• Tidak ada hasil yang ditemukan

Struktur Organisasi dan Tata Kerja

Dalam dokumen PENDAHULUAN. A. Latar Belakang (Halaman 168-184)

KEGIATAN KETATAUSAHAAN DAN KEPEGAWAIAN

2. Struktur Organisasi dan Tata Kerja

Susunan Organisasi dan Tata Kerja Direktorat Pengolahan dan Pemasaran Hasil Tanaman Pangan terdiri atas :

a. Subdirektorat Pascapanen;

b. Subdirektorat Pengolahan;

c. Subdirektorat Standardisasi dan Mutu;

d. Subdirektorat Pemasaran dan Investasi;

e. Subbagian Tata Usaha; dan

f. Kelompok Jabatan Fungsional.

Tugas pokok dan fungsi dari masing-masing Subdirektorat sebagai berikut :

1. Subdirektorat Pascapanen mempunyai tugas melaksanakan penyiapan penyusunan, dan pelaksanaan kebijakan, penyusunan norma, standar, prosedur, dan kriteria, serta pemberian bimbingan teknis dan evaluasi

dibidang peningkatan pascapanen tanaman pangan. Dalam

melaksanakan tugas, Subdirektorat Pascapanen menyelenggarakan fungsi :

a. Penyiapan perumusan kebijakan di bidang penerapan teknologi dan penyediaan sarana pascapanen tanaman pangan;

b. Penyiapan pelaksanaan kebijakan di bidang penerapan teknologi dan penyediaan sarana pascapanen tanaman pangan;

Direktorat Jenderal Tanaman Pangan | 169

c. Penyiapan penyusunan norma, standar, prosedur dan kriteria di bidang penerapan teknologi dan penyediaan sarana pascapanen tanaman pangan;

d. Pemberian bimbingan teknis dan supervisi di bidang penerapan teknologi dan penyediaan sarana pascapanen; dan

e. Pelaksanaan evaluasi dan pelaporan kegiatan di bidang penerapan teknologi dan penyediaan sarana pascapanen tanaman pangan.

2. Subdirektorat Pengolahan mempunyai tugas melaksanakan penyiapan penyusunan dan pelaksanaan kebijakan, penyusunan norma, standar, prosedur dan kriteria, serta pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang peningkatan pengolahan hasil tanaman pangan. Dalam melaksanakan tugas Subdirektorat Pengolahan menyelenggarakan fungsi :

a. Penyiapan perumusan kebijakan di bidang penerapan teknologi dan penyediaan sarana pengolahan hasil tanaman pangan;

b. Penyiapan pelaksanaan kebijakan di bidang penerapan teknologi dan penyediaan sarana pengolahan hasil tanaman pangan;

c. Penyiapan penyusunan norma, standar, prosedur dan kriteria di bidang penerapan teknologi dan penyediaan sarana pengolahan tanaman pangan;

d. Pemberian bimbingan teknis dan supervisi di bidang penerapan teknologi dan penyediaan sarana pengolahan tanaman pangan; dan

e. Pelaksanaan evaluasi dan pelaporan kegiatan di bidang penerapan teknologi dan penyediaan sarana pengolahan hasil tanaman pangan.

3. Subdirektorat Standardisasi dan Mutu mempunyai tugas

melaksanakan penyiapan penyusunan dan pelaksanaan kebijakan, bimbingan teknis dan evaluasi serta koordinasi di bidang perumusan

Direktorat Jenderal Tanaman Pangan | 170

dan harmonisasi standar, dan penerapan standar mutu hasil tanaman pangan. Dalam melaksanakan tugas Subdirektorat Standardisasi dan Mutu menyelenggarakan fungsi :

a. Penyiapan perumusan kebijakan di bidang standardisasi dan penerapan standar mutu hasil tanaman pangan;

b. Penyiapan pelaksanaan kebijakan di bidang standardisasi dan penerapan standar mutu hasil tanaman pangan;

c. Pemberian bimbingan teknis dan supervisi di bidang standardisasi dan penerapan standar mutu hasil tanaman pangan;

d. Pelaksanaan evaluasi dan pelaporan kegiatan di bidang standardisasi dan penerapan standar mutu hasil tanaman pangan; dan

e. Penyiapan koordinasi perumusan dan harmonisasi standar serta penerapan standar mutu di bidang tanaman pangan.

4. Subdirektorat Pemasaran dan Investasi mempunyai tugas

melaksanakan penyiapan penyusunan dan pelaksanaan kebijakan, penyusunan norma, standar, prosedur, dan kriteria, serta pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang peningkatan pemasaran hasil dan investasi tanaman pangan. Dalam melaksanakan tugas Subdirektorat Pemasaran dan Investasi menyelenggarakan fungsi :

a. Penyiapan perumusan kebijakan di bidang peningkatan pemasaran hasil, promosi, dan investasi tanaman pangan;

b. Penyiapan pelaksanaan kebijakan di peningkatan pemasaran hasil, promosi, dan investasi tanaman pangan;

c. Penyiapan penyusunan norma, standar, prosedur, dan, kriteria di bidang peningkatan pemasaran hasil, promosi, dan investasi tanaman pangan;

d. Pemberian bimbingan teknis dan supervisi di bidang peningkatan pemasaran hasil, promosi, dan investasi tanaman pangan; dan

Direktorat Jenderal Tanaman Pangan | 171

e. Pelaksanaan evaluasi dan pelaporan kegiatan di bidang peningkatan pemasaran hasil, promosi, dan investasi tanaman pangan.

5. Sub Bagian Tata Usaha mempunyai tugas melakukan urusan kepegawaian, keuangan, perlengkapan, rumah tangga dan surat menyurat serta kearsipan Direktorat Pengolahan dan Pemasaran Hasil Tanaman Pangan.

6. Kelompok Jabatan Fungsional terdiri atas jabatan fungsional Pengawas Mutu Hasil Pertanian dan Analis Pasar Hasil Pertanian masing-masing dikoordinasikan oleh pejabat fungsional senior yang ditunjuk Direktur Pengolahan dan Pemasaran Hasil Tanaman Pangan, mempunyai tugas melakukan kegiatan sesuai dengan jenjang jabatan fungsional masing-masing berdasarkan peraturan perundang-undangan yang berlaku.

Pada setiap Subdirektorat, masing-masing mempunyai dua seksi yaitu :

(1) Subdirektorat Pascapanen terdiri dari :

a) Seksi Penerapan Teknologi Pascapanen

b) Seksi Sarana Pascapanen.

(2) Subdirektorat Pengolahan terdiri dari :

a) Seksi Penerapan Teknologi Pengolahan

b) Seksi Sarana Pengolahan.

(3) Subdirektorat Standardisasi dan Mutu terdiri dari :

a) Seksi Standardisasi

b) Seksi Mutu.

(4) Subdirektorat Pemasaran dan Investasi terdiri dari :

a) Seksi Pemasaran dan Promosi

Direktorat Jenderal Tanaman Pangan | 172

B. Ketatausahaan

Sebagai fungsi pelayanan, Sub Bagian Tata Usaha mempunyai tugas melakukan pelayanan dalam bidang sebgai berikut :

1. Admistrasi Umum a. Surat Menyurat.

Surat masuk dan surat keluar dibukukan dalam buku agenda dan diarsipkan menurut kodefikasi surat. Surat yang sifatnya penting dan mendesak dikirim via e-mail, faksimili, kilat khusus. Selama tahun 2016 realisasi surat masuk sebanyak 1.653 pucuk surat sedangkan surat keluar sebanyak 905 pucuk surat.

b. Perpustakaan.

Perpustakaan diharapkan dapat memberi informasi literatur, buku dan informasi lainnya. Buku-buku yang tersedia di perpustakaan sebagian besar berupa laporan dari Direktorat lingkup Direktorat Jenderal Tanaman Pangan, sedangkan buku-buku yang berupa literatur, Lembaran Negara dan lain-lain masih sangat kurang. Buku/laporan pusat yang dihasilkan pada tahun 2016 sebanyak 135 buku.

2. Kepegawaian

Untuk melaksanakan tugas pokok dan fungsinya, Direktorat Pengolahan dan Pemasaran Hasil Tanaman Pangan didukung oleh 72 orang pegawai, yang terdiri dari 1 orang Direktur, 4 orang Kepala Subdirektorat, 8 orang Kepala Seksi dan 1 orang Kepala Sub Bagian Tata Usaha serta 58 orang Staf.

a. Komposisi Pegawai

1) Jumlah Pegawai Berdasarkan Golongan/Pangkat

a) Golongan IV/c Pembina Utama Muda : 1 orang

b) Golongan IV/b Pembina Tingkat I : 2 orang

Direktorat Jenderal Tanaman Pangan | 173

d) Golongan III/d Penata Tingkat I : 13 orang

e) Golongan III/c Penata : 4 orang

f) Golongan III/b Penata Muda Tingkat I : 23 orang

g) Golongan III/a Penata Muda : 12 orang

h) Golongan II/d Pengatur Tingkat I : 3 orang

i) Golongan II/c Pengatur : 4 orang

j) Golongan II/b Pengatur Muda Tingkat I: 2 orang

k) Golongan II/a Pengatur Muda : 3 orang

Jumlah : 72 orang

2) Jumlah Pegawai Berdasarkan Tingkat Pendidikan

a) S2 (pasca sarjana) : 18 orang

b) S1 (sarjana) : 34 orang

c) D3 (sarjana muda) : 6 orang

d) SLTA : 13 orang

e) SD : 1 orang

3) Jumlah Pegawai Berdasarkan Jenis Kelamin

a) Laki-laki : 37 orang

b) Perempuan : 35 orang

Daftar Pegawai Direktorat Pengolahan dan Pemasaran Hasil

Tanaman Pangan selengkapnya disajikan pada tabel lampiran 6 - 7

b. Mutasi, Pelimpahan, Pensiun, Meninggal, Kenaikan Gaji Berkala, Kenaikan Pangkat, Penerima Tanda Kehormatan Satya Lencana Karya Satya (SLKS) dan Kartu-kartu.

Selama periode Januari s/d Desember 2016 telah terjadi mutasi alih tugas/melimpah, pensiun, meninggal dan promosi, penyematan tanda kehormatan Satya Lencana Karya Satya dan

Direktorat Jenderal Tanaman Pangan | 174

pembuatan kartu-kartu dengan rincian sebagai berikut :

1) Mutasi :

Pegawai yang mutasi, alih tugas ke unit kerja lain sebanyak 6 orang yaitu :

a) Jane Caroline, S.P.,M.M. mutasi pindah ke STTP Bogor, Jawa Barat.

b) Nitam Kasim, A.Md., mutasi pindah ke UPT Provinsi Gorontalo.

c) Ariyati, mutasi pindah ke Direktorat Aneka Kacang dan Umbi.

d) Amirruddin, S.P.,M.P. mutasi pindah ke Sekretariat Ditjen TP.

e) Ratna Dwi Astuti, S.P., mutasi pindah ke Sekretariat Ditjen TP.

f) Ir. Setya Prakosa, M.M. mutasi pindah ke Sekretariat Ditjen TP.

Pelimpahan pegawai dari Bagian Perencanaan Sekretariat Direktorat Jenderal Tanaman Pangan ke Direktorat Pengolahan dan Pemasaran Hasil Tanaman Pangan sebanyak 2 orang yaitu :

a) Batara Siagian, S.P.,M.AB, sebagai Kasubdit Stadardisasi dan Mutu.

b) Tias Atika Rachmawati, S.E. Staf Sub Bagian Tata Usaha.

Pegawai yang pensiun sebanyak 1 orang dan meninggal 2 orang yaitu :

a) Ir. Bambang Jaya, M.Eng. pensiun terhitung mulai tanggal 1 Juni 2016

Direktorat Jenderal Tanaman Pangan | 175

c) Ir. Dian Handayani, M.Si. meninggal tanggal 2 April 2016.

Pegawai yang promosi sebanyak 3 orang, yaitu :

a) Ir. Bambang Kuncoro, M.M. sebagai Kasubdit Pengolahan.

b) Nurihyatun Sardjono, S.P.,M.P. sebagai Kasi Sarana Pascapanen.

c) Maretsum Simanullang, S.P.,M.Si. sebagai Kasubag Layanan Rekomendasi pada Bagian Evaluasi dan Layanan Rekomendasi, Sekretariat Ditjen Tanaman Pangan.

2) Kenaikan Gaji Berkala.

Selama tahun 2016 (Januari s/d Desember 2016) kenaikan gaji berkala sebanyak 31 (Tiga puluh satu) orang. Surat Keputusan sudah terbit 100%.

3) Kenaikan pangkat.

Pada tahun 2016 realisasi kenaikan pangkat sebanyak 5 (Lima) orang, terdiri dari :

a) Periode April 2015 : 4 orang

b) Periode Oktober 2015 : 1 orang

Surat Keputusan sudah terbit 100%

4) Tanda Kehormatan Satya Lencana Karya Satya (SLKS)

Sampai dengan tahun 2016 telah diberikan tanda kehormatan Satya Lencana Karya Satya kepada pegawai yang berhak dan memenuhi persyaratan sebagai berikut :

a) Satya Lencana Karya Satya XXX Tahun : 3 orang

b) Satya Lencana Karya Satya XX Tahun : 7 orang

Direktorat Jenderal Tanaman Pangan | 176

5) Kartu-kartu

Selama tahun 2016 (Januari s/d Desember 2016) pengurusan Kartu Pegawai (Karpeg / Karsu / Karis, Taspen, Askes (BPJS), KORPRI dan NPWP) selengkapnya disajikan pada tabel berikut:

Tabel 19 : Kartu Pegawai Tahun 2016

Jenis Sedang

Kartu Proses

1 Karpeg 68 - 4 CPNS

2 Karis/Karsu 67 - 5 Belum berkeluarga

3 Askes 72 -

-4 Taspen 68 - 4 CPNS

5 KORPRI 72 -

-6 NPWP 72 -

-No Selesai Belum Keterangan

c. Rumah Tangga dan Perlengkapan

Urusan Rumah Tangga dan Perlengkapan melaksanakan tugas-tugas pokok antara lain penyediaan Alat Tulis Kantor, Blangko-blangko/Kop Surat, kebersihan/pemeliharaan gedung/halaman kantor, pemeliharaan kendaraan dinas, pemeliharaan dan inventarisasi barang milik Negara, keamanan kantor, serta melakukan urusan surat menyurat dan kearsipan. Kegiatan yang dilaksanakan sebagai berikut :

1) Membukukan barang-barang inventaris dari hasil pengadaan barang tahun 2016 sebagai berikut :

a) Pengadaan Perangkat Pengolahan Data dan

Komunikasi seperti

PC Flat All in One 9 unit, PC Flat All in one (subdit pascapanen) 2 unit, Ms. Office 5 unit (Subdit Padi), Laptop 12 unit, Printer Laserjet 10 unit, Printer Multifungsi 6 unit, Modem 7 unit, Kamera DSLR (subdit pasinves) 1 unit, Recorder (subdit pasinves) 1 unit.

Direktorat Jenderal Tanaman Pangan | 177

b) Pengadaan Peralatan dan Fasilitas Perkantoran seperti Meja Kantor 10 unit, Kursi Kerja 10 unit, lemari arsip 10 unit, MIC Delegate 5 unit, Whiteboard 1 unit, Televisi LED 1 unit, Mesin penghitung uang 1 unit, AC 3 unit, Dispenser 3 unit, Kursi ruang Direktur 1 unit dan mesin fotocopy 2 unit.

2) Melakukan opname fisik barang inventaris, baik barang yang bergerak (kendaraan dinas) maupun yang tidak bergerak (meja, kursi, lemari, komputer, printer, laptop, desktop PC, notebook, AC, camera DSLR, handycam, camera digital, televisi LCD, mic delegate, mesin potong rumput dan mesin penghancur kertas) dan membuat data inventaris barang tahun 2016.

3) Pemeliharaan Gedung / Halaman Kantor

a) Telah dilakukan pemeliharaan perbaikan/rehab gedung kantor, meliputi ruang kerja Direktur, toilet, pengecatan dinding ruang kerja, pemasangan paving block halaman dan pengecatan trotoar.

b) Telah dilakukan peningkatan penerangan halaman gedung kantor dengan menambah dan mengganti lampu penerangan halaman dan gedung kantor.

c) Setiap 2 (dua) minggu sekali dilakukan penataan lingkungan dengan melakukan pemangkasan tanaman pagar dan rumput halaman.

d) Telah dilakukan pemeliharaan instalasi listrik, air dan pengadaan sarana sound system ruang rapat sarana jaringan internet WIFI.

4) Pelaksanaa keamanan kantor dilaksanakan oleh delapan (8) orang tenaga Satpam dengan sistim ship secara bergilir

Direktorat Jenderal Tanaman Pangan | 178

setiap hari 2 orang, 1 hari jaga malam 1 hari jaga siang dan 1 hari libur.

Fasilitas perlengkapan kantor/barang inventaris kantor sampai dengan tahun 2016 yang dimiliki Direktorat Pengolahan dan Pemasaran Hasil Tanaman Pangan, selengkapanya dapat dilihat pada Tabel Lampiran 8.

C. Keuangan

Berdasarkan Undang-undang Nomor 17 tahun 2003 tentang Keuangan Negara dan Undang-undang Nomor 1 tahun 2004 tentang Perbendaharaan Negara, menuntut adanya perubahan Manajemen Keuangan Negara. Perubahan tersebut diantaranya berupa pendekatan baru dalam sistem penganggaran yaitu sistem anggaran terpadu Berbasis Kinerja dalam kerangka Pembangunan Jangka Menengah. Anggaran terpadu artinya anggaran rutin dan anggaran pembangunan dipadukan sebagai satu kesatuan.

Anggaran berbasis kinerja berarti kegiatan tidak lagi berdasarkan pada input, tetapi berorientasi pada output dan outcome. Anggaran dalam kerangka

jangka menengah berarti penganggaran pada tahun sekarang

memperhatikan realisasi tahun-tahun sebelumnya dan kebutuhan anggaran tahun mendatang. Perubahan ini mencakup perubahan mendasar dalam proses perencanaan, penyusunan anggaran, pengelolaan maupun pelaporannya sebagai penyelenggaraan akuntansi atas transaksi keuangan, aset, utang dan ekuitas dana dalam pengelolaan dan pertanggungjawaban keuangan negara secara transparan dan akuntable.

Sejak tahun 2005 penyusunan dan penetapan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara telah menggunakan sistim anggaran belanja terpadu atau Unified Budget yang pelaksanaannya dikelola oleh Satuan Kerja di Unit Eselon I atau Direktorat Jenderal Tanaman Pangan yang dikelola oleh Kuasa Pengguna Anggaran (KPA), dalam hal ini dilaksanakan Direktur Jenderal Tanaman Pangan, yang telah ditetapkan dengan Keputusan

Direktorat Jenderal Tanaman Pangan | 179

Menteri Pertanian Nomor : 49/Kpts/OT.160/I/2015 tentang Perubahan Kedua atas Keputusan Menteri Pertanian Nomor : 5171/Kpts/KU.410/12/2013 tanggal 10 Desember 2013 tentang Penetapan Pejabat Pengelola Keuangan Lingkup Direktorat Jenderal Tanaman Pangan Kementerian Pertanian Tahun Anggaran 2016 sebagai Kuasa Pengguna Anggaran, Bendahara Pengeluaran dan Bendahara Penerimaan Lingkup Direktorat Jenderal Tanaman Pangan Kementerian Pertanian Tahun Anggaran 2016.

Urusan keuangan pada Direktorat Pengolahan dan Pemasaran Hasil Tanaman Pangan di dalam pengelolaannya dilaksanakan oleh Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) dalam hal ini selaku atas nama Kuasa Pengguna Anggaran Direktorat Jenderal Tanaman Pangan yang ditetapkan dengan Keputusan Direktur Jenderal Tanaman Pangan Selaku Kuasa Pengguna Anggaran Nomor : 1/KPA/SK.310/C/1/2016, tanggal 4 Januari 2016 tentang Penetapan Pejabat Pembuat Komitmen dan Pejabat Penandatanganan Surat Perintah Membayar Satuan Kerja Direktorat Jenderal Tanaman Pangan.

Sesuai penetapan KPA, sebagai pembantu PPK telah ditetapkan Petugas/Staf Pengelola Keuangan, yang terdiri dari Pemegang Uang Muka (PUM) selaku Pembantu Bendahara Pengeluaran, Petugas Verifikasi Dokumen Tagihan dan Petugas Pengelola Belanja Pegawai (Pembuat Daftar Gaji) serta Pejabat Pengadaan Barang/Jasa dan Panitia/Pejabat Penerima Hasil Pekerjaan/Pengurus Barang. Satuan Kerja Direktorat Jenderal Tanaman Pangan Tahun Anggaran 2016, guna untuk kelancaran pelaksanaan kegiatan di tingkat PPK dalam proses penyelesaian administrasi pertanggungjawaban.

Untuk melaksanakan kegiatan Pengolahan dan Pemasaran Hasil Tanaman Pangan tahun 2016, sesuai Revisi DIPA tanggal 24 November 2016

Direktorat Pengolahan dan Pemasaran Hasil Tanaman Pangan

mendapatkan alokasi anggaran APBN sebesar Rp.1.936.150.288.000,- yang terdiri dari anggaran Pusat sebesar Rp.105.557.532.000,- Dekonsentrasi sebesar Rp 34.953.620.000.,- dan Tugas Pembantuan Provinsi sebesar Rp.1.795.639.136.000,-. Realisasi keuangan Direktorat Pengolahan dan

Direktorat Jenderal Tanaman Pangan | 180

Pemasaran Hasil Tanaman Pangan hingga Bulan Desember tahun 2016 sebesar Rp.1.733.078.059.778,- (99,57%), selengkapnya disajikan pada tabel berikut :

Tabel 20 : Realisasi Anggaran Dit.PPHTP Tahun Anggaran 2016.

Pagu Realisasi

(Rp) (Rp)

1 Pusat 105,557,532,000 57,707,601,000 47,849,931,000 47,639,262,919 45.13 99.56 2 Dekonsentrasi (Provinsi) 34,953,620,000 13,447,063,000 21,506,557,000 20,735,106,111 59.32 96.41 3 Tugas Pembantuan (Provinsi) 1,795,639,136,000 124,361,184,000 1,671,277,952,000 1,664,703,690,748 92.71 99.61

1,936,150,288,000 195,515,848,000 1,740,634,440,000 1,733,078,059,778 89.51 99.57 % setelah SB No Satuan Kerja Jumlah

Self Blocking Pagu setelah Self Blocking

% terhadap pagu awal

Ket : Realisasi s/d 31 Desember 2016

Anggaran Pusat sebesar Rp. 105.557.532.000,- dari anggaran tersebut terdapat beberapa kegiatan yang dilakukan Self Blocking/Penghematan/ pemotongan sebesar Rp.57.707.601.000,- sehingga alokasi anggaran yang dapat digunakan menjadi sebesar Rp.47.849.931.000,-. Rincian alokasi disajikan pada tabel berikut :

Tabel 21: Jumlah Anggaran per Kegiatan atau per MAK Dit PPHTP. Tahun 2016

(Rp) (Rp) (Rp)

1 2 3 4 5 6

5885 Pengolahan dan Pemasaran Hasil Tanaman Pangan 105,557,532,000 100.00 57,707,601,000 47,849,931,000 100.00

5885.051.053 Penyaluran Alsintan Pascapanen 88,399,890,000 83.75 51,645,185,000 36,754,705,000 76.81 5885.505.051 Pengamanan Susut Hasil Produksi Tanaman Pangan 2,126,627,000 2.01 524,895,000 1,601,732,000 3.35 5885.505.052 Peningkatkan Pengolahan Hasil Tanaman Pangan 3,820,000,000 3.62 1,681,629,000 2,138,371,000 4.47 5885.505.053 Pengembangan Standardisasi Dan Mutu 1,882,706,000 1.78 594,691,000 1,288,015,000 2.69 5885.505.054 Pengembangan Pemasaran Hasil Dan Investasi 4,469,200,000 4.23 1,973,585,000 2,495,615,000 5.22 5885.505.055 Ketatausahaan dan Kepegawaian 396,570,000 0.38 41,801,000 354,769,000 0.74 5885.505.056 Perencanaan Direktorat Pengolahan dan Pemasaran Hasil TP 2,054,444,000 1.95 564,484,000 1,489,960,000 3.11 5885.505.057 Pelaporan Direktorat Pengolahan Dan Pemasaran Hasil TP 1,428,245,000 1.35 590,265,000 837,980,000 1.75 5885.996.051 Perangkat Pengolah Data dan Komunikasi 709,400,000 0.67 74,393,000 635,007,000 1.33 5885.997.051 Perangkat dan Fasilitas Perkantoran 270,450,000 0.26 16,673,000 253,777,000 0.53

JUMLAH ANGGARAN SETELAH SELF BLOCKING/ PENGHEMATAN/ PEMOTONGAN % JUMLAH ANGGARAN (PAGU) % SELF BLOCKING KODE URAIAN KEGIATAN/SUB KEGIATAN/AKUN

Direktorat Jenderal Tanaman Pangan | 181

Sedangkan berdasarkan Jenis Belanja/Pengeluaran sebagaimana pada Tabel dibawah ini :

Tabel 22 : Jumlah Anggran Per Jenis Belanja/Pengeluaran Tahun 2016

1. Belanja bahan 1,592,020,000 1.51 583,345,000 1.01 1,008,675,000 2.11 2. Belanja barang persediaan 220,500,000 0.21 13,197,000 0.02 207,303,000 0.43 3. Belanja Perjalanan dinas 13,449,312,000 12.74 4,842,663,000 8.39 8,606,649,000 17.99 4. Belanja jasa profesional lainnya 945,800,000 0.90 505,750,000 0.88 440,050,000 0.92 5. Belanja jasa lainnya 521,000,000 0.49 120,275,000 0.21 400,725,000 0.84 6. Belanja Pengiriman Surat 12,200,000 0.01 3,400,000 0.01 8,800,000 0.02 7. Belanja honor kegiatan 143,350,000 0.14 33,600,000 0.06 109,750,000 0.23 8. Belanja jasa sew a 127,700,000 0.12 28,120,000 0.05 99,580,000 0.21 9. Belanja jasa konsultansi 200,000,000 0.19 - 200,000,000 0.42 10 Belanja modal peralatan dan mesin 898,850,000 0.85 91,066,000 0.16 807,784,000 1.69 11. Belanja barang untuk diserahkan

kepada masyratakat/pemda 87,446,800,000 82.84 51,486,185,000 89.22 35,960,615,000 75.15 105,557,532,000 100.00 57,707,601,000 100.00 47,849,931,000 100.00 Slef Blocking/ Penghem atan/ Pem otongan

No. Jenis Belanja % Anggaran Yang %

Bisa Digunakan Jum lah Anggaran (Rp) J U M L A H % 1. Realisasi Fisik.

Realisasi fisik kegiatan Direktorat Pengolahan dan Pemasaran Hasil Tanaman Pangan sampai bulan Desember 2016 telah mencapai 100%. Realisasi fisik tersebut dihitung berdasarkan bobot pekerjaan dan pencapaian penyelesaian pekerjaan, yaitu seberapa jauh pekerjaan tersebut dilaksanakan dan hasil yang telah dicapai. Walaupun di dalam pelaksanaannya terdapat beberapa kegiatan yang tidak dapat dilaksanakan karena hambatan teknis dan waktu pelaksanaan kegiatan yang tidak memungkinkan untuk di realisasikan.

2. Realisasi Anggaran.

Dari jumlah anggaran sebesar Rp.105.557.532.000,- (Seratus lima milyar lima ratus lima puluh tujuh juta lima ratus tiga puluh dua ribu rupiah), terdapat pengurangan anggaran (self blocking/penghematan/ pemotongan) sebesar Rp. 57.707.601.000. (54,67%), sehingga anggaran yang dapat digunakan sebesar Rp.47.849.931.000 (45,33%). Realisasi keuangan hingga Bulan Desember tahun 2016 sebesar Rp. 47.639.262.919,- (99,56%), sisa anggaran/sisa mati sebesar Rp. 210.668.081,- (0,44%). Realisasi anggaran per sub

Direktorat Jenderal Tanaman Pangan | 182

kegiatan atau per MAK dan Realisasi anggaran per jenis/pengeluaran disajikan pada tabel berikut :

Tabel 23 : Realisasi Anggaran per Sub Kegiatan atau per MAK Tahun 2016

REALISASI ANGGARAN (Rp)

1 2 3 4 5 6 7 8

5885 Pengolahan dan Pemasaran Hail

Tanaman Pangan 105,557,532,000 57,707,601,000 47,849,931,000 47,639,262,919 99.56 210,668,081

5885.051.053 Penyaluran Alsintan Pascapanen 88,399,890,000 51,645,185,000 36,754,705,000 36,745,314,086 99.97 9,390,914

5885.505.051 Pengamanan Susut Hasil Produksi

Tanaman Pangan 2,126,627,000 524,895,000 1,601,732,000 1,592,423,180 99.42 9,308,820 5885.505.052 Peningkatkan Pengolahan Hasil

Tanaman Pangan 3,820,000,000 1,681,629,000 2,138,371,000 2,104,255,253 98.40 34,115,747 5885.505.053 Pengembangan Standardisasi dan Mutu 1,882,706,000 594,691,000 1,288,015,000 1,278,323,247 99.25 9,691,753

5885.505.054 Pengembangan Pemasaran Hasil dan

Investasi 4,469,200,000 1,973,585,000 2,495,615,000 2,422,336,033 97.06 73,278,967 5885.505.055 Ketatausahaan dan Kepegawaian 396,570,000 41,801,000 354,769,000 351,359,810 99.04 3,409,190

5885.505.056 Perencanaan Direktorat Pengolahan

dan Pemasaran Hasil TP 2,054,444,000 564,484,000 1,489,960,000 1,459,741,530 97.97 30,218,470 5885.505.057 Pelaporan Direktorat Pengolahan dan

Pemasaran Hasil TP 1,428,245,000 590,265,000 837,980,000 798,234,940 95.26 39,745,060 5885.996.051 Perangkat Pengolah Data dan

Komunikasi 709,400,000 74,393,000 635,007,000 633,505,650 99.76 1,501,350 5885.997.051 Perangkat dan Fasilitas Perkantoran 270,450,000 16,673,000 253,777,000 253,769,190 100.00 7,810

SISA ANGGARAN %

JUMLAH ANGGARAN (PAGU) KODE URAIAN KEGIATAN/SUB

KEGIATAN/AKUN SELF BLOCKING/ PENGHEMATAN/ PEMOTONGAN ANGGARAN YANG DAPAT DIGUNAKAN

Tabel 24 : Realisasi Anggaran per Jenis Belanja/Pengeluaran Tahun 2016 (Rp). (Rp). (Rp). (Rp). 1. Belanja bahan 1,592,020,000 1,008,675,000 2.11 891,862,190 88.42 116,812,810 11.58 2. Belanja barang persediaan 220,500,000 207,303,000 0.43 203,848,600 98.33 3,454,400 1.67 3. Belanja Perjalanan dinas 13,449,312,000 8,606,649,000 17.99 8,595,912,474 99.88 10,736,526 0.12 4. Belanja jasa profesional

lainnya 945,800,000 440,050,000 0.92

419,000,000 95.22 21,050,000 4.78 5. Belanja jasa lainnya 521,000,000 400,725,000 0.84 373,501,465 93.21 27,223,535 6.79 6. Belanja Pengiriman Surat 12,200,000 8,800,000 0.02 3,591,500 40.81 5,208,500 59.19 7. Belanja honor kegiatan 143,350,000 109,750,000 0.23 100,450,000 91.53 9,300,000 8.47 8. Belanja jasa sewa 127,700,000 99,580,000 0.21 89,150,000 89.53 10,430,000 10.47 9. Belanja jasa konsultansi 200,000,000 200,000,000 0.42 193,836,500 96.92 6,163,500 3.08 10 Belanja modal peralatan

dan mesin

898,850,000 807,784,000 1.69 807,495,190 99.96 288,810 0.04 11. Belanja barang untuk

diserahkan kepada 87,446,800,000 35,960,615,000 75.15 35,960,615,000 100.00 - 105,557,532,000 47,849,931,000 100.00 47,639,262,919 99.56 210,668,081 0.44 % % J U M L A H

Pagu Setelah Self Blocking/ Penghematan/

Pemotongan %

Pagu Awal Realisasi

Anggaran

Sisa Anggaran Jenis Belanja

Direktorat Jenderal Tanaman Pangan | 183

Sebagai gambaran dari realisasi per bulan secara komulatif di bandingkan dengan target dapat dilihat pada Tabel berikut :

Tabel 25 : Target dan Realisasi Anggaran per Bulan Secara Komulatif.

(Rp.) (Rp.) (Rp.) 1. Januari 100,000,000 0.09 100,000,000 0.21 0 - 2. Pebruari 130,000,000 0.12 130,000,000 0.27 0 - 3. Maret 2,120,720,000 2.01 2,120,720,000 4.43 2,182,606,160 4.56 4. April 8,240,000,000 7.81 8,240,000,000 17.22 8,235,519,386 17.21 5. Mei 5,020,000,000 4.76 5,020,000,000 10.49 5,017,164,810 10.49 6. Juni 10,065,000,000 9.54 10,065,000,000 21.03 10,063,082,291 21.03 7. Juli 2,565,000,000 2.43 2,565,000,000 5.36 2,560,822,274 5.35 8. Agustus 1,730,000,000 1.64 1,730,000,000 3.62 1,728,907,630 3.61 9. September 2,350,000,000 2.23 2,350,000,000 4.91 2,337,509,984 4.89 10. Oktober 6,790,000,000 6.43 6,790,000,000 14.19 6,787,842,991 14.19 11. Nopember 42,985,654,000 40.72 8,150,000,000 17.03 8,136,221,103 17.00 12 Desember 23,461,158,000 22.23 589,211,000 1.23 589,586,290 1.23 105,557,532,000 100.00 47,849,931,000 100.00 47,639,262,919 99.56 Target ROK Setelah

Self Blocking/ Penghematan/ Pemotongan

JUMLAH

No. Bulan Target ROK % % Realisasi %

Dari data tersebut diatas menunjukkan bahwa belum adanya realisasi pada bulan Januari dan Februari 2016 disebabkan karena adanya perubahan Mata Anggaran Kegiatan (MAK) dari 1765 Direktorat Pascapanen mejadi Mata Anggaran Kegiatan (MAK) 5885 Direktorat Pengolahan dan Pemasaran Hasil Tanaman Pangan sehingga menyebabkan kegiatan di bulan tersebut belum dapat direalisasikan. Sedangkan pencapaian realisasi sampai dengan bulan Desember 2016 setelah dilakukan Self blocking/penghematan/pemotongan anggaran secara keseluruhan tidak sesuai target 100 % karena adanya sisa mati dari kegiatan, dan adanya kegiatan Pengadaan Sarana Pascapanen Tanaman Pangan TA 2016 yang pembayaran

dilakukan pada TA 2017 (Tunggak Bayar) sebesar

Direktorat Jenderal Tanaman Pangan | 184

Dalam dokumen PENDAHULUAN. A. Latar Belakang (Halaman 168-184)

Dokumen terkait