• Tidak ada hasil yang ditemukan

VISUAL BRANDING BANDARA ADI SOEMARMO SURAKARTA

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2017

Membagikan "VISUAL BRANDING BANDARA ADI SOEMARMO SURAKARTA"

Copied!
168
0
0

Teks penuh

(1)

commit to user

i

PENGANTAR KARYA TUGAS AKHIR

VISUAL BRANDING BANDARA ADI SOEMARMO

SURAKARTA

Diajukan Untuk Menempuh Ujian Tugas Akhir Sebagai Syarat Guna Mencapai Gelar Ahli Madya

D3 Desain Komunikasi Visual

Oleh : FAUZIA HAFIZ

C9507028

PROGRAM STUDI D3 DESAIN KOMUNIKASI VISUAL FAKULTAS SASTRA DAN SENI RUPA

UNIVERSITAS SEBELAS MARET SURAKARTA

(2)

commit to user

ii

PERSETUJUAN

Pengantar Karya Tugas Akhir dengan Judul:

VISUAL BRANDING BANDARA ADI SOEMARMO SURAKARTA

Telah disetujui untuk dipertahankan di hadapan penguji:

Pembimbing Tugas Akhir I Pembimbing Tugas Akhir II

Andreas S. Widodo, S.Sn M.Hum Ercilia R Octavia, S.Sn NIP. 19751201 200112 1 002 NIP. 19801011 200812 2001

Koordinator Tugas Akhir

Arif Iman Santoso, S.Sn

(3)

commit to user

iii

LEMBAR PENGESAHAN

Diterima dan Disetujui oleh Panitia Tugas Akhir Jurusan Seni Rupa Fakultas Sastra dan Seni Rupa Universitas Sebelas Maret Surakarta

Diterima Guna Mencapai Gelar Ahli Madya Pada January 2010

Tim Penguji :

1. Ketua Sidang Ujian Tugas Akhir

Drs. Ahmad Kurnia Wirasutisna, S.Sn ( ) NIP. 19430726 198003 1 001

2. Sekretaris Sidang Ujian Tugas Akhir

Esty Wulandari, S. Sos, M.Si ( ) NIP. 19791109 200801 2 015

3. Penguji I

Andreas S. Widodo, S.Sn M.Hum ( ) NIP. 19751201 200112 1 002

4. Penguji II

Ercilia R Octavia, S.Sn ( ) NIP. 19801011 200812 2 001

Mengetahui

Dekan Fakultas Sastra dan Seni Rupa Ketua Pogram

Universitas Sebelas Maret D3 Desain Komunikasi Visual

(4)

commit to user

iv

MOTTO

“Kebahagiaan dalam melihat dan memahami merupakan anugerah

terindah alami”

( Albert Einstein)

“Juara adalah tantangan bukan hanya pajangan”

(5)

commit to user

v

PERSEMBAHAN

Tugas Akhir ini penulis persembahkan kepada :

Kedua Orang tua penulis yang selalu bijak dalam mengantarkan buah hatinya menuju gerbang kesuksesan,

keluarga besar,

Serta Sahabat dan teman penulis dalam memberikan setiap ide kreatif dan juga masukan yang sangat berharga bagi penulis

(6)

commit to user

vi

KATA PENGANTAR

Puji syukur kehadirat Allah SWT yang telah melimpahkan rahmat dan hidayah-Nya

serta segala karunia-Nya, sehingga penulis dapat menyelesaikan Tugas Akhir dengan

judul “Visual Branding Bandara Adi Soemarmo Surakarta“. Adapun Tugas Akhir ini

disusun guna meraih gelar Ahli Madya program D3 Desain Komunikasi Visual.

Fakultas Sastra dan Seni Rupa Universitas Sebelas Maret Surakarta.

Terselesaikannya Tugas Akhir ini tentunya tidak lepas dari bantuan, dorongan dan

bimbingan serta motivasi dari semua pihak yang telah membantu penulis. Maka

ungkapan rasa terima kasih dan penghargaan yang tinggi pantas penulis sampaikan

kepada:

1. Drs. Sudarno, MA, selaku Dekan Fakultas Sastra dan Seni Rupa Universitas Sebelas

Maret.

2. Andreas S. Widodo, S.Sn M.Hum,, selaku Ketua Program D3 Desain Komunikasi

Visual dan Pembimbing I Tugas Akhir.

3. Ercilia R Octavia, S.Sn, selaku Pembimbing II Tugas Akhir.

4. Jazuli A Munib, S.Sn, selaku Pembimbing Akademik.

5. Andri Iskandri selaku General Manager Bandara Adi Soemarmo Surakarta.

6. Priyabada Andi B selaku pelaksana madya operasional Bandara Adi Soemarmo

Surakarta.

7. Segenap petugas TU D3 DKV.

(7)

commit to user

vii

9. Semua pihak yang tidak bisa disebutkan satu persatu oleh penulis sehingga Tugas

Akhir ini dapat terselesaikan.

Disadari sepenuhnya bahwa konsep Tugas Akhir ini jauh dari sempurna, maka dari

itu penulis sangat mengharapkan saran dan kritiknya. Supaya untuk maju kedepannya

bisa lebih diterima dan bermanfaat bagi kita semua, amin.

Surakarta, Desember 2010

(8)

commit to user

(9)

commit to user

c. Wayfinding System(eksterior) ... 78

d. Palang Pintu Parkir(Post Parkir) ... 82

e. Archigraphic Pos Parkir ... 84

f. Seragam Petugas Parkir ... 86

g. Standing Floor Peraturan Parkir... 87

h. Standing Floor Peraturan Memasuki Bandara ... 88

(10)

commit to user

x

j.Seragam karyawan di Bandara Adi Soemarmo ... 92

k.Wayfinding System (interior) ... 93

l. Signage identitas atau penamaan fasilitas ... 108

m. Cover Kursi Tunggu ... 134

n.Poster Indoor Bandara ... 136

o. Brosur ... 138

p. Kotak Dispenser ... 140

q. Flag Chain ... 141

r. Stationery atau Perlengkapan Kantor ... 142

s. Gimmick ... 150

BAB V PENUTUP ... 155

A. Simpulan ... 155

B. Saran ... 157

(11)

VISUAL BRANDING BANDARA ADI SOEMARMO SURAKARTA

Fauzia Hafiz1

Andreas Slamet Widodo, S.Sn, M.Hum2 Ercilia Rini Octaviana, S.Sn3

ABSTRAK

2011. Batik merupakan pusaka tradisi yang bernilai budaya di Kota Surakarta. Keberadaannya menjadi aset penting bagi Kota Surakarta, yakni sebagai image kota tersebut. Di mata dunia batik telah diakui melalui penetapan yang diberikan oleh UNESCO pada 2 October 2009 sehingga memperkuat kedudukan Kota Surakarta sebagai Kota Batik. Tidak hanya Kota Surakarta yang mendapat predikat sebagai kota batik, sebelumnya Pekalongan dan Yogyakarta telah mendapat predikat tersebut. Oleh karena itu, melalui perancangan ini Kota Surakarta akan menjadi kota pariwisata yang mememorable bagi para wisatawan asing maupun domestik melalui destinationnya yang berupa Bandara Adi Soemarmo yang terletak di Eks-Karisiden Surakarta tepatnya di Boyolali yang diharapkan mampu memperkuat image Kota Surakarta sebagai kota batik dengan konsep “Solo The City Of Batik”. Bandara Adi Soemarmo akan mendapatkan sentuhan visual dengan motif batik yang terkonsep.

1

Mahasiswa jurusan D III Deskomvis dengan NIM C9507028

2

Dosen Pembimbing I

3

(12)

commit to user

BAB I

PENDAHULUAN

A. Latar Belakang Masalah

Surakarta merupakan salah satu kota bersejarah di Indonesia, karenanya

terdapat peninggalan berupa dua warisan budaya dari leluhur yang adiluhung, yaitu

Keraton Kasunanan Surakarta dan Keraton Mangkunegaran. Efek historis dari dua

peninggalan budaya yang agung tersebut mempengaruhi tatanan masyarakat yang

berlandaskan nilai-nilai adiluhung, serta budaya-budaya keraton yang masih kental.

Salah satu bentuk warisan budaya leluhur Kota Surakarta ialah batik. Batik

merupakan pusaka tradisi warisan budaya leluhur yang sangat dijunjung tinggi oleh

kota ini. Meskipun sempat akan musnah dan diklaim oleh negara tetangga, batik

muncul kembali dengan eksotisme budaya agung yang melekat kuat didalamnya.

Selain itu, ditetapkannya Kota Surakarta sebagai Kota Batik oleh UNESCO pada 2

Oktober 2009 menambah kuat citra batik dimata internasional. Usaha dan kerja keras

dari Pemkot Surakarta sendiri dalam mengangkat dan mendongkrak pariwisata di

Kota Surakarta sangat serius.

Terbukti dengan di tetapkannya Bandara Adi Soemarmo Surakarta yang kini

telah berstatus sebagai Bandara Internasional yang diresmikan oleh Presiden Susilo

Bambang Yudhoyono pada tanggal 7 Maret 2009. Berdasar dengan latar belakang

tersebut, Kota Surakarta akan lebih percaya diri dalam meningkatkan hubungan

(13)

commit to user

sebagai Kota MICE yang didapat oleh Kota Surakarta, yang berpengaruh terhadap

kedatangan mancanegara maupun domestik akan lebih dipermudah dengan kehadiran

bandara internasional tersebut. Dengan demikian Bandara Internasional Adi

Soemarmo turut menjadi bagian terpenting dalam usaha mewujudkan Kota Surakarta

sebagai salah satu tempat kunjungan pariwisata dunia, sehingga Bandara

Internasional Adi Soemarmo diharapkan mampu menjadi gerbang pengantar Kota

Surakarta menjadi kota yang dikenal oleh Indonesia sendiri pada khususnya dan

dimata dunia internasional pada umumnya.

Bandara Adi Soemarmo sebagai gerbang pengantar ke Kota Surakarta, maka

diperlukannya ciri yang khusus untuk lebih menonjolkan image Kota Surakarta yang

dicitrakan sebagai Kota Batik. Berdasarkan uraian tersebut, maka diperlukan

perancangan yang efektif untuk menguatkan citra Kota Surakarta sebagai Kota Batik

dimata dunia melalui Bandara Internasional Adi Soemarmo. Oleh sebab itu, Konsep

tugas akhir ini berjudul Visual Branding Bandara Adi Soemarmo Surakarta.

B. Rumusan Masalah

Kota Surakarta kini telah berbenah menjadi kota pariwisata yang besar dengan

mengeksplor seluruh kebudayaan yang ada didalamnya. Masyarakat turut dilibatkan

untuk ikut serta dalam penyelenggaraan setiap event budaya. Bahkan dunia

internasional telah mengakui bahwa Surakarta merupakan Kota Batik. Pemerintah

(14)

commit to user

ke Kota Surakarta. Salah satu aset terpenting yang dimiliki pemerintah Kota

Surakarta saat ini dalam mendongkrak kunjungan pariwisata di Kota Surakarta tak

luput dari peran serta Bandara Internasional Adi Soemarmo yang tak sedikit

mendatangkan wisatawan ataupun pelaku bisnis baik dari mancanegara maupun

domestik dalam berkunjung ke Kota Surakarta.

Pengenalan dan juga pendekatan image Bandara Internasional Adi Soemarmo

dimata publik diperlukan bagian penting dari identitas Kota Surakarta. Oleh karena

itu rumusan masalah dalam Perancangan Branding Bandara Internasional Adi

Soemarmo meliputi :

1. Bagaimana merancang konsep Bandara Adi Soemarmo yang sesuai dengan image

yang melekat pada Kota Surakarta sebagai Kota Batik ?

2. Bagaimana merancang visual bandara yang efektif dan komunikatif dengan

memilih media yang tepat dan penempatannya dilingkungan bandara dengan

sentuhan desain komunikasi visual agar tercipta image Kota Surakarta melalui

(15)

commit to user

C. Tujuan Perancangan

1. Mampu menemukan konsep perancangan yang tepat untuk Bandara Adi

Soemarmo dengan mengacu pada image Kota Surakarta sebagai Kota

Batik, sehingga Bandara Internasional Adi Soemarmo menjadi elemen

yang mampu mengangkat image Kota Surakarta sebagai Kota Batik

sehingga dapat mendongkrak pariwisata di Kota Surakarta khususnya

pariwisata budaya.

2. Mampu mengangkat brand Kota Surakarta sebagai kota batik melalui perancangan visual brand Bandara Adi Soemarmo yang mampu

menguatkan citra Kota Surakarta melalui Bandara Internasional Adi

(16)

commit to user

BAB II

IDENTIFIKASI DATA

A. Data Produk

1. Kota Solo sebagai Kota Batik

Kota Surakarta merupakan salah kota budaya di Indonesia. Beragam seni

dan budaya tumbuh di kota bengawan tersebut. Pada hakekatnya budaya yang

kental dari kota Surakarta, merupakan budaya dari dalam keraton. Salah satu

budaya kota Surakarta yang telah menjadi warisan budaya dunia ialah batik.

Kota Surakarta memiliki nafas batik sejak dari zaman nenek moyang

terdahulu sekitar abad 17. Pada zaman dahulu, batik merupakan sarana

mediasi dalam berhubungan dengan Tuhan Yang Maha Esa. Batik di Kota

Surakarta mulai tumbuh dalam lingkungan Keraton. Awalnya batik hanya

sekadar hobi dari para keluarga raja di dalam berhias lewat pakaian. Namun

perkembangan selanjutnya, oleh masyarakat, batik dikembangkan menjadi

komoditi perdagangan.

Batik Surakarta terkenal dengan beragam corak dan pola tradisionalnya

baik dalam proses cap maupun dalam batik tulisnya. Bahan-bahan yang

dipergunakan untuk pewarnaan masih tetap banyak memakai bahan-bahan

dalam negeri seperti soga Jawa yang sudah terkenal sejak dari dahulu. Bebagai

motif yang terdapat di Batik Surakarta yang terkenal antara lain : Parang

Kusumo,Parang Gapit, Parang Sarpa, Kawung Picis, Kawung Beton,

Sidomukti, Sidoluhur. Tentunya dengan berbagai corak yang beragam

(17)

commit to user

Indonesia. Batik Surakarta juga terkenal akan karakteristiknya yang lembut

dan juga indah.

Perkembangan batik pada saat ini, khususnya di Kota Surakarta telah

meluas pemanfaatannya sepeti digunakan sebagai elemen visual arsitektur

bangunan, media publik , souvenir dan juga yang lainnya. Batik juga telah

menjadi trend setter yang digunakan dalam setiap acara formal di kantor

ataupun disetiap instansi Kota Surakarta. Didalam suatu instansi pemerintahan

misalnya pada sekolah, mulai dari taman kanak-kanak hingga sekolah

menengah atas telah dipekenalkan batik melalui seragam mereka dan bahkan

ada pula yang dimasukkan kedalam kurikulum pembelajaran mereka.

Alasan seperti ini, mendorong dan memicu pemerintah kota untuk terus

berupaya dalam melestarikan budaya batik di Kota Surakarta. Bukti nyata

wujud dari suka cita dan pelestarian batik tersebut ialah dengan didirikannya

suatu sentra kerajinan batik di Kampung Batik Laweyan dan Kampung Batik

Kauman yang masing-masing terletak di pusatnya kota Surakarta. Hal ini tidak

luput dari latar sejarah yang ada di kampung Laweyan dan Kauman pada

zaman dahulu. Dengan dukungan serta partisipasi masyarakat Kota Surakarta,

mereka bahu-membahu dalam mengangkat citra Kota Surakarta sebagai Kota

Batik di Indonesia. Wisata budaya Surakarta pun mulai digencar-gencarkan

pada dunia dengan berbagai event dan expo-expo tentang batik. Solo Batik

Carnival, Srawung Batik, Solo International Batik Expo, dan masih banyak

lagi. Tentunya gebrakan wisata budaya di Kota Surakarta tersebut mampu

(18)

commit to user

strategi brand pariwisata kota Surakarta,“Solo The Spirit of Java”, kota

bengawan ini bergolak penuh percaya diri dalam menata kotanya dengan

semangat berbudaya dan juga menguatkan image kota batik didalamnya

dengan serangkaian event dan juga expo yang berhubungan dengan batik.

Alhasil dunia berkata, bahwa batik merupakan pusaka dunia dan

ditetapkannya sebagai bagian dari budaya Indonesia oleh UNESCO pada

tanggal 2 Oktober 2009. Kota Surakarta dianggap mampu melestarikan

kebudayaan batik mereka dan memiliki image yang kuat sebagai kota batik.

Sebagai wujud rasa syukur, warga kota Surakarta bersama dengan pemerintah

kota Surakarta mengadakan Karnaval Budaya “ Solo Membatik Dunia ” yang

dilaksanakan sehari setelah Kota Surakarta mendapat sebutan sebagai kota

batik oleh UNESCO dan akan diadakan lagi setiap tanggal 2 Oktober. Solo

akan semakin expresif dalam dunia kepariwisataan dengan kekuatan brand

pariwisata mereka.

2. Bandara Adi Soemarmo merupakan Media Promosi Kota Surakarta sebagai Kota Batik

Kota Surakarta telah mendapat predikat sebagai kota batik oleh dunia

melalui brand pariwisatanya. Brand pada dasarnya adalah perpaduan antara

seni dan sains untuk menyampaikan sebuah janji yang dibuat oleh perusahaan

kepada audiencenya. Melalui janji ini, perusahaan berusaha menjalin ikatan

dengan pelanggannya secara emosional, baik dari segi pemenuhan kebutuhan,

loyalitas dan dukungan yang terus menerus (Surianto Rustan, 2009 : 1).

(19)

commit to user

kuat pada Kota Surakarta sebagai kota batik. Dalam upayanya lebih

memperluas dan meningkatkan pendapatan, Kota Surakarta gencar melakukan

kampanye dan promosi pariwisata baik pada expo pariwisata dalam negeri

maupun internasioanl. Promosi tersebut akan lebih kuat karena di dukung oleh

serangkaian acara karnaval-karnaval batik yang dipromosikan oleh pemerintah

Kota Surakarta hingga di ajang expo pariwisata dunia, seperti Cinghay Parade

di Singapura dan rencanaya juga akan diperkenalkan di Afrika Selatan dalam

menyambut Piala Dunia 2010. Oleh pemerintah Kota Surakarta, kota batik ini

akan dikonsep menjadi “Rio De Janiero” nya Indonesia dimana berbagai

karnaval dan juga expo-expo akan lebih menggeliat lagi di Kota Surakarta.

Kota Surakarta akan menjadi kota yang selalu menawarkan wisata budayanya

dalam mengisi pendapatan daerah mereka. Seluruh element masyarakat

dirangkul dan diajak untuk ikut berpartisipasi dalam berbagai event budaya.

Selain element masyarakat yang perlu diberdayakan untuk mengangkat

pariwisata Kota Surakarta di mata internasional, perlu adanya element lain

yang turut diperhatikan agar mampu menyumbangkan peran sertanya dalam

mengangkat potensi wisata Kota Surakarta bahkan lebih meningkatkan

pendapatan Kota Surakarta melalui pariwisata. Bandara Adi Soemarmo yang

terletak di Ngemplak Boyolali merupakan salah satu aset terpenting dari suatu

daerah dalam mendatangkan wisatawan untuk menigkatkan devisa. Bandara

Adi Soemarmo yang sekarang telah berstatus sebagai “Bandara Internasional”

tentunya akan menjadi aset yang sangat penting dalam menunjang pariwisata

(20)

commit to user

di lalui untuk menuju Kota Surakarta untuk wisatawan lokal maupun

mancanegara. Promosi yang dilakukan Pemerintah Kota Surakarta pada dunia

internasional akan sangat terbantu dengan adanya Bandara Adi Soemarmo

tersebut.

Bandara Adi Soemarmo akan diposisikan sebagai gerbangnya menuju

kota batik yang implementasinya akan lebih menguatkan citra & image Kota

Surakarta sebagai kota batik. Bandara internasional merupakan akses

hubungan internasional antar negara. Bagi wisatawan asing, bandara

internasional merupakan pijakan kaki yang pertama kali ketika datang dalam

suatu negara. Olehkarena itu, Bandara Adi Soemarmo perlu divisualisasikan

sejalan dengan implementasi citra Kota Surakarta sebagai Kota Batik. Untuk

mendukung promosi Pemerintah Kota Surakarta dalam mewujudkan Kota

Surakarta sebagai tujuan pariwisata internasional, Bandara Adi Soemarmo

tentunya harus memiliki image yang kuat, yang mampu mendukung citra Kota

Surakarta sebagai kota batik. Pemerintah Kota Surakarta akan terus berupaya

dalam meningkatkan promosi wisata internasionalnya melalui serangkaian

event-event karnaval dan juga expo-expo budaya di Kota Surakarta. Hal ini

diharapkan akan mampu menarik perhatian para wisatawan lokal maupun

mancanegara untuk berwisata ke Kota Surakarta.

B. Data Pemasaran

Dalam upayanya mendongkrak dan terus memajukan pariwisata budaya,

(21)

commit to user

Untuk menguatkan image Kota Surakarta sebagai kota batik, strategi

pemasaran yang dilakukan oleh Pemerintah Kota Surakarta, yakni dengan

mengadakan event-event dan expo yang berkaitan dengan batik, diantaranya :

1. Membatik oleh Anak-anak

2. Gelar Batik Nusantara

3. Srawung Batik Solo

4. Solo Batik Carnival

5. Solo Batik Fashion

6. Solo Membatik Dunia

7. Solo Membatik Aspal

Pemerintah Kota Surakarta mengonsep setiap event-event budaya tersebut

dengan mengikutsertakan masyarakat Kota Surakarta untuk ikut terlibat secara

langsung dan berperan aktif didalamya sebagai satu kesatuan promosi wisata

budaya yang terpadu.

C. Data Konsumen

Kota Surakarta memiliki sejumlah tempat-tempat pariwisata budaya

yang masih original. Selain itu, event-event budaya kerap diadakan di Kota

Surakarta. Hal ini merupakan bentuk usaha Pemerintah Kota Surakarta dalam

memajukan pariwisata Kota Surakarta dan juga dalam rangka meningkatkan

jumlah kunjungan wisatawan ke Kota Surakarta baik wisatawan mancanegara

maupun wisatawan dalam negeri. Untuk mengetahui tingkat keefektifan dan

(22)

commit to user

Pariwisata dan Seni Budaya Kota Surakarta membuat data laporan kunjungan

wisatawan ke obyek dan daya tarik wisata (ODTW) Kota Surakarta, sebagai

berikut :

Data kunjungan wisatawan ke Kota Surakarta tahun 2005-2009

Sumber : Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kota Surakarta Melihat tabel kunjungan pariwisata di Kota Surakarta dari tahun 2005

sampai tahun 2009 membuktikan bahwa adanya peningkatan kunjungan

wisatawan di Kota Surakarta. Hal ini sekaligus membuktikan bahwa usaha

Pemerintah Kota Surakarta dalam mempromosikan Kota Surakarta sangat

serius dengan memadukan kekompakan antara pemerintah kota dengan

masyarakatnya. Melalui event-event budaya dan juga exhibition budaya,

(23)

commit to user

D. Target Market

Adapun target market wisata budaya Kota Surakarta yakni wisatawan yang

berkunjung ke Kota Surakarta yang berdasarkan beberapa segmentasi :

1. Segmentasi Geografis

a. Wilayah : Se-ex karesidenan Kota Surakarta

Provinsi Jawa Tengah

Seluruh wilayah di Indonesia

Wilayah di Asia

Wilayah di Amerika dan Eropa

b. Kepadatan : perkotaan

2. Segmentasai Demografis

a. Umur : 21 – 60 tahun.

b. Jenis Kelamin : permpuan dan laki-laki dewasa.

c. Pendidikan : Sekolah Menengah Atas (SMA) sampai

Perguruan Tinggi.

d. Status Sosial : Menengah keatas.

3. Segmentasi Psikografis

a. Kesempatan Penggunaan : kesempatan penggunaan bersifat

temporer artinya, pemakaian jasa pariwisata Kota Surakarta

akan mengalami peningkatan dan suatu saat akan mengalami

penurunan jika elemen masyarakat beserta pemerintah kota

tidak melakukan inovasi dan peremajaan baik dalam segi

(24)

commit to user

b. Manfaat yang dicari : kualitas, prestise ,dan memorable.

c. Status Pemakaian : temporer

E.

Target Audience

 

Kepada siapa kita akan berbicara atau siapa yang akan menjadi sasaran

iklan kita tersebut disebut dengan istilah target audience. Dalam marketing

brief target audience sudah disebutkan dengan mengidentifikasi kelompok

sasaran tersebut antara lain dengan melalui parameter yang biasa disebut SES

(Socio Economic Strata) ( Agus S. Madjadikara, 2005 : 31 ).

Wisatawan domestik ataupun asing yang berkunjung di Kota Surakarta

merupakan konsumen dari kelas menengah ke atas.

1. Segmentasi Geografis

a. Wilayah : Se-ex karesidenan Kota Surakarta

Provinsi Jawa Tengah

Seluruh wilayah di Indonesia

Wilayah di Asia

Wilayah di Amerika dan Eropa

b. Kepadatan : perkotaan

2. Segmentasai Demografis

a. Umur : 21 – 60 tahun

b. Jenis Kelamin : permpuan dan laki-laki dewasa.

c. Pendidikan : Sekolah Menengah Atas (SMA) sampai

(25)

commit to user

d. Status Sosial : Menengah keatas.

3. Segmentasi Psikografis

a. Kesempatan Penggunaan : kesempatan penggunaan bersifat

temporer artinya, pemakaian jasa pariwisata Kota Surakarta

akan mengalami peningkatan dan suatu saat akan mengalami

penurunan jika elemen masyarakat beserta pemerintah kota

tidak melakukan inovasi dan peremajaan baik dalam segi

fasilitas maupun konsep dalam setiap event pariwisata.

b. Manfaat yang dicari : kualitas, prestise ,dan memorable.

c. Status Pemakaian : temporer

F.

Promosi

Kegiatan promosi yang merupakan implementasi Kota Surakarta sebagai

Kota Batik yang telah terselenggara sebagai wujud usaha Pemerintah Kota

Surakarta dalam meningkatan jumlah wisatawan yang berkunjung ke Kota

Surakarta untuk mewujudkan Kota Surakarta sebagai kota tujuan wisata

budaya dunia :

1. Membatik oleh Anak-anak

Event budaya pertama kali yang diadakan oleh Pemerintah Kota

Surakarta sejak diluncurkannya brand pariwisata Kota Surakarta “ Solo

(26)

commit to user

Surakarta dalam mempromosikan Batik Solo. Event ini di ikuti kurang

lebih oleh 100 anak-anak di Kota Surakarta dengan lokasi di City Walk di

Kampung Kauman. Tujuan dari event ini ialah sebagai pendobrak awal

untuk menggairahkan kembali warga Kota Surakarta khususnya akan batik

dan menjaga kelestarian pusaka Kota Surakarta tersebut. Acara ini

terbilang sukses karena mampu memberikan efek spirit dan inspirasi untuk

menyelenggarakan event budaya berikutnya.

2. Gelar Batik Nusantara

Pemerintah Kota Surakarta tak henti-hentinya dan kehilangan akal

dalam mempromosikan pariwisata di kota bengawan tersebut. Event

membatik oleh seratus anak di Kota Surakarta tersebut dinilai mampu

mendorong event-event lain untuk bermunculan di Kota Surakarta. Gelar

Batik Nusantara diselenggarakan atas semangat dan termotivasi dari

gebrakan event membatik oleh anak-anak tersebut yang dinilai telah

mampu menarik perhatian masyarakat Surakarta akan wisata budaya di

Kota Surakarta. Gelar Batik Nusantara merupakan pagelaran dan

workshop tentang batik yang mencakup batik seluruh wilayah di

nusantara. Tujuan dari event ini ialah sebagai media untuk

memperkenalkan batik Kota Surakarta dilingkup nusantara sebagai pusaka

budaya Indonesia tentunya. Selain itu, acara ini juga secara tidak langsung

(27)

commit to user

3. Srawung Batik Solo

Srawung Batik merupakan program pameran batik outdoor yang

mewadahi pelaku-pelaku batik dari berbagai daerah di nusantara untuk

saling berinteraksi, bertemu, sharing, bertukar informasi, berdiskusi,

berpromosi dan menjual produk batik. Srawung Batik I mulai diadakan

pada tahun 2008 yang mana mendampingi acara Solo Batik Carnival 2008.

Srawung Batik merupakan program pendamping Solo Batik Carnival, dan

wujud partisipasi Tahun Industri Kreatif 2010. Untuk menjawab tantangan

kreativitas penciptaan motif baru, strategi pemasaran, penjualan, dan

perdagangan batik yang terus mencari formulanya yang sesuai dengan

kebutuhan masa kini. Srawung Batik dinilai akan lebih menjadi faktor

penunjang dan penguat event Solo Batik Carnival sendiri. Dengan

keterlibatan Srawung Batik, Solo Batik Carnival alkan lebih hidup dengan

settingan tempat karnaval yang ditata dengan paduan sentuhan batik pula.

4. Solo Batik Carnival

Solo Batik Carnival merupakan karnaval yang berbasis masyarakakat

Kota Surakarta. Seluruh element telibat dalam penyelenggaraan karnaval

tersebut mulai dari Pemerintah Kota Surakarta hingga berbagai lapisan

masyarakat Kota Surakarta. Latar belakang event budaya ini ialah keaneka

ragaman corak batik di Kota Surakarta yang memiliki nilai seni yang

tinggi dan berpotensi dalam memperkuat image Kota Surakarta sebagai

(28)

commit to user

mengambil tema Wayang perekrutan para peserta sendiri dilakukan

dengan cara promosi acara melalui media print ad dan juga elektronik

seperti facebook, twitter, friendster, dan lain-lain. Peserta yang telah

mendaftarkan diri selanjutnya dibina dan diarahkan dalam merancang

kostum mereka sendiri. Sukses Solo Batik Carnival I pada 2008,

Pemerintah Kota Surakarta dalam hal ini Dinas Kebudayaan dan

Pariwisata kota Solo menggelar kembali Solo Batik Carnival II pada 26-28

Juni 2009 dengan mengambil tema Topeng. Event ini menjadikan Kota

Surakarta mampu terangkat dan sedikit demi sedikit dikenal oleh dunia

dengan Solo Batik Carnivalnya. Terbukti Solo Batik Carnival mampu

tampil dalam parade kebudayaan di Singapura yang bernama “ Cinghay

Parade ”. Tidak hanya itu, Solo Batik Carnival juga telah menjelajah

Negara Belanda dengan tampil dalam acara yang serupa dengan pasar

malemnya di Indonesia. Pada perhelatan Piala Dunia 2010 di Afrika

Selatan tahun ini, TIM Solo Batik Carnival didaulat juga untuk ikut serta

dalam acara pembukaan Piala Dunia 2010. Dengan prestasi yang cukup

membanggakan tersebut, Solo Batik Carnival diadakan kembali dengan

tema Flora dan fauna pada edisi ke-3 . Solo Batik Carnival III akan

diselenggarakan pada tanggal 23 Juni 2010. Solo Batik Carnival ditujukan

(29)

commit to user

5. Solo Batik Fashion

Solo Batik Fashion merupakan suatu event budaya untuk mengukuhkan

Citra Surakarta sebagai salah satu kota wisata dan budaya dengan menampilkan

trend fashion dengan corak batik. Kegiatan ini melibatkan desainer lokal dan

sejumlah pengrajin batik. Meski bertujuan mengangkat batik sebagai ikonnya,

namun rancangan batik yang ditampilkan dalam SBF juga akan dipenuhi 

sentuhan modern seperti SBF I tahun pada tanggal 10 -12 Juli 2009 yang telah

sukses terselenggara. Solo Batik Fashion merupakan inovasi yang dikembangkan

oleh para desainer agar batik sebagai fashion dapat lebih diminati oleh para

konsumen dan mereka tidak akan mudah bosan dengan munculnya varian-varian

batik yang teraplikasikan di baju. Dan tujuan akhirnya yakni eksistensi batik akan

tetap terjaga.

6. Solo Membatik Dunia

Solo Mebatik Dunia merupakan wujud rasa suka cita dari seluruh

masyarakat di Kota Surakarta karena diakuinya batik sebagai pusaka dunia

oleh UNESCO dan ditetapkannya Kota Surakarta sebagai Kota Batik. Solo

Membatik Dunia digelar satu hari setelah UNESCO menetapkan batik

sebagai pusaka dunia pada tanggal 2 Oktober 2009. Wujud rasa suka cita

tersebut diwujudkan dengan pawai dan karnaval disepanjang jalan Slamet

Riyadi Surakarta. Seluruh elemen masyrakat Kota Surakarta yang

bertindak sebagai peserta semua berpakaian batik. Mulai dari perangkat

desa, kelurahan, kecamatan sampai pemkot semua berpartisipasi dalam

(30)

commit to user

Indonesia dan terlebih pada dunia karena frekuensi Kota Surakarta yang

semakin meningkat dalam penyelenggaraan festival budayanya sebagai

wujud keseriusan dalam memacu potensi wisata budaya di Kota Surakarta.

Dengan ditetapkannya Kota Surakarta sebagai Kota Batik, event-event

wisata budaya mulai bermunculan di Kota Surakarta. Pemerintah optimis

peningkatan wisatawan yang berkunjung ke Kota Surakarta akan semakin

signifikan dengan ditujang peremajaan dan penambahan fasilitas baru

yang semakin memperkuat citra pariwisata Kota Surakarta.

7. Solo Membatik Aspal

Solo Membatik Aspal merupakan serangkaian kegiatan event budaya

di Kota Surakarta yang merupakan bagian dari acara Solo Membatik

Dunia. Solo Membatik Aspal diselenggarakan satu hari setelah diakuinya

batik menjadi pusaka dunia oleh UNESCO. Kegiatan tersebut sebagai

bentuk perayaan diakuinya batik sebagai warisan budaya dunia oleh

UNESCO. Event ini di ikuti oleh ribuan anak SD se-Surakarta. Mereka

membatik jalan sepanjang ruas Jalan Diponegoro, Windujenar, Surakarta.

Alasan pemilihan jalan beraspal sebagai media alternatif pendidikan seni

rupa karena berseni lukis tidak harus terpaku pada media kertas atau

kanvas, di aspal pun jadi media yang mampu meledakkan ekspresi anak..

Anak-anak yang beraksi membatik aspal tersebut merupakan gabungan

siswa dari beberapa sekolah di Solo di antaranya, SDN Ketelan, SDN

(31)

commit to user

dan SMP. Mereka membatik jalan bukan dengan cat atau malam, namun

dengan kapur tulis. Aksi yang berlangsung selama satu jam, dari pukul

08.00 WIB hingga pukul 09.00 WIB itu membuat jalan yang terletak di

jantung Kota Solo menjadi lautan batik berwarna putih. Aksi ribuan anak

membatik jalan itu menghabiskan kapur tulis sebanyak 10.000 batang.

"Alasan pemilihan kapur tulis agar tidak mengotori jalan, karena kapur

mudah dihapus. Selain sebagai bentuk ekspresi suka cita dari masyarakat

Kota Surakarta, aksi itu juga untuk mendukung branding kota solo sebagai

kota batik. Kota Solo mempunyai jargon Solo Batik dan Batik Solo.

Momen ini tepat setelah Indonesia dipercaya UNESCO sebagai pemilik

warisan budaya berupa batik. Dengan membatik anak bisa berimajinasi

luar biasa. itu bisa menciptakan motif-motif baru dan unik.

G. Komparasi

Komparasi merupakan usaha dalam membadingkan produk yang kita jual

dengan produk yang telah ada. Selain Bandara Adi Soemarmo Surakarta yang

memiliki branding dari Kota Surakarta sebagai Kota Batik, di Indonesia yang

lainnya ialah Bandara Ngurah Rai di Bali dan juga Bandara Internasional

Soekarno - Hatta. Oleh karena itu kami memilih Bandara Ngurah Rai di Bali

dan juga Bandara sebagai pembandingnya dengan mengacu pada bandara

yang berpotensi untuk di lakukan branding. Pada dasarnya bandara yang telah

dibranding dengan mengacu terhadap kota dimana ia berada, pastilah memiliki

(32)

commit to user

Perbandingan antara Bandara Adi Soemarmo - Surakarta, Bandara

Ngurah Rai – Bali, dan juga Bandara Soekarno – Hatta – Jakarta dilihat dari

beberapa faktor :

Design di Bandara

Bandara Adi

Soemarmo -

Surakarta

EGD dibuat dengan

dominasi corak dan motif

batik Kota Surakarta, baik

pada sign age maupun way

findingnya.

Keunikan EGD terlihat

pada plane area, terdapat

archigraphic yang besar

umum dan visit to Jakarta

secara khusus.

Bentuk, struktur serta

ornament bandara bergaya

khas Indonesia dengan

gaya dan penempatan EGD

sangat eksklusif, hal ini

sangat merepresentasikan

sebagai

(33)

commit to user

Bandara Ngurah

Rai - Bali

EGD dibuat dengan

perpaduan antara unsure

kebudayaan religious Bali

dan ditunjang dengan corak

modernisasi.

Penempatan EGD di setiap

sudut ruangan sangat

compatible dengan element

disekitarnya

karena ditunjang dengan

kemantapan dan kekuatan

image Bali sebagai kota

(34)

commit to user

BAB III

KONSEP PERANCANGAN

A. Konsep Karya

1. Konsep Kreatif

Kota Surakarta salah satu kota yang menyandang gelar sebagai kota batik

yang memiliki latar belakang historis tentang kekayaan batik nusantara. Beragam

jenis motif dan corak batik ada di kota ini. Melalui kekuatan promosi serta adanya

kerjasama yang baik antara pemerintah kota dengan masyarakat Kota Surakarta,

menjadikan batik di kota ini sangat dijunjung tinggi dan mampu dikemas dalam

wadah promosi kota yang luar biasa. Kekuatan batik di Kota Surakarta sebenarnya

merupakan perpaduan antara kekuatan dari nilai seni batik itu sendiri dan juga

kekuatan dari keterpaduan seluruh elemen masyarakat dalam menjaga kelestarian

batik Surakarta dan juga memperkenalkan pada kota lain di Indonesia.

Tak lepas dari semua itu, Kota Surakarta memiliki akses internasional yang

memiliki potensi sebagai penguat image kota tersebut sebagai kota batik. Bandara

Adi Soemarmo melalui perancangan ini, akan dimanfaatkan oleh Kota Surakarta

sebagai penguat Kota Batik dengan tujuan utama meningkatkan wisatawan

domestik maupun asing. Bandara Adi Soemarmo dianggap efektif dalam

mempromosikan Kota Surakarta, karena berfungsi sebagai gerbang masuk ke kota

tersebut, baik antarkota dalam satu negara maupun antarnegara. Dengan visual

branding Bandara Adi Soemarmo yang mengacu pada Kota Surakarta sebagai

(35)

commit to user

akses internasionalnya tersebut. Sehingga, diharapkan para wisatawan akan

merasakan aura Kota Surakarta yang sangat kental ketika pertama kali

menginjakkan kaki di kota batik tersebut.

Diperlukan strategi kreatif dalam mempromosikan Kota Surakarta sebagai

Kota Batik melalui perancangan visual Bandara Adi Soemarmo sebagai

penguatnya, dengan tujuan :

a. Memperkenalkan Kota Surakarta sebagai Kota Batik yang memiliki potensi

pariwisata budaya dunia dan bertujuan sebagai tempat tujuan utama pariwisata

dunia.

b. Menarik perhatian para wisatawan asing maupun domestik untuk

meningkatkan pengunjung ke Kota Surakarta.

c. Memperkuat memorable (kenangan) para wisatawan yang berkunjung ke Kota

Surakarta akan keunikan Kota Surakarta, sehingga diharapkan para wisatawan

akan kembali lagi ke Kota Surakarta.

2. Positioning

Positioning adalah menempatkan sebuah produk atau jasa untuk mendapatkan posisi yang baik di mata konsumen ( Adi Kusrianto, 2007 : 55 ). Menciptakan

posisi dalam pikiran (mindset) atau benak konsumen (Agus S. Madjadikara, 2005

: 60). Positioning berhubungan dengan bagaimana memainkan komunikasi agar dalam benak konsumen tertanam suatu citra tertentu, yang dalam hal ini

konsumen akan diperkenalkan dengan Kota Surakarta melalui sentuhan awal yang

(36)

commit to user

dengan budaya Surakarta khususnya Batik. Sehingga ada kesan keunikan dari

Kota Surakarta pada waktu para wisatawan pertama menginjakkan kaki di kota

tersebut. Hal ini tentunya akan memberikan memorable (kenangan) bagi para

wisatawan sehingga mereka akan terus mencari tahu lebih banyak tentang Kota

Surakarta dengan hadir kembali ke kota batik terserbut. Maka dalam hal ini,

Bandara Adi Soemarmo ditempatkan sebagai “gerbang menuju Kota Batik”.

3. Unique Selling Preposition

Kota Surakarta mempunyai beberapa keunggulan dibandingkan dengan kota

yang menyandang sebagai kota batik yang lain. Dari segi corak dan jenis

batiknya, Kota Surakarta memiliki corak yang beraneka ragam dengan jenis yang

sangat banyak dan bervariasi. Warna khas batik Kota Surakarta ialah “SOGA”

yakni coklat agak kemerah-merahan. Selain itu, faktor promosi yang sangat

gencar dilakukan Pemerintah Kota Surakarta dalam mengenalkan tradisi kota

tersebut, khususnya tradisi batik mampu mengangkat image Kota Surakarta

sebagai kota batik. USP (Unique Selling Preposition) dari Kota Surakarta ini

sendiri ialah adanya bandara internasional yang memperkuat image Kota

Surakarta sebagai Kota Batik, yakni Bandara Internasional Adi Soemarmo.

Melalui pencitraan awal sebelum para wisatawan domestik maupun mancanegara

memasuki atau baru menginjakkan kaki yang pertamakali di Kota Surakarta

melalui sentuhan corak batik di bandara tersebut, dengan sendirinya image Kota

Surakarta sebagai Kota Batik akan menguat. Fokus dari visual branding itu sendiri

(37)

commit to user

pandangan pertama, sehingga memorable dari para wisatawan akan selalu

tertambat pada Kota Surakarta sebagai kota tujuan wisata.

B.

Konsep Perancangan

Strategi perancangan merupakan suatu hal yang sangat penting dalam

pencapaian tujuan pada akhirnya. Jika strategi perancangan tidak tepat dan tidak

sesuai dengan pesan yang ingin disampaikan, maka dapat dikatakan promosi yang

kita lakukan tidak berhasil dan tidak sampai pada target audience. Sehingga dalam

merancang suatu strategi perancangan diperlukan suatu pemikiran atau gagasan

yang tepat untuk dapat direalisasikan menjadi sebuah media promosi yang

komunikatif dan efektif. Ada beberapa pokok pikiran yang mengacu pada pola

dukungan dalam menciptakan desain secara global dan menyeluruh. Unsur

pendukung tersebut terbagi menjadi dua bagian, yaitu:

1. Strategi Visual Verbal

a. Headline

Headline sering disebut judul. Hal ini merupakan bagian terpenting dari

suatu media promosi yang dipakai sebagai penangkap perhatian utama.

Salah satu kunci keberhasilan promosi adalah adanya headline yang

persuasive, simpel, dan juga memiliki kekuatan verbal untuk

meningkatkan rasa penasaran audience terhadap promosi tersebut. Karena

fungsi utama headline sendiri untuk menarik perhatian khalayak umum

dengan cepat dan berusaha menarik konsumen sebanyak-banyaknya dalam

(38)

commit to user

suatu pendukung ide dan gagasan, maka headline diharapkan dapat

menarik perhatian sasaran untuk memasuki tujuan pemahaman pesan,

mengantar untuk menterjemahkan bahasa visual dan menarik pihak

khalayak untuk membaca body copy lebih lanjut. Headline umumnya

ditulis dengan huruf besar dibandingkan dengan huruf lainnya. Dan

menggunakan pilihan kata yang singkat, informatif, komunikatif, mudah

dibaca dan mudah dimengerti oleh khalayak sasaran.

Maka headline dari perancangan ini adalah:

1) We are the gate to the city of batik. 2) Welcome to the zone of batik. 3) Nol km zona bebas buta batik.

4) Kami adalah gerbang menuju kota batik.

5) Wilujeng rawuh dumateng kutho Solo.

b. Sub headline

Sub headline merupakan jembatan penghubung antara headline dengan body text. Sub headline digunakan apabila kalimat dalam headline cukup

panjang sehingga kurang efektif. Apabila headline sudah memiliki

kemampuan lebih untuk meningkatkan ketertarikan untuk membaca body

text, maka sub headline tidak diperlukan lagi. Kalimat dalam suatu Sub Headline lebih jelas dan lebih menarik agar mudah dicerna oleh konsumen yang membacanya.

(39)

commit to user

1) Pintu menuju Kota Solo untuk berwisata batik.

2) Disinilah kawasan belanja batik yang tepat.

3) Bermacam-macam jenis batik ada di kota ini jadi jangan

takut untuk tidak tahu tentang batik.

4) Kutho budaya ingkang tansah ngagungaken budaya

adiluhung.

c. Body copy

Body copy merupakan penjelas dari headline sehingga perlu dibuat

sekomunikatif dan seefektif mungkin. Bodycopy berfungsi menerangkan

tentang produk sebenarnya yang yang dapat dipertanggungjawabkan.

Pesan yang disampaikan bersifat ringkas, sederhana, mudah dimengerti

oleh khalayak konsumen. Body copy menjadi perluasan ide yang

disampaikan oleh headline dan ilustrasi. Dalam perancangan ini, body

copy yang digunakan haruslah menerangkan bahwa Solo adalah kota batik

dengan kalimat yang jelas dan efektif.

d. Baseline

Baseline adalah unsur yang lain dan biasanya ditempatkan di bagian bidang keseluruhan (biasanya dicantumkan nama perusahaan, brand name

dan mungkin juga slogan atau alamat perusahaan). Kalimat yang

digunakan sebagai baseline yaitu PT. Angkasa Pura I (PERSERO) Kantor

Cabang Bandara Internasional Adi Soemarmo Surakarta – 5718, Telp.

(0271) 780400 – 780715 – 781164. Fax 78005 AFTN WRSQ YDYX.

(40)

commit to user

e. Slogan

Slogan adalah inti sari dari pesan yang ingin disampaikan. Slogan dapat

membantu mengenalkan dan menanamkan citra produk ataupun image

produk pada benak masyarakat. Salah satu unsur dalam keberhasilan suatu

slogan adalah kalimat atau kata-kata yang digunakan harus padat, jelas,

menarik dan komunikatif sehingga dapat terus diingat konsumen

(memorable).

Slogan yang dipilih dalam perancangan ini ialah The world understand

(dunia memahami). Slogan tersebut dipilih untuk menguatkan promosi

wisata budaya kota Surakarta di mata Internasional dan lokal secara

subjektif sehingga jawaban apakah Solo merupakan kota batik, tentunya

akan muncul dari masing-masing pribadi (para wisatawan yang telah

berkunjung ke Kota Solo) tanpa kita memberikan paksaan kepada para

wisatawan tentang pemahaman yang sesuai dengan konsep branding.

2. Strategi Visual Non Verbal

a. Layout

Layout adalah pengaturan dari berbagai unsur komposisi seperti misal huruf teks, garis, bidang, gambar dam sebagainya. Layout adalah kemasan setiap

elemen lain dari “paket catalog” yang merefleksikan konsep desain (Fred E. Hahn

dan Kenneth G. Mangun, 1999 : 174). Proses layout dimulai dari pemikiran

utama kemudian masuk ke layout kasar (rough sket), yaitu penuangan bebas yang

(41)

commit to user

perancangan komunikasi visual seperti bentuk, warna, dan tipografi sudah dibuat

sehingga lebih menekankan pada persoalan dalam penataan letak dari unsur-unsur

tersebut dan akhirnya diharapkan akan mendapat pesan yang ingin

diinformasikan.

Pada perancangan promosi ini akan mengacu pada 3 tipe layout, seperti:

1) AXIAL

Elemen iklan ditelakkan berdasarkan sebuah

sumber sumbu yang diletakkan pada posisi

tertentu di halaman iklan. Pada metode ini

ditampakkan banyak bidang kosong.

2) GROUP

Layout ini menggunakan sejumlah elemen

berupa foto yang diletakkan berkelompok dalam

suatu titik konsentrasi pandang di halaman iklan.

Tujuannnya adalah untuk memberikan satu pusat

(42)

commit to user

3) BAND

Elemen iklan dipasang membentang seperti

sabuk, tetapi letaknya membujur vertikal.

Tipikal tersebut memberikan blocking materi

setinggi halaman iklan.

4) MONDRIAN Layout

Mengacu pada konsep seorang pelukis Belanda bernama Piet Mondrian,

yaitu penyajian iklan yang mengacu pada bentuk-bentuk square,

landscape, atau portrait. Masing- masing bidangnya sejajar dengan bidang

penyajian serta memuat gambar atau copy yang saling berpadu sehingga

membentuk komposisi yang konseptual.

5) PICTURE WINDOW Layout

Tata letak iklan dimana produk yang diiklankan ditampilkan secara close

up. Bisa dalam bentuk produknya itu sendiri atau bisa juga menggunakan

model (public figure)

6) MULTI PANEL Layout

Bentuk iklan dimana satu bidang penyajian dibagi menjadi beberapa tema

visual dalam bentuk yang sama (square atau double square semuanya)

b. Ilustrasi

(43)

commit to user

memberi penjelasan atas suatu maksud atau tujuan secara visual (Adi

Kusrianto, 2007 : 140). Ilustrasi merupakan salah satu unsur penting yang

sering digunakan dalam komunikasi sebuah produk karena sering

dianggap sebagai bahasa universal yang dapat menembus rintangan yag

ditimbulkan oleh perbedaan bahasa kata-kata (Iwan Wirya, 1999 : 32).

Dalam dunia periklanan, hal ini merupakan unsur yang sangat penting

karena sering dianggap sebagai ‘bahasa universal’. Ilustrasi disampaikan

dalam bentuk gambar atau foto. Fungsi dari ilustrasi adalah menarik

simpati dari khalayak sasaran dengan menjelaskan maksud dan tujuan dari

pesan dalam bentuk gambar atau foto. Di samping itu pula ilustrasi dapat

menghubungkan antara maksud-maksud yang berbeda antara bahasa dan

kata. Pada suatu iklan gambar dapat mengungkapkan berbagai penilaian,

maka ilustrasi haruslah relevan dengan produk ataupun jasa yang

ditawarkan dan mampu ‘berbicara’ walau hanya dengan sekilas

memandang. Sehingga dapat menarik dan merangsang khalayak untuk

membaca keseluruhan isi pesan.

Adapun penggolongan ilustrasi menurut teknik pembuatannya ada 3

macam, yaitu :

a. Ilustrasi tangan (drawing), yang biasa didefinisikan sebagai ilustrasi

yang dalam pembuatannya menggunakan cara manual, yakni

menggambar dengan kemampuan gerak alami tangan.

b. Ilustrasi fotografi , yang biasa di definisikan sebagai ilustrasi yang

(44)

commit to user

manipulasinya.

c. Ilustrasi komputer, yang dalam definisi pembuatannya menggunakan

teknik pengolahan komputer, baik dari hasil gambar tangan, fotografi,

maupun penggabungan dari keduanya. Teknik pembuatan ilustrasi ini

bisa disebut juga teknik digitalisasi dengan menggunakan program

komputer Adobe Photoshop, Corel Draw, Iilustrator, dan lainnya.

Gambar yang ingin ditampilkan bukan sebuah kumpulan gambar

produk tetapi pembuatannya nampilkan dari sebuah logo dalam

berbagai aplikasi desain promosi dan menjadikan sebagai visual key

karena penulis ingin memberikan sentuhan etnik tetapi elegant dan

berkelas dan berkesan exsklusif pada produk branding tersebut,

sehingga tanpa gambar produk pun mampu menarik perhatian

konsumen dan mampu untuk di ingat oleh konsumen (memorable).

(45)

commit to user

Konsep Logo

Bandara Internasional Adi Soemarmo ditujukan sebagai penguat image

Kota Surakarta sebagai kota batik di mata dunia. Oleh karena itu Bandara Adi

Soemarmo haruslah memiliki visualisasi yang mampu menawarkan atau

mempromosikan Kota Surakarta sebagai kota batik atau minimal mampu

mewakili visual Kota Surakarta secara umum. Visual dalam artian ini ialah

mampu merepresentasikan wajah Kota Surakarta baik dari segi budaya

ataupun karakter masyarakatnya kepada para pengguna jasa penerbangan baik

itu lokal ataupun internasional yang singgah di Kota Surakarta. Hal tersebut

dapat ditunjukkan melalui Bandara Adi Soemarmo sebagai media untuk

memperkenalkan dan juga memperkuat image Kota Surakarta sebagai Kota

batik dengan visualnya.

Dasar bentuk dan nilai visual Logo

Logo “ Solo the city of Batik “ ini terdiri dari dua elemen dan satu logo

type. Huruf “S” di distilasi sedemikian rupa sehingga menyerupai pola parang

yakni pola batik klasik khas Solo. Pola parang ini bermakna suatu keagungan

dan memiliki suatu nilai kehormatan yang tinggi(adiluhung). Hal ini

merepresentasikan bahwa Kota Surakarta merupakan kota yang memiliki

keagungan budaya di dalamnya. Kota batik ini menjadi lain dengan kota batik

lainnya, dengan semangat dalam mempromosikan batik di mata dunia.

Elemen kedua yakni kuncup bunga tulip dan bakal daun yang akan mekar. Hal

inimerepresentasikan bahwa Kota Surakarta memiliki potensi untuk tumbuh

(46)

commit to user

ketradisionalannya dengan menghasilkan generasi penerus yang mampu

menjaga dan melestarikan budaya luhurnya.

Colour guide

Warna coklat ini merupakan warna coklat yang

bersifat kontemporer, yakni warna populer dipakai

pada masa tertentu dan bersifat modern. Warna ini

mengkomunikasikan bahwa Kota Surakarta

merupakan kota yang modern dan dinamis dengan mengacu pada slogan “

(47)

commit to user

telah menjadi kota yang modern di masa yang akan datang tetapi tetap

mempertahankan pada tradisi lokal.

Warna coklat soga merupakan warna khas batik di

Kota Surakarta yang tidak dimiliki oleh batik di

kota lain di Indonesia. Warna ini

mengkomunikasikan bahwa Kota Surakarta

merupakan kota dengan khazanah budaya nya yang sangat agung terlebih

dengan didukung oleh berbagai corak khas batiknya yang menguatkan

Surakarta sebagai kota batik .

(48)

commit to user

Century

Nn

Uu Vv Ww Xx Yy Zz

1 2 3 4 5 6 7 8 9

empertahankan

budaya tradisionalnya dan melahirkan generasi penerusnya.

onviguration

Aa Bb Cc Dd Ee Ff Gg Hh Ii Jj Kk Ll Mm

Oo Pp Qq Rr Ss Tt

0

Century memiliki karakter klasik dan elegant. Font ini merepresentasikan

bahwa Kota Surakarta berkarakter kuat akan kebudayaan leluhurnya. Didalam

suatu kemodsernisasian dunia, Kota Surakarta mampu m

(49)

commit to user

Grid

(50)

commit to user

(51)

commit to user

d. Typografi

Typografi merupakan unsur penunjang yang sangat penting yang dapat membawa kesan atau citra yang ingin ditampilkan atau dijual oleh

perusahaan. Selain itu, typografi juga dapat berpengaruh terhadap

keberhasilan branding. Citra yang kuat yang tedapat pada typografi akan

selalu berada dibenak konsumen dan akan senantiasa di ingat oleh

konsumen. Sebagai figure informative, huruf sebaiknya memenuhi

persyaratan teknis dari segi ketampakan (legibility), keterbacaan

(readability), dan aspek-aspek ergonomik lainnya. Typografi yang baik

mengarah pada keterbacaan dan menariknya desain huruf tertentu

sehingga dapat menciptakan karakter atau karakteristik produk yang

bersangkutan. (Frank Jefkins, 1996 : 248)

Jenis typografi yang digunakan dalam visual branding Bandara Adi

Soemarmo disesuaikan dengan citra yang ditampilkan Kota Solo sebagai

Kota Batik. Tipografinya harus sesuai dengan karakter Kota Surakarta

sendiri dan juga komunikatif, padat makna, selain itu unsur futuristik harus

ada di dalamnya.

Perancangan typography didasarkan pada pertimbangan gaya desain, fungsi dan juga karakter huruf yang digunakan. Dari tema yang diangkat,

menggunakan typography yang berbentuk sederhana, namun tetap sesuai

(52)

commit to user

Maka jenis huruf yang akan dipilih adalah:

Calibri 

 

ABCDEFGHIJKLMNOPQRSTUVWXYZ

 

abcdefghijklmnopqrstuvwxyz

 

1234567890

 

Alasan pemilihan font:

Calibri termasuk jenis san serif memiliki kesan futuristik, simple dan

modern serta berkarakter kuat sehingga mampu menonjolkan image

modern dan internasional bagi bandara Adi Soemarmo itu sendiri. Calibri

memberikan sentuhan yang lugas sehingga biasanya digunakan untuk

kalimat penjelas dalam suatu ilustrasi.

Myriad Pro - normal

ABCDEFGHIJKLMNOPQRSTUVWXYZ

abcdefghijklmnopqrstuvwxyz

1234567890

Alasan pemilihan font:

Myriad Pro memiliki karakteristik yang simple, lugas, serta bergaya

modern. Font ini berkesan futuristik sehingga mampu memunculkan

sentuhan gaya desain modern yang tak lepas dari unsur etnik pada

(53)

commit to user

penerbangan yang singgah di Bandara Adi Soemarmo menangkap kesan

modern dari Bandara tersebut.

Century

Aa Bb Cc Dd Ee Ff Gg Hh Ii Jj Kk Ll Mm Nn

Oo Pp Qq Rr Ss Tt Uu Vv Ww Xx Yy Zz

0 1 2 3 4 5 6 7 8 9

Century memiliki karakter klasik dan elegant. Font ini merepresentasikan

bahwa Kota Surakarta berkarakter kuat akan kebudayaan leluhurnya.

Didalam suatu kemodsernisasian dunia, Kota Surakarta mampu

mempertahankan budaya tradisionalnya dan melahirkan generasi

penerusnya.

Arial

Aa Bb Cc Dd Ee Ff Gg Hh Ii Jj Kk Ll Mm Nn Oo Pp Qq Rr Ss Tt Uu Vv Ww Xx Yy Zz 0 1 2 3 4 5 6 7 8 9

Huruf ini termasuk jenis sanserif atau tanpa kait. Alasan pemilihan huruf

ini karena bekesan simpel dan tegas tujuannya untuk menguatkan kesan

modern Bandara Adi Soemarmo melalui visual branding ini.

Katy Berry 

Aa Bb Cc Dd Ee Ff Gg Hh Ii Jj Kk Ll Mm Nn 

Oo Pp Qq Rr Ss Tt Uu Vv Ww Xx Yy Zz 

(54)

commit to user

Huruf ini termasuk golongan huruf decorative karena berfungsi sebagai

huruf hiasan dan penggunaannya pun jauh dari kesan formalitas. Huruf ini

dipilih karena memiliki kesan decorative yang kuat dan sangat memorable

untuk dijadikan suatu icon.

Harabara

Aa Bb Cc Dd Ee Ff Gg Hh Ii Jj Kk Ll Mm Nn

Oo Pp Qq Rr Ss Tt Uu Vv Ww Xx Yy Zz

0 1 2 3 4 5 6 7 8 9

Harabara merupakan font decorative yang memiliki bentuk yang simple,

terkesan etnik karena pola lengkungnya pada setiap hurufnya.

e. Warna

Warna merupakan representasi bahasa komunikasi yang disampaikan

lewat indera penglihatan. Warna juga merupakan unsur yang sangat tajam

untuk menyentuh kepekaan penglihatan, sehingga mampu merangsang

munculnya rasa haru, sedih, gembira, mood atau semangat (Adi Kusrianto,

2007 : 46). Penggunaan warna menunjukkan identitas dari produk tersebut

yang selanjutnya akan dipakai dalam setiap media visual yang akan

digunakan.

Warna-warna yang akan dominan digunakan dalam perancangan

visual brand Bandara Adi Soemarmo adalah warna-warna yang natural

(55)

commit to user

bertujuan menguatkan citra Kota Surakarta sebagai Kota Batik. Warna

yang dipakai antara lain coklat, hitam, putih, dan juga biru tua.

1) Warna coklat (soga)

Warna coklat mengkomunikasikan suatu ke naturalan (alami).

Penggunaan warna coklat ini diharapkan agar Bandara Adi Soemarmo

mampu merepresentasikan sebagai Bandara Internasional yang berada di

Kota Batik dengan mengangkat nilai-nilai batik di dalamnya untuk lebih

mengenalkan Kota Surakarta sebagai kota batik.

2) Warna coklat gold

Warna coklat ini merupakan warna coklat yang bersifat kontemporer,

yakni warna populer dipakai pada masa tertentu dan bersifat modern.

Warna ini mengkomunikasikan bahwa Kota Surakarta merupakan kota

yang modern dan dinamis dengan mengacu pada slogan “ Solo past as

Solo future “. Dengan maksud bahwa meskipun Kota Surakarta telah

menjadi kota yang modern di masa yang akan datang tetapi tetap

mempertahankan pada tradisi lokal.

3) Warna coklat muda

Warna coklat muda merepresentasikan suatu kenaturalan dalam budaya

Jawa dan berfungsi sebagai penguat image tradisional dalam perancangan

“Solo the City of Batik” tersebut.

at muda merepresentasikan suatu kenaturalan dalam budaya

Jawa dan berfungsi sebagai penguat image tradisional dalam perancangan

(56)

commit to user

C. Target Karya

Sebagai penunjang dalam memperkenalkan Kota Surakarta sebagai kota

batik, dengan Bandara Adi Soemarmo yang dipilih sebagai media untuk

mempromosikannya, maka dipilihlah target karya sebagai berikut :

1. Media Lini Atas (ATL)

Media lini atas merupakan Media iklan yang mengharuskan

pembayaran komisi kepada biro iklan (Frank Jefkins, 1996 : 28).

Media lini atas merupakan media iklan yang penempatannya

terjangkau oleh banyak khalayak umum. Oleh karena itu, media lini

atas lebih banyak menyaring target audience.

Traffic ad

2. Media Lini Bawah (BTL)

Media lini bawah merupakan iklan ataupun media yang biasa

diselenggarakan sendiri atau tidak melalui jasa industri iklan.

a. Billboard Wilujeng Rawuh.

b. Name Board Adi Sumarmo. c. Wayfiding system (Eksterior). d. Palang pintu parkir (post parkir).

e. Archigraphic pos parkir. f. Seragam petugas parkir.

(57)

commit to user

i. X-banner bandara.

j. Seragam petugas-petugas di bandara Adi Soemarmo.

k. Wayfiding system (interior).

l. Sign age identitas atau penamaan fasilitas. m. Cover kursi tunggu bandara.

n. Poster Indoor.

o. Brosur.

p. Kotak Dispenser.

q. Flag chain.

r. Stationery ( perlengkapan kantor ) 1) Amplop

2) Kertas Surat

3) Kartu Pos

4) ID card karyawan

(58)

commit to user

D. Media Placement

Media adalah segala sesuatu untuk menyampaikan / mengaplikasikan iklan

atau pesan yang disampaikan melalui alat atau sarana komunikasi, misalnya

melalui media cetak maupun media elektronik. Strategi media diperlukan agar

pesan-pesan periklanan yang akan disampaikan dapat dirancang dan dilakukan

dengan baik dan dapat diterima masyarakat luas sehingga promosi Kota Surakarta

sebagai kota batik berhasil . Dalam dunia periklanan media dibedakan menjadi 2

yaitu:

1. Media lini Atas (Above The Line Media) Traffic Ad.

1. Alasan pemilihan media :

Traffic Ad, merupakan petunjuk arah letak suatu instansi ataupun wilayah. Traffic ad sangat dibutuhkan oleh seseorang / publik yang

masih awam dengan suatu tempat dan dimana keberadaannya. Hal ini

sangat efektif untuk dijadikan sebagai media promosi “Solo the city of

batik” karena yang strategis dan terjangkau oleh publik letaknya (keberadaannya).

2. Konsep desain :

Konsep desain dari traffic ad sendiri dengan memunculkan logo “Solo

the city of batik” pada bidangnya dan juga nama Bandara Adi Soemarmo. Selain logo dan nama bandara, tentunya keterangan jarak

(59)

commit to user

media dituliskan headline “Wilujeng rawuh dumateng kutho Solo” dan

pada bagian bawah dimunculkan tagline “the world understand” .

Ukuran media ini ialah 60 cm x 30 cm dan tinggi 2 m.

3. Penempatan media :

Penempatan traffic ad tersebut yakni :

a. Di perempatan pasar Mangu (sebelah utara bandara)

b. Di perempatan gagak sipat (Jembatan Sebelah Selatan Bandara Adi

Sumarmo)

c. Perempatan Pasar Colomadu.

2. Media lini bawah (Below The Line Media)

Berdasarkan hal tersebut maka 4 media yang akan dipilih untuk menjadi media

promosi Kota Surakarta sebagai kota batik melalui Bandara Adi Soemarmo yaitu:

a. Billboard Wilujeng Rawuh 1. Alasan pemilihan media :

Billboard wilujeng rawuh merupakan media komunikasi secara tidak

langsung yang ditujukan kepada para penumpang pesawat yang singgah

di kota Surakarta dan hendak berkunjung ke kota Surakarta. wilujeng

rawuh dalam bahasa Indonesia “selamat datang” merupakan komunikasi

khas masyarakat Surakarta dalam menyambut tamu.

Baliho wilujeng rawuh ini sangat efektif sebagai media promosi “ Solo

(60)

commit to user

akan kota Surakarta saat menginjakkan kaki yang pertama kali di

Bandara Adi Sumarmo.

2. Konsep desain :

Konsep desain Billboard Sugeng Rawuh ini memadukan headline,

subheadline, tagline serta logo “Solo The City Of Batik” dengan ilustrasi vector tangan yang sedang memegang canthing. Dalam hal ini

batik diexpose dan diharapkan mampu mempengaruhi audiences.

Ukuran baliho ini yakni : 6 m x 4 m.

3. Penempatan media :

Media ini ditempatkan di area parkir “Bandara Adi Sumarmo” di

sebelah sisi utara dan barat.

b. Name Board Adi Sumarmo 1. Alasan pemilihan media :

Name board merupakan media yang digunakan untuk mempublikasikan suatu instansi. Name board fungsinya sangatlah penting dan pokok

sebagai promosi. Name Board bandara sangat efektif digunakan sebagai

media untuk memperkenalkan kepada publik “Solo The City Of Batik”

karena dalam perancangan media ini konsep tersebut diexpose dalam

name board tersebut selain nama Bandara Adi Sumarmo.

2. Konsep desain :

Konsep desain name board Bandara Adi Soemarmo sendiri yakni

(61)

commit to user

Soemarmo” dengan menempatkan juga logo “Solo The City Of Batik”

yang berupa archigraphic juga yang penempatannya dibawah nama

identitas bandara tersebut. Selain itu, headline beserta tagline juga

ditampilkan dalam name board bandara tersebut. Ukuran media ini

yakni : 50 cm x 1 m dengan tinggi 2 m.

3. Penempatan media :

Media ini ditempatkan di jalan masuk bandara kearah parkiran bandara

yang bertujuan mengenalkan kepada publik terlebih dahulu tentang

image kota yang disinggahinya yakni Kota Surakarta.

c. Wayfinding system (Eksterior) 1. Alasan pemilihan media :

Wayfinding system merupakan kesatuan suatu sistem petunjuk arah yang dimiliki oleh setiap bandara di dunia khususnya Bandara Adi

Soemarmo. Wayfinding system ini digunakan untuk mempermudah para

pengunjung bandara (calon penumpang ataupun penumpang pesawat

terbang) dalam menemukan fasilitas yang akan digunakan bandara

tersebut dengan waktu yang relatif singkat. Karena fungsinya sangatlah

penting di bandara ini sebagai alat komunikasi, maka perlulah dirancang

kesatuan wayfinding system yang terintegrasi (integrated wayfinding

system) untuk menarik perhatian para pengunjung bandara dan juga bisa

(62)

commit to user

Batik” baik interior wayfinding maupun eksterior bandara Adi

Soemarmo.

Wayfinding eksterior merupakan wayfiding system yang terdapat di luar

ruangan utama Bandara Adi Soemarmo. Wayfinding ini terdiri dari :

a. Penunjuk arah parkir

b. Penunjuk arah transit

c. Penunjuk arah untuk masuk keluar area parkir

2. Konsep desain :

Seluruh wayfinding system eksterior ini akan terintegrasi menjadi satu

kesatuan dengan konsep desain yang terpadu. Pengecualian atau

pembeda hanya terletak pada fungsinya masing-masing dan icon yang

sesuai dengan ilustrasi masing-masing. Dan masing-masing item

wayfinding tersebut akan dibubuhkan logo “Solo The City Of Batik” dan tagline the world understand ukuran masing-masing item :

a. Penunjuk arah parkir : 1 m x 30 cm

b. Penunjuk transit : 40 x 40 cm

c. Penunjuk arah keluar dan masuk : 40 x 40 cm

3. Penempatan media

Penempatan media wayfinding system khusus eksterior ini akan

ditempatkan pada area parkir Bandara Adi Soemarmo.

(63)

commit to user

Palang pintu parkir merupakan item yang strategis dan efektif dalam

mempromosikan “Solo The City Of Batik” karena palang pintu ini selalu

berhadapan dengan publik ketika mereka mau masuk ataupun

meninggalkan Bandara.

2. Konsep desain :

Konsep desain palang pintu parkir ini yakni hanya memunculkan logo

“Solo The City Of Batik” dan juga tagline wilujeng rawuh dumateng

kutho Solo pada palangnya dan garis crossnya menggunakan main

colour logo yakni coklat muda dengan ukuran desain 100 cm x 20 cm

dengan teknik cutting sticker pada logo “Solo The City Of Batik”.

3. Penempatan media :

Media ini ditempatkan pada palang pintu parkir.

e. Archigraphic pos parkir 1. Alasan pemilihan media :

Pos parkir merupakan media yang paling awal bertatap muka dengan

publik media ini sangat strategis untuk diberikan sentuhan promosi

“Solo The City Of Batik” karena medianya cukup besar dan banyak terdapat ruang kosong.

2. Konsep desain :

Archigraphic yang berupa “Solo The City Of Batik” dan juga main

(64)

commit to user

tersebut. Selain itu, sentuhan elemen huruf “S” pada logo yang

ditransparansi akan menjadi background pos parkir tersebut.

3. Penempatan media :

Archigraphic ini akan ditampilkan pada media Pos Parkir bandara.

f. Seragam petugas parkir 1. Alasan pemilihan media :

Uniform atau seragam sangat berperan dalam menguatkan identitas

suatu instalasi. Media ini tergolong strategis dan efisien untuk

melakukan promosi yang dalam hal ini promosi “Solo The City Of

Batik” yang dilakukan di Bandara Adi Soemarmo. Kembali ke

integrated desain, visual branding Adi Soemarmo, maka seragam untuk petugas parkir perlu di serasikan dengan konsep branding.

2. Konsep media :

Konsep yang diambil ialah dengan menempatkan logo “Solo The City of

Batik” dan merubah visual seragam dengan main colour coklat soga

dengan sedikit motif batik dalam seragam tersebut.

3. Penempatan media :

Media ini digunakan oleh setiap petugas parkir di Bandara Adi

Gambar

Gambar yang ingin ditampilkan bukan sebuah kumpulan gambar

Referensi

Dokumen terkait

Hasil dari penyusunan tugas akhir ini adalah bahwa penerjemah bahasa China di Tourist Information Centre Bandara internasional Adi Soemarmo Surakarta sangat

perancangan visual branding dan strategi promosi yang tepat untuk memperkenalkan Etheria Photography sebagai perusahaan jasa yang ada di bidang foto di kota

Pemasaran Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Sebelas Maret Surakarta. Dalam kesempatan ini penulis ingin sampaikan ucapan terima kasih

PENGARUH KUALITAS JASA TERHADAP KEPUASAN PENUMPANG PESAWAT TERBANG DI BANDARA.. INTERNASIONAL ADI

Berdasarkan masalah di atas akan dikembangkan sistem informasi hotel dan pariwisata kota Surakarta sehingga dengan sistem ini masyarakat maupun wisatawan yang berada di

Adapun harapan dan tujuan dalam penelitian penulis adalah Surabaya dapat menjadi kota wisata yang patut dikunjungi oleh para wisatawan baik lokal maupun asing, serta mengundang

Adapun harapan dan tujuan kami dalam penelitian kami adalah Surabaya dapat menjadi kota wisata yang patut dikunjungi oleh para wisatawan baik lokal maupun asing, serta mengundang

Maksut dari perancangan buku ini adalah untuk memberikan informasi dan pengetahuan khususnya mngenai wisata kuliner khas kota Surakarta kepada para wisatawan yang