• Tidak ada hasil yang ditemukan

Struktur Organisasi dan Mekanisme Kerja BMT Al-Fath

BAB III GAMBARAN UMUM BMT AL-FATH

E. Struktur Organisasi dan Mekanisme Kerja BMT Al-Fath

1. Struktur Organisasi BMT Al-Fath adalah sebagai berikut :

Nama : KJKS BMT Al-Fath IKMI Jaksel Pendirian : 13 Oktober 1996

Badan Hukum : 650/BH/KWK.10/VI/1998 Akte Perubahan : 518/BH/PAD/Koperasi/2005 NPWP : 02.021.735-2.411.000 SIUP :1086/10-04/PK/XII/2000 Jumlah Pendiri : 34 orang 1 lembaga

Dewan Pengawas

Ketua :Drs Mustakim Kurdi Anggota :Faridi Syahdana, SE

Didin Syaefudin, SE

Dewan Pengurus

Ketua : Drs Budiyono

Wakil Ketua Bidang Pendanaan H. Husein Bin Ali

Wakil Ketua Bidang SDM & Legal : Drs.Prastowo Sidhi,SH,MH Wakil Ketua Bidang Pembinaan Mitra : H. Abdul Rahim

Wakil Ketua Bidang Pembiayaan : Opan Sopyan Sauri, S.Ag Sekretaris : H Z Arifin Listanto

Bendahara : Drs. H Moch Abduh A

Pengelola Kantor Pusat

Manager Tamwil : Saimin

Manager Maal : H. Imam Turmuzi Kabag Operasional : H. Djaelani

Kabag Marketing : Drs. H Moch Abduh A Account Officer : Robi Sugara

Pembiayaan : Cecep Nurjaya Dodi Kurniawan Pendanaan : Suheri Junianto Noval Safiq Parjan

Adm Pembiayaan : Salahudin Arief Head Teller : Harum Sulistio Rini Jasa Mitra : Rika Nurlaila Teller : Nurmilati IT : M Yusuf

Pengelola Kantor Kas

Kepala Kantor Kas : Supriyanto Kabag Operasional : Suryadi

Account Officer : Herdy Rusmantoro Teller : Aisyah

2. Mekanisme Kerja BMT Al-Fath

Adapun pembagian dan wewenang dalam struktur organisasi tersebut diatas, secara garis besar adalah sebagai berikut :

a. Tugas dan Fungsi Badan Pendiri

1) Memutuskan garis besar haluan kerja BMT atau program kerja BMT

2) Merubah atau merevisi dan memastikan halaman atau merevisis AD/ART atau menambah khusus BMT

3) Memutuskan dan memilih susunan pengurus dan jumlah pengurus 4) Memimpin dewan pengawas BMT

b. Tugas dan Fungsi Dewan Pengawas

2) Menjadi pertimbangan pengurus dalam mengambil keputusan syariah atas program kerja tertentu yang perlu dikaji dari aspek syariah

3) Mengawasi sejauh mana pembiayaan memenuhi criteria dan aturan main yang berlaku di BMT, misalnya: apakah pengurus BMT memberikan pembiayaan kepada “orang dekat”-nya saja tanpa ada penilaian kelayakan atau tiidak, dan lain sebagainya

c. Tugas dan Fungsi Pengurus

1) Guna memutuskan kebijakan-kebijakan, maka pengurus mengadakan rapat secara rutin sebulan sekali

2) Mengecek laporan keuangan

3) Membicarakan kendala-kendala yang dihadapi koperasi BMT Al- Fath

4) Mengevaluasi kinerja pengelola

5) Memusyawarahkan dan menetapkan kesejahteraaan pengelola secara periodic

6) Membahas dan mengevaluasi perkembangan BMT

d. Tugas dan Fungsi Pengelola

1) Membantu pelayanan anggota dalam simpan pinjam

2) Kunjungan kepada anggota yang mengalami kendala dalam memenuhi kewajibannya kepada koperasi BMT Al-FAth

3) Memberikan bimbingan dan penyuluhan kepada para anggota untuk peningkatan kesejahteraan anggota

4) Mengikuti pelatihan-pelatihan perkoperasian dan BMT

5) Memenuhi aturan-aturan yang telah ditetapkan oleh pengurus mengenai kegiatan BMT

F.Produk-produk di BMT Al-Fath IKMI

I.

Produk Penghimpunan Dana (Funding)

Prinsip Titipan (Wadiah)

o TAWAKAL (Tabungan Wadiah BMT Al-Fath)

Merupakan simpanan dari mitra yang penarikannya dapat dilakukan setiap saat. Tabungan ini menggunakan prinsip wadiah /titipan. Dalam tabungan ini BMT Al-Fath tidak wajib memberikan hasil kepada penabung. BMT Al-Fath boleh memberikan bonus setiap bulan sesuai dengan kebijakan BMT Al-Fath.

 Prinsip Bagi Hasil

o TABAH (Tabungan Berjangka Al-Fath)

Merupakan tabungan / investasi dengan menggunakan prinsip mudharabah mutlaqah yang penarikannya dapat dilakukan sesuai dengan jangka waktu yang dikehendaki. Pilihan jangka waktu yang dapat dipilih adalah: 3 Bulan dengan nisbah 25% (mitra): 75% (BMT), 6 Bulan dengan Nisbah 30% mitra: 70% (BMT), 9 Bulan dengan nisbah 35%(mitra): 65% (BMT) dan 12 bulan dengan nisbah 40% (mitra): 60% (BMT).

o SIDIK (Simpanan Pendidikan)

Yaitu bentuk simpanan yang alokasi dananya diperuntukan untuk dana pendidikan bagi putra-putri mitra. Penarikan dapat dilakukan dua kali dalam satu tahun, pertama pada saat ajaran baru, kedua pada saat semester. Simpanan dengan prinsip mudharabah mutlaqah ini akan mendapat bagi hasil setiap bulan dengan nisbah 20% (mitra): 80% (BMT).

o Simpanan Idul Fitri

Yaitu simpanan yang direncanakan untuk keperluan idul fitri. Penarikan dilakukan satu kali menjelang idul fitri. Simpanan ini menggunakan prinsip mudharabah mutlaqah sehingga akan mendapatkan bagi hasil setiap bulan sesuai dengan nisbah 20% (mitra): 80% (BMT).

o Simpanan Qurban

Yaitu simpanan yang diperuntukan untuk keperluan pembelian hewan qurban. Penarikan dilakukan satu kali menjelang ibadah qurban. Simpanan ini menggunakan prinsip mudharabah mutlaqah sehingga akan mendapatkan bagi hasil setiap bulan sesuai dengan nisbah 20% (mitra): 80% (BMT).

Yaitu simpanan yang diperuntukan bagi mereka yang merencanakan pernikahan. Penarikan dilakukan satu kali, satu bulan menjelang pernikahan. Simpanan ini menggunakan prinsip mudharabah mutlaqah sehingga akan mendapatkan bagi hasil setiap bulan sesuai dengan nisbah 20% (mitra): 80% (BMT).

o Simpanan Haji

Yaitu simpanan yang diperuntukan bagi mereka yang merencanakan untuk menunaikan haji. Penarikan dilakukan satu kali. Simpanan ini menggunakan prinsip mudharabah mutlaqah sehingga akan mendapatkan bagi hasil setiap bulan sesuai dengan nisbah 20% (mitra): 80% (BMT).

II. Penyaluran Dana (Lending)

 Pembiayaan Mudharabah

Yaitu akad kerjasama antara BMT selaku pemilik modal (Shahibul Maal) dengan mitra selaku pengelola usaha (mudharib) untuk mengelola usaha yang produktif dan halal. Dan hasil keuntungan dibagi sesuai dengan nisbah yang disepakati kedua belah pihak.

 Pembiayaan Musyarakah

Yaitu akad kerjasama usaha produktif dan halal antara BMT dengan mitra dimana sumber modalnya dari kedua belah pihak. Keuntungan

dibagi sesuai dengan nisbah yang disepakati kedua belah pihak. Sedangkan kerugian ditanggung kedua belah Pihak sesuai dengan porsi modal masing-masing.

 Piutang Murabahah

Yaitu akad jual beli barang antara mitra dengan BMT Al-Fath dengan menyatakan harga perolehan/harga beli/ harga pokok ditambah keuntungan/margin yang disepakati kedua belah pihak. BMT membelikan barang-barang yang dibutuhkan mitra atau BMT memberi kuasa kepada mitra untuk membeli barang-barang kebutuhan mitra atas nama BMT. Lalu barang tersebut dijual kepada mitra dengan harga pokok ditambah dengan keuntungan yang diketahui dan disepakati bersama dan diangsur selama jangka waktu tertentu.

 Piutang Ijarah

Yaitu akad sewa menyewa barang atau jasa antara BMT Al-Fath dan mitra. BMT Al-Fath menyewakan jasa atau barang kepada mitra dengan harga sewa yang telah disepakati dan diangsur selama jangka waktu tertentu. 2

2

Dokumen terkait