• Tidak ada hasil yang ditemukan

STRENGHT (KEKUATAN) WEAKNESS (KELEMAHAN) OPPORTUNITY

publikasi, dan pengabdian masyarakat yang dilakukan masing-masing dosen

STRENGHT (KEKUATAN) WEAKNESS (KELEMAHAN) OPPORTUNITY

(PELUANG) THREAT (ANCAMAN)

1. Kurikulum yang diterapkan di program studi adalah kurikulum yang memiliki standar nasional.

2. Tersedianya sarana dan prasarana yang memadai untuk mendukung suasana

akademik yang kondusif bagi segenap civitas academica.

3. Adanya tim pelaksana penjaminan mutu memberikan kualitas proses pembelajaran yang bermutu untuk menghasilkan lulusan yang memiliki kompetensi tinggi.

4. Kebebasan mimbar akademik terjamin. 5. Keikutsertaan mahasiswa dalam penulisan

artikel ilmiah meningkat.

1. Sebagai program studi yang baru berdiri, dosen kesulitan mengampu lebih dari enam matakuliah dalam satu semester.

2. Keterbatasan buku penunjang di perpustakaan Prodi Sosiologi dan Fisip Unud.

1. Terbuka peluang mengusulkan mata kuliah yang bermuatan lokal.

2. Menjelaskan fenomena sosial terbaru dengan pendekatan-pendekatan teoritik.

3. Memberikan kebebasan kepada mahasiswa dan orang tua mahasiswa untuk memberi masukan atau usulan tentang mata kuliah baru.

1. Jumlah dosen dan kualifikasi yang sangat terbatas.

2. Mahasiswa kurang bersemangat membuat tugas-tugas yang berbasis teori baru.

II. ANALISIS SWOT PROGRAM STUDI

2. Analisis SWOT antar Komponen

Berdasarkan uraian evaluasi diri pada bagian I, maka dapat disusun kekuatan, kelemahan, peluang dan tantangan (terangkum dalam analisis SWOT) Program Studi Sosiologi, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, Universitas Udayana, dalam komponen sebagai berikut:

Matriks Analisis SWOT

KOMPONEN STRENGHT (KEKUATAN) WEAKNESS (KELEMAHAN) OPPORTUNITY (PELUANG) THREAT (ANCAMAN)

Jatidiri, Visi, Misi, Sasaran dan Tujuan

1. Visi, misi tujuan, dan sasaran Prodi Sosiologi sangat jelas sesuai dengan visi dan misi Fisip Unud yang sesuai dengan dunia kerja dan tuntutan transparansi. 2. Visi telah menunjukkan

wawasan ke

depan/internasional dengan menekankan

Sebagai prodi baru, Prodi Sosiologi belum mampu melaksanakan misi dan visi dengan maksimal.Sosialisasi kepada mahasiswa tentang visi, misi, tujuan, dan sasaran belum diwujudkan secara maksimal.

1. Kerjasama dengan berbagai lembaga di dalam dan di luar negeri yang mendukung

pencapaian visi, misi, tujuan dan sasaran Prodi Sosiologi. 2. Terbukanya

kesempatan untuk memperoleh

dana-1. Keterbatasan akses dan formasi sumber daya manusia terkait dengan kebijakan di tingkat daerah.

2. Dosen pada Prodi Sosiologi masih terbatas.

pada akhlak mulia. 3. Visi, misi, tujuan dan

sasaran sudah dirumuskan dengan jelas yang disertai dengan lingkup capaian yang akan ditujun serta dijabarkan dalam sasaran dan strategi (Renstra dan Renop), sehingga dapat digunakan sebagai pedoman penyusunan kebijakan.

4. Memiliki kepedulian yang tinggi terhadap kepentingan masyarakat dalam pembentukan, pelaksanaan, dan pengembangan pendidikan khususnya Sosiologi. 5. Proses belajar-mengajar terlaksana dengan

dana hibah terutama dari Dikti untuk membantu pencapaian visi, misi, tujuan dan sasaran. 3. Masih sangat sedikitnya lembaga-lembaga pendidikan yang menawarkan Prodi Sosiologi.

sistematis dan teratur.

Tata Pamong,

Kepemimpinan, Sistem Pengelolaan, Penjaminan Mutu, dan Sistem Informasi

1. Kepemimpinan yang komunikatif,

transparan dan partisipatif.

2. Adanya Tim Pelaksana Penjaminan Mutu Program Studi (TPPM-PS). 3. Diadakannya Audit Mutu Akademik Internal (AMAI). 4. Diadakannya Monev proses pembelajaran. 5. Laboratorium Sosiologi memfasilitasi kajian komunitas dan kajian akademik.

6. Tersedia Laboratorium Komputer dan

Laboratorium Bahasa di Fisip Unud.

1. Masih ada staf administrasi yang belum optimal dalam menjalankan pekerjaan 2. Audit mutu akademik

internal belum dilakukan secara periodik.

3. Kerjasama untuk meningkatkan mutu Prodi dengan instansi terkait masih belum maksimal

4. Belum ada indikator kinerja yang jelas untuk mengukur kinerja Prodi.

5. Sering terjadi roling pegawai antara Fisip dengan fakultas lain di lingkungan Unud.

1. Menghasilkan lulusan yang bermutu 2. Tuntutan kerja yang

semakin meningkat 3. Terbukanya kerjasama

dengan PT lain untuk meningkatkan kualitas 4. Terdapat PT di dalam

dan di luar negeri yang dapat dijadikan benchmark 5. Perkembangan kecanggihan teknologi informasi. 1. Konsistensi prosedur dan tata cara organisasi sangat dipengaruhi kebijakan Universitas.

2. Banyaknya lembaga pendidikan lain yang mempunyai sistem pengelolaan administrasi lebih baik.

7. Keterlibatan civitas

academica dalam proses perumusan kebijakan pengelolaan dan pelaksanaan Prodi. 8. Mekanisme pengambilan keputusan dilakukan secara kolegial dan bertanggungjawab 9. Kepercayaan dan keterlibatan masyarakat yang tinggi terhadap Prodi.

10. Sistem perencanaan, pelaksanaan, evaluasi dan pengembangan program dilakukan secara terprogram dan terarah.

Kemahasiswa dan Lulusan 1. Mahasiswa terseleksi melalui mekanisme SNMPTN dan PMDK. 2. Mahasiswa memang

1. Penerapan kurikulum berbasis kompetensi dan soft skill mahasiswa masih kurang.

1. Pesatnya perkembangan ilmu pengetahuan dan persaingan yang ketat antar-lulusan S1

1. Perkem-bangan teknologi informasi meng-haruskan

benar-benar berminat dalam bidang Sosiologi sehingga lebih

kosentrasi dalam menerima perkuliahan. 3. Mahasiswa yang terlatih

dengan berbagai teori sosial, terlatih dalam memahami fakta sosial dalam bentuk praktik sosial maupun latihan tugas-tugas kampus. 4. Kesesuaian

pengetahuan dan keterampilan mahasiswa dalam mengerjakan soal dan tugas-tugas

menunjukkan bahwa kurikulum yang diberikan telah relevan dan ini diharapkan relevan juga dengan pasar kerja.

5. Mahasiswa dengan

2. Kegiatan mahasiswa yang menghasilkan karya yang inovatif perlu disempurnakan dan ditingkatkan. 3. Program Studi Sosiologi

kurang populer di masyarakat Bali dan Nusa Tenggara. memotivasi calon mahasiswa untuk melanjutkan ke jenjang pendidikan Magister (S2).

2. Prodi Sosiologi yang ada di bawah Fisip Unud merupakan salah satu PT terbaik di Indonesia Bagian Timur sehingga peluang untuk memperoleh beasiswa lebih besar.

3. Bali sebagai salah satu daerah tujuan wisata terkenal di dunia, membuka peluang bagi Prodi Sosiologi untuk bekerjasama di bidang pendidikan dan pengembangan Iptek dengan negara lain. 4. Langkanya sarjana

belajar tentang IT 2. Tuntutan standar mutu

dan kompetensi lulusan semakin tinggi di pasar kerja.

3. Persaingan antar-Perguruan Tinggi Negeri atau swasta dari luar Bali yang

membuka Prodi Sosiologi di Denpasar.

intensitas tinggi melakukan kegiatan akademis dan non-akademis

Sosiologi di Bali.

Sumber Daya Manusia 1. Rasio dosen dan tenaga

pendukung dengan kualifikasi yang sesuai dengan bidangnya. 2. Peraturan kerja dan

kode etik yang dilaksanakan oleh dosen.

3. Komitmen staf pengajar yang tinggi terhadap kualifikasi proses pembelajaran.

4. Dosen di Prodi Sosiologi masih muda dan energik sehingga potensial untuk melakukan Tridharma Perguruan Tinggi. 5. Ragam latar belakang

budaya dan sosial para

1. Rendahnya minat dosen untuk

mempublikasikan karya ilmiah dengan bahasa asing pada jurnal internasional. 2. Kesulitan merekrut

dosen Sosiologi yang berkualifikasi S3 bidang Sosiologi dan linear sejak S1.

1. Kesempatan untuk melanjutkan

pendidikan jenjang S3 bagi para dosen. 2. Menjalin hubungan

kerja dengan staf pengajar Sosiologi dari perguruan tinggi lain yang lebih berpengalaman. 3. Mengontrak tenaga dosen yang mempunyai kualifikasi S3 Sosiologi. Lambatnya pengembangan sumber daya manusia karena masih terbatasnya dosen.

dosen di Prodi Sosiologi meningkatkan dinamika Prodi.

6. Mahasiswa pun memiliki variasi latar belakang budaya dan sosial yang memengaruhi mutu interaksi civitas academica. Kurikulum, Pembelajaran, Suasana Akademik 1. Kurikulum yang diterapkan di program studi adalah kurikulum yang memiliki standar nasional.

2. Tersedianya sarana dan prasarana yang

memadai untuk mendukung suasana akademik yang kondusif bagi segenap civitas academica. 3. Adanya tim pelaksana

penjaminan mutu memberikan kualitas proses pembelajaran

1. Sebagai program studi yang baru berdiri, dosen kesulitan mengampu lebih dari enam matakuliah dalam satu semester.

2. Keterbatasan buku penunjang di perpustakaan Prodi Sosiologi dan Fisip Unud.

1. Terbuka peluang mengusulkan mata kuliah yang bermuatan lokal.

2. Menjelaskan fenomena sosial terbaru dengan

pendekatan-pendekatan teoritik. 3. Memberikan kebebasan

kepada mahasiswa dan orang tua mahasiswa untuk memberi masukan atau usulan tentang mata kuliah baru.

1. Jumlah dosen dan kualifikasi yang sangat terbatas.

2. Mahasiswa kurang bersemangat membuat tugas-tugas yang berbasis teori baru.

yang bermutu untuk menghasilkan lulusan yang memiliki kompetensi tinggi. 4. Kebebasan mimbar akademik terjamin. 5. Keikutsertaan mahasiswa dalam penulisan artikel ilmiah meningkat.

Pendanaan, Sarana dan Prasarana, Sistem Informasi

1. Kondisi ruang kuliah, ruang seminar, ruang baca, lab computer dan sekretariat cukup memadai 2. Memiliki sistem anggaran dan managemen keuangan terpadu 3. Kondisi sarana penunjang pendidikan cukup baik 4. Fasilitas perpustakaan dilengkapi dengan 1. Ketepatan waktu turunnya dana pusat belum bisa dipastikan. 2. Jumlah dana yang

tersedia, masih sangat tergantung dari jumlah kebutuhan dana fakultas lain yang lebih besar.

3. Sarana dan prasarana masih belum bisa dimanfaatkan dengan baik oleh tenaga sumber daya manusia yang ada.

1. Dengan tersedianya

e-library mahasiswa memiliki peluang untuk memperkaya khazanah keilmuan dari berbagai sumber dalam maupun luar negeri 2. Pengembangan sistem informasi akademik 1. Kurang maksimalnya perencanaan. 2.Kegiatan tertunda

bahkan tidak terlaksana karena dana terbatas. 3. Mahasiswa kekurangan

e -library 5. Memiliki jaringan komunikasi dan informasi yang memadai Penelitian, Pengabdian Kepada Masyarakat, Kerjasama 1. Ketersediaan jurnal ilmiah yang

terakreditasi dan buku kumpulan penelitian bidang Sosiologi untuk menunjang kegiatan penulisan karya ilmiah 2. Memiliki database dan

software yang menunjang kegiatan penelitian sistem anggaran dan managemen keuangan terpadu 3. Kondisi sarana penunjang pendidikan cukup baik 4. Fasilitas perpustakaan dilengkapi dengan e- library 5. Memiliki jaringan komunikasi dan

1. Kurangnya minat dosen untuk melakukan penelitian dan

penulisan karya ilmiah 2. Kurang melibatkan

mahasiswa dalam penelitian dan PKM 3. Sarana dan prasarana

masih belum bisa dimanfaatkan dengan baik oleh tenaga sumber daya manusia yang ada.

4. Masih kurangnya jumlah dosen yang menguasai Bahasa Inggris secara lisan dan

tertulis, sehingga menyulitkan untuk

1. Adanya minat instansi di luar perguruan tinggi sendiri untuk

melakukan kerjasama di bidang penelitian dan PKM

2. Banyaknya potensi sumber dana penelitian dan PKM dari luar perguruan tinggi sendiri.

3. Peluang kompetisi dan publikasi ilmiah dari berbagai jurnal nasional dan internasional 4. Tuntutan sertifikasi

dosen yang dapat mendorong kinerja dosen.

1.Kurangnya minat baca dan data beli

masyarakat terhadap karya ilmiah.

2. Masih kurangnya kesadaran dan minat masyarakat untuk mengikuti pelatihan yang dilaksanakan dalam kegiatan PKM. 3.Persaingan antar

perguruan tinggi dalam memanfaatkan berbagai sumber dana penelitian dan PKM.

4. Semakin terbukanya kesempatan perguruan tinggi luar negeri untuk membuka cabang di

informasi yang memadai

6. Peningkatan jumlah kerjasama yang telah dijalin

7. Citra Unud yang semakin baik menuju

world class university

sehingga mempermudah kerjasama dengan pihak luar.

program pertukaran dosen ke luar negeri. 5. Belum memiliki hak paten atau hak cipta produk. 5. Banyaknya peluang kerjasama yang ditawarkan dari pemerintah daerah. Indonesia. 5. Berkembangnya teknologi dalam pengembangan hasil riset internasional yang begitu cepat

menyebabkan pihak lembaga kalah bersaing dalam mengikuti perubahan.

Strategi dan Pengembangan

Berdasarkan matriks analisis SWOT dapat dirancang strategi dan pengembangan Program Studi Sosiologi, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Udayana seperti yang terlihat di bawah ini.

KOMPONEN STRENGHT OPPORTUNITY (PELUANG DARI KEKUATAN) WEAKNESS OPPORTUNITY (PELUANG DARI KELEMAHAN) STRENGHT THREAT (KEKUATAN DARI ANCAMAN) WEAKNESS THREAT (KELEMAHAN DARI ANCAMAN)

Jatidiri, Visi, Misi, Sasaran dan Tujuan

Menjalin kerjasama dengan berbagai program studi lain.

Meningkatkan sosialisasi dan tingkat pemahaman serta penguasaan visi, misi Program Studi Sosiologi, serta tujuan untuk memotivasi civitas

academica dalam menjalin kerjasama untuk

mendapatkan hibah.

1. Meningkatkan aktivitas sosialisasi visi, misi dan tujuan terhadap

berbagai pihak untuk menarik perhatian mahasiswa.

2. Melakukan kajian dan evaluasi secara rutin terhadap visi, misi, dan tujuan program studi agar lebih sesuai dengan perkembangan yang ada untuk merangsang inovasi dan kreativitas.

Meningkatkan upaya untuk mewujudkan visi, misi dan tujuan program studi melalui pelatihan-pelatihan yang bertujuan untuk mendapatkan sertifikasi internasional.

Tata Pamong,

Kepemimpinan, Sistem Pengelolaan, Penjaminan Mutu, dan Sistem Informasi

1. Meningkatkan aktivitas pelatihan dan penggunaan laboratorium untuk lembaga pendidikan eksternal. 2. Meningkatkan perencanaan dan evaluasi perencanaan 1. Mengefektifkan peran Laboratorium Sosiologi berkaitan dengan kajian-kajian keilmuan dan meningkatkan kerjasama. 2. Pemanfaatan kecanggihan teknologi informasi secara efektif

1. Selalu mempertimbangkan dinamika lingkungan eksternal dalam penyusunan program kegiatan. 2. Memetakan dosen sesuai dengan bidang kompetensinya.

1. Meningkatkan efektivitas peran tim penjaminan mutu untuk memperoleh sertifikasi internasional. 2. Pemeliharaan keamanan sistem informasi secara lebih efektif.

setiap tahun. 3. Memanfaatkan teknologi informasi untuk pengembangan jaringan kerjasama. dan efisien.

Kemahasiswaan dan Lulusan 1. Meningkatkan jumlah kegiatan

ekstrakurikuler mahasiswa

2. Melaksanakan kegiatan-kegiatan ilmiah yang melibatkan mahasiswa dan dunia kerja,

Memberikan motivasi mahasiswa untuk berprestasi dengan memberikan penghargaan kepada mahasiswa berprestasi. 1. Selalu meningkatkan kualitas kegiatan promosi dan penerimaan mahasiswa. 2. Meningkatkan jumlah kegiatan magang dan ekstrakurikuler sehingga dapat memberikan bekal praktek bagi mahasiswa dalam persaingan dunia kerja.

Meningkatkan

pelaksanaan bimbingan dan konseling melalui dosen pembimbing akademik untuk memperlancar

penyelesaian studi dan membantu pencapaian lulusan yang berkualitas.

Kurikulum, Pembelajaran, Suasana Akademik

1. Mengevaluasi dan menyesuaikan

kurikulum secara rutin untuk menghasilkan kurikulum berbasis kompetensi.

1. Meningkatkan kualitas dan kuantitas studi banding mengenai kurikulum ke berbagai perguruan tinggi di dalam dan luar negeri.

1. Mengintensifkan komunikasi dan memperluas jaringan dan kerjasama dengan pasar kerja, perguruan tinggi di dalam dan

1. Secara aktif memantau perkembangan

kurikulum yang sedag berjalan.

2. Menyusun kurikulum yang dapat memenuhi

2. Mengembangkan kerjasama dengan praktisi, organisasi profesi dan pihak lain untuk memantau perkembangan lingkungan eksternal yang terkait dengan kurikulum.

3. Pengembangan mata kuliah yang mengacu pada kebutuhan pengguna lulusan dan perubahan lingkungan. 4. Meningkatkan kuantitas

dan kualitas interaksi secara akademik dengan mahasiswa. 5. Peningkatan kualitas

sarana dan prasarana yang menunjang pembentukan suasana akademik yang kondusif. 2. Meningkatkan wawasan mahasiswa dengan kunjungan ke instansi/lembaga terkait Prodi Sosiologi, kuliah tamu, seminar dan magang. 3. Mengembangkan metode pengajaran yang dapat meningkatkan analisa mahasiswa yang berkualitas melalui pemberian tugas dan diskusi secara intensif. 4. Meningkatkan peran

pembimbing akademik dalam membantu kelancaran studi mahasiswa.

luar negeri, untuk mengetahui

2. Pemberian bimbingan yang terarah dan terprogram bagi mahasiswa. 3. Meningkatkan kualitas pelayanan akademik dan non-akademik kepada mahasiswa. tuntutan dan perubahan profesi dalam pasar kerja. 3. Peningkatan profesi

akademik mahasiswa baru agar dapat

membantu peningkatan indeks prestasi kumulatif. 4. Meningkatkan keterlibatan seluruh civitas academica dalam menciptakan budaya akademik.

6. Meningkatkan peranan organisasi

kemahasiswaan dalam kegiatan ilmiah.

Pendanaan, Sarana dan Prasarana, Sistem Informasi

1. Mempertahankan transparansi, keterlibatan dan koordinasi dalam pengelolaan keuangan. 2. Tetap mengupayakan peningkatan sumber dana agar dapat menyediakan sarana dan prasarana yang memadai dan berkualitas.

3. Peningkatan jumlah sarana dan prasaran uang dibutuhkan untuk kegiatan operasional. 4. Meningkatkan kualitas sistem informasi akademik secara berkelanjutan. 1. Menjalin kerjasama dengan pengusaha dan pemerintah daerah di Indonesia untuk menyelenggarakan kajian Sosiologi. 2. Memperbaiki dan

menambah sarana dan prasarana agar memenuhi standar kualitas yang dibutuhkan 3. Meningkatkan kualitas sistem penyimpanan dan pengamanan data akademik mahasiswa. 4. Meningkatkan

pengetahuan sumber daya manusia dalam penggunaan sistem

1. Meningkatkan efisiensi penggunaan data. 2. Meningkatkan

pembaharuan sarana dan prasarana secara berkesinambungan agar tidak tertinggal dengan perguruan tinggi lain. 3. Memperluas kerjasama

dengan berbagai pihak untuk peningkatkan sistem informasi.

1. Mengupayakan jumlah sumber dana selain dari SPP dan SDPP. 2. Pengadaan dan peningkatan sarana prasarana yang berkualitas. 3. Mengoptimalkan

penggunaan sarana dan prasarana yang

tersedia.

4. Memperluas dan mempermudah akses jaringan.

informasi.

Penelitian, Pengabdian Kepada Masyarakat, Kerjasama

1. Meningkatkan

kuantitas dan kualitas hasil penelitian. 2. Meningkatkan

kerjasama dalam bidang penelitian dan PKM dengan

pemerintah dan dunia usaha.

3. Meningkatkan

kuantitas dan kualitas jurnal ilmiah dan sarana publikasi lainnya.

1. Meningkatkan publikasi hasil penelitian dan PKM dalam jurnal ilmiah.

2. Meningkatkan jumlah dosen yang terlibat dalam penelitian. 3. Meningkatkan peran

serta dosen dalam seminar hasil penelitian.

Meningkatkan kerjasama penelitian dan PKM dengan berbagai instansi.

Melakukan penelitian untuk meningkatkan kemampuan penelitian dan kualitas PKM

Dokumen terkait