BAB 2. TINJAUAN PUSTAKA DAN KERANGKA TEORI
2.1 Bahasa dan Ilmu Bahasa
2.3.2 Struktur Wacana: Struktur Pertukaran dalam Percakapan
Struktur pertukaran adalah suatu perangkat aturan yang digunakan oleh peserta percakapan dalam melakukan tukar- menukar informasi atau lainnya (Rani, 2006:56). Aturan-aturan itu lebih ditekankan pada seperangkat pola atau urutan- urutan tingkah laku yang teratur dalam melakukan hubungan timbal balik. Dengan menerapkan aturan-aturan itu, ujaran yang menunjukkan suatu urutan yang teratur dalam suatu percakapan akan lebih mudah diterima dan dipahami.
Menurut Stubbs (1981:107-109) struktur pertukaran dapat digunakan untuk melihat koherensi wacana, dengan mengatur unsur-unsur struktur yang sesuai, koherensi wacana dapat diciptakan. Dengan demikian, struktur dapat menentukan baik buruknya sebuah wacana (dalam Rani, 2006:56).
Bellack dkk. dalam penelitian struktur interaksi di kelas, mengemukakan empat unsur struktur wacana di kelas, yaitu: (a) penstrukturan (structuring), merupakan perilaku untuk mengarahkan kelangsungan peristiwa pedagogis dan mengajak siswa untuk memperhatikan sesuatu, (b) permintaan (soliciting), merupakan suatu kategori unsur struktur yang dimaksudkan untuk memancing munculnya tanggapan, baik tanggapan verbal maupun nonverbal dari siswa, (c) penanggapan (responding), merupakan tindakan jawaban atas permintaan yang menyatakan hubungan timbal balik, dan (d) pereaksian (reacting), merupakan kategori tindak yang berupa tindak lanjut dari kategori sebelumnya yang mungkin berupa penjelasan, ringkasan, dan perluasan dari apa yang telah dikatakan lebih dahulu (dalam Rani, 2006:56-57).
Dalam penelitian tentang tindak tutur, Ramirez (1988:135-139) menyatakan bahwa dalam interaksi kelas terdapat tiga lapisan pertukaran, yaitu tindak, gerak, dan pertukaran. Dijelaskannya bahwa pertukaran itu merupakan suatu interaksi yang
http://digilib.unej.ac.id
http://digilib.unej.ac.id
http://digilib.unej.ac.id
http://digilib.unej.ac.id
http://digilib.unej.ac.id
http://digilib.unej.ac.id
http://digilib.unej.ac.id
http://digilib.unej.ac.id
http://digilib.unej.ac.id
http://digilib.unej.ac.id
http://digilib.unej.ac.id
http://digilib.unej.ac.id
http://digilib.unej.ac.id
http://digilib.unej.ac.id
http://digilib.unej.ac.id
http://digilib.unej.ac.id
http://digilib.unej.ac.id
http://digilib.unej.ac.id
http://digilib.unej.ac.id
http://digilib.unej.ac.id
http://digilib.unej.ac.id
http://digilib.unej.ac.id
http://digilib.unej.ac.id
http://digilib.unej.ac.id
http://digilib.unej.ac.id
http://digilib.unej.ac.id
http://digilib.unej.ac.id
http://digilib.unej.ac.id
http://digilib.unej.ac.id
http://digilib.unej.ac.id
http://digilib.unej.ac.id
http://digilib.unej.ac.id
http://digilib.unej.ac.id
http://digilib.unej.ac.id
http://digilib.unej.ac.id
http://digilib.unej.ac.id
http://digilib.unej.ac.id
http://digilib.unej.ac.id
http://digilib.unej.ac.id
http://digilib.unej.ac.id
http://digilib.unej.ac.id
http://digilib.unej.ac.id
http://digilib.unej.ac.id
http://digilib.unej.ac.id
http://digilib.unej.ac.id
http://digilib.unej.ac.id
http://digilib.unej.ac.id
http://digilib.unej.ac.id
http://digilib.unej.ac.id
http://digilib.unej.ac.id
http://digilib.unej.ac.id
http://digilib.unej.ac.id
http://digilib.unej.ac.id
http://digilib.unej.ac.id
http://digilib.unej.ac.id
http://digilib.unej.ac.id
http://digilib.unej.ac.id
http://digilib.unej.ac.id
http://digilib.unej.ac.id
http://digilib.unej.ac.id
http://digilib.unej.ac.id
http://digilib.unej.ac.id
http://digilib.unej.ac.id
http://digilib.unej.ac.id
http://digilib.unej.ac.id
http://digilib.unej.ac.id
http://digilib.unej.ac.id
http://digilib.unej.ac.id
http://digilib.unej.ac.id
http://digilib.unej.ac.id
terkecil yang melibatkan dua peserta atau lebih. Biasanya, pertukaran terbentuk dalam rangkaian alih tutur (turn-taking) yang terdiri atas pemicu dari guru, tanggapan dari siswa, dan balikan dari guru. Secara umum, pola pertukaran itu dirumuskan sebagai pembuka (opening), jawaban (answering) dan tindak lanjut (follow-up). Ketiga unsur struktur itu disebut gerak. Gerak- gerak itu terdiri atas sejumlah tindak sedangkan tindak dapat dibatasi berdasarkan fungsi ujaran dalam sebuah wacana, seperti pertanyaan, perintah, memberi keterangan, dan sebagainya. Ramirez telah berhasil mendeskripsikan tindak tutur yang terjadi dalam interaksi di kelas, tindak tutur untuk tiap-tiap gerak berbeda. Gerak yang dideskripsikan Ramirez adalah gerak pembukaan, jawaban, dan lanjutan.
Tindak tutur yang terdapat dalam pembuka seperti: (1) pertanyaan sungguhan, yaitu menanyakan sebuah informasi, penjelasan, alasan, dan keterangan yang tidak diketahui oleh penutur; (2) pertanyaan pura-pura, pertanyaan yang diajukan untuk mengetahui informasi, penjelasan, alasan, dan sebagainya yang sebenarnya telah diketahui oleh penutur; (3) permintaan secara langsung, ujaran yang berisi permintaan berupa perintah yang memerlukan jawaban atau tindakan para pendengar.
Tindak tutur yang tejadi dalam penjawaban antara lain: (1) menjawab, yaitu suatu tanggapan terhadap sebuah pertanyaan yang ditujukan pada dirinya; (2) timbal balik, tanggapan yang berupa tindak verbal ataupun tindak non verbal sebagai jawaban dari permintaan atau perintah; (3) ucapan terima kasih, tanggapan untuk mengucapkan terima kasih atas sebuah informasi yang diberikan; (4) pengulangan, yaitu pengulangna terhadap ujaran dalam pembuka.
Tindak tutur yang digunakan dalam gerak pelanjutan pada umumnya merupakan balikan dari gerak jawaban. Dalam wacana kelas tindak tutur yang ada dalam gerak lanjutan dideskripsikan seperti berikut: (1) penerimaan, yaitu ujaran yang berisi penerimaan terhadap jawaban siswa; (2) penghargaan, ujaran yang berisi penilaian terhadap jawaban atau pertimbangan kualitas; (3) komentar, ujaran yang
http://digilib.unej.ac.id
http://digilib.unej.ac.id
http://digilib.unej.ac.id
http://digilib.unej.ac.id
http://digilib.unej.ac.id
http://digilib.unej.ac.id
http://digilib.unej.ac.id
http://digilib.unej.ac.id
http://digilib.unej.ac.id
http://digilib.unej.ac.id
http://digilib.unej.ac.id
http://digilib.unej.ac.id
http://digilib.unej.ac.id
http://digilib.unej.ac.id
http://digilib.unej.ac.id
http://digilib.unej.ac.id
http://digilib.unej.ac.id
http://digilib.unej.ac.id
http://digilib.unej.ac.id
http://digilib.unej.ac.id
http://digilib.unej.ac.id
http://digilib.unej.ac.id
http://digilib.unej.ac.id
http://digilib.unej.ac.id
http://digilib.unej.ac.id
http://digilib.unej.ac.id
http://digilib.unej.ac.id
http://digilib.unej.ac.id
http://digilib.unej.ac.id
http://digilib.unej.ac.id
http://digilib.unej.ac.id
http://digilib.unej.ac.id
http://digilib.unej.ac.id
http://digilib.unej.ac.id
http://digilib.unej.ac.id
http://digilib.unej.ac.id
http://digilib.unej.ac.id
http://digilib.unej.ac.id
http://digilib.unej.ac.id
http://digilib.unej.ac.id
http://digilib.unej.ac.id
http://digilib.unej.ac.id
http://digilib.unej.ac.id
http://digilib.unej.ac.id
http://digilib.unej.ac.id
http://digilib.unej.ac.id
http://digilib.unej.ac.id
http://digilib.unej.ac.id
http://digilib.unej.ac.id
http://digilib.unej.ac.id
http://digilib.unej.ac.id
http://digilib.unej.ac.id
http://digilib.unej.ac.id
http://digilib.unej.ac.id
http://digilib.unej.ac.id
http://digilib.unej.ac.id
http://digilib.unej.ac.id
http://digilib.unej.ac.id
http://digilib.unej.ac.id
http://digilib.unej.ac.id
http://digilib.unej.ac.id
http://digilib.unej.ac.id
http://digilib.unej.ac.id
http://digilib.unej.ac.id
http://digilib.unej.ac.id
http://digilib.unej.ac.id
http://digilib.unej.ac.id
http://digilib.unej.ac.id
http://digilib.unej.ac.id
http://digilib.unej.ac.id
berupa pernyataan; (4) pembetulan, ujaran yang dimaksudkan untuk membetulkan jawaban siswa; (5) pengulangan, ujaran yang berupa pengulangan jawaban siswa.
Menurut Keraf (1994:63) bagian wacana dapat dibedakan atas: (1) wacana pembuka, yang membuka atau menghantarkan peristiwa tuturan, atau menghantakan pokok pikiran dalam wacana; (2) wacana isi (penghubung), merupakan inti persoalan yang dikemukakan dalam wacana, terdapat antara wacana pembuka dan wacana penutup; (3) wacana penutup, adalah wacana yang dimaksudkan untuk mengakhiri wacana atau bagian wacana, mengandung kesimpulan dari apa yang telah diuraikan dalam wacana isi.