• Tidak ada hasil yang ditemukan

MODUL MATA KULIAH: MANAJEMEN OPERASIONAL

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2022

Membagikan "MODUL MATA KULIAH: MANAJEMEN OPERASIONAL"

Copied!
258
0
0

Teks penuh

(1)

MODUL MATA KULIAH:

MANAJEMEN OPERASIONAL

Di susun Oleh:

DR. ZAHERA MEGA UTAMA,SE.MM (DOSEN)

POLITEKNIK ILMU PEMASYARAKATAN

BADAN PENGEMBANGAN SUMBER DAYA MANUSIA KEMENTERIAN HUKUM DAN HAK ASASI MANUSIA RI

2021

(2)

KATA PENGANTAR

Alhamdulillah, puji syukur kehadirat Allah SWT yang telah memberikan rahmat dan inayah-Nya sehingga kami dapat menyelesaikan membuat Modul untuk mata kuliah Manajemen Operasional.

Kami menyadari, bahwa modul ini yang kami buat ini masih jauh dari kata sempurna baik segi penyusunan, bahasa, maupun penulisannya. Oleh karena itu, kami sangat mengharapkan kritik dan saran yang membangun dari semua pembaca guna menjadi acuan agar penulis bisa menjadi lebih baik lagi di masa mendatang.

Semoga Modul mata kuliahnManajemen Operasional ini bisa menambah wawasan para pembaca dan bisa bermanfaat untuk perkembangan dan peningkatan ilmu pengetahuan.

(3)

DAFTAR ISI

Kata

Pengantar………...………2 Daftar

Isi….………....………3

Teori Fungsi-Fungsi Manajemen……… .6

Strategi Proses, Teknologi dan

Kapasitas……….….……16 Strategi Penentuan Lokasi dan Fasilitas

Operasi……….……….…25

Perancangan Lay Out Fasilitas dan Material

Handling………..………34

Manajemen

Proyek………...45 Perencanaan

Produksi………...56

Manajemen

Persediaan……….6 4

(4)

Model Just In

Time………..81

Supply-Chain

Management………84

Manajemen

Kualitas………..………...93

Manajemen

Pemeliharaan………103

Manajemen

Operasional………112

Manajemen Operasional

II……….116 Daftar

Pustaka………125

(5)

TEORI FUNGSI-FUNGSI MANAJEMEN

Konsep Manajemen A. Definisi Manajemen

Secara sederhana manajemen merupakan Seni memperoleh hasil melalui berbagai kegiatan orang lain. Secara etimologis, kata manajemen berasal dari berbagai bahasa, yang pertarna yaitu dari bahasa Prancis kuno yakni menagement, yang memiliki artiseni melaksanakan dan mengatur. Dalam bahasa Italia, yaitu meneggiare yang memiliki arti mengendalikan. Sedangkan dalam bahasa Inggris berasal dan kata to manage yang artinya mengelola atau mengatur.

Adapun definisi manajemen secara etimologis dapat disimpulkan bahwa manajernen merupakan sebuah aktivitas untuk mengatur atau mengelola. Berikut akan dijelaskan melalui beberapa ahli diantaranya sebagai berikut :

v Menurut George R. Terry

Manajemen adalah Suatu proses khas yang terdiri dari tindakan-tindakan perencanaan (planning), pengorganisasian (organizing), pengarahan (actuacting), dan pengendalian (controlling) yang dilakukan untuk menentukan serta mencapai sasaran-sasaran yang telah ditentukan melalui pemanfaatan SDM dan sumber- sumber lainnya.

(6)

v Menurut john D. Millet

Manajemen merupakan Proses memimpin dan melancarkan pekerjaan dari sekelompok orang yang terorganisasi formal sebagai suatu kelompok, untuk mencapai tujuan yang diinginkan.

v Menurut John F. Mee

Manajemen adalah seni untuk mencapai hasil yang maksimal dengan usaha minimal supaya tercapai kesejahteraan dan kebahagiaan maksimal baik bagi pimpinan maupun para pekerja, serta memberikan pelayanan yang sebaik mungkin kepada masyarakat.

v Menurut James A.F. Stoner

Manajemen merupakan proses perencanaan, penggorganisasian, dan penggunaan sumber daya organisasi yang lain dalam rangka mencapai tujuan organisasi yang telah ditetapkan.

v Menurut F.X. Soedjadi

Manajemen merupakan Proses kegiatan seorang pemimpin ( manajer ) yang harus dilaksanakan melalui cara-cara ilmiah atau praktis untuk mencapai tujuan yg telah ditetapkan melalui kerjasama dengan orang lain sebagaai sumber tenaga kerja serta memanfaatkan sumber- sumber lain yg tersedia dengan cara yang setepat mungkin.

Kesimpulan umum dari definisi manajemen di antaranya adalah:

(7)

1. Yang disebut manajemen itu ada dan terjadi atau terimplementasi di dalam suatu organisasi.

2. Dalam pengertian manajemen selalu terkandung adanya sesuatu atau beberapa tujuan tertentu yang akan dicapainya.

3. Dalam mencapai tujuan itu melibatkan manusia dan sumber-sumber Iainnya.

4. Dalam mencapai tujuan itu dilakukan melalui tahap-tahap kegiatan atau proses tertentu.

5. Pencapaian tujuan yang melibatkan manusia serta sumber-sumber lainnya itu dilakukan dengan Cara yang paling efisien.

B. Arti penting Manajemen Bagi Organisasi

Menurut T. Hani Handoko, arti penting manajemen bagi organisasi terdiri atas 3 (tiga), yaitu:

1. Untuk mencapai tujuan organisasi.

Sebagaimana diketahui bahwa setiap organisasi pasti memiliki visi, misi, dan tujuan. Manajemen dalam hal ini membantu bagaimana mewujudkannya.

2. Untuk menjaga keseimbangan di antara tujuan-tujuan yang Saling bertentangan.

(8)

Adapun yang dapat kita ketahui bahwa di dalam organisasi memiliki keanekaragaman, semisal dalam hal ini sumber daya manusia meliputi pemikiran, persepsi, sudut pandang, metode, dan lain sebagainya.

Perbedaan itu memicu adanya pertentangan atau perselisihan jika tidak dikelola dengan baik. Oleh karena itu, dengan adanya manajemen maka berusaha semaksimal mungkin untuk menciptakan proses kerja yang kondusif, hubungan kerja harmonis antara satu dengan lainnya sehingga tujuan organisasi akan segera bisa tercapai.

3. Untuk mencapai efisiensi dan efektivitas.

Sebuah organisasi dalam pelaksanaannya menuntut semua sumber daya yang dimiliki untuk dapat berjalan efektif dan efisien. Hal ini menjadi penting dikarenakan organisasi mengharapkan semaksimal mungkin bisa mengurangi biaya dengan mengoptimalkan proses dan hasil kerja dalam tercapainya tujuan organisasi.

C. Unsur-Unsur Manajemen

Unsur usur manajemen dikenal dengan sebutan 6M yaitu : 1. Man (Manusia)

Dalam manajemen, faktor manusia adalah yang paling menentukan.

Manusia yang membuat tujuan dan manusia pula yang melakukan proses untuk mencapai tujuan. Tanpa ada manusia tidak ada proseskerja.

(9)

2. Money (Uang)

Uang merupakan salah satu unsur yang tidak dapat diabaikan. Uang merupakan alat tukar dan alat pengukur nilai. Besar-kecilnya hasil kegiatan dapat diukur dari jumlah uang yang beredar (cash flow) dalam perusahaan. Oleh karena itu, uang merupakan alat (tools) yang penting untuk mencapai tujuan, karena segala sesuatu harus diperhitungkan secara rasional.

3. Materials (Bahan-bahan)

Material terdiri dari bahan setengah jadi (raw material) dan bahan jadi.

Dalam dunia usaha untuk mencapai hasil yang lebih baik, selain manusia yang ahli dalam bidangnya, juga harus dapat menggunakan material atau bahan baku sebagai salah satu sarana. Tanpa material tidak akan tercapai hasil yang dikehendaki. Penentuan jumlah material juga menentukan produktivitas dan efisiensi perusahaan dalam aktivitas operasionalnya.

4. Machine (Mesin)

Dalam kegiatan perusahaan, mesin sangat diperlukan. penggunaan mesin akan membawa kemudahan atau menghasilkan keuntungan yang lebih besar, serta menciptakan efisiensi kerja. produktivitas akan semakin tinggi dengan kehadiran teknologi canggih sebagai pengganti dari tenaga manusia yang terbatas dan memiliki biaya relatif besar.

(10)

5. Methods (Metode)

Dalam pelaksanaan kerja, diperlukan metode- metode kerja atau sistem- sistem kerja. Suatu tata cara kerja yang baik akan memperlancar jalannya pekerjaan. Sebuah metode atau sistem kerja akan sangat dibutuhkan dalam menjalankan seluruhaktivitas operasional perusahaan. Metode atau sistem ini bertindak sebagai pemandu sikap dan tingkah laku, serta tata cara dalam proses pekerjaan, sehingga diharapkan dalam pelaksanaannya sesuai dengan alur dan ketentuan yang berlaku di sebuah perusahaan

6. Market (Pasar)

Dalam dunia bisnis, pasar memegang posisi yang cukup penting dan strategis. Pasar sebagai ujung tombak dalam aktivitas bisnis, karena di sanalah bisnis bisa mendapatkan keuntungan. Bisnis selalu mengedepankan customer oriented atau market oriented, dimana sebagai pelaku bisnis yang ingin maju dan berkembang, maka harus mengetahui apa yang menjadi kebutuhan dan keinginan pasar.

Perusahaan yang mampu memenuhi kebutuhan dan keinginan pasar akan tetap bertahan dan mampu bersaing dalam lingkungan persaingan yang kompetitif.

D. Manajemen dan Manajer

(11)

Manajer merupakan setiap orang yang memiliki tanggung jawab atas bawahan dan sumber daya organisasi lainnya. Manajer dapat diklasifikasikan dalam tingkatan low, middle, dan top manajer yang digambarkan sebagai berikut.

E. Fungsi Manajemen

I. Planning (Perencanaan)

Berikut adalah penjelasan dari fungsi- fungsi manajemen

(12)

Perencanaan adalah proses yang mendefinisikan tujuan dari organisasi, membuat strategi yang akan digunakan untuk mencapai tujuan dari organisasi, dan mengembangkan rencana aktivitas kerja organisasi. Dalam mengawali setiap aktivitas pada sebuah pekerjaan dalam organisasi bisnis, dibutuhkan fungsi perencanaan sebagai tahapan pertama untuk menentukan arah dan tujuan organisasi bisnis ke depan.

II. Organizing (Pengorganisasian)

Pengorganisasian didefinisikan sebagai proses kegiatan penyusunan atau alokasi sumber daya organisasi dalam bentuk desain organisasi atau struktur organisasi sesuai dengan tujuan perusahaan yang tertuang di dalam visi dan misi perusahaan, sumber daya organisasi, dan lingkungan bisnis perusahaan tersebut.

III. Actuating (Pelaksanaan)

Actuacting adalah suatu tindakan untuk mengusahakan agar semua anggota kelompok berusaha untuk mencapai sasaran yang sesuai dengan perencanaan manajerial dan usaha-usaha organisasi.

Dengan kata lain, sebuah pelaksanaan adalah proses implementasi dari segala bentuk rencana, konsep, ide, dan gagasan yang telah sebelumnya disusun, baik pada level manajerial maupun level operasional dalam rangka mencapai tujuan, yaitu visi dan misi organisasi.

(13)

IV. Controling (pengawasan/Evaluasi)

Controling merupakan salah satu fungsi manajemen untuk melakukan control atau evaluasi terhadap kinerja organisasi. Dalam hal ini controling digunakan untuk memastikan bahwa apa yang sudah direncanakan, disusun, dan dijalankan dapat berjalan sesuai dengan aturan main atau prosedur yang telah dibuat. Selain itu, Pengawasan akan bisa memonitor kemungkinan ditemukannya penyimpangan dalam praktik pelaksanaannya, sehingga bisa segera terdeteksi lebih dini untuk dapat dilakukan upaya pencegahan dan perbaikan. Pada dasarnya, pengawasan merupakan tindak lanjut dari fungsi-fungsi sebelumnya, bahwa dalam serangkaian fungsi atau aktivitas dalam sebuah organisasi dibutuhkan kontrol atau evaluasi guna memastikan bahwa semua dijalankan sesuai dengan standar dan aturan yang berlaku.

1. Manajemen Operasi

A. Pengertian Manajemen Operasi

Manajemen Operasi adalah disiplin ilmu yang diterapkan di berbagai perusahaan manufaktur maupun jasa. Pengenalan manajemen operasi perlu dilakukan dengan benar sebelum membahas masalah- masalah yang lain di dalam manajemen operasi. Teknik manajemen operasi diterapkan di seluruh dunia pada seluruh usaha produksi yang

(14)

dilakukan di kantor, gudang, restoran, pusat perbelanjaan, maupun pabrik.

Manajemen operasi juga dapat didefinisikan sebagai serangkaian kegiatan yang meliputi desain, operasi, dan perbaikan sistem yang menciptakan dan menyampaikan produk dan jasa atau berupa pelayanan (Chase et al., 2006). Manajemen operasi juga berkaitan dengan pengelolaan semua proses individu yang seefektif mungkin.

Dalam fungsi operasi, keputusan manajemen dapat dibagi ke dalam keputusan strategik (jangka panjang), keputusan taktik (jangka menengah), dan keputusan perencanaan dan pengendalian operasi (jangka pendek).

Terdapat dua jenis proses dalam kegiatan operasi yakni proses inti (core process) dan proses pendukung (support process). Proses inti merupakan serangkaian kegiatan yang menyampaikan nilai pada pelanggan dimana manajer dan karyawan berinteraksi dengan pelanggan eksternal dan membangun hubungan dengan mereka, mengembangkan produk dan jasa baru, berinteraksi dengan pemasok eksternal, dan menghasilkan produk dan jasa atau pelayanan untuk pelanggan eksternal. Selanjutnya, proses pendukung memberikan sumber daya dan input yang penting ke dalam proses inti yang penting bagi pengelolaan kegiatan perusahaan atau organisasi.

(15)

Dalam manajemen operasi dilakukan proses transformasi yang mengubah input menjadi output. Input dapat meliputi bahan baku, pelanggan, atau produk yang berasal dari sistem lain. Proses transformasi dapat dikategorikan sebagai fisikal (dalam perusahaan manufaktur), lokasi (seperti perusahaan transportasi), pertukaran (seperti pada usaha retail), penyimpanan (seperti penggudangan), fisiologikal (seperti dalam perawatan kesehatan), dan informasional (seperti dalam perusahaan telekomunikasi). Peran operasi adalah menciptakan nilai. Proses transformasi dapat dipandang sebagai serangkaian kegiatan sepanjang rantai nilai (value chain) dari pemasok ke pelanggan

Selain itu, manajemen operasi merupakan salah satu dari empat fungsi utama (operasi, keuangan, pemasaran, dan sumber daya manusia) dalam perusahaan atau organisasi, dan secara terintegrasi melaksanakan bisnis dengan ketiga fungsi lainnya. Oleh karena itu, dalam manajemenoperasi perlu dipelajari bagaimana mengadakan pengorganisasian untuk menghasilkan kegiatan yang produktif.

2. Perlunya Manajemen Operasi

Manajemen operasi atau dalam pengertian luas dinamakandengan manajemen produksi. Manajemen operasi berkaitan denganproduksi barang dan jasa. Hasil produksi barang atau jasa yangmelimpah berada

(16)

di bawah koordinasi dan pengawasan manajeroperasi.Mengapa manajemen operasi perlu dipelajari secarakhusus?

a. Manajemen operasi salah satu dari tiga fungsi organisasi(produksi, keuangan, pemasaran) dan secara integralberhubungan dengan semua fungsi bisnis lainnya. Olehkarena itu, manajemen operasi mempelajari cara mengaturdiri sendiri untuk usaha yang produktif.

b. Ingin mengetahui cara barang dan jasa dihasilkan. Fungsi produksi merupakan segmen yang menciptakan produk yangkita konsumsi.

c. Ingin mengetahui hal-hal yang dilakukan oleh manajeroperasi, sehingga kita dapat mengembangkan kemampuanyang diperlukan jika menjadi manajer.

d. Manajemen operasi merupakan bagian dari perusahaan yangmengonsumsi sebagian besar dana perusahaan (Deitiana, 2011:7).

3. komponen-komponen pembentuk manajemen operasi 1) aktivitas manajemen

Manajemen adalah siklus kegiatan merencanakan, melaksanakan,mengevaluasi, dan melakukan perbaikan. Pengertian umummanajemen mengandung kegiatan merencanakan, mengorganisasikan,menggerakkan, dan mengendalikan lebih tepat jika digunakan dalamkonteks organisasi secara menyeluruh.

(17)

2) Konsep IPO

Input-Proses-Output (IPO) menjadi inti dari aktivitas manajemen.Setiap proses pasti memiliki input dan output. Input dapat berupamaterial, bahan baku, komponen, bahan bakar, uang, tenaga kerja,jam orang, waktu atau sumber daya lainnya. Output merupakan hasildari proses yang dicirikan dengan adanya nilai yang bertambah dariinput yang diterima. Proses dikatakan baik jika mampu memberinilai tambah pada input yang diterima.Terlepas hasil aktivitas evaluasi terhadap proses menyatakanbaik atau tidak, adanya indikator proses dapat menjadi pemicuaktivitas perbaikan.

Hasilnya diharapkan setiap proses dapat menjadilebih baik, lebih cepat, lebih murah dan/atau lebih aman.

3) Indikator Proses

Indikator proses diturunkan dari tipikal kebutuhan industri,yaitu sebagai berikut.

a) Quality adalah kualitas yang dapat diterjemahkan sebagai upayamembuat produk dengan lebih baik dari kondisi sebelumnyaatau lebih baik dalam pemenuhan spesifikasi.

b) Cost ditujukan sebagai ukuran biaya yang dibutuhkan untukmelaksanakan suatu proses. Suatu proses semakin baik apabilamemerlukan biaya lebih murah dengan output yang sama.

c) Delivery/responsif, dimaksudkan sebagai kecepatan perusahaanmengantarkan barang dan jasanya kepada pelanggan.

(18)

Suatuproses semakin baik jika dapat melakukannya lebih cepat,termasuk ke dalam pengertian responsif adalah fleksibilitasperusahaan dalam membuat barang dan jasa yang dibutuhkanpelanggan.

d) Safety, dimaksudkan untuk menyatakan tingkat keamanandan keselamatan kerja bagi karyawan dan diperluas hinggakeamanan dampak proses bagi lingkungan. Proses yang lebihaman harus terus diupayakan dalam perbaikan proses.

4) Efsiensi dan Efektivitas

Efisiensi adalah ukuran tingkat penggunaan sumber daya dalam suatu proses. Semakin hemat/sedikit penggunaan sumberdaya, prosesnya dikatakan semakin efisien. Proses yang efisienditandai dengan perbaikan proses sehingga menjadi lebih murahdan lebih cepat. Efisiensi merupakan suatu ukuran keberhasilanyang dinilai dari segi besarnya sumber/biaya untuk mencapai hasildari kegiatan yang dijalankan.Efektivitas adalah ukuran tingkat pemenuhan output atautujuan proses. Semakin tinggi pencapaian target atau tujuan proses,

4. Kaitan Pemasyarakatan Dengan Manajemen Operasi

Menurut Zulian Yamit (2003), karakteristik dari sistem manajemen operasi adalah sebagai berikut.

(19)

1) Mempunyai tujuan menghasilkan barang dan jasa, yaitu sesuai dengan hal-hal yang telah direncanakan sebelum proses produksi dimulai.

Pada pemasyarakatan juga terdapat penghasil produksi suatu produk, dimana kegiatan ini terdapat pada sub kerja giatja (kegiatan kerja). Semua WBP yang dipekerjakan pada kegiatan kerja ini terlebih dahulu melewati/memenuhi syarat dan ketentuan secara administratif secara undang-undang. Dimana nantinya para WBP akan diberikan mentor yang profesional dibidang kegiatan kerja yang akan diproduksi. Sama halnya seperti perusahaan lain yang sedang mencapai target kinerja. Disini para WBP juga memiliki tujuan untuk menghasilkan barang dan menerima jasa dari mitra kerja. Kegiatan seperti ini juga memiliki UPT tersendiri yang disebut dengan lapas industri dan lapas terbuka.

2) Mempunyai kegiatan proses transformasi, yaitu memproduksi atau mengatur produksi barang dan jasa dalam jumlah, kualitas, harga, waktu serta tempat tertentu sesuai dengan kebutuhan.

Hal ini dilakukan guna menjaga kinerja produksi yang dikelola oleh UPT pemasyarakatan khususnya pada sub kegiatan kerja maupun lapas industri dan lapas terbuka. Walaupun produksi dilakukan didalam penjara yang dikelilingi tembok ataupun pagar tidak menyurutkan kualitas produksi yang dihasilkan. Hal ini dapat dibuktikan dengan adanya UPT pemasyarakatan yang berhasil

(20)

menembus pangsa pasar internasional. Seperti lapas ciangir, lapas pahuwato, maupun lapas pontianak. Keseluruhan produk yang dihasilkan telah memiliki kualitasnya, harga, target waktu masing-masing sesuai dengan permintaan pasar.

3) Adanya mekanisme yang mengendalikan pengoperasian, yaitu menciptakan beberapa jenis nilai tambah, sehingga keluarannya lebih berharga bagi konsumen daripada jumlah masukannya.

Pengoperasian seperti ini biasanya lebih terkontrol apabila UPT pemasyarakatan sebagai milik pemerintah melakukan MoU kepada perusahaan swasta sebagai mitra usaha. Agar dalam pemenuhan sarana prasarana pengelolaan barang dan produksi dapar terpenuhi tanpa harus menunggu anggaran. Sehingga dengan adanya kerjasama mitra usaha nantinya dapat membuat pemasaran dan penjualan produksi warga binaan pemasyarakatan menjadi meningkat.

Ruang Lingkup Manajemen Operasi Ada tiga aspek yang saling berkaitan dalam ruang lingkup manajemen operasi, yaitu sebagai berikut.

1) Aspek struktural, yaitu aspek yang memperlihatkan konfigurasi komponen yang membangun sistem manajemen operasi dan interaksinya satu sama lain.

hal ini sangan diperlukan dalam menjalankan suatu pekerjaan yang terkontrol dan efektive. Dengan adanya aspek struktural

(21)

berarti setiap bagian tugas memiliki supervisor yang bertugas untuk mengawasi setiap pekerjaan para staff/karyawan. Itu berarti setiap tugas dan tanggung jawab pada masing-masing bagian kerja menjadi lebih terkontrol. Seperti apa yang ada bada bagan struktur organisasi yang ada di UPT lapas.

Sebagaimana di lapas maka pemimpin pada bagian kerja diketuai oleh kasi giatja (kegiatan kerja).

2) Aspek fungsional, yaitu aspek yang berkaitan dengan manajemen serta organisasi komponen struktural ataupun interaksinya mulai dari perencanaan, penerapan, pengendalian, dan perbaikan agar diperoleh kinerja optimum.

Sementara dalam menjalankan tugasnya sebagai ketua pelaksanaan pembimbingan kerja pada lapas kasi giatja dibantu oleh 2 kasubsi yaitu : kasubsi bimbingan kerja dan kasubsi sarana kerja. Jadi dapat dikatakan bahwa para staff pegawai diawasi oleh 2 kasubsi pada tusi yang brbeda.

Sehingga nantinya para staff dapat dengan mudah berkoordinasi dengan para WBP atas perintah dan arahan dari para kasubsi.

3) Aspek lingkungan, memberikan dimensi lain pada sistem manajemen operasi yang berupa pentingnya memperhatikan perkembangan dan kecenderungan yang terjadi di luar system

(22)

Aspek lingkungan semacam ini lebih cenderung dikontrol oleh para kasubsi dan pihak swasta selaku mitra pada kegiatan kerja yang ada di lapas .dikarenakan bagian pemasara dilakuan oleh pihat swasta yang bekerjasama dengan lapas.

Sehingga dapat dipastikan informasi perubahan yang terjadi dilingkungan dapat dikendalikan.

Berikut adalah penjelasan mengenai perencanaan kapasitas secara umum yang dipandang dalam tiga dimensi waktu menurut Brown).

1) Perencanaan Jangka Panjang (long-term) Perencanaan ini memerlukan waktu lebih dari 1 tahun. Sumber daya produktif (seperti gedung, peralatan atau fasilitas) membutuhkan waktu yang lama untuk diperoleh atau dibuang. Perencanaan kapasitas jangka panjang membutuhkan partisipasi dari manajemen puncak karena keputusan yang diambil berkenaan dengan fungsi penambahan fasilitas dan peralatan yang memiliki lead time panjang.

Pada rencana jangka panjang seperti ini, sudah sangat lama dicanangkan oleh ditjen pas sebagai bahasan dalam meningkatkan produktivitas pada lapas terbuka dan lapas industri. Hal ini tidak lain untuk memberikan bekal keterampilan kepada WBP sebagai orang yang nantinya akan dilakukan

(23)

pembauran ke lingkungan masyarakat dengan maksud memulihkan hidup, kehidupan, dan penghidupannya, sehingga tidak terjadi residivis pada WBP bersangkutan. Adapun rencana ini telah terlaksana, sebagaimana yang telah dibangun di pulau nusakambangan. Adapun UPT tersebut bernama lapas terbuka ciangir. Sehingga dalam memgiatkan produktivitas lapas tersebut dibutuhkan keahlian manajemen operasional sebagai solusi dalam menyusun cara kerja aktivitas yang terdapat didalam prosesnya.

2) Perencanaan Jangka Menengah (Medium-Term) Perencanaan ini memerlukan waktu bulanan atau kwartalan untuk 3 hingga 18 bulan ke depan. Dengan demikian, kapasitas dapat divariasikan dengan memanfaatkan sumber daya yang tersedia, yaitu dengan menggunakan alternatif seperti penambahan jumlah karyawan atau jumlah shif, atau dapat dilakukan subkontrak dan menggunakan persediaan. Hal ini merupakan tugas dari perencanaan

Dalam melakukan penggiatan efektivitas kerja pada saat memanajemen seluruh kinerja karyawan diperlukan manajemen SDM dan manajemen operasional agar setiap individu dapat bekerja pada bidang keahliannya dan dapat pula bekerja sesuai

(24)

dengan bagian kerja yang dibutuhkan dalam menjalankan produksi pada kegiatan kerja. Dengan adanya disiplin kerja dan keahlian kerja maka dapat dipastikan proses produksi pada lapas industri ataupun terbuka berjalan dengan lancar. Salah satu rencana jangka menengah dari lapas terbuka yaitu adanya inovasi dan penambahan jenis produksi pada kegiatan kerja untuk meningkatkan pasar.

3) Perencanaan Jangka Pendek (Short-Term) Perencanaan ini memerlukan waktu kurang dari 1 bulan. Hal ini terikat dengan proses penjadwalan tugas dan karyawan secara harian atau mingguan atau pengalokasian mesin, dan membutuhkan penyesuaian untuk mengeliminasi perbedaan antara output aktual dengan yang direncanakan.

Adapun peran menajemen operasional pada jangka pendek lapas terbuka yaitu pemenuhan alat-alat produksi beserta pelatihan keahlian terhadap WBP yang bekerja pada kegiatan kerja. Hal ini dilakukan untuk meng-upgrade produksi menuju kinerja produksi yang efektif dan efisien.

5. Perlunya Belajar Manajemen Operasi

(25)

Ada beberapa alasan yang bisa dijadikan dasar perlunyamempelajari manajemen operasi, antara lain sebagai berikut.

a. Pada prinsipnya manajemen operasi memberikan cara pandang Manajemen operasi ini sudah menjadi isu biasa dalam industrimanufaktur ataupun industri jasa.

b. Pemahaman tentang cara mengelola operasi dengan pendekatanmodern, akan memudahkan untuk menganalisis danmemperbaiki sistem di perusahaan atau organisasi.

c. Konsep dan tools dalam manajemen operasi pada dasarnyadapat dan banyak diterapkan pada fungsi manajemen yanglain. Hal itu dikarenakan setiap fungsi manajemen akanmelibatkan proses dalam pekerjaannya.

d. Akhir-akhir ini manajemen operasi menawarkan karier yangcukup menantang seperti fungsi manajemen lainnya. Di berbagiperusahaan sudah biasa dijumpai jabatan manajer operasi,bahkan sampai direktur operasi.

e. Dalam pendidikan bisnis, peran manajemen operasi dapatdijadikan dua hal, yaitu:

1) manajemen operasi menjadi pilar wajib diajarkan kepadamahasiswa,

2) para recruiters mencari lulusan perguruan tinggi yang sudah memiliki cukup pengetahuan manajemenoperasi.

(26)

f. Manajemen operasi merupakan satu dari tiga fungsi utamasetiap organisasi yang sangat erat hubungannya dengan fungsi bisnis lainnya. Hal itu dikarenakan semua organisasimenjual, menghitung, dan memproduksi untuk mengetahui cara segmentasi manajemen operasional pada fungsi- fungsiorganisasi.

g. Manajemen operasi merupakan suatu cara memproduksi barangdan jasa. Fungsi produksi adalah bagian dari masyarakat yangmembuat produk yang biasa dipakai.

h. Manajemen operasi merupakan bagian termahal dari suatuorganisasi. Persentase pendapatan yang besar di berbagaiperusahaan dipakai untuk fungsi manajemen operasi.Manajemen operasi dapat menyediakan kesempatan yangbesar bagi organisasi untuk meningkatkan keuntungandan memperbaiki pelayanan kepada masyarakat.

STRATEGI PROSES, TEKNOLOGI & KAPASITAS

A. STRATEGI PROSES

1. Pengertian Strategi Proses

Pencapaian tujuan sebuah organisasi harus dilandasi oleh sebuah strategi yang tepat agar tujuan organisasi dapat terarah

(27)

dengan baik dan dapat tercapai sesuai dengan keinginan dari organisasi tersebut.Hal ini tentu sesuai dengan yang di diinginkan melalui visi dan di jalankan sesuai dengan misi yang ada di dalam organisasi tersebut.

Beberapa definisi yang dikemukakan oleh para ahli mengenai pengertian dari strategi proses, antara lain :

a. Definisi strategi proses oleh Heizer dan Render yaitu kondisi dimana organisasi melakukan pendekatan yang bertujuan untuk mengelola resource yang ada untuk diubah menjadi berupa barang maupun berupa jasa. Sehingga sebuah organisasi melakukan sesuatu terhadap resource atau sumber daya yang ada untuk digunakan untuk diolah sebagai sesuatu hasil yang diharapkan oleh konsumen, berupa barang maupun berupa jasa.(Heizer, 2015)

b. Definisi strategi proses oleh Haming dan Numajamuddin yaitu kondisi dimana organisasi melakukan perubahan resource menjadi output-output yang dapat berupa barang maupun dapat berupa jasa. Ditujukan kepada cara-cara dalam menghasilkan suatu output seperti keinginan konsumen.(Murdifin, 2011)

c. Definisi strategi proses oleh Yamit yaitu kondisi dimana didalamnya membutuhkan man, materials and machine untuk pemrosesan produksi sesuatu produk saat perusahaan

(28)

berjalan. Produk tersebut merupakan produk yang dapat berbentuk barang maupun berbentuk jasa sesuai dengan apa usaha perusahaan yang berjalan.(Yamit, 2002)

Melihat dari definisi-definisi diatas dapat kita simpulkan yaitu sebuah strategi proses adalah aktifitas usaha yang dilakukan sebuah perusahaan didalam menghasilkan produk yang dapat berupa barang ataupun berupa jasa yang bernilai serta bermanfaat guna bagi konsumen dengan pemanfaatan man, materials and machine untuk pemrosesan produksi sesuatu produk tersebut.

2. Jenis-jenis Desain Proses

Desain proses ada 4 fokus yaitu, fokus pada proses, fokus yangrepetitif, fokus pada produk dan fokus padakustomisasi(Murdifin, 2011), dapat dijelaskan sebagai berikut :

a. Fokus Pada Proses

Perusahaan ini dalam produksinya beraneka ragam akan tetapi dalam jumlah kecil divolume, dimana lebih sering pemanfaatan teknologi dengan rumitnya proses modal yang padat dengan kegiatan usaha job shop, contohnya tempat reparasi kendaraan roda empat, RS serta restaurant.

b. Fokus yangRepetitif

Perusahaan ini berusaha untuk memproduksi secara berulang-ulang produk serupa dengan membuat persediaan produk apabila dibutuhkan konsumen melalui perakitan

(29)

produk tersebut, contohnya pada usaha perakitan hand phone dan perakitan kendaraan roda dua.

c. Fokus Pada Produk

Perusahaan ini berfokus kepada konsumen/pasar dengan memproduksi produk yang tinggi keseragamannya dengan sedikitnya perbedaan, contohnya pabrik tepung dan cement industry

d. Fokus PadaKustomisasi

Perusahaan ini memproduksi produk secara massal dengan ciri-ciri produk dengan harga murah dan unik serta menjadikannya rumit sesuai kebutuhan yang berbeda-beda dari konsumen, dengan kata lain fokus pada kustomisasi merupakan gabungan ketiga desain proses diatas, contohnya industri pakaian dan industri sepatu.

3. Analisis Desain Proses

Terdapat 5 perangkat untuk memahami didalam proses yang dapat dipergunakan pada aliran serta desain proses (Heizer, 2015), dapat dijelaskan sebagai berikut :

a. Diagram Alur

Diagram alur/flow diagram yaitu gambaran dari berpindahnya seseorang, materi maupun produk serta dapat membantu

(30)

memhami, menganalisis, serta mengkomunikasikan proses, untuk peningkatan efektivitas serta efisiensi.

b. Pemetaan Fungsi Waktu

Pemetaan Fungsi Waktu/time-function mapping/process mapping dipergunakan untuk melakukan identifikasi serta eliminasi sesuatu yang tidak dibutuhkan, didalam step tambahan, repetition/pengulangan, serta lateness/keterlambatan yang tidak dibutuhkan, agar pemborosan hilang didalam proses produksi.

c. Pemetaan Arus Nilai

Pemetaan Arus Nilai/value stream mapping/VSM diperlukan untuk memantau secara meluas nilai yang dimasukkan kesemua proses produksi, tidak terkecuali pasokan, seperti halnya time-function mapping dimana dimulai dengan konsumen srta pemahaman produksi, yaitu tidak hanya pertimbangan pemrosesan tetapi juga dukungan dari keputusan management serta sistim TI.

d. Grafik Proses

Grafik Proses/process charts penggunaannya melalui simbol waktu dan jarak, memberikan langkah yang objective serta terstruktur berguna untuk analisis dan pencatatan efektivitas dalam membentuk proses, serta sangat mungkin memfokuskan kegiatan pertambahan nilai, simbol tersebut

(31)

bertujuan menganalisa orang/material yang melakukan pergerakan.

e. Perencanaan Pelayanan

Perencanaan Pelayanan/blueprinting service adalah suatu teknik analisis proses dengan berfokus pada konsumen serta relasi yang terjadi terhadap konsumen, dimana fokus manager demi kepuasan serta loyalitas konsumen akan layanan yang diberikan.

4. Pemetaan Fungsi Waktu

Pemetaan Fungsi Waktu/ time-functionmapping yaitu alat yang berguna meminimalisir pemborosan baik waktu/proses produksi didalam time-functionmapping dengan penggambaran secara urut dari proses produksi tersebut dimana simpul artinya kegiatan, tanda panah artinya arah aliran sedangkan waktu berada digaris datar yang memungkinkan user melakukan identifikasi serta penghilangkan boros didalam steptambahan, repetition/pengulangan, serta lateness/keterlambatan (Heizer, 2015), perusahaan dapat bersaing dipasaran dengan melihat kualitas produk yang dihasilkannya sebanding dengan kualitas pekerjanya.

(32)

Melalui time-functionmapping tersebut masalah akan cepat diketahui perusahaan sehingga dapat dilakukan perbaikan secepat mungkin agar proses produksi tidak terganggu (Abdillah, 2017), dimana terdapat dua diagram yaitu pemetaan fungsi waktu dasar

yaitu proses serta waktu sebelum perbaikan dan pemetaan fungsi waktu target yaitu proses dan waktu setelah perbaikan, yang ditunjukan gambar sebagai berikut.

Gambar 1.1 : Pemetaan fungsi Gambar

1.2 : Pemetaan fungsi target waktu dasar Sumber : (Heizer, 2006)Sumber : (Heizer, 2006) 5. Strategi Proses Dikaitkan Dengan Pemasyarakatan

Apabila dikaitkan dengan pemasyarakatan strategi proses ini cukup banyak mencakup tentang proses pelaksanan di pemasyarakatan, seperti dalam hal ini kita mengambil contoh pelaksanaan pembinaan dan pelayan. ADAPUN DALAM PROSES PEMBINAAN ini strategi proses memberikan peran sebgai berikut.

a. Dengan adanya strategi proses ini membuat UPT dapat memberikan proses pembinaan kepada warga binaan

(33)

pemasyarakatan dengan cara bertahap, sehingga perkembangan dari proses pembinaan ini dapat diketahui setiap tahapnya, karena adanya proses evaluasi pertahap.

b. Dengan adanya strategi prsoses ini membuat jalannya proses pelayanan kepada masyarakat maupun warga binaan pemasyarakatan dapat tertata dan berjalan dengan standar yang diharapkan.

c. Dengan adanya strategi proses ini juga dapat membuat memberikan informasi dan pelayanan selama warga binaan menjalani proses masa pidana mereka di dalam lapas atau rutan tahap demi tahap.

B. TEKNOLOGI

1. Pengertian Teknologi menurut para ahli

- Menurut Poerbahwadja Harahap, teknologi mengacu pada sebuah ilmu pengetahuan yang menyelidiki tentang cara kera di bidang teknik, mengacu pada sebuah ilmu pengetahuan yang digunakan dalam pabrik ataupun industri tertentu. Dimana definisi ini mengacu pada definisi praktis dari teknologi yang banyak ditemukan pada pabrik pabrik dan industri tertentu.

- Menurut seorang ahli teknologi lainnya bernama Nasibit, mengatakan bahwa teknologi adalah sebuah benda dan juga sekaligus obyek berikut bahan dan wujud yang berbeda dibandingkan dengan manusia biasa.

(34)

- Pendapat lain diungkapkan oleh Miarso, yang menyatakan bahwa teknologi adalah suatu bentuk proses yang meningkatkan nilai tambah.

2. Fungsi Teknologi

Pemanfaatan atau implementasi teknologi dalam kegiatan operasional organisasi akanmemberikan dampak yang cukup signifikan bukan hanya dari efisiensi kerja tetapijuga terhadap budaya kerja baik secara personal, antar unit, maupun keseluruhaninstitusi.Berdasarkan struktur organisasi, pemanfaatan teknologi informasi diklasifikasikanmenjadi 3 kategori, yaitu:

a. Perbaikan efisiensi : Pemanfaatan teknologi informasi untuk perbaikan efisiensiditerapkan pada level operasional organisasi. Pada kategori ini, pemanfaatan teknologiinformasi diukur dengan penurunan waktu dan biaya proses.

b. Perbaikan efektivitas : Pemanfaatan teknologi informasi untuk perbaikan efektifitasditerapkan pada level manajerial organisasi.

Pada kategori ini, pemanfaatan teknologiinformasi diukur dengan kemudaan dan kecepatan memperoleh status pencapaiantarget organisasi.

c. Strategic Improvement : Pemanfaatan teknologi informasi untuk strategicimprovement (perbaikan daya

(35)

saing) diterapkan pada level eksekutif organisasi.

Padakategori ini, pemanfaatan teknologi informasi diukur dengan kemudahan danketepatan pengambilan keputusan oleh eksekutif.

Menurut G.R. Terry, terdapat 5 peranan mendasar teknologi informasi di sebuahorganisasi, yaitu:

a. Fungsi Operasional : membuat struktur organisasi menjadi lebih ramping,karena telah diambil alih fungsinya oleh teknologi informasi. Karena sifatpenggunaannya yang menyebar di seluruh fungsi organisasi, unit terkaitdengan manajemen teknologi informasi akan menjalankan fungsinya sebagaisupporting agency dimana teknologi informasi dianggap sebagai sebuah firminfrastructure.

b. Fungsi Monitoring and Control : keberadaan teknologi informasi akanmenjadi bagian yang tidak terpisahkan dengan aktivitas di level manajerial didalam setiap fungsi manajer, sehingga struktur organisasi unit terkaitdengannya harus dapat memiliki span of control atau peer relationship yangm e m u n g k i n k a n t e r j a d i n y a i n t e r a k s i e f e k t i f d e n g a n p a r a p i m p i n a n d i organisasi terkait.

c. Fungsi Planning and Decision : keberadaan teknologi informasi dianggapsebagai enabler dari rencana organisasi dan merupakan sebuah knowledgegenerator bagi para pimpinan

(36)

organisasi yang dihadapkan pada realitas untukm e n g a m b i l s e j u m l a h k e p u t u s a n p e n t i n g s e h a r i - h a r i n y a . T i d a k j a r a n g o r g a n i s a s i y a n g p a d a a k h i r n y a m e m i l i h m e n e m p a t k a n u n i t t e k n o l o g i informasi sebagai bagian dari fungsi perencanaan dan/atau pengembangankorporat karena fungsi strategis tersebut.

d. Fungsi Interorganisational :yang dimaksud dalam fungsi berikut ini adalah IT dapat membantu perusahaan untuk melakukan kerjasama dengan perusahaan lain. Baik sesama perusahaan nasiona maupun internasional

e. Fungsi Comunication :Komunikasi yang dilakukan dalam perusahaan juga sangat bergantung dengan IT. Ya, IT dapat berperan sebagai sarana atau media berkomunikasi sebuah organisasi atau individu. Hal ini memudahkan para pekerja untuk berkolaborasi, berkooperasi dan berinteraksi.

3. Teknologi Dalam Kaitan Dengan Pemasyarakatan.

Apabila dikaitkan dengan pemasyarakatan, teknologi sangat berkaitan erat dengan pemasyarakatan saat ini, salah satunya pada proses pelayanan, adapun pelaksanaan teknologi pada

pemasyarakatan saat ini ialah antara lain.

a. Adanya SDP atau system database pemasyarakatan, yang dimiliki oleh direktorat jendral pemasyarakatan, dimana didalam

(37)

SDP tersebut terdapat semua data dari tahanan sampai warga binaan pemasyarakatan, di dalam SDP tersebut mencakup data lengkap WBP dan tahanan, jumlah, DLL.

b. Adanya Xray di Lapas dan Rutan, untuk mencegah barang terlarang masuk kedalam lapas atau Rutan, sehingga tidak terjadi gannguan keamanan dan ketertiban.

C. KAPASITAS

1. Pegertian Kapasitas

Ada dua padangan dalam memaknai “kapasitas”. Pertama, apabila dilihat dari pandangan bisnis, kapasitas merupakan jumlah output yang dapat dicapai oleh sebuah sistem selama periode waktu tertentu. Kedua, dilihat dari sudut industri jasa, kapasitas dimaknai sebagai jumlah konsumen yang dapat ditangani selama beberapa waktu.

a. Chase dan Jacobs (2005) mendefinisikan kapasitas sebagai kemampuan untuk menampung, menerima, menyimpan atau mengakomodasi. Bartal dan Martin (1999) mendefinisikan perencanaan kapasitas dan agregate adalah proses penentuan tujuan dan menetapkan caracara terbaik untuk mencapainya.

b. Menurut G.R. Terry (1997), perencanaan adalah tindakan memilih dan menghubungkan fakta dan membuat serta

(38)

menggunakan asumsi-asumsi mengenai masa yang akan datang dalam hal memvisualisasikan dan merumuskan aktivitas yang diangap perlu untuk mencapai hasil yang diinginkan. Adapun kapasitas (capacity) merupakan hasil produksi (throught put) atau jumlah unit yang dapat ditahan, diterima, disimpan, atau diproduksi oleh sebuah fasilitas dalam periode waktu tertentu.

Pada hakikatnya, kapasitas dapat memengaruhi sebagian besar biaya tetap. Kapasitas juga berfungsi untuk menetukan bahwa permintaan dapat dipenuhi atau tidak, fasilitas yang ada akan berlebih atau tidak.

Perencanaan Kapasitas atau Capacity Planning merupakan salah satu proses yang penting dalam suatu sistem produksi.

Kapasitas dapat diartikan sebagai kemampuan untuk mencapai, menyimpan atau menghasilkan sedangkan yang dimaksud dengan Kapasitas Produksi adalah jumlah unit maksimal yang dapat dihasilkan dalam jangka waktu tertentu dengan menggunakan sumber daya yang tersedia.

Dalam Manajemen Operasi dan Produksi, Kapasitas Produksi perlu ditentukan dan direncanakan dengan baik sehingga dapat memenuhi permintaan pelanggan.Kapasitas ini biasanya dinyatakan dengan jumlah unit yang dihasilkan (Volume) per satuan waktu. Beberapa faktor yang mempengaruhi kapasitas produksi

(39)

diantaranya seperti jumlah tenaga kerja yagn digunakan, kemampuan dan keahlian tenaga kerja, jumlah mesin dan peralatan kerja yang digunakan, perawatan mesin, tingkat kecacatan produk, pemborosan dalam proses produksi, pasokan bahan baku dan bahan-bahan pendukung dan produktivitas kerja.

2. Perencanaan Kapasitas berdasarkan pendapat Freddy Rangkuti (2005, p94) :

Perencanaan kapasitas produksi adalah langkah pertama ketika sebuah organisasi memutuskan untuk memproduksi lebih banyak atau ingin membuat sebuah produk baru.Apabila ingin meningkatkan jumlah produksi yang sudah ada, organisasi itu perlu mengevaluasi kapasitas yang ada sebelumnya.

Jadi perencanaan kapasitas adalah langkah awal yang dilakukan perusahaan untuk menentukan jumlah profuk yang akan dihasilkan perusahaan.

Berdasarkan pendapat Freddy Rangkuti (2005, p96) Ada tahap-tahap kegiatan dalam penyusunan Perencanaan Kapasitas meliputi kegiatan berikut:

1. Mengevaluasi kapasitas yang ada.

2. Memprediksi kebutuhan kapasitas yang akan dating.

3. Mengidentifikasi alternative terbaik untuk mengubah kapasitas 4. Menilai aspek keuangan, ekonomi, dan teknologi alternative

(40)

5. Memilih alternative kapasitas yang paling sesuai untuk mencapai misi strategi.

3. Dalam produksi dan manajemen operasi, terdapat tiga tipe dari kapasitas yaitu:

1) Potential Capacity

Kapasitas yang dapat dibentuk untuk membantu pimpinan untuk mengambil keputusan. Ini merupakan inti dari keputusan jangka panjang yang tidak akan terpengaruh oleh manajemen produksi per hari.

2) Immediate Capacity

Jumlah dari kapasitas produksi yang dapat dibentuk menjadi tersedia dalam jangka waktu yang singkat. Ini merupakan kapasitas maksimum dari kapasitas Potensial (diasumsikan digunakan secara produktif).

3) Effective capacity

Merupakan suatu konsep penting.Tidak seluruh kapasitas produksi sesungguhnya dapat digunakan atau terbuang.Ini merupakan hal penting untuk seorang manager produksi untuk apakah kapasitas sesungguhnya dapat tercapai.

Tujuan Perencanaan Kapasitas

(41)

Tujuan perancanaan kapasitas adalah pencapaian tingkat utilitas tinggi dan tingkat pengembalian investasi yang tinggi, dimana penetapan ukuran fasilitas sangatlah menentukan.

Perencanaan Kapasitas

Perencanaan Kapasitas dapat Dilihat dalam tiga Horizon waktu:

1. Kapasitas jangka pendek (< 3 bulan)

Perencanaan kapasitas jangka pendek –kurang dari tiga bulan .ini dikaitkan pada proses penjadwalan harian atau mingguan dan menyangkut pembuatan penyesuian – penyesuian untuk menghapus ‘’ variance’’ antara keluaran yang direncanakan dan keluaran nyata . keputusan perencanaan mencakup alternatif – alternatif seperti kerja lembur, pemindahan personalia, penggantian routing produksi

2. Kapasitas jangka menengah (3-18 bulan)

Perencanaan kapasitas jangka menengah ( intermediet range) - rencana- rencana bulanan atau kuartalan untuk 3 sampai 18 bulan yang atau yang akan datang. Dalam hal ini, kapasitas juga bervariasi karena alternative – alternative seperti penarikan tenaga kerja, pemutusan kerja, peralatan – peralatan bukan utama.

3. Kapasitas jangka panjang p (>1 tahun)

(42)

Perencanaan kapasitas jangka panjang (long time) – lebih dari satu tahun. Di mana sumber daya produktif memakan waktu lama untuk memperoleh atau menyelesaikan, seperti bangunan, peralatan atau fasilitas. Perencanaan kapasitas jangka panjang memerlukan partisipasi dan persetujuan manajemen puncak.

3. Perencanaan Kapasitas jangka Pendek

Perencanaan kapasitas jangka pendek diguakan untuk menangani secara ekonomis hal-hal yang sifatnya mendadak di masa yang akan datang, misalnya untuk memenuhi permintaan yang bersifat mendadak atau seketika dalam jangka waktu pendek. Kebanyakan perusahaan tidak beroperai penuh selama 24 jam per hari dan tidak pernah beroperasi penuh tujuh hari per minggu. Jika perusahaan beroperasi penuh delapan jam per hari (satu shif) dan lima hari per minggu, maka kapasitas normal jam kerja perusahaan adalah 40 jam per minggu. Namun demikian 40 jam per minggu bukanlah kapasitas maksimum yang dimiliki.

Dalam banyak kasus perusahaan dimungkinkan untuk bekerja melebihi kapasitas norma;, sehingga kapasitas output maksimumnya lebih dari 40 jam kerja.

Menghadapi kondisi seperti ini, untuk menambah atau menurunkan kapasitas mungkin perusahaan melakukan penambahan dan pengurangan jam kerja, melakukan sub-

(43)

Kontrak dengan perusahaan lain apabila terjadi 1989.di perubahan permintaan. Untuk meningkatkan kapasitas jangka pendek terdapat lima cara yang dapat digunakan perusahaan (krajewzki & Ritzman),

1. Meningkatkan jumlah sumber daya:

a. Penggunaan kerja lembur b. Penambahan regu kerja

c. Memerikan kesempatan kerja secara part-time d. Sub-Kontrak

e. Kontrak kerja

2. Memperbaiki penggunaan sumber daya:

a. Mengatur regu kerja b. Menetapkan skedul 3. Memodifikasi produk:

a. Menentukan standar produk

b. Melakukan perubahan jasa operasi c. Melakukan pengawasan kualitas 4. Memperbaiki permintaan:

a. Melakukan perubahan harga b. Melakukan perubahan promosi 5. Tidak memenuhi permintaan:

a. Tidak mensuplai semua permintaan

(44)

4. Perencanaan Kapasitas jangka Menengah

Perencanaan kapasitas jangka menengah (intermediet range) rencana-rencana bulanan atau kuartalan untuk 3 sampai 36 bulan yang atau yang akan datang. Dalam hal ini, kapasitas juga bervariasi karena alternative–alternative seperti penarikan tenaga kerja, pemutusan kerja, peralatan–peralatan bukan utama.

5. Perencanaan Kapasitas jangka Panjang

Perencanaan kapasitas jangka pajang merupakan strategi operasi dalam menghadapi segala kemungkinan yang akan terjadi dan sudah dapat diperkirakan sebelumnya. Misalnya, rencana untuk menurunkan biaya produksi per unit, dalam jangka pendek sangat sulit utuk dicapai karena unit produk yang dihasilkan masih berskala kecil, tetapi dalam jangka panjang rencana tersebut dapat dicapai dengan meningkatkan kapasitas produksi.

Persoalan yag timbul adalah berapa jumlah produk yang dihasilkan agar biaya produksi seminimum mungkin.

4. Kapasitas apabila diimplementasikan dalam pemasyarakatan.

PEMASYARAKATAN

Pemasyarakatan adalah kegiatan untuk melakukan pembinaan Warga Binaan Pemasyarakatan berdasarkan sistem, kelembagaan, dan cara pembinaan yang merupakan bagian akhir dari sistem pemidanaan dalam tata peradilan pidana.

(45)

Sistem Pemasyarakatan adalah suatu tatanan mengenai arah dan batas serta cara pembinaan Warga Binaan Pemasyarakatan berdasarkan Pancasila yang dilaksanakan secara terpadu antara pembina, yang dibina, dan masyarakat untuk meningkatkan kualitas Warga Binaan Pemasyarakatan agar menyadari kesalahan, memperbaiki diri, dan tidak mengulangi tindak pidana sehingga dapat diterima kembali oleh lingkungan masyarakat, dapat aktif berperan dalam pembangunan, dan dapat hidup secara wajar sebagai warga yang baik dan bertanggung jawab.

Sebagaimana kita ketahui bahwa disini abila perencanaan kapasitas dikaitkan dengan pemasyarakatan khususnya lembaga pemasyarakatan maupun rumah tahanan negara, maka kita disini berbicara mengenai daya tampung dari UPT pemasyarakatan itu sendiri, daya tampung disini ialah daya tampung jumlah WBP yang dapat ditempatkan di UPT tersebut. Karena sangat berpengaruh terhadap keamanan dan proses pembinaan dari WBP itu sendiri.

Adapun manfaat dari strategi kapasitas bagi pemasyarakan disini antara lain

a. Dengan adanya strategi kapasitas, kita sebagai pegawai pemasyarakatan dapat mengetahui bagaimana manajemen penempatan warga binaan pemasyarakatan, untuk mencegah gangguan keamanan dan ketertiban.

(46)

b. Dengan mengetahui kapasitas strategi kita dapat merencanakan efisiensi dari proses pembianaan yang akan dilaksanakan kepada warga binaan pemasyarakatan. Yang dimana dilakukan dengan cara bertahap.

c. kapasitas sangat bermanfaat mengetahui perencanaan output, biaya pemeliharaan dan proses pelaksanaan kegiatan di pemasyarakatan khususnya di lapas dan rutan, dan sangat menentukan dalam analisis kebutuhan.

STRATEGI PENENTUAN LOKASI DAN FASILITAS OPERASI

(47)

A. Konsep Penetapan Lokasi a. Pengertian Lokasi

Lokasi merupakan suatu benda atau suatu gejala dalam ruangyang dapat menjelaskan dan dapat memberikan kejelasan pada bendaatau gejala geografi yang bersangkutan secara lebih jauh lagi.

Menurut Sriyadi (1991: 60), lokasi berarti tempat secarafisik.

Menurut Basu Swasta dan Irawan (2003: 339), lokasi adalahletak atau toko pengecer di daerah yang strategis sehingga dapat memaksimumkan laba. Tempat kedudukan perusahaan adalahletak geografis bangunan, mesin-mesin, dan peralatan yang dimiliki perusahaan yang digunakan untuk mengolah berbagai jenis sumberdaya dalam menghasilkan barang-barang dan/atau jasa (Pontas M.Pardede, 2005: 105).

Dalam kontak bisnis, lokasi (place) merupakan bauranpemasaran (marketing mix) ketiga setelah produk (product) danharga (price). Adapun yang keempat adalah promosi (promotion).Lokasi pada pemasaran perusahaan manufakturing adalah salurandistribusi ketika produk disediakan untuk terjadinya penjualan(Sentot Imam Wahjono, 2010: 126).

Thoman and Corbin (Sumaatmadja, 1988) menegaskan bahwalokasi relatif suatutempat atau wilayah yang bersangkutan berkenaan dengan hubungan tempat atau wilayah dengan faktor alam atau faktor budaya yang ada di sekitarnya. Dengan demikian, lokasi

(48)

relatifditinjau dari posisi suatu tempat atau terhadap kondisi wilayahwilayahyang ada di sekitarnya.

Lokasi relatif dapat mengungkapkandinamika wilayah yang bersangkutan.Lokasi relatif suatu tempat memberikan gambaran tentangketerbelakangan, perkembangan, dan kemajuan wilayah yangbersangkutan apabila dibandingkan dengan wilayah lain yangada di sekitarnya, dan dapat mengungkapkan pula kondisinya.Selanjutnya lokasi dapat pula ditinjau dari situasi dan sitenya.Site adalah semua sifat atau karakter internal dari suatu daerahtertentu. Kota yang berlokasi di dataran tinggi, sifat dataran tinggiatau dataran tinggi adalah site dari kota yang bersangkutan. Situasiadalah lokasi relatif dari tempat atau wilayah yang bersangkutan(Thoman dan Corbin, 1988).

b. Konsep dan Referensi dalam Teori Lokasi

Banyak hal yang dapat menentukan kesuksesan sebuah usaha,salah satunya adalah pemilihan lokasi. Peran penting pemilihanlokasi dalam sektor bisnis dan ekonomi pada masa lalu (mungkinjuga saat ini) lebih diminati oleh para ahli geografi daripada ekonom,sehingga perkembangan teori lokasi masih berkembang dalam ilmugeografi daripada ilmu ekonomi.

(49)

Bagi para pengusaha sukses, lokasi bukan satu- satunyainstrumen penting dari sebuah kesuksesan usaha yang dibangun/dirintis, melainkan juga hasil kajian para ilmuwan dan pengalamandari berbagai pihak menunjukkan adanya korelasi penting antarakesuksesan dengan perencanaan awal dalam membuka sebuahusaha.

a. Teori Lokasi

Teori lokasi adalah ilmu yang menyelidiki tata ruang (spatialorder) kegiatan ekonomi, atau ilmu yang menyelidiki alokasi geografisdari sumber-sumber yang potensial, serta hubungannya denganatau pengaruhnya terhadap keberadaan berbagai macam usaha ataukegiatan lain, baik ekonomi maupun sosial (Ibrahim, 1998).

Pengertian teori lokasi dari sudut pandang lain adalahpenjelasan teoretis yang dikaitkan dengan tata ruang dari kegiatanekonomi. Hal ini selalu dikaitkan pula dengan alokasi geografisdari sumber daya yang terbatas, serta berpengaruh dan berdampakterhadap lokasi berbagai aktivitas, baik ekonomi maupun sosial(Nitisemito dan Umar, 2004). Pertama kali yang mengembangkan teori lokasi adalah VonThunen pada tahun 1880, namun teori lokasi diperkenalkan secarautuh oleh Walter Isard pada tahun 1952.

(50)

Teori lokasi merupakan teori yang dapat digunakan dalamberbagai bidang, seperti bidang geografi dan ekonomi. Pada awalperkembangannya, teori ini lebih pada bidang geografi daripadabidang ekonomi.

Menurut Husein (1997), tiga hal penting yangmenimbulkan permasalahan seperti ini, antara lain:

1) teori lokasi lebih menarik ahli geografi daripada ahli ekonomi,sehingga teori lokasi merupakan bagian dari ilmu geografi;

2) peralatan yang digunakan dianggap tidak biasa bagiahli ekonomi sehingga tidak menarik bagi mereka yangmembidanginya;

3) teori lokasi pada awal dikembangkan dalam tiga bentuk yangtampak berdiri sendiri.

Pada umumnya, dasar teori ekonomi diasumsikan membatasiruang dan jarak. Beberapa ahli ekonomi telah mengetahui pentingnyaarti lokasi, tetapi tidak banyak yang berusaha untuk memperkenalkanmodal lain dengan beberapa variabel secara teoretis. Sebagian lainmenganggap bahwa keterangan lokasi yang membutuhkan analisisyang kuat serta tata cara yang diterapkan untuk dimengerti, terutamadari segi tingkah laku usaha.Alfred Weber (Ukas, 2004) mengemukakan teori lokasi denganpendekatan ekonomi. Pada kapasitasnya,

(51)

Weber merupakanpenerus Wilhem Lounhart (1882-1885), yang menunjukkan caramengoptimalkan lokasi dengan menyerderhanakan hanya duasumber material dan satu pasar yang disajikan dalam bentuklocational triangle (Ukas, 2004).

Analisis keruangan/lokasi adalah analisis lokasi yangmenitikberatkan unsur jarak (distance), kaitan (interaction), dangerakan (movement). Tujuan dari analisis keruangan/lokasi adalahuntuk mengukur kondisi yang ada sesuai dengan struktur keruangandan menganalisis interaksi antarunit keruangan, yaitu hubunganantara ekonomi dan interaksi keruangan, aksebilitas antara pusatdan perhentian suatu wilayah dan hambatan interaksi. Hal inididasarkan olah adanya tempat-tempat (kota) yang menjadi pusatkegiatan bagi tempat-tempat lain, serta adanya hierarki di antaratempat-tempat tersebut (Djamin, 1984).

b. Lokasi Usaha

Menjadikan kota besar sebagai tempat pemilihan lokasi usahasaat ini mungkin tidak lagi menjadi persyaratan mutlak.

Dasarberdirinya sebuah usaha pasti mempertimbangkan cost and benefit,yaitu usaha tersebut harus berdiri. Jika kota besar tidak layak untukjenis usaha dan target keuntungan maka meletakkan lokasi usahadi kota besar bukan solusi.Hukum Reilly menyatakan bahwa gravitasi usaha berurusandengan besarnya daerah perkotaan menarik pelanggan dan melayanimasyarakat yang lebih kecil di

(52)

pedesaan. Pada dua dekade kemudianPaulus Converse (1931) merevisi hukum Reilly dengan menentukanbatas-batas suatu kawasan perdagangan kota atau membuat sebuah“titik ketidakpedulian” antara dua kota. Titik ketidakpedulian adalahtitik ketika pembeli tidak peduli untuk pergi ke satu kota ataupunke kota lainnya dalam upaya pemenuhan kebutuhannya.

Pada dasarnya, lokasi usaha adalah pemacu biaya yangbegitu signifikan. Ketika pemilik usaha telah memutuskan lokasiusahanya dan beroperasi di satu lokasi tertentu, banyak biaya akanmenjadi tetap dan sulit untuk dikurangi. Pemilihan lokasi usahamempertimbangkan antara strategi pemasaran jasa dan preferensipemilik.

Kedekatan dengan pasar memungkinkan sebuah organisasimemberikan pelayanan yang lebih baik kepada pelanggan danmenghemat biaya pengiriman.Berdasarkan kedua keuntungan tersebut, memberikan layananyang lebih baik adalah hal yang lebih penting. Usaha-usaha yangbergerak di bidang jasa harus lebih mendekatkan diri dengan semuapelanggan.

Faktor yang Memengaruhi Pemilihan Lokasi

Harding (1976) menjelaskan beberapa faktor yang memengaruhipemilihan lokasi, yaitu sebagai berikut :

(53)

1) Lingkungan masyarakat adalah kesediaan dari masyarakatdi suatu daerah untuk menerima segala konsekuensi positifataupun negatif dari didirikannya suatu tempat usaha didaerah tersebut.

2) Besarnya populasi, kepadatan penduduk, dan karakteristikmasyarakat menjadi faktor dalam mempertimbangkan suatuarea perdagangan.

3) Basis ekonomi yang ada seperti industri daerah setempat,potensi pertumbuhan, fluktuasi karena faktor musiman, danfasilitas keuangan di daerah sekitar juga harus diperhatikanoleh pemilik dalam memilih lokasi usahanya.

4) Suatu perusahaan juga senang berdekatan dengan pesaingnya.Tren ini disebut sebagai clustering, sering terjadi jika sumberdaya utama ditemukan di wilayah tersebut.

5) Sumber daya meliputi sumber daya alam, informasi, modalproyek, dan bakat.

B. Metodedan Langkah Menentukan Lokasi 1. Metode Pemilihan Lokasi

Dalam aktivitas pemilihan lokasi, tersedia beberapa metode analisis. Berikut ini akan dikemukakan aplikasi setiap metode dalamproses pemilihan lokasi.

a. Metode Beban Skor (Factor Rating Method)

(54)

Metode beban skor dilakukan dengan memberikan skor untuksetiap faktor yang dinilai terhadap alternatif lokasi yang akandigunakan. Metode ini dipakai jika indikator yang dinilai berbentukualitatif dan dipakai nilai atau harga jika indikator itu berbentukkuantitatif. Indikator lokasi yang bersifat kualitatif, misalnya faktorkeamanan, ketersediaan air, sarana perumahan, dan kualitas jalanraya. Indikator yang bersifat kuantitatif, misalnya upah buruh,sewa listrik, harga air, dan harga bahan bakar minyak. Aplikasidari metode beban skor bisa dilakukan dengan dua tahap.Misalnya, untuk indikator lokasi yang bersifat kualitatifdiberikan indeks nilai:- baik sekali (A) bobot 5,- baik (B) bobot 4,- netral (C) bobot 3,- tidak baik (D) bobot 2,- sangat tidak baik (E) bobot 1.Berbeda halnya dengan indikator kuantitatif, yang dipakaiadalah harga satuannya.

b. Metode Pusat Titik Berat (Center of Gravity Method)

Metode ini cocok diterapkan untuk melakukan pemilihan lokasitunggal dari pabrik yang akan didirikan dengan mempertimbangkansumber bahan, misalnya pemilihan lokasi kilang minyak dengansumber bahan baku dari beberapa sumur minyak. Model ini dapatdipakai untuk memenuhi kebutuhan menetapkan lokasi baru, dankebijakan relokasi.

c. Metode Transportasi (Transportation Method)

(55)

Metode transportasi dirancang untuk mendistribusikanproduk dari beberapa sumber (pabrik atau gudang) ke beberapadaerah pemasaran. Metode ini untuk memecahkan masalah yangmenyangkut pengiriman barang dari suatu tempat ke tempat yanglain. Langkah ini dilakukan dengan biaya distribusi yang minimumatau kontribusi yang maksimum.Beberapa faktor yang harus diperhatikan dalam metodetransportasi adalah:

1) kapasitas pabrik sebagai sumber;

2) kapasitas permintaan di wilayah pemasaran atau gudangsebagai tempat tujuan;

3) biaya produksi masing-masing pabrik;

4) biaya distribusi dari tempat asal ke tempat tujuan.

Aplikasi metode transportasi akan meliputi pemecahan permasalahan seperti:

1) penetapan suplai yang cukup untuk beberapa lokasi tujuandari beberapa sumber dengan tingkat biaya minimum;

2) pemilihan lokasi untuk fasilitas-fasilitas baru agar memenuhi kebutuhan pasar yang akan datang;

3) penetapan berbagai macam bentuk/sumber produksi untuk memenuhi kapasitas produksi sesuai dengan permintaan yang akan datang.

(56)

d. Metode Heuristik (Heuristics Method)

Metode ini merupakan metode pemilihan lokasi yang sangatbaik diterapkan dalam usaha menentukan lokasi perusahaan jasa,layanan publik seperti rumah sakit, puskesmas, pemadam kebakaranserta supermarket.

2. Langkah-langkah dalam Menentukan LokasiLangkah-langkah dalam menentukan lokasi industri/perusahaan sebaiknya dilakukan kegiatan pengambilan keputusanyang teratur dan terpimpin. Rangkaian kegiatan ini seharusnyadilaksanakan dengan mengikuti tahap-tahap berikut.

a. Merumuskan Sasaran Pemilihan Tempat KedudukanPerusahaan

Sasaran pemilihan lokasi adalah penentuan tempat yang dapatmemberikan keuntungan bagi banyak pihak yang berkepentinganterhadap perusahaan yang terdiri atas pemilik, pengelola, tenaga kerja,konsumen, pemasok, masyarakat setempat, dan pemerintah.

b. Merumuskan Batas atau Kendala

(57)

Hal ini meliputi jumlah, jenis, dan harga seluruh sumber dayayang dibutuhkan dalam kegiatan pengolahan, termasuk batasanyang ditetapkan oleh pemerintah dalam bentuk peraturan.

c. Merumuskan Norma-norma Keputusan

Norma keputusan dalam perencanaan lokasi adalah suatukeadaan atau tingkat yang apabila sudah dicapai maka pilihantempat lokasi sudah memenuhi syarat.

d. Menghubungkan Norma-norma Keputusan dengan SasaranPemilihan Lokasi

Sasaran pemilihan lokasi untuk mendapatkan kesempatamembayar pengangkutan yang paling kecil, sehingga norma-normakeputusan dapat dirumuskan. Apabila norma-norma itu terpenuhimaka jumlah biaya pengangkutan akan timbul dalam jumlah yangpaling kecil di antara berbagai pilihan atau kemungkinan.

e. Membentuk Model-model Pengambilan Keputusan

Suatu model adalah penyederhanaan atas sifat-sifat yangsebenarnya dari suatu rangkaian kegiatan yang menunjukkanhubungan antara sebab dan akibat serta antara sasaran danbatasan.Model berbentuk kualitatif (hubungan sebab akibat menyangkutberbagai unsur yang tidak dapat dinyatakan dalam angka yangpasti) dan kuantitatif (seluruh

(58)

unsur yang dipertimbangkan sudahditerjemahkan ke dalam angka-angka).

f. Menentukan Lokasi Terbaik

Lokasi terbaik adalah yang mempunyai nilai (score) yang palingtinggi dan memenuhi syarat lebih dari satu yang mempunyai nilaiyang sama.

KEPUTUSAN MENTERI KEHAKIMAN DAN HAK ASASI MANUSIA REPUBLIK INDONESIA NOMOR : M.01.PL.01.01 TAHUN 2003 TENTANG POLA BANGUNAN UNIT PELAKSANA TEKNIS PEMASYARAKATAN.

Pada pasal 4 ayat 1 hendaknya bangunan lapas terletak pada :

a. lokasi yang mudah terjangkau dengan sarana transportasi (umum), telekomunikasi (telepon), penerangan (listrik), kesehatan (Puskesmas/Rumah Sakit) dan mudah mendapatkan air bersih (PAM).

b. areal menurut Rencana Umum Tata Ruang (RUTR) yang dikeluarkan oleh Pemda setempat.

c. dekat dengan kantor Kepolisian, Pengadilan, Kejaksaan, Kantor Wilayah Departemen Kehakiman dan Hak Asasi Manusia, Rutan/Lapas/Bapas/Rupbasan dan Instansi lain yang terkait.

(59)

d. bebas atau jauh dari kemungkinan tertimpa bencana alam (gempa, banjir, tanah longsor) dan memiliki pembuangan air limbah sehingga tidak mengakibatkan dampak lingkungan yang tidak sehat.

e. untuk pembangunan UPT Pemasyarakatan pada lokasi di perkotaan yang luas lahannya sangat terbatas dapat didirikan dengan bangunan bertingkat dengan memperhatikan Koefisien Dasar Bangunan (KDB) dan Koefisien Lantai Bangunan (KLB).

C. Tujuan Perencanaan Fasilitas Operasi

a. Menunjang tujuan organisasi melalui peningkatan penanganan material & penyimpanan.

b. Menggunakan tenaga kerja, peralatan, ruang & energy secara efektif.

c. Meminimalkan investasi modal.

d. Mempermudah pemeliharaan.

e. Meningkatkan keselamatan & kepuasan kerja.

D. Penempatan Fasilitas dan Perencanaan Fasilitas

Penempatan fasilitas adalah proses menentukan daerah atau tempat untuk sebuah aktivitas atau fasilitas. Penempatan fasilitas berkaitan penentuan lokasi dari fasilitas yang menunjang produksi dan distribusi barang atau jasa. Perancangan fasilitas adalah proses membangun fasilitas sesuai dengan tujuan aktivitas.

(60)

Faktor-faktor yang perlu diperhatikan dalam penempatan fasilitas : Dalam mendapatkan lokasi suatu perusahaan atau pabrik yang tepat, perlu untuk memperhatikan faktor-faktor yang berkaitan dengan kegiatan usaha perusahaan. Faktor-faktor itu diantara lain : a. Letak pasar

b. Letak sumber bahan baku c. Ketersediaan tenaga kerja d. Ketersediaan tenaga listrik e. Ketersediaan air

f. Fasilitas pengangkutan

g. Fasilitas perumahan, pendidikan, pembelajaran, dan telekomunikasi

h. Pelayanan kesehatan, keamanan, dan pencegahan kebakaran

i. Peraturan pemerintah setempat j. Sikap masyarakat

k. Biaya dari tanah dan bangunan l. Luas tempat parkir

m. Saluran pembuangan n. Kemunginan perluasan o. Lebar jalan

(61)

Selain beberapa faktor yang disebutkan diatas, perusahaan juga harus mempunyai perencanaan tata letak yang mencakup desain atau konfiguras idari bagian-bagian, pusat kerja, dan peralatan yang membentuk proses perubahan dari bahan mentah menjadi barang jadi. Secara umum, tujuan dari penyusunan tata letak adala huntuk mencapai suatu system produksi yang efisien dan efektif, melalui:

a. Pemanfaatan peralatan pabrik yang optimal b. Penggunaan jumlah tenaga kerja yang minimum c. Aliran bahan dan produksi jadi yang lancar d. Kebutuhan persediaan yang rendah

e. Pemakaianr uang yang efisien

f. Ruang gerak yang cukup untuk operasional maupun pemeliharaan

g. Biaya produksi dan investasi modal yang rendah h. Fleksibilitas yang cukup untuk menghadapi perubahan i. Keselamatan kerja yang tinggi

j. Suasana kerja yang baik

E. Proses PerencanaanFasilitas

Menurut Tompkins (1984), Proses perencanaan fasilitasmerup. suatu proses yang berkelanjutan, ygdptdigambarkandlmbentukdaurhidupfasilitassebagaiberikut:

(62)

FASE I

v Tetapkan tujuan dari fasilitas

Untuk perencanaan suatu fasilitas baru maupun pengembangan dari fasilitas yg sudah ada, barang yang akan dibuat maupun jasa yg akan dihasilkan harus dapat dinyatakan secara kuantitatif, termasuk volume dan tingkat kegiatannya

FASE II

v Tentukan kegiatan utama dan penunjang yg diperlukan dalam mencapai tujuan.

v Tentukanhubunganantarsemua kegiatan.

v Tentukan kebutuhan ruangan untuk semua kegiatan.

v Susun alternatif-alternatif dari perencanaan fasilitas.

v Evaluasi alternatif-alternatif itu.

FASE I Tetapkan Tujuan

Fasilitas

FASE III Kembangkan Rencana Fasilitas FASE III

Terapkan rencana Fasilitas

Referensi

Dokumen terkait

Sedangkan dalam kurikulum dengan 3 pokok bahasan terdapat 18 sub pokok bahasan pada kurikulumyang sama dengan sub pokok bahasan pada mata kuliah Ekonomi Moneter ada 9

Mahasiswa menjelaskan proses produksi di perusahaan tersebut; menjelaskan kegiatan sesuai dengan judul kerja praktek; menganalisa masalah di perusahaan tersebut sesuai

Kegiatan belajar pada kelas kontrol yaitu tanpa menggunakan modul pembelajaran atau produk yang dikembangkan. Kegiatan pembelajaran pada kelas kontrol

Pengertian evaluasi Sistem Pengendalian Manajemen (SPM) merupakan pemahaman serta pengujian terhadap tahapan-tahapan proses suatu kegiatan yang dilakukan, dengan menilai

Sejumlah tugas yang berbeda set-tugas, tonggak, produk kerja, dan jaminan kualitas poin-mengaktifkan kegiatan kerangka kerja disesuaikan dengan karakteristik proyek perangkat lunak

Pembagian kerja (labor division) seperti ini menyebabkan keluarga petani harus menhasilkan beras dan sayur lebih banyak untuk memenuhi kebutuhannya ditambah

Sedangkan dalam kurikulum dengan 3 pokok bahasan terdapat 18 sub pokok bahasan pada kurikulumyang sama dengan sub pokok bahasan pada mata kuliah Ekonomi Moneter ada 9

Sub Capaian Pembelajaran Setelah mengikuti kegiatan tatap muka kuliah secara online Manajemen Lingkungan Veteriner ini, Mahasiswa mampu menjelaskan tentang pengaruh lingkungan pada