• Tidak ada hasil yang ditemukan

Struktur Organisasi Perusahaan dan Deskripsi Tugas

BAB 2 TINJAUAN PUSTAKA

3.2 Gambaran Umum Perusahaan

3.2.4 Struktur Organisasi Perusahaan dan Deskripsi Tugas

Sesuai dengan visi dan misi serta tujuan perusahaan yang diemban dengan sasaran jangka panjang untuk dapat diakui sebagai perusahaan kelas dunia yang bertumbuh kembang, unggul, dan terpercaya dengan bertumpu pada potensi insani dengan tetap berpedoman pada peningkatan efektivitas pelayanan kepada pelanggan dan untuk mengantisipasi perkembangan kelistrikan di Pulau Batam, maka perlu dilakukan pengelolaan dalam meningkatkan pelayanan PT PLN Batam secara optimal.

Berkenaan dengan hal tersebut di atas, maka untuk mendukung jalannya pengelolaan dalam peningkatan pelayanan secara optimal yang selaras dengan pengembangan sistem sumber daya manusia, PT PLN Batam memerlukan pola organisasi yang sesuai dengan beban kerja dan proses bisnis yang dilaksanakan, sehingga struktur organisasi dan tata kerja PT PLN Batam, seperti pada Gambar 3.1.

Gambar 3.1 Struktur Organisasi PT PLN Batam Berikut ini adalah deskripsi tugas dari struktur organisasi di atas, yaitu:

a. Tugas Pokok dan Tanggung Jawab Direksi.

1. Direktur Utama

Tugas pokok direktur utama adalah bertindak atas nama direksi dalam mengelola dan membina perusahaan sesuai dengan anggaran dasar perusahaan dan Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS). Tanggung jawab direktur utama adalah memastikan perusahaan dikelola sesuai dengan kaidah bisnis dan tata kelola perusahaan yang baik (Good Corporate Governance).

2. Direktur Perencanaan

Tugas pokok direktur perencanaan adalah bertindak atas nama Direksi dalam mengelola dan membina perencanaan korporat, perencanaan sistem ketenagalistrikan, penyusunan kajian kelayakan, pengembangan usaha dan produk baru, pengembangan IPP dan energi primer, serta fungsi lainnya sebagaimana diatur dalam anggaran dasar perusahaan dan RUPS. Tanggung jawab direktur perencanaan adalah membina serta mengarahkan kebijakan dan strategi perencanaan dan

Satuan

Pengawas Intern Direktur Utama

Direktur

Perencanaan Direktur Teknik Direktur Keuangan

pengembangan korporat meliputi perencanaan jangka panjang, jangka menengah, jangka pendek, dan perencanaan strategis lainnya.

3. Direktur Teknik

Tugas pokok direktur teknik adalah bertindak atas nama direksi dalam mengelola dan membina pelaksanaan logistik kepabrikan, pengendalian konstruksi, pembinaan operasi dan pelanggan, pembinaan kinerja dan efisiensi teknik operasional, serta fungsi lainnya sebagaiman diatur dalam anggaran dasar perusahaan dan RUPS. Tanggung jawab direktur teknik adalah Membina serta mengarahkan kebijakan dan strategi pelaksanaan logistik kepabrikan berdasarkan prinsip-prinsip good corporate governance (GCG).

4. Direktur SDM & Administrasi

Tugas pokok direktur SDM dan administrasi umum adalah bertindak atas nama direksi dalam mengelola dan membina Sumber Daya Manusia (SDM), pemberdayaan organisasi, administrasi SDM, serta administrasi dan kesekretariatan perusahaan, dan fungsi lainnya sebagaimana diatur dalam anggaran dasar perusahaan dan RUPS.

Tanggung jawab direktur SDM dan administrasi umum adalah Membina serta mengarahkan kebijakan dan strategi pengelolaan SDM meliputi perencanaan, rekrutmen, dan pengembangan SDM.

5. Direktur Keuangan

Tugas pokok direktur keuangan adalah bertindak atas nama direksi dalam mengelola dan membina keuangan, pendanaan, anggaran, pendapatan, akuntansi, dan niaga tarif serta fungsi lainnya sebagaiman

diatur dalam anggaran dasar perusahaan dan RUPS. Tanggung jawab direktur keuangan adalah Mengelola dan melakukan perencanaan sumber daya keuangan sesuai dengan kebutuhan masa depan.

b. Tugas Pokok dan Tanggung Jawab Unsur Pembinaan Korporat.

1. Sekretaris Perusahaan, tugas pokok dan tanggung jawabnya adalah merumuskan kebijakan dan strategi tata kelola perusahaan yang baik (good corporate governance) dan menjamin bahwa perusahaan mematuhinya. Berikut ini bagian yang membantu tugas sekretaris perusahaan antara lain:

a) Senior Manager Hukum, tugas pokok dan tanggung jawabnya adalah memberikan rekomendasi hukum terhadap seluruh kebijakan manajemen.

b) Senior Manager Komunikasi dan Brand Management, tugas pokok dan tanggung jawabnya adalah membentuk opini dan citra positif serta menjadi front liner komunikasi perusahaan.

c) Senior Manager Hubungan Kelembagaan dan Investor, tugas pokok dan tanggung jawabnya adalah memastikan berjalannya hubungan dengan pembuat kebijakan terkait dengan bisnis perusahaan.

d) Senior Manager Kinerja dan Informasi Manajemen, tugas pokok dan tanggung jawabnya adalah mengelola pemahaman informasi dan data untuk pengembangan sistem informasi manajemen.

2. Kepala Satuan Pengawasan Intern, tugas pokok dan tanggung jawabnya adalah memastikan terlaksananya audit internal berdasarkan

tata kelola perusahaan yang benar (Good Corporate Governance).

Berikut ini bagian yang membantu tugas kepala satuan pengawasan intern antara lain:

a) Senior Audit Manajemen, tugas pokok dan tanggung jawabnya adalah menyusun rencana audit internal dan mengevaluasi jadwal audit di bidang administrasi, keuangan, dan manajemen.

b) Senior Audit Teknik, tugas pokok dan tanggung jawabnya adalah menyusun rencana audit internal dan mengevaluasi jadwal audit di bidang operasional/teknik.

c) Senior Audit Risiko, tugas pokok dan tanggung jawabnya adalah menyusun rencana audit internal dan mengevaluasi jadwal audit di bidang manajemen risiko.

3. Kepala Divisi Perencanaan, tugas pokok dan tanggung jawabnya adalah merumuskan kebijakan dan strategi pengembangan korporasi melalui investasi dan memonitor pelaksanaannya dengan bekerja sama dengan direktorat lainnya. Berikut ini bagian yang membantu tugas kepala divisi perencanaan antara lain:

a) Senior Manager Perencanaan Korporat, tugas pokok dan tanggung jawabnya adalah mengevaluasi dan menganalisa kebutuhan dan kelayakan investasi.

b) Senior Manager Perencanaan Sistem, tugas pokok dan tanggung jawabnya adalah merumuskan kebijakan dan strategi rencana pengembangan sistem ketenagalistrikan sesuai perubahan.

4. Kepala Divisi Pengembangan Usaha, IPP, dan Energi Primer, tugas pokok dan tanggung jawabnya adalah merumuskan kebijakan dan strategi pengembangan usaha melalui kemitraan serta strategi pengembangan produk baru ketenagalistrikan dan menjamin pelaksanaannya. Berikut ini bagian yang membantu tugas kepala divisi pengembangan usaha, IPP, dan energi primer antara lain:

a) Senior Manager Pengembangan Usaha, tugas pokok dan tanggung jawabnya adalah mengkaji sumber daya perusahaan sebagai bahan untuk membuat rencana pengembangan perusahaan dan mengelola serta melaksanakan pengembangan usaha.

b) Senior Manager IPP & Energi Primer, tugas pokok dan tanggung jawabnya adalah menyusun kebijakan dan strategi pengembangan IPP (Independent Power Procedure) dan menjamin pelaksanaannya.

5. Kepala Divisi Sistem Teknologi Informasi, tugas pokok dan tanggung jawabnya adalah memimpin operasional dan pemeliharaan aplikasi terpusat dengan mengacu dan berpedoman pada strategi dan kebijakan teknologi informasi korporat. Berikut ini bagian yang membantu tugas kepala divisi pengembangan usaha, IPP, dan energi primer antara lain:

a) Senior Manager Perencanaan dan Pengelolaan Infrastruktur Teknologi Informasi, tugas pokok dan tanggung jawabnya adalah memastikan proses bisnis perusahaan selaras dengan teknologi informasi bidang infrastruktur, melakukan kajian dan evaluasi terhadap IT Strategic Master Plan (ITSMP), memastikan

pengembangan IT selaras dengan proses bisnis, merumuskan pengembangan infrastruktur, memastikan lisensi aplikasi, network, dan data center.

b) Senior Manager Pengelolaan Aplikasi dan Database, tugas pokok dan tanggung jawabnya adalah memonitor, mengevaluasi, dan mendukung pemanfaatan serta optimalisasi sistem aplikasi yang sudah diimplementasikan.

6. Kepala Divisi Konstruksi, tugas pokok dan tanggung jawabnya adalah merumuskan kebijakan dan strategi perencanaan konstruksi dan pengadaan barang/jasa serta menjamin pelaksanaannya. Berikut ini bagian yang membantu tugas kepala divisi konstruksi antara lain:

a) Senior Manager Procurement, tugas pokok dan tanggung jawabnya adalah melaksanakan proses perencanaan konstruksi, pengadaan barang/jasa untuk pekerjaan yang bersifat strategis korporat, sesuai dengan asas-asas efisiensi, efektivitas, akuntabilitas, dan paling menguntungkan bagi perusahaan.

b) Senior Manager Manajemen Konstruksi, tugas pokok dan tanggung jawabnya adalah merumuskan kebijakan dan strategi pengendalian konstruksi dan menjamin pelaksanaannya.

7. Kepala Divisi Operasi, tugas pokok dan tanggung jawabnya adalah merumuskan kebijakan dan strategi pengendalian operasi dan menjamin pelaksanaannya memenuhi kriteria biaya, mutu, dan waktu yang ditetapkan. Berikut ini bagian yang membantu tugas kepala divisi operasi antara lain:

a) Senior Manager Manajemen Operasi, tugas pokok dan tanggung jawabnya adalah melakukan pembinaan pelaksanaan operasi yang mencakup operasi pembangkitan, penyaluran, dan pengatur beban serta operasi distribusi.

b) Senior Manager Manajemen Aset, tugas pokok dan tanggung jawabnya adalah menyusun rencana, strategi, dan kebijakan pembinaan manajemen aset jaringan dan pembangkitan serta menjamin pelaksanaannya.

8. Kepala Divisi SDM dan Organisasi, tugas pokok dan tanggung jawabnya adalah merumuskan kebijakan perencanaan dan rekrutmen serta menjamin pelaksanaannya. Berikut ini bagian yang membantu tugas kepala divisi SDM dan organisasi antara lain:

a) Senior Manager Pengembangan SDM dan Talenta, tugas pokok dan tanggung jawabnya adalah mempersiapkan kebijakan rekrutmen dan seleksi SDM (dari internal dan eksternal) sesuai kriteria yang ditentukan berdasarkan perencanaan kebutuhan SDM serta menjamin pelaksanaannya.

b) Senior Manager Administrasi SDM, tugas pokok dan tanggung jawabnya adalah mengelola Sistem Informasi Pegawai (SIPEG) dan pemeliharaan database pegawai sehingga dapat memberikan informasi data yang up to date untuk pengembangan lebih lanjut.

c) Senior Manager Knowledge Management, tugas pokok dan tanggung jawabnya adalah sebagai kontak utama untuk permintaan data dan informasi tentang knowledge dengan

membantu pengguna dalam mengakses alat-alat dan sumber daya knowledge management.

9. Kepala Divisi Umum, tugas pokok dan tanggung jawabnya adalah merumuskan kebijakan dan strategi administrasi korporat dan kesekretariatan perusahaan dan direksi serta menjamin pelaksanaannya. Berikut ini bagian yang membantu tugas kepala divisi umum antara lain:

a) Senior Manager Sekretariat Umum, tugas pokok dan tanggung jawabnya adalah menyusun pedoman dan petunjuk keselamatan bekerja bagi pegawai serta mengatur pelaksanaan kegiatan program K3 sesuai ketentuan yang berlaku.

b) Senior Manager Sarana dan Fasilitas, tugas pokok dan tanggung jawabnya adalah mengelola aset korporat dan melaksanakan pengembangannya untuk tujuan produktif secara efisien dan efektif.

10. Kepala Divisi Keuangan, tugas pokok dan tanggung jawabnya adalah merumuskan kebijakan dan mengelola proses pembayaran dan pendapatan. Berikut ini bagian yang membantu tugas kepala divisi keuangan antara lain:

a) Senior Manager Anggaran dan Pendanaan, tugas pokok dan tanggung jawabnya adalah melaksanakan penyusunan RKAP sesuai dengan rencana target yang akan ditetapkan oleh perusahaan.

b) Senior Manager Keuangan, tugas pokok dan tanggung jawabnya adalah menyusun rencana cash flow mingguan dan bulanan serta menjadwalkan pengeluaran yang penting tiap bulannya.

c) Senior Manager Akuntansi, tugas pokok dan tanggung jawabnya adalah membuat laporan keuangan dan laporan pajak serta mengelola administrasi asuransi, aktiva, dan usulan penghapusan aktiva.

11. Kepala Divisi Niaga, tugas pokok dan tanggung jawabnya adalah melaksanakan pemantauan/evaluasi penjualan, pendapatan, dan fungsi pengamanan pendapatan sesuai aturan yang berlaku. Berikut ini bagian yang membantu tugas kepala divisi niaga antara lain:

a) Senior Manager Administrasi dan Niaga, tugas pokok dan tanggung jawabnya adalah menetapkan kebijakan dan strategi tarif tenaga listrik.

b) Senior Manager Service Quality, tugas pokok dan tanggung jawabnya adalah mengembangkan sistem pelayanan pelanggan dengan prinsip kesetaraan dan kualitas pelayanan untuk diterapkan di unit bisnis operasional.

c. Tugas Pokok dan Tanggung Jawab Unsur Pelaksana Operasional.

1. General Manager Pembangkitan dan Penyaluran, tugas pokok dan tanggung jawabnya adalah mengelola pembangkit, transmisi, dan operasi sistem dengan efisien dan efektif sesuai dengan standar perusahaan. Berikut ini bagian yang membantu tugas general manager pembangkitan dan penyaluran antara lain:

a) Manager Bidang Pembangkitan, tugas pokok dan tanggung jawabnya adalah mengendalikan proses pemulihan pembangkit tenaga listrik yang mengalami gangguan total secara cepat, aman, dan efisien sesuai dengan standar yang berlaku.

b) Manager Bidang Penyaluran dan Pengatur Beban, tugas pokok dan tanggung jawabnya adalah menyusun dan melakukan evaluasi anggaran operasi dan investasi bidang penyaluran dan pengatur beban.

c) Manager Bidang Administrasi dan Keuangan, tugas pokok dan tanggung jawabnya adalah mengelola SDM, administrasi, keuangan dan sumber daya lainnya bagi operasional pembangkitan dan penyaluran.

2. General Manager Distribusi dan Pelayanan, tugas pokok dan tanggung jawabnya adalah mengelola unit bisnis distribusi dan pelayanan secara andal, efisien, dan efektif sesuai standar perusahaan. Berikut ini bagian yang membantu tugas general manager distribusi dan pelayanan antara lain:

a) Manager Bidang Distribusi, tugas pokok dan tanggung jawabnya adalah menerapkan kebijakan pelaksanaan penyambungan pelanggan sesuai dengan standar yang ditetapkan perusahaan.

b) Manager Bidang Pelayanan, tugas pokok dan tanggung jawabnya adalah menjamin dan mengelola pencatatan meter, rekening, dan pembukuan pelanggan secara efisien dan efektif sesuai standar dan prinsip tata usaha pelanggan yang baik.

c) Manager Bidang Bright Service, tugas pokok dan tanggung jawabnya adalah mengelola unit Bright Service secara andal, efisien, dan efektif sesuai dengan standar Good Corporate Governance perusahaan.

d) Manager Bidang Administrasi dan Keuangan, tugas pokok dan tanggung jawabnya adalah memantau dan bertanggung jawab atas pengelolaan pembukuan rekening listrik pelanggan, kesekretariatan, administrasi kepegawaian, rumah tangga dan fasilitas kantor, serta mengelola proses pengadaan barang/jasa kebutuhan unit.

33

BAB IV PEMBAHASAN

Harga pokok produksi merupakan keseluruhan biaya yang dikeluarkan untuk menghasilkan suatu produk. Kalkulasi perhitungan harga pokok yang tepat sangat penting bagi perkembangan dan kemajuan suatu perusahaan, baik itu perusahaan besar, menengah ataupun perusahaan kecil. Untuk menghitung harga pokok produksi dengan tepat, perusahaan harus dapat membebankan biaya produksi dengan tepat. Pengendalian terhadap unsur-unsur biaya produksi sangat besar peranannya, sebab dengan pengendalian tersebut dapat diketahui unsur-unsur atau komponen apa yang mungkin dapat diperkecil tanpa harus mengurangi kualitas produk yang diproduksi. Unsur-unsur pembentuk harga pokok produksi tersebut dapat diklasifikasikan sebagai berikut:

a. Biaya bahan baku.

b. Biaya tenaga kerja langsung.

c. Biaya overhead.

4.1 Deskripsi Produk

Listrik adalah daya atau kekuatan yang ditimbulkan oleh adanya pergesekan atau melalui proses kimia. Listrik sangat berguna dalam kehidupan saat ini, seperti sebagai penerangan, untuk menyalakan alat elektronik (kipas, komputer, televisi, dan sebagainya), dan untuk keperluan lainnya. PT PLN Batam sudah 10 tahun lamanya menyediakan listrik bagi masyarakat di Batam.

4.2 Unsur-Unsur dalam Perhitungan Harga Pokok Produksi Listrik

Perhitungan harga pokok produksi yang tepat, tentunya didukung oleh pengklasifikasian unsur-unsur biaya yang menjadi komponen utama dalam harga pokok produksi suatu produk, baik dalam bentuk barang atau jasa. Unsur-unsur harga pokok produksi tersebut terdiri atas biaya bahan baku, biaya tenaga kerja langsung, dan biaya overhead. Untuk lebih jelasnya mengenai unsur-unsur dalam menghitung harga pokok produksi listrik dapat dilihat pada Gambar 4.1

Gambar 4.1 Unsur-Unsur Menghitung Harga Pokok Produksi Listrik Unsur-Unsur

Unsur-unsur yang termasuk dalam perhitungan harga pokok produksi listrik di PT PLN Batam adalah:

a. Pembangkit, Transmisi, dan Distribusi PLN

Unsur-unsur yang termasuk dalam pembangkit PLN adalah:

1. Bahan bakar, meliputi MFO, HSD, dan pelumas.

2. Kepegawaian

3. Overhead, meliputi pemeliharaan (material dan jasa borongan), depresiasi, dan biaya lainnya.

Unsur-unsur yang termasuk dalam transmisi PLN adalah:

1. Kepegawaian

2. Overhead, meliputi pemeliharaan (material dan jasa borongan), depresiasi, dan biaya lainnya.

Unsur-unsur yang termasuk dalam distribusi PLN adalah:

1. Kepegawaian

2. Overhead, meliputi pemeliharaan (material dan jasa borongan), depresiasi, dan biaya lainnya.

b. Pembangkit Non-PLN

Unsur yang termasuk dalam pembangkit non-PLN adalah bahan bakar berupa gas.

4.3 Perhitungan Harga Pokok Produksi Listrik

Perhitungan harga pokok produksi listrik terdiri atas 3 bagian, yaitu:

a. Biaya Bahan Baku

Biaya bahan baku adalah harga perolehan dari bahan baku yang dipakai di dalam pengolahan produk. Bahan baku yang digunakan dalam proses

produksi listrik di PT PLN Batam adalah bahan baku berupa minyak HSD, MFO, pelumas, dan gas. Bahan baku tersebut merupakan komponen utama yang dipergunakan dalam proses produksi. Bahan bakar tersebut akan diolah dengan menggunakan mesin, kemudian akan menghasilkan energi listrik. Berikut ini disajikan biaya bahan bakar yang digunakan untuk menghasilkan energi listrik periode Januari 2011 yang dapat dilihat pada Tabel 4.1 di bawah ini.

Tabel 4.1 Biaya Bahan Baku Periode Januari 2011

Sumber: Telah Diolah Kembali

Dari tabel di atas dapat dilakukan perhitungan biaya bahan bakar untuk satu liter, adalah:

No Nama Pembangkit Jenis Bahan Bakar Volume (L) Biaya (Rp) Produksi (kWh) Produksi (%)

a. Pembangkit PLN

d. PLTD Tanjung Sengkuang

= Rp6.589/m³

= Rp23.305/m³

Berdasarkan data di atas, biaya bahan baku di PLTD Batu Ampar untuk HSD sebesar Rp5.859/m³, MFO sebesar Rp5.049/m³, dan pelumas sebesar Rp26.420/m³. PLTD Sekupang untuk HSD sebesar Rp6.048/m³ dan pelumas sebesar Rp22.910/m³. PLTD Baloi untuk MFO sebesar Rp4.874/m³ dan pelumas sebesar Rp23.205/m³. PLTD Tanjung Sengkuang untuk HSD sebesar Rp6.589/m³ dan pelumas sebesar Rp23.305/m³. Dari tabel di atas dapat dilakukan perhitungan biaya bahan baku untuk non-pembangkit adalah:

a. Panaran

/m³

Kurs rata-rata untuk gas pada bulan Januari 2011 adalah USD 9.045 b. Jembo (Baloi)

Berdasarkan data di atas, biaya bahan baku untuk non-pembangkit di Panaran untuk HSD sebesar Rp37.973/m³, Jembo untuk HSD sebesar Rp6.163/m³ dan MFO sebesar Rp8.474/m³.

b. Biaya Tenaga Kerja

Pengelolaan bahan baku menjadi barang yang siap untuk digunakan pastinya memerlukan tenaga kerja yang memiliki kemampuan serta keterampilan dalam mengelola bahan baku tersebut. Biaya tenaga kerja adalah semua balas jasa yang diberikan perusahaan kepada semua pegawai.

Biaya tenaga kerja diklasifikasikan menjadi dua yaitu biaya tenaga kerja langsung (direct labor) dan biaya tenaga kerja tak langsung (indirect labor).

Biaya tenaga kerja langsung adalah biaya yang dikeluarkan untuk pegawai yang terlibat langsung dalam proses produksi. Pengklasifikasian ini dimaksudkan untuk mempermudah pihak manajemen untuk mengetahui besarnya biaya tenaga kerja langsung dan biaya tenaga kerja tak langsung yang nantinya akan mempengaruhi kebijakan kepegawaian perusahaan.

Biaya untuk tenaga kerja pembangkit dapat dilihat pada Tabel 4.2 di bawah ini.

Tabel 4.2 Biaya Tenaga Kerja Pembangkit Periode Januari 2011 Pembangkit

Bagian Jumlah Pegawai Biaya

Batu Ampar 15 Rp75.706.600

Sekupang 9 Rp46.817.600

Baloi 9 Rp55.178.500

Sengkuang 10 Rp53.043.600

Operasi dan Pemeliharaan 4 Rp35.846.000

Bagian Jumlah Pegawai Biaya

Pengelolaan Energi 4 Rp26.993.900

Non-Pegawai 57 Rp68.400.000

Total (A) 108 Rp361.986.200

Sumber: Telah Diolah Kembali

Berdasarkan data di atas, biaya tenaga kerja pembangkit untuk bagian Batu Ampar sebesar Rp75.706.600, Sekupang sebesar Rp46.817.600, Baloi sebesar Rp55.178.500, Sengkuang sebesar Rp53.043.600, operasi dan pemeliharaan sebesar Rp35.846.000, pengelolaan energi sebesar Rp26.993.900, dan non-pegawai sebesar Rp68.400.000. Biaya untuk tenaga kerja transmisi dapat dilihat pada Tabel 4.3 di bawah ini.

Tabel 4.3 Biaya Tenaga Kerja Transmisi Periode Januari 2011 Transmisi

Bagian Jumlah Pegawai Biaya

Penyaluran 11 Rp65.680.100

Pengatur Beban 13 Rp66.289.100

Gardu Induk Timur 4 Rp18.062.100

Gardu Induk Barat 6 Rp24.123.100

Non-Pegawai 86 Rp103.200.000

Total (B) 120 Rp277.354.400

Sumber: Telah Diolah Kembali

Berdasarkan data di atas, biaya tenaga kerja transmisi untuk bagian penyaluran sebesar Rp65.680.100, pengatur beban sebesar Rp66.289.100, gardu induk timur sebesar Rp18.062.100, gardu induk barat sebesar Rp24.123.100, dan non-pegawai sebesar Rp103.200.000. Biaya untuk tenaga kerja distribusi dapat dilihat pada Tabel 4.4 di bawah ini.

Tabel 4.4 Biaya Tenaga Kerja Distribusi Periode Januari 2011 Distribusi

Bagian Jumlah Pegawai Biaya

Distribusi 38 Rp186.087.200

Non-Pegawai 29 Rp34.800.000

Total (C) 67 Rp220.887.200

Total (A+B+C) 295 Rp860.227.800

Sumber: Telah Diolah Kembali

Berdasarkan data di atas, biaya tenaga kerja distribusi bagian distribusi sebesar Rp186.087.200 dan non-pegawai sebesar Rp34.800.000. Biaya kepegawaian merupakan unsur biaya tenaga kerja. Namun, karena status pegawai PT PLN Batam adalah pegawai tetap, maka perusahaan tidak menghitung penghasilan berdasarkan jam kerja, tetapi menggunakan istilah gaji, yang merupakan penghasilan tetap yang diterima oleh pegawai setiap bulan sesuai dengan tarif atau kebijakan perusahaan. Berdasarkan data diatas, biaya tenaga kerja langsung untuk bagian pembangkit sebesar Rp361.986.200, untuk bagian transmisi sebesar Rp277.354.400, dan untuk bagian distribusi sebesar Rp220.887.200.

c. Biaya Overhead

Biaya overhead merupakan biaya tidak langsung yang dikeluarkan dalam proses produksi yang terdiri atas biaya bahan baku tidak langsung, biaya tenaga kerja tidak langsung, dan biaya tidak langsung lainnya. Semua biaya yang dikeluarkan oleh perusahaan harus dialokasikan ke dalam biaya overhead, kecuali untuk biaya bahan baku langsung dan biaya tenaga kerja

langsung. Berikut ini biaya overhead yang terdapat di PT PLN Batam:

1. Biaya material.

Biaya material terdiri atas biaya pemakaian material dan pemeliharaan material, sehingga biaya material dapat dilihat pada Tabel 4.5 di bawah ini.

Tabel 4.5 Biaya Material Periode Januari 2011

Divisi Biaya Material

Pembangkit

PLTD Batu Ampar Rp28.511.112

Rp989.881.060

PLTD Sekupang Rp8.190.618

PLTD Baloi Rp452.691.224

PLTD Tanjung Sengkuang Rp13.496.384

Jumlah (A) Rp1.492.770.399

Transmisi (B) Rp59.702.977

Distribusi (C) Rp360.089.586

Total Biaya (A+B+C) Rp1.912.562.962

Sumber: Telah Diolah Kembali

Berdasarkan Tabel 4.5 di atas, besarnya biaya material untuk pembangkit yang terdiri atas PLTD Batu Ampar sebesar Rp1.018.392.172 (Rp28.511.112 + Rp989.881.060), PLTD Sekupang sebesar Rp8.190.618, PLTD Baloi sebesar Rp452.691.224, dan PLTD Tanjung Sengkuang sebesar Rp13.496.384. Biaya material untuk transmisi dan distribusi masing-masing sebesar Rp59.702.977 dan Rp360.089.586. Jadi, total biaya material untuk periode Januari 2011 sebesar Rp1.912.562.962.

2. Biaya Jasa Borongan

Jasa borongan adalah layanan pekerjaan pelaksanaan konstruksi atau wujud fisik lainnya yang perencanaan teknis dan spesifikasinya ditetapkan pengguna barang/jasa serta proses dan pelaksanaannya diawasi oleh pengguna barang/jasa. Biaya jasa borongan dapat dilihat pada Tabel 4.6 di bawah ini.

Tabel 4.6 Biaya Jasa Borongan Periode Januari 2011

Divisi Biaya Jasa Borongan

Pembangkit

PLTD Batu Ampar Rp7.302.935

Rp253.551.573

PLTD Sekupang Rp2.097.973

PLTD Baloi Rp115.953.902

PLTD Tanjung Sengkuang Rp3.457.011

Jumlah (A) Rp382.363.395

Transmisi (B) Rp136.404.022

Distribusi (C) Rp254.977.648

Total Biaya (A+B+C) Rp773.745.065

Sumber: Telah Diolah Kembali

Berdasarkan Tabel 4.6 di atas, besarnya biaya jasa borongan untuk pembangkit yang terdiri atas PLTD Batu Ampar sebesar

Berdasarkan Tabel 4.6 di atas, besarnya biaya jasa borongan untuk pembangkit yang terdiri atas PLTD Batu Ampar sebesar

Dokumen terkait