• Tidak ada hasil yang ditemukan

STRATEGI PROSES

Dalam dokumen MODUL MATA KULIAH: MANAJEMEN OPERASIONAL (Halaman 26-46)

1. Pengertian Strategi Proses

Pencapaian tujuan sebuah organisasi harus dilandasi oleh sebuah strategi yang tepat agar tujuan organisasi dapat terarah

dengan baik dan dapat tercapai sesuai dengan keinginan dari organisasi tersebut.Hal ini tentu sesuai dengan yang di diinginkan melalui visi dan di jalankan sesuai dengan misi yang ada di dalam organisasi tersebut.

Beberapa definisi yang dikemukakan oleh para ahli mengenai pengertian dari strategi proses, antara lain :

a. Definisi strategi proses oleh Heizer dan Render yaitu kondisi dimana organisasi melakukan pendekatan yang bertujuan untuk mengelola resource yang ada untuk diubah menjadi berupa barang maupun berupa jasa. Sehingga sebuah organisasi melakukan sesuatu terhadap resource atau sumber daya yang ada untuk digunakan untuk diolah sebagai sesuatu hasil yang diharapkan oleh konsumen, berupa barang maupun berupa jasa.(Heizer, 2015)

b. Definisi strategi proses oleh Haming dan Numajamuddin yaitu kondisi dimana organisasi melakukan perubahan resource menjadi output-output yang dapat berupa barang maupun dapat berupa jasa. Ditujukan kepada cara-cara dalam menghasilkan suatu output seperti keinginan konsumen.(Murdifin, 2011)

c. Definisi strategi proses oleh Yamit yaitu kondisi dimana didalamnya membutuhkan man, materials and machine untuk pemrosesan produksi sesuatu produk saat perusahaan

berjalan. Produk tersebut merupakan produk yang dapat berbentuk barang maupun berbentuk jasa sesuai dengan apa usaha perusahaan yang berjalan.(Yamit, 2002)

Melihat dari definisi-definisi diatas dapat kita simpulkan yaitu sebuah strategi proses adalah aktifitas usaha yang dilakukan sebuah perusahaan didalam menghasilkan produk yang dapat berupa barang ataupun berupa jasa yang bernilai serta bermanfaat guna bagi konsumen dengan pemanfaatan man, materials and machine untuk pemrosesan produksi sesuatu produk tersebut.

2. Jenis-jenis Desain Proses

Desain proses ada 4 fokus yaitu, fokus pada proses, fokus yangrepetitif, fokus pada produk dan fokus padakustomisasi(Murdifin, 2011), dapat dijelaskan sebagai berikut :

a. Fokus Pada Proses

Perusahaan ini dalam produksinya beraneka ragam akan tetapi dalam jumlah kecil divolume, dimana lebih sering pemanfaatan teknologi dengan rumitnya proses modal yang padat dengan kegiatan usaha job shop, contohnya tempat reparasi kendaraan roda empat, RS serta restaurant.

b. Fokus yangRepetitif

Perusahaan ini berusaha untuk memproduksi secara berulang-ulang produk serupa dengan membuat persediaan produk apabila dibutuhkan konsumen melalui perakitan

produk tersebut, contohnya pada usaha perakitan hand phone dan perakitan kendaraan roda dua.

c. Fokus Pada Produk

Perusahaan ini berfokus kepada konsumen/pasar dengan memproduksi produk yang tinggi keseragamannya dengan sedikitnya perbedaan, contohnya pabrik tepung dan cement industry

d. Fokus PadaKustomisasi

Perusahaan ini memproduksi produk secara massal dengan ciri-ciri produk dengan harga murah dan unik serta menjadikannya rumit sesuai kebutuhan yang berbeda-beda dari konsumen, dengan kata lain fokus pada kustomisasi merupakan gabungan ketiga desain proses diatas, contohnya industri pakaian dan industri sepatu.

3. Analisis Desain Proses

Terdapat 5 perangkat untuk memahami didalam proses yang dapat dipergunakan pada aliran serta desain proses (Heizer, 2015), dapat dijelaskan sebagai berikut :

a. Diagram Alur

Diagram alur/flow diagram yaitu gambaran dari berpindahnya seseorang, materi maupun produk serta dapat membantu

memhami, menganalisis, serta mengkomunikasikan proses, untuk peningkatan efektivitas serta efisiensi.

b. Pemetaan Fungsi Waktu

Pemetaan Fungsi Waktu/time-function mapping/process mapping dipergunakan untuk melakukan identifikasi serta eliminasi sesuatu yang tidak dibutuhkan, didalam step tambahan, repetition/pengulangan, serta lateness/keterlambatan yang tidak dibutuhkan, agar pemborosan hilang didalam proses produksi.

c. Pemetaan Arus Nilai

Pemetaan Arus Nilai/value stream mapping/VSM diperlukan untuk memantau secara meluas nilai yang dimasukkan kesemua proses produksi, tidak terkecuali pasokan, seperti halnya time-function mapping dimana dimulai dengan konsumen srta pemahaman produksi, yaitu tidak hanya pertimbangan pemrosesan tetapi juga dukungan dari keputusan management serta sistim TI.

d. Grafik Proses

Grafik Proses/process charts penggunaannya melalui simbol waktu dan jarak, memberikan langkah yang objective serta terstruktur berguna untuk analisis dan pencatatan efektivitas dalam membentuk proses, serta sangat mungkin memfokuskan kegiatan pertambahan nilai, simbol tersebut

bertujuan menganalisa orang/material yang melakukan pergerakan.

e. Perencanaan Pelayanan

Perencanaan Pelayanan/blueprinting service adalah suatu teknik analisis proses dengan berfokus pada konsumen serta relasi yang terjadi terhadap konsumen, dimana fokus manager demi kepuasan serta loyalitas konsumen akan layanan yang diberikan.

4. Pemetaan Fungsi Waktu

Pemetaan Fungsi Waktu/ time-functionmapping yaitu alat yang berguna meminimalisir pemborosan baik waktu/proses produksi didalam time-functionmapping dengan penggambaran secara urut dari proses produksi tersebut dimana simpul artinya kegiatan, tanda panah artinya arah aliran sedangkan waktu berada digaris datar yang memungkinkan user melakukan identifikasi serta penghilangkan boros didalam steptambahan, repetition/pengulangan, serta lateness/keterlambatan (Heizer, 2015), perusahaan dapat bersaing dipasaran dengan melihat kualitas produk yang dihasilkannya sebanding dengan kualitas pekerjanya.

Melalui time-functionmapping tersebut masalah akan cepat diketahui perusahaan sehingga dapat dilakukan perbaikan secepat mungkin agar proses produksi tidak terganggu (Abdillah, 2017), dimana terdapat dua diagram yaitu pemetaan fungsi waktu dasar

yaitu proses serta waktu sebelum perbaikan dan pemetaan fungsi waktu target yaitu proses dan waktu setelah perbaikan, yang ditunjukan gambar sebagai berikut.

Gambar 1.1 : Pemetaan fungsi Gambar

1.2 : Pemetaan fungsi target waktu dasar Sumber : (Heizer, 2006)Sumber : (Heizer, 2006) 5. Strategi Proses Dikaitkan Dengan Pemasyarakatan

Apabila dikaitkan dengan pemasyarakatan strategi proses ini cukup banyak mencakup tentang proses pelaksanan di pemasyarakatan, seperti dalam hal ini kita mengambil contoh pelaksanaan pembinaan dan pelayan. ADAPUN DALAM PROSES PEMBINAAN ini strategi proses memberikan peran sebgai berikut.

a. Dengan adanya strategi proses ini membuat UPT dapat memberikan proses pembinaan kepada warga binaan

pemasyarakatan dengan cara bertahap, sehingga perkembangan dari proses pembinaan ini dapat diketahui setiap tahapnya, karena adanya proses evaluasi pertahap.

b. Dengan adanya strategi prsoses ini membuat jalannya proses pelayanan kepada masyarakat maupun warga binaan pemasyarakatan dapat tertata dan berjalan dengan standar yang diharapkan.

c. Dengan adanya strategi proses ini juga dapat membuat memberikan informasi dan pelayanan selama warga binaan menjalani proses masa pidana mereka di dalam lapas atau rutan tahap demi tahap.

B. TEKNOLOGI

1. Pengertian Teknologi menurut para ahli

- Menurut Poerbahwadja Harahap, teknologi mengacu pada sebuah ilmu pengetahuan yang menyelidiki tentang cara kera di bidang teknik, mengacu pada sebuah ilmu pengetahuan yang digunakan dalam pabrik ataupun industri tertentu. Dimana definisi ini mengacu pada definisi praktis dari teknologi yang banyak ditemukan pada pabrik pabrik dan industri tertentu.

- Menurut seorang ahli teknologi lainnya bernama Nasibit, mengatakan bahwa teknologi adalah sebuah benda dan juga sekaligus obyek berikut bahan dan wujud yang berbeda dibandingkan dengan manusia biasa.

- Pendapat lain diungkapkan oleh Miarso, yang menyatakan bahwa teknologi adalah suatu bentuk proses yang meningkatkan nilai tambah.

2. Fungsi Teknologi

Pemanfaatan atau implementasi teknologi dalam kegiatan operasional organisasi akanmemberikan dampak yang cukup signifikan bukan hanya dari efisiensi kerja tetapijuga terhadap budaya kerja baik secara personal, antar unit, maupun keseluruhaninstitusi.Berdasarkan struktur organisasi, pemanfaatan teknologi informasi diklasifikasikanmenjadi 3 kategori, yaitu:

a. Perbaikan efisiensi : Pemanfaatan teknologi informasi untuk perbaikan efisiensiditerapkan pada level operasional organisasi. Pada kategori ini, pemanfaatan teknologiinformasi diukur dengan penurunan waktu dan biaya proses.

b. Perbaikan efektivitas : Pemanfaatan teknologi informasi untuk perbaikan efektifitasditerapkan pada level manajerial organisasi.

Pada kategori ini, pemanfaatan teknologiinformasi diukur dengan kemudaan dan kecepatan memperoleh status pencapaiantarget organisasi.

c. Strategic Improvement : Pemanfaatan teknologi informasi untuk strategicimprovement (perbaikan daya

saing) diterapkan pada level eksekutif organisasi.

Padakategori ini, pemanfaatan teknologi informasi diukur dengan kemudahan danketepatan pengambilan keputusan oleh eksekutif.

Menurut G.R. Terry, terdapat 5 peranan mendasar teknologi informasi di sebuahorganisasi, yaitu:

a. Fungsi Operasional : membuat struktur organisasi menjadi lebih ramping,karena telah diambil alih fungsinya oleh teknologi informasi. Karena sifatpenggunaannya yang menyebar di seluruh fungsi organisasi, unit terkaitdengan manajemen teknologi informasi akan menjalankan fungsinya sebagaisupporting agency dimana teknologi informasi dianggap sebagai sebuah firminfrastructure.

b. Fungsi Monitoring and Control : keberadaan teknologi informasi akanmenjadi bagian yang tidak terpisahkan dengan aktivitas di level manajerial didalam setiap fungsi manajer, sehingga struktur organisasi unit terkaitdengannya harus dapat memiliki span of control atau peer relationship yangm e m u n g k i n k a n t e r j a d i n y a i n t e r a k s i e f e k t i f d e n g a n p a r a p i m p i n a n d i organisasi terkait.

c. Fungsi Planning and Decision : keberadaan teknologi informasi dianggapsebagai enabler dari rencana organisasi dan merupakan sebuah knowledgegenerator bagi para pimpinan

organisasi yang dihadapkan pada realitas untukm e n g a m b i l s e j u m l a h k e p u t u s a n p e n t i n g s e h a r i - h a r i n y a . T i d a k j a r a n g o r g a n i s a s i y a n g p a d a a k h i r n y a m e m i l i h m e n e m p a t k a n u n i t t e k n o l o g i informasi sebagai bagian dari fungsi perencanaan dan/atau pengembangankorporat karena fungsi strategis tersebut.

d. Fungsi Interorganisational :yang dimaksud dalam fungsi berikut ini adalah IT dapat membantu perusahaan untuk melakukan kerjasama dengan perusahaan lain. Baik sesama perusahaan nasiona maupun internasional

e. Fungsi Comunication :Komunikasi yang dilakukan dalam perusahaan juga sangat bergantung dengan IT. Ya, IT dapat berperan sebagai sarana atau media berkomunikasi sebuah organisasi atau individu. Hal ini memudahkan para pekerja untuk berkolaborasi, berkooperasi dan berinteraksi.

3. Teknologi Dalam Kaitan Dengan Pemasyarakatan.

Apabila dikaitkan dengan pemasyarakatan, teknologi sangat berkaitan erat dengan pemasyarakatan saat ini, salah satunya pada proses pelayanan, adapun pelaksanaan teknologi pada

pemasyarakatan saat ini ialah antara lain.

a. Adanya SDP atau system database pemasyarakatan, yang dimiliki oleh direktorat jendral pemasyarakatan, dimana didalam

SDP tersebut terdapat semua data dari tahanan sampai warga binaan pemasyarakatan, di dalam SDP tersebut mencakup data lengkap WBP dan tahanan, jumlah, DLL.

b. Adanya Xray di Lapas dan Rutan, untuk mencegah barang terlarang masuk kedalam lapas atau Rutan, sehingga tidak terjadi gannguan keamanan dan ketertiban.

C. KAPASITAS

1. Pegertian Kapasitas

Ada dua padangan dalam memaknai “kapasitas”. Pertama, apabila dilihat dari pandangan bisnis, kapasitas merupakan jumlah output yang dapat dicapai oleh sebuah sistem selama periode waktu tertentu. Kedua, dilihat dari sudut industri jasa, kapasitas dimaknai sebagai jumlah konsumen yang dapat ditangani selama beberapa waktu.

a. Chase dan Jacobs (2005) mendefinisikan kapasitas sebagai kemampuan untuk menampung, menerima, menyimpan atau mengakomodasi. Bartal dan Martin (1999) mendefinisikan perencanaan kapasitas dan agregate adalah proses penentuan tujuan dan menetapkan caracara terbaik untuk mencapainya.

b. Menurut G.R. Terry (1997), perencanaan adalah tindakan memilih dan menghubungkan fakta dan membuat serta

menggunakan asumsi-asumsi mengenai masa yang akan datang dalam hal memvisualisasikan dan merumuskan aktivitas yang diangap perlu untuk mencapai hasil yang diinginkan. Adapun kapasitas (capacity) merupakan hasil produksi (throught put) atau jumlah unit yang dapat ditahan, diterima, disimpan, atau diproduksi oleh sebuah fasilitas dalam periode waktu tertentu.

Pada hakikatnya, kapasitas dapat memengaruhi sebagian besar biaya tetap. Kapasitas juga berfungsi untuk menetukan bahwa permintaan dapat dipenuhi atau tidak, fasilitas yang ada akan berlebih atau tidak.

Perencanaan Kapasitas atau Capacity Planning merupakan salah satu proses yang penting dalam suatu sistem produksi.

Kapasitas dapat diartikan sebagai kemampuan untuk mencapai, menyimpan atau menghasilkan sedangkan yang dimaksud dengan Kapasitas Produksi adalah jumlah unit maksimal yang dapat dihasilkan dalam jangka waktu tertentu dengan menggunakan sumber daya yang tersedia.

Dalam Manajemen Operasi dan Produksi, Kapasitas Produksi perlu ditentukan dan direncanakan dengan baik sehingga dapat memenuhi permintaan pelanggan.Kapasitas ini biasanya dinyatakan dengan jumlah unit yang dihasilkan (Volume) per satuan waktu. Beberapa faktor yang mempengaruhi kapasitas produksi

diantaranya seperti jumlah tenaga kerja yagn digunakan, kemampuan dan keahlian tenaga kerja, jumlah mesin dan peralatan kerja yang digunakan, perawatan mesin, tingkat kecacatan produk, pemborosan dalam proses produksi, pasokan bahan baku dan bahan-bahan pendukung dan produktivitas kerja.

2. Perencanaan Kapasitas berdasarkan pendapat Freddy Rangkuti (2005, p94) :

Perencanaan kapasitas produksi adalah langkah pertama ketika sebuah organisasi memutuskan untuk memproduksi lebih banyak atau ingin membuat sebuah produk baru.Apabila ingin meningkatkan jumlah produksi yang sudah ada, organisasi itu perlu mengevaluasi kapasitas yang ada sebelumnya.

Jadi perencanaan kapasitas adalah langkah awal yang dilakukan perusahaan untuk menentukan jumlah profuk yang akan dihasilkan perusahaan.

Berdasarkan pendapat Freddy Rangkuti (2005, p96) Ada tahap-tahap kegiatan dalam penyusunan Perencanaan Kapasitas meliputi kegiatan berikut:

1. Mengevaluasi kapasitas yang ada.

2. Memprediksi kebutuhan kapasitas yang akan dating.

3. Mengidentifikasi alternative terbaik untuk mengubah kapasitas 4. Menilai aspek keuangan, ekonomi, dan teknologi alternative

5. Memilih alternative kapasitas yang paling sesuai untuk mencapai misi strategi.

3. Dalam produksi dan manajemen operasi, terdapat tiga tipe dari kapasitas yaitu:

1) Potential Capacity

Kapasitas yang dapat dibentuk untuk membantu pimpinan untuk mengambil keputusan. Ini merupakan inti dari keputusan jangka panjang yang tidak akan terpengaruh oleh manajemen produksi per hari.

2) Immediate Capacity

Jumlah dari kapasitas produksi yang dapat dibentuk menjadi tersedia dalam jangka waktu yang singkat. Ini merupakan kapasitas maksimum dari kapasitas Potensial (diasumsikan digunakan secara produktif).

3) Effective capacity

Merupakan suatu konsep penting.Tidak seluruh kapasitas produksi sesungguhnya dapat digunakan atau terbuang.Ini merupakan hal penting untuk seorang manager produksi untuk apakah kapasitas sesungguhnya dapat tercapai.

Tujuan Perencanaan Kapasitas

Tujuan perancanaan kapasitas adalah pencapaian tingkat utilitas tinggi dan tingkat pengembalian investasi yang tinggi, dimana penetapan ukuran fasilitas sangatlah menentukan.

Perencanaan Kapasitas

Perencanaan Kapasitas dapat Dilihat dalam tiga Horizon waktu:

1. Kapasitas jangka pendek (< 3 bulan)

Perencanaan kapasitas jangka pendek –kurang dari tiga bulan .ini dikaitkan pada proses penjadwalan harian atau mingguan dan menyangkut pembuatan penyesuian – penyesuian untuk menghapus ‘’ variance’’ antara keluaran yang direncanakan dan keluaran nyata . keputusan perencanaan mencakup alternatif – alternatif seperti kerja lembur, pemindahan personalia, penggantian routing produksi

2. Kapasitas jangka menengah (3-18 bulan)

Perencanaan kapasitas jangka menengah ( intermediet range) - rencana- rencana bulanan atau kuartalan untuk 3 sampai 18 bulan yang atau yang akan datang. Dalam hal ini, kapasitas juga bervariasi karena alternative – alternative seperti penarikan tenaga kerja, pemutusan kerja, peralatan – peralatan bukan utama.

3. Kapasitas jangka panjang p (>1 tahun)

Perencanaan kapasitas jangka panjang (long time) – lebih dari satu tahun. Di mana sumber daya produktif memakan waktu lama untuk memperoleh atau menyelesaikan, seperti bangunan, peralatan atau fasilitas. Perencanaan kapasitas jangka panjang memerlukan partisipasi dan persetujuan manajemen puncak.

3. Perencanaan Kapasitas jangka Pendek

Perencanaan kapasitas jangka pendek diguakan untuk menangani secara ekonomis hal-hal yang sifatnya mendadak di masa yang akan datang, misalnya untuk memenuhi permintaan yang bersifat mendadak atau seketika dalam jangka waktu pendek. Kebanyakan perusahaan tidak beroperai penuh selama 24 jam per hari dan tidak pernah beroperasi penuh tujuh hari per minggu. Jika perusahaan beroperasi penuh delapan jam per hari (satu shif) dan lima hari per minggu, maka kapasitas normal jam kerja perusahaan adalah 40 jam per minggu. Namun demikian 40 jam per minggu bukanlah kapasitas maksimum yang dimiliki.

Dalam banyak kasus perusahaan dimungkinkan untuk bekerja melebihi kapasitas norma;, sehingga kapasitas output maksimumnya lebih dari 40 jam kerja.

Menghadapi kondisi seperti ini, untuk menambah atau menurunkan kapasitas mungkin perusahaan melakukan penambahan dan pengurangan jam kerja, melakukan

sub-Kontrak dengan perusahaan lain apabila terjadi 1989.di perubahan permintaan. Untuk meningkatkan kapasitas jangka pendek terdapat lima cara yang dapat digunakan perusahaan (krajewzki & Ritzman),

1. Meningkatkan jumlah sumber daya:

a. Penggunaan kerja lembur b. Penambahan regu kerja

c. Memerikan kesempatan kerja secara part-time d. Sub-Kontrak

e. Kontrak kerja

2. Memperbaiki penggunaan sumber daya:

a. Mengatur regu kerja b. Menetapkan skedul 3. Memodifikasi produk:

a. Menentukan standar produk

b. Melakukan perubahan jasa operasi c. Melakukan pengawasan kualitas 4. Memperbaiki permintaan:

a. Melakukan perubahan harga b. Melakukan perubahan promosi 5. Tidak memenuhi permintaan:

a. Tidak mensuplai semua permintaan

4. Perencanaan Kapasitas jangka Menengah

Perencanaan kapasitas jangka menengah (intermediet range) rencana-rencana bulanan atau kuartalan untuk 3 sampai 36 bulan yang atau yang akan datang. Dalam hal ini, kapasitas juga bervariasi karena alternative–alternative seperti penarikan tenaga kerja, pemutusan kerja, peralatan–peralatan bukan utama.

5. Perencanaan Kapasitas jangka Panjang

Perencanaan kapasitas jangka pajang merupakan strategi operasi dalam menghadapi segala kemungkinan yang akan terjadi dan sudah dapat diperkirakan sebelumnya. Misalnya, rencana untuk menurunkan biaya produksi per unit, dalam jangka pendek sangat sulit utuk dicapai karena unit produk yang dihasilkan masih berskala kecil, tetapi dalam jangka panjang rencana tersebut dapat dicapai dengan meningkatkan kapasitas produksi.

Persoalan yag timbul adalah berapa jumlah produk yang dihasilkan agar biaya produksi seminimum mungkin.

4. Kapasitas apabila diimplementasikan dalam pemasyarakatan.

PEMASYARAKATAN

Pemasyarakatan adalah kegiatan untuk melakukan pembinaan Warga Binaan Pemasyarakatan berdasarkan sistem, kelembagaan, dan cara pembinaan yang merupakan bagian akhir dari sistem pemidanaan dalam tata peradilan pidana.

Sistem Pemasyarakatan adalah suatu tatanan mengenai arah dan batas serta cara pembinaan Warga Binaan Pemasyarakatan berdasarkan Pancasila yang dilaksanakan secara terpadu antara pembina, yang dibina, dan masyarakat untuk meningkatkan kualitas Warga Binaan Pemasyarakatan agar menyadari kesalahan, memperbaiki diri, dan tidak mengulangi tindak pidana sehingga dapat diterima kembali oleh lingkungan masyarakat, dapat aktif berperan dalam pembangunan, dan dapat hidup secara wajar sebagai warga yang baik dan bertanggung jawab.

Sebagaimana kita ketahui bahwa disini abila perencanaan kapasitas dikaitkan dengan pemasyarakatan khususnya lembaga pemasyarakatan maupun rumah tahanan negara, maka kita disini berbicara mengenai daya tampung dari UPT pemasyarakatan itu sendiri, daya tampung disini ialah daya tampung jumlah WBP yang dapat ditempatkan di UPT tersebut. Karena sangat berpengaruh terhadap keamanan dan proses pembinaan dari WBP itu sendiri.

Adapun manfaat dari strategi kapasitas bagi pemasyarakan disini antara lain

a. Dengan adanya strategi kapasitas, kita sebagai pegawai pemasyarakatan dapat mengetahui bagaimana manajemen penempatan warga binaan pemasyarakatan, untuk mencegah gangguan keamanan dan ketertiban.

b. Dengan mengetahui kapasitas strategi kita dapat merencanakan efisiensi dari proses pembianaan yang akan dilaksanakan kepada warga binaan pemasyarakatan. Yang dimana dilakukan dengan cara bertahap.

c. kapasitas sangat bermanfaat mengetahui perencanaan output, biaya pemeliharaan dan proses pelaksanaan kegiatan di pemasyarakatan khususnya di lapas dan rutan, dan sangat menentukan dalam analisis kebutuhan.

Dalam dokumen MODUL MATA KULIAH: MANAJEMEN OPERASIONAL (Halaman 26-46)

Dokumen terkait