BAB III KONSEP PERANCANGAN
B. Konsep Perancangan
2. Strategi Visual Non Verbal
Layout adalah pengaturan dari berbagai unsur komposisi seperti misal huruf teks, garis, bidang, gambar dam sebagainya. Layout adalah kemasan setiap elemen lain dari “paket catalog” yang merefleksikan konsep desain (Fred E. Hahn dan Kenneth G. Mangun, 1999 : 174). Proses layout dimulai dari pemikiran utama kemudian masuk ke layout kasar (rough sket), yaitu penuangan bebas yang berfungsi untuk menciptakan key visual. Pada tahapan ini unsur-unsur pendukung
commit to user
perancangan komunikasi visual seperti bentuk, warna, dan tipografi sudah dibuat sehingga lebih menekankan pada persoalan dalam penataan letak dari unsur-unsur tersebut dan akhirnya diharapkan akan mendapat pesan yang ingin diinformasikan.
Pada perancangan promosi ini akan mengacu pada 3 tipe layout, seperti:
1) AXIAL
Elemen iklan ditelakkan berdasarkan sebuah sumber sumbu yang diletakkan pada posisi tertentu di halaman iklan. Pada metode ini ditampakkan banyak bidang kosong.
2) GROUP
Layout ini menggunakan sejumlah elemen berupa foto yang diletakkan berkelompok dalam suatu titik konsentrasi pandang di halaman iklan. Tujuannnya adalah untuk memberikan satu pusat perhatian.
commit to user
3) BAND
Elemen iklan dipasang membentang seperti sabuk, tetapi letaknya membujur vertikal. Tipikal tersebut memberikan blocking materi setinggi halaman iklan.
4) MONDRIAN Layout
Mengacu pada konsep seorang pelukis Belanda bernama Piet Mondrian, yaitu penyajian iklan yang mengacu pada bentuk-bentuk square, landscape, atau portrait. Masing- masing bidangnya sejajar dengan bidang penyajian serta memuat gambar atau copy yang saling berpadu sehingga membentuk komposisi yang konseptual.
5) PICTURE WINDOW Layout
Tata letak iklan dimana produk yang diiklankan ditampilkan secara close up. Bisa dalam bentuk produknya itu sendiri atau bisa juga menggunakan model (public figure)
6) MULTI PANEL Layout
Bentuk iklan dimana satu bidang penyajian dibagi menjadi beberapa tema visual dalam bentuk yang sama (square atau double square semuanya) b. Ilustrasi
commit to user
memberi penjelasan atas suatu maksud atau tujuan secara visual (Adi Kusrianto, 2007 : 140). Ilustrasi merupakan salah satu unsur penting yang sering digunakan dalam komunikasi sebuah produk karena sering dianggap sebagai bahasa universal yang dapat menembus rintangan yag ditimbulkan oleh perbedaan bahasa kata-kata (Iwan Wirya, 1999 : 32). Dalam dunia periklanan, hal ini merupakan unsur yang sangat penting karena sering dianggap sebagai ‘bahasa universal’. Ilustrasi disampaikan dalam bentuk gambar atau foto. Fungsi dari ilustrasi adalah menarik simpati dari khalayak sasaran dengan menjelaskan maksud dan tujuan dari pesan dalam bentuk gambar atau foto. Di samping itu pula ilustrasi dapat menghubungkan antara maksud-maksud yang berbeda antara bahasa dan kata. Pada suatu iklan gambar dapat mengungkapkan berbagai penilaian, maka ilustrasi haruslah relevan dengan produk ataupun jasa yang ditawarkan dan mampu ‘berbicara’ walau hanya dengan sekilas memandang. Sehingga dapat menarik dan merangsang khalayak untuk membaca keseluruhan isi pesan.
Adapun penggolongan ilustrasi menurut teknik pembuatannya ada 3 macam, yaitu :
a. Ilustrasi tangan (drawing), yang biasa didefinisikan sebagai ilustrasi yang dalam pembuatannya menggunakan cara manual, yakni menggambar dengan kemampuan gerak alami tangan.
b. Ilustrasi fotografi , yang biasa di definisikan sebagai ilustrasi yang dalam pembuatannya menggunakan teknik foto dengan berbagai
commit to user
manipulasinya.
c. Ilustrasi komputer, yang dalam definisi pembuatannya menggunakan teknik pengolahan komputer, baik dari hasil gambar tangan, fotografi, maupun penggabungan dari keduanya. Teknik pembuatan ilustrasi ini bisa disebut juga teknik digitalisasi dengan menggunakan program komputer Adobe Photoshop, Corel Draw, Iilustrator, dan lainnya. Gambar yang ingin ditampilkan bukan sebuah kumpulan gambar produk tetapi pembuatannya nampilkan dari sebuah logo dalam berbagai aplikasi desain promosi dan menjadikan sebagai visual key karena penulis ingin memberikan sentuhan etnik tetapi elegant dan berkelas dan berkesan exsklusif pada produk branding tersebut, sehingga tanpa gambar produk pun mampu menarik perhatian konsumen dan mampu untuk di ingat oleh konsumen (memorable). c. Logo
commit to user
Konsep Logo
Bandara Internasional Adi Soemarmo ditujukan sebagai penguat image Kota Surakarta sebagai kota batik di mata dunia. Oleh karena itu Bandara Adi Soemarmo haruslah memiliki visualisasi yang mampu menawarkan atau mempromosikan Kota Surakarta sebagai kota batik atau minimal mampu mewakili visual Kota Surakarta secara umum. Visual dalam artian ini ialah mampu merepresentasikan wajah Kota Surakarta baik dari segi budaya ataupun karakter masyarakatnya kepada para pengguna jasa penerbangan baik itu lokal ataupun internasional yang singgah di Kota Surakarta. Hal tersebut dapat ditunjukkan melalui Bandara Adi Soemarmo sebagai media untuk memperkenalkan dan juga memperkuat image Kota Surakarta sebagai Kota batik dengan visualnya.
Dasar bentuk dan nilai visual Logo
Logo “ Solo the city of Batik “ ini terdiri dari dua elemen dan satu logo type. Huruf “S” di distilasi sedemikian rupa sehingga menyerupai pola parang yakni pola batik klasik khas Solo. Pola parang ini bermakna suatu keagungan dan memiliki suatu nilai kehormatan yang tinggi(adiluhung). Hal ini merepresentasikan bahwa Kota Surakarta merupakan kota yang memiliki keagungan budaya di dalamnya. Kota batik ini menjadi lain dengan kota batik lainnya, dengan semangat dalam mempromosikan batik di mata dunia.
Elemen kedua yakni kuncup bunga tulip dan bakal daun yang akan mekar. Hal inimerepresentasikan bahwa Kota Surakarta memiliki potensi untuk tumbuh menjadi kota yang modern dan tetap berpegang teguh pada sendi-sendi
commit to user
ketradisionalannya dengan menghasilkan generasi penerus yang mampu menjaga dan melestarikan budaya luhurnya.
Colour guide
Warna coklat ini merupakan warna coklat yang bersifat kontemporer, yakni warna populer dipakai pada masa tertentu dan bersifat modern. Warna ini mengkomunikasikan bahwa Kota Surakarta merupakan kota yang modern dan dinamis dengan mengacu pada slogan “ Solo past as Solo future “. Dengan maksud bahwa meskipun Kota Surakarta
commit to user
telah menjadi kota yang modern di masa yang akan datang tetapi tetap mempertahankan pada tradisi lokal.
Warna coklat soga merupakan warna khas batik di Kota Surakarta yang tidak dimiliki oleh batik di kota lain di Indonesia. Warna ini mengkomunikasikan bahwa Kota Surakarta merupakan kota dengan khazanah budaya nya yang sangat agung terlebih dengan didukung oleh berbagai corak khas batiknya yang menguatkan Surakarta sebagai kota batik .
commit to user Century Nn Uu Vv Ww Xx Yy Zz 1 2 3 4 5 6 7 8 9 empertahankan budaya tradisionalnya dan melahirkan generasi penerusnya.
onviguration
Aa Bb Cc Dd Ee Ff Gg Hh Ii Jj Kk Ll Mm Oo Pp Qq Rr Ss Tt
0
Century memiliki karakter klasik dan elegant. Font ini merepresentasikan bahwa Kota Surakarta berkarakter kuat akan kebudayaan leluhurnya. Didalam suatu kemodsernisasian dunia, Kota Surakarta mampu m
commit to user
Grid
commit to user
commit to user
d. Typografi
Typografi merupakan unsur penunjang yang sangat penting yang dapat membawa kesan atau citra yang ingin ditampilkan atau dijual oleh perusahaan. Selain itu, typografi juga dapat berpengaruh terhadap keberhasilan branding. Citra yang kuat yang tedapat pada typografi akan selalu berada dibenak konsumen dan akan senantiasa di ingat oleh konsumen. Sebagai figure informative, huruf sebaiknya memenuhi persyaratan teknis dari segi ketampakan (legibility), keterbacaan (readability), dan aspek-aspek ergonomik lainnya. Typografi yang baik mengarah pada keterbacaan dan menariknya desain huruf tertentu sehingga dapat menciptakan karakter atau karakteristik produk yang bersangkutan. (Frank Jefkins, 1996 : 248)
Jenis typografi yang digunakan dalam visual branding Bandara Adi Soemarmo disesuaikan dengan citra yang ditampilkan Kota Solo sebagai Kota Batik. Tipografinya harus sesuai dengan karakter Kota Surakarta sendiri dan juga komunikatif, padat makna, selain itu unsur futuristik harus ada di dalamnya.
Perancangan typography didasarkan pada pertimbangan gaya desain, fungsi dan juga karakter huruf yang digunakan. Dari tema yang diangkat, menggunakan typography yang berbentuk sederhana, namun tetap sesuai dengan karakteristik dari Kota Surakarta.
commit to user
Maka jenis huruf yang akan dipilih adalah: Calibri
ABCDEFGHIJKLMNOPQRSTUVWXYZ
abcdefghijklmnopqrstuvwxyz
1234567890
Alasan pemilihan font:
Calibri termasuk jenis san serif memiliki kesan futuristik, simple dan modern serta berkarakter kuat sehingga mampu menonjolkan image modern dan internasional bagi bandara Adi Soemarmo itu sendiri. Calibri memberikan sentuhan yang lugas sehingga biasanya digunakan untuk kalimat penjelas dalam suatu ilustrasi.
Myriad Pro - normal
ABCDEFGHIJKLMNOPQRSTUVWXYZ
abcdefghijklmnopqrstuvwxyz
1234567890
Alasan pemilihan font:
Myriad Pro memiliki karakteristik yang simple, lugas, serta bergaya modern. Font ini berkesan futuristik sehingga mampu memunculkan sentuhan gaya desain modern yang tak lepas dari unsur etnik pada branding Bandara Adi Soemarmo. Sehingga para pengguna jasa
commit to user
penerbangan yang singgah di Bandara Adi Soemarmo menangkap kesan modern dari Bandara tersebut.
Century
Aa Bb Cc Dd Ee Ff Gg Hh Ii Jj Kk Ll Mm Nn Oo Pp Qq Rr Ss Tt Uu Vv Ww Xx Yy Zz 0 1 2 3 4 5 6 7 8 9
Century memiliki karakter klasik dan elegant. Font ini merepresentasikan bahwa Kota Surakarta berkarakter kuat akan kebudayaan leluhurnya. Didalam suatu kemodsernisasian dunia, Kota Surakarta mampu mempertahankan budaya tradisionalnya dan melahirkan generasi penerusnya.
Arial
Aa Bb Cc Dd Ee Ff Gg Hh Ii Jj Kk Ll Mm Nn Oo Pp Qq Rr Ss Tt Uu Vv Ww Xx Yy Zz 0 1 2 3 4 5 6 7 8 9
Huruf ini termasuk jenis sanserif atau tanpa kait. Alasan pemilihan huruf ini karena bekesan simpel dan tegas tujuannya untuk menguatkan kesan modern Bandara Adi Soemarmo melalui visual branding ini.
Katy Berry
Aa Bb Cc Dd Ee Ff Gg Hh Ii Jj Kk Ll Mm Nn Oo Pp Qq Rr Ss Tt Uu Vv Ww Xx Yy Zz 0 1 2 3 4 5 6 7 8 9
commit to user
Huruf ini termasuk golongan huruf decorative karena berfungsi sebagai huruf hiasan dan penggunaannya pun jauh dari kesan formalitas. Huruf ini dipilih karena memiliki kesan decorative yang kuat dan sangat memorable untuk dijadikan suatu icon.
Harabara
Aa Bb Cc Dd Ee Ff Gg Hh Ii Jj Kk Ll Mm Nn Oo Pp Qq Rr Ss Tt Uu Vv Ww Xx Yy Zz 0 1 2 3 4 5 6 7 8 9
Harabara merupakan font decorative yang memiliki bentuk yang simple, terkesan etnik karena pola lengkungnya pada setiap hurufnya.
e. Warna
Warna merupakan representasi bahasa komunikasi yang disampaikan lewat indera penglihatan. Warna juga merupakan unsur yang sangat tajam untuk menyentuh kepekaan penglihatan, sehingga mampu merangsang munculnya rasa haru, sedih, gembira, mood atau semangat (Adi Kusrianto, 2007 : 46). Penggunaan warna menunjukkan identitas dari produk tersebut yang selanjutnya akan dipakai dalam setiap media visual yang akan digunakan.
Warna-warna yang akan dominan digunakan dalam perancangan visual brand Bandara Adi Soemarmo adalah warna-warna yang natural ,elegance, dan berkarakter karismatik serta tidak meninggalkan kesan etnik sehingga tampak kesederhanaannya maupun kekhasannya yang
commit to user
bertujuan menguatkan citra Kota Surakarta sebagai Kota Batik. Warna yang dipakai antara lain coklat, hitam, putih, dan juga biru tua.
1) Warna coklat (soga)
Warna coklat mengkomunikasikan suatu ke naturalan (alami). Penggunaan warna coklat ini diharapkan agar Bandara Adi Soemarmo mampu merepresentasikan sebagai Bandara Internasional yang berada di Kota Batik dengan mengangkat nilai-nilai batik di dalamnya untuk lebih mengenalkan Kota Surakarta sebagai kota batik.
2) Warna coklat gold
Warna coklat ini merupakan warna coklat yang bersifat kontemporer, yakni warna populer dipakai pada masa tertentu dan bersifat modern. Warna ini mengkomunikasikan bahwa Kota Surakarta merupakan kota yang modern dan dinamis dengan mengacu pada slogan “ Solo past as Solo future “. Dengan maksud bahwa meskipun Kota Surakarta telah menjadi kota yang modern di masa yang akan datang tetapi tetap mempertahankan pada tradisi lokal.
3) Warna coklat muda
Warna coklat muda merepresentasikan suatu kenaturalan dalam budaya Jawa dan berfungsi sebagai penguat image tradisional dalam perancangan “Solo the City of Batik” tersebut.
at muda merepresentasikan suatu kenaturalan dalam budaya Jawa dan berfungsi sebagai penguat image tradisional dalam perancangan “Solo the City of Batik” tersebut.
commit to user
C. Target Karya
Sebagai penunjang dalam memperkenalkan Kota Surakarta sebagai kota batik, dengan Bandara Adi Soemarmo yang dipilih sebagai media untuk mempromosikannya, maka dipilihlah target karya sebagai berikut :
1. Media Lini Atas (ATL)
Media lini atas merupakan Media iklan yang mengharuskan pembayaran komisi kepada biro iklan (Frank Jefkins, 1996 : 28). Media lini atas merupakan media iklan yang penempatannya terjangkau oleh banyak khalayak umum. Oleh karena itu, media lini atas lebih banyak menyaring target audience.
Traffic ad
2. Media Lini Bawah (BTL)
Media lini bawah merupakan iklan ataupun media yang biasa diselenggarakan sendiri atau tidak melalui jasa industri iklan.
a. Billboard Wilujeng Rawuh. b. Name Board Adi Sumarmo. c. Wayfiding system (Eksterior). d. Palang pintu parkir (post parkir). e. Archigraphic pos parkir.
f. Seragam petugas parkir.
g. Standing floor tentang peraturan parkir. h. Standing flor peraturan memasuki bandara.
commit to user
i. X-banner bandara.
j. Seragam petugas-petugas di bandara Adi Soemarmo. k. Wayfiding system (interior).
l. Sign age identitas atau penamaan fasilitas. m. Cover kursi tunggu bandara.
n. Poster Indoor. o. Brosur.
p. Kotak Dispenser. q. Flag chain.
r. Stationery ( perlengkapan kantor ) 1) Amplop
2) Kertas Surat 3) Kartu Pos
4) ID card karyawan 5) ID Card Visitor Pass 6) Kartu nama s. Gimmick (Souvenir) 1) Mug 2) Pin 3) Sticker 4) Paper bag
commit to user
D. Media Placement
Media adalah segala sesuatu untuk menyampaikan / mengaplikasikan iklan atau pesan yang disampaikan melalui alat atau sarana komunikasi, misalnya melalui media cetak maupun media elektronik. Strategi media diperlukan agar pesan-pesan periklanan yang akan disampaikan dapat dirancang dan dilakukan dengan baik dan dapat diterima masyarakat luas sehingga promosi Kota Surakarta sebagai kota batik berhasil . Dalam dunia periklanan media dibedakan menjadi 2 yaitu:
1. Media lini Atas (Above The Line Media) Traffic Ad.
1. Alasan pemilihan media :
Traffic Ad, merupakan petunjuk arah letak suatu instansi ataupun wilayah. Traffic ad sangat dibutuhkan oleh seseorang / publik yang masih awam dengan suatu tempat dan dimana keberadaannya. Hal ini sangat efektif untuk dijadikan sebagai media promosi “Solo the city of batik” karena yang strategis dan terjangkau oleh publik letaknya (keberadaannya).
2. Konsep desain :
Konsep desain dari traffic ad sendiri dengan memunculkan logo “Solo the city of batik” pada bidangnya dan juga nama Bandara Adi Soemarmo. Selain logo dan nama bandara, tentunya keterangan jarak dan lokasi juga tertera pada traffic ad tersebut. Pada bagian atas bidang
commit to user
media dituliskan headline “Wilujeng rawuh dumateng kutho Solo” dan pada bagian bawah dimunculkan tagline “the world understand” . Ukuran media ini ialah 60 cm x 30 cm dan tinggi 2 m.
3. Penempatan media :
Penempatan traffic ad tersebut yakni :
a. Di perempatan pasar Mangu (sebelah utara bandara)
b. Di perempatan gagak sipat (Jembatan Sebelah Selatan Bandara Adi Sumarmo)
c. Perempatan Pasar Colomadu.
2. Media lini bawah (Below The Line Media)
Berdasarkan hal tersebut maka 4 media yang akan dipilih untuk menjadi media promosi Kota Surakarta sebagai kota batik melalui Bandara Adi Soemarmo yaitu:
a. Billboard Wilujeng Rawuh 1. Alasan pemilihan media :
Billboard wilujeng rawuh merupakan media komunikasi secara tidak langsung yang ditujukan kepada para penumpang pesawat yang singgah di kota Surakarta dan hendak berkunjung ke kota Surakarta. wilujeng rawuh dalam bahasa Indonesia “selamat datang” merupakan komunikasi khas masyarakat Surakarta dalam menyambut tamu.
Baliho wilujeng rawuh ini sangat efektif sebagai media promosi “ Solo The City Of Batik” karena letaknya strategis dalam menyambut tamu pendatang dan mampu untuk menguatkan memorable para pengunjung
commit to user
akan kota Surakarta saat menginjakkan kaki yang pertama kali di Bandara Adi Sumarmo.
2. Konsep desain :
Konsep desain Billboard Sugeng Rawuh ini memadukan headline, subheadline, tagline serta logo “Solo The City Of Batik” dengan ilustrasi vector tangan yang sedang memegang canthing. Dalam hal ini batik diexpose dan diharapkan mampu mempengaruhi audiences. Ukuran baliho ini yakni : 6 m x 4 m.
3. Penempatan media :
Media ini ditempatkan di area parkir “Bandara Adi Sumarmo” di sebelah sisi utara dan barat.
b. Name Board Adi Sumarmo 1. Alasan pemilihan media :
Name board merupakan media yang digunakan untuk mempublikasikan suatu instansi. Name board fungsinya sangatlah penting dan pokok sebagai promosi. Name Board bandara sangat efektif digunakan sebagai media untuk memperkenalkan kepada publik “Solo The City Of Batik” karena dalam perancangan media ini konsep tersebut diexpose dalam name board tersebut selain nama Bandara Adi Sumarmo.
2. Konsep desain :
Konsep desain name board Bandara Adi Soemarmo sendiri yakni dengan diberi sentuhan archigraphic berupa tulisan “Bandara Adi
commit to user
Soemarmo” dengan menempatkan juga logo “Solo The City Of Batik” yang berupa archigraphic juga yang penempatannya dibawah nama identitas bandara tersebut. Selain itu, headline beserta tagline juga ditampilkan dalam name board bandara tersebut. Ukuran media ini yakni : 50 cm x 1 m dengan tinggi 2 m.
3. Penempatan media :
Media ini ditempatkan di jalan masuk bandara kearah parkiran bandara yang bertujuan mengenalkan kepada publik terlebih dahulu tentang image kota yang disinggahinya yakni Kota Surakarta.
c. Wayfinding system (Eksterior) 1. Alasan pemilihan media :
Wayfinding system merupakan kesatuan suatu sistem petunjuk arah yang dimiliki oleh setiap bandara di dunia khususnya Bandara Adi Soemarmo. Wayfinding system ini digunakan untuk mempermudah para pengunjung bandara (calon penumpang ataupun penumpang pesawat terbang) dalam menemukan fasilitas yang akan digunakan bandara tersebut dengan waktu yang relatif singkat. Karena fungsinya sangatlah penting di bandara ini sebagai alat komunikasi, maka perlulah dirancang kesatuan wayfinding system yang terintegrasi (integrated wayfinding system) untuk menarik perhatian para pengunjung bandara dan juga bisa digunakan sebagai sarana promosi kepada publik “Solo The City Of
commit to user
Batik” baik interior wayfinding maupun eksterior bandara Adi Soemarmo.
Wayfinding eksterior merupakan wayfiding system yang terdapat di luar ruangan utama Bandara Adi Soemarmo. Wayfinding ini terdiri dari : a. Penunjuk arah parkir
b. Penunjuk arah transit
c. Penunjuk arah untuk masuk keluar area parkir 2. Konsep desain :
Seluruh wayfinding system eksterior ini akan terintegrasi menjadi satu kesatuan dengan konsep desain yang terpadu. Pengecualian atau pembeda hanya terletak pada fungsinya masing-masing dan icon yang sesuai dengan ilustrasi masing-masing. Dan masing-masing item wayfinding tersebut akan dibubuhkan logo “Solo The City Of Batik” dan tagline the world understand ukuran masing-masing item :
a. Penunjuk arah parkir : 1 m x 30 cm b. Penunjuk transit : 40 x 40 cm
c. Penunjuk arah keluar dan masuk : 40 x 40 cm 3. Penempatan media
Penempatan media wayfinding system khusus eksterior ini akan ditempatkan pada area parkir Bandara Adi Soemarmo.
d. Palang pintu parkir (post parkir) 1. Alasan pemilihan media :
commit to user
Palang pintu parkir merupakan item yang strategis dan efektif dalam mempromosikan “Solo The City Of Batik” karena palang pintu ini selalu berhadapan dengan publik ketika mereka mau masuk ataupun meninggalkan Bandara.
2. Konsep desain :
Konsep desain palang pintu parkir ini yakni hanya memunculkan logo “Solo The City Of Batik” dan juga tagline wilujeng rawuh dumateng kutho Solo pada palangnya dan garis crossnya menggunakan main colour logo yakni coklat muda dengan ukuran desain 100 cm x 20 cm dengan teknik cutting sticker pada logo “Solo The City Of Batik”.
3. Penempatan media :
Media ini ditempatkan pada palang pintu parkir.
e. Archigraphic pos parkir 1. Alasan pemilihan media :
Pos parkir merupakan media yang paling awal bertatap muka dengan publik media ini sangat strategis untuk diberikan sentuhan promosi “Solo The City Of Batik” karena medianya cukup besar dan banyak terdapat ruang kosong.
2. Konsep desain :
Archigraphic yang berupa “Solo The City Of Batik” dan juga main colour logo tersebut untuk memberikan sentuhan warna pada pos parkir
commit to user
tersebut. Selain itu, sentuhan elemen huruf “S” pada logo yang ditransparansi akan menjadi background pos parkir tersebut.
3. Penempatan media :
Archigraphic ini akan ditampilkan pada media Pos Parkir bandara.
f. Seragam petugas parkir 1. Alasan pemilihan media :
Uniform atau seragam sangat berperan dalam menguatkan identitas suatu instalasi. Media ini tergolong strategis dan efisien untuk melakukan promosi yang dalam hal ini promosi “Solo The City Of Batik” yang dilakukan di Bandara Adi Soemarmo. Kembali ke integrated desain, visual branding Adi Soemarmo, maka seragam untuk petugas parkir perlu di serasikan dengan konsep branding.
2. Konsep media :
Konsep yang diambil ialah dengan menempatkan logo “Solo The City of Batik” dan merubah visual seragam dengan main colour coklat soga dengan sedikit motif batik dalam seragam tersebut.
3. Penempatan media :
Media ini digunakan oleh setiap petugas parkir di Bandara Adi Soemarmo.
commit to user
g. Standing floor tentang peraturan parkir 1. Alasan pemilihan media :
Standing floor peraturan parkir merupakan media diam yang mengkomunikasikan atau menginformasikan peraturan-peraturan dan