G. Sistematika Penulisan
II. TINJAUAN PUSTAKA
2. Struktur Pasar dan Tingkat Persaingan
Menurut UU Nomor 5 Tahun 1999, struktur pasar didefinisikan sebagai suatu keadaan pasar yang memberikan petunjuk tentang aspek - aspek yang
memiliki pengaruh penting terhadap perilaku pelaku usaha dan kinerja pasar. Aspek - aspek tersebut antara lain jumlah penjual dan pembeli, hambatan masuk dan keluar pasar, keragaman produk, sistem distribusi, dan penguasaan pangsa pasar.
Menurut Hasibuan ( 2000 ), pasar secara sederhana disebut sebagai pertemuan antara penjual dengan pembeli. Pengertian penjual disini telah mencangkup setiap individu perusahaan dalam industri, sedangkan pengertian pembelian telah tergabung dalam sejumlah pembeli. Pengertian pasar dapat dipandang secara nyata dan dapat pula secara abstrak. Secara abstrak dapat dinyatakan
15
bahwa pasar adalah kontak ratusan atau ribuan perusahaan dalam suatu
industri yang melakukan transaksi dalam suatu waktu, sedangkan secara nyata yang dapat dilihat pada suatu lokasi adalah terjadinya transaksi jual beli.
Pakar ekonomi mengklasifikasi pasar dengan memfokuskan keadaan jumlah perusahaan dalam industri. Struktur pasar sangatlah penting, struktur pasar menjadi ukuran penting untuk melihat perilaku dan kinerja industri, karena secara strategis dapat mempengaruhi kondisi persaingan serta tingkat harga barang dan jasa. Dengan demikian, pengaruh itu akhirnya sampai pada kesejahteraan manusia. Struktur pasar juga menunjukan atribut pasar yang mempengaruhi sifat proses persaingan.
Joe S Bain dalam Hasibuan ( 2000 ), mendefinisikan struktur pasar sebagai karakteristik organisasi pasar yang mempengaruhi sifat kompentisi atau persaingan dan harga didalam pasar. Bentuk pasar dikatakan persaingan sempurna apabila ada banyak penjual dan pembeli serta produknya homogen. Apabila hanya ada satu penjual didalam pasar, maka dinamakan monopoli, namun bila sedikit perusahaan besar mensuplai barang dipasar maka dikatakan oligopoli. Oligopoli ada dua macam, jika produknya homogen dapat dikatakan sebagai oligopoli murni, sedangkan jika produknya berbeda maka dikatakan oligopoli berbeda. Struktur pasar terwujud dalam distribusi ukuran perusahaan adalah pangsa pasarnya sendiri. Dalam mikro ekonomi, struktur pasar paling sederhana biasanya terfokus pada kompetisi dan monopoli, namun pada dasarnya struktur pasar yang paling penting adalah
16
diantara keduanya. oligopoli adalah jenis pasar dimana perusahaan bukan monopolis dan bukan pula pesaing, tetapi diantara keduanya.
Tabel 5. Jenis Struktur Pasar Industri
Jenis Pasar Kondisi Pasar
Monopoli murni Suatu perusahaan yang memiliki 100 persen dari pangsa pasar
Perusahaan yang dominan Suatu perusahaan yang memiliki 50 – 100 ( persaingan murni ) persen dari pangsa pasar dan tanpa
pesaing yang kuat
Oligopoli Ketat Penggabungan empat perusahaan terkemukan yang memiliki pangsa pasar 60 - 100 persen, kesepakatan di antara mereka untuk menetapkan harga relatif Muda
Oligopoli Longgar Penggabungan empat perusahaan
terkemukan yang memiliki 40 persen atau kurang dari pangsa pasar, kesempatan mereka untuk mendapatkan harga sebenarnya tidak mungkin
Persaingan Monopolistik Banyak pesaing yang efektif, tidak satu pun yang memiliki lebih dari 10 persen pangsa Pasar
Persaingan Murni Lebih dari 50 pesaing dimana tidak satu pun yang memiliki pangsa pasar
Sumber : Kirana, 2001
2.1.1 Persaingan Sempurna
Struktur pasar persaingan sempurna merupakan struktur pasar yang paling ideal, karena sistem pasar ini dianggap struktur pasar yang akan menjamin terwujudnya kegiatan produksi barang atau jasa yang tinggi efisiensinya. Pasar persaingan sempurna adalah struktur pasar atau industri dimana terdapat banyak penjual dan pembeli, setiap penjual atau pembeli tidak dapat
17
Kuncoro ( 2007 ), mengatakan industri yang bersaing sempurna adalah industri yang mengikuti asumsi – asumsi berikut :
1) Terdapat sejumlah perusahaan yang masing – masing memproduksi produk yang homogen.
2) Setiap perusahaan berusaha memaksimumkan laba.
3) Setiap perusahaan adalah pengambil harga, diasumsikan bahwa tindakan setiap perusahaan tidak berpengaruh terhadap harga pasar. 4) Harga diasumsikan diketahui oleh semua peserta pasar informasi
adalah sempurna.
5) Transaksi tidak memerlukan biaya, pembeli dan penjual tidak mengeluarkan biaya dalam melakukan pertukaran.
2.1.2 Oligopoli
Pasar oligopoli, masing-masing perusahaan memproduksi dan menjual produk yang serupa atau hampir serupa. Contoh : produk batu baterai, pasta gigi, sabun mandi, air minum mineral, sepeda motor, accu, dan ban mobil/sepeda motor. Strategi yang biasa ditempuh oleh perusahaan - perusahaan oligopoli dalam menguasai dan menarik konsumen adalah dengan membuat model serta memberikan merek tertentu pada produk yang dijual. ( Hasibuan,2000 )
Ciri - ciri pasar oligopoli
a) hanya ada beberapa perusahaan yang mendominasi pasar. b) barang yang dihasilkan atau dijual bersifat sama.
18
2.1.3 Monopoli
Struktur pasar monopoli adalah suatu bentuk pasar di mana pasar hanya ada satu produsen/penjual saja di dalam pasar, dan perusahaan ini menghasilkan barang yang tidak mempunyai barang pengganti yang sangat dekat (close substitution). Contohnya seperti Perusahaan Listrik Negara (PLN),
perusahaan Kereta Api (PT. KAI), dan lain sebagainya. ( Hasibuan,2000 )
Ciri-ciri pasar monopoli : a) hanya ada satu penjual.
b) pembeli tidak punya pilihan lain dalam membeli barang.
c) tidak ada perusahaan yang dapat membuat barang substitusi yang sempurna.
d) harga ditentukan oleh perusahaan.
2.1.4 Monopolistik
Pasar persaingan monopolistik pada dasarnya adalah pasar yang berada antara dua jenis pasar yang ekstrem, yaitu pasar sempurna dan pasar monopoli. Oleh sebab itu. Sifat - sifatnya mengandung unsur - unsur sifat pasar monopoli dan unsur - unsur sifat pasar persaingan sempurna. Pasar persaingan monopolistik dapat didefinisikan sebagai suatu pasar di mana terdapat banyak produsen yang menghasilkan barang yang berbeda corak ( differentiated products ). Contoh produknya adalah seperti makanan ringan ( snack ), nasi goreng, pulpen, buku, dan sebagainya. ( Sukirno,2012 )
19
Pada pasar persaingan monopolistik terdapat ciri - ciri berikut ini : a) Terdiri atas banyak penjual dan banyak pembeli.
b) Barang yang dihasilkan sejenis, hanya coraknya berbeda. Contoh: sabun, pasta gigi, dan minyak goreng.
c) Terdapat banyak penjual yang besarnya sama, sehingga tidak ada satu penjual akan menguasai pasar.
d) Penjual mudah menawarkan barangnya di pasar.
e) Penjual mempunyai sedikit kekuasaan dalam menentukan dan memengaruhi harga pasar.
f) Adanya peluang untuk bersaing dalam keanekaragaman jenis barang yang dijual.
Pada dasarnya struktur pasar monopolistik adalah sejumlah besar perusahaan yang menghasilkan produk terdeferensiasi. Dalam struktur pasar ini
mengandung persaingan sempurna karena terdapat banyak penjual dan tidak ada satu pun yang memiliki pangsa pasar yang cukup besar. Perbedaan antara pasar monopolistik dan pasar persaingan sempurna, terletak pada diferensiasi produk ( tidak identik ), sementara pada pasar persaingan sempurna produk yang diperjual belikan merupakan barang yang identik dan homogen.
Perusahaaan pada industri yang memiliki struktur pasar persaingan monopolistik berusaha meyakinkan konsumennya bahwa produk yang dihasilkan berbeda dan lebih baik dari perusahaan lain. Untuk meyakinkan konsumen biasanya perusahaan - perusahaan umumnya menjalankan dua
20
strategi. Menurut pendapat Baye, (2000) : strategi pertama, perusahaan akan mengeluarkan dana untuk mempromosikan produksinya. Strategi dijalankan dengan cara iklan komparatif, yaitu iklan yang di desain untuk menonjolkan perbedaan produk atau merek perusahaan terhadap produk perusahaan lainnya.
Strategi kedua, perusahaan - perusahaan memperkenalkan produk baru yang sesuai dengan kebutuhan masyarakat. Ketika perusahaan membangun lini produk yang baru dan menikmati keuntungan jangka pendek, maka akan mengundang banyak perusahaan masuk ke dalam pasar tersebut dan meniru apa yang dilakukan oleh perusahaan yang lebih dahulu masuk pasar.
Akibatnya, dalam jangka panjang keuntungan yang diperoleh perusahaan inovator akan menjadi nol. ( Kuncoro, 2007 )
2.2 Tingkat Persaingan
Suatu perusahaan akan mencari cara untuk mengalahkan pesaingnya untuk meraih keuntungan yang maksimum. Tingkat persaingan suatu industri dapat dilihat dari struktur pasarnya. Dalam menentukan tingkat persaingan seluruh elemen harus dikombinasikan. Tidak ada formula yang sederhana yang dapat digunakan. Dalam tingkat persaingan perusahaan harus menimbang pangsa pasar dari perusahaan terkemuka. Bila sangat tinggi ( di atas 50 % ) dan tidak ada saingan yang berarti, ini menandakan kekuatan pasar perusahaan itu juga besar. Apabila pangsa pasar terbesar berkisar antara 20 – 50 % maka
21
perusahaan – perusahaan terkemuka mungkin akan menjadi lebih kuat dan kurang dengan adanya perusahaan – perusahaan lain yang disebabkan oleh kondisi free entry. Disamping itu, perilaku harga dan keuntungan perlu dipertimbangkan dalam menilai tingkat persaingan. Perusahaan jika memiliki pangsa pasar terbesar dibawah 20 % dan kombinasi pemusatan 4 perusahaan maka beberapa bentuk persaingan efektif akan muncul meskipun hambatan masuk tinggi tetapi kesepakatan yang dibuat mungkin menemui kegagalan. ( Kirana,2001 )