• Tidak ada hasil yang ditemukan

Struktur. Prinsip Struktur Prinsip Struktur

Dalam dokumen MEDAN ART GALLERY PAINTING AND SCULP TURE (Halaman 86-94)

BATAS UTARA

4.2.4 Struktur. Prinsip Struktur Prinsip Struktur

1.Struktur Atas, berfungsi menyalurkan beban atau gaya dari atas ke bawah. Tabel 4.7. Struktur atas

Objek Kelemahan Kelebihan Rangka batang Refleksi besar bila diterpa angin Fleksibilitas ruang

tinggi, bentangan relatif besar (14 -22 meter), kuat dalam bentangan horizontal.

Dinding Pemikul

Fleksibilitas ruang kurang, perlu keahlian khusus Tidak menggunakan kolom, waktu pengerjaan cepat. Balok Induk dan Pendukung

Ruang plafon relatif kecil (1/20 -1/24 bentang)

Bentang 9-18 meter, rangka penguat lantai

Kabel baja Bukan sebagai rangka utama, ruang gaya tarik yang besar

Daya tarik yang tinggi, bentangan 100-300 meter, fleksibilitas tinggi.

Plat Lantai Precast

Selisih ketinggian relatif kecil Praktis dalam

pengerjaan, bentangan 4-10 meter, ruang plafon lebih tinggi.

2.Struktur Bawah, berfungsi sebagai pemikul dan penerus beban ke tanah secara merata.

Tabel 4.8. Struktur bawah

Objek Keterangan Pondasi Tiang

Pancang

a. Cukup aman untuk menahan gaya, baik itu gaya vertikal maupun horizontal

b. Mencapai kedalaman hingga tanah terkeras (8-20 meter) c. Pengerjaan cepat dan mudah

d. Bahan dari beton, baja, dan kayu

e. Menimbulkan getaran dan bunyi yang relatif besar

Pondasi Sumuran

a. Digunakan pada tanah rawa-rawa atau lunak

b. Mencapai kedalaman hingga tanah terkeras (4-8 meter) c. Mudah pengerjaan dalam perluasan bangunan

d. Aman dan ekonomis untuk tipe bangunan tingkat rendah

Pondasi Bore Pile

a. Cukup aman untuk menahan gaya vertikal

b. Mencapai kedalaman hingga tanah terkeras (>10 meter) c. Pengeboran untuk pengecoran pondasi

d. Digunakan pada tanah yang tidak keras

e. Tidak menimbulkan getaran dan bunyi yang besar f. Tidak memakan waktu yang lama

g. Memerlukan keahlian khusus h. Tidak ekonomis

Bahan Struktur

Tabel 4.8. Bahan Struktur

Kriteria Beton Baja Komposit Unsur Agregat kasar/halus,

air dan semen

Besi, karbon, oksigen

Beton dan Baja

Sifat Mudah dibentuk, praktis

Kaku Relatif fleksibel

Kekuatan Gaya tekan Gaya tarik Gaya tekan dan tarik Daya tahan (api/cuaca) 100-450 oC/non korosi 250 oC/ korosi 100-450 oC/non korosi Pengontrolan kualitas

Ketat Relatif merata Ketat

Keahlian Menengah Ahli khusus Ahli khusus

Pelaksanaan Bertahap, di lapangan

Singkat, pabrikan Singkat, pabrikan atau lapangan

Jenis Bertulang, praktekan Variasi rangka dan profil

Contoh Balok, kolom, lantai, dinding core

Balok, kolom, kabel struktur

Balok, kolom, lantai, dinding core.

Bahan Bangunan

Tabel 4.9. Bahan bangunan

Objek Keterangan

Kayu a. Digunakan untuk bangunan kecil dan rendah b. Sebagai struktur rangka dan balok

c. Jenis bahan pabrikan d. Tidak tahan terhadap rayap e. Perawatan intensif

f. Gaya sesuai arah serat

Aluminium a. Sebagai struktur pendukung b. Jenis bahan pabrikan

c. Perlu keahlian khusus d. Tahan cuaca tropis e. Penghantar panas f. Ringan

Gipsum a. Tingkat stabilitas tinggi b. Daya tahan tinggi c. Kedap suara d. Anti serangga

e. Ringan & Pemasangan praktis f. Aplikasi pada plafon dan partisi

Kaca a. Sebagai sturktur pelingkup b. Perlu keahlian khusus

c. Permukaan yang rentan terhadap cuaca d. Tahan terhadap kelembaban

e. Ringan & Transparan f. Kuat pada fungsi tertentu

Kriteria pemilihan sistem struktur bangunan adalah : faktor ketinggian, faktor teknis/ teknologi, faktor fisik, faktor ekonomis.

4.2.5. Utilitas.

Suatu bangunan yang dirancang pada akhirnya harus dapat dipakai dengan nyaman dan dinikmati. Hal kenyamanan ini akan dikaitkan dengan sistem utilitas suatu bangunan. Sistem yang mengatur perangkat keras fungsi bangunan seperti keamanan, penghawaan, pencahayaan, pencegah dan penanggulangan kebakaran, sanitasi, elektrikal, penangkal petir, pembuangan sampah, dan sistem akustik yang baik.

A.Keamanan

Faktor keamanan yang dimaksud adalah pengamanan dan perlindungan objek pameran terhadap kebakaran , pencurian , faktor alam , dan biologis . Suatu museum harus memiliki standard sistem pengamanan dan perlindungan .

Lima prinsip dasar pengamanan dan perlindungan objek koleksi :

• Pelingkup luar bangunan yang cukup kuat , seperti : pintu , jendela , dinding , dsb.

• Sistem alarm pencurian . Terdiri dari tiga bagian utama , yakni : sensor yang mendeteksi , panel kontrol yang mengakifkan / mematikan alarm ,dan penghubung langsung kepada aparat yang terkait.

• Sistem pengendalian kebakaran . meliputi sensor pendeteksi asap ,nyala api atau panas yang mengaktifkan alarm dan sistem pemadaman kebakaran secara otomatis maupun manual

• Kewaspadaan dan kesigapan pengelola

• Peraturan kunjungan bagi pengunjung. Tiga tingkat pengamanan tempat pameran :

• Pengamanan tingkat I , meliputi : sensor deteksi pencurian , penggunaan CCTV &CCD ,penerangan eksterior , pengaktifan alarm selama waktu kunjungan.

• Pengamanan tingkat II , meliputi : Pengawasan daerah publik dan non-koleksi , pengaktifan alarm saat waktu kunjungan berakhir.

• Pengamanan tingkat III , meliputi : objek pameran yang masuk ke bangunan harus dikarantinakan agar terhindar dari kerusakan biologis .

Pengamanan yang penting lainnya adalah pengamanan terhadap kerusakan biologis , seperti :

• Pengaruh kelembapan udara , standart 45-60% , apabila diatas 70% , maka benda koleksi akan rusak.

• Suhu udara ideal 20-26oC

• Pencahayaan , cahaya yang merusak adalah cahaya matahari langsung , cahaya buatan yang berlebihan .

• Serangan mikroorganisme

• Serangan serangga dan pengerat.

Cara untuk mengatasi kelembapan adalah dengan pengaturan bukaan sehingga sirkulasi udara mengalir dengan baik .

B.Penghawaan

Di dalam penghawaan memiliki dua sistem penghawaan, yaitu : 1. Penghawaan Alami

Penghawaan yang menggunakan udara secara langsung dari alam tanpa bantuan sistem mekanik

Kelebihan :

a. Kelancaran dan kebersihan sirkulasi udara b. Kesejukan udara yang alami

c. Hemat energi dan ekonomis Kelemahan :

a. Ruangan cepat kotor oleh debu-debu yang masuk b. Temperatur dan kelembaban udara tidak dapat dikontrol c. Memiliki banyak bukaan

2. Penghawaan Buatan

Penghawaan yang menggunakan bantuan sistem mekanik chiller dan AHU. Umumnya disebut sebagai AC (Air Conditioner)

Kelebihan :

a. Setiap saat dapat dilakukan pengontrolan udara b. Tidak memerlukan bukaan yang banyak

c. Ruangan tidak mudah kotor oleh debu-debu Kelemahan :

a. Udara yang dihasilkan tidak sesegar udara alami b. Tidak adanya sirkulasi udara yang bergerak c. Menggunakan banyak energi dan biaya

AC (Air Conditioner) terdiri dari beberapa jenis, yaitu :

a. Unit AC setempat yang terdiri dari : AC Split dan AC Window

b. Unit AC semi sentral (split duct), pendingin ruangan setempat yang menggunakan sistem ducting yang dihubungkan dengan ruang ACU (Air Condensing Unit)

c. Unit AC sentral, merupakan pendingin ruangan yang dikontrol di pusat dan dapat melayani seluruh ruangan melalui sistem ducting, dilengkapi dengan ruang pendingin utama (chiller) dan ruang AHU (Air Handling Unit) untuk mengatur pengkondisian udara pada daerah yang dilayani.

C.Pencahayaan

Sistem pencahayaan pada bangunan terbagi atas tiga jenis, yaitu : 1. Sistem pencahayaan alami (Day light)

Sistem ini memanfaatkan sinar matahari sebagai sumber cahaya Kelebihan :

a. Hemat energi dan ekonomis

b. Ketika pagi, sinarnya menyehatkan

Kelemahan :

a. Tidak bisa menerangi daerah yang terlindungi b. Hanya bisa dimanfaatkan di pagi hari

c. Cahaya tidak dapat dikontrol lebih

2. Sistem pencahayaan buatan (Artificial light)

Sistem ini memanfaatkan energi listrik sebagai tenaga sumber cahaya. Kelebihan :

a. Dapat menerangi daerah yang tidak dapat dijangkau sinar matahari b. Kekuatan cahaya dapat dikontrol dengan mudah

c. Dapat dipergunakan di saat malam hari Kelemahan :

a. Memerlukan banyak sumber penerangan b. Banyak menggunakan energi listrik dan biaya c. Krisis listrik pada kota

Contoh pencahayaan pada museum dan galeri :

Dalam dokumen MEDAN ART GALLERY PAINTING AND SCULP TURE (Halaman 86-94)