• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB II KAJIAN PUSTAKA

C. Konsep Mutu Pendidikan

4. Strategi Peningkatan Mutu Pendidikan di Sekolah

Dalam perkembangan pemikiran manajemen sekolah saat ini mengarah pada sistem manajemen yang disebut dengan TQM (Total Quality Management) atau manajemen mutu terpadu. Pada prinsipnya sistem manajemen ini adalah pengawasan terhadap kegiatan sekolah. Penerapan manajemen mutu terpadu berarti semua warga sekolah bertanggung jawab atas kualitas pendidikan. Komponen-komponen dari model implementasi manajemen mutu terpadau dalam pendidikan, yaitu kepemimpinan, pendekatan fokus terhadap pelanggan, iklim organisasi, tim pemecahan masalah, data valid, metode ilmiah dan alat-alat serta pendidikan dan

90 W. Mantja, Manajemen Pendidikan dan Supervisi Pengajaran, (Malang: Wineka Media, 2002), hlm. 337

latihan.91

Manajemen peningkatan mutu yang berkembang di dunia pendidikan saat ini, merupakan jawaban yang dapat dilaksanakan dalam konteks otonomi sekolah yang diberikan oleh pemerintah yang wajib dilaksanakan sebaik mungkin agar dapat membangun sebuah pendidikan yang maju dan bermutu, sehingga dapat menjawab tantangan dan tuntutan dari masyarakat yang semakin cerdas dan berkembang. Manajemen peningkatan mutu di dalam pendidikan menurut Prim sangat berkaitan dengan sekolah yang efektif, yang mensyaratkan adanya keleluasaan sekolah untuk mengelola dan mengambil keputusan.92

Untuk menciptakan sekolah yang efektif agar dapat meningkatkan mutu sekolah pasti membutuhkan strategi yang bisa diterapkan dan sesuai dengan kebutuhan, keadaan dan lingkungan sekolah itu sendiri. Strategi dalam peningkatan mutu pendidikan di sekolah adalah sebagai berikut: 1. Komitmen kepala sekolah dalam meningkatkan mutu pendidikan

Kepala sekolah harus memiliki komitmen dalam menerapkan manajemen peningkatan mutu berbasih sekolah, karena hal tersebut menjadi syarat bagi kepala sekolah, agar upayanya dalam mengembangkan sekolah dengan peningkatan mutu sekolah akan tercapai. Komitmen merupakan langkah awal yang harus dimiliki oleh kepala

91 Syarifuddin dan Irwan Nasution, Manajemen Pembelajaran, (Jakarta: Quantum Teaching, 2005), h. 150-152

92 Prim Masrokan Mutohar, Manajemen Mutu Sekolah: Strategi Mutu dan Daya Saing Lembaga Pendidikan Islam, (Jogjakarta: Ar-Ruzz Media, 2013), h. 167

sekolah sebagai leader dan manager.93 Oleh karena itu, dalam mewujudkan komitmen yang dimiliki oleh kepala sekolah, tentunya ia tidak dapat berjalan sendiri, karena peningkatan mutu pendidikan di sekolah yang ditandai dengan meningkatkan kompetensi yang telah di miliki oleh peserta didik merupakan tanggung jawab bersama antara para stakeholder, pemerintah dan tentunya masyarakat. Maka dari itu, kepala sekolah dalam menjalankan komitmenya harus merangkul semua pihak yang akan membantu berjalanya proses peningkatan mutu tersebut.

2. Membentuk teamwork sebagai penggerak mutu

Dalam peningkatan mutu kepala sekolah harus dapat memanfaatkan sumber daya manusia yang potensial dan mempunyai komitmen tinggi untuk membentuk teamwork. Keberadaan teamwork menjadi sangat penting dalam mewujudkan upaya yang dilakukan kepala sekolah untuk mengembangkan dan meningkatkan mutu sekolah, serta akan menjadi pelopor dalam pengimplikasian manajemen peningkatan mutu sekolah.

3. Merumuskan Visi dan Misi Sekolah Berbasih Mutu

Di dalam setiap lembaga pendidikan, pasti memiliki visi dan misi yang akan dijadikan sebagai acuan program yang akan dijalankan. Visi merupakan bentuk harapan dan impian yang dimiliki oleh setiap sekolah tentang apa yang ingin dicapai di masa yang akan datang. Visi sebagaimana yang dijelaskan oleh Akdon dalam Prim adalah visi bukanlah

93 Prim Masrokan Mutohar, Manajemen Mutu Sekolah: Strategi Mutu dan Daya Saing Lembaga Pendidikan Islam, h. 167

fakta , terjadi gambaran pandangan ideal masa depan yang ingin diwujudkan, visi dapat memberikan arahan mendorong anggota organisasi untuk menunjukkan kinerja yang baik, dapat menimbulkan inspirasi dan siap mengahadapi tantangan, menjembatani masa kini dan masa yang akan datang, gambaran yang realistis dan kredibel dengan masa depan yang menarik, sifatnya tidak statis dan tidak untuk selamanya.94 Dapat dikatakan bahwa visi merupakan suatu pedoman bagi lembaga dalam menjalankan programnya yang sekarang untuk mencapai tujuan di masa yang akan datang. Visi bersifat dinamis dan akan selalu mengalami perkembangan-perkembangan sesuai dengan tujuan kepala sekolah dan pata stakeholder sekolah, akan mengarahkan kemana tujuan yang ingin dicapai oleh sekolah.

Sedangka misi harus dapat menjelaskan tentang apa yang menjadi aspirasi hari ini, pertanyaan yang menjadi maksud dalam organisasi atau eksistensinya, pernyataan spesifik maksud organisasi, merupakan obyek primer rencana organisasi dan program-program yang ingin dicapai dan sesuatu yang harus diselesaikan.95 Misi akan mampu memberikan arahan yang jangka panjang bagi organisasi, sehingga dapat memberikan stabilitas manajemen dan kepemimpinan di dalam organisasi itu sendiri. 4. Membuat Evaluasi Diri

94 Prim Masrokan Mutohar, Manajemen Mutu Sekolah: Strategi Mutu dan Daya Saing Lembaga Pendidikan Islam, h. 171-172

95 Prim Masrokan Mutohar, Manajemen Mutu Sekolah: Strategi Mutu dan Daya Saing Lembaga Pendidikan Islam, h. 172

Evaluasi dilakukan oleh sekolah, bertujuan untuk mengetahui kondisi perkembangan dari sekolah itu sendiri, karena dengan adanya evaluasi sekolah sebenarnya telah membuat langkah awal yang harus dilakukan sebelum melaksanakan perencanaan dan pengambilan keputusan dalam upaya meningkatkan mutu sekolah. Dari evaluasi ini juga akan memunculkan rencana-rencana strategis dalam meningkatkan mutu sekolah, sehingga kebijakan-kebijakan yang akan diambil oleh kepala sekolah harus benar-benar diimplementasikan sesuai dengan visi dan misi yang telah dirancang bersama.

5. Membuat Perencanaan Sekolah Berbasis Pada Mutu

Dari evaluasi maka sekolah akan merancang perencanaan-perencanaan kegiatan untuk dilaksanakan pada periode selanjutnya, guna untuk mencapai tujuan yang telah ditetapkan. Perencanaan sekolah pada hakekatnya adalah bentuk dari pengambilan keputusan yang dilakukan oleh kepala sekolah dan para stakeholder guna mencapai tujuan yang ditetapkan, serta pemantauan dan penilainya atau hasil pelaksanaanya yang dilaksanakan secara sistematis dan berkesinambungan.

6. Memberdayakan Seluruh Komponen Sekolah Dalam Melaksanakan Program-program Mutu.

Memberdayakan atau memperbaiki kinerja dalam sekolah, dengan memberikan tanggung jawab kepada para stakeholder, sehingga semua yang ada didalam organisasi akan terlibat aktif dalam mengambil dan menjalankan keputusan strategis di dalam sekolah. Dengan seperti itu,

stakeholder akan memiliki rasa tanggung jawab dalam menjalankan semua tugas yang telah diembanya.

7. Melaksanakan Kontrol Manajerial Dalam Pengendalian Mutu Kinerja Kontrol dan evaluasi perlu dilakukan oleh sekolah dalam rangka menjalankan fungsi-fungsi manajemen yang terakhir, sehingga dengan adanya kontrol dan evaluasi akan mengetahui dan menyakinkan bahwa program sekolah telah berjalan sesuai dengan apa yang telah direncanakan. 8. Melaksanakan Perbaikan Secara terus menerus

Continous Quality Improvement sangat perlu dilakukan oleh sekolah demi terciptanya pelaksanaan perbaikan-perbaikan program sekolah secara berkesinambungan. Maka Continous Quality Improvement menjadi sebuag hal yang penting ketika sekolah ingin terus mengalami perkembangan dan peningkatan dalam segala hal, sehingga hal tersebut dapat dilakukan melalui pembentukan teamwork yang akan menjadi team penilai di sekolah.

Dokumen terkait