• Tidak ada hasil yang ditemukan

Dalam banyak aspek, G-20 merupakan model baru dari G-7 di mana dalam kelompok itu tersedia forum informal bagi para anggotanya untuk berdebat. Oleh karena tidak adanya piagam, sistem pemungutan suara, atau keputusan-keputusan yang bersifat mengikat secara hukum, negara-negara G-20 memiliki posisi yang sama dan berinteraksi secara sepadan.126

124

Lihat di

Penekanan forum lebih ditujukan pada mencapai konsensus terkait isu-isu penting, dan semua anggotanya di dorong untuk berdebat secara bebas, ketimbang beretorika berdasarkan teks yang sudah disiapkan sebelumnya.Forum ini tidak memiliki sekretariat dan staf permanen,

http://thesis.umy.ac.id/datapublik/t17743.pdf, loc. cit. 125

Data yang digunakan mengacu dari publikasi online 20 saat ketua tahun berjalan G-20 adalah Jerman (G-2017), sebagaimana dimuat dalam

https://www.g20.org/Webs/G20/EN/Home/home_node.html, diakses pada tanggal 1 Februari 2017.

126

sehingga layanan kesekretariatan disediakan oleh negara yang menjabat sebagai ketua tahun berjalan.

Namun forum G-20 memiliki struktur koordinasi khususnya Indonesia seperti yang ada pada gambar berikut ini.127

Struktur Koordinasi G-20 Indonesia. Gambar 1.

128

sumber : Kantor Sherpa G-20 Indonesia

Kursi Ketua G-20 sangat unik karena dirotasi berdasarkan anggota-anggotanya, dan dipegang oleh Troika.Sistem inovatif yang diciptakan pada tahun 2002 ini diharapkan dapat menjamin keberlangsungan kegiatan dan pengelolaan organisasinya.Keunikan Troika menyediakan kesempatan bagi ketua berjalan dan

127

Sherpa G-20 Indonesia, Struktur Koordinasi, sebagaimana dimuat dalam

http://sherpag20indonesia.ekon.go.id/index.php?r=site/content&content=struktur, diakses pada tanggal 1 Februari 2017.

128

Presiden Republik Indonesia merepresentasikan Indonesia pada tingkat KTT G-20.Sementara itu, Menteri Keuangan dan Gubernur Bank Indonesia menjadi wakil Indonesia pada jalur keuangan.Deputi Bidang Koordinasi Kerjasama Ekonomi Internasional, Kemenko Perekonomian, merupakan Sherpa Indonesia pada pertemuan G-20.Pertemuan tingkat Menteri diwakili oleh anggota Kabinet RI yang relevan.Pertemuan Working Groups G-20 diikuti para pejabat Kementerian/Lembaga (K/L) yang terkait.

ketua tahun berikutnya dalam mempelajari pengalaman ketua tahun lalu ketika menjabat.129

1. Group One : Australia, Kanada, Arab Saudi, Amerika Serikat

Maka dari itu ke 19 negara tersebut (kecuali Uni Eropa) dibagi menjadi 5 kelompok regional, yang kemudian menetukan perputaran kursi kepresidenan G-20 yaitu:

2. Group Two : India, Rusia, Afrika Selatan, Turki 3. Group Three : Argentina, Brazil, Meksiko 4. Group Four : Prancis, Jerman, Italia, Inggris

5. Group Five : China, Indonesia, Jepang, Korea Selatan.130

Setiap kelompok memiliki anggota paling banyak 4 negara. Kursi kepresidenan berputar di antara kelompok regional tersebut, dan satu negara dari kelompok tersebut akan menjadi pemegang kursi kepresidenan pada tahun tertentu. Seperti pada tahun 2010 Korea Selatan dari Kelompok 5 merupakan ketua, kemudian pada tahun 2011 adalah Prancis dari Kelompok 4, pada tahun 2012 adalah Meksiko dari Kelompok 3, pada tahun 2013 adalah Rusia dari Kelompok 2, pada tahun 2014 adalah Australia dari Kelompok 1, tahun 2015 adalah Turki dari Kelompok 2, dan tahun 2016 adalah China dari Kelompok 5.

Mulai 2011, ketika Prancis menjadi ketua dan tuan rumah G-20, KTT hanya akan diselenggarakan sekali dalam setahun.131 Jerman akan menjadi tuan rumah pada tahun 2017.132

1. Tahun 2008 : 14-15 November di Washington D.C (Amerika Serikat). KTT Kepala Pemerintahan G-20:

129

Komunike G-20 dan Proses Penanganan Krisis Finansial Global, loc. cit. 130

G-20 Official Publications, op.cit., hlm. 130. 131

Wikipedia, G-20 Ekonomi Utama, loc. cit. 132

2. Tahun 2009 : 2 April di London (Inggris);

24-25 September di Pittsburgh (Amerika Serikat). 3. Tahun 2010 : 26-27 Juni di Toronto (Kanada);

11-12 November di Seoul (Korea Selatan). 4. Tahun 2011 : 3-4 November di Cannes (Prancis). 5. Tahun 2012 : 18-19 Juni di Los Cabos (Meksiko). 6. Tahun 2013 : 5-6 September di St. Petersburg (Rusia). 7. Tahun 2014 : 15-16 November di Brisbane (Australia). 8. Tahun 2015 : 15-16 November di Antalya (Turki). 9. Tahun 2016 : 4-5 September di Hangzhou (China). 10. Tahun 2017 : 7-8 Juli di Hamburg (Jerman).133

Proses pencapaian kesepakatan dilakukan melalui konsensus yang dilakukan tiap anggota yang terlibat dalam pertemuan G-20. Konsensus dicapai melalui diskusi dengan berdasarkan posisi dari tiap anggota yang tidak dibedakan.Pencapaian konsensus diawali dengan pemilihan isu yang dianggap sesuai dengan peranan G-20. Isu tersebut kemudian dibahas agar dapat mencapai kesepakatan yang sama, baik dalam bentuk pernyataan maupun bentuk pengaplikasian di tiap negara anggota. Proses pencapaian kesepakatan terkadang bisa memakan waktu yang lama, misalnya pencapaian restrukturisasi sistem kuota di International Monetary Fund (IMF) yang pembahasannya masih berlangsung hingga sekarang.

Di tingkat teknis, G-20 telah membagi isu ke dalam berbagai tingkat pembahasan yang beranggotakan otoritas finansial dan moneter negara anggota

133

yang melakukan koordinasi intensif selama 7x24 jam. Terkait dengan instrumen krisis, regulasi, dan arsitektur keuangan internasional, G-20 membentuk empat kelompok kerja (working group/WG): (i) Enhancing sound regulation and

transparency, (ii) Promoting integrity in the financial markets, (iii) IMF reform,

dan (iv) Multilateral development banks (MDBs) reform.134

G-20 memiliki dua jenis pertemuan yang dihelat setiap tahun. Pertemuan antar pemimpin tiap negara anggota menjadi puncak pertemuan, sedangkan untuk pertemuan Menteri Keuangan dan Gubernur Bank Sentral yang juga melibatkan

Managing Director dari IMF, Presiden dari Bank Dunia, bersama dengan para

ketua dari The International Monetary and Financial Committee (IMFC) dan The

Development Commicommittee, dilakukan beberapa kali sebelum dan sesudah

pertemuan para pemimpin. Tujuannya untuk mulai melakukan negosiasi dini dan membahas masalah teknis untuk mengaplikasikan hasil konsensus.135

Pada tiap pertemuan, jumlah negara/organisasi yang diundang sebagai tamu sangat terbatas begitupun dengan kesempatan untuk memberikan pendapat.Hal ini dilakukan untuk mengefektifkan waktu mencapai konsensus.Namun semenjak pertemuan di Korea Selatan pada tahun 2010, kelompok bisnis juga mulai dilibatkan dalam acara terpisah. Keikutsertaan banyak pihak akan meningkatkan legitimasi yang dimiliki oleh G-20, dengan demikian kebijakan yang dihasilkan akan lebih representatif dan efektif. Hingga saat ini bentuk keputusan yang dihasilkan oleh G-20 dikeluarkan dalam bentuk

Communiqué atau deklarasi.Kelompok ini tidak memiliki jalur untuk

memaksakan implementasi dari perjanjian yang telah disepakati, sebab komitmen

134

Anggito Abimanyu, op.cit., hlm. 211. 135

bersifat tidak mengikat dan tidak adanya bentuk pemaksaan formal yang dapat dilakukan.Untuk itu, jalan yang sering digunakan adalah melakukan moral

suasion.136

C. ANALISIS G-20 SEBAGAI ORGANISASI INTERNASIONAL 1. Karakteristik G-20 Sebagai Organisasi Internasional

Secara sederhana karakteristik suatu organisasi internasional, yaitu: 1. Keterlibatan negara dalam suatu pola kerjasama.

2. Adanya pertemuan-pertemuan secara berkala.

3. Adanya staf yang bekerja sebagai “pegawai sipil internasional”. 4. Kerjasama yang ruang-lingkupnya melintasi batas negara. 5. Mencapai tujuan-tujuan yang disepakati bersama.

6. Struktur organisasi yang jelas dan lengkap.

7. Melaksanakan fungsi secara berkesinambungan.137

A. Leroy Beneet menyatakan organisasi internasional mempunyai ciri-ciri sebagai berikut:

1) A permanent organization to carry on a continuing set of functions. 2) Voluntary membership of eligible parties.

3) Basic instrument stating goals, structure and methods of operation. 4) A broadly representative consultative conference organ.

136

Moral suasion adalah kebijakan moneter untuk mengatur jumlah uang beredar dengan

jalan memberi imbauan kepada pelaku ekonomi.Kebijakan ini dikeluarkan oleh Bank Sentral melalui pidato, pengumuman atau edaran yang ditujukan kepada bank-bank umum.Melalui pengumuman tersebut uang yang beredar dapat distabilkan.Contohnya seperti menghimbau perbankan pemberi kredit untuk berhati-hati dalam mengeluarkan kredit untuk mengurangi jumlah uang beredar dan menghimbau agar bank meminjam uang lebih ke bank sentral untuk memperbanyak jumlah uang beredar pada perekonomian.

137

Karakteristik Organisasi Internasional, sebagaimana dimuat dalam

http://repository.usu.ac.id/bitstream/123456789/51509/3/Chapter%20II.pdf, diakses pada tanggal 1 Februari 2017.

5) Permanent secretariat to carry on continuous administrative, research and

information functions.138

Terjemahan bebas:

1) Organisasi tetap untuk melaksanakan fungsi yang berkelanjutan. 2) Keanggotaan yang bersifat sukarela dari peserta yang mematuhi syarat. 3) Instrumen dasar yang menyatakan tujuan, struktur dan metode operasional. 4) Badan pertemuan perwakilan konsultatif yang luas.

5) Sekertariat tetap untuk melanjutkan fungsi administratif, penelitian dan informasi secara berkelanjutan.139

LL. Leonard memberikan karakteristik yang lebih luas lagi mengenai organisasi internasional, yaitu sebagai berikut:

1) Basic charters or constitutions, usually in the form of multilateral

agreements, specified the obligations of the members states, limited the authority and responsibilities of the organization created the structure and provided for procedures by which the organization would function.

2) Membership was confined to signatory states, which participated through

delegates appointed by their governments.

3) The structure included a policy making organ consisting of representative of

all members governments and meeting at regular intervals of one to five years.

4) Sometimes a second policy-making and executive organ was provide for,

consisting of a limited memberships, having clearly defined authority and meeting more frequently.

5) Voting procedure generally provided one vote for each members requiring

unanimous vote on important decisions.

6) The structure also included a secretariat headed by a secretary general or

director and usually consisting of international civil servant who were employed by the organization to carry on day to day activities.

7) The members were required to make contribution to meet the expanse of the

organization.

Terjemahan bebas:

138

Sumaryo Suryokusumo, op.cit., hlm. 14. 139

1) Piagam dasar/konstitusi, biasanya dalam bentuk perjanjian multilateral dikhususkan untuk kewajiban-kewajiban negara anggota, batasan kekuasaan dan tanggung jawab organisasi menghasilkan struktur dan menyediakan prosedur untuk organisasi yang akan berfungsi.

2) Keanggotaan diberitahukan kepada negara peserta penandatanganan yang berpartisipasi melalui pertemuan delegasi oleh pemerintah mereka.

3) Strukturnya termasuk badan pembuat kebijakan terdiri atas perwakilan semua anggota pemerintah dan pertemuan dengan jangka tetap dari 1 sampai 5 tahun.

4) Kadang-kadang badan pembuat kebijakan dan badan eksekutif cadangan telah disediakan yang terdiri atas keanggotaan terbatas, mempunyai kekuasaan yang ditegaskan dengan jelas dan pertemuan yang lebih sering.

5) Prosedur pengambilan suara umumnya disediakan satu suara untuk masing-masing anggota, memerlukan pengambilan suara bulat untuk keputusan penting.

6) Strukturnya juga termasuk sekretariat yang dikepalai oleh seorang sekertaris jenderal atau direktur dan biasanya terdiri atas pegawai sipil internasional yang dipekerjakan oleh organisasi untuk menjalankan aktivitas sehari-hari. 7) Anggota-anggotanya dibutuhkan untuk membuat kontribusi untuk memenuhi

badan-badan dari organisasi tersebut.140

Dari penjelasan para sarjana tersebut tentang karakteristik suatu organisasi internasional di atas dapat ditarik kesimpulan bahwa secara de jureG-20 bukanlah suatu organisasi internasional yang memiliki legitimasi formal, melainkan apa

140

yang dikenal hanya sebagai forum informal karena G-20 tidak memiliki piagam dasar yang biasanya dalam bentuk perjanjian multilateral dikhususkan untuk kewajiban-kewajiban negara anggota, batasan kekuasaan dan tanggung jawab organisasi menghasilkan struktur dan menyediakan prosedur untuk organisasi yang akan berfungsi. Sehingga setiap pengambilan keputusan apabila tidak dilaksanakan oleh negara anggota tidak memiliki dampaklangsung.

G-20 tidak memiliki sistem administratif yang baku dengan sekretariat tetap atau delegasi permanen anggotanya. Inilah sebabnya mengapa kursikepresidenan, yang berputar secara tahunan, memainkan peran yang sangat penting.Semua anggotanya di dorong untuk berdebat secara bebas, ketimbang beretorika berdasarkan teks yang sudah disiapkan sebelumnya.Forum ini tidak memiliki sekretariat dan staf permanen, sehingga layanan kesekretariatan disediakan oleh negara yang menjabat sebagai ketua tahun berjalan.

Sejak berdirinya, G-20 dipandang sebagai bagian dari global governance dalam bidang ekonomi dan keuangan internasional.G-20 merupakan forum kerjasama menteri keuangan dan gubernur bank sentral dan sering dianggap hanya sebagai langkah kecil dalam kontribusi penciptaan tata ekonomi dunia baru dan penanganan masalah-masalah global.Pada saat krisis ekonomi global tahun 2008, kerjasama G-20 ditingkatkan ke level leaders (Kepala Negara/Kepala Pemerintahan).Hal ini membuat keberadaan G-20 menjadi semakin penting dalam tata ekonomi dunia baru.Sehingga G-20 disebut sebagai forum utama kerjasama ekonomi.

Dokumen terkait