• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB III METODOLOGI PENELITIAN

2.2 Konsep Dasar Informasi dan Data .1Informasi .1Informasi

2.2.2.1 Struktur Data

Sebuah sistem komputer mengorganisasikan data dalam sebuah hierarki yang dimulai dari bit, byte, field, record, database (Suyanto, 2005). Dibawah ini adalah struktur yang terdapat dari suatu data, yaitu:

1. Bit (Binary Digit)

Bit merupakan unit terkecil informasi di dalam komputer. Bit dapat juga disebut sebagai satuan data terkecil dikomputer digital. Istilah

ini digunakan oleh Jhon W. Tukey, dan Claude E. Shannon. Setiap

bit hanya bernilai sebuah dari dua buah nilai, 0 atau 1, tidak ada bilangan lain. (Wahyudi, 2008)

2. Byte

Byte adalah gabungan dari bit (dikombinasikan nilai-nilainya) dan

saling bertalian (correspondence) yang disebut dengan byte. Sederhananya, kumpulan bit yang membentuk sebuah informasi disebut dengan byte. Istilah byte juga digunakan sebagai satuan terkecil alamat (address) di mikroprosesor.

3. Field / Attribute (atribut)

Field atau attribute merupakan ciri atau karakteristik dari suatu

data dan ia menjadi bagian sandangan dari data tersebut. Atribut juga merupakan kumpulan dari byte (karakter). Seperti contoh, data mahasiswa dapat dibagi menjadi beberapa atribut yang berbeda, misalkkan nama, alamat, tempat dan tanggal lahir, jenis kelamin, status dan sebagainya.

4. Record

Merupakan kumpulan dari field-field yang lengkap atau rangkaian data yang terdiri atas atribut yang dipilih. Seperti contoh record

mahasiswa yang memiliki atau memiliki beberapa atribut data mahasiswa seperti nama mahasiswa, NIM, tempat dan tanggal lahir, alamat, dan lain-lain.

5. Data File

Kumpulan dari beberapa record akan membentuk yang disebut dengan data file atau biasa disebut dengan file saja. Dalam satuan

file inilah data tersebut bisa disimpan di media penyimpanan elektronik memori eksternal seperti disket, hard disk, flash disk, dan lain sebagainya. Data file dapat dibagi menjadi dua jenis, yaitu yang pertama adalah master file dan transaction file.

a. Master file, merupakan catatan mengenai objek-objek yang

harus ada di suatu lingkungan, yang bila objek-objek itu tidak ada maka lingkungan itu tidak dapat berfungsi sebagaimana mestinya.

b. Transaction file. Catatan mengenai transaksi-transaksi yang

terjadi di lingkungan tersebut. Seperti transaksi dalam peminjaman buku perpustakaan, dimana data peminjaman buku tersebut harus dicatat.

6. Database

Dalam pengertian ukuran dari data terkecil yang dimulai dari ukuran bit, database dapat diartikan sebagai kumpulan dari data file

yang terdapat di dalam suatu enterprise (lingkungan) (Wahyudi, 2008). Selebihnya akan dibahas pada bab database.

7. Bank Data (Data Bank)

Bank data adalah kumpulan dari suatu database. Bank data ini biasanya digunakan pada perusahan yang berskala besar yang memiliki banyak database. Seperti contoh pada setiap sekolah memiliki database, maka departemen yang mengurusi bidang pendidikan dapat mengumpulkan seluruh database tersebut dan disatukan dengan database yang bernama Bank Data.

Dalam penyatuan database tersebut tentu saja diperlukan syarat-syarat yang tidak mudah, misalkan penyediaan kapasitas memori eksternal yang sangat besar, penyeragaman seluruh tipe data dari

database yang ada, dan lain sebagainya (Wahyudi, 2008).

2.2.2.2Database

Setelah membahas konsep dasar pengertian database dari bab sebelumnya, pada bab ini akan menjelaskan lebih detail lagi mengenai pengertian database. Diantaranya :

1. Sejarah database

Istilah database ini mulai digunakan pada Juni 1963 ketika System

Development Corporation mensponsori sebuah dimposium bertema

Development dan Management of a Computer-centered Data Base.

Database digunakan sebagai kata tunggal dimulai di Eropa pada

1970-an dan sampai kini masih digunakan oleh mayoritas surat kabar Amerika, sedangkan istilah Databank digunakan Washington

Post sejak 1966. Padahal database management system pertama telah dibangun pada tahun 1960-an oleh Charles Bachman (Wahyudi, 2008).

2. Pengertian Database

Basis data (database) merupakan kumpulan dari data yang saling berhubungan satu dengan yang lainnya, tersimpan di perangkat keras komputer dan digunkan perangkat lunak untuk memanipulasinya. Database merupakan salah satu yang paling penting dalam suatu sistem informasi, karena merupakan basis dalam menyediakan informasi bagi para pemakai. Penerapan

database dalam sistem informasi itu disebut database system.

Sistem basis data (database system) adalah suatu sistem informasi yang mengintegrasikan kumpulan dari data yang saling berhubungan satu dengan yang lainnya dan membuatnya tersedia untuk beberapa aplikasi yang bermacam-macam di dalam suatu organisasi (Hartono, 2004).

Di dalam pengelolaan database, terdapat pendekatan tradisional dan pendekatan database, berikut pengertiannya :

a. Pendekatan Tradisional

Pendekatan tradisional yang berhubungan dengan manajemen data, sumber data dikumpulkan dalam file-file yang tidak berhubungan satu dengan yang lainnya. Biasanya tiap-tiap file

memiliki beberapa kelemahan, seperti dapat terjadi duplikasi data (data redudancy) dan tidak terjadi hubungan data (data relatability)

b. Pendekatan Database

Pada pendekatan database ini adalah mencoba untuk memperbaiki dari kekurangan yang terdapat pada pendekatan tradisional, seperti pada :

1.)Duplikasi data dikurangi, karena database merupakan kumpulan dari semua data secara umum, maka dapat digunakan bersama-sama untuk semua aplikasi, sehingga duplikasi data dapat dikurangi.

2.) Hubungan data (data relatability) dapat ditingkatkan. Karena data dikumpulkan bersama-sama, maka hubungan dari data dapat ditingkatkan, yang berarti data di file tertentu dapat dihubungkan dengan data di file-file lainnya.

3.) Keamanan Data, data yang terdapat pada suatu sistem komputer adalah sesuatu yang abstrak (Wahyudi, 2008). Meski demikian, keberadaannya bisa ditampilkan melalui monitor. Sistem database berisi sekumpulan file yang saling berhubungan dan sekumpulan program yang menuntun pemakai dalam mengakses file tersebut.

Agar seluruh data dapat dijaga keamanannya (agar tetap terjaga ketersediaan dan validasinya), maka hal-hal berikut ini harus diperhatikan :

a.)Penentuan pihak-pihak yang memiliki hak membaca data (informasi);

b.)Penentuan pihak-pihak yang boleh memodifikasi data; c.)Penentuan pihak-pihak yang boleh menghapus data.

Dan proteksi tersebut harus dilakukan terhadap :

a.)Sistem database, terutama dalam pemberian peran kepada pihak-pihak terkait (user).

b.)Sistem operasi. Dengan memilih sistem operasi yang tidak memberi celah bagi pihak luar untuk dapat ‘masuk’ kedalam sistem tersebut.

c.)Jaringan. Proteksi terhadap software jaringan, baik jaringan untuk dilingkungan itu sendiri maupun melalui internet.

d.)Fisik. Penempatan komputer dan piranti pendukung lainnya juga perlu diperhatikan, terutama terhadap bahaya banjir, kebakaran dan hal-hal yang menyebabkan hancurnya perangkat yang ada.

e.)Manusia. Pemberian hak akses kepada seseorang harus dilakukan dengan hati-hati dan perlu dilakukan perubahan

password secara berkala.

Dokumen terkait