Sumber : PT Batik Danar Hadi Surakarta
Dewan
Komisaris Asisten Direktur
Bagian Keuangn dan Manajemen Seksi Desain Direktur Utama Manajer Akuntansi Tim Seleksi Motif Manajer Keuangan Manajer Pengadaan Jakarta Manajer Pembelian Wakil Direktur Utama Manajer Personalia Manajer Produksi Konveksi Electronic Data Processing Manajer Produksi Bahan Direktur pengelola Manajer Pengadaan Solo Manajer Pemasaran Manajer Urusan Umum
commit to user
Adapun tugas dan tanggung jawab dari masing-masing fungsi PT Batik Danar Hadi Surakarta adalah sebagai berikut :
a. Dewan Komisaris
Bertugas merencanakan dan mengawasi pelaksanaan tujuan perusahaan berdasarkan kebijakan yang telah ditetapkan.
b. Direktur Utama
Pimpinan perusahaan bertanggung jawab atas kelangsungan hidup perusahaan dan menjaga kelancaran dan mengawasi seluruh aktivitas perusahaan.
Beberapa tugas dari Direktur Utama adalah :
1) Memimpin rapat direksi dan mengkoordinasikan rencana yang telah
dibuat.
2) Mengusahakan keuntungan seoptimal mungkin dengan
merencanakan, mengkoordinasi, dan mengawasi kegiatan
perusahaan.
3) Mempertanggung jawabkan hasil kegiatan perusahaan kepada
Dewan Komisaris. c. Wakil Direktur Utama
Bertugas membantu Direktur Utama dalam melaksanakan tugasnya. d. Direktur Pengelola
Bertugas untuk mengelola fungsi manajemen agar berlangsung sesuai yang telah ditetapkan.
commit to user e. Seksi Desain dan Seleksi Motif
Seksi desain bertugas menciptakan berbagai motif batik yang diinginkan sesuai kehendak pasar dan tim motif bertugas menyeleksi motif yang dibuat oleh seksi desain.
f. Asisten Direktur Utama Bidang Keuangan dan Manajemen
Sebagai pendamping dan pengawas segala aktivitas manajemen perusahaan yang dilaporkan kepada Direktur Utama dengan memberikan laporan mengenai keuangan atau manajemen.
g. EDP (Electronic Data Processing)
Bertugas membantu pekerjaan dari setiap bagian dengan menciptakan analisis system dari masing-masing bagian, kemudian dilanjutkan dengan pembuatan program dengan persetujuan Direktur Utama.
h. Manajer Pengadaan Bahan Baku
Bertugas terhadap persediaan dan pemeliharaan bahan baku, bahan penolong, serta pengeluaran barang yang dibutuhkan oleh bagian produksi.
i. Manajer Produksi
Bertugas dan bertanggung jawab terhadap pelaksanaan proses produksi, menjaga kualitas dan kuantitas hasil produksi serta melaporkan hasil produksi dan mendistribusikannya ke bagian pemasaran.
j. Manajer Pemasaran
Bertugas dan bertanggung jawab dalam memasarkan, menawarkan dan mendistribusikan hasil produksi serta menangani ekspor.
commit to user
k. Manajer Keuangan
Bertugas menerima, menyimpan dan mengeluarkan uang untuk keperluan perusahaan serta bertanggung jawab terhadap masalah keuangan perusahaan dan pembuatan laporan keuangan.
l. Manajer Akuntansi
Bertugas dan bertanggung jawab terhadap penganalisaan keuangan perusahaan, pelaporan data keuangan dan pembukuan perusahaan.
m. Manajer Umum
Bertugas mengatur segala sesuatu yang berhubungan dengan kebutuhan kantor.
n. Manajer Personalia
Bertugas menentukan jumlah dan mutu karyawan yang dibutuhkan, menyeleksi calon karyawan yang akan diterima, menentukan besarnya gaji karyawan yang disesuaikan dengan klasifikasi tenaga kerja, mengatur kenaikan gaji berdasarkan penilaian yang dilakukan, memberi kesejahteraan dan jaminan sosial serta fasilitas yang dibutuhkan karyawan.
o. Manajer Konveksi
Bertugas membuat atau merancang pola-pola busana yang up to date dan memadukan warna yang sesuai.
p. Manajer Pembelian
Bertugas dan bertanggung jawab dalam mengurusi pembelian alat dan bahan yang sesuai dengan order bagi pengadaan, mengambil bahan dari
commit to user
pemasok, memantau dan memeriksa barang-barang yang baru datang dari pemasok.
Gambar 3.2
Struktur Organisasi PT Batik Danar Hadi Surakarta Divisi Ekspor
Sumber : PT Batik Danar Hadi Surakarta
Gudang Barang jadi, Bahan baku
dan Packing Gudang Kemasan dan Aksesoris Penerimaan Luar Pelaksana packing Seksi Palaksana Quality Control Produksi Sample Quality Control Dokumen L/C Merchandiser Manajer Akuntansi
commit to user 4. Produksi
a. Persiapan Produksi
Sebelum melakukan proses produksi, perusahaan perlu
mempersiapkan segala sesuatu yang diperlukan untuk proses produksi. dalam hal ini penulis akan menguraikannya berdasarkan data-data yang didapat dari bagian produksi yang mengenai persiapan awal sampai barang jadi siap dipasarkan.
Adapun persiapan awal adalah sebagai berikut : 1) Perencanaan
a) Menerima order, pembuatan daari bagian desain sesuai dengan motif, jumlah, kualitas, ukuran dan macamnya.
b) Merencanakan apa saja yang diperlukan dalam proses
pembuatan.
2) Mempersiapkan segala sesuatu yang dibutuhkan dalam proses produksi antara lain bahan baku, bahan penolong, alat membatik tradisional, alat membatik printing, dan alat untuk pewarnaan, 3) Pendistribusian tugas pemasaran
Pendistribusian tugas ini disesuaikan dengan order pembuatan, misalnya batik tulis diserahkan ke bagian pembuatan batik tulis dan batik printing diserahkan ke bagian batik printing.
b. Bahan-bahan Produksi
Bahan-bahan yang diperlukan dalam proses produksi terdiri dari dua jenis, yaitu :
commit to user
1) Bahan Baku
Bahan baku yang digunakan untuk pembuatan kain batik adalah mori. Untuk mendapatkan kain mori, PT Batik Danar Hadi mempunyai pemasok sendiri sehingga tersedia dalam jumlah dan kualitas yang sesuai kebutuhan. Kain mori ini mempunyai beberapa jenis, yaitu mori prima, mori primissima, mori berkolin, dan mori biru.
Selain kain mori sebagai bahan baku juga terdapat kain lain yang dapat digunakan untuk bahan baku pembuatan batik, antara lain kain wol, kain sutera alam, dan kain sutera tiruan.
2) Bahan penolong
Bahan penolong yang digunakan antara lain, yaitu : a) Lilin b) Parafin c) Gondorukem d) Lemana e) Bahan pewarna f) Prada 3) Alat-alat Produksi
Adapun alat-alat produksi yang digunakan adalah : a) Alat untuk membati tulis
(1) Gawangan, merupakan alat dari bambu utuh berkaki empat
commit to user
(2) Bandul, biasannya terbuat dari besi yang diletakkan diatas kain supaya kain tidak goyang tertiup angin.
(3) Canting adalah alat yang digunakan untuk membatik. (4) Wajan adalah tempat untuk memasak lilin atau malam.
(5) Kompor untuk memasak bahan-bahan.
(6) Adalah kuas bambu untuk menghapus malam apabila
terjadi kesalahan
(7) Cawuk, merupakan alat yang terbuat dari seng besi untuk menggaruk malam.
b) Alat-alat untuk membatik printing
(1) Meja kasur, merupakan alat untuk alas kain yang akan dicap.
(2) Slebrak adalah alat yang diletakkan diatas meja kasur. (3) Angsang, merupakan alat yang terbuat dari tembaga yang
dilatakkan di atas malam yang mendidih. (4) Kompor
(5) Wajan
(6) Pengecap, merupakan alat yang terbuat dari besi atau tembaga yang digunakan untuk mengecap kain.
(7) Sirip, adalah kertas tebal untuk menghalangi agar kelebihan cat tidak mengecap ke bagian yang lain.
c) Alat untuk pewarnaan
(1) Tlawani bak, digunakan untuk merendam kain yang akan diberi warna.
commit to user
(2) Ember, digunakan untuk merendam kain batik yang telah diberi warna.
(3) Kaos tangan plastik, digunakan untuk melindungi kulit tangan dari pengaruh zat warna.
4) Proses Produksi
Proses produksi yang dilakukan perusahaan ini sesuai dengan order pembuatan, yaitu :
a) Memproduksi secara massal, hal ini dilakukan saat pembuatan batik printing.
b) Memproduksi secara pesanan, dalam hal ini pemesan
membawa motif sendiri yang diinginkan atau perusahaan menawarkan contoh motif.
c) Memproduksi secara terus menerus, hal ini digunakan untuk memperkenalkan produk-produk baru.
Proses produksi yang dilakukan PT Batik Danar Hadi, dapat dijelaskan sebagai berikut :
a) Proses produksi batik tulis (1) Proses persiapan
(a). Meloyor adalah proses merebus kain yang akan dibatik untuk menghilangkan kanji asli dari pabrik dengan tujuan agar zat pewarna mudah meresap pada kain. (b). Nganji, yaitu memasukkan kain dalam larutan kanji
khusus batik dengan maksud agar mori yang dibatik apabila dilorot (menghilangkan malamnya) mudah lepas.
commit to user
(c). Ngemplong adalah memukul-mukul kain dengan palu kayu dengan maksud agar kain batik menjadi halus sehingga mudah dibatik.
(2) Proses batik multi colour
(a). Corekan, adalah membuat motif pada kain yang akan dibatik dengan menggunakan pensil.
(b). Ngengrengan, yaitu menutup corekan dengan
menggunakan canting.
(c). Coletan, yaitu pemberian warna pada bagian tertentu yang diinginkan dengan menggunakan kuas bambu. (d). Tutupan, adalah menutup bagian yang sudah dicolet
dengan malam agar bagian lain yang dicelup warna, maka warna yang diinginkan tidak berubah.
(e). Wedel, yaitu pemberian warna dasar dengan proses celup warna.
(f). Kelengan, adalah menghilangkan malam yang terdapat pada proses wedel, proses ini telah tampak warna-warna dari motif yang diinginkan.
(g). Kain biron, yaitu proses menutup warna-warna putih pada malam.
(h). Biron, yaitu menutup motif cecek-cecek, baik batik kesik biron dan biron dilakukan guna persiapan proses pewarnaan berikutnya.
commit to user
(i). Nyoga, yaitu pemberian warna soga atau coklat dengan zat pewarna soga.
(j). Nglorot, adalah menghilangkan malam yang masih menempel pada proses akhir.
Sedangkan pembuatan batik tradisional pada dasarnya sama dengan pembuatan batik multi colour, namun untuk proses batik tradisional tidak terdapat proses coletan karena pada proses batik tradisional tidak terdapat pemberian warna yang beraneka ragam maka juga terdapat proses tutupan.
b) Proses produksi batik printing (1) Proses persiapan
(a). Membuat obat, yaitu mencampur obat batik menjadi satu.
(b). Memotong kain, yaitu kain atau mori yang dipotong menurut ukurannya.
(2) Proses batik printing
(a). Nyepan kain, adalah mengatur kain yang disesuaikan dengan penjang meja (40 meter).
(b). Prada, adalah memberi warna prada dengan obat prada pada bagian tertentu.
(c). Mendasari, adalah memberi warna dasar dengan warna dasar tertentu.
(d). Siraman, adalah memberi warna pada bagian motif yang besar dengan obat warna tertentu.
commit to user
(e). Soga, adalah memberi warna soga atau coklat dengan zat warna soga.
(f). Hitaman, adalah memberi warna hitam pada bagian tertentu.
(g). Kompor, digunakan untuk mengeringkan warna pada setiap tahap setela pemberian warna, prada, dasaran, siraman, nyoga, dan hitaman dengan maksud agar warna satu dengan yang lain tidak tercampur.
(h). Curen, adalah memgeringkan warna setelah proses printing pada jahitan kain yang panjang.
(i). Finishing, adalah proses terakhir dari proses printing, dengan mesin khusus yang digunakan agar warna printing tidak luntur.
c) Proses produksi batik cap (1) Proses persiapan
(a). Meloyor (b). Nganji (c). Ngemplong
(d). Memeotong kain atau mori (2) Proses batik cap
(a). Nyepan kain, yaitu mengatur ukuran kain dengan panjang 3 meter.
(b). Ngecap, yaitu mengecap kain dengan malam pada motif yang diinginkan.
commit to user (c). Coletan
(d). Tutupan
(e). Kelir, yaitu memberi warna menyeluruh pada mori gengan proses celup warna.
(f). Nglorot I, yaitu menghilangkan warna yang masih terdapat pada proses akhir.
(g). Kesik biron dan biron
(h). Nglorot II, yaitu menghilangkan malam yang masih menempel pada proses akhir.
Dari proses produksi tersebut dapat kita lihat dalam skema gambar 3.3 berikut ini.
commit to user GAMBAR 3.3
PROSES PRODUKSI BATIK TULIS (A), PROSES PRODUKSI BATIK