• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB III FATWA DSN-MUI

C. Struktur dan Keanggotaan DSN-MUI

Struktur yang berkaitan dengan hubungan yang bersifat tetap dalam sebuah organisasi telah diputuskan secara tetap, seperti yang dilakukan terhadap pekerjaan-pekerjaan dalam organisasi yang dirancang dan bagaimana pekerjaan itu diatur dalam pedoman organisasi. Struktur merupakan cara menempatkan manusia sebagai bagian dari organisasi pada hubungan yang relatif tetap, yang sangat menentukan pola-pola interaksi, koordinasi, dan tingkah laku yang berorientasi pada tugas.

Struktur dan organisasi merupakan dua hal yang tidak dapat dipisahkan.

Hal ini karena, organisasi merupakan kerangka hubungan yang berstruktur yang di dalamnya terdapat peran, tanggung jawab dan pembagian kerja untuk menjalankan fungsi tertentu. Konsekuensi dari hubungan ini adalah adanya hierarki, yaitu adanya pimpinan,bawahan dan staf. dari hubungan ini adalah adanya hierarki, yaitu adanya pimpinan, bawahan dan staff.

Struktur DSN adalah struktur dewan yang dibentuk oleh Majelis Ulama Indonesia. Dalam melaksanakan tugas dan fungsinya, DSN dibantu oleh suatu badan yang disebut dengan Badan Pelaksana Harian Dewan Syariah Nasional (BPH-DSN). Secara umum, pengurus DSN-MUI dapat dibedakan menjadi dua bagian: pengurus yang bersifat umum (Pengurus Pleno) dan Badan Pelaksana Harian. Pimpinan dan anggota pleno DSN-MUI masa bakti 2005-2010 yang

51

ditetapkan pada 13 Juli 2007 terdiri 37 orang yang meliputi: ketua, ketua pelaksana, empat orang wakil ketua, sekretaris, dua orang wakil sekretaris, dan anggota.

Badan Pelaksana Harian DSN terdiri dari:

a. Ketua

b. Tiga wakil ketua c. Sekretaris

d. Dua wakil sekretaris e. Bendahara

f. Anggota.

Badan Pelaksana Harian (BPH) DSN periode 2005–2010 terdiri dari 21 orang yang meliputi; 1 orang ketua, 1 orang ketua pelaksana, 3 orang wakil ketua, 1 orang sekretaris, 2 orang wakil sekretaris, 1 orang bendahara, dan 13 orang anggota kelompok kerja (Pokja) perbankan dan pegadaian, kelompok kerja asuransi dan perniagaan, dan kelompok kerja pasar modal dan program. Namun demikian, antara pengurus pleno dan Badan Pelaksana terdapat seorang ketua yang merangkap pengurus (jabatan), seperti KH. Ma’ruf Amin, Drs. Ichwan Sam dan Dr. H. Hasanuddin.30

Maka jumlah seluruh pengurus Pleno dan BPH menurut surat keputusan MUI sebanyak 58, tetapi jumlahnya 55 orang. Perbedaan antara susunan Pengurus Pleno dengan Badan Pelaksana Harian DSN (BPH-DSN) terletak pada ketua

30 Surat Keputusan Dewan Syariah Nasional-Majelis Ulama Indonesia Nomor 02 Tahun 2000 tentang Pedoman Rumah Tangga Dewan Syariah Nasional Mejelis Ulama Indonesia(PRT DSN-MUI) Nomor 02 Tahun 2000 Pasal 2.

pelaksana, wakil ketua, bendahara dan kelompok. Dalam Pengurus Pleno terdapat ketua dan ketua pelaksana, sedangkan dalam Badan Pelaksana Harian hanya terdapat ketua. Dalam Pengurus Pleno terdapat 4 wakil ketua, sedangkan dalam Badan Pelaksana Harian hanya ada 3 wakil ketua. Dalam Pengurus Pleno juga terdapat 2 wakil sekretaris, manakala dalam Badan Pelaksana Harian hanya terdapat 2 wakil sekretaris. Dalam Pengurusan Pleno tidak ada bendahara, sedangkan dalam Badan Pelaksana Harian terdapat bendahara. Struktur organisasi DSN-MUI sebagai berikut:

Bagan 3.1 Struktur Organisasi DSN-MUI

Sumber: DSN-MUI tahun 2007

Dari bagan di atas, DSN-MUI memiliki struktur organisasi yang jelas.

Struktur organisasi DSN-MUI termasuk dalam kategori struktur organisasi yang sederhana.

Struktur organisasi DSN-MUI dalam melaksanakan tugas utama dan fungsinya sudah memadai dengan struktur yang tersedia, namun masih kurang

PENGURUS PLENO

53

efektif karena dengan struktur tersebut, adanya level (tingkat) setelah MUI yaitu Pimpinan Harian, kemudian Badan Pelaksana Harian (BPH). Meskipun struktur ini menempatkan modal insan sebagai bagian organisasi pada suatu pola interaksi yang terkoordinasi. Bentuk struktur tersebut sangat menentukan pola-pola interaksi, koordinasi dan tingkah laku yang berorientasi pada tugas dan tanggung jawab yang jelas.

Penjelasan bagan struktur organisasi DSN-MUI di atas adalah Pengurus Pleno

dan BPH. Pengurus pleno yang merupakan organisasi tertinggi dalam DSN-MUI.

Ketua pleno adalah ex. officio ketua umum MUI, sehingga koordinasi tertinggi dalam organisasi DSN berada di tingkat pleno. Penguruspleno inilah yang akan bertanggung jawab kepada stakeholders(pemangku kepentingan) DSN, tidak lain ialah Majelis Ulama Indonesia. Anggota Pengurus Pleno terdiri dari para pimpinan MUI, beberapa anggota komisi fatwa, para pakar hukum Islam dari perguruan tinggi Islam, para pakar ekonomi dan keuangan Islam, para pelaku ekonomi dan keuangan Islam, dan para ahli dalam bidang muamalah dari pondok pesantren.

Pengurus Badan Pelaksana Harian (BPH) adalah organisasi yang secara teknis menjalankan tugas-tugas DSN-MUI. BPH terdiri dari para ahli hukum Islam dan para ahli di bidang ekonomi dan keuangan Islam, baik dalam bidang perbankan, asuransi, pasar modal, pegadaian dan perniagaan lain yang Islami.

BPH bertanggung jawab langsung kepada Pengurus Pleno DSN. Pelaksanaan tugas BPH terbagi menjadi tiga kelompok kerja yang masing-masing diketuai oleh seorang koordinator. Mereka adalah kelompok kerja bidang perbankan dan

pegadaian, kelompok kerja bidang asuransi dan bisnis syariah, kelompok kerja bidang pasar modal dan program.

Struktur organisasi seperti ini memungkinkan pemimpin organisasi menjalankan fungsinya dengan baik seperti mendelegasikan hak dan sebagainya.

Faktor kepemimpinan menjadi penting karena berjalan dan tidaknya suatu organisasi sangat ditentukan oleh kemampuan seorang pemimpin dalam memimpin dan menyelaraskan pelaksanaan tugas dan tanggung jawab bawahannya. Otoritas, tanggung jawab dan kewajiban dari masing-masing struktur telah diatur dalam Pedoman Dasar dan Pedoman Rumah Tangga DSN-MUI.

DSN-MUI beranggotakan para ulama, praktisi dan para pakar dalam bidang-bidang yang berkaitan dengan ekonomi dan muamalah syariah dan memiliki akhlak mulia. Anggota DSN ditunjuk dan diangkat oleh MUI untuk masa bakti 4 (empat) tahun. Setelah jangka masa tersebut, yang bersangkutan dapat dipertimbangkan untuk diangkat kembali sebanyak dua kali dalam dua periode. Sedangkan anggota BPH-DSN ditunjuk dan diangkat oleh MUI.31

Dokumen terkait