi pada tujuan jangka pendek dan menengah dengan mempertimbangkan faktor-faktor pendukung dan penghambat baik faktor internal di dalam organisasi dan faktor eskternal di luar organisasi. Di waktu berjalan, PT.NNT perlu segera menginisiasi alternatif strategi yang berorientasi jangka panjang. Demikian pula dengan komunitas pengusaha lokal mitra bisnis PT.NNT di Kecamatan Sekongkang, perlu melakukan perubahan-perubahan perilaku bisnis melalui sebuah rancangan strategi untuk pembangunan bisnis lokal yang meningkatkan keberdayaan dengan mempertimbangkan aspek-aspek internal dan external komunitas pengusaha lokal. Proses implementasi strategi penguatan program pembangunan bisnis lokal untuk keberdayaan pengusaha lokal tersebut dapat dilihat pada gambar 13.
Komunitas Pengusaha
Lokal
Gambar 13 Pola Sinergi Stakeholders untuk Pembangunan Bisnis Lokal yang Memberdayakan dan Berkelanjutan
Secara lebih praktis, alternatif-alternatif strategi pembangunan bisnis lokal yang meningkatkan keberdayaan pengusaha lokal, yang didapatkan dari hasil FGD dengan para responden, informan dan beberapa stakeholder dapat dirumuskan dengan menggunakan analisis SWOT. Identifikasi faktor-faktor inaternal dan eskternal menghasilkan beberapa temuan sebagai berikut:
Keberdayaan Pengusaha Lokal Pemerintah Daerah: Provinsi KSB - Perguran Tinggi - Profesional Bisnis - Profesional Bisnis Tambang - Profesional Pengembangan Masyarakat Internal Strategi Penguatan sinergi lintas departemen dengan inisiator: Departemen SR&GR dan SCM :
- Visi, Misi, Tujuan - Pendekatan - Proses - Tahapan - Implementasi - Evaluasi Pembangunan Berkelanjutan - Ekonomi - Sosial - Ekologi 3)Penguatan kapital manusia 4) Penguatan kapital sosial 5) Penguatan kapital finansial PT.NNT E e x t e r n a l s t r a t e g i Internvensi Pemberdayaan Internvensi Pemberdayaan
Kekuatan/ Strengh (S) : Faktor Internal
1. Komitmen Nemwont (Sustainability & External Relation) 2. Batu Hijau pada posisi puncak akhir produksi/fase 7 3. PT.NNT memiliki program LBI
4. Adanya sinergi departemen SCM dan Social Responsibility & Government Relation (SR&GR) untuk program LBI
5. Kepemilikan jaringan stakeholder eskternal (Pemerintah, Praktisi, Perguruan Tinggi, NGO)
Kelemahan/ Weakness (W): Faktor Internal
1. Konsep S&ER Nemwont belum menjadi komitmen semua departemen pengguna
2. PT.NNT belum memiliki road map pembangunan ekonomi lokal pasca tambang
3. LBI belum menjadi divisi khusus yang jelas yang memiliki struktur organisasi tersendiri
4. Persepsi program LBI hanya urusan Departemen SR dan SCM
5. Departemen SR & SCM masing masing memiliki kerangka pikir dan orientasi teknis berbeda
6. Pendekatan departemen yang ada di PT.NNT bersifat sektoral Peluang/ Opportunity (O): Faktor Eksternal
1. Dorongan pemerintah untuk pembelanjaan lokal 2. Daya saing pengusaha lokal rendah
3. Kapital sosial pengusaha rendah 4. Pengusaha lokal relatif kooperatif
5. Belum ada progam pemberdayaan pengusaha yang terencana dan terukur Ancaman/ Threat (T) : Faktor Eksternal
1. Perubahan kebijakan pemerintah (pembangunan smelter) 2. Gangguan keamanan sosial para pengusaha lokal
3. Tingginya ketergantungan pengusaha lokal terhadap PT.NNT
Hasil identifikasi faktor-faktor eskternal dan internal kemudian digunakan dalam penyusunan strategi dengan mengombinasikan faktor faktor tersebut sehingga menghasilkan strategi Strengh-Opportunity (SO), Strengh-Threat (ST) dan Weakness-Opprtunity (WO) dan Weakness-Threat (WT) berikut:
Strategi S-O
Memanfaatkan kekuatan internal untuk meraih peluang eksternal meliputi: (1) Peningkatan program LBI untuk penguatan kapital sosial pengusaha (2) Penguatan program LBI untuk pembangunan kapasitas pengusaha
(3) Optimalisasi peran stakeholder eksternal untuk program-program pemberdayaan pengusaha
Strategi W-O
(1) Peningkatan program LBI untuk penguatan kapital sosial pengusaha (2) Penguatan program LBI untuk pembangunan kapasitas pengusaha
(3) Optimalisasi peran stakeholder eksternal untuk program-program pemberdayaan pengusaha
Strategi S-T
Memanfaatkan kekuatan internal untuk menghadapi ancaman eksternal meliputi: (1) Memperbanyak kontrak dengan pengusaha lokal
(2) Memperjelas struktur organisasi LBI
(3) Penguatan program LBI untuk pembangunan kapasitas pengusaha
(4) Optimalisasi peran stakeholder eksternal untuk program-program pemberdayaan pengusaha
Strategi W-T
Menekan kelemahan internal untuk menghadapi ancaman eksternal meliputi: 1. Menyusun road map pembangunan bisnis lokal jangka menengah dan panjang selaras dengan S&ER Newmont global
2. Penguatan kelembagaan LBI melalui strukturisasi organisasi 3. Peningkatan jumlah kontrak dengan pengusaha lokal