• Tidak ada hasil yang ditemukan

Gambar 3.1

Gambar Struktur Organisasi PT.Wangsa Jatra Lestari ( Sumber: Personalia PT.Wangsa Jatra Lestari )

MANAGING ADM & SECRETA RECEPTIO OFFICE MARKETING LOKAL MARKETING AP / EXPORT MARKETING TA ACCOUNTING CHASI JOB ADMINISTRA TION FINACE COLLEC TOR PURCHASING PRINTI I LOGIS MAINTA ATTEND QC / PRODUKTION PRE PPI ADMINISTRAT RELATIONS DEV & REMUNARAT HRD & GA FINISHI TRANSPORT SECURI 2 1

commit to user

22

Pada Bagan Struktur Organisasi diatas terdapat beberapa departemen beserta bagiannya. Setiap bagian memiliki tugas dan tanggung jawab yang berbeda-beda. Berikut ini tugas dari setiap bagian yang ada pada PT.Wangsa Jatra Lestari:

1. Managing Director

Tugas Managing Director yaitu berhubungan langsung dengan semua departemen yang ada diperusahaan.

2. ADM dan General

Pada bagian ADM dan General terdiri dari: a. Secretaries

Tugas secretaries yaitu:

1) Membantu director dalam pembuatan jadwal kerja. 2) Mewakili director dalam suatu pertemuan.

3) Membuat catatan mengenai hasil dari suatu pertemuan. b. Receptionist

Tugas receptionist yaitu:

1) Menerima tamu perusahaan. 2) Member informasi via telefon. 3) Menjadi operator.

c. Office boy

Tugas office boy yaitu:

1) Mengantar dokumen ke kantor pos. 2) Mengantar dokumen ke customers. 3) Memfoto copy dokumen.

commit to user

23 3. Departemen Marketing (Pemasaran)

Tugas bagian marketing yaitu: a) Mencari customers (order).

b) Menyusun perencanaan kegiatan pemasaran. c) Mengadakan negosiasi harga dengan pelanggan. d) Melakukan pengawasan terhadap kegiatan pemasaran.

Pada Departemen Marketing terdapat dua bagian yaitu: 1) Bagian Pemasaran Lokal

Tugas bagian pemasarnan local yaitu:

a) Menyiapakan alat pengangkutan dan dokumen-dokumen penjualan local.

b) Mengawasi pelaksanaan penjualan local. 2) Bagian Pemasaran Eksport

Tugas bagian pemasaran eksport yaitu:

a) Menyiapakan alat pengangkutan dan dokumen-dokumen penjualan eksport.

b) Mengawasi pelaksanaan penjualan eksport. 4. Departemen Accounting (Akuntansi)

Bagian akuntansi bertugas sebagai sarana operasi perusahaan yang meliputi pembukuan, administrasi, dan pencatatan harga dan kekayaan perusahaan. Didalam departemen accounting terdapat tiga bagian yaitu:

commit to user

24

Bagian perpajakan bertugas menyajikan laporan keuangan atas kegiatan perusahaan menurut undang-undang perpajakan.

b. Bagian akuntansi

Bagian akuntansi bertugas mencatat transaksi-transaksi yang dilakukan oleh perusahaan dan menyusun laporan keuangan. c. Bagian Akuntansi Biaya

Bagian akuntansi biaya bertugas menghitung biaya produksi, harga pokok produksi, dan menyusun laporan harga pokok produksi.

5. Departemen Finance (Keuangan)

Departemen Keuangan memiliki tugas yaitu mengatur aliran Kas Perusahaan agar perusahaan tetap dapat beroperasi, departemen Keuangan terdiri dari tiga bagian, yaitu:

a. Bagian Kasir dan Bank

Tugas bagian kasir yaitu melakukan pencatatan terhadap aliran kas keluar dan kas masuk serta membina aliran kas dalam perbankan.

b. Bagian Hutang

Tugas bagian hutang yaitu:

1) Melakukan pencatatan transaksi ke kartu hutang yang disebabkan adanya pembelian barang secara kredit.

2) Melakukan pencatatan transaksi pelunasan hutang yang sudah jatuh tempo.

commit to user

25

3) Menyiapkan berkas-berkas hutang yang akan jatuh tempo untuk dilakukannya pembayaran.

c. Bagian Piutang

Tugas bagian piutang yaitu:

1) Melakukan pencatatan transaksi ke kartu piutang yang ditimbulkan karena adanya penjualan barang secara kredit. 2) Melakukan pencatatan transaksi pelunasan piutang yang

telah jatuh tempo.

6. Departemen Purchasing (Pembelian) Tugas bagian purchasing yaitu:

a) Membeli bahan-bahan yang diperlukan untuk produksi dan administrasi.

b) Mengajukan penawaran harga atas barang yang dibutuhkan oleh departemen produksi dan supplier.

7. Departemen Produksi

Departemen Produksi merupakan salah satu bagian yang mempunyai peranan yang penting dalan suatu perusahaan. Departemen produksi bertanggung jawab dalam pengaturan proses produksi yang meliputi efisiensi penggunaan bahan baku, kualitas dari barang yang dihasilkan, target volume produksi, pengembangan perusahaan, dan bertanggung jawab dalam pengendalian pemakaian sparepart dan perawatan mesin agar mesin produksi yang digunakan dapat memberikan hasil produksi yang optimal. Departemen Produksi terdiri dari beberapa bagian, yaitu:

commit to user

26

1. Bagian PPIC (Production Planning and Inventory Control) Tugas dari PPIC yaitu:

a) Menetapkan kualitas bahan yang akan digunakan untuk produksi.

b) Menyiapkan laporan yang diperlukan berupa work paper. c) Melakukan kegiatan pengecekan barang pada saat menerima

dan mengirimkan barang. 2. Bagian Pre Press

Tugas bagian pre press yaitu menyiapkan materi baik dari digital atau analog untuk diproses pada bagian cetak.

3. Bagian Maintace

Tugas bagian maintace yaitu:

a) Melakukan perbaikan pada mesin jika pada saat proses produksi berlangsung mesin yang digunakan mengalami kerusakan.

b) Melakukan perawatan terhadap mesin produksi.

c) Membuat jadwal perawatan mesin supaya mesin produksi yang digunakan dapat menghasilkan produk yang baik.

4. Bagian Quality Control

Tugas bagian Quality Control yaitu:

a) Memeriksa kualitas bahan baku yang diterima.

b) Memeriksa barang jadi dan memisahkannya menjadi dua bagian yaitu barang yang memenuhi standard dan barang

commit to user

27

yang cacat atau tidak sesuai dengan standard yang telah ditetapkan.

5. Bagian Logistik

Tugas bagian Logistik yaitu:

a) Melakukan pencatatan stok barang. b) Membantu proses pengiriman barang.

c) Melakukan pembelian barang yang segera dibutuhkan.

8. HRD (Departemen Human Research and Developmen) dan GA (General Affair)

Departemen ini bertugas membina sarana operasi perusahaan yang meliputi tenaga manusia, hubungan masyarakat dan pengamanan organisasi.

Departemen ini terdiri dari beberapa bagian, yaitu: a) Bagian Personalia

Tugas bagian personalia yaitu mengurus masalah yang ada hubungannya dengan karyawan yang meliputi: menyeleksi calon karyawan, menerima karyawan, menempatkan karyawan, melatih dan memberhentikan karyawan.

b) Bagian Pengupahan

Tugas bagian pengupahan yaitu menyiapkan dan memeriksa data absensi karyawan serta menghitung gaji karyawan.

c) Bagian Umum

Tugas bagian umum yaitu mengurusi masalah kebutuhan perlengkapan kantor dan mengatur kegiatan transportasi serta

commit to user

28

kegiatan lain yang bersifat umum dalam perusahaan. Bagian Umum terdiri dari:

1. Transportasi

Transportasi yang dimiliki perusahaan ada dua yaitu: a) Transportasi umum

Tugas dari trasnportasi umum yaitu mengantarkan perjalanan dinas bagian sales, administrasi dan tamu perusahaan.

b) Transportasi ekspedisi

Tugas bagian transportasi ekspedisi yaitu mengantarkan barang jadi sampai ketempat customers dan mengambil bahan material dari supplier.

2. IT (Information Technology)

Tugas IT yaitu melakukan perawatan secara berkala terhadap semua perangkat kerja yang berupa computer, printer, jaringan computer, dan mengolah database dari input data produksi.

3. Security (Keamanan) Tugas security yaitu:

a) Melakukan pengaman fisik dan menjaga keamanan di lingkungan perusahaan.

b) Memberikan informasi kepada orang yang ontai dan membutuhkan informasi.

commit to user

29 3. Aspek Personalia

Hal-hal yang berkaitan dengan aspek personalia pada PT.Wangsa Jatra Lestari yaitu:

a. Perekrutan Karyawan

Untuk mendapatkan karyawan, PT.Wangsa Jatra Lestari melakukannya dengan cara:

1) Pemberitahuan dari karyawan. 2) Pemberitahuan melalui media masa. 3) Pelamar datang melamar sendiri.

Didalam melaksanakan aktivitas perusahaan PT.Wangsa Jatra Lestari membagi karyawan menjadi 4 golongan yaitu:

1) Karyawan Tetap

Karyawan tetap yaitu karyawan yang diangkat secara resmi oleh perusahaan dan berhak menerima upah setiap bulannya.

2) Karyawan Harian

Karyawan harian adalah karyawan yang menerima upah berdasarkan hari masuk kerja dan upah diberikan satu minggu sekali.

3) Karyawan Kontrak

Karyawan kontrak adalah karyawan yang diambil dari karyawan harian yang memiliki prestasi kerja yang baik. Karyawan kontrak biasanya dikontrak selama setahun namun jika kinerjanya baik maka masa kontraknya

commit to user

30

diperpanjang dan berhak mendapatkan upah satu bulan sekali.

4) Karyawan Borongan

Karyawan borongan adalah karyawan yang bekerja berdasarkan target yang telah ditentukan oleh perusahaan. Karyawan borongan digunakan pada bagian hardwork dan berhak menerima upah satu minggu sekali.

b. Jumlah Tenaga Kerja

PT.Wangsa Jatra Lestari mempunyai jumlah karyawan sebanyak 212 orang yang terbagi dalam 18 departemen. Adapun rincian pada PT.Wangsa Jatra Lestari sebagai berikut:

commit to user

31

Tabel 3.1

Tabel Jumlah Karyawan PT.Wangsa Jatra Lestari

Bagian Jumlah Karyawan

Personalia 4 Pra cetak 5 Marketing 5 Cetak 36 Finishing 50 Maintace 7 QC (Quality Control) 6 Finace 5 Secretaries 1 Accounting 5 Purchashing 3 Ekspedisi 5 Logistic 4 Handwork (tetap) 9 Security 10 Kebersihan 9 Handwork (kontrak) 42 Sopir 6

commit to user

32 c. Pembagian Jam Kerja

Pembagian jam kerja karyawan pada PT.Wangsa Jatra Lestari dibagi menjadi 2 bagian, yaitu sebagai berikut:

1. Bagian Kantor

Tabel 3.2

Jam Kerja Bagian Kantor

Hari Jam Kerja Istirahat

Senin – Kamis 08.00 – 17.00 12.00 – 13.00

Jum’at 07.00 – 16.30 11.30 – 13.00

d. System Penggajian

Adapun dasar pengupahan antara lain:

1) System pengupahan yang berlaku yaitu system bulanan: System bulanan yaitu pembayaran upah yang dilakukan pada akhir bulan dengan perhitungan gaji mulai dari tanggal 20 sampai tanggal 19, bulan berikutnya.

2) Besar Gaji dengan Standard jam kerja yaitu 7 jam kerja sehari, 40 jam seminggu dan 30 hari sebulan.

Semua ini berdasarkan:

a) Golongan pekerjaan karyawan. b) Jabatan karyawan.

c) Kemampuan prestasi kerja.

System pembayaran dilakukan menggunakan system transfer dari bank Mandiri ke rekening karyawan yang bersangkutan.

commit to user

33 e. Kesejahteraan Karyawan

PT.Wangsa Jatra Lestari memberikan fasilitas untuk mensejahterakan karyawan supaya karyawan dapat bekerja dengan baik. Fasilitas untuk kesejahteraan karyawan yaitu berupa: pemberian seragam kerja, tunjangan kesehatan, biaya kecelakaan, SPSI (Serikat Pekerja Seluruh Indonesia), pemberian bonus, saran ibadah, dll.

4. Aspek Pemasaran

Pemasaran merupakan hal yang sangat penting bagi suatu perusahaan untuk mempertahankan dan untuk memajukan perusahaan. Untuk dapat mengembangkan perusahaan maka sangat diperlukan adanya pemasaran terhadap produk yang dihasilkan, oleh karena itu dalam memasarkan produk dapat dilakukan melalui:

a. Promosi

Untuk memasarkan produknya PT.Wangsa Jatra Lestari menggunakan sales promotion. Sales promotion dilakukan dengan cara pemasar atau sales perusahaan datang langsung ke prusahaan-perusahaan dengan memperkenalkan dan memberikan sampel produk guna untuk mencari dan mendapatkan konsumen pelanggan. Selain itu untuk lebih menarik perhatian PT.Wangsa Jatra Lestari juga memberikan potongan harga untuk produk tertentu dengan ketentuan yang

commit to user

34

ada. Untuk mendapatkan pelanggan yang berasal dari luar negeri, PT.Wangsa Jatra Lestari memanfaatkan jasa internet. b. Daerah Pemasaran

Daerah pemasaran PT.Wangsa Jatra Lestari terdiri dari:

1) Dalam Negeri, meliputi: Jawa Tengah, Jawa Barat, Jawa Timur, DIY, Batam, dan sekitarnya.

2) Luar Negeri, meliputi: Amerika Serikat, Inggris, Australia, Arab Saudi, Cina, India.

5. Aspek Produksi

Kegiatan yang berkaitan dengan aktivitas produksi adalah sebagai berikut:

a. Perencanaan Produk

Produk yang dihasilkan oleh PT.Wangsa Jatra Lestari adalah sebagai berikut:

1) Pre Press: Digital prepress, Plate Maker, Sparation Film Maker, dan lain-lain.

2) Commercial Printing: Buku, Annual Report, Kalender, Brosur, Leaflet, Majalah, Tabloid.

3) Packaging: Gift box, Paper bag, Consumer good container. 4) Finishing Process: UV Varnis, Laminating matt, ataupun

glossy, Embosing, Die cutting, Scoring, Wire Stiching dan Packaging.

commit to user

35 b. Volume Produksi

Volume produksi pada PT.Wangsa Jatra Lestari sangat diperngaruhi oleh banyak sedikitnya jumlah pesanan dari konsumen atau pelanggan.

c. Bahan Baku

Dalam memproduksi suatu produk diperlukan bahan baku. Bahan-bahan yang digunakan adalah:

1) Kertas

Kertas adalah bahan yang akan dicetak dan merupakan bahan pokok bagi usaha percetakan.

2) Tinta

Tinta adalah bahan pewarna untuk menghasilkan tulisan serta gambar pada kertas yang dicetak. Tinta yang digunakan ada 4 warna, yaitu: Cyan (biru kehijauan), yellow (kuning), magenta (merah kekuningan), dan black (hitam). 3) Plate

Plate adalah alat yang dimasukkan kedalam mesin yang akan menimbulkan tulisan atau gambar. Plate terbuat dari platinum.

d. Bahan Pembantu

Selain bahan baku, bahan pembantu juga sangat diperlukan untuk menunjang proses produksi. Bahan pembantu yang digunakan antara lain:

commit to user

36 1) Fountain

Fountain digunakan untuk campuran air bersih dicetak dan menstabilkan PH air.

2) Sparegum Finisher

Sparegum finisher digunakan untuk melindungi plate agar tidak korosi atau terluka.

3) Sparegum 20

Sparegum 20 digunakan untuk membersihkan blengket atau roll.

4) Developer Plate

Developer plate digunakan untuk membersihkan plate. 5) Lem

Lem digunakan untuk merekatkan kertas dalam proses penjilitan buku dan shopping bag.

6) Rapid Fixer

Rapid fixer digunakan untuk mencuci plate. 7) Oli

Oli digunakan untuk melumasi mesin. 8) Doble Side Tape

Doble side tape digunakan untuk menyambung kertas. 9) Was

Was digunakan untuk mencuci roll atau blengket. 10) Film

commit to user

37 11) Kain Aval

ontainer digunakan untuk membersihkan mesin. 12) Tali

Tali digunakan sebagai pegangan shopping bag. e. Fasilitas produksi

Untuk memenuhi tuntutan pasar akan kualitas, maka perusahaan mencoba untuk selalu memperbarui mesin-mesin produksi dengan keluaran terbaru. Dengan adanya mesin yang baik maka akan menghasilkan produk yang berkualitas. Mesin-mesin yang digunakan untuk menunjang kelancaran proses produksi adalah:

1) Perangkat Prepress

Komputer PC and Macintosh, Flatbed scanner, Image setter, Film prosesor, Platemaker, Plate Pin Register.

2) Mesin Cetak

a. Sheet Fed Mitsubishi 3F, 4 warna, dilengkapi dengan CPC, Alcohol dampening system, dengan memaksimumkan area cetak 72x103 cm, dengan kapasitas cetak 13.000 lembar perjam.

b. Heidelberg Speed Master CD, 4 warna dan 1 unit varnish, dilengkapi dengan CPC dan IR Dryer, alcohol dampening system, dengan maksimum area cetak 72x102 cm dengan kapasitas 12.000 lembar perjam.

commit to user

38

c. Heidelberg Print Master 74, 2 warna dilengkapi dengan CPC dan IR Dryer, alcohol dampening system, dengan maksimum area cetak 51x74 cm dengan kapasitas 12.000 lembar perjam.

3) Laminating dan UV Varnis

Laminating dan UV Varnis dengan kapasitas produksi 5.000 lembar perjam.

4) Mesin Ponds

Mesin ponds dengan kapasitas produksi 5.000 lembar perjam.

5) Wire Stiching atau Mesin Jahit Kawat

Mesin jahit kawat dilengkapi dengan 6 station, knife timer dan counter stackers, memiliki kapasitas produksi 6.000 lembar perjam. Dengan minimal panjang buku 15 cm, maksimal panjang buku 46 cm. Sedang untuk minimal lebar buku 10 cm, dan maksimal lebar buku 30 cm.

6) Packaging

Packaging 3 unit manual machine dan 4 unit automatic die cutting, embossing dan scoring. Memiliki kapasitas produksi 3.000-5.000 lembar perjam, dan 1 unit automatic folder dan glue machine dengan kapasitas produksi sampai 800 meter permenit.

commit to user

39

7) Corrugated box Machine dan Screen Printing

Corrugated box machine dan screen printing digunakan sebagai sarana untuk membuat box sesuai dengan ukuran yang dibutuhkan.

B. Laporan Magang Kerja 1. Pengertian Magang Kerja

Magang Kerja adalah kegiatan penunjang perkuliahan yang wajib dilakukan oleh mahasiswa dengan terjun secara langsung kedunia kerja.

2. Tujuan Magang Kerja

Magang Kerja memiliki tujuan sebagai berikut:

a. Supaya mahasiswa mendapatkan pengalaman dan pengetahuan mengenai berbagai aktivitas didalam dunia kerja.

b. Melatih mahasiswa untuk bekerja sebelum masuk dalam dunia kerja yang sebenarnya.

c. Melatih mahasiswa untuk menemukan penyebab masalah dan mampu memberikan solusi bagi perusahaan.

3. Manfaat Magang Kerja

Dengan adanya kegiatan magang kerja maka dapat memberikan manfaat bagi berbagai pihak, yaitu:

a. Bagi Mahasiswa

1) Supaya mahasiswa dapat menerapkan ilmu pengetahuan yang sudah didapatkan selama menempuh pendidikan.

commit to user

40

2) Supaya mahasiswa yang telah lulus dapat menghadapi masalah yang timbul dalam dunia kerja.

b. Bagi Perusahaan

1) Perusahaan akan mendapat sumber daya manusia yang berkualitas dimasa yang akan datang.

2) Hasil dari penelitian mahasiswa selama melakukan kegiatan magang kerja dapat dijadikan sebagai masukan dalam menentukan kebijakan perusahaan.

4. Pelaksanaan Magang Kerja

Tempat : Kegiatan Magang Kerja dilakukan di PT.WANGSA JATRA LESTARI yang beralamatkan di Jl.Pajang-Kartasura Km 8, Solo-Indonesia.

Waktu : Kegiatan Magang Kerja dilaksanakan selama dua bulan, tepatnya pada tanggal 1 Februari sampai 31 Maret 2010.

5. Kegiatan Magang Kerja

Dalam melaksanakan magang kerja, peserta diwajibkan untuk menggunakan pakaian yang rapid an sopan. Peserta magang kerja wajib untuk mengisi daftar hadir pada saat masuk dan pulang magang di pos satpam. Magang kerja dilaksanakan mulai pukul 08.00-17.00 WIB setiap harinya. Khusus hari jum’at perserta masuk mulai pukul 07.00-14.30 WIB, karena setiap hari jum’at ada suatu kegiatan rutin yang dilaksanakan. Untuk hari jum’at minggu pertama dan minggu ke dua kegiatan rutin yang diadakan adalah pengajian,

commit to user

41

sedangkan untuk hari jum’at minggu ke tiga dan minggu keempat diadakan senam pagi pada pukul 07.00-08.00. Kegiatan Magang Kerja dilaksanakan pada bagian marketing. Adapun kegiatan-kegiatan yang dilakukan setiap hari dibagian marketing adalah sebagai berikut:

a. Menerima Sales Order (SO), Purchase Order (PO), dan Konfirmasi Order (KO).

b. Memfoto copy SO, PO, KO, dan menyerahkan ke bagian Akuntansi, Keuangan, dan Pembelian.

c. Mengarsip dokumen-dokumen. d. Memasukan data kekomputer.

e. Memberikan internal memo dari departemen marketing ke departemen yang lain.

f. Menata atau mendisplay etalase produk PT.Wangsa Jatra Lestari.

g. Mengirim fax kepada perusahaan lain.

h. Membantu mengerjakan amplop flaxy dan shopping bag. i. Menerima telepon dari luar.

C. Pembahasan

1. Kegiatan distribusi

Dalam mengupayakan tercapainya pasar sasaran, maka perusahaan perlu memperhatikan variable pemasaran (Marketing Mix) yang dijalankan. Marketing Mix terdiri dari beberapa variable

commit to user

42

antara lain: produk, harga, promosi, dan distribusi. Pada bab ini akan dibahas lebih lanjut mengenai system distribusi yang digunakan oleh perusahaan dan besarnya biaya yang digunakan untuk kegiatan distribusi tersebut.

Pemilihan saluran distribusi sangatlah penting bagi perusahaan, karena jika ada kesalahan yang terjadi akibat tidak tepatnya saluran distrisbusi yang digunakan, maka akan sangat berpengaruh terhadap nilai penjualan perusahaan. Oleh karena itu, perusahaan mempertimbangkan beberapa hal, terutama mengenai biaya yang harus dikeluarkan oleh perusahaan. Karena pertimbangan tersebut, maka PT.Jatra Wangsa Lestari lebih mengutamakan menggunakan saluran distribusi langsung. Distribusi langsung yaitu perusahaan mengantarkan secara langsung produk yang dipesan kepada konsumen. Dalam mendistribusikan produknya PT.Jatra Wangsa Lestari menggunakan alat transportasi yang berupa truk dan kontainer. Dengan pemilihan saluran distribusi secara langsung diharapkan akan dapat menekan biaya yang digunakan untuk pendistribusian produk, sehingga nilai penjualan yang dihasilkan dapat mencapai target yang telah ditentukan.

PT.Jatra Wangsa Lestari telah mengalami banyak perkembangan. Sekarang ini tidak hanya mencetak produk yang berasal dari PT.Tiga Serangkai saja, melainkan dari berbagai perusahaan, baik perusahaan besar maupun perusahaan kecil serta dapat melayani pasar eksport.

commit to user

43

Saluran distribusi yang digunakan oleh PT.Jatra Wangsa Lestari adalah sebagai berikut:

Gambar 3.2

Skema Saluran Distribusi

Pada skema diatas dapat dijelaskan bahwa produsen mengantarkan produknya secara langsung kepada konsumen atau pemesan tanpa adanya perantara.

Pada umumnya dalam memesan produk, konsumen mendatangi atau menghubungi langsung produsen, namun untuk mendapatkan pelanggan baru pihak perusahaan akan mendatangi konsumen. Jika barang yang dipesan sudah siap, maka perusahaan akan mengantarkan produk pesanan langsung kepada pemesan atau konsumen.

2. Penetapan Biaya Distribusi

PT.Wangsa Jatra Lestari menetapkan besarnya biaya distribusi berdasarkan besarnya biaya yang dikeluarkan selama proses produksi berlangsung sampai proses pendistribusian produk. Selain itu penetapan biaya distribusi didasarkan pada jarak lokasi yang akan ditempuh.

Biaya distribusi akan lebih murah jika pemesan berasal dari daerah sekitar, namun jika pemesan berasal dari luar kota atau luar pulau Jawa bahkan hingga pemesan dari luar negeri maka biaya distribusi yang dibebankan akan semakin besar.

commit to user

44

Adapun biaya distribusi yang dikeluarkan oleh PT.Wangsa Jatra Lestari selama tahun 2005-2009 adalah sebagai berikut:

Tabel 3.3

DATA BIAYA DISTRIBUSI DAN NILAI PENJUALAN PT.WANGSA JATRA LESTARI TAHUN 2005-2009

Tahun Biaya Distribusi Nilai Penjualan

2005 Rp 161.114.093,00 Rp 474.764.337,00 2006 Rp 107.738.903,00 Rp 569.717.205,00

2007 Rp 72.143.585,00 Rp 683.660.646,00

2008 Rp 57.127.778,00 Rp 820.392.775,00

2009 Rp 45.483.476,00 Rp 3.002.403.885,00 Sumber : Bagian Akuntansi PT.Wangsa Jatra Lestari (data diolah). 3. Perubahan Biaya Distribusi

Tingkat perubahan biaya distribusi dapat dihitung dengan menggunakan rumus sebagai berikut:

Tingkat Perubahan Biaya distribusi th yang dihitung-Biaya distribusi th sebelumnya x100%

biaya distribusi Biaya distribusi th sebelumnya

Tingkat perubahan biaya distribusi dari tahun 2005-2009 adalah sebagai berikut: Tahun 2006 = Rp107.738.903 - Rp161.114.093 X 100% Rp 161.114.093 = -33,13% Tahun 2007 = Rp72.143.585 – Rp107.738.903 X 100% Rp 107.738.903

commit to user 45 = -33,04% Tahun 2008 = Rp57.127.778 – Rp72.143.585 X 100% Rp 72.143.585 = -20,81% Tahun 2009 = Rp45.483.476 – Rp57.127.778 X 100% Rp 57.127.778 = -20,38% Tabel 3.4

DATA TINGKAT PERUBAHAN BIAYA DISTRIBUSI PT.WANGSA JATRA LESTARI TAHUN2005-2009

Tahun Biaya Distribusi Tingkat Perubahan

2005 Rp 161.114.093,00 -

2006 Rp 107.738.903,00 -33,13%

2007 Rp 72.143.585,00 -33,04%

2008 Rp 57.127.778,00 -20,81%

2009 Rp 45.483.476,00 -20,38%

Pada table 3.4 dapat diketahui bahwa biaya distribusi dari tahun ke tahun selalu mengalami perubahan. Biaya distribusi dari tahun ke tahun mengalami penurunan. Perubahan biaya distribusi tertinggi terjadi pada tahun 2006 yaitu dari Rp161.114.093,00 menjadi Rp107.738.903,00 walaupun biaya distribusinya mengalami penurunan, akan tetapi tingkat perubahan biaya distribusinya

commit to user

46

merupakan yang tertinggi, yaitu dengan prosentase sebesar -33, 13%.

Perusahaan selalu berupaya untuk menekan biaya distribusi supaya nilai penjualan yang dihasilkanpun dapat meningkat. Pada tahun-tahun berikutnya perusahaan mampu menekan biaya distribusi, hal ini dapat dilihat dengan semakin berkurangnya biaya yang digunakan untuk distribusi produk. Perubahan biaya distribusi terendah yaitu terjadi pada tahun 2009 yaitu dengan biaya distribusi dari Rp 57.127.778,00 menjadi Rp 45.483.476,00 dengan tingkat perubahan distribusi sebesar -20,383%.

Tingkat perubahan nilai penjualan dapat dihitung dengan menggunakan rumus sebagai berikut:

Tingkat Perubahan Nilai penjualan th yang dihitung-Nilai penjualan th sebelumnya x100%

Nilai Penjualan Nilai penjualan th sebelumnya

Tahun 2006 = Rp569.717.205 – Rp474.764.337 X 100% Rp 474.764.337 = 20,01% Tahun 2007 = Rp683.660.646 – Rp569.717.205 X 100% Rp 569.717.205 = 20% Tahun 2008 = Rp820.392.775 – Rp683.660.646 X 100% Rp 683.660.646 = 19,99%

commit to user 47 Tahun 2009 = Rp3.002.403.885 – Rp820.392.775 X 100% Rp 820.392.775 = 265,97% Tabel 3.5

DATA TINGKAT PERUBAHAN NILAI PENJUALAN PT.WANGSA JATRA LESTARI TAHUN 2005-2009

Tahun Nilai Penjualan Tingkat Perubahan

2005 Rp 474.764.337,00 -

2006 Rp 569.717.205,00 20,01%

2007 Rp 683.660.646,00 20%

2008 Rp 820.392.775,00 19,99%

2009 Rp 3.002.403.885,00 265,97%

Sumber : Bagian Akuntansi PT.Wangsa Jatra Lestari (data diolah) Dari table 3.5 dapat diketahui bahwa nilai penjualan perusahaan dari tahun ke tahun selalu mengalami peningkatan. Nilai penjualan tertinggi terjadi pada tahun 2009 dengan nilai penjualan sebesar Rp 3.002.403.885,00 dan nilai penjualan

Dokumen terkait