• Tidak ada hasil yang ditemukan

GRADUASI Vol. 34, No. 1, Maret 2015 ISSN

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "GRADUASI Vol. 34, No. 1, Maret 2015 ISSN"

Copied!
10
0
0

Teks penuh

(1)

Pengaruh Sikap Dan Norma Subyektif Terhadap….. 43 PENGARUH SIKAP DAN NORMA SUBYEKTIF TERHADAP NIAT MEMBELI

PRODUK BATIK DI KAMPUNG BATIK LAWEYAN SURAKARTA

Dhian Putri Hartati Andri Nurtantiono [email protected]

STIE Surakarta

Abstract

The purpose of this research is: 1) To determine the effect of simultaneously between attitude and subjective norm on the intention to buy the product as namely Kampung Batik Laweyan in Surakarta, 2) To determine the effect of partially between attitude and subjective norm on the intention to buy the product as namely Kampung Batik Laweyan in Surakarta.

The analyze used in this research are: Multiple Regression Analysis, t test, F test, analysis Coefficient of Determination. Based on the analysis, it can be concluded: 1) Attitudes and Subjective Norms have significant effect on the intention to buy the product simultaneously as namely Kampung Batik Laweyan in Surakarta, 2) There is a partial effect between attitude and subjective norm on the intention to buy the product as namely Kampung Batik Laweyan in Surakarta.

The advice given is: 1) The advice given is: 1) To the enterprises as namely Kampung Batik Laweyan in Surakarta, cultivated more attention to consumer attitudes and subjective norms that influence the intention to buy batik clothes. 2) To other researchers, is expected to incorporate other variables that affect the intention to buy batik products.2) To other researchers, is expected to incorporate other variables that affect the intention to buy batik products.

Keywords: Attitudes, Subjective Norms and Consumer Purchase Intention PENDAHULUAN

Kesuksesan sebuah perusahaan dalam memasarkan produknya dapat dicapai dengan berbagai cara dan jalan, namun yang menjadi faktor kunci dari kesuksesan tersebut adalah ketika perusahaan mampu memahami perilaku konsumen yang menjadi pasar sasaran produknya. Hal ini dapat diketahui dengan jalan meneliti kenapa konsumen memilih dan menjatuhkan keputusan membeli produknya, dari alasan-alasan tersebut sebuah perusahaan dapat mengevaluasi kinerja sebelumnya dan memperbaiki kebijakan strategi marketingnya dimasa yang akan datang.

Perilaku konsumen (consumer behavior) merupakan kegiatan individu yang secara langsung terlibat dalam

mendapatkan dan mempergunakan barang dan jasa, termasuk didalamnya proses pengambilan keputusan pada persiapan dan penentuan kegiatan tersebut. Perilaku konsumen memiliki dua elemen penting yaitu (1) proses pengambilan keputusan dan (2) kegiatan fisik yang semuanya ini melibatkan individu dalam menilai, mendapatkan dan mempergunakan barang dan jasa ekonomis (Dharmesta, 1998).

Dalam pemasaran, analisis niat melakukan suatu kegiatan, merupakan bagian dari upaya mengenal perilaku konsumen dengan baik. Teori yang mencoba memprediksi niat adalah Theory of Reasoned Action dari Fishbein dan Ajzen (Nurtantiono, 2011 dan Dharmesta, 1998). Menurut Fishbein

(2)

44 Pengaruh Sikap Dan Norma Subyektif Terhadap….. dan Ajzen, tindakan seseorang adalah

realisasi dari keinginan atau niat seseorang untuk bertindak. Faktor yang mempengaruhi niat adalah sikap pada tindakan dan norma subyektif mengangkut persepsi seseorang, apakah orang lain yang diangggap penting akan mempengaruhi perilakunya (Dharmesta, 1998)

Kampung batik Laweyan adalah salah satu daerah di Surakarta yang sengaja disediakan oleh pemerintah Kota Surakarta untuk mengundang para wisatawan asing dan domestik melihat-lihat batik. Kampung Batik Laweyan dinilai sebagai kawasan sentra batik di kota Surakarta dan sudah ada sejak zaman kerajaan Pajang tahun 1546 M. Kawasan ini sempat meraih kejayaannya pada tahun 1970an. Kampung Laweyan didesain dengan konsep terpadu, dengan memanfaatkan lahan seluas kurang lebih 24 ha yang terdiri dari 3 blok. Di dalam kampung batik tersebut, terdapat ratusan pengrajin batik yang menjual berbagai motif, seperti Tirto Tejo dan Truntum dengan beragam variasi harga. Pemahaman pemasar atas perilaku konsumen batik bisa diperoleh dari analisis Theory of Reasoned Action dari Fishbein dan Ajzen yang aplikasinya mencoba melihat bagaimana sikap, norma subyektif yang mempengaruhinya dan pengaruhnya terhadap niat membeli batik. Berdasarkan latar belakang tersebut maka penelitian ini dilakukan dengan tujuan : 1) Untuk mengetahui pengaruh secara simultan antara sikap dan norma subyektif terhadap niat membeli produk batik di Kampung Batik Laweyan Surakarta, 2) Untuk mengetahui pengaruh secara parsial antara sikap dan norma subyektif terhadap niat membeli produk batik di Kampung Batik Laweyan Surakarta.

TINJAUAN PUSTAKA DAN HIPOTESIS

Perilaku Konsumen dan Peramalan Perilaku

Menurut American Marketing Association (AMA) dalam Dharmesta (1998) perilaku konsumen diartikan sebagai: “Interaksi yang dinamis antara kesadaran/pengertian (cognition), perilaku dan peristiwa lingkungan dengan mana manusia melakukan aspek pertukaran tentang kehidupan mereka”.

Dalam pengertian di atas terdapat paling tidak tiga hal yaitu: 1. Perilaku konsumen bersifat

dinamis.

2. Perilaku konsumen melibatkan interaksi antara perasaan dan kesadaran, perilaku dan peristiwa-peristiwa lingkungan.

3. Perilaku konsumen melibatkan pertukaran.

Dari ketiga hal tersebut, tersirat bahwa perilaku konsumen sangat kompleks dan selalu berubah-ubah baik itu secara individual, kelompok maupun keseluruhan.

Peramalan tentang perilaku, sikap dan niat mempunyai jalur kaitan yang jelas. Muatan afektif merupakan muatan dasar dari suatu sikap. Namun demikian evaluasi (afektif) yang hanya didasarkan skala seperti baik buruk, tidak dapat memprediksi secara meyakinkan bagimana seseorang akan berperilaku kemudian. Perilaku itu akan bergantung pada interaksi antara sikap, keyakinan dan niat perilaku, dan kaitan semua variabel ini dengan perilaku yang mengikutinya (Dharmesta, 1998).

Peramalan tentang perilaku konsumen di masa yang akan datang dapat dilakukan berdasarkan apa yang telah mereka katakan tentang niat mereka untuk membeli ukuran tentang “cognition” (berpikir) dan “affect” (berperasaan) dapat dikombinasikan ke dalam sebuah indeks niat membeli

(3)

Pengaruh Sikap Dan Norma Subyektif Terhadap….. 45 kemudian dapat memprediksi secara

akurat pilihan konsumen. Pengukuran ini telah dibuktikan oleh Martin Feisbein (1967) dengan modelnya yang disebut behavior intention model. Kemudian model ini disempurnakan bersama-sama oleh Feishbein, dan Ajzen (1995; Ajzen dan Feishbein, 1990 dengan sebutan Theory of Reason Action (Dharmesta, 1998). Teori Reason Action merupakan model sikap yang membahas kaitan antara sikap, minat berperilaku dan perilaku disamping faktor lain seperti norma subyektif.

Ide tentang perilaku yang terarah pada tujuan dapat dilihat dari dua konsep yang dikemukakan oleh Feishbein dan Ajzen, yaitu (1) spesifikasi perilaku (behavior specify) dan (2) tindakan yang berasalan (reason action). Konsep spesifikasi menunjukkan bahwa sikap global terhadap obyek global tidak akan dapat memprediksi jenis perilaku yang spesifik. Jika kita ingin memprediksi perilaku tertentu, derajad spesifikasi dari perilaku harus paralel dengan spesifikasi sikap akibatnya ketepatan dalam prediksi menjadi semakin tinggi karena perilaku yang umum dipecah ke dalam bagian-bagian perilaku yang lebih spesifik yang terarah ke masing-masing bagian perilaku tersebut. Tindakan beralasan (reason action) mendefinisikan lingkup umum perilaku yang dikelompokkan menurut atribut kualitatif tertentu. Hal ini tercemin dalam istilah yang digunakan oleh Feishbein dan Ajzen yang disebut tindakan beralasan. Berbeda dengan respon otomatis, tindakan beralasan memerlukan beberapa jenis pengolahan kognitif sebelum perilaku itu terjadi.

Hubungan antara Niat dan Perilaku Membeli

Intensi untuk membeli adalah variabel penghubung antara sikap dan

perilaku. Pemasar menggunakan variabel intensi untuk memprediksi perilaku di masa yang akan datang. Pemasar juga menggunakan intensi pembelian konsumen untuk mengevaluasi konsep produk baru dan tema periklanan. Dalam suatu studi tentang pembaca majalah, Bagozzi dan Baumgarten (dalam Assael, 2001) menemukan bahwa intensi mempunyai hubungan erat terhadap perilaku pada sejumlah enam atau tujuh penelitian. Penelitian McQuarrie (dalam Assael, 2001) terhadap pembelian sistem komputer menemukan bahwa intensi sangat erat terhadap perilaku pada pengguna komputer besar.

Asumsi bahwa aspek perilaku konsumen yang relevan dengan pengambilan keputusan manajerial dapat diprediksi secara tepat dari pernyataan-pernyataan responden dalam survei tentang bagaimana mereka berpikir dan berperasaan tentang perilaku seperti ini. Dimensi pasar seperti merek, pangsa merek, kemauan beli ulang, sering diestimasi dengan teknik-teknik yang didasarkan pada asumsi tersebut (Dharmesta, 1998).

Niat beli adalah kecenderungan untuk melakukan tindakan terhadap obyek (Assael, 2001). Menurut Dharmmesta (1998) niat beli terkait dengan sikap dan perilaku. Teori yang menerangkan hubungan antara sikap, minat dan perilaku adalah Fieshbein theory Reason Action. Niat merupakan prediksi dari perilaku karena terjadinya perilaku biasanya didahului oleh adanya niat. Beberapa hal yang menjadi pertimbangan lebih lanjut dari niat beli adalah:

1. Minat dianggap sebagai “penangkap” atau perantara faktor-faktor motivasional yang mempunyai dampak pada suatu perilaku.

(4)

46 Pengaruh Sikap Dan Norma Subyektif Terhadap….. 2. Minat menunjukkan seberapa

keras seseorang berani mencoba 3. Minat juga menunjukkan seberapa

banyak upaya yang direncanakan seseorang untuk dilakukan, dan 4. Minat adalah paling dekat

berhubungan dengan perilaku selanjutnya.

Model Reason Action meliputi variabel-variabel (1) sikap, (2) norma subyektif, (3) niat berperilaku dan (4) perilaku atau tindakan yang dilakukan. Perilaku konsumen dapat diprediksi secara akurat dari sikap dan norma subyektifnya melalui variabel niat (Dharmesta, 1998). Asumsi bahwa aspek perilaku konsumen yang relevan dengan pengambilan keputusan manajerial dapat diprediksi secara tepat dari pernyataan-pernyataan responden dalam survei tentang bagaimana mereka berpikir. Sikap

Dalam psikologi sosial, sikap merupakan sebuah variabel antara yang menghubungkan ke proses mental atau kondisi mental yang menjelaskan konsistensi tentang tanggapan yang positif-negatif dan lintas situasi terhadap obyek (Petty, dalam Usmara, 2003).

Sikap seseorang menunjukkan tanggapan terhadap rangsangan lingkungan, yang dapat memulai atau membimbing tingkah laku orang tersebut. Menurut James Engel, sikap berarti suatu keadaan jiwa (mental) dan keadaan berpikir (neural) yang dipersiapkan untuk memberikan tanggapan terhadap suatu obyek, yang diorganisir melalui pengalaman langsung dan atau secara dinamis pada perilaku (Dharmmesta, 1998).

Menurut Peter dan Olson ( Sabrina, 2004), sikap didefinisikan sebagai representasi berkenan atau tidaknya seseorang terhadap suatu obyek. Sikap biasanya mengarah pada penilaian suka atau tidak suka terhadap suatu obyek tertentu. Apabila obyeknya

berupa produk, maka sikap menunjukkan tingkat kesukaan atau ketidaksukaan pada suatu produk. Sikap terbentuk dari faktor genetis dan pembelajaran dari lingkungan dan selalu berhubungan dengan suatu obyek. Sikap terbentuk dari hasil kontak langsung dengan obyek sikap (Engel dkk, 1994).

Sikap mengandung tiga definisi yaitu: 1. Sikap adalah sejauh mana perasaan

seseorang terhadap suatu obyek, pernyataan positif atau negatif, suka atau tidak suka, setuju atau tidak setuju, yang cenderung mengacu pada perasaan atau evaluasi terhadap suatu obyek. 2. Sikap merupakan kecenderungan

yang dipelajari dalam merespon suatu obyek atau sekelompok

obyek dalam bentuk

menyenangkan atau tidak menyenangkan secara konsisten. 3. Sikap merupakan pengorganisasian

secara terus menerus dari motivasi, emosi, persepsi dalam menanggapi aspek dunia individu.

Sikap merupakan tendensi psikologis yang digambarkan dengan evaluasi entitas tertentu sesuai dengan tingkat baik buruk. Tendensi psikologis menggambarkan suatu kondisi intrapersonal dan evaluasi menunjukkan berbagai macam respon evaluatif yang terungkap jelas dalam fungsi sikap, yaitu kognitif (Eagly dalam Usmara, 2003).

Norma Subyektif

Norma dalam Theory of Planned Behavior, didefinisikan sebagai sebuah faktor sosial dan merupakan norma subyektif, yang mengacu pada perasaan seseorang tentang bagaimana dia mempersepsikan tekanan dari lingkungan untuk berbuat atau tidak berbuat sesuatu atau nilai normatif yang berlaku di masyarakat atau lingkungan, sebagaimana disampaikan Engel dkk (1994) bahwa Norma subyektif ini

(5)

Pengaruh Sikap Dan Norma Subyektif Terhadap….. 47

berhubungan dengan apa yang dipikirkan oleh orang lain yang dianggap penting bagi seseorang (important others), yang harus dilakukan oleh seseorang atau konsumen sehubungan dengan perilaku tertentu.

Individu memiliki keyakinan bahwa individu atau kelompok tertentu akan menerima atau tidak menerima tindakan yang dilakukannya. Apabila individu meyakini apa yang menjadi norma kelompok, maka ia akan mematuhi dan membentuk perilaku yang sesuai dengan kelompoknya. Dapat disimpulkan, bahwa norma kelompok inilah yang membentuk norma subjektif dalam diri individu, yang akhirnya akan membentuk perilakunya. Kerangka Pemikiran Gambar.1

Skema Kerangka Pemikiran Keterangan :

Variabel independen : Sikap (X1) dan

Norma Subyektif (X2)

Variabel dependen : Niat membeli (Y)

Hipotesis

Berdasarkan beberapa penelitian tentang Pengaruh Sikap dan Norma Subyektif terhadap niat, seperti : 1) Rahayu Triastity dan Sumarno D.S (2013) yang melakukan penelitian tentang Pengaruh Sikap dan Norma Subyektif Terhadap Niat Beli Mahasiswa Sebagai Konsumen Potensial

Produk Pasta Gigi Pepsodent dimana hasil penelitian membuktikan bahwa sikap konsumen dan norma subyektif secara parsial maupun secara simultan berpengaruh signifikan terhadap niat beli konsumen dalam pembelian pasta gigi Pepsodent, 2) Murwanto Sigit (2006) yang mengadakan penelitian tentang : “Pengaruh Sikap dan Norma Subyektif terhadap Niat Beli Mahasiswa sebagai Konsumen Potensial Produk Pasta Gigi Close Up”. Hasil penelitian menunjukkan bahwa a) sikap dan norma subyektif secara bersama-sama (simultan) berpengaruh terhadap niat beli, b) sikap konsumen secara parsial berpengaruh terhadap niat beli, dan c) norma subyektif secara parsial berpengaruh terhadap niat beli.

Penelitian yang berobyek sama tetapi dengan lokasi dan subyek penelitian yang berbeda dilakukan oleh Kussudyarsana (2006) dan Nurtantiono (2011). Penelitian Kussudyarsana yang berjudul “Analisis Sikap dan Niat Membeli Kaum Muda di Surakarta terhadap Pakaian Batik” menunjukkan: 1) Secara umum kaum muda mempunyai sikap yang positif terhadap pembelian pakaian batik; 2) Adanya pengaruh yang signifikan sikap terhadap niat beli. Nurtantiono (2011) yang mengadakan penelitian dengan judul Analisis Sikap pelaku Bisnis Terhadap Perbankan Syariah di Kota Surakarta mendapatkan hasil skala sikap yang bernilai positif yang berarti konsumen bersikap positif atau menilai secara positif terhadap perbankan syariah dan para pelaku bisnis yang bersikap positif berujung pada perilaku mereka yang diwujudkan dengan menjadi nasabah pada bank syariah tersebut, dengan demikian Sikap berpengaruh terhadap niat berperilaku atau niat membeli.

Atas dasar beberapa referensi penelitian terdahulu tersebut di atas, Sikap (X1)

Norma Subyektif (X2)

Niat Membeli (Y)

(6)

48 Pengaruh Sikap Dan Norma Subyektif Terhadap….. maka Hipotesis yang dikemukakan

dalam penelitian ini adalah :

1. Diduga terdapat pengaruh secara simultan antara sikap dan norma subyektif terhadap niat membeli produk batik di Kampung Batik Laweyan Surakarta.

2. Diduga terdapat pengaruh secara parsial antara sikap dan norma subyektif terhadap niat membeli produk batik di Kampung Batik Laweyan Surakarta.

METODE PENELITIAN Obyek Penelitian

Penelitian ini mengambil lokasi di wilayah Kampung Batik Laweyan Kota Surakarta, dengan responden calon konsumen yang sedang berkunjung di Kampung Batik Laweyan Kota Surakarta.

Mengingat jumlah populasi tidak diketahui secara pasti maka diambil jumlah sampel sebanyak 100 responden. Berdasarkan pernyataan Cooper dan Emory (1999) bahwa “sebuah sampel sebanyak 100 yang diambil dari populasi yang berjumlah 5000 secara kasar mempunyai ketepatan estimasi yang sama dengan 100 sampel yang diambil dari 200 juta populasi”. Teknik pengambilan sampel dalam penelitian ini dengan accidental sampling yang merupakan prosedur sampling yang memilih sampel dari orang atau unit yang paling mudah dijumpai atau diakses. Menurut Sugiyono (2004) “Accidental Sampling yaitu teknik pengambilan sampel berdasarkan kebetulan, yaitu siapa saja yang secara insidental atau kebetulan bertemu dengan peneliti dapat digunakan sebagai sampel, bila dipandang orang yang kebetulan ditemui itu cocok sebagai sumber data”. Sehingga setiap calon konsumen yang berkunjung dan bertemu dengan peneliti, dapat dijadikan sebagai sampel penelitian.

Data primer yang digunakan adalah data berupa jawaban kuesioner responden dari pertanyaan yang telah dibuat oleh peneliti yaitu pertanyaan atau pernyataan tentang sikap, norma subyektif, dan niat membeli konsumen. Pertanyaan atau pernyataan yang diajukan pada responden diukur dengan skala likert. Skala likert digunakan untuk mengukur jawaban responden terhadap pertanyaan/pernyataan yang diajukan peneliti. Adapun skala ini diberi skor sebagai berikut:

Sangat setuju diberi skor 5 Setuju diberi skor 4 Netral diberi skor 3 Tidak setuju diberi skor 2 Sangat tidak setuju diberi skor 1 Teknik Analisis Data

1. Analisis Regresi Berganda

Analisa ini digunakan untuk mengetahui besarnya pengaruh antara sikap dan norma subyektif terhadap niat membeli. Secara umum bentuk persamaannya adalah: Y = a + b1X1 + b2X2 Dimana : Y= Niat membeli X1 = Variabel independen 1 (Sikap) X2 = Variabel independen 2 (Norma subyektif) a = Konstanta

b1 = Nilai koefisien variabel

sikap

b2 = Nilai koefisien variabel

norma subyektif 2. Uji t

Analisa ini digunakan untuk mengetahui ada tidaknya pengaruh antara sikap dan norma subyektif terhadap niat membeli secara parsial.

3. Uji F

Analisa yang digunakan untuk mengetahui pengaruh secara

(7)

Pengaruh Sikap Dan Norma Subyektif Terhadap….. 49 bersama-sama (simultan) variabel

independen (sikap dan norma subyektif) terhadap niat membeli. 4. Analisis Koefisien Determinasi

(R2)

Analisis adjusted R2 dilakukan untuk mengukur besarnya kemampuan menerangkan dari variabel independen terhadap variabel dependen dalam suatu model regresi. Nilai R2 berkisar antara 0 < R2 < 1 dan kecocokan model dikatakan lebih baik kalau nilai R2 mendekati 1, bila R2 = 1, berarti persentase sumbangan variabel X1, dan X2, terhadap

variabel dependen adalah 100%. Apabila R2 = 0, berarti variabel tidak dapat digunakan untuk membuat ramalan. (Gujarati, 1995 : 101).

HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

Deskripsi Responden

Hasil pengumpulan data dari penyebaran angket kepada pengunjung maupun pembeli batik di Kampung Batik Laweyan diperoleh gambaran umum mengenai deskripsi responden. Berdasarkan sampel yang diambil dapat dijelaskan sebagai berikut :

Tabel 1. Data Responden

Uji Instrumen Data 1. Uji Validitas

Alat uji yang digunakan untuk mengukur tingkat validitas yaitu teknik korelasi “Product Moment” dari Pearson, dengan kriteria rhitung > rtabel dan

berdasarkan hasil analisis tersebut, maka diperoleh hasil sebagai berikut :

No. Umur Frekuensi Persentase 1. 2. 3. < 25 tahun 25 – 50 tahun > 50 tahun 14 48 38 14% 48% 38% Jumlah 100 100%

No. Jenis Kelamin Jumlah Persentase

1 Laki-laki 37 37%

2 Perempuan 63 63%

Jumlah 100 100 %

No. Tingkat Pendidikan Frekuensi Persentase 1. 2. 3. 4. SD SLTP SLTA PT 12 14 58 16 12% 14% 58% 16% Jumlah 100 100%

No. Penghasilan Jumlah Persentase 1 < Rp. 1.000.000,- 15 15% 2 Rp.1.000.000- Rp. 2.000.000 46 46% 3 > Rp.2.000.000,- 39 39% h Jumlah 100 100%

(8)

50 Pengaruh Sikap Dan Norma Subyektif Terhadap….. a. Variabel Sikap Responden (X1)

Tabel 2

Hasil Uji Validitas Instrumen Variabel Sikap (X1)

No. Butir rhitung rtabel Keterangan

1. 2. 3. 4. 5. 6. 0,645 0,658 0,699 0,759 0,748 0,708 0,195 0,195 0,195 0,195 0,195 0,195 Valid Valid Valid Valid Valid Valid b. Variabel Norma Subyektif (X2)

Tabel 3

Hasil Uji Validitas Instrumen Variabel Norma Subyektif (X2)

No. Butir rhitung rtabel Keterangan

1. 2. 3. 4. 5. 6. 0,555 0,630 0,782 0,676 0,564 0,699 0,195 0,195 0,195 0,195 0,195 0,195 Valid Valid Valid Valid Valid Valid c. Variabel Niat Membeli Produk (Y)

Tabel 4

Hasil Uji Validitas Instrumen Variabel Niat Membeli Produk (Y)

No. Butir rhitung rtabel Keterangan

1. 2. 3. 0,740 0,693 0,601 0,195 0,195 0,195 Valid Valid Valid Berdasarkan Tabel 2, Tabel 3 dan Tabel 4 diketahui bahwa semua butir pertanyaan instrumen variabel tentang sikap, norma subyektif, dan niat membeli produk batik di Kampung Batik Laweyan Surakarta adalah valid karena masing-masing butir menghasilkan rhitung

> rtabel.

2. Uji Reliabilitas

Hasil reliabilitas untuk item-item pertanyaan dari

beberapa variabel yaitu sikap,norma subyektif dan niat membeli produk dapat dirangkum pada tabel berikut:

Tabel 5. Hasil Uji Reliabilitas Instrumen Variabel Penelitian

Variabel hitung Nilai

Kritis

Keputus-an Sikap (X1) 0,8870 0,60 Reliabel

Norma Subyektif (X2) 0,8601 0,60 Reliabel

Niat Membeli Produk (Y) 0,8215 0,60 Reliabel

Berdasarkan Tabel 5. tersebut dapat diketahui angka alpha cronbach ternyata lebih besar dari 0,60 pada signifikan 0,05, sehingga dapat disimpulkan bahwa instrumen tiap variabel yang digunakan adalah reliabel. Analisis Regresi Berganda

Berdasarkan hasil perhitungan dengan bantuan komputer program SPSS versi 15,00, maka dapat diketahui hasil persamaan regresi sebagai berikut:

Y = 0,300 + 0, 295X1 +0,195X2

a = 0,300, artinya bahwa apabila variabel sikap dan norma subyektif dianggap konstan maka niat membeli produk batik adalah positif.

b1 = 0,295, artinya apabila sikap

ditingkatkan menjadi sikap positif maka akan meningkatkan niat membeli produk batik.

b2 = 0,195, artinya apabila norma

subyektif positif maka akan meningkatkan niat membeli produk batik.

Berdasarkan analisis regresi multiple tersebut dapat disimpulkan bahwa variabel sikap dan norma subyektif berpengaruh positif terhadap niat membeli produk batik, artinya semakin baik

(9)

Pengaruh Sikap Dan Norma Subyektif Terhadap….. 51 atau positif sikap dan norma

subyektif yang ada maka semakin meningkat atau positif pula niat membeli produk batik di Kampung Batik Laweyan Surakarta.

Uji F

Berdasarkan hasil perhitungan uji F diperoleh Fhit sebesar 126,378.

Ternyata besarnya Fhit terletak di

daerah penolakan Ho, yaitu Fhit

lebih besar dari F-tabel atau 126,378 > 3,110, berarti hipotesa yang diterima adalah hipotesa alternatif dan menolak Ho, dengan demikian dapat disimpulkan bahwa variabel sikap dan norma subyektif mempunyai pengaruh signifikan secara simultan terhadap niat membeli produk batik.

Oleh karena itu, dapat disimpulkan bahwa hipotesa yang menyatakan “ Diduga terdapat pengaruh secara simultan antara sikap dan norma subyektif terhadap niat membeli produk batik di Kampung Batik Laweyan Surakarta ” dapat diterima dan terbukti kebenarannya.

Uji t

Berdasarkan hasil analisis dengan komputer program SPSS release 15,00 didapatkan nilai t per variabel sebagai berikut:

1. Pengaruh variabel sikap (X1)

terhadap niat membeli produk (Y).

Berdasarkan Hasil uji thit >

ttabel atau 5,848 > 1,990,

diperoleh hasil bahwa sikap mempunyai pengaruh yang positif dan signifikan terhadap niat membeli produk. Berarti dapat dikatakan bahwa sikap mempunyai pengaruh yang positif dan signifikan terhadap niat membeli produk batik di Kampung Batik Laweyan Surakarta.

b. Pengaruh Variabel norma subyektif (X2) terhadap niat membeli produk

(Y).

Hasil uji thit > ttabel atau 3,507 >

1,990 maka H0 ditolak, dengan

demikian variabel norma subyektif mempunyai pengaruh positif dan signifikan terhadap niat membeli produk. Berarti dapat dikatakan bahwa norma subyektif secara individu berpengaruh secara positif dan signifikan terhadap niat membeli produk batik di Kampung Batik Laweyan Surakarta.

Berdasarkan hasil uji t yang dilakukan di atas variabel sikap dan norma subyektif secara parsial mempunyai pengaruh yang positif dan signifikan terhadap niat membeli produk batik, sehingga hipotesis yang menyatakan bahwa: “ Diduga terdapat pengaruh secara parsial antara sikap dan norma subyektif terhadap niat membeli produk batik di Kampung Batik Laweyan Surakarta”, terbukti kebenarannya.

Analisis Koefisien Determinasi (R2) Berdasarkan perhitungan SPSS diketahui nilai R2 sebesar 0,717. Hal ini berarti variabel niat membeli produk benar-benar dapat dijelaskan oleh variabel sikap dan norma subyektif sebesar 0,717, artinya bahwa niat membeli produk dijelaskan sebesar 71,70% oleh variabel sikap dan norma subyektif, sedangkan sisanya (100% - 71,70% ) = 28,30% dipengaruhi oleh faktor-faktor yang lain diluar variabel dalam penelitian ini.

KESIMPULAN DAN SARAN Kesimpulan

Berdasarkan pada analisis penelitian maka dapat disimpulkan sebagai berikut:

1. Sikap dan Norma Subyektif mempunyai pengaruh signifikan secara simultan terhadap niat

(10)

52 Pengaruh Sikap Dan Norma Subyektif Terhadap….. membeli produk batik di Kampung

Batik Laweyan Surakarta.

2. Terdapat pengaruh secara parsial antara sikap dan norma subyektif terhadap niat membeli produk batik di Kampung Batik Laweyan Surakarta.

Saran

Berdasarkan hasil analisis dan kesimpulan yang telah dilakukan, maka saran-saran yang dapat dikemukakan adalah :

1. Kepada perusahaan atau perajin batik di Kampung Batik Laweyan Surakarta, diusahakan lebih

memperhatikan sikap

konsumennya dan norma-norma subyektif yang mempengaruhi niat membeli pakaian batik.

2. Kepada peneliti yang lain, diharapkan dapat memasukkan variabel lain yang diprediksi mempengaruhi niat membeli produk batik.

DAFTAR PUSTAKA

Assael, Henry, 2001, Consumer Behaviour & Marketing Action, 6th Edition. Thomson Learning. Thomson Asia Pte Ltd.

Cooper, Donald. R dan C. William Emory, 1999, Metodologi Penelitian Bisnis, Jilid I, Erlangga, Jakarta.

Dharmmesta, BS., 1998, Theory of Planned Behavior dalam Penelitian Sikap, Niat dan

Perilaku Konsumen. Kelola Gajah Mada University Business. 18, 85-103..

Engel, Blackweel, dan Miniard, 1994, Perilaku Konsumen, Alih bahasa: FX. Budiyanto, Jakarta: Bina Rupa.

Gujarati, Damodar, 1998, Ekonometrika, Jakarta: Erlangga.

Kussudyarsana, 2006, Analisis Sikap dan Niat Membeli Kaum Muda di Surakarta terhadap Pakaian Batik, BENEFIT, Vol. 10, No. 2 Desember 2006.

Nurtantiono, Andri, 2011, Analisis Sikap Pelaku Bisnis Terhadap Perbankan Syariah di Kota Surakarta, GRADUASI, Jurnal Bisnis dan Ekonomi, Vol. 26 Edisi November, hal. 61-74

Sabrina, 2004, Hubungan Sikap dan Perilaku Memilih Satu Merek Komparasi antara Theory Of Planned Behavior dan Theory Of Trying, Disertasi, Universitas Gadjah Mada, Yogyakarta.

Sigit, Murwanto, 2006, Pengaruh Sikap dan Norma Subyektif Terhadap Niat Beli Mahasiswa Sebagai Konsumen Potensial Produk Pasta Gigi Close Up, Jurnal Siasat Bisnis, Vol. 11 No. 1, April

Sugiyono, 2005, Metode Penelitian Untuk Administrasi, Bandung, Alfabeta

Triastity, Rahayu dan Sumarno D.S, 2013, Pengaruh Sikap dan Norma Subyektif Terhadap Niat Beli Mahasiswa Sebagai Konsumen Potensial Produk Pasta Gigi Pepsodent, GEMA, Th. XXV, No. 46 Pebruari - Juli 2013.

Gambar

Tabel 1.  Data Responden

Referensi

Dokumen terkait

Dalam keadaan tertentu, apabila wali nasab tidak dapat bertindak sebagai wali, karena tidak memenuhi syarat atau menolak menjadi wali, sementara wali hakim pun tidak

“perkara yang sudah menjadi ketetapak kalian saat ini ialah bahwa asal uasal alam semsta ini ada dua. Yakni materi dan energi. Keduanya qodim dan saling berhubungan

Pajak Daerah adalah iuran wajib yang dilakukan oleh orang pribadi atau badan kepada daerah tanpa imbalan langsung yang seimbang, yang dapat dipaksakan berdasarkan

Tingkat kepuasan kerja perawat pelaksana di ruang rawat inap Rumah Sakit Umum Daerah dr. Pirngadi Medan berada pada kategori tingkat kepuasan kerja rendah. Tingkat kepuasan

Setiap kata “Nasabah” dalam SKU–Pembukaan Rekening Syariah ini atau dokumen lain yang terkait dengan Rekening Gabungan harus diartikan/dibaca sebagai Nasabah pemilik Rekening

Fungsi sekaligus tujuan negara Indonesia terkandung dalam aline kedua dan keempat Pembukaan UUD 1945. Untuk mewujudkan cita-cita dantujuan bangsa Indonesia, dibentuk

Terdapat pula temuan penelitian bahwasanya Berdasarkan pada hasil korelasi tiap aspek, dari variabel kebahagiaan menunjukkan bahwa aspek resiliensi merupakan aspek

Transparan, kegiatan harus diinformasikan secara transparan kepada pihak yang terkena dampak, mencakup: daftar warga, aset (tanah, bangunan, tanaman, dll).