ANALISA SISTEM
3.1. Profil Yayasan
3.1.2. Struktur Organisasi
3.1.1. Visi dan Misi Yayasan
Adapun Visi dari Yayasan Pendidikan Kristen Bethel adalah Menjadi lembaga pendidikan Kristen yang dipercaya masyarakat.
Misi dari Yayasan Pendidikan Kristen Bethel adalah :
a. Memeberikan pendidikan yang baik kepada peserta didik aga mandiri, berguna dan mempunyai karakter sesuai dengan iman kristiani.
b. Membantu peserta didik untuk mengalami proses pendidikan yang memampukannya bertumbuh secara utuh sehingga dapat menjankan tugas – tugasnya sebagai manusia yang bertanggung jawab terhadap Allah, manusia dan masyarakat serta dunia secara keseluruhan.
c. Menjadi mitra pemerintah dalam pembangunan nasional dan bidang pendidikan formal mewujudkan cita – cita nasional yaitu terciptanya manusia yang adil, makmur dan sejahtera berdasarkan UUD 1945 dan Pancasila.
3.1.2. Struktur Organisasi
Seperti kita ketahui, semakin besar suatu organisasi, semakin banyak pula jumlah personil atau tenaga kerja manusia yang dibutuhkan, serta semakin banyak pula jenis pekerjaan yang harus dilaksanakan. Demikian pula sebaliknya, semakin kecil organisasi, semakin kecil tenaga manusia yang dibutuhkan dan semakin sedikit jenis pekerjaan yang harus dilaksanakan. Kelangsungan hidup sebuah organisasi sebenarnya berkaitan erat dengan proses perilaku manusianya yang dapat memperkuat roh atau jiwa bagi
kedinamisan sebuah struktur organisasi. Gibson (2010) menyatakan bahwa struktur organisasi merupakan pola formal kegiatan dan hubungan di antara berbagai sub-unit dalam sebuah organisasi. Menurut pandangan Gibson, kita dapat melihat struktur organisasi sebagai :
a. Bagan dari susunan kotak-kotak yang berarti struktur yang bersifat statis. b. Hubungan kegiatan yang merupakan struktur yang besifat dinamis.
Fungsi struktur dalam sebuah organisasi adalah memberikan informasi kepada seluruh manusia yang menjadi anggotanya untuk mengetahui kegiatan atau pekerjaan yang harus ia kerjakan, berkonsultasi atau bertanggung jawab kepada siapa, sehingga proses kerjasama menuju pencapaian tujuan organisasi dapat terwujud sesuai dengan perencanaan yang telah ditetapkan sebelumnya. Kejelasan gambaran struktur organisasi akan memberikan kemudahan bagi pimpinan untuk mendistribusikan jabatan kepada seseorang yang tepat, sehingga daya guna dan hasil guna dapat terwujud. Fungsi atau kegunaan struktur dalam sebuah organisasi dapat dijelaskan sebagai berikut :
a. Kejelasan Tanggung Jawab. Setiap anggota organisasi harus bertanggung jawab dan apa yang harus dipertanggung jawabkan. Setiap anggota organisasi harus bertanggung jawab kepada pimpinan atau atasan yang memberikan kewenangan, karena pelaksanaan kewenangan itu yang harus dipertanggungjawabkan.
b. Kejelasan Kedudukan. Kejelasan kedudukan seseorang dalam struktur organsisasi sebenarnya mempermudah dalam melakukan koordinasi maupun hubungan karena adanya keterkaitan penyelesaian suatu fungsi yang dipercayakan kepada seseorang.
c. Kejelasan Uraian Tugas. Kejelasan uraian tugas dalam struktur organisasi sangat membantu pihak pimpinan untuk melakukan pengawasan dan pengendalian, dan bagi bawahan akan dapat berkonsentrasi dalam melaksanakan suatu pekerjaan karena uraiannya yang jelas.
d. Kejelasan Jalur Hubungan. Dalam rangka pelaksaan tugas dan tanggung jawab setiap karyawan atau pegawai dalam sebuah organisasi, maka
dibutuhka kejelasan hubungan yang tergambar dalam struktur, sehingga jalur penyelesaian pekerjaan akan semakin efektif dan dapat saling menguntungkan.
Berdasarkan pola hubungan kerja dan aktivitas, wewenang serta tanggungjawab, maka bentuk-bentuk organisasi dibedakan sebagai berikut.
1. Struktur Organisasi Lini
Organisasi bentuk garis di ciptakan oleh Henry Fayol. Pada struktur organisasi ini, wewenang dari atasan disalurkan secara vertikal kepada bawahan. Begitu juga sebaliknya, pertanggungjawaban dari bawahan secara langsung di tujukan kepada ataan yang memberi perintah. Umumnya organisasi yang memakai struktur ini adalah organisasi yang masih kecil, jumlah karyawannya sedikit dan spesialisasi kerjanya masih sederhana. Struktur organisasi model ini mempunyai ciri - ciri yaitu kesatuan perintah terjamin; Pembagian kerja jelas dan mudah dilaksanakan; Organisasi tergantung pada satu pimpinan.
2. Struktur Organisasi Fungsional
Struktur organisasi fungsional diciptakan oleh F.W.Taylor. Struktur ini berawal dari konsep adanya pimpinan yang tidak mempunyai bawahan yang jelas dan setiap atasan mempunyai wewenang memberi perintah kepada setiap bawahan, sepanjang ada hubunganya dengan fungsi atasan tersebut. Setiap pegawai mempunyai pengawas lebih dari satu orang atasan yang berberda-beda. Struktur ini mempunyai ciri – ciri yaitu tidak menjamin adanya kesatuan perintah, keahlian para pengawas dan pegawai berkembang menuju spesialisasi dan Penghematan waktu dapat dilakukan karena mengerjakan pekerjaan yang sama.
3. Struktur Oranisasi Garis dan Staf
Struktur organisasi ini merupakan struktur organisasi gabungan yang di kembangkan oleh Harrington Emerson. Struktur ini umumnya di gunakan oleh organisasi yang besar, daerah kerja luas, bidang tugas yang beraneka ragam dan jumlah bawahan yang banyak sehingga pimpinan tidak bisa bekerja sendiri, melainkan memerlukan bantuan staf. Staf adalorang ahli dalam bidang tertentu
yang bertugas memberi nasihat dan saran kepada pimpinan dalam organisasi tersebut.
4. Struktur Organisasi Fungsional dan Staf
Struktur organisasi ini merupakan gabungan dari bermacam-macam struktur organisasi.dengan memakai sistem gabungan ini di mungkinkan memilih, yang menguntungkan di pakai yang merugikan di tinggalkan.
Tujuan dibuatnya struktur organisasi adalah untuk Memperlihatkan pola hubungan antara anggota organisasi dan sarana yang dimiliki agar setiap anggota organisasi mengerti dengan jelas tugasnya, kewajiban, hak dan tanggung jawab. Bagi anggota organisasi, struktur menentukan spesialisasi dengan adanya pembagian kerja, ruang lingkup dan kekuasaan dari posisi anggota organisasi. Struktur organisasi apakah itu berjenjang atau mendatar akan menentukan kepuasan kerja. Selain itu struktur organisasi juga memberikan gambaran mengenai keseluruhan serta proses yang terjadi pada suatu organisasi.
Dan menurut Gibson (2010) bahwa struktur organisasi dapat memudahkan tercapinya tujuan organisasi. Gibson juga mengemukakan mengenai cakupan struktur organisasi yaitu : 1. Pembagian pekerjaan 2. Desentralisasi kewenangan 3. Rentang kendali 4. Formalisasi, dan 5. Departemenisasi.
Adapun model struktur organisasi Yayasan Pendidikan Kristen Bethel Petamburan adalah seperti ditampilkan pada gambar di bawah ini yaitu struktur Organisasi Lini.
Gambar 3.1.1 Struktur Organisasi Yayasan Pendidikan Kristen Bethel 3.1.3. Fungsi Setiap Bagian
1. Yayasan dengan fungsi :
a. Menyelenggarakan lembaga pendidikan.
b. Menetapkan visi, orientasi, platform program dan kebijakan sekolah. c. Menyediakan sarana, prasarana dan pembiayaan sekolah.
d. Mengesahkan program dan anggaran sekolah.
e. Mengawasi dan mengendalikan proses pengelolaan sekolah.
f. Menyeleksi, mengangkat dan memberhentikan kepala sekolah serta wakil kepala sekolah.
g. Bertanggung jawab penuh terhadap pengelolaan unit-unit yayasan. h. Bertanggung jawab atas kepengurusan, kepentingan dan tujuan yayasan. i. Bertanggung jawab penuh terhadap pengelolaan unit-unit yayasan
2. Kepala Sekolah dengan fumgsi :