• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB IV ANALISIS HASIL PENELITIAN

A. Deskripsi Data

2. Struktur Organisasi dan Pembagian Tugas

Dengan adanya struktur organisasi, maka tugas, wewenang, dan tanggung jawab setiap unit kerja yang ada dalam perusahaan dapat diperjelas dan dipertegas. Struktur organisasi juga mencerminkan posisi dan hubungan setiap unit kerja perusahaan.

Tugas adalah sesuatu yang dimiliki oleh anggota dari suatu organisasi karena telah diberi tanggung jawab dari atasannya. Tugas ini bersifat pribadi bagi setiap anggota di dalam suatu organisasi.

Wewenang adalah hak untuk melakukan sesuatu yang sesuai agar tercapai tujuan tertentu. Wewenang merupakan hasil delegasi atau pelimpahan wewenang dari posisi atasan ke bawahan. Dalam organisasi tanggung jawab adalah kewajiban untuk melaksanakan sesuatu yang timbul bila seorang bawahan menerima wewenang manajer untuk mendelegasikan tugas atau fungsi tertentu.

Struktur organisasi yang baik merupakan pengawasan terhadap organisasi dan merupakan salah satu syarat dapat tidaknya sistem akuntansi pertanggungjawaban diterapkan dalam suatu perusahaan.

Dalam menjalankan aktivitas dalam rangka pencapaian tujuan perusahaan, PT. PERTAMINA EP. AREA Rantau – Aceh Tamiang memiliki struktur organisasi yang disusun sedemikian rupa agar pendelegasian tugas,

wewenang, dan tanggung jawab dapat dilakukan dengan baik. Dengan adanya struktur organisasi ini diharapkan para karyawan dapat bekerja sama dengan baik serta dapat memahami secara jelas apa yang menjadi tanggung jawab dan sejauh mana wewenang yang ada padanya sehingga dalam melaksanakan tugasnya dapat lebih efisien.

PT. PERTAMINA EP. AREA Rantau merupakan bagian dari PT. PERTAMINA yang bidangnya khusus memproduksi minyak mentah dan gas bumi. PT. PERTAMINA EP. AREA Rantau - Aceh Tamiang dipimpin oleh seorang Field Manager (Kepala Lapangan) di mana secara lini bertanggung jawab secara langsung kepada Vice President Region Sumatera yang berkedudukan di Prabumulih – Sumatera Selatan.

Adapun struktur organisasi pada PT. PERTAMINA EP. AREA Rantau – Aceh Tamiang adalah sebagai berikut :

Pembagian Tugas

Selanjutnya sebagai uraian dari struktur organisasi PT. PERTAMINA EP. AREA Rantau – Aceh Tamiang diterangkan secara singkat pembagian tugas yaitu sebagai berikut :

a. Field Manager

Field Manager mempunyai tugas/kegiatan utama sebagai berikut :

1. Merencanakan, menetapkan, merealisasikan, mengevaluasi Rencana Kerja (RK) dan anggaran tahunan secara efektif untuk mendukung pencapaian sasaran yang telah ditetapkan.

2. Mengkoordinir kegiatan engineering untuk optimalisasi produksi sumur migas agar mencapai sasaran produksi yang telah ditetapkan.

3. Mengkoordinir dan mengendalikan operasi produksi, pengelolaan fasilitas produksi, operasi penyaluran migas serta mengusahakan kuantitas dan kualitas migas sesuai dengan permintaan konsumen.

4. Mengkoordinir optimalisasi peralatan Work Over, Well Service dan penyediaan peralatan lifting sumur migas.

5. Mengkoordinir dan mengoptimalkan pekerjaan pemeliharaan fasilitas produksi dan fasilitas umum, penyediaan utilisasi listrik, gas dan air dan pekerjaan top-sip untuk menunjang kelancaran operasi produksi.

6. Mengkoordinir operasional pengelolaan air terproduksi dalam upaya meningkatkan produksi dan zero discharge.

7. Membina hubungan yang harmonis dengan stakeholder untuk menciptakan lingkungan kerja yang kondusif dan memotivasi, memberdayakan, mengembangkan SDM Field Rantau.

8. Menjamin penyelenggaraan operasi produksi Field Rantau secara efektif, efisien, aman, sehat, ramah lingkungan dan sesuai SOP serta

standar good oil & gas practices.

b. Ast. Manajer Perencanaan & Engineering

Ast. Manajer Perencanaan & Engineering mempunyai tugas/kegiatan utama sebagai berikut :

1. Mengkoordinir, merencanakan dan mengevaluasi produksi sumur-sumur existing untuk perencanaan optimalisasi produksi meliputi :

a. Perencanaan, pembuatan program pekerjaan perawatan sumur,

redesign dengan lifting yang sama, pengaturan SL/SPM/Frekwensi Pompa.

b. Pembuatan program dan supervisi pekerjaan reopening dan reperasi sumur.

c. Perencanaan, pembuatan program rutin, pelaksanaan, pembacaan dan evaluasi pengukuran BHP / Sonolog.

d. Pelaksanaan pengukuran isochronical, PBU, DD, dan sejenisnya. e. Pembuatan potensi produksi existing, monitoring low & off

produksi.

2. Mengkoordinasikan pelaksanaan rencana-rencana kerja fungsi Engineering.

3. Mengkoordinir Well History dan MRPW (monthly report per well).

4. Merencanakan, melaksanakan dan menevaluasi RK, rencana biaya

operasi dan biaya investasi fungsi Field secara teknis dan ekonomis yang reliable dan achievable.

5. Mengkoordinir pembuatan dan monitoring realisasi dan closed out AFE di luar Field Rantau.

6. Menyelenggarakan, mengevaluasi dan mengendalikan penggunaan

Anggaran Operasi dan Kapital fungsi Field secara efektif dan efisien. 7. Menyelenggarakan dan mengevaluasi administrasi arus migas serta

administrasi umum operasi produksi.

c. Ast. Manajer Operasi Produksi

Ast. Manajer Operasi Produksi mempunyai tugas/kegiatan utama sebagai berikut :

1. Mengkoordinir kegiatan operasi produksi dari kepala sumur sampai ke sales point secara aman, efektif dan efisien.

2. Menentukan rencana kerja operasi meliputi upaya-upaya strategi pencapaian sasaran existing dengan menurunkan Low & Off, usaha-usaha optimalisasi produksi serta mengupayakan sumur berproduksi secara optimal sesuai performance sumur.

3. Mengkoordinir, mengelola dan mengoperasikan seluruh fasilitas produksi, mencari solusi permasalahan fasilitas produksi meliputi fasilitas sumur, sistem penyaluran, proses dehydrasi/treatment migas dan penampungan serta penyaluran produksi sampai ke sales point.

4. Mengkoordinir pengelolaan fasilitas uji produksi dan pelaksanaan pekerjaan uji produksi untuk sumur-sumur bor baru (Engineering) dan existing.

5. Mengupayakan kualitas migas sesuai dengan persyaratan konsumen (Pertamina UP I Pkl. Berandan) meliputi BS&W kurang dari 0.5% dan kadar garam kurang dari 7 Ptb, dan gas sesuai dengan komitmen kontrak.

6. Mengoptimalkan sistem saluran minyak dengan cara melakukan utilisasi sistem transportasi minyak sebagai “Common Use Facilities” bersama Mitra Usaha.

7. Mengkoordinir dan mengoptimalisasi pemanfaatan gas untuk gas lift dan penjualan ke konsumen sehingga mengarah ke zero flare gas.

8. Merencanakan, mengendalikan, merealisasikan dan evaluasi aggaran operasi produksi untuk mendukung pencapaian sasaran produksi.

9. Mengkoordinir pelaksanaan operasi secondary recovery/EOR dan

tercapainya zero discharge.

10.Mengkoordinasi dan memonitor kegiatan transportasi produksi mitra usaha JOB EOR dan TAC.

11.Mengkoordinir pelaksanaan administrasi arus migas.

d. Ast. Manajer Work Over dan Well Service

Ast. Manajer Work Over dan Well Service mempunyai tugas/kegiatan utama sebagai berikut :

1. Mengkoordinir, merencanakan, mengendalikan dan mengevaluasi RK dan anggaran untuk menunjang pekerjaan perawatan sumur.

2. Mengkoordinir, merencanakan dan mengendalikan operasional / kinerja Hoist meliputi kerja ulang, reperasi, dan perawatan sumur migas.

3. Mengkoordinir, merencanakan dan mengendalikan operasional unit pengasaman untuk perawatan sumur dan fasilitas produksi.

4. Mengkoordinir, merencanakan dan mengendalikan opeasional dan

pemeliharaan peralatan bawah tanah untuk menunjang kinerja sumur migas.

5. Mengkoordinir, merencanakan, dan mengendalikan operasional

pendataan bawah tanah BHP Survey Sonolog – Dynagraph untuk penyelidikan data bawah tanah dalam upaya optimasi produksi sumur. 6. Implementasi kebijakan HSE.

7. Mengkoordinir pendataan well history sehingga selalu dalam kondisi up date.

e. Ast Manajer Pemeliharaan

Ast. Manajer Pemeliharaan mempunyai tugas/kegiatan utama sebagai berikut :

1. Mengkoordinir dan mengendalikan kegiatan perencanaan pemeliharaan meliputi kegiatan prediktif dan preventif maintenance serta general overhaul.

2. Mengkoordinir dan mengendalikan kegiatan mekanik terdiri dari perawatan dan perbaikan hoist, fasilitas mesin produksi dan pemipaan serta kegiatan perbengkelan.

3. Mengkoordinir dan mengendalikan utilities terdiri dari operasional power plant, water treatment plant, distribusi listrik, air dan gas dan perbaikan peralatan instrumentasi.

4. Mengkoordinir dan mengendalikan kegiatan topografi – sipil dalam menunjang kegiatan operasi eksploitasi dan produksi migas serta fasilitas umum.

5. Merencanakan, mengkoordinir, mengelola dan mengendalikan RK dan RAB Pemeliharaan.

6. Mengkoordinir penyusunan RKS dan estimasi pekerjaan sipil,

mekanikal dan elektrikal.

7. Menjamin operasional kegiatan Mekanik, Utilities dan Top/Sip berjalan secara efektif, efisien, aman, sehat, ramah lingkungan dan sesuai dengan SOP serta good oil & gas practices.

8. Melaksanakan pembinaan seluruh Pekerja Pemeliharaan di Field dalam upaya meningkatkan kinerja dan profesionalisme Pekerja.

f. Kepala Layanan Operasi

Kepala Layanan Operasi mempunyai tugas/kegiatan utama, yaitu melaksanakan kegiatan pengelolaan terhadap jasa penunjang operasional perusahaan, berupa :

1. Jasa Teknik Sipil dan Survey Pemetaan 2. Jasa Teknologi Informasi dan Komunikasi 3. Utilities dan Instrumentasi

4. Inventory

Dokumen terkait